You are on page 1of 49

DEPARTEMEN

PEKERJAAN
UMUM
Direktorat Jenderal Cipta Karya

MODUL KHUSUS FASILITATOR
F37
Pelatihan Utama

Meningkatkan
Kapasitas Masyarakat

PNPM Mandiri Perkotaan

Modul 1 PNPM MP sebagai Proses Pembelajaran Masyarakat 1

Kegiatan 1 Strategi peningkatan Kapasitas 2

Kegiatan 2 Diskusi Metode Peningkatan Kapasitas 2

Modul 2 Tahapan Pembelajaran Masyarakat 26

Kegiatan 1 Tahapan Pembelajaran Masyarakat 27

Kegiatan 2 Peran Fasilitator dan Para pihak 27

Modul 3 Identifikasi Kebutuhan Belajar 32

Kegiatan 1 Identifikasi Kebutuhan Pengetahuan BKM/UP/Relawan 33

Kegiatan 2 Prioritas Materi Belajar 35

Modul 4 Perencanaan Proses Belajar 38

Kegiatan 1 Menyusun Rencana Belajar BKM/UP/Relawan 39

Modul 5 Evaluasi Proses dan Hasil Belajar 42

Kegiatan 1 Menilai Proses Belajar 43

Modul 1
Topik: PNPMMP Sebagai Proses Pembelajaran Masyarakat

• Peserta memahami konsep PNPMMP sebagai proses pembelajaran masyarakat
• Peserta menyadari pentingnya pemahaman konsep-konsep program

Kegiatan 1: Strategi Peningkatan Kapasitas
Kegiatan 2: Diskusi metode peningkatan kapasitas

2 Jpl ( 90 ’)

Media Bantu – Skema gambaran umum strategi pengembangan kapasitas PNPMMP
Media bantu - Power point slide: Pedoman umum PNPM Perkotaan
Bahan Bacaan –Gambaran umum Strategi Pengembangan Kapasitas PNPMMP
Bahan Bacaan - Pedoman umum PNPMMP (Membudayakan Pembelajaran
Terorganisasi)

• Kertas Plano, Kuda-kuda untuk Flip-chart
• LCD
• Metaplan, Spidol, selotip kertas dan jepitan besar
• Papan Tulis dengan perlengkapannya

1

Strategi Peningkatan Kapasitas
1) Berikan pengantar kepada peserta, bahwa pada sesi ini akan disampaikan konsep
pengembangan kapasitas PNPMMP. Jelaskan pula, bahwa secara keseluruhan, program ini
memang merupakan program pengembangan kapasitas.

2) Tampilkan media bantu skema gambaran umum strategi pengembangan kapasitas (salin ke
dalam kertas plano ukuran besar), kemudian jelaskan menggunakan bahan bacaan 1.

3) Tambahkan penjelasan dengan menggunakan power point slide tentang konsep
pengembangan kapasitas PNPMMP dan jelaskan kepada peserta.

4) Jelaskan kepada peserta untuk peningkatan kapasitas pada intervensi tahap 3, pihak PNPM MP
mengharapkan masyarakat bisa mengembangkan kebutuhan proses belajar secara mandiri
dengan didampingi oleh fasilitator. Artinya menu – menu peningkatan kapasitas ditentukan
oleh masyarakat sendiri.

Diskusi Metode Peningkatan Kapasitas
1) Sampaikan pada peserta, bahwa ada beberapa cara untuk meningkatkan kapasitas BKM/LKM,
UP dan relawan agar mereka mampu meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan dan
monev penanggulangan kemiskinan.

2) Ajak peserta untuk mendiskusikan metode yang bisa dipakai untuk meningkatkan kapasitas
BKM/LKM, UP dan relawan. Mintalah masing – masing peserta untuk menuliskan metode –
metode tersebut dalam kartu metaplan. Satu kartu untuk satu metode.

3) Setelah selesai mintalah peserta untuk mengelompokkan kartu – kartu dengan isu/metode
yang sama. Kemudian bahas bersama

Peningkatan kapsitas bisa dilakukan melalui : pelatihan, studi banding, bimbingan rutin, On The Job
Training, mengikuti seminar, lokakarya dan sebagainya.

2

Skema Strategi pengembangan Kapasitas PNPMMP KBN PNPMMP Konsultan KBIK Komunitas Aktivitas lain siklus kota/ kelurahan KBP KBK Pemda Warga Masyarakat Produk pengetahuan baru PERUBAHAN SOSIAL 3 .

• Diharapkan dari proses belajar awal tersebut bisa muncul gagasan – kebijakan yang mendukung gagasan (produk pengetahuan) baru yang lebih tepatguna bagi pembelajaran. • Pengenalan “gagasan awal” dikembangkan melalui proses pembelajaran dalam siklus – siklus kegiatan penanggulangan • PNPM Mandiri Perkotaan bertanggung kemiskinan baik siklus di tingkat kelurahan maupun siklus tingkat jawab untuk menyediakan : (1) kota/kabupaten. swasta dan gagasan – gagasan baru yang mereka kembangkan sendiri kelompok/organisasi peduli. (2) struktur yang penanggulangan kemiskinan di kelompok sasaran. pemerintah sehingga terjadi perubahan sosial seperti yang diharapkan daerah. Rancangan Pedoman Pengembangan Kapasitas Masyarakat Tidak Berdaya Masyarakat Masyarakat Masyarakat Berdaya Mandiri Madani (Miskin) PNPM Mandiri Perkotaan 2008 Pro. pemerintah pusat. memberikan kesempatan belajar. kota/kabupaten maupun pusat. ataupun • Gagasan awal yang dikembangkan oleh PNPM Mandiri Perkotaan konsultan pengelola program. Slide 3 Slide 4 4 . diharapkan dapat diterima dan dijalankan oleh kelompok sasaran baik pada komunitas kelurahan maupun pemerintah kota/kabupaten. pembangunan agar pada saatnya masyarakat bisa mengembangkan organisasi masyarakat sipil. yakni nilai-nilai dan prinsip-prinsip universal sebagai landasan kokoh untuk membangun tatanan masyarakat madani (good governance) yang mampu mandiri dan berkelanjutan menangani kegiatan penanggulangan kemiskinan serta pembangunan lingkungan perumahan permukiman di wilayahnya secara terpadu.Powerpoint Slide Strategi Pengembangan Kapasitas PNPMMP Latar Belakang • Hakikatnya.Poor Non Pro-Poor Good Program & Pro . • Sebagai program yang mendorong proses kemandirian masyarakat proses pembelajaran merupakan tanggung PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan “gagasan awal” jawab semua pelaku : masyarakat.Poor Policy Governance Bugeting Slide 1 Slide 2 Latar Belakang • Dengan orientasi pembelajaran seperti itu. PNPM Mandiri Perkotaan merupakan proses pembelajaran Capacity Building masyarakat dan pemerintah untuk memulihkan dan melembagakan kembali kapital sosial (social capital) yang telah ada. • Produk – produk pengetahuan baru akhirnya harus menjadi bagian dari materi pembelajaran bagi para stakeholder nangkis di tingkat kelurahan.

Ta ha nilai Ta ha p Ev a lu Keuangan a si pemerintahan. aparat Berbagi Nilai – Review: PJM. dll) yang bersama-sama BELAJAR berkomitmen untuk menanggulangi kemiskinan di daerahnya (relawan – relawan peduli kemiskinan) Slide 5 Slide 6 KOMUNITAS BELAJAR Tim CB Jakarta Strategi Umum Komunitas • Meningkatan pengetahuan. daerah dan kelurahan/desa) Komunitas • Membangun Komunikasi horisontal – proses pembelajaran yang dikembangkan dalam komunitas – komunitas belajar. Pada akhirnya anggota Belajar Komunitas Belajar komunitas belajar mempunyai tanggungjawab untuk mengkomunikasikan Perkotaan Konsultan Propinsi berbagai hasil belajarnya kepada pihak – pihak lain. • Untuk memastikan bahwa komitmen pembelajaran ini tercapai secara terencana –– PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan rancangan proses pembelajaran yang tak terlepas dari berbagai KOMUNITAS kegiatan siklus di tingkat masyarakat/kota dengan pengembangan komunitas-komunitas belajar sebagai wahana BELAJAR komunikasi horisontal pada tiap tingkatan . perguruan tinggi. sikap dan kemampuan para pelaku untuk Belajar Komunitas Belajar menjalankan program melalui kegiatan pelatihan. LSM. Faskel Slide 7 Slide 8 5 . LSM dan berbagai n kelompok peduli. • Membangun Komunikasi Vertikal dari bawah ke atas – gagasan (produk Korkot & atau Askorkot pengetahuan) baru yang dihasilkan dari aktivitas pembelajaran pada tingkat kelurahan/desa dan kota/kabupaten dikomunikasikan kepada berbagai pihak baik kepada pemerintah maupun kepada stakeholder lain. 3 Ta Berbagi Akses M asa lah Membangun BKM h ap Pe re Berbagi asi nc informasi Id en ti fik KSM KSM an aa n Pengetahuan dan 2 4 BLM pengalaman Pemetaan Swadaya PJM Pronangkis Ruang pembelajaran yang 1 Pelaksanaan dan 5 terorganisasi bagi siapa saja (anggota Pemantauan n aa 6 p Pe la ks an masyarakat. KOMUNITAS pengusaha. Komunit Komunitas Belajar Produk – produk pengetahuan baru yang dikomunikasikan diharapkan Konsultan Kota/Kab as SF bisa menjadi bagian dari : 1) umpan balik kepada program untuk Belajar memperbaiki berbagai pendekatan agar lebih tepatguna 2) advokasi kebijakan dan anggaran kepada pihak pemerintah dan 3) mendorong Keluraha Komunitas Belajar Tim Faskel Komunitas Belajar Tim Faskel ‘channeling’ dengan berbagai pihak swasta. Kelembagaan. coaching dan OJT Nasional Konsultan Nasional • Membangun Komunikasi vertikal dari program kepada berbagai pelaku - CB Specialist Pengenalan gagasan – gagasan awal dikembangkan melalui berbagai & Trainer aktivitas komunikasi pada berbagai tingkatan (pusat.

dan melalui siklus. coaching. on the job training. KBN PNPM Konsultan KBIK KBP Komunitas Aktivitas lain siklus kota/ kelurahan KBK Pemda Warga Produk pengetahuan baru PERUBAHAN SOSIAL 6 . sosialisasi (Komunikasi dan informasi/kominfo). Pelatihan. banyak berperan dalam pengembangan pengetahuan para pelaku program dan stakeholder lainnya. Selain itu. kecuali sosialisasi. pelatihan juga dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan. Pengalaman ini yang akan mengubah sikap dan paradigma berpikir para pelaku program. dan sosialisasi. Sedangkan siklus program.Gambaran Umum Strategi Pengembangan Kapasitas PNPMMP Strategi pengembangan kapasitas PNPMMP secara umum dilakukan melalui tiga cara: pelatihan. merupakan cara PNPMMP untuk memberikan pengalaman bagi para pelaksananya.

dibentuk KBK (Komunitas Belajar Perkotaan). Semua proses strategis ini. komunitas belajar kelurahan. sejak dari pimpinan program. ke konsultan dan program. 7 . Ini yang disebut dengan membangun komunikasi vertikal dari bawah ke atas. Produk-produk pengetahuan maupun gagasan baru inipun diharapkan bisa menjadi media komunikasi dan informasi kepada pihak-pihak di luar PNPMMP. yang dalam PNPMMP disebut komunitas-komunitas belajar. agar ’tertular’ paradigma berpikir PNPMMP. Hal yang penting untuk diperhatikan. Pada tahap awal. Sedangkan di tingkat kota. adanya alur ’dari bawah ke atas’. seperti yang tercantum dalam strategi umum PNPMMP. kepada konsultan dan pimpinan pusat. PNPMMP juga mengembangkan Komunitas Belajar Internal Konsultan (KBIK). dan turut serta dalam mengembangkan sistem yang lebih pro-poor di negara ini. Untuk tingkat warga dan pemerintah kelurahan. baik vertikal maupun horisontal.Dari skema strategi pengembangan kapasitas PNPMMP. dikawal pada titik-titik tertentu dengan membentuk simpul-simpul kolaborasi. terlihat bahwa alur pembelajaran bersifat multiarah. dibentuk KBN atau komunitas Belajar Nasional. sampai ke warga masyarakat. Diharapkan gagasan awal ini akan terus bergulir sampai tercapainya perubahan sosial. yakni dari produk pengetahuan warga maupun pemda. yang disalurkan melalui para konsultannya kepada warga masyarakat maupun unsur pemerintah. dibentuk KBK. dan di tingkat nasional. Harus ada umpan balik dari level masyarakat dan pemda. konsultan. pimpinan program menetapkan gagasan awal. Untuk lebih memperkuat kapasitas internal konsultan. agar terjadi perbaikan atau peningkatan kapasitas pada semua tingkatan.

