You are on page 1of 18

BAB V

CAIRAN DAN ELEKTROLIT

5.1 Pengertian Cairan Tubuh
Cairan tubuh (bahasa Inggris: interstitial fluid, tissue fluid, interstitium)
adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular seperti manusia
atau hewan yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. Elektrolit adalah zat kimia
yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada
dalam larutan.Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan,
minuman, dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh.
Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air
tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan
dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu
terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.

Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler
dan cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel
di seluruh tubuh, sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar
sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairan
interstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di
dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,
sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan
serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.
Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu :
a.Fase I :
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi dan
oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.

b.Fase II :
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel

c.Fase III :
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial
masuk ke dalam sel.

5.2 Fungsi Cairan Tubuh
a. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel
b Mengeluarkan buangan-buangan sel
c.. Mmbentu dalam metabolisme sel
d . Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
e . Membantu memelihara suhu tubuh
f. Membantu pencernaan
g. Mempemudah eliminasi
h. Mengangkut zat-zat seperti (hormon, enzim, SDP, SDM

43

dan darah yang mengandung suspensi leukosit. Cairan Intravaskuler terdiri dari plasma. Ion amonium (NH+4) termasuk kation. glukosa. radikal atau fosfat. dan berbagai cairan yang terkandung dalam organ. tubuh untuk nutrisi sel dan pembuangan residu jaringan tubuh. seperti : protein. sulfat (SO42-). karbon dioksida dan asam-asam organik.2 Cairan Ekstraseluler (CES) Cairan ekstraseluler terdiri dari 20% dari berat badan orang dewasa atau 30% dari total cairan tubuh. cairan dalam bola mata (aqueous humordan vitreous humor).3. dll. Namun proporsi substansinya berbeda. magnesium (Mg++). Cairan tubuh terbagi atas 2 kompartemen yaitu : 5. Misalnya.3 . baik seluruhnya maupun sebagian berbentuk ion elektron. bukan dengan nama senyawa. urea. dan trombosit. biasanya dikenal dengan nama logam. 5. 5. Mg2+. Komposisi Cairan tubuh Tubuh manusia terdiri dari cairan antara 50%-60% dari berat badan. sedangkan asam organik dan protein adalah anion · H2O (air)  sebagai pelarut 44 . Cairan interstisial adalah cairan yang terdapat pada jaringan sel dan limpa. Plasma menyusun 5% berat tubuh. sedangkan anion dibentuk oleh residu asam (Cl-. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik. oksigen. H2PO-4). Sel merupakan unit fungsional dasar dari semua jaringan hidup. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. bagian cairan limfe yang mengandung air dan tidak berwarna. yaitu kation dan anion. Mineral yang dicerna sebagai senyawa. akan pecah menjadi ion dan mampu membawa muatan listrik. Kation dibentuk oleh metal (Na+. eritrosit. Cairan yang bersirkulasi di seluruh tubuh di dalam ruang cairan intrasel dan ekstrasel mengandung elektrolit. fosfat (HPO42-). Garam mineral ketika berada dalam bentuk cairan sel. Cairan intraseluler terdiri dari 40% dari berat badan orang dewasa atau 70% total dari cairan tubuh. Sekitar 15% berat tubuh merupakan cairan Interstisial. Kalsium (Ca+ +). non-logam. proporsi kalium lebih besar di cairan intrasel daripada di cairan ekstrasel.3. Ca2+. Cairan ekstraseluler terdiri dari cairan intravaskuler. Kompartemen cairan intrasel memiliki banyak solut (zat terlarut) yang sama dengan cairan yang berada di ruang ekstrasel. bikarbonat (HCO3-). cairan pleura. Cairan intravaskuler atau plasma merupakan cairan dari komponen darah.Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Cairan total tubuh (total body water) atau TBW atau TBF adalah jumlah total cairan yang dikeluarkan prosentase dari berat badan. Elektrolit merupakan sebuah senyawa yang jika melebur atau larut di dalam air atau pelarut lain.1 Cairan Intraseluler (CIS) Cairan Intraseluler adalah cairan di dalam membran sel yang berisi substansi terlarut atau solut yang penting untuk keseimbangan cairan dan elektrolit serta untuk metabolisme. K+. cairan serebrospinal pada otak dan medula spinalis. dan sel. mineral. Cairan transeluler adalah cairan khusus seperti cairan sinovial pada persendian. interstisial dan caitan transeluler. Klorida (Cl-). SO2-4. Cairan Interstisial mengisi ruangan yang berada di antara sebagian sel tubuh dan menyusun sejumlah besar lingkungan cairan tubuh. kalium (K+).). HCO-3. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+).

