You are on page 1of 9

Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D

)

Diposkan oleh Biologi Untuk Semua di 09.23

 Pengertian
Penelitian dan Pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk
mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada.
Yang dimaksud dengan produk dalam konteks ini adalah tidak selalu berbentuk
hardware (buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas dan laboratorium), tetapi
bisa juga perangkat lunak (software) seperti program untuk pengolahan data,
pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model- model
pendidikan, pembelajaran pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen,dll.
Karakteristik Research & Development adalah penelitian ini berbentuk “siklus” ,
yang diawali dengan adanya kebutuhan, permasalahan yang membutuhkan
pemecahan dengan suatu produk tertentu (Anonim, 2011).

Menurut Sujadi (2003:164) Penelitian dan Pengembangan atau Research and
Development (R&D) adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk
mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada.
Yang dimaksud dengan produk dalam konteks ini adalah tidak selalu berbentuk
hardware (buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas dan laboratorium), tetapi
bisa juga perangkat lunak (software) seperti program untuk pengolahan data,
pembelajaran di kelas, perpustakaan atau laboratorium, ataupun model-model
pendidikan, pembelajaran pelatihan, bimbingan, evaluasi, manajemen, dan lain-lain
(Anonim, 2012).
 Tujuan R & D dalam pendidikan
Penelitian-penelitian di bidang pendidikan, umumnya tidak diarahkan pada
pengembangan suatu produk, tetapi ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru
berkenaan dengan fenomenafenomena yang bersifat fundamental, serta praktik-
praktik pendidikan. Penelitian tentang fenomena-fenomena fundamental pendidikan
dilakukan melalui penelitian dasar (basic research), sedang penelitian tentang praktik
pendidikan dilakukan melalui penelitian terapan (applied research). Beberapa
penelitian terapan secara sengaja diarahkan pada pengembangan suatu produk,
beberapa penelitian lain melakukan pengembangan produk secara tidak sengaja,
karena dalam penelitiannya mengandung atau menuntut pengembangan produk.
Untuk mengetahui keampuham model pembelajaran jarak jauh dibandingkan dengan
pembelajaran tatap muka, menuntut pengembangan modul atau bahan ajar yang akan
digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Pembuatan modul atau bahan ajar yang
baik menuntut penelitian pengembangan (Abidin, 2010).

software dan sejenisnya memiliki dasar-dasar konsep atau teori tertentu. buku ajar . 2. dan relevan dengan kebutuhan. Potensi dan masalah Penelitian ini dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Produk pendidikan. Para pengembang kurikulum seringkali menggunakan metode atau pendekatan filosofis dan akademik dan kurang memberikan perhatian pada temuan-temuan empiris (Anonim.  Langkah-langkah R & D Adapun langkah-langkah dari penelitian dan Pengembangan adalah: 1. penataan ruang kelas. Dalam bidang pendidikan. sistem. kompetensi tenaga kependidikan. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. Studi ini ditujukan untuk menemukan konsep-konsep atau landasan-landasan teoretis yang memperkuat suatu. yaitu lulusan yang jumlahnya banyak. Mengumpulkan Informasi dan Studi Literatur Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual. apabila kita dapat mendayagunakannya. . Melalui studi literatur juga dikaji ruang lingkup suatu produk. Masalah akan terjadi jika terdapat penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Studi . 2011). maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi dan studi literatur yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. ini berarti bahwa melalui hasil Research dan Development diharapkan proses pendidikan menjadi lebih efektif dan/atau lebih sesuai dengan tuntunan kebutuhan. serta keunggulan dan keterbatasannya. produk. para pengembang jarang menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Berdasarkan hal tersebut. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki suatu nilai tambah pada produk yang diteliti. pendekatan. Produk-produk pendidikan misalnya kurikulum yang spesifik untuk keperluan pendidikan tertentu. Pemberdayaan akan berakibat pada peningkatan mutu dan akan meningkatkan pendapatan atau keuntungan dari produk yang diteliti. media pendidikan. modul. kondisi-kondisi pendukung agar produk dapat digunakan atau diimplementasikan secara optimal. produk-produk yang dihasilkan melalui penelitian R & D diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. Masalah ini dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga dapat ditemukan suatu model. Khusus dalam bidang pengembangan kurikulum. metode mengajar. keluasan penggunaan. sistem evaluasi. Sebagai contoh sampah dapat dijadikan potensi jika kita dapat merubahnya sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat. terutama produk yang berbentuk model. model uji kompetensi. berkualitas. pola atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Masalah juga bisa dijadikan sebagai potensi. tujuan akhir dari research and development dibidang pendidikan adalah lahirnya produk baru atau perbaikan terhadap produk lama untuk meningkatkan unjuk kerja pendidikan. Untuk menggali konsep- konsep atau teori-teori yang mendukung suatu produk perlu dilakukan kajian literatur secara intensif. program. model unit produksi.

model-model pendidikan. Revisi Produk . buku. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut. Tetapi harus dibuat terlebih dahulu. implementasi. instrumen pengukuran. dan produk tersebut yang diujicoba. modul atau paket belajar. menghasilkan produk. berikut keunggulannya. evaluasi. dan akan dapat diketahui setelah melalui pengujian-pengujian. Sebelum diskusi peneliti mempresentasikan proses penelitian sampai ditemukan desain tersebut. Apakah para pengembang memiliki pengetahuan. Produk yang dikembangkan dalam pendidikan dapat berupa perangkat keras seperti alat bantu pembelajaran. Perbaikan Desain Setelah desain produk. 4.. Dikatakan secara rasional. dll. Apakah produk yang akan dikembangkan memiliki nilai ilmu. 6. 5. Desain Produk Produk yang dihasilkan dalam produk penelitian research and development bermacam-macam. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. 7. karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional. literatur juga diperlukan untuk mengetahui langkah-langkah yang paling tepat dalam pengembangan produk tersebut. Uji coba Produk Desain produk yang telah dibuat tidak bisa langsung diuji coba dahulu. keterampilan dan pengalaman dalam mengembangkan produk ini? 4. 1. Validasi desain dapat dilakukan dalam forum diskusi. dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. keindahan dan kepraktisan? 3. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. belum fakta lapangan. sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya serta memudahkan fihak lain untuk memulainya Desain sistem ini masih bersifat hipotetik karena efektivitasya belum terbukti. maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam memilih produk yang akan dikembangkan. Apakah produk yang akan dibuat penting untuk bidang pendidikan? 2. Pengujian dapat dilakukan dengan ekperimen yaitu membandingkan efektivitas dan efesiensi sistem kerja lama dengan yang baru. atau perangkat lunak seperti program-program pendidikan dan pembelajaran. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk. divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya . kurikulum. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan. Dapatkah produk tersebut dikembangkan dalam jangka waktu yang tersedia? 3. dll.

Sebagai contoh pembuatan mesin untuk mengubah sampah menjadi bahan yang bermanfaat. Langkah ini sangat sesuai dengan kurikulum perguruan tinggi maupun sekolah menengah dan sekolah dasar. dari penilaian kebutuhan (needs assessment). apabila dalam perbaikan kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelebihan. dari analisis kinerja (performance analysis). Ujicoba Pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil. 10. . Perbedaan sangat signifikan. sistem yang terdapat pada Dick and Carey sangat ringkas. Jadi untuk memproduksi pengusaha dan peneliti harus bekerja sama. 9. Kesepuluh langkah ini menunjukan hubungan yang sangat jelas satu dengan yang lainnya. Pengujian produk pada sampel yang terbatas tersebut menunjukkan bahwa kinerja sistem kerja baru ternyata yang lebih baik dari sistem lama. atau dari persyaratan lain untuk instruksi baru. Pembuatan Produk Masal Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk yang telah diujicoba dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. Tahap ini adalah menentukan apa yang diinginkan agar pembelajar dapat melakukannya ketika mereka telah menyelesaikan program Instruksional. ekonomi dan ligkungan memenuhi. yaitu model yang menyarankan agar penerapan prinsip disain Instruksional disesuaikan dengan langkah-langkah yang harus di tempuh secara berurutan. maka selanjutnya produk yang berupa sistem kerja baru tersebut diterapkan dalam kondisi nyata untuk lingkup yang luas. khususnya dalam mata pelajaran tertentu di mana tujuan pembelajaran pada kurikulum agar dapat melahirkan suatu rancangan pembangunan. Model Dick and Carey terdiri dari 10 langkah. 8. sebaiknya pembuat produk selalu mengevaluasi bagaimana kinerja produk dalam hal ini adalah sistem kerja. Dalam uji pemakaian. akan diproduksi masal apabila berdasarkan studi kelayakan baik dari aspek teknologi. Revisi Produk Revisi produk ini dilakukan. Lou Carey dan James O Carey. Tujuan Instruksional mungkin dapat diturunkan dari daftar tujuan. Model R & D versi Dick & Carey Model Dick–Carey adalah model desain Instruksional yang dikembangkan oleh Walter Dick. dari pengalaman praktis dengan kesulitan belajar pebelajar. dari analisis orang-orang yang melakukan pekerjaan (job analysis). namun isinya padat dan jelas dari satu urutan ke urutan berikutnya. Artinya. Langkah–langkah desain pembelajaran menurut Dick and Carey adalah: a. Model ini adalah salah satu dari model prosedural. Dalam operasinya sistem kerja baru tersebut. sehingga sistem kerja baru tersebut dapat diberlakukan. tetap harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna untuk perbaikan lebih lanjut. Identifikasi Tujuan (Identity Instructional Goal(s)).  Model-model R & D Adapun model-model R & D yaitu: 1. dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting.

