You are on page 1of 4

Nama-nama Komponen Mesin Motor

Posted by uchiha itachi Posted on 16:08 with 2 comments

(rating: 5 | 3 votes | 4004 views)
Mesin sepeda motor yang menggunakan bahan bakar bensin memiliki beberapa komponen
utama meliputi:

 kepala silinder (cylinder head)

 blok silinder (cylinder block)

 poros engkol (crank shaft)

 piston

 batang piston (connecting rod)

 roda penerus (fly wheel)

 poros cam (cam shaft)

 mekanik katup (valve mechanic)

Blok silinder

Blok silinder adalah komponen motor yang paling besar, sebagai tempat pemasangan komponen
mekanik dan sistem-sistem lainnya. Blok silinder mempunyai lubang silinder tempat piston
bekerja.

Kepala Silinder (Cylinder Head)

Kepala silinder memiliki fungsi sebagai penutup silinder atas dan ruang bakar kerja motor.
Bentuk ruang bakar ada yang datar/rata, tirus, lengkung atau gabungan dari bentuk-bentuk
tersebut.
Pada kepala silinder terdapat lubang katup-katup, saluran masuk, saluran buang, lubang busi,
lubang saluran air pendingin, saluran oli dan tempat pemasangan mekanik katup. Di bagian atas
kepala silinder dipasang tutup pelindung, berguna untuk melindungi komponen mekanik katup,
mencegah debu agar tidak masuk dan mencegah oli supaya tidak bocor.

Blok Silinder (Cylinder Block)
Blok silinder adalah komponen utama motor yang terdiri dari lubang-lubang silinder tempat
piston bekerja.
Konstruksi dan bentuk blok silinder ditentukan dari beberapa faktor:

 jumlah silinder

 susunan silinder

 susunan katup

 jenis mekanisme katup

 sistem pendingin

Jenis tabung silinder dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

 Silinder basah, dimana air pendingin langsung menyelimuti atau bersentuhan langsung
dengan dinding luar silinder;

 Silider kering, silinder ini tidak bersentuhan langsung dengan air pendingin, karena
terbingkai secara keseluruhan. Di bagian bawah dipasang panci minyak pelumas oli atau
carter oil berfungsi sebagai tempat minyak pelumas dan penutup bagian bawah blok
silinder. Di dalam panci/carter dilengkapi dengan sekat pemisah yang berfungsi
mengurangi atau mencegah goncangan minyak pelumas oli apabila kendaraan melewati
jalan tidak rata atau bergelombang agar sistem pelumasan tidak terganggu.

Poros Engkol (Crank Shaft)

Poros engkol (crank shaft) adalah komponen mesin yang mengubah gerakan lurus bolak-balik
piston menjadi gerak putar dengan perantara batang piston.
Pada bagian engkol terpasang batang piston disebut crank pin sedangkan yang terpasang pada
blok silinder disebut crank journal.

Piston dan Batang Piston (Connecting Rod)

Semua piston harus memiliki tekanan yang bervariasi selama langkah isap atau vakum sampai
tekanan puncak sebesar 1000 — 1200 psi, dengan temperature dan pemuaian panas naik-turun
yang dihasilkan.
Selain itu piston harus mampu menahan tekanan tinggi dari dorongan dari samping terhadap
dinding silinder, menahan keausan luar dan dalam alur cincin dari aksi tekanan serta luncuran
cincin kompresi.
Piston memiliki fungsi penting dalam sistem kerja motor. Fungsi utama piston adalah menerima
tenaga ledakan dari proses pembakaran dan meneruskan tenaga ke poros engkol menjadi tenaga
putar dengan perantara batang piston. Atau mengubah tenaga panas menjadi tenaga mekanis.
Piston bekerja untuk mengatur langkah kerja motor, baik motor dua langkah (tak) maupun motor
empat langkah (tak).
Supaya piston bekerja efektif maka piston dilengkapi dengan cincin piston (ring piston), dan
pada umumya ring piston yang dipasang ada tiga buah yaitu, dua ring kompresi I, II dan satu ring
oli.
Fungsi ring piston sebagai penyekat atau perapat yang mencegah supaya tidak terjadi kebocoran
dari ruang bakar (combustion chamber) ke ruang engkol (crank case) dan memberikan
pelumasan yang cukup pada dinding silinder selama operasi kerja mesin. Posisi ring piston
terdapat di bagian atas piston yang menghadap ke ruang bakar.

Roda penerus (Fly Wheel)

Fungsi roda penerus adalah
sebagai penyimpan tenaga selama proses kerja motor, yaitu selama langkah daya dan
meneruskan putaran selama langkah buang, isap dan kompresi.
Menjaga kecepatan putar poros engkol dengan cara menyerap tenaga bila kecepatan meningkat
dan ketika kecepatan turun akan memberikan tenaga sehingga putaran poros engkol dapat
seragam.
Banyaknya tenaga yang bisa disimpan oleh roda penerus tergantung dengan berat dan diameter
serta kecepatan mesin. Mesin motor kecepatan tinggi membutuhkan roda penerus yang lebih
ringan dan lebih kecil dibanding dengan mesin kecepatan rendah dengan daya yang sama.

Ditulis Oleh : uchiha itachi ~ Download Movies
Sobat sedang
membaca artikel tentang Nama-nama Komponen Mesin Motor. Oleh Admin, Sobat
diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk
meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya