You are on page 1of 2

BAB 1

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi
dan kondisi cuaca yang tidak pasti. Ketika musim hujan tiba banyak sekali
daerah daerah yang rawan sekali terkena banjir disebabkan oleh faktor alam
maupun faktor manusianya sendiri karena pola perilaku yang tidak peduli
terhadap lingkungan sekitar seperti tidak membuang sampah pada tempatnya
sehingga membuat aliran sungai menjadi tidak lancar. Sselain itu juga bisa
disebabkan oleh hutan gundul, drainase yang tidak sempurna, garis sepadam
sungai yang didirikan bangunan dan karena area resapan yang tidak lagi ada.
Menurut BNPB sebanyak 176 kabupaten/kota diprediksi rawan terhadap
bencana banjir. Direktorat jendral bina pengelolaan daerah aliran sungai dan
perhutanan nasional (Ditjen BPDASPS) kemetrian kehutanan merupakan salah
satu instansi pemerinah yang memiliki kewajiban untuk memberikan informasi
mengenai lokasi rawan terhadap bencana banjir karena BPDASPS memiliki unit
pelaksana teknis balai pengelolaan daerah aliran sungai di seluruh provinsi di
indonesia.
Secara alamiah banjir adalah proses alam yang biasa dan bagian penting
dari mekanisme pembentukan daratan di bumi, melalui banjir muatan sedimen
di transportasikan dari daerah sumbernya di pegunungan atau perbukitan ke
daratan yang lebih rendah, sehingga tempat yang lebih rendah itu terjadi
pengendapan. Banjir secara almiah ditentukan oleh curah hujan. Karena curah
hujan yang sangat tinggi tentunya air yang turun tidak langsung terserap ke
dalam tanah sehingga tergenang dan menimbulkan banjir yang merugikan
manusia.
Oleh karena itu kami memiliki ide untuk membuat suatu alat dimana
menjadi suatu peringatan dini bagi masyarakat di sekitar kawasan aliran sungai
jika akan terjadi banjir dengan memberikan alarm sehingga para warga dapat
mengungsi ke tempat yang aman. Dengan konsep memberikan alat di hulu
sungai yang mana terhubung dengan alarm di daerah permukiman warga
dengan memanfaatkan ketinggian air.
Alat ini dapat diterapkan di berbagai daerah karena sangat bermanfaat
terutama agar tidak terjadi korban jiwa jika terjadi musibah banjir karena
kebanyakan korban jiwa saat musibah banjir terjadi adalah saat korban sedang
tidur sedangkan banjir sudah datang sehingga tidak sempat untuk
menyelamatkan diri.

Sumber referensi : 1 . jurnal banjir karya ratmaniar,ririn sumardi,rosminar
http://www.slideshare.net/mHynarLhybra/jurnal-28489176
2. jurnal penanggulangan bencana, volume 3, nomer 1 tahun
2012