dan sikap. d. Bagian-bagian siasat Instruksional menekankan komponen untuk mengembangkan belajar pembelajar termasuk kegiatan praInstruksional. overhead transparansi. Melakukan Analisis Instruksional (Conduct Instructional Analysis). Maksudnya bahan memiliki konotasi. Pengembangan atau Memilih Material Instruksional (Develop and Select Instructional Materials). Langkah terakhir adalah untuk menentukan keterampilan. penilaian kelompok kecil. dan kriteria untuk kinerja yang sukses. pertama mengklasifikasi tujuan ke dalam ranah belajar Gagne. e. Peta konsep akan menggambarkan hubungan di antara semua keterampilan yang telah diidentifikasi. Penekanan utama berkaitan diletakkan pada jenis keterampilan yang digambarkan dalam tujuan dan penilaian yang diminta. i. pengetahuan. kondisi di mana keterampilan yang harus dilakukan. dan halaman web untuk Instruksional jarak jauh. Pengembangan Siasat Instruksional (Develop Instructional Strategy). Hasil-hasil pada tahap di atas dijadikan dasar untuk menulis perangkat yang dibutuhkan. kaset video. yang diperlukan peserta didik untuk dapat memulai Instruksional. menentukan langkah- langkah apa yang dilakukan orang ketika mereka melakukan tujuan tersebut (mengenali keterampilan bawahan/subordinat). dan tindak lanjut kegiatan. komputer berbasis multimedia. h. Teknik serupa dapat diterapkan pada penilaian formatif terhadap bahan atau Instruksional di kelas. Merancang dan Melaksanakan Evaluasi Sumatif (Design And Conduct Summative Evaluation). Ada tiga jenis evaluasi formatif yaitu penilaian satu-satu. penilaian. dan analisis konteks di mana mereka akan menggunakannya. presentasi isi. Analisis Pembelajar dan Lingkungan (Analyze Learners and Contexts). Revisi Instruksional (Revise Instruction). yang dikenal sebagai perilaku masukan (entry behaviors). Merumuskan Tujuan Performansi (Write Performance Objectives). c. Langkah ini adalah mengembangkan butir-butir penilaian yang sejajar (tes acuan patokan) untuk mengukur kemampuan siwa seperti yang diperkirakan dari tujuan. Ketika kita menggunakan istilah bahan Instruksional kita sudah termasuk segala bentuk Instruksional seperti panduan guru. Pengembangan Tes Acuan Patokan (Develop Assessment Instruments). Hasil perangkat selanjutnya divalidasi dan diujicobakan di . Merancang dan Melaksanakan Penilaian Formatif (Design and Conduct Formative Evaluation of Instruction). f. g.b. Strategi Instruksional ditinjau kembali dan akhirnya semua pertimbangan ini dimasukkan ke dalam revisi Instruksional untuk membuatnya menjadi alat Instruksional lebih efektif. Langkah ini. partisipasi peserta didik. dan penilaian uji lapangan. Setiap jenis penilaian memberikan informasi yang berbeda bagi perancang untuk digunakan dalam meningkatkan Instruksional. modul. Keterampilan pembelajar. akan mengidentifikasi keterampilan yang harus dipelajari. Pernyataan- pernyataan tersebut berasal dari keterampilan yang diidentifikasi dalam analisis Instruksional. pilihan. analisis konteks di mana mereka akan belajar. dan sikap yang telah dimiliki pembelajar akan digunakan untuk merancang strategi Instruksional. j. Langkah ini melakukan analisis pembelajar.