yakni nilai-nilai dan prinsip-prinsip universal sebagai landasan kokoh untuk membangun tatanan masyarakat madani (good governance) yang mampu mandiri dan berkelanjutan menangani kegiatan penanggulangan kemiskinan serta pembangunan lingkungan perumahan permukiman di wilayahnya secara terpadu. PNPM Mandiri Perkotaan merupakan proses pembelajaran masyarakat dan pemerintah untuk memulihkan dan melembagakan kembali kapital sosial (social capital) yang telah ada. Untuk memastikan bahwa komitmen pembelajaran ini tercapai secara terencana – daripada sekedar mempercayai bahwa pembelajaran akan terjadi dengan sendirinya – PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan rancangan proses pembelajaran yang tak terlepas dari berbagai aktivitas program melalui pengembangan komunitas-komunitas belajar. (2) struktur yang memberikan kesempatan belajar. Karena itu. pemerintah pusat. PNPM Mandiri Perkotaan bertanggung jawab untuk menyediakan : (1) kebijakan yang mendukung pembelajaran. ataupun konsultan pengelola program. tentulah pedoman ini jauh dari memadai untuk mengadaptasi dinamika perubahan masyarakat dan pemerintahan daerah. pemerintah daerah. jadikan pedoman ini semata-mata sebagai input untuk menyusun skenario pengembangan kapasitas sesuai ruang hidup dimana anda bekerja. Untuk itulah pedoman pengembangan kapasitas ini ada. Sebagai satu pedoman yang bersifat generik. 8 . Dengan orientasi pembelajaran seperti itu. swasta dan kelompok/organisasi peduli. Salam Pemberdayaan. organisasi masyarakat sipil. BELAJAR BERSAMA MEMBEBASKAN DIRI DARI KEMISKINAN PEDOMAN PENGEMBANGAN KAPASITAS PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN PENGANTAR Hakikatnya. proses pembelajaran merupakan tanggung jawab semua pelaku : masyarakat. kepada para capacity builder. (3) aktivitas yang mendorong pembelajaran.

1. bersama perangkat pemerintahan desa/kelurahan. pengidentifikasian kebutuhan. penguatan peran dan kapasitas pemerintah daerah dan stakeholder kota mutlak diperlukan untuk mengedepankan peran dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat. PNPM Mandiri Perkotaan meyakini bahwa pendekatan yang efektif untuk penanggulangan kemiskinan adalah perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kapasitas pemerintah daerah menuju terwujudnya kondisi good governance. Seperti halnya masyarakat kelurahan/desa. terutama penanggulangan kemiskinan. Sebagai motor penggerak. Apa yang dilakukan di tingkat kelurahan/desa tersebut tak akan berarti apabila tak seiring sejalan dengan visi pembangunan pemerintahan kota/kabupaten. politik atau lingkungan). diharapkan menjadi motor pengembangan masyarakat. Badan inilah. Miskinnya informasi menyebabkan masyarakat kesulitan mengembangkan alternatif kehidupannya. Mewujudkan harmonisasi dan sinergi berbagai program pembangunan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanggulangan berkelanjutan sebagai kemiskinan sesuai kebijakan PNPM landasan kokoh 4. ditandai adanya peningkatan membangun masyarakat IPM-MDGs mandiri dan sejahtera. Masyarakat membutuhkan informasi dan pengetahuan yang dapat mereka manfaatkan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya dalam berbagai aspek (sosial. Meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah dalam menerapkan nilai-nilai universal model pembangunan partisipatif yang berbasis kelembagaan kemanusiaan. mengatasi berbagai persoalan kemiskinan di wilayahnya. Proses ini dibangun bersama-sama masyarakat sejak pengenalan kondisi (masalah dan potensi). Sebagai salah satu program penanggulangan kemiskinan yang bertujuan mengurangi 50% penduduk miskin di tahun 2015. program ini berupaya memperkuat peran dan kapasitas Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Meningkatkan Capaian manfaat program kepada Kelompok sasaran (masyarakat miskin) semakin efektif. perencanaan. organisasi masyarakat sipil dan pelaku lainnya. 9 . sejalan dengan kebijakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat kembangkan kesadaran (PNPM) kritis masyarakat terhadap 2. perumusan cita-cita bersama. swasta. kesehatan. Karena itu. nilai-nilai masyarakat serta pendekatan kemitraan masyarakat dengan sosial kemasyarakatan dan pemerintah dan kelompok peduli setempat prinsip-prinsip 3. pelaksanaan program hingga pelaksanaan monitoring-evaluasi. penguatan ini dilakukan melalui pelibatan intensif pemda pada pelaksanaan siklus kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan. Mewujudkan masyarakat Berdaya dan Mandiri. Proses pemberdayaan Tujuan PNPM Mandiri masyarakat dilakukan untuk 1. Penguatan institusi masyarakat oleh masyarakat sendiri dilakukan dengan mengembangkan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). TKPKD inilah yang diharapkan mampu menyusun Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) dan PJM Pronangkis kota/kabupaten berbasis aspirasi dan program masyarakat (PJM Pronangkis Kelurahan). KEMISKINAN DAN KESENJANGAN INFORMASI Kesenjangan informasi diyakini sebagai bagian dari lingkaran kemiskinan. budaya. yang mampu menumbuhkan. ekonomi.KONTEKS PNPM MANDIRI PERKOTAAN Mandiri Perkotaan merupakan salah satu program dibawah ’kebijakan payung’ Program PNPMNasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang dikembangkan Pemerintah Indonesia untuk mencapai MDGs 2015.

2. swasta ke swasta) maupun vertikal (warga ke pemerintah). Kesenjangan informasi/pengetahuan harus dihilangkan karena hanya warga yang memiliki informasi/pengetahuan yang dapat berpartisipasi aktif. Sebagai isu hak. Setiap pihak yang terlibat dalam dialog tersebut adalah subyek yang memiliki persepsi. bertanggung jawab (akuntabel) dan partisipatif (masyarakat dan pemerintah menjalin hubungan komunikasi dialogis). pengetahuan. Komunikasi yang hendak dikembangkan adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menganalisis masalah. orang miskin pasti tak akan pernah keluar dari kemiskinannya. Apabila pengawasan warga berjalan. maka pendidikan rendah berarti berijazah rendah. Obyeknya adalah realitas yang akan diperbaiki melalui proses-proses pembangunan. bersih. mengidentifikasi penyelesaiannya dan melaksanakannya. dan pengalaman. Kondisi ini seringkali dinyatakan sebagai ketidakmampuan orang miskin untuk mengakses pendidikan. Karena pendidikan diidentikkan dengan ijazah. LINGKARAN KETIDAKBERDAYAAN Kesenjangan Kesenjangan Akses Informasi Pengetahuan Kesenjangan Kesenjangan Kesenjangan Sosial Kesempatan Kemampuan Kesenjangan Kesenjangan Spasial Asset Sebagai satu upaya mewujudkan masyarakat berdaya dan mandiri. informasi mengemuka sebagai suatu isu keberpihakan kepada orang miskin dan hak (politik). Karena itu. Apabila warga aktif maka mekanisme pengawasan publik terhadap jalannya pemerintahan akan berfungsi. Logika sebab akibatnya kemudian mudah ditebak. terbuka (transparan). informasi ditempatkan sebagai salah satu indikator untuk menilai apakah suatu pemerintahan berjalan baik. KEMISKINAN DAN KESENJANGAN PENGETAHUAN Wajah lain dari kemiskinan adalah kesenjangan pengetahuan.Sejak reformasi dan otonomi daerah bergulir di Indonesia. Berijazah rendah hanya dapat bekerja ’rendahan’. 10 . PNPM Mandiri Perkotaan menggunakan komunikasi dan informasi sebagai salah satu media pemberdayaan. diperlukan sebuah proses pengembangan komunikasi-informasi secara terencana baik yang sifatnya horizontal (warga ke warga. Tujuan komunikasi bukanlah menginformasikan atau mempromosikan gagasan pembangunan kepada masyarakat agar pembangunan memperoleh legitimasi. PNPM Mandiri Perkotaan meletakkan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan di dalam keseluruhan proses komunikasi pembangunan (komunikasi partisipatoris). Belajar dari kegagalan model komunikasi yang dikembangkan program-program terdahulu. maka pemerintahan pun akan segan melakukan penyalahgunaan wewenang. dengan upah yang rendah. pemerintah ke pemerintah. Meyakini akses masyarakat terhadap informasi sebagai hak ternyata tidaklah cukup.

Pembelajaran mempunyai arti sebagai proses maupun suatu nilai. Sesungguhnya rakyat memerlukan tidak saja bebas dari kelaparan. Karena itu. Sekali seseorang bekerja dalam sebuah lingkungan di mana tiga kegiatan tersebut dijalankan. pertama struktur ekonomi. Pembelajaran merupakan suatu fenomena dalam tingkatan sistem karena ia akan tetap tertinggal dalam suatu organisasi. tidak saja pendidikan gagal untuk menjawab akar permasalahan kemiskinan tetapi justru melanggengkannya karena merupakan bagian pendukung dari kelas penindasan dan dominasi. motivasi. tidak memungkinkan bagi pendidikan untuk menciptakan ruang untuk secara kritis mempertanyakan tentang. setiap orang memiliki komitmen untuk menjadi lebih baik di masa datang daripada saat ini – melalui pembelajaran (Braham B. Murid dididik untuk tunduk pada struktur yang ada. tugas utama pendidikan sesungguhnya adalah pembebasan kaum miskin tertindas. Pembelajaran Yang Terorganisasi merupakan kapasitas atau proses dalam suatu organisasi untuk menjaga atau mengembangkan kemampuan berdasarkan pada pengalaman. tetapi juga bebas untuk mencipta dan mengkonstruksi dan untuk bercita-cita (Paulo freire). Kedua. pengetahuan dan pendekatan-pendekatan baru. 11 . Dalam perspektif kritis. ideologi. proses pendidikan merupakan proses refleksi dan aksi terhadap seluruh tatanan dan relasi sosial dan bagaimana cara kerjanya dalam menyumbangkan ketidakadilan dan kesetaraan sosial. Masalah pendidikan selalu terletak pada mentalitas anak didik. pengembangan. dan pembelajaran. meskipun para pelakunya berganti. Sebagai sebuah produk. Dengan tradisi liberal seperti itu. yang selalu mempertanyakan sistem dan struktur sosial. PEMBELAJARAN YANG TERORGANISASI Proses pemberdayaan mengandung makna pembelajaran secara berkesinambungan untuk mencapai kemandirian. ekonomi dan politik yang tidak adil (penyebab kemiskinan). ideologi. Pendidikan tidak toleran terhadap segala sesuatu yang disebut sebagai ’tidak ilmiah’. serta kecerdasan anak didik. lingkungan serta hak-hak asasi manusiadan kaitannya dengan posisi pendidika. kreativitas. Secara ideal. 3. diperlukan suatu usaha untuk selalu meletakkan pendidikan dalam proses transformasi keseluruhan sistem perubahan sosial. tetapi juga adanya ruang kebebasan dari aspek spiritual. Pembelajaran yang terorganisasi timbul melalui serangkaian proses penciptaan dan perolehan gagasan-gagasan. Pembelajaran merupakan tugas yang sama pentingnya dengan bekerja. 1998). Pembebasan bagi mereka tidak saja terbebas dari kesulitan aspek material saja. Salah satu asumsinya adalah bahwa organisasi- organisasi belajar sewaktu mereka bekerja. dan secara aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan itu. maupun kultural. paradigma yang mendominasi konsep pendidikan hingga saat ini. keterampilan teknis. pembelajaran yang terorganisasi merupakan hasil dari serangkaian pembelajaran bersama yang terjadi dalam rangka menemukan cara-cara yang baru dan yang lebih baik guna mencapai misi organisasi. yang meliputi semua pelatihan. Pendidikan harus ditujukan untuk pemberdayaan dan pembebasan. Pendidikan dan pelatihan dalam tradisi ini bersifat fabrikasi dan mekanisasi untuk memproduksi keluaran pendidikan yang harus sesuai dengan ’pasar kerja’. Tanpa mempertanyakan hal itu. maka pembelajaran seumur hidup akan menjadi sebuah kenyataan. Pembelajaran yang berkelanjutan (terus-menerus) merupakan suatu proses sepanjang hidup. pendidikan untuk menyadari relasi pengetahuan sebagai kekuasaan menjadi bagian dari masalah demokratisasi. Karena itu. gender.. politik.Pandangan seperti ini pada dasarnya merupakan tradisi pendidikan liberal.