4.dimana kapsula bowman merupakan gerakan masuknya cairan sebagai filtrasi glomerulus.Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme transportasi pasif. dan temperatur larutan. Difusi adalah proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan. Laju difusi dipengaruhi oleh: ukuran molekul.4.lemak. Konsenterasi c.Diffusi sederhana adalah perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. d. Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama 45 . Osmosis adalah bergeraknya pelarut bersih seperti air melalui membran semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke konsentrasi yang tinggi yang sifatnya menarik. Metose dari perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara : a.dll). Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif.4 Pergerakan Cairan Tubuh 5. c.2 Pengertian tekanan hidrostatik dan osmotik Tekanan hidrostatik adalah tekanan terhadap dinding pembuluh darah dan gerakan masuknya kedalam kaplsula bowman. Perpindahan zat terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan atau muatan listrik disebut transportasi aktif.5. Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi. Perbedaan tekanan.1 Fase III : Cairan dan substansi yang ada didalamnya berpindah dari cairan interstisial masuk ke dalam sel. Transpor Aktif adalah bahan bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi karena daya aktif tubuh seperti pompa jantung.Transportasi aktif berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP).Salah satu contohnya adalah transportasi pompa kalium dan natrium. b. Sedangkan tekanan osmotik adalah tekanan dari filtrasi kapsula bowman yang dikeluarkan oleh air atau pelarut lainnya pada membrane semipermiabel sebagai usaha untuk menembus membran masuk kedalam area yang lebih banyak mengandung molekul yang tidak dapat melewati membran (protein. Filtrasi adalah perpindahan air dan substansi yang dapat larut secara bersamaan sebagai respons terhadap adanya tekanan cairan. Potensial listrik d. Permebelitas membran kapiler dan sel b. konsetrasi larutan. Contoh Filtrasi adalah pergerakan cairan dan nutrien dari kapiler menuju cairan interstitial di sekitar sel. Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu : a. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi. 5.

1991). Membran semipermeabel tubuh meliputi : a. membran kapiler : memisahkan CIV dari CIT c.Permeabilitas membran yang selektif membantu untuk mempertahankan komposisi unik dari setiap kompartemen sementara memungkinkan gerakan nutrien dari plasma ke sel-sel dan gerakan produk sisa keluar dari sel dan akhirnya ke dalam palsma. dan melalui kulit dalam bentuk keringat. membran sel : memisahkan CIS dan CIT dan terdiri atas lipid dan protein b. terutama akibat oleh pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan oleh albumin serum.sepertidalambuah. membran epitelial : memisahkan CIT dan CIV dari CTS. 5. a. Cairan Ingestif c. Rata-rata pengeluaran cairan setiap hari pada orang dewasa dengan berat badan 70 kg: Organ atau system Jumlah (ml) Ginjal 1500 Kulit: . . Kehilangan air tak-kasat mata (insensible water loss. SWL dapat mencapai 1000ml atau lebih dalam 24 jam tergantung pada latihan fisik dan suhu tubuh serta suhu lingkungan.sayuran d. Kehilangan air kast mata (sensible water loss. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler. Cairan dari Oksidasi metabolic e. Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil.5. SWL) terjadi melalui keringat yang berlebih dan dapat dirasakan oleh individu.kehilangan air tak-kasat mata 600-900 . Pengeluaran Cairan Cairan tubuh hilang melalui ginjal dalam bentuk urine (dikendalikan oleh ADH). dan melaui saluran pernapasan. Cairandalammakanan.pada kedua bagian itu. Rata-rata hilangnya air pada orang dewasa sekitar 6ml/kg/24 jam (Horne et al. . Sumber Cairan b. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut ultrafilterisasi.1 Membran Setiap kompartemen cairan dipisahkan oleh membran permeabel selektif yang memungkinkan gerakan air dan beberapa zat terlarut. IWL) terjadi terus- menerus dan tidak dapat dirasakan oleh individu. saluran gastrointestinal dalam bentuk feses.kehilangan air kasat mata 600 Paru-paru 400 Saluran pencernaan 100 Jumlah total 3200-3500 Ket. suatu keadaan yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis. Contoh : epitelium mukosa dari lambung dan usus. membran sinovial dan tubulus ginjal. Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus ginjal. 46 .5 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pergerkan Cairan Tubuh 5.