wawancara. Operational Product Revision (revisi produk). 2. Planning (perencanaan). yaitu: a. h. Penerbitan produk untuk didistribusikan secara komersial untuk dimanfaatkan oleh publik. Hasil-hasil pengumpulan data dievaluasi dan kalau mungkin dibandingkan dengan kelompok pembanding. i. Dilakukan di 1 sampai 3 sekolah. Selama uji coba diadakan pengamatan. Pengukuran kebutuhan. Develop Preliminary form of Product (pengembangan draft produk awal). dan pertimbangan- pertimbangan dari segi nilai. Penggunaan model Dick and Carey dalam pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar (1) pada awal proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui dan mampu melakukan hal–hal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran. Operational Field Testing (uji coba lapangan skala luas). dan observasi dan hasilnya dianalisis. penelitian dalam skala kecil. Memperbaiki atau menyempurnakan hasil uji coba berdasarkan masukan dari hasil uji coba awal produk. Final Product Revision (revisi produk final). Melakukan monitoring terhadap pemanfaatan produk oleh publik untuk memperoleh masukan dalam kerangka mengendalikan kualitas produk. Menyusun rencana penelitian. Dilakukan di 10 sampai 30 sekolah dengan 40 sampai 200 subjek. Model R & D versi Borg Dan Gall Langkah-langkah untuk melakukan R & D menurut Borg and Gall (1989). Desiminasi dan implementasi. Pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi yang selanjutnya dianalisis. Disemination and Implementasi. Menyempurnakan produk hasil uji lapangan berdasarkan masukan dan hasil uji lapangan utama. kemungkinan pengujian dalam lingkup terbatas. Pengembangan bahan pembelajaran. yaitu data kuantitatif penampilan subjek uji coba (guru) sebelum dan sesudah menggunakan model yang dicobakan dikumpulkan. kelas/diimplementasikan di kelas dengan evaluasi sumatif. d. studi literatur. b. f. rumusan tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian tersebut. Pengujian dilakukan melalui angket. e. (2) adanya pertautan antara tiap komponen khususnya strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran yang dikehendaki. desain atau langkah-langkah penelitian. menggunakan 6 sampai 12 subjek uji coba (guru). j. Model R & D versi ADDIE . 3. Preliminary Field Testing (uji coba lapangan awal). wawancara dan pengedaran angket. c. Penyempurnaan didasarkan masukan atau hasil uji coba lapangan dalam skala luas. meliputi kemampuan- kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian. yaitu melaporkan produk pada forum-forum profesional di dalam jurnal dan implementasi produk pada praktik pendidikan. Dilakukan di 5 sampai 15 sekolah dengan 30 sampai 100 subjek. Main Product Revision (revisi hasil uji coba). (3) menerangkan langkah–langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran. proses pembelajaran dan instrumen evaluasi. Main Field Testing (uji lapangan produk utama). Pengumpulan data efek sebelum dan sesudah implementasi produk menggunakan kelas khusus. g. Research and Information colletion (penelitian dan pengumpulan data).

Pengembangan adalah proses mewujudkan blueprint menjadi kenyataan. Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar. Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blueprint). jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran. karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan. d. Lebih tepatnya evaluasi formatif. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. maka multimedia tersebut harus dikembangkan. pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Semua itu tertuang dalam sautu dokumen bernama blueprint yang jelas dan rinci. maka modul tersebut perlu dikembangkan. Selanjutnya menyusun tes yang harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi. Model R & D versi 4D (four-D Model) Adapun tahapan model pengembangan secara garis besar adalah sebagai berikut (Trianto. Dalam hal ini ada banyak pilihan kombinasi metode dan media yang dapat kita pilih dan tentukan yang paling relevan. Oleh karena itu. lingkungan belajar. yaitu evaluasi. identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE. dan melakukan task analysis (analisis tugas). identifikasi kesenjangan. measurable. Salah satu fungsinya adalah menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif. Atau diperlukan modul cetak. sesuai dengan harapan awal atau tidak. Kemudian menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. b. Evaluation (evaluasi/umpan balik). Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. 2007 : 65 – 68): . dan realistic). Design (disain/perancangan). Artinya. Disamping itu. Implementation (implementasi/eksekusi). Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yakni : a. Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil. Artinya. Pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik. applicable. Analysis (analisa). misalnya sumber belajar yang relevan. Model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate) yang bersifat lebih generik muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif. karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. mengidentifikasi masalah (kebutuhan). dipertimbangkan pula sumber-sumber pendukung lain. c. dan lain- lain. Development (pengembangan). output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profil calon peserta belajar. yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan). dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. e. 4. Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat.

Menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan syarat dampaknya dapat dijadikan tolak ukur perilaku pelajar. Tahap ini merupakan tahap penggunaan perangkat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas misalnya di kelas lain. . (d) Analisis konsep. (b) Analisis siswa. Tahap Pengembangan (Develop). untuk menyampaikan materi pelajaran. menurut model ini terdapat beberapa langkah dalam penyusunan sebuah bahan ajar. dan (c) uji coba terbatas dengan siswa yang sesungguhnya. Tes ini merupakan suatu alat mengukur terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa setelah kegiatan belajar mengajar. merupakan langkah awal yang menghubungkan antara tahap define dan tahap design. Tahap penyebaran (Disseminate).menetapkan tujuan umum untuk pembelajaran tiap topiknya. Tujuan lain adalah untuk menguji efektivitas penggunaan perangkat di dalam KBM. Pengembangan prapenilaian/ penilaian awal untuk menentukan latar belakang pelajar dan pemberian level pengetahuan terhadap suatu topik. Di dalam pemilihan format ini misalnya dapat dilakukan dengan mengkaji format-format perangkat yang sudah ada dan yang dikembangkan di negara-negara yang lebih maju. b. Tujuannya adalah menyiapkan prototipe perangkat pembelajaran. e. Menentukan tujuan dan daftar topik. yaitu: (a) Analisis ujung depan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari pakar. Tahap ini terdiri dari empat langkah yaitu. untuk siapa pembelajaran tersebut didesain. Tahap ini meliputi 5 langkah pokok. Tes disusun berdasarkan hasil perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus (Kompetensi Dasar dalam kurikukum KTSP). (b) simulasi yaitu kegiatan mengoperasionalkan rencana pengajaran. Tahap Pendefinisian (Define). Tujuannya adalah menentapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran di awali dengan analisis tujuan dari batasan materi yang dikembangkan perangkatnya. (b) Pemilihan media yang sesuai tujuan. Mengkoordinasi dukungan pelayanan atau sarana penunjang yang meliputi personalia. c.a. Tahap Perencanaan (Design). Tahap ini meliputi: (a) validasi perangkat oleh para pakar diikuti dengan revisi. d. Hasil tahap (b) dan (c) digunakan sebagai dasar revisi. 5. dan jadwal untuk melaksanakan rencana pembelajaran. Langkah berikutnya adalah uji coba lebih lanjut dengan siswa yang sesuai dengan kelas sesungguhnya. oleh guru yang lain. Menentukan isi materi pelajaran yang dapat mendukung tiap tujuan. Memilih aktivitas pembelajaran dan sumber pembelajaran yang menyenangkan atau menentukan strategi belajar-mengajar. di sekolah lain. d. c. (c) Pemilihan format. Model R & D versi Kemp Secara singkat. g. fasilitas-fasilitas. (a) Penyusunan tes acuan patokan. b. f. jadi siswa siswa akan mudah menyelesaikan tujuan yang diharapkan. Menganalisis karakteristik pelajar. (c) Analisis tugas. dan (e) Perumusan tujuan pembelajaran. perlengkapan. yaitu: a.

2012. Kekurangan a. evaluatif. karena prosedur yang harus ditempuh pun relatif kompleks. Kelebihan a. Anonim.com/2011/10/metode-penelitian-research-and. Pendekatan R & D merupakan penghubung antara penelitian yang bersifat teoritis dengan penelitian yang bersifat praktis d. Pendekatan R & D akan selalu mendorong proses inovasi produk/ model yang tiada henti / memiliki nilai suistanibility yang cukup baik sehingga diharapkan akan ditemukan produk-produk / model-model yang selalu actual sesuai dengan tuntutan kekinian c. 2010. . 2011. Muhammad Zainal. Mengevaluasi pembelajaran siswa dengan syarat mereka menyelesaikan pembelajaran serta melihat kesalahankesalahan dan peninjauan kembali beberapa fase dari perencanaan yang membutuhkan perbaikan yang terus menerus. http://berbahasa- bersastra. evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.edu/operator/upload/d_pls_0610466_chapte r3. Penelitian R & D tidak mampu digeneralisasikan secara utuh. Sugiyono.upi. Metode Penelitian Pendidikan. http://edukasi.blogspot. b. 2011. Metode penelitian yang ada dalam R & D cukup komprehensif . b. karena pada dasarnya penelitian R & D pemodelannya pada sampel bukan pada populasi. Bandung: Penerbit Alfabeta.pdf. dan eksperimen. Penlitian dan Pengembangan.kompasiana. Anonim. Metode Penelitian Research and Development (R & D).html. Referensi: Abidin. Pada prinsipnya pendekatan R & D memerlukan waktu yang relatif panjang. karena produk tersebut dihasilkan melalui serangkaian uji coba di lapangan dan divalidasi oleh ahli.  Kelebihan dan kekurangan 1. h. 2. http://repository.com/2009/12/17/metode-penelitian-pengembangan- developmental-research/. Pendekatan R & D dapat dikatakan sebagai penelitian “here and now”. Pendekatan R & D mampu menghasilkan suatu produk / model yang memiliki nilai validasi tinggi. mulai dari metode deskriptif.