Pengalaman keterlibatan inilah yang memungkinkan setiap orang mampu melakukan. Organisasi pembelajar diharapkan memiliki banyak kesamaan ciri. individu-individu menyusun ulang organisasi tersebut.Sebuah organisasi pembelajar (learning organisation) merupakan upaya dan tanggung jawab bersama yang berakar pada aksi/tindakan. ƒ Organisasi pembelajar merupakan organisasi yang kreatif. pengembangan kualitas. para pelaku mengajari organisasi tersebut mengenai efisiensi. ƒ memiliki komitmen pada pengembangan sumber daya manusia di dalam organisasi/masyarakat dengan meningkatkan kemampuan individu untuk belajar. Di atas semuanya itu. ƒ Menjadi bagian dari sebuah organisasi pembelajar adalah menyenangkan dan menggairahkan. Sebuah organisasi pembelajar merupakan sebuah organisasi yang secara terus menerus beradaptasi terhadap suatu lingkungan berubah-ubah dan saling terkait. Hal ini dibangun berdasarkan orang-orang. panduan proses belajar harus disusun dan MELAKUKAN dilaksanakan dalam suatu proses yang dikenal sebagai ”daur belajar (dari) pengalaman yang distrukturkan” (structural experiences learning cycle). yang tidak pembelajar) dalam cara- cara berikut: ƒ Pembelajaran terintegrasi ke dalam segala sesuatu yang dikerjakan orang. hal ini merupakan bagian dari sebuah pekerjaan. sehingga keterkaitan antara pelatihan dan pengembangan serta pembelajaran menjadi berkelanjutan. Sebuah organisasi pembelajar tidak dapat tumbuh tanpa adanya suatu komitmen untuk pembelajaran seumur hidup dari orang-orangnya. Sebuah organisasi pembelajar dibedakan dari organisasi-organisasi lain (biasa. ƒ Setiap individu (dalam organisasi) berkembang dan tumbuh. ketrampilan dan kemampuan untuk berinovasi. ƒ memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dan berubah sebagai suatu hasil dari pembelajaran. Organisasi pembelajar dicirikan (dapat dilihat) berdasarkan adanya pengembangan yang terus menerus melalui ide-ide. dsb. serta memandangnya sebagai kesempatan- kesempatan untuk belajar. ƒ mampu untuk mengakui kesalahan-kesalahan. yang dipergunakan untuk secara terus menerus mengantisipasi. menjadi sebuah organisasi pembelajar bukan berarti menjiplak sebuah ‘model’. Lebih tepat dikatakan bahwa organisasi pembelajar menciptakan lingkungan pembelajaran dalam setiap aktivitas pekerjaan. masalah-masalahnya. pengetahuan mereka. ƒ Organisasi tersebut belajar dari diri sendiri. sebuah persyaratan mendasar yang harus dimiliki adalah bahwa organisasi tersebut terbuka untuk belajar yang ditunjukkan melalui berbagai cara yaitu: ƒ bersikap terbuka terhadap evaluasi kritis. ƒ Pembelajaran merupakan suatu proses. berdasarkan pada organisasi. ƒ mengembangkan mekanisme-mekanisme penyebaran pengetahuan dan informasi. tetapi mungkin yang paling penting adalah suatu 12 . dan dalam prosesnya terjadi transfer (peralihan) kepada organisasi tersebut. pengetahuan dan pendekatan-pendekatan baru. berinovasi dan menemukan cara-cara baru yang lebih baik untuk mencapai misinya. inovasi. bukan suatu kejadian. dan individu-individu pelakunya. ƒ Kerja sama merupakan dasar dari semua hubungan. bukan sesuatu yang ditambahkan pada pekerjaan. Agar tetap pada asas-asas pendidikan kritis yang menjadi landasan filosofinya. setiap orang akan mencapai pengalaman pemahaman dan kesadaran atas suatu realitas dengan cara terlibat (partisipasi). kelompok sasarannya. Dalam daur belajar dari MENGUNGKAPKAN MENERAPKAN daur belajar ini. MENYIMPULKAN MENGANALISIS Sebagaimana dikatakan Peter Senge dalam The Fifth Discipline.

Belajar M andiri Pengembangan Komunikasi Informasi Komunitas • O pen M enu ( sesuai kebutuhan komunitas) • Horizontal & Vertikal • Produksi pengetahuan 13 . (2) struktur yang memberikan kesempatan belajar. pemerintah pusat. Komunitas Belajar Nasional (KBN) dan Komunitas Belajar Internal Konsultan (KBIK). dan Potensi Komunitas Hubungan Sosial Kelompok Sosial Berbagai Media Pelatihan. KOMUNITAS BELAJAR : MEMBANGUN KULTUR PEMBELAJARAN YANG TERORGANISASI UNTUK MENGURANGI KESENJANGAN INFORMASI DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MISKIN Hakikatnya.kemauan untuk terus belajar. (3) aktivitas yang mendorong pembelajaran. proses pembelajaran merupakan tanggung jawab semua pelaku : masyarakat. Kebutuhan . KO MUNITAS BELAJAR Masalah. yakni nilai-nilai dan prinsip-prinsip universal sebagai landasan kokoh untuk membangun tatanan masyarakat madani (good governance) yang mampu mandiri dan berkelanjutan menangani kegiatan penanggulangan kemiskinan serta pembangunan lingkungan perumahan permukiman di wilayahnya secara terpadu. Untuk memastikan bahwa komitmen pembelajaran ini tercapai secara terencana – daripada sekedar mempercayai bahwa pembelajaran akan terjadi dengan sendirinya – PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan proses pembelajaran yang tak terlepas dari berbagai aktivitas program melalui pengembangan komunitas-komunitas belajar: Komunitas Belajar Kelurahan/Desa (KBK atau KBD). PNPM Mandiri Perkotaan bertanggung jawab untuk menyediakan : (1) kebijakan yang mendukung pembelajaran. pemerintah daerah. Komunitas Belajar Perkotaan (KBP). akan selalu ada lebih banyak hal untuk dipelajari. PNPM Mandiri Perkotaan merupakan proses pembelajaran masyarakat dan pemerintah untuk memulihkan dan melembagakan kembali kapital sosial (social capital) yang telah ada. ataupun konsultan pengelola program. Ingatlah bahwa tidak peduli berapa banyak yang telah anda pelajari. Coaching. 4. swasta dan kelompok/organisasi peduli. Dengan orientasi pembelajaran seperti itu. organisasi masyarakat sipil.

tahapan program dan metode serta pendekatan yang harus dilakukan dalam setiap tahapan kegiatan. Berangkat dari asumsi tersebut. Pertama. mau (motivasi). sebagai bagian dari tanggungjawab sosial sebagai manusia. 14 . Setiap pelaku harus mempunyai kemampuan dalam melaksanakan perannya sebagai pendamping proses pembelajaran di masyarakat yaitu : a. Dalam menjalankan perannya. mau dan mampu. menyusun perencanaan. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan terhadap program untuk mencapai standard kompetensi dasar yang ditetapkan. pemerintah. baik di tingkat masyarakat. setiap komunitas akan terdiri dari 2 aktivitas utama sebagai berikut. ƒ Pelatihan/Coaching/Belajar Mandiri. Ada tiga kapasitas yang hendak didorong dalam proses belajar. mengerti.Komunitas belajar dirancang untuk menjawab persoalan kesenjangan informasi dan pengetahuan. Sebagai supporting bagi pengembangan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah. Proses aksi-refleksi-aksi. baik tidak sadar atau terencana. pelatihan/coaching yang dilakukan di PNPM Mandiri Perkotaan bertujuan untuk : a. setiap pelaku harus mempunyai keyakinan dan motivasi bahwa mereka bagian dari pemecahan masalah sehingga keterlibatan pelaku dapat membantu mempercepat proses perubahan dan penanggulangan kemiskinan. mampu. PNPM Mandiri Perkotaan mengembangan berbagai pelatihan dan coaching untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif. swasta maupun konsultan. PNPM Mandiri Perkotaan meyakini bahwa secara alamiah semua orang melakukan pengembangan kapasitas selama hidupnya. Meningkatkan keterampilan para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan. Pendekatan pembangunan dalam PNPM Kedua. melakukan monitoring dan evaluasi sesuai dengan tahapan program berdasarkan pada nilai dan prinsip PNPM. visi – misi. memahami filosofi. c. selalu digunakan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pelaku harus mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai : a. c. Menumbuhkan komitmen para pelaku PNPM Mandiri Perkotaan dalam penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat sesuai tugas dan fungsinya. prinsip dan nilai PNPM b. Selain motivasi di atas para pelaku juga harus meyakini bahwa pendekatan pemberdayaan yang dilakukan dalam PNPM merupakan alternatif pemecahan masalah kemiskinan. Secara programatik. memfasilitasi proses penyadaran kritis. pengembangan kapasitas yang didorong oleh PNPM Mandiri Perkotaan lebih ditujukan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran dilakukan secara terencana sehingga efektif mencapai hasil yang diinginkan. Khusus untuk Pemerintah diharapkan mampu melahirkan strategi dan kebijakan operasional penanggulangan kemiskinan yang tepatguna. mampu mengidentifikasi permasalahan kemiskinan . mampu memfasilitasi proses penyadaran kritis masyarakat dan pihak dalam penanggulangan kemiskinan. Konsep pemberdayaan yang dipakai dan dikembangkan dalam PNPM d. Karena itu. b. Ketiga. keterampilan dan mampu menumbuhkan sikap dan motivasi para pelaku untuk menuju kemandirian masyarakat. Menciptakan para pelatih yang memiliki kapasitas untuk mentransfer pengetahuan. yaitu mengerti. d. c. b.

Media sasaran pembangunan kepada masyarakat agar Pengembangan komunikasi program ini memperoleh legitimasi. b) Paket pelatihan BKM. sesuai dengan pencapaian transformasi sosial yang dicapai dalam implementasi program.Poor Policy Governance DASAR MADYA Bugeting UTAMA Paket-paket pelatihan tersebut akan terdiri dari : Modul Dasar + kapasitas untuk mendukung kompetensi masing – masing pelaku. • Pelatihan Utama untuk mendukung phase 3 siklus PNPMM – Perkotaan : Menuju Masyarakat Madani dan terciptanya Good Governance Strategi Pelatihan Tingkat Kelurahan/Desa Masyarakat MENU Masyarakat MENU Masyarakat MENU Masyarakat Tidak Berdaya PELATIHAN PELATIHAN PELATIHAN Berdaya Mandiri Madani (Miskin) DASAR MADYA UTAMA Strategi Pelatihan Tingkat Kota Pro. PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan pelatihan berjenjang dan bergerak maju sesuai dengan pencapaian transformasi sosial melalui tahapan implementasi program. baik di tingkat kelurahan maupun kota. c) Paket pelatihan untuk UPK. informasi komunitas Komunikasi yang hendak dikembangkan adalah berbagi KA N IK !!! NA PAH pengetahuan dan pengalaman dalam U menganalisis masalah kemiskinan. masalah/kebutuhan tujuan pengembangan komunikasi. f) Paket pelatihan untuk korkot dan askot CD. pesan tujuan 15 . ƒ Pengembangan Komunikasi- Informasi Komunitas. Sebagai satu stimulan belajar.Poor Non MENU Pro-Poor MENU MENU Good PELATIHAN PELATIHAN Program & PELATIHAN Pro . madya dan utama. • Pelatihan Dasar untuk mendukung phase 1 Siklus PNPMM – Perkotaan : Menuju Masyarakat Berdaya dan Pemda Pro Poor Policy. maka seiring perjalanan waktu intervensi pelatihan harus semakin berkurang seiring semakin mapannya proses pembelajaran di masing-masing komunitas. • Pelatihan Madya untuk mendukung phase 2 siklus PNPMM – Perkotaan : Menuju Masyarakat Mandiri dan Pemda Pro Poor Program & Budgeting. PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan 3 level pelatihan : dasar. d) Paket pelatihan untuk fasilitator e) Paket pelatihan untuk pemda dan stakeholder kota. komunikasi-informasi informasi komunitas tidak semata-mata menginformasikan atau kelompok mempromosikan gagasan Metode . Sebagaimana dinyatakan di atas. Karena itu PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan modul-modul spesifik untuk pelaku-pelaku kunci yaitu: a) Paket pelatihan relawan. Selengkapnya mengenai paket-paket pelatihan ini lihat lampiran. UPS dan UPL.

dan sisanya yang jauh lebih banyak akan ’berbaju’ anggota KBK. tujuan komunikasi. Setiap komunitas menyusun sendiri rancangan strategi komunikasi-informasi komunitasnya. misi (agenda). Aktivitas resmi pertama KBK adalah ketika para relawan memfasilitasi Refleksi Kemiskinan (RK). Keuangan dan Kelembagaan. dan alat komunikasi yang diharapkan secara tepat bisa membangun proses pembelajaran dan dialog. la Pelaksanaan Pelaksanaan 0 6 p Pe Kelembagaan. tetapi tanpa struktur organisasi dengan posisi keanggotaan setara – tempat para relawan berinteraksi. KOMUNITAS BELAJAR MASYARAKAT. Baik anggota BKM maupun anggota KBK pada dasarnya adalah relawan-relawan kemiskinan melalui perannya masing-masing. kelurahan ke kota. 5. PEMERINTAH DAN DUNIA USAHA a. mengidentifikasi penyelesaiannya dan melaksanakannya. KELURAHAN (PAKET) DEPSOS. selanjutnya disebut relawan) di tingkat kelurahan/desa yang berkomitmen untuk menanggulangi kemiskinan. KBK pada prinsipnya adalah ruang pembelajaran yang terorganisasi bagi siapa saja (anggota masyarakat. maka dapat dikatakan perjalanan aktivitas siklus merupakan perjalanan inisiasi KBK. dsb. PRONANGKIS SINERGI OPTIMALISASI PEMBANGUNAN MASYARAKAT MENGAKAR DAN TISIPATIF OLEH PRO POOR & DGN PEMDA SUMBER DAYA LINGKUNGAN REPRESENTATIF MASYARAKAT KONTROL MELALUI DARI LUAR PEMUKIMAN (BKM) (PJM WARGA KEMITRAAN (PERBANKAN. teknik. Penciptaan KBK didorong oleh Fasilitator Kelurahan (faskel) sejak awal kegiatan siklus kelurahan bergulir. mulai dari menyusun kelompok sasaran komunikasi.. Kalau melihat bahwa relawanlah yang kemudian berperan memfasilitasi aktivitas-aktivitas selanjutnya.DLL) TERPADU SCR (CHANELING MANDIRI PROGRAM) (NEIGHBOURHOOD Aktivitas DEVELOPMENT) 3 Ta h ha sa la Membangun p Pe 8 13 Ma BKM re si nc Renta 2 Renta 3 ika an tif KSM aa en n Id KSM 2 4 BLM 9 14 Pemetaan Swadaya PJM Pronangkis 7 Sinergi dgn 12 Sinergi dgn Perencanaan Orientasi Perencanaan Orientasi Daerah Pemetaan Daerah PS Swadaya 1 5 Visi Pelaksanaan Kota dan Pemantauan na an 11 10 16 15 k sa Review: PJM. Jadi sejak Rembug Kesiapan Masyarakat (RKM) dilakukan. di dalam keseluruhan proses komunikasi pembangunan (komunikasi partisipatoris) baik yang sifatnya horizontal (warga ke warga. WILAYAH PRONANGKIS) (BLM) PROGRAM kIMPRASWIL. Review: PJM. PNPM Mandiri Perkotaan meletakkan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan. metode. sharing pemikiran dan pengalaman untuk bersama- sama menanggulangi kemiskinan di ’kampungnya’. Keuangan dan Rembug Review: PJM. aturan main. 9 – 13 relawan akan ’berbaju’ anggota BKM. serta menentukan model pendekatan komunikasi. indikator pencapaian tujuan komunikasi. terutama masyarakat miskin. swasta ke swasta) maupun vertikal (warga ke pemerintah. saluran/media. Aktivitas Siklus Kelurahan sebagai Ruang Pembelajaran KBK Strategi 1 : Tingkat Kelurahan/Desa Sasaran PERUBAHAN KELEMBAGAAN PENYUSUNAN APLIKASI PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PRILAKU/SIKAP MASYARAKAT YG PROGRAM PAR. aparat pemerintah desa/kelurahan. Komunitas Belajar Kelurahan (KBK). ha Pemantauan Pemantauan Ta Kesiapan Kelembagaan. Pada saat BKM terbentuk. kota ke nasional). KBK merupakan ”rumah relawan” yang berfungsi sebagai institusi pembelajaran – memiliki fungsi. lembaga swadaya masyarakat. Ta Masyarakat ha Keuangan p Ev alu as i 16 . pemerintah ke pemerintah. Faskel sudah mulai melakukan sosialisasi KBK kepada masyarakat dan pemerintah kelurahan/desa. perubahan pengetahuan-keterampilan- sikap-perilaku yang diharapkan.

Karena itu. tetapi tanpa struktur organisasi dengan posisi keanggotaan setara – tempat para relawan berinteraksi. Relasi-relasi ini pada akhirnya akan mempengaruhi kebijakan dan tindakan yang dilahirkan oleh lembaga/organisasi masing-masing. ¾ Membantu memfasilitasi masyarakat dalam program-program pembangunan partisipatif pemerintah desa/kelurahan. aturan main. pemerintah daerah. wartawan. sharing pemikiran dan pengalaman untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan di ’kotanya’. b. KBP. jika ingin mengambil peran strategis. swasta. ¾ Melakukan diskusi-diskusi pemecahan masalah praktis masyarakat maupun kajian pembangunan desa/kelurahan. 3) Menggalang semangat (power) para pemeduli untuk bahu membahu secara bersama-sama duduk dalam satu forum belajar yang generiknya dinamakan Komunitas Belajar Kelurahan (KBK). perguruan tinggi. 2) Menghimpun potensi-potensi lokal termasuk potensi kelompok-kelompok masyarakat yang exist (LSM/KSM) sebagai basis pembelajaran bagi masyarakat. 17 . harus memiliki visi dan misi strategis sebagai pemberi arah atas apa yang ingin dicapai dari setiap kegiatan yang dilakukan. serta melakukan berbagai kajian pembangunan. 5) Memberikan peran kepada anggota KBK untuk : ¾ Membantu memfasilitasi masyarakat dalam aktivitas siklus kelurahan PNPM Mandiri Perkotaan. peneliti sosial. KBP merupakan ”rumah relawan tingkat kota” yang berfungsi sebagai institusi pembelajaran – memiliki fungsi. yang dimulai dengan memperkuat relasi antar individu yang terlibat di dalamnya. perguruan tinggi dan pihak-pihak lainnya. misi (agenda). 4) Memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut andil/berperan serta dalam kegiatan KBK sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. media massa. baik dengan pengelola PNPM Mandiri Perkotaan. dsb.Beberapa titik strategi pengembangan KBK yang difasilitasi Faskel antara lain : 1) Menghimpun relawan-relawan yang peduli terhadap persoalan warganya. asosiasi profesi. ¾ Melakukan monitoring evaluasi partisipatif terhadap pelaksanaan dan hasil kegiatan program-program penanggulangan kemiskinan dan program-program pembangunan di wilayahnya. Komunitas Belajar Perkotaan (KBP).. atau lembaga. KBP diharapkan bisa menjadi forum untuk belajar. aktivis LSM. pengusaha swasta. dan lainnya. organisasi masyarakat sipil. berbagi pemikiran dan pengalaman. tokoh agama/adat/masyarakat. Komunitas Belajar Perkotaan (KBP) didesain sebagai titik awal jaringan antar kelompok. pelaku bisnis. Seperti halnya di tingkat kelurahan/desa. selanjutnya disebut relawan) yang berkomitmen untuk menanggulangi kemiskinan. Jadi sejak sosialisasi tingkat kota dilakukan. anggota legislatif. ¾ Membantu memfasilitasi terjadinya kemitraan masyarakat. Korkot dan Forum BKM Kota/Kabupaten berperan mendorong terbangunnya KBP sejak awal kegiatan siklus kota bergulir. aparat pemerintah kota/kabupaten. organisasi. Oleh karenanya. aparat pemerintah. anggota KBP terbuka dan diharapkan bisa diisi dari berbagai kalangan seperti akademisi (dosen/guru). Pengetahuan dan informasi yang dihasilkan dapat dijadikan masukan bagi para pengambil kebijakan tingkat kota (pemerintahan daerah). Dengan keragaman tersebut. terutama atas persoalan kemiskinan yang dilandasi prinsip-prinsip good governance. di tingkat kota/kabupaten PNPM Mandiri Perkotaan mendorong terbangunnya ruang pembelajaran yang terorganisasi bagi siapa saja (anggota masyarakat. Korkot sudah mulai melakukan sosialisasi KBP kepada masyarakat dan pemerintah kota/kabupaten.

beragamnya program penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan di Indonesia misalnya. aspek-aspek yang masih dapat dipertahankan dan yang perlu dirubah. Setiap individu yang tergabung dalam KBP memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya. KBP juga tidak dimaksudkan untuk menjadi tempurung yang menjadikan setiap pegiat di dalamnya hanya menjadi katak semata. mesti dilihat sebagai peluang untuk mendapat pelajaran atau bahkan sinergi bersama. 2) sharing pembelajaran antarprogram. justru diharapkan bisa mendorong setiap anggotanya untuk lebih aktif mencari informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. Dalam konteks ini. Pengembangan KBN didorong oleh Konsultan Manajemen Pusat (KMP) untuk : 1) merefleksikan implementasi PNPM Mandiri Perkotaan untuk mempelajari faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kegiatan. pengalaman setiap individu selalu dinilai sebagai sumber pengetahuan yang berharga.Poor Policy Governance Bugeting Sasaran PERUBAHAN KOMITMEN KEPALA KELEMBAGAAN STRATEGI & PEMBELAJARAN PROGRAM & PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN CARA PANDANG DAERAH UNTUK NANGKIS DAERAH PROGRAM SINERGI ANGGARAN OPTIMALISASI TRANSPARANSI & PENERAPAN PEMDA TERHADAP NANGKIS SEJALAN (TKPKD) NANGKIS DAERAH DGN MASYARAKAT NANGKIS UNTUK SUMBER DAYA AKUNTABILITAS GOOD GOVERNANC KEMISKINAN DENGAN VISI/MISI (SPKD & PJM MELALUI LOKASI BARU DARI LUAR PENGGUNAAN PEMBANGUNAN BANGDA PRONANGKIS) KEMITRAAN (REPLIKASI) (CHANNELING) ANGGARAN LINGKUNGAN PROGRAM NANGKIS KOTA (PAKET) Aktivitas 3 Ta 8 sa la h Pe me ta a n h ap Sin e r g i d g n 12 Ke misk in a n Pe Pe re n c a n a a n Sin e r g i d g n Ma Ko ta re si nc Ma sya ra k a t Pe re n c a n a a n ika an Ma sya ra k a t ti f aa en n Id 2 4 KBP PenguatanTKPKD Pe n yu su n a n SPKD & PJ M 7 9 11 13 Pro n a n g k is Orie n ta si Pelaksanaan Orie n ta si Pelaksanaan Pe me ta a n dan Pe me ta a n dan Ke misk in a n Pemantauan Ke misk in a n Pemantauan 1 5 Ko ta Ko ta Sosialisasi Pelaksanaan Kelompok dan Pemantauan n 10 Strategis an aa 14 ks la 6 p Pe ha Ta Ta ha p Ev al u as i c. PNPM Mandiri Perkotaan mendorong terbangunnya ruang pembelajaran bagi individu-individu tingkat nasional yang berkomitmen untuk menanggulangi kemiskinan. Komunitas Belajar Nasional (KBN).Poor Non Pro-Poor Good Program & Pro . Aktivitas Siklus Kota sebagai Ruang Pembelajaran KBP Strategi 2 : Tingkat Kota Pro. Melalui KBP. sesuai dengan latar pengalaman masing-masing. 4) sebagai kelompok lobby perubahan kebijakan untuk mengembangkan suasana yang kondusif bagi penanggulangan kemiskinan baik di level nasional maupun daerah. Berdiskusi dan mendengarkan paparan dari kelompok atau forum lain bisa memberi inspirasi bagi rumusan strategi penanggulangan kemiskinan. yang bisa memperkaya dan memperkuat upaya perumusan strategi penanggulangan kemiskinan di daerah masing-masing. Di tingkat nasional.Proses belajar dalam KBP adalah proses yang interaktif dan inklusif. dan peluang pengembangan dan keberlanjutan program. 3) forum kajian untuk memproduksi konsep atau gagasan baru dalam konteks pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. 18 . Dalam KBP. baik program yang dijalankan pemerintah maupun non- pemerintah.

PNPM Mandiri Perkotaan merancang KBIK melalui 2 strategi utama yaitu mekanisme pembelajaran berjenjang dan e-Learning. ƒ Memasukkan pembelajaran ke dalam budaya dan nilai-nilai program. ƒ Menghargai pelaku yang melakukan pembelajaran agar setiap orang memiliki komitmen pada pembelajaran seumur hidup Pada tingkatan individu.6. ƒ Menyediakan ruangan fisik untuk pembelajaran dengan titik berat pada peningkatan interaksi. Konsultan PNPM Mandiri Perkotaan harus menjadi lebih baik dalam hal apa yang mereka lakukan. Konsultan PNPM Mandiri Perkotaan perlu untuk belajar bagaimana untuk terus belajar. Peter Senge. Mekanisme Pembelajaran Berjenjang Mekanisme pembelajaran berjenjang merupakan mekanisme berbagi pengetahuan. baik di masyarakat maupun pemerintahan. untuk belajar lebih dari pengalaman mereka. Pada saat pengalaman pembelajaran direncanakan. Dalam konteks pembelajaran konsultan.telah mendorong terjadinya transformasi sosial tertentu. Hasil pembelajaran ini – sadar tak sadar . pengalaman dan upaya memproduksi pengetahuan baru sebagai hasil pembelajaran di lapangan diantara ribuan 19 . ƒ Memilih pembelajaran proaktif daripada retrospektif. Konsultan PNPM Mandiri Perkotaan harus tanggap terhadap perubahan ini. pembelajaran proaktif sudah dimulai. ƒ Memperlakukan pekerjaan sebagai latihan. semakin banyak pembelajaran yang kita kerjakan dan semakin baik hasil yang kita dapatkan. dan memastikan bahwa semakin banyak kita berlatih. ƒ Menanggapi secara positif kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan program karena kesalahan- kesalahan dapat membawa pengetahuan dan membuat setiap kesalahan menjadi suatu kesempatan pembelajaran. untuk secara terus menerus memperbaiki diri untuk mampu menyesuaikan dengan realitas yang selalu berubah. KOMUNITAS BELAJAR INTERNAL KONSULTAN PNPM Mandiri Perkotaan percaya bahwa proses-proses pembelajaran secara alamiah telah berjalan. -- berdasarkan pada umpan balik yang diperoleh selama proses--. manajemen program memikul tanggung jawab : ƒ Menyediakan kesempatan setiap hari dan waktu bagi para konsultan untuk belajar. Belajar dari kesalahan-kesalahan merupakan pembelajaran retrospektif atau kita belajar dari sebuah kejadian (seringkali negatif) yang telah terjadi. yaitu pada saat individu telah menetapkan tujuan-tujuan pembelajaran dengan jelas sejak awal mengenai apa yang akan dipelajarinya. ƒ Menyisihkan waktu untuk memikirkan dan merefleksikan pengalaman mereka di dunia dan pekerjaan mereka ƒ Mencari umpan balik terbaru dan informasi berguna mengenai dunia ini (termasuk pekerjaan) dan kegiatan-kegiatan mereka di dalamnya ƒ Tetap terbuka sebisa mungkin terhadap umpan balik (yang membutuhkan derajat kedewasaan yang cukup dan menghilangkan hambatan dalam diri sendiri) ƒ Memiliki keberanian untuk berubah dan membuat penyesuaian-penyesuaian sambil jalan. pada cara hidup mereka dan melaksanakan pekerjaan mereka agar dapat lebih mendekati pemenuhan prioritas dan nilai- nilai mereka. menjelaskan tanggung jawab para pelaku pembelajaran secara terus menerus : ƒ Mengenali prioritas atau nilai-nilai keseluruhan dari diri mereka sendiri dan apa yang mereka inginkan untuk hidup dan bekerja – mereka memiliki suatu visi pribadi ƒ Mengambil satu peranan aktif di dunia ini dan dalam bekerja. mengembangkan suatu kebiasaan belajar dan mengembangkan pemahaman bahwa belajar tidak semata-mata melalui pelatihan.

Diskusi tematik dgn cerita lapangan. Identifikasi kebutuhan • Rencana pengembangan pemenuhan kapasitas Tim Faskel pengembangan untuk menjawab kapasitas internal tantangan aktivitas Tim Faskel lapangan • Usulan kebutuhan 4. 1. Komunitas Bulanan. Evaluasi kemajuan Fasilitator • Laporan kemajuan aktivitas program di aktivitas program di masyarakat. Komunitas Bulanan. 1. Produksi pengetahuan Tim Faskel. 1.konsultan penanggulangan kemiskinan. modul pelatihan. metode. • Rencana kerja bulan berikutnya. masyarakat. Mekanisme pembelajaran berjenjang dirancang sebagai : (1) mekanisme pembelajaran horizontal (peer learning) sesama rekan konsultan. 3. 20 . • Rencana kerja bulan berikutnya. learned aktivitas Konsultan kota) Difasilitasi oleh kota/kabupaten. Pertemuan antara rancangan dan implementasi inilah yang utamanya diharapkan dapat memproduksi pengetahuan baru sebagai hasil pembelajaran. Rencana tindak lanjut pengembangan kapasitas (materi & metode). mengundang dsb) terhadap narasumber. aktivitas lapangan. • Laporan kemajuan aktivitas program di (Anggota satu aktivitas program di kelurahan & kota. Produksi pengetahuan Tim Faskel. komunitas kelurahan & kota. Kota/Kabupaten 2. • Feed back 4. Rencana tindak lanjut (substansi. Evaluasi kemajuan atau Askorkot. termasuk feed back terhadap modul pelatihan. dan (2) mekanisme pembelajaran vertikal (coaching) dari bawah ke atas sebagai ruang pertemuan antara rancangan konsep dan implementasi lapangan. 3. Mekanisme Pembelajaran Berjenjang melalui Komunitas Belajar Internal Konsultan Ruang Waktu Agenda Partisipan Output Komunitas Bulanan. 5. • Tulisan lesson Belajar @ 2 hari (hasil pembelajaran Difasilitasi oleh learned aktivitas Konsultan kelurahan dan kota) Korkot dan kelurahan & kota. Identifikasi upaya belajar • Rencana pemenuhan sebaiknya pemenuhan pengembangan tidak lebih dari pengembangan kapasitas faskel & tim 30 orang) kapasitas internal Korkot untuk Tim Faskel & tim menjawab tantangan Korkot. • Tulisan lesson Belajar Tim @ 1 hari (hasil pembelajaran Difasilitasi oleh learned aktivitas Faskel lapangan) Senior lapangan. Produksi pengetahuan Korkot dan • Tulisan lesson Belajar @ 2 hari (hasil pembelajaran Askorkot. 2.

Rencana tindak lanjut (substansi. internalisasi dan menyampaikan berbagai macam sosialisasi kebijakan perusahaan. karena fleksibilitas tempat dan waktu. provinsi. monitoring staf dalam proses pembelajaran akan lebih mudah dan cepat. kota/kabupaten. aktivitas program kota/kabupaten. narasumber • Rencana kerja bulan berikutnya. tanpa batasan waktu dan tumbuh tatkala dirasakan model tempat. • Efisiensi biaya pelatihan. Diskusi tematik dgn dsb) terhadap mengundang modul pelatihan. dalam program penanggulangan • Membantu proses coaching yang lebih baik. aktivitas lapangan • Feed back 4. Evaluasi kemajuan CB Spesialist • Laporan kemajuan aktivitas program dan Trainer. metode. 4. Identifikasi upaya • Rencana pemenuhan pemenuhan pengembangan pengembangan kapasitas tim Korkot kapasitas internal untuk menjawab tim Korkot tantangan aktivitas • Feed back lapangan (substansi. Nasional 2. Produksi pengetahuan CB Spesialist • Tulisan lesson Belajar @ 2 hari (hasil pembelajaran Provinsi & learned aktivitas Konsultan provinsi) Trainer OC. Identifikasi upaya • Rencana pemenuhan pemenuhan pengembangan pengembangan kapasitas tim kapasitas internal konsultan untuk tim CB spesialist & menjawab tantangan Jakarta. 3. Mengembangkan Sistem e–Learning (Pembelajaran Jarak Jauh) Marc J. – dirasakan semakin mahal dan • Konsistensi dan kepastian konten pembelajaran secara utuh. hingga implementasi corporate solusi guna meningkatkan knowledge management. Diskusi tematik dgn cerita lapangan. 5. pembelajaran atau pelatihan tatap • Bagi manajemen. sesuai Semangat menerapkan e-Learning dengan kebutuhan mereka. • Percepatan komunikasi dengan calon peserta pelatihan. kerja dan berkumpul di satu tempat • Mendukung produktivitas kerja. Evaluasi kemajuan Difasilitasi oleh • Laporan kemajuan aktivitas program Tim CB KMP. Komunitas Bulanan. kemiskinan ini sesungguhnya sudah (Sumber: SWA sembada. tidak efisien. • Meningkatkan ragam pembelajaran bagi setiap individu karyawan. aktivitas program provinsi. 24/XXIII/8-21 November 2007) 21 . provinsi. mengundang dsb) terhadap narasumber modul pelatihan • Rencana kerja bulan berikutnya. mengimplementasikan knowledge sharing. metode. karena sebelum pengetahuan dan kinerja. 5. serta kemajuan kompetensi dapat dipantau secara muka – mesti meninggalkan tempat transparan.Provinsi 2. baik yang sudah ada maupun yang akan diadakan kemudian hari. No. Semangat proses pelatihan dimulai calon pembelajar sudah bisa mengetahui dan penerapan e-Learning ini semakin mempelajari materi yang akan diajarkan. baik dalam mengelola intangible asset yang dimiliki teknologi internet untuk perusahaan. 3. Rencana tindak lanjut cerita lapangan. 1. Rosenberg mendefinisikan Manfaat e-Learning e-Learning sebagai penggunaan • Berbagai kemudahan.

Untuk memastikan kualitas pengembangan bahan belajar dan upaya memperkaya learning object. Harapannya. manajemen pelatihan maupun dukungan dana. para anggota komunitas belajar konsultan nasional dapat mengembangkan bahan belajar (mengedit atau memperkaya) sesuai kebutuhan pengembangan kapasitas diri. Mekanisme penerapan e-Learning dalam Komunitas Belajar Konsultan Nasional dirancang sebagai berikut. sebagai satu upaya untuk memusatkan usaha-usaha pembelajaran di masa datang sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan. pemerintah maupun masyarakat. • Setiap anggota harus memiliki rencana pembelajaran perseorangan. kalau tidak mengikuti pelatihan melalui e-Learning yang telah disyaratkan. terjadi ‘efek bola salju’ terhadap komunitas belajar konsultan lainnya baik di masa sekarang maupun mendatang. Sebaliknya. • Penerapan e-Learning ini mensyaratkan ketersediaan infrastruktur baik di Jakarta maupun provinsi. program penanggulangan kemiskinan ini sejak tahun 2008 akan mulai bersungguh-sungguh menerapkan e-Learning secara bertahap meluas terhadap semua konsultan. Untuk tahun 2008. • Secara berkala dua bulan sekali – berselang dengan pertemuan tatap muka di Jakarta – anggota komunitas belajar konsultan nasional mengikuti e-Learning pengembangan kapasitas rutin atau pelatihan tertentu. Bagi yang telah mengikuti pelatihan tertentu melalui e- Learning dan ujiannya lulus. Karena itu dibutuhkan dukungan penuh dari pengelola program baik dalam kebijakan manajemen sumber daya manusia. terutama anggota Komunitas Belajar Konsultan Nasional. akan mendapat poin tertentu. email ataupun chatting. Beberapa inisiatif yang telah berjalan antara lain melalui website. terutama memproduksi learning object (modul/materi belajar) yang dapat diakses gratis oleh siapapun. setiap pengembangan bahan belajar dikirim kembali ke service provider. Di akhir proses belajar. minat dan gaya belajar setiap individu. Akan dikembangkan sistem penilaian yang akan berkaitan langsung dengan sistem penilaian kinerja. E-Learning juga membutuhkan proses sosialisasi dan internalisasi budaya belajar mandiri. 22 . Berangkat dari kondisi tersebut. konsultan lain. penilaian kinerja akan menurun dan akan berpengaruh terhadap keberlangsungan pekerjaan. milist. • Tim Capacity Building di KMP berperan sebagai service provider. Hanya saja pemanfaatannya belum optimal. • Penerapan e-Learning ini terhadap anggota komunitas belajar konsultan nasional menggunakan reward dan punishment. akan dilakukan evaluasi untuk menilai peningkatan kapasitas peserta belajar dan keefektifan bahan belajar.terbangun sejak lama. Dengan bahan dasar learning object ini. e-Learning akan mulai diterapkan pada Komunitas Belajar Konsultan Nasional.

KELEMBAGAAN PENGELOLA PENGEMBANGAN KAPASITAS Untuk memastikan komitmen pembelajaran ini tercapai secara terencana. Tim Capacity Building KMP Capacity Building Trainers KMW Spec Pemandu Pemandu Pemandu Nasional Lokasi Nasional Lokasi Nasional Pemda Faskel Faskel Lokasi lama Lokasi baru BKM. PNPM Mandiri Perkotaan mengembangkan struktur berjenjang tim capacity building sebagai berikut. Relawan Masyarakat Pemerintah Daerah & stakeholder 23 . SINERGI PEMBELAJARAN Tim CB Jakarta Komunitas Belajar Nasional Komunitas Belajar Konsultan Nasional CB Specialist & Trainer Komunitas Belajar Komunitas Belajar Konsultan Propinsi Perkotaan Korkot & atau Askorkot Komunitas Belajar Konsultan Kota/Kab Komunitas SF Belajar Kelurahan Komunitas Belajar Tim Faskel Komunitas Belajar Tim Faskel Faskel 7.

dan (4) manajemen data dan evaluasi pembelajaran. media komunikasi. Seperti halnya tim capacity building KMP. Tim capacity building KMW terdiri dari 1 orang capacity building spesialist. 2 orang trainer dan Pemandu Nasional. serta mengembangkan skenario dan tools pembelajaran baru sesuai kondisi lapangan. • Mengembangkan database penilaian kemajuan belajar pelaku program • Mengelola website pengembangan kapasitas b.a. Tim Capacity Building KMP Tanggung jawab utama tim capacity building KMP adalah memastikan proses pembelajaran di semua level berjalan sesuai rencana. • Mengembangkan & mendiseminasikan training kit • Mereproduksi hasil pembelajaran lapangan • Mengembangkan pengetahuan baru untuk memperkuat kapasitas pelaku program sesuai dengan tantangan perkembangan lapangan. selama ini luput dilakukan. tim capacity building KMW juga berwenang untuk melakukan monitoring evaluasi proses pembelajaran tingkat kota dan kelurahan. (2) knowledge management. tim ini memberikan laporan pertanggung jawaban tugasnya kepada tim capacity building KMP. dsb) untuk mengakselerasi proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Untuk itu. Tim capacity building KMP akan dipimpin oleh 1 orang manager capacity building. Tim Capacity Building KMW Tim capacity building KMW bertanggungjawab atas proses pembelajaran di wilayah kerjanya (proses pembelajaran tingkat kota dan kelurahan). sebagai satu proses untuk melihat dan memikirkan kembali rencana dan proses pembelajaran yang telah dilakukan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran. adalah memproduksi hasil pembelajaran lapangan (best practise). 24 . Tugas tak kalah penting. Sesuai hierarkhi. 2 Knowledge • Mengembangkan & mendiseminasikan modul pengembangan Management kapasitas. 3 Pengembangan • Mengembangkan strategi sosialisasi dan komunikasi massa media komunikasi • Mengembangkan aktivitas dan media sosialisasi dan komunikasi pembelajaran massa • Mengembangkan & mendiseminasikan media bantu pengembangan kapasitas • Memonitoring dan mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi dan komunikasi massa 4 Manajemen data • Mengembangkan sistem dan instrument monitoring evaluasi dan evaluasi kegiatan pengembangan kapasitas. tim ini berwenang : (1) melakukan monitoring evaluasi. (3) pengembangan media komunikasi pembelajaran. (2) mengembangkan skenario dan tools pembelajaran baru (modul pelatihan. yang akan membawahi 4 bidang (peran) : (1) manajemen pelatihan. PERAN TUGAS 1 Manajemen • Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kapasitas pelaku pelatihan program • Merencanakan proses pengembangan kapasitas pelaku program • Melaksanakan/memonitoring pelaksanaan pengembangan kapasitas • Meng-evaluasi kemajuan pengembangan kapasitas • Mengorganisir & memperkuat pemandu nasional.

Tim Partnership for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP). 2 Knowledge Management • Mengembangkan & mendiseminasikan modul spesifik/suplemen untuk pengembangan kapasitas pelaku program di wilayah kerjanya berdasarkan learning material dari website pelatihan. TRAINERS 1 Memandu/memfasilitasi kegiatan • Memandu pelatihan. Tim Partnership for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP). Rahardjo. memonitoring dan mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi dan komunikasi massa 2 Knowledge Management • Memproduksi hasil pembelajaran lapangan 3 Manajemen data dan evaluasi • Mendokumentasikan hasil monitoring evaluasi kegiatan pengembangan kapasitas di wilayah kerjanya. pengembangan kapasitas 2 Knowledge Management • Memproduksi hasil pembelajaran lapangan REFERENSI 1. 2007. 3. Memberdayakan Masyarakat dengan Mendayagunakan Telecenter.. 2007. Mengelola Program Infomobilisasi. 2. • Meng-evaluasi kemajuan pengembangan kapasitas pelaku program di wilayah kerjanya • Melaksanakan. • Memproduksi hasil pembelajaran lapangan PEMANDU NASIONAL 1 Memandu/memfasilitasi kegiatan • Memandu pelatihan. 25 . coaching. Read Books. coaching. Toto. ACCESS dan Pembelajaran yang Berkelanjutan 4. PERAN TUGAS CAPACITY BUILDING SPECIALIST 1 Manajemen pelatihan • Melaksanakan/memonitoring pelaksanaan pengembangan kapasitas di wilayah kerjanya. al. et. pengembangan kapasitas • Mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan upaya-upaya pemenuhan kebutuhan pengembangan kapasitas spesifik/suplemen pelaku program di wilayah kerjanya. 2001. Pendidikan Populer : Panduan Pendidikan untuk Rakyat.

Modul 2 Topik: Tahapan Pembelajaran Masyarakat Peserta memahami tahapan pembelajaran masyarakat Kegiatan 1: Memahami Tahapan Pembelajaran Masyarakat Kegiatan 2: Peran Fasilitator dan Para Pihak 2 Jpl ( 90 ’) Bahan Bacaan : Belajar dari Pengalaman • Kertas Plano. Kuda-kuda untuk Flip-chart • LCD • Metaplan. selotip kertas dan jepitan besar • Papan Tulis dengan perlengkapannya 26 . Spidol.

Peran Fasilitator dan Para Pihak 1) Jelaskan kepada peserta bahwa kita akan mulai kegiatan 3 yaitu membahas mengenai peran fasilitator dan para pihak dalam proses pembelajaran masyarakat. Kewajiban moral ini otomatis melekat karena kita berada di sini sekarang dan menerima fasilitas belajar ini dari negara. Gunakan tabel di bawah ini untuk mempermudah proses diskusi. Diskusikan bersama seluruh peserta 4) Tutup diskusi dengan menyampaikan kembali pokok-pokok pembelajaran yang telah diraih. 2) Ingatkan kembali kepada tahapan pembelajaran yang sudah dibahas dalam kegiatan sebelumnya. Kita akan bersama – sama untuk membahas tahapan belajar masyarakat yang kita dampingi 2) Tampilkan atau bagikan Media Bantu Pembelajaran Masyarakat. 27 . kemudian diskusikan apa peran fasilitator dan para pihak dalam setiap tahapan. Jelaskan tahap demi tahap secara garis besar saja karena diskusi lebih jauh akan kita lakukan dalam modul – modul selanjutnya 3) Beri kesempatan peserta untuk mengajukan satu dua pertanyaan.Memahami Tahapan Pembelajaran Masyarakat 1) Nyatakan bahwa kita yang hadir di sini merupakan Fasilitator Pembaharuan .

Tahapan Kegiatan Belajar Peran fasilitator Peran pihak lain (sebutkan pihak mana saja yang diharapkan perannya) Identifikasi Kebutuhan Belajar Perencanaan Kegiatan Belajar Pelaksanaan Kegiatan Belajar Penilaian Perkembangan Belajar 3) Refleksikan hasil diskusi dan beri penegasan – penegasan apabila diperlukan. berikan informasi bahwa kita akan mendiskusikan lebih jauh bagaimana cara untuk mengidentiifkasi kebutuhan belajar pada coaching selanjutnya. 28 .

Menyimpulkan 3. Melakukan atau Mengalami 5. UP & relawan. Proses pertukaran pengalaman dan pengetahuan akan terjadi kalau dia antara warga saling bertukar informasi melalui berbagai kegiatan salah satunya bisa dilakukan dalam belajar. 29 . sikap dan perilaku yang menjadi akar persoalan. warga belajar terbiasa untuk menganalisa persoalan dan kebutuhan hidupnya agar menjadi manusia yang kritis. aturan – aturan. sistem . UP & relawan. diajak untuk menemukan pola dengan mengkaji sebab – sebab dan kaitan – kaitan permasalahan yang dialami tersebut – yakni tatanan. Menerapkan 2.Belajar dari Pengalaman Proses pembelajaran yang dipakai adalah belajar dari pengalaman atau seringkali disebut sebagai pengalaman berstruktur. Mengungkapkan 4. para warga belajar diajak untuk mengungkapkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya. Proses belajar dari pengalaman dapat digambarkan sebagai berikut : DAUR BELAJAR ORANG DEWASA 1. Cara ini dipakai agar dalam proses belajar tersebut . Mengolah atau menganalisis Mengalami atau Melakukan Seseorang akan mendapatkan pengetahuan melalui apa yang dia lakukan berdasarkan pengalaman – pengalaman yang dialaminya. Akan tetapi bisa juga pengetahuan itu didapat dari apa yang dialami oleh orang lain. Mengolah atau Menganalisis Dalam proses ini anggota BKM/LKM. Mengungkapkan Pada proses belajar bersama dalam kegiatan belajar di BKM/LKM.

atau kegiatan lainnya dan setelah itu mereka diajak untuk mengamati kegiatan bersama – sama. dan seterusnya. pelaksanaan kegiatan belajar . UP & relawan dapat dimulai dari proses identifikasi kebutuhan. Proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Perubahan Sosial Identifikasi Kebutuhan Partisipasi Masyarakat Belajar Penilaian Rencana Perkembangan Proses Belajar Belajar Pelaksanaan Kegiatan Belajar 30 . UP & relawan diajak untuk merumuskan dan merencanakan tindakan – tindakan baru yang lebih baik berdasarkan hasil pemahaman atau pengertian baru tersebut. perencanaan proses belajar. UP & relawan diajak untuk merumuskan makna dari pengalaman dan kondisi kehidupan yang dialami tersebut sebagai suatu pelajaran dan pemahaman atau pengetahuan baru yang lebih utuh. Tahap inilah bagian yang bersifat ’uji coba’. Proses pengalaman belumlah lengkap. ada yang belajar dimulai dari pengalaman nyata. menanam tumbuh – tumbuhan dalam pot. berupa prinsip – prinsip atau kesimpulan umum (generalisasi) dari hasil pengkajian atas pengalaman tersebut. Tahapan Kegiatan Belajar Kegiatan belajar dalam BKM/LKM. ada yang mulai dari pengamatan. Untuk kelompok anak – anak apabila pengalaman ini belum didapatkan proses mengalami bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dirancang khusus misalnya melalui permainan. Penerapan Anggota BKM/LKM. Setiap orang sering melalui tahapan yang berbeda – beda dalam proses belajar. sebelum pemahaman baru penemuan baru tersebut dilaksanakan dan diuji dalam perilaku yang sesungguhnya.Menyimpulkan Anggota BKM/LKM. sehingga sangat memungkinkan untuk menciptakan kenyataan – kenyataan baru yang lebih baik. penilaian perkembangan belajar dan penerapan hasil belajar dalam kehidupan sehari – hari.