Istilah osmolality sering digunakan untuk memberikan / menggambarkan kepekatan suatu larutan. seperti yang telah dibahas diatas. urine.Eksresi dari natrium dapat dilakukan melalui ginjal atau sebagian kecil melalui feses. 5. tetapi juga mengatur keseimbangan cairan tubuh. Asupan cairan b. glukosa dan manitol adalah contoh dari osmol efektif. Osmolalitas : adalah jumlah keseluruhan partikel-partikel yang larut didalam larutan. Perubahan dalam osmolalitas ekstraseluler dapat mengakibatkan perubahan pada volume cairan ekstraseluler dan intraseluler : Penurunan Osmolalitas CES –> Gerakan air dari CES ke CIS Peningkatan Osmolalitas CES –> Gerakan air dari CIS ke CES b.Pengaturan konsentrasi cairan ekstrasel diatur oleh ADH dan aldosteron.Natrium tidak hanya bergerak ke dalam atau ke luar tubuh. Haluara cairan c.Aldosteron juga mengatur keseimbangan jumlah natrium yang diserap kembali oleh darah. gerakan air dan zat terlarut ditentukan juga oleh beberapa proses transpor cairan tubuh. dan air mata. Molekul kecil seperti urea dengan mudah melewati semua membran dengan cepat berekuilibrium diantara kompartemen dan hanya memberikan sedikit efek pada gerakan air.Aldosteron dihasilkan oleh kosteks suprarenal dan berfungsi mempertahankan keseimbangan konsentrasi natrium dalam plasma dan prosesnya dibantu oleh ADH. Konsentrasi cairan tubuh a. Larutan isotonik adalah larutan yang mempunyai osmolalitas sama efektifnya dengan cairan tubuh (kira-kira 280-300 mOsm/kg). Larutan hipotonik adalah larutan yang mempunyai osmolalitas sama efektif lebih kecil dari cairan tubuh.Molekul ini disebut osmol takefektif.5.1 Pengaturan Keseimbangan Natrium Natrium merupakan kation dalam tubuh yang berfungsi mengatur osmolaritas dan volume cairan tubuh.6. Tonisitas : adalah istilah lain untuk osmolalitas efektif.2 Proses transpor Selain selektivitas membran.45% c.ADH mengatur sejumlah air yang diserap kembali ke dalam ginjal dari tubulus renalis. Contohnya adalah normal salin-larutan natrium klorida (NaCl) 0.6 Pengaturan Keseimbangan Cairan Tubuh pengaturan cairan tubuh dapat dilakukan dengan : a. Dengan demikian osmolalitas efektif tidak hanya tergantung pada jumlah zat terlarut tetapi juga pada permeabilitas membran terhadap zat terlarut ini.5. Sebaliknya natrium. keringat. Contoh larutan (NaCl) 0. Hormone · Pengaturan keseimbangan cairan tubuh dibagi menjadi 4 yaitu : 5.9% b. molekul ini tidak melewati membran sel dengan cepat dan akan mempengaruhi gerakan air. Contoh larutannya adalah (NaCl) 3% 5.3. 5. 47 . Larutan hipertonik adalah larutan yang mempunyai osmolalitas sama efektif lebih besar dari cairan tubuh. a.Natrium paling banyak terdapat pada cairan ekstrasel.

sebagian melalui feses dan keringat. Hipomagnesium terjadi bila konsentrasi serum turun menjadi < 1.Magnesium dalam tubuh dipengaruhi oleh konsentrasi kalsium. b. karena ginjal tidak dapat berfungsi.6. 5. Sistem pengaturan keseimbangan kalium melalui tiga langkah.5 mEq/1t dan hipermagnesium terjadi bila kadar magnesium serta serum meningkat menjadi > 2. 5.1 Ginjal Fungsi-fungsi utama ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan: a. Oleh karena itu gagal ginjal jelas mempengaruhi keseimbangan cairan. Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik. dan membantu beberapa enzim pankreas.7 Organ yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan meliputi: 5.Konsentrasi kalsium dalam tubuh diatur langsung oleh hormon paratiroid dalam reabsobsi tulang.6.Dan jaringan usus pencernaan. Peningkatan jumlah aldosteron akan memengaruhi jumlah kalium yang dikeluarkan melalui gijal. c. kelenjar paratirod akan merangsang pembentukkan hormon paratiroid yang langsung menigkatkan jumlah kalsium dalam darah.2 Pengaturan Keseimbangan Kalium Kalium merupakan kation utama yang terdapat dalam cairan intrasel dan berfungsi mengatur keseimbangan elektrolit. konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel menurun. Pengaturan volume dan osmolalitas CES melalui retensi dan eksresi selektif cairan tubuh.Keseimbangannya kelenjar paratiroid. 48 .Ekskresi kalium dilakukan melalui urine. menghantarkan mpuls kontraksi otot.7. c. 5. otot lain. Kalium berpengaruh terhadap fungsi sistem pernapasan.6. b.4 Pengaturan Keseimbangan Magnesium Magnesium merupakan kation dalam tubuh.Keseimbangan kalium diatur oleh ginjal dengan mekanisme perubahan ion natrium dalam tubulus ginjal dan sekresi aldosteron.Partikel penting dalam kalium berfungsi menghantarkan impuls listrik ke jantung. magnesium diabsorbsi dari saluran pencernaan. Pengaturan pH CES melalui retensi ion-ion hidrogen.3 Pengaturan Keseimbangan Kalsium Kalsium dalam tubuh berfungsi membentuk tulang. d. Peningkatan konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel yang menyebabkan peningkatan produksi aldosteron. Peningkatan pengeluaran kalium. Aldosteron juga berfungsi mengatur keseimbangan kadar kalium dalam plasma (cairan ekstrasel). yaitu: a. Pengaturan kadar elektrolit dalam CES dengan retensi selektif substansi yang dibutuhkan . koagulasi (pembekuan) darah. Jika kadar kalsium darah menurun.5 mEq/1t.5.Kalsium diekskresi melalui urine dan keringat. merupakan yang terpenting kedua dalam cairan intrasel. jaringan paru.

Kegagalan pompa jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu pengaturan air dan elektrolit.Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang. Satuan pengukuran elektrolit menggunakan istilah milliequivalent (mEq). dan jaringan paru. Sedangkan apabila aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang. ventilasi mekanik dengan air yang berlebihan menurunkan kehilangan air ini. 5. absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal. 5.8 Pengaturan Elektrolit Elektrolit adalah substansi ion-ion yang bermuatan listrik yang terdapat pada cairan. Ion positif disebut kation dan ion negatif disebut anion.7. Kortisol juga menyebabkan retensi natrium.5.7.7. sebagai hantaran impuls saraf dan kontraksi otot. sebagai dasar elektrolit paada pompa nantrium-kalium. metabolistik protein dan karbohidrat. otot.8. b. Kalium berfungsi sebagai pengatur aktifitas enzim sel dan komponen dari cairan sel. intensial. Berperan vital pada proses transmisi dari implus listrik dan kontraksi syaraf.6 Kelenjar paratiroid Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon paratiroid (PTH).7. Natrium diatur oleh intake garam.7. Potasium (Kalium) Adalah kation yang paling banyak pada intraseluler. karena fungsinya mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah. jantung. 5. dan pengeluaran urin.3 Paru-paru Melalui ekhalasi paru-paru mengeluarkan air sebanyak +300L setiap hari pada orang dewasa. pengatur utama volume cairan extra seluler. kehilangan kalor. 5.Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium sehingga air juga ditahan. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air.2 Jantung dan pembuluh darah Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine. 5. Sodium (Natrium/Na+) Adalah elektrolit yang paling banyak terdapat pada cairan ekstrasel. 5. aldosteron. Membantu pada pengaturan keseimbangan asam basa karena 49 .1 Kation a. mempengaruhi cairan intra seluler. Nilai normal sekitar 135-145 mEq/L (mmol/L). Natrium berfungsi mempertahankan keseimbangan air.4 Kelenjar pituitary Hipotalamus menghasilkan suatu substansi yaitu ADH yang disebut juga hormon penyimpan air.5 Kelenjar adrenal Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona glomerolus).

Nilai normal 1. perdarahan pemberian obat. asupan air berlebihan 50 .3-2. Calsium (Kalsium) Berfungsi untuk transmisi implus syaraf dan pembekuan darah. Nilai normal Kalium sekitar 3. dll kelebihan volume cairan : klien gagal jantung kongestif. Nilai normal sekitar 25-29 mEq/L (mmol/L) c.5-5 mEq/L. luka bakar. b. ketidakseimbangan isotonic kekurangan volume cairan : muntah. Dibutuhkan untuk absorpsi vitamin B12 dan kekuatan tulamg dan gigi.3- 2. Contoh pasien obstruksi usus halus. Fosfat diatur oleh PTH (Parathyroid hormon) dan diaktifkan oleh vitamin D. ion K dapat diubah menjadi ion hydrogen. Berfungsi mempertahankan tekanan osmotik darah. Berfungsi sebagai keseimbangan asam basa. b. Ketidakseimbangan osmolar Ketidakseimbangan hiperosmolar (dehidrasi) : contoh diabetes insipidus.9 Gangguan Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit 5. cairan intensial. Magnesium di absorpsi oleh intestinal dan diekskresikan oleh ginjal. d. dan limpa. Hormon paratiroid mengabsorpsi kalsium melalui gastrointestinal. Di atur oleh ginjal.Ini dapat menyebabkan perpindahan cairan sebanyak 5-10 liter. c. Hormon thyrokalsitonin menghambatan penyerapan Kalsium tulang. katalisatos kontraksi otot dan kekuatan kontraksi otot dan kekuatan kontraksi otot. sekresi melalui ginjal. 5. 5. peritonitis. gagal ginjal dan sirosis. Bikarbonat Bikarbonat merupakan molekul anion. sekresi aldosteron merangsang ekskresi K dalam urin. Fosfat Ion fosfat merupakan anion dalam sel tubuh. metabolisme karbohidrat dan protein.1 mEq/L atau 1/3 dari jumlah plasma protein. Berfungsi pada keseimbangan asam basa.5 mwq/L (mmol/L). c.5-4. keluar dari ruang ekstrasel tapi tidak dapat diukur cepat. Pengaturan ion K oleh pompa Natrium. Nilai normal 1.1 mEq/L 1/3 dari jumlah plasma protein. diare.1 ketidakseimbangan cairan a. sindrom ruang-ketiga mengalami kekurangan cairan ekstrasel. Kalsium dalam cairan ekstra sel diatur oleh kelenjar paratiroid dan hormon tiroid. diuretic. ketoasidosis diabetic Ketidakseimbangan hipoosmolar : contoh SIADH. Nilai normal klorida sekitar 95-105 mEq/L (mmol/L). Clorida (Klorida) Merupakan cairan anion ekstraseluler ditemukan di darah. Penting pada pembelahan sel dan transmisi dari herediter. Magnesium Merupakan kation terbanyak kedua pada cairan intasel.9.2 Anion a. Berfungsi pada aktivitas enzim. Nilai normal sekitar 2.8.

ISPA. 5. Edema adalah penimbunan cairan dalam jaringan intertisiel. Etiologi: Fluid-loss: insensibel loss (demam.2 Gejala Kelebihan Cairan Pada kelebihan ekstrasel. · Intake Na+: pemberian NaCl hipertonik atau NaCl peroral → sindroma cushing dan hiperaldosteronism. Gangguan pernafasan. Tanda dan gejala: • Mukosa kering • Oligari/anusia • Turgor kulit buruk dan permukaan kulit membengkak • Kulit kemerahan • Lidah kering dan kemerahan • Konvulsi • Suhu badan naik • Kadar natrium dalam plasma lebih dari 145 mEq/1t • Letargi • kelemahan otot • kedutan (twitching)kejang-kejang dan koma • Terjadi keluarnya cairan dari sel otak • Dapat terjadi perdarahan otak 51 . yang disebabkan oleh tekanan hidrostastik yang sangat tinggi. Gangguan pencernaan. e. b. sumbatan pada pembuluh limfe. antara lain: a.9. penurunan tekanan osmotik. Kelainan ginjal. 5) Nilai hematokrit menurun bila kelebihan cairan bersifat akut. Edema perifer (pitting edema). Gagal jantung. 1) Asites. 5. a. 2) Kelopak mata membengkak. 3) Suara napas ronchi basah. Gangguan fungsi kulit.9. luka bakar.1 Hipernatremia Hipernatremia merupakan suatu keadaan di mana kadar natrium dalam plasma adalah tinggi. c. d.3 Masalah Kelebihan Cairan Kelebihan cairan dihubungkan dengan: a. f.4. Sirosis hati.9. gejala yang sering ditimbulkan.9.Missal pada aliran darah vena yang terhambat. b. 4) Penambahan berat badan secara tidak normal/sangat cepat. didaerah suhu tinggi) → diabetes insipidus → pemberian diuretic → gangguan hipotalamus → hipodipsi → gangguan osmoreseptor.4 Ketidakseimbangan Elektrolit 5. kerusakan dinding kapiler. 5.

a.3 Hiperkalemia Hiperkalemia merupakan suatu keadaan dimana kadar kalium dalam darah adalah tinggi. karbamasepin. pitresin dalam minyak. klorpropamid.D  Intoksikasi vit. cairan= 0. Etiologi:  Hiperparatiroidisme  Tumor ganas yg mengeluarkan PTH  Intoksikasi vit. b) Tanda dan gejala:  Mual  Hiperaktivitas sistem pencernaan  Aritmia 52 . A  Hipertiroid  Insufisiensi adrenal  Milk Alkali Syndrome b.3 mEq/1t c.2 Hiperkalsemia Hiperkalsemia merupakan suatu keadaan dimana berlebihnya kadar kalsium dalam darah.4. Pengobatan:  Fosfat: meningkatkan deposisi kalk tulang & menghambat resorbsi tulang  Indometasin : berguna pada hiperkalsemia akibat keganasan  Meningkatkan ekskresi dengan larutan NaCl.4.6XBBX (Na/140 – 1) ( pada wanita 0.9. c. a) Etiologi:  Asupan berlebih peroral/enteral  Perpindahan K+ ke ekstrasel pada asidosis  Pseudohiperkalemia: pada penderita dengan lekositosis/trombositosis  Koagulasi/hemolisis. 5. Tanda dan gejala:  Nyeri pada tulang  Relaksasi otot  Batu ginjal  Mual-mual  Koma  Kadar kalsium dalam plasma lebih dari 4.9.  Diet rendah kalsium  Hemodialisis 5. Pengobatan • Def. asetaminofen.5) • Dengan Cairan glukosa isotonik peroral atau enteral • Pada diabetes insipidus diberikan diuretik (Hct) dengan diet rendah Natrium atau pemberian klofibrat.

Ketidak seimbangan volume c.1 Ginjal Fungsi-fungsi utama ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan:  Pengaturan volume dan osmolalitas CES melalui retensi dan eksresi selektif cairan tubuh. Alkalosis 5. Hipervolomik e. Asidosis k. Hipovolemik d. Ketidakseimbangan osmolalitas – ggn asam basa j. hipermagnesemia. pada DM perlu ditambah 15 U insulin • pada asidosis: K+ luar sel meningkat  dg. Diberikan dlm.10% I. Pemberian Na.  Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik.  Kelemahan  Jumlah urine dan diare sedikit  Kecemasan dan iriabilitas  Kadar kalium dalam plasma mencapai lebih dari 5 mEq/1t  Kelemahan otot s/d paralisa  Jantung aritmia/arrest  Gambaran EKG: tall T. Ketidakseimbangan elektrolit f.11 Pengaturan keseimbangan cairan tubuh Organ yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan meliputi: 5. 2-3 menit dapat diulang setelah 5 menit bila gbr. Natrium : hiponatremia.11. EKG tak berubah • Terapi cepat dilakukan bila K+ > 8 meq/L atau K+> 6.5 meq/L disertai perubahan EKG yang lanjut 5. hiperkalemia h.  Pengaturan kadar elektrolit dalam CES dengan retensi selektif substansi yang dibutuhkan .v. QRS → interval P → hilangnya P → QRS menyatu dengan T dan disebut sine-wave c) Pengobatan: • Menurunkan K+ plasma: • pemberian D 10% 500ml/infus ½ jam  insulin endogen  mendorong K+ masuk sel. DLL i.Bic.10 Masalah-masalah yang sering terjadi pada cairan dan elektrolit a.  Pengaturan pH CES melalui retensi ion-ion hidrogen. 44-88 meq enteral  K+ terdorong masuk dalam sel • Sod. Abnormalitas cairan tubuh: b. 53 .Polystirene Sulfonat (kayexalate) • hemodialisis: bila cara2 diatas gagal • Menurunkan ambang rangsang neuromuskuler: • 10 cc Gluonas Calc. Magnesium : hipomagnesemia. Kalium : hipokalemia. hipernatremia g.

kehilangan kalor. maka darah akan mengental.Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang.Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik.11. 5.Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium sehingga air juga ditahan. Kortisol juga menyebabkan retensi natrium. dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.2 Jantung dan pembuluh darah Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine.11.11.12. Sedangkan apabila aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang.1 Mengatur suhu tubuh Bila kekurangan air. 5. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh.3 Membuang racun dan sisa makanan 54 .4 Kelenjar pituitary Hipotalamus menghasilkan suatu substansi yaitu ADH yang disebut juga hormon penyimpan air. 5.12 Fungsi cairan tubuh Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. 5.Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.12. 5. karena fungsinya mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air. ventilasi mekanik dengan air yang berlebihan menurunkan kehilangan air ini. 5.11.5 Kelenjar paratiroid Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon paratiroid (PTH).11.5 Kelenjar adrenal Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona glomerolus). 5. 5.2 Melancarkan peredaran darah Jika tubuh kita kurang cairan. 5.3 Paru-paru Melalui ekhalasi paru-paru mengeluarkan air sebanyak +300L setiap hari pada orang dewasa.Oleh karena itu gagal ginjal jelas mempengaruhi keseimbangan cairan.Kegagalan pompa jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu pengaturan air dan elektrolit. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.12. absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal. karena ginjal tidak dapat berfungsi.

Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban. dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.12. 5.8 Pemulihan penyakit Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.Saat dehidrasi. Oleh sebab itu.4 Kulit Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar. 5.1 Gejala Dehidrasi Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya : a. kelembutan. tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya.Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat.12. perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan. Dehidrasi sedang  Tekanan darah menurun 55 . sehingga feses pun keluar dengan lancar.5 Pencernaan Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan.6 Pernafasan Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. 5.12.13 Kekurangan cairan tubuh `Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi. dan pernafasan. maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ- organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. 5.7 Sendi dan otot Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca.13. 5. 5. Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Dehidrasi ringan  Muka memerah  Rasa sangat haus  Kulit kering dan pecah-pecah  Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya  Pusing dan lemah  Kram otot terutama pada kaki dan tangan  Kelenjar air mata berkurang kelembabannya  Sering mengantuk  Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang b.12. air seni. 5.12.

14.2 Air berion Air berion tidak hanya menghilangkan dahaga melainkan juga berfungsi sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat. 5. magnesium.1 Air putih yang higienis/air mineral Air putih mengandung beberapa zat penting untuk tubuh seperti oksigen. dan klorida. dan protein. . Air berion bekerja sebagai perantara dalam reaksi-reaksi biokimia dan berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengembalikan kesegaran otot tubuh setelah beraktivitas mengeluarkan keringat dengan cepat. Menurut penelitian.  Pingsan  Kontraksi kuat pada otot lengan. 5. perut.14 Mengembalikan Cairan Tubuh Yang Hilang Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.15 Faktor-factor yang Mempengaruhi Kebutuhan Elektrolit dan Cairan Tubuh Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 56 . Dehidrasi Berat  Kesadaran berkurang  Tidak buang air kecil  Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab  Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba  Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur  Ujung kuku. dan punggung  Kejang  Perut kembung  Gagal jantung  Ubun-ubun cekung  Denyut nadi cepat dan lemah c . 5. kaki.14. sulfur. kita harus banyak minum minimal 8 gelas (± 2 liter ) air setiap hari yang bisa didapat dari : 5. atlet kurang disarankan meminum jus buah saat berolahraga karena cairan padatnya tidak mudah terserap tubuh. mulut. jus buah mengandung beragam vitamin dan mineral yang menyehatkan. jus jambu biji mengandung vitamin C sebanyak 3-6 kali lebih tinggi dibandingkan jus jeruk. 5. Namun.14. lipid. 10 kali lebih tinggi dibandingkan pepaya. dan lidah berwarna kebiruan. dan 10-30 kali lebih tinggi dibanding pisang.3 Jus buah Selain rasanya nikmat dan segar.

trauma jaringan. tubuh akan memecah cadangan energi.0 1800-2000 10 th 28.7 Diet Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel.5. 5. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat.kehilangan cairan yang tidak disadari (insensible water loss) juga mengalami peningkatan laju pernapasan dan aktivasi kelenjar keringat.5 . proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular.4. gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 5.3.15.0 2200-2700 Jenis 18 th (dewasa) 54.5 1150-1300 2 th 11. Aktivitas Aktivitas hidup seseorang sangat berpengaruh terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit. Dengan demikian. Kebutuhan Cairan Tubuh Dalam Tubuh Manusia: Usia Berat Badan Kebutuhan (ml/24 jam) 3 hari 3.15.15.9 Iklim 57 . 14 th 45. karena lebih banyak mengandung lemak tubuh.15. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. 5. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak tubuh 5. 5. selain itu sesuai aturan.15.0 250-300 1 th 9.15. air tubuh menurun dengan peningkatan usia. Selain itu.15. Hal ini mengakibatkan penigkatan haluaran cairan melalui keringat. Sakit Keadaan pembedahan. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 5.15.8 1350-1500 6 th 20. Aktivitas menyebabkan peningkatan proses metabolisme dalam tubuh.1 Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh.7 2000-2500 5.8.0 2200-2700 kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional.6. kelainan ginjal dan jantung. jumlah cairan yang dibutuhkan juga meningkat. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 515. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. konsentrasi darah dan glikolisis otot.2.

cairan yang keluar umumnya tidak dapat disadari. dipengaruhi oleh suhu lingkungan.Normalnya. (insensible water loss. Demikian pula pada orang yang bekerja berat di lingkungan yang bersuhu tinggi.mereka dapat kehilangan cairan sebanyak lima litet sehaei melalui keringat. Rangkuman Cairan tubuh (bahasa Inggris: interstitial fluid. dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. sedangkan orang yang tidak biasa berada di lingkungan panas dapat kehilangan cairan hingga dua liter per jam. minuman.Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Dalam situasi ini. Umumnya. IWL). interstitium) adalah cairan suspensi sel di dalam tubuh makhluk multiselular seperti manusia atau hewan yang memiliki fungsi fisiologis tertentu. orang yang biasa berada di lingkungan panas akan kehilangan cairan sebanyak 700 ml per jam saat berada ditempat yang panas. tingkat metabolisme.individu yang tinggal di lingkungan yang iklimnya tidak terlalu panas tidak akan mengalami pengeluaran cairan yang ekstrem melalui kulit dan pernapasan. Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Besarnya IWL pada tiap individu bervariasi. Individu yang tinggal di lingkungan yang bertsuhu tinggi atau di dearah deangan kelembapan yang rendah akan lebih sering mengalami kehilangan cairan dan elektrolit. 58 . Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh.dan usia. tissue fluid.

Edema perifer d. II c.Merupakan Perpindahan elektrolit fase…. Untuk menambah energy b.. Membuat tubuh panas 5. I b. dan nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal. a.. Mulut 4. Cairan Intraseluler (CIS) b. Mengatur suhu tubuh c. III d. Ginjal b. Salah Satu Organ dibawah ini yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan adalah … a. Darah d. Cairan Tubuh c. Cairan di dalam membran sel yang berisi substansi terlarut atau solut yang penting untuk keseimbangan cairan dan elektrolit serta untuk metabolisme. Membuat hati tenang d. IV 2. Cairan Seluler 3. Gejala Kelebihan Cairan adalah… a. Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi.Soal 1. Telinga d.? a. Sering kencing b. Sering merasa lapar c.Merupakan Pengertian dari…. Semua Jawaban Salah 59 . Mata c. Fungsi cairan tubuh adalah… a.

blogspot.com/2008/12/17/ffaktor-faktor-yang- mempengaruhi-pergerakan-cairan-tubuh/ http://hermanbagus. KDPK Kebidanan. 2009.html#ixzz2NEJlp7cP Potter & Perry. dilihat pada 13 April 2011.com/2012/06/makalah-cairan-dan-elekrolit- by. 2001. DAFTAR PUSTAKA http://forbetterhealth.shvoong. http://id. Jakarta: EGC Brooker. 2010. Kamus Saku Keperawatan. Fundamental Keperawatan. Cairan dan Elektrolit. Jakarta: EGC Sunarsih.wordpress. Christine. 2006. Tri.com 60 . Yogyakarta: Nuha Medika Anonim.