tahap selanjutnya adalah membuat proses perencanaan yang kita sebut dengan rencana belajar. Kebutuhan belajar ini biasanya berkaitan dengan kebutuhan pemecahan masalah yang dihadapi oleh anggota kelompok yang semestinya sudah bisa diperkirakan dari sejak refleksi kemiskinan. instruktur. tetapi biar bagaimanapun pasti ada beberapa anggota yang mempunyai kebutuhan dan harapan – harapan yang sama dan bisa dijadikan satu kelompok. Warga belajar hanya menjadi pendengar. UP & relawan rencana ini merupakan gambaran bagi mereka bagaimana proses belajar akan dilalui dan dijalankan. bertanya dan tukar pengalaman melalui proses – proses dialog dalam diskusi kelompok. Rencana ini merupakan panduan bagi pengelola BKM/LKM. biasanya proses pembelajaran akan lebih efektif. Usahakan penyusunan rencana belajar ini dilakukan bersama – sama anggota kelompok. Kenyataannya warga belajar juga sebetulnya mempunyai pengetahuan dan pengalaman masing – masing yang bisa dibagikan kepada yang lainnya. Penilaian Perkembangan Belajar Proses belajar bersama BKM/LKM. UP & relawan hal ini disebut dengan identifikasi kebutuhan belajar. akan tetapi berjalan secara menerus dalam kurun waktu tertentu berdasarkan kesepakatan bersama. langkah demi langkah bagaimana kegiatan belajar akan dilakukan. Sedangkan bagi anggota BKM/LKM. Penilaian menyangkut kepada : 1) Apa saja yang berhasil dan faktor apa yang menyebabkan berhasil. baik menyangkut kemajuan belajar warga maupun kemajuan cara – cara kita memfasilitasi proses belajar dengan cara yang runtut biasa disebut evaluasi atau penilaian. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Bagaimana proses belajar dilaksanakan?. kita terlebih dahulu harus mengetahui apa yang ingin dipelajari oleh anggota BKM/LKM. Untuk mengetahui apakah proses belajar yang dilakukan bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan serta harapan peserta. atau yang lainnya). UP & relawan bukanlah proses yang hanya terjadi satu kali. oleh karena itu berkembanglah proses pembelajaran partisipatif. UP & relawan dan relawan – relawan yang akan membantu proses belajar anggota kelompok . UP & relawan. ada kelompok yang harus menambah pengetahuannya mengenai kesehatan.Identifikasi Kebutuhan Belajar : Sebelum memulai proses pembelajaran. bukan hanya disusun oleh Koordinator BKM/LKM. UP & relawan. warga belajar hanya dianggap sebagai orang yang akan menerima pengetahuan dari pihak luar (guru. sehingga mereka tahu apa yang akan mereka alami dalam proses belajar. Dengan memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk mengemukakan pendapat dan pengalamannya . Dalam kasus – kasus pembelajaran tersebut pihak “pengajar” lah yang lebih banyak memberikan arahan – arahan. misalnya ada kelompok buta aksara. ada kelompok yang membutuhkan tambahan pengetahuan dan keterampilan membuat kue. Penilaian ini bisa dilakukan pada saat proses belajar sedang berlangsung. cara menghitung biaya untuk berjualan dan sebagainya. tanya jawab . Dalam proses pembelajaran partisipatif warga belajar diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat . Perencanaan Proses Belajar Setelah kebutuhan belajar ditemukan dan disepakati bersama. 31 . setelah proses selesai dengan cara – cara formal maupun informal. Pada umumnya dalam pelaksanaan kegiatan belajar . sehingga tidak banyak memperoleh kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan pendapatnya. Mengukur atau mengetahui perkembangan kemajuan. Rencana belajar adalah langkah demi langkah bagaimana kegiatan belajar akan dilakukan. penjelasan – penjelasan dan bicara lebih banyak. presentasi dan cara – cara lainnya. 2) Apa saja yang gagal dan faktor apa yang menyebabkan kegagalan? Dan 3) Proses perubahan apa yang terjadi pada warga belajar?. Harus diperhatikan bahwa setiap anggota mempunyai kebutuhan yang berbeda – beda. kita harus mengetahui perkembangan kemajuan warga belajar setiap kelompok /anggota BKM/LKM.

Modul 3 Topik: Identifikasi Kebutuhan Belajar Peserta memahami dan menyadari: Mengidentifikasi kebutuhan informasi/ pengetahuan belajar Menseleksi dan membuat prioritas kebutuhan belajar Kegiatan 1: Identifikasi kebutuhan pengetahuan BKM/UP/Relawan Kegiatan 2: Prioritas materi belajar 2 Jpl ( 90 ’) Bahan Bacaan: 1. selotip kertas dan jepitan besar 32 . Identifikasi Kebutuhan Belajar • Kertas Plano • Spidol.

5) Setelah selesai. persilahkan juru bicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi kelompoknya serta tanggapan dari kelompok tamu. UP dan relawan . 3) Bagi peserta dalam 5 kelompok. ƒ Materi atau pengetahuan baru agar bisa langsung dipraktekkan masyarakat. Identifikasi kebutuhan belajar dilakukan untuk mengetahui masalah dan kebutuhan warga belajar sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warga belajar . Jelaskan pentingnya melakukan identifikasi kebutuhan belajar. Proses pembelajaran bersama masyarakat akan efektif bila: ƒ Materi yang dipelajari sesuai dengan minat dan kebutuhan hidup sehari-hari. lakukan diskusi kelompok dengan teknik komedi putar untuk memperkaya hasil diskusi. ƒ Materi yang dipelajari menyelesaikan masalah paling penting dalam hidup warga. Identifikasi Kebutuhan Pengetahuan BKM/UP/Relawan 1) Ingatkan kepada peserta mengenai tahapan perkembangan belajar yang sudah dibahas pada modul sebelumnya. 33 . Kelompok Tugas/Peran Kebutuhan Informasi / Kebutuhan Lain sasaran dalam nangkis Pengetahuan/keterampilan 4) Setelah diskusi kelompok selesai. Gunakan matriks berikut untuk mendorong diskusi kelompok. 2) Sampaikan kepada peserta bahwa saat ini kita akan memasuki langkah pertama tahapan pembelajaran masyarakat yaitu menemukan kebutuhan belajar masyarakat. Masing-masing kelompok akan mendiskusikan 1 kelompok sasaran yaitu BKM. 6) Buka kesempatan peserta menambahkan atau memperkuat hasil diskusi kelompok.

minta 2 anggota dari setiap kelompok untuk tetap tinggal di kelompoknya untuk jadi “penjaga warung”. Komidi Putar―Jaga Warung. Lakukan diskusi “komidi putar―jaga warung” ini sampai masing-masing kelompok itu terkunjungi semua. baik hasil diskusi kelompok kecil maupun diskusi “komidi putar―jaga warung”. dan sekaligus mendiskusikannya”. akan dikaji ulang dalam kelompok besar (pleno). serta diperdalam. Langkah-langkah untuk melakukan diskusi “komidi putar―jaga warung” ini adalah sebagai berikut : a. b. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi kecil. bawa hasil diskusi “komidi putar―jaga warung” ini untuk dibahas lebih lanjut dan sekaligus dikaji ulang di kelompok besar (pleno). Masing-masing kelompok itu ditugaskan untuk mendiskusikan topik yang berbeda. Setelah selesai diskusi di kelompok kecil. sedangkan di kelompok yang dikunjunginya itu ada orang yang akan menerima kedatangan kelompok lain (seperti orang yang sedang jaga warung). dan ada sejumlah subtopik yang harus dibahas. Penjaga W Pengunjung Diskusi dengan cara “komidi putar―jaga warung” ini biasanya dipilih dan digunakan untuk membahas topik-topik yang relatif kompleks. tetap dalam kelompok kecil (tidak dalam kelompok diskusi besar/pleno). dibahas. hasil diskusi di setiap kelompok kecil akan memungkinkan untuk dipertukarkan satu sama lain. Disebut “komidi putar―jaga warung” karena para peserta dari satu kelompok diskusi akan mengunjungi kelompok diskusi lain dengan cara berputar (mirip komidi putar). Dengan menggunakan cara ini. meskipun pada akhirnya. mengajukan pertanyaan-pertanyaan. dan sekigus juga mendiskusikannya. c. sedangkan sisa anggota kelompok akan berputar mengunjungi kelompok-kelompok yang lainnya (“berkomidi putar”).” Tugas dari anggota yang berkomidi putar adalah “meminta penjelasan dari penjaga warung kelompok yang dikunjunginya. Setelah selesai. Tugas dari penjaga warung adalah “menjelaskan hasil diskusi di kelompoknya. menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anggota kelompok lain yang berkunjung. setelah diskusi ini selesai. 34 .

Seberapa cepat proses belajar juga sangat ditentukan oleh frekuensi pertemuan . selanjutnya terserah anda”. Pengalaman menunjukkan tidak mudah menggulirkan proses belajar secara rutin. Pertemuan pertama akan sangat menentukan minat orang untuk mengikuti proses belajar berikutnya. kalau tidak segera dipelajari akan semakin menimbulkan atau memperparah kondisi masyarakat ’korban’.Prioritas Materi Belajar 1) Ajak peserta untuk kembali melihat daftar materi belajar. Salah satu ukuran yang bisa dipakai misalnya. Ingat bunyi iklan berikut ”kesan pertama begitu menggoda. 35 . Ajak peserta untuk menyeleksi : mana materi belajar yang mendesak untuk dipelajari? Biarkan peserta menilai sendiri ukuran kemendesakan itu. Kunci sukses pertama adalah lakukan pertemuan belajar sesegera mungkin dan persiapkan sebaik mungkin.

Cara Identifikasi Kebutuhan Belajar Daftar masalah. Buatlah tabel untuk memudahkan diskusi dan mendapatkan daftar kebutuhan belajar. UP & relawan untuk berkelompok dan mendiskusikan dan memilih kebutuhan belajar. dewasa maupun anak – anak. Diskusi bersama untuk menentukan kebutuhan belajar bisa dilakukan dengan mendaftar kebutuhan masing – masing. Biasanya akan terjadi kesulitan bagi kita untuk menyusun materi belajar yang bisa merangkum seluruh harapan anggota. UP & relawan relatif banyak (lebih dari 10 orang). kebutuhan – kebutuhan serta yang mereka harapkan dari kegiatan belajar dari para anggota. Masalah Keluarga Kebutuhan Belajar Kelompok Yang Membutuhkan Kalau musim hujan Pencegahan terhadap Ibu – ibu dan bapak – bapak terjadi wabah diare diare Pengobatan Ibu – ibu tidak bisa Belajar aksara Ibu – ibu baca tulis dsb 36 . Hal ini penting untuk mengetahui apa sebenarnya masalah – masalah. Apabila anggota BKM/LKM. UP & relawan. kebutuhan dan tingkat kemampuan warga belajar ternyata banyak dan beragam. kita harus memastikan adanya anggota – anggota yang berminat untuk mengikuti kegiatan. lingkungan dan sebagainya. kesehatan. maka kita akan dengan mudah menentukan dan merancang materi – materi belajar untuk masing – masing kelompok. UP & relawan. Untuk menjaring anggota tentu saja keberadaan BKM/LKM. tingkat pendidikan dan kondisi – kondisi lainnya dari anggota . Identifikasi kebutuhan belajar dilakukan untuk mengetahui masalah dan kebutuhan warga belajar sehingga kegiatan pembelajaran yang dilakukan kemudian lebih efektif. undanglah mereka dalam pertemuan untuk menentukan kebutuhan belajar apa untuk masing – masing anggota yang berhubungan dengan masalah – masalah kesejahteraan keluarga seperti pendidikan.Identifikasi Kebutuhan Belajar (Diadaptasi dari Membangun Masyarakat Pembelajar – UNESCO & SPPM) Pada proses awal pengembangan BKM/LKM. Setelah terjaring anggota. UP & relawan harus diinformasikan kepada warga masyarakat sehingga siapapun bisa menjadi anggota dan dapat belajar bersama – sama di dalam BKM/LKM. Proses pembelajaran bersama masyarakat akan efektif bila : ƒ Materi yang dipelajari sesuai dengan minat dan kebutuhan hidup sehari – hari ƒ Materi yang dipelajari menyelesaikan masalah paling penting dalam hidup warga ƒ Materi atau pengetahuan baru agar bisa langsung dipraktekan masyarakat. baik perempuan maupun laki – laki. penting pula untuk diketahui kemampuan keaksaraan. ekonomi. Setelah selesai diskusi dalam kelompok kemudian bahas bersama apakah ada kebutuhan yang sama dari setiap kelompok ataukah ada yang berbeda. di dalam pertemuan mintalah anggota BKM/LKM. Dengan mengetahui hal – hal tersebut. Selain hal tersebut.

Biasanya tidak semua kebutuhan satu kelompok merupakan kebutuhan kelompok lainnya. Buatlah daftar materi belajar yang diperlukan dan siapa saja yang membutuhkan materi belajar tersebut. Masalah praktis adalah masalah – masalah yang mendesak.Memprioritaskan Kebutuhan Belajar Dalam identifikasi kebutuhan. kemudian kita bisa menentukan materi pembelajaran apa yang diperlukan. Contoh . Daftar Masalah Strategis Daftar Masalah Praktis Tidak Punya usaha sampingan Kesehatan anak tidak baik Perempuan tidak punya suara di desa/kelurahan Hama padi tidak bisa dikendalikan Tingginya pengangguran Banyak ibu meninggal sewaktu melahirkan Jalan desa rusak Anak –anak muda tidak hormat kepada orang tua Harga pupuk dan bibit padi terlalu mahal Jumlah anak terlalu banyak Dari hasil identifikasi di atas. yaitu masalah – masalah strategis dan masalah – masalah praktis. Seluruh masalah yang sudah diseleksi bisa dibagi ke dalam 2 kelompok besar. Buatlah prioritas kebutuhan belajar bersama – sama. para anggota lah yang mempertimbangkan. pastinya akan banyak sekali kebutuhan yang muncul dan tidak semuanya bisa dibahas dalam proses belajar yang akan dilaksanakan. menyeleksi dan menentukan kebutuhan – kebutuhan tersebut. Masalah strategis adalah masalah yang membutuhkan pemecahan jangka panjang. serta membutuhkan penanganan jangka pendek untuk memecahkannya. Kadang – kadang ada kebutuhan yang dirasakan sama oleh beberapa anggota kelompok sekaligus. 37 .

Modul 4 Topik: Perencanaan Proses Belajar Peserta mampu menyusun rencana belajar masyarakat Menyusun rencana belajar BKM/UP/Relawan 1 Jpl ( 45 ’) Bahan Bacaan: Merancang Proses Belajar • Kertas Plano • Spidol. selotip kertas dan jepitan besar 38 .

Sekali lagi kita bertanggung jawab mempersiapkan dan menjalankannya. memerlukan waktu lebih dari 1 kali pertemuan.Menyusun Rencana Belajar BKM/UP/Relawan 1) Sampaikan kepada peserta. Topik Tujuan Peserta Metode Media Narasumber Tempat Waktu Belajar Satu topik belajar tidak selalu dapat dilakukan dalam 1 kali pertemuan. 3) Tugas setiap kelompok adalah mendiskusikan dan menyusun rencana belajar. 2) Jelaskan bahwa kita akan kembali berdiskusi dalam kelompok. setelah kita mengidentifikasi kebutuhan informasi dan pengetahuan masyarakat. 6) Sepakati bersama seluruh peserta bahwa inilah rencana belajar kita semua. apalagi jika topik tersebut menyangkut masalah yang sulit atau tujuannya terfokus kepada perubahan sikap/perilaku warga belajar. 4) Setelah diskusi kelompok selesai. mintalah masing – masing untuk memaparkan hasil diskusinya. saat ini kita berdiskusi menyusun rencana belajar masyarakat tersebut. Pembagian kelompok dan anggotanya dapat saja sama seperti kelompok sessi sebelumnya disesuaikan dengan urutan prioritas hasil identifikasi kebutuhan belajar. Tempelkan di dinding kesepakatan hasil identifikasi kebutuhan belajar sehingga semua peserta bisa melihatnya. Matriks berikut ini dapat dijadikan alat bantu. 39 . Selain itu pengaturan waktu perlu juga mempertimbangkan waktu belajar masyarakat yang kadang-kadang hanya 2 – 3 jam per pertemuan. 5) Buka kesempatan peserta menambahkan atau memperkuat hasil diskusi kelompok. Seringkali.

rencana evaluasi. tujuan belajarnya. Sebuah rencana belajar.Merancang Proses Belajar Rencana belajar penting untuk dibuat. media yang akan digunakan serta rencana evaluasinya. curah pendapat. tempat dan waktu pertemuan. dan lain – lain yang dipandang perlu. jumlah pertemuan. sebaiknya disusun bersama – sama dengan anggota BKM/LKM. brosur kesehatan. ini akan membantu kita untuk mengelola langkah demi langkah kegiatan pembelajaran. media. Contoh : Kebutuhan Prioritas 1 : Pencegahan dan Penanganan Kesehatan Anak Tujuan ƒ Warga paham penyebab muntaber ƒ Warga paham cara penularan muntaber ƒ Warga bisa menghitung harga obat-obatan muntaber ƒ Warga terampil melakukan pencegahan dan penanganan muntaber Topik ƒ Apakah muntaber itu? ƒ Sebab – sebab penyakit muntaber ƒ Cara – cara penularan penyakit muntaber ƒ Cara pencegahan dan penanganan penyakit muntaber Metode dan Alat Bantu ƒ Metode : Bermain peran. metodenya. kartu metaplan. gambar. papan tulis dan sebagainya Rencana Evaluasi ƒ Seberapa jauh orang mau menindaklanjuti informasi penanganan kesehatan? ƒ Sejauhmana peserta menangkap materi pembelajaran dengan mudah? Waktu 8 kali pertemuan dalam 1 tahun Tempat BKM/LKM atau tempat lain? 40 . tujuan. diskusi kelompok. yang pertama menyusun rencana belajar bersama anggota BKM/LKM. UP & relawan. Ada dua hal yang harus dilakukan dalam merancang proses belajar . sekurang – kurangnya berisi uraian rinci tentang topik. Kedua Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan guna mendukung proses belajar nantinya. UP & relawan. metode. Setiap kebutuhan belajar yang sudah diidentifikasi sebelumnya dirinci topiknya. dll ƒ Alat bantu : buku. Rencana Belajar Rencana belajar.

ƒ Satu topik tidak selalu memerlukan waktu 1 kali pertemuan. Beberapa hal yang harus disipakan adalah : ƒ Mencari infromasi dan menghubungi narasumber yang berhubungan dengan topik yang akan dibahas.Kebutuhan Prioritas 2 Tujuan Topik Metode dan Alat bantu Rencana evaluasi Waktu Tempat Buatlah tabel – tabel rencana belajar berdasarkan prioritas belajar yang sudah ditentukan sebelumnya. Persiapan Sebelum proses belajar dimulai. 41 . Dalam hal ini kita harus selalu mempertimbangkan waktu belajar warga yang kadang – kadang hanya 2 – 3 jam. apalagi jika topik tersebut menyangkut masalah yang sulit atau tujuannya terfokus kepada perubahan sikap/perilaku warga belajar. kita harus mengingat beberapa hal penting. Seringkali. memerlukan waktu lebih dari 1 kali pertemuan. misalnya untuk topik kesehatan anak bisa meminta dokter puskesmasa atau bidan desa. ƒ Mengemas infromasi yang diperoleh dari narasumber menjadi bahan belajar ƒ Menyiapkan media dan alat yang dibutuhkan ƒ Mencek kesiapan tempat kegiatan belajar. berdasarkan kepada rencana yang sudah dibuat maka kita harus mempersiapkan bahan – bahan dan segala sesuatu yang yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses belajar. Kadang – kadang kita diharuskan memperinci satu masalah yang kompleks menjadi beberapa topik. antara lain : ƒ Satu masalah prioritas tidak selalu dirinci menjadi 1 topik belajar. Dalam menentukan rencana belajar.

Modul 5 Topik: Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Peserta mampu menyusun evaluasi pembelajaran Kegiatan 1 : Menilai Perkembangan Belajar 2 Jpl ( 90 ’) Bahan Bacaan: Menilai Proses dan hasil belajar • Kertas Plano • Spidol. selotip kertas dan jepitan besar 42 .

Menilai Perkembangan Belajar 1) Sampaikan kepada peserta. sesuai dengan tahapan pembelajaran yang sudah dibahas sebelumnya .tanyakan kepada meraka : ƒ Mengapa kegiatan belajar perlu dinilai? ƒ Apa yang dinilai? ƒ Siapa yang menilai? 3) Refleksikan bersama – sama hasilnya dan beri penegasan – penegasan yang diperlukan 4) Ajaklah peserta untuk berlatih membuat penilaian berdasrkan kepada rencana belajar yang sudah dibuat dalam pembahasan modul sebelumnyan Rencana Belajar BKM “Gono Gini” Masalah Topik Belajar Waktu Jumlah pertemuan Tempat Tujuan Belajar Topik pertemuan 1 Topik Peretmuan 2 Topik Pertemuan 3 dst 43 . saat ini kita akan berdiskusi menyusun rencana penilaian perkembangan belajar 2) Lakukan curah pendapat dengan peserta .

....... Kemampuan Menganalisis Masalah Perubahan – perubahan pengetahuan... sikap dan perilaku Proses pembelajaran 5) Diskusikan hasilnya dan beri masukkan yang diperlukan 44 ... Aspek yang dinilai Hasil Keterampilan ..

kita harus memeriksa kembali catatan mengenai kebutuhan dan alasan – alasan mengenai warga ikut dalam kegiatan BKM/LKM. membaca dan menulis tentang cara – cara penularan penyakit muntaber ƒ Ingin mengetahui cara – cara pengendalian hama ƒ Ingin mengetahui kesehatan reproduksi ƒ Ingin mengetahui hak – hak perempuan dalam pembangunan desa/kelurahan ƒ Dan sebagainya. tetapi terutama hádala proses perubahannya. Alasan – alasan yang dikemukakan oleh warga belajar adalah landasan utama kita dalam merancang penilaian. tetapi juga bisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan – pertanyaan. Penitng diperhatikan : ƒ Secara alamiah. ƒ Warga belajar lebih mengetahui potensi dirinya ƒ Yang kita nilai bukan hanya keberhasilan atau kegagalannya. Menilai proses dan hasil belajar diperlukan untuk : ƒ Mengidentifikasi peningkatan pengetahuan. penilaian kita tidak berlandaskan kepada apa yang kita mau atau apa tujuan program. Biasanya kita akan mendapatkan beragam alasan dan kebutuhan warga belajar . warga belajar akan melakukan penilaian sendiri atas proses belajar yang dilakukannya.Menilai Proses dan Hasil Belajar Kita harus mengetahui perkembangan kemajuan warga belajar yang kita dampingi dan kita juga harus meningkatkan cara – cara kita memfasilitasi. sikap dan perilaku warga belajar sesuai dengan tujuan belajar yang sudah ditetapkan ƒ Mengidentifikasi masalah – masalah yang terkait dengan strategi kita dalam memfasilitasi proses pembelajaran. Apa yang Dinilai? Sebelum menilai. ƒ Mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan belajar baru yang belum diprogramkan ƒ Memperbaiki atau memodifikasi alat dan bahan – bahan belajar ƒ Mengidentifikasi dan merancang kegiatan pembelajaran berikutnya sesuai dengan kebutuhan terbaru warga belajar Penilaian bisa dilakukan dengan cara – cara formal seperti tes atau penugasan. dan secara alamiah pula mereka memutuskan sendiri tentang apa yang akan mereka hasilkan berikut tindak lanjutnya. mebaca dan menulis tentang cara – cara penularan penyakit muntaber ƒ Ingin dapat memahami. tetapi terutama didasarkan pada keinginan dan kebutuhan warga belajar. misalnya : ƒ Ingin dapat memahami. obrolan dan mengamati kegiatan warga belajar. 45 . Dengan kata lain.

Pada umumnya. ƒ Proses pembelajaran : yang dinilai adalah apakah warga belajar hadir penuh. tulis dan hitung : yang dinilai apakah warga belajar dapat membaca materi yang dipelajari misal : membaca petunjuk mengenai makanan tambahan bagi bayi. ƒ Perubahan – perubahan sikap dan perilaku : yang dinilai adalah sejauh mana pengetahuan dan sikap warga mengenai topik belajar meningkat. apa akibat-akibatnya dan lain – lain. ƒ Kemampuan menganalisis masalah : yang dinilai apakah warga belajar dapat menjelaskan hubungan sebab akibat dari masalah. merasa nyaman mengikuti kegiatan. Misalnya : bisa menjelaskan mengapa banyak orang tidak memberikan makanan tambahan bagi bayi. penilaian kita harus meliputi beberapa aspek : ƒ Keterampilan baca. dan bagaimana warga menerapkan apa yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari – hari . apakah media yang kita gunakan sudah tepat dan lain – lain. 46 .

DEPARTEMEN PEKERJAAN Perkotaan UMUM Direktorat Jenderal Cipta Karya .