Management Strategic

Eunike Natalia M. Sijabat
1406588925

Adaptive management

for a turbulent future

Manajemen adaptif adalah sebuah pendekatan untuk pengelolaan sumber daya alam
yang   menekankan   pada   pembelajaran.   Untuk   pembuka,   terjadi   banyak   kesalahpahaman
mengenai konsep manajemen adaptif. Kesalahpahaman yang terjadi adalah banyak diantara kita
yang menyangka bahwa manajemen adaptif merupakan atau sama dengan konsep  trial and
error   yang   bertujuan   untuk   meningkatkan   hasil.   Namun   bukannya   seperti   sistem  trial   and
error, manajemen adaptif memiliki struktur eksplisit, termasuk penjelasan mengenai target kita,
identifikasi   tujuan   pengelolaan   alternatif   dan   hipotesis   sebab­akibat,   serta   prosedur   untuk
pengumpulan data yang disertai juga dengan evaluasi dan pengulangan. Proses ini dilakukan
berulang­ulang   guna   untuk   meminimalisir   ketidakpastian,   membangun   pengetahuan,   dan
mengembangkan manajemen dari waktu ke waktu yang berorientasi pada target serta proses
yang   juga   terstruktur.   Manajemen   adaptif   adalah   sebuah   istilah   yang   mengandung   sebuah
potensi   yang   memang   belum   terlalu   jelas,   dan   agak   sulit   untuk   diimplementasikan   secara
gamblang.   Namun  Walters   (1986)   menjelaskan   bahwa   manajemen   adaptif   dapat
dikarakteristikan   sebagai   sebuah   proses   untuk   mendefinisikan   dan   membatasi   pengelolaan
masalah, mengidentifikasi dan mewakili apa yang kita ketahui melalui model yang dinamis
yang   dapat   mengidentifikasi   asumsi   dan   prediksi   sehingga   pengalaman   kita   dapat   berguna
untuk mempelajari sumber­sumber permasalahan yang ada. Selain itu juga dapat mengetahui
hipotesis alternatif juga menciptakan aturan untuk memungkinkan pengelolaan sumber daya
sekaligus meningkatkan pembelajaran.

  pengendalian secara parsial untuk sebuah tujuan (contohnya seperti penetapan tingkat panen).   namun   sebenarnya .   sehingga   memperbesar   peluang   adanya   resiko­ resiko yang kita tidak ketahui.Fokus   utama   dari   menejemen   adaptif   adalah   pengidentifikasian   &   pengurangan. Terkandung   unsur   yang   membingungkan   di   dalam   definisi   dari   manajmen   adaptif karena  salah   satu   atribut  yang  kuat   dari  manajemen  itu  sendiri   adalah   kemampuan  untuk menangani   beberapa   kebutuhan     sekaligusdari   manajer. dan instrumen lainnya dalam rangka pengelolaan sumber daya dibawah yurisdiksi departemen. Manajemen adaptif merupakan metode yang sangat ideal untuk memecahkan ketidakpastian disaat hasil penelitian dalam inferensi yang lemah. perjanjian.   serta   para  stakeholder. perencanaan. panduan.   kebijakan.   dan   pendanaan   yang   kurang   aktif   untuk   mengelola   sumber   daya d)ketidakberhasilan   dalam   mengenali   potensi   pergantian   target   e)ketidakberhasilan   dalam mengetahui   ketidakpastian   sumber   sosial. keinginan untuk mengetahui cara mengaplikasiannya semakin besar.. Williams (2011a) menjelaskan adanya empat sumber dari ketidakpastian.   dimana mungkin terdapat ketidakpastian. yaitu adanya variasi lingkungan   yang  tidak   terkendali. Berikut   ini   adalah   cara­cara   yang   dapat   dilakukan   dalam   rangka   penerapan   metode manajemen adaptif. Dari   hal   tersebut   dapat   ditelaah   bahwa   tantangan   untuk   mengimplementasikan manajemen   adaptif   adalah   dari   a)kurang   jelasnya   definisi   serta   pendekatan   yang   akan digunakan b)kurangnya kisah panutan untuk mendorong kesuksesan itu sendiri c)paradigma manajemen. Baru­baru ini penelitian yang dilakukan mengenai manajemen adaptif oleh US Department of Interior  (Williams  et al. Sehingga ketidakpastian tersebut dapat berkurang dengan adanya   manajemen   eksperimen.   Pengembangan   penelitian   ini   bertujuan   untuk   menggabungkan   prinsip manajemen adaptif.   yang   di   dalamnya   terdapat   peningkatan   pembelajaran.   ilmuwan. Structured decision making Structured decision making atau pengambilan keputusan yang terstruktur adalah sebuah istilah yang   sering   digunakan   sebagai   sinonim   dari   manajemen   adaptif. Disamping tantangan dalam mendefinisikan manajemen adaptif.   status   dari   sumber   daya   yang  tidak   jelas. 2009) merupakan  indikasi  dari gerakan yang berkembang dalam pengelolaan sumber daya alam yang menunjukkan adanya andil manajemen keputusan yang lebih   besar   lagi. dan yang terakhir kurangnya pemahaman dan ketidakjelasan perjanjian menyangkut hubungan biologis dan ekologis yang mendorong dinamika sumber daya. yang sesuai ke dalam kebijakan.

 serta berbagai sumber pengetahuan. 2008). dan komunitas masyarakat ilmiah yang dapat bertindak sebagai pengawas. Di samping itu di dalamnya harus terdapat pemimpin dengan visi. informal (grup/individu) di berbagai skala dengan tujuan untuk pengelolaan lingkungan yang kolaboratif (Folke et al. tentu sajapendanaan . Law Kepastian   yang   ada   di   bidang   hukum   seringkali   membatasi   eksperimen   yang   dibutuhkan dalam   manajemen   adaptif   (Garmestani   et   al..   maka   hukum   lingkungan   itu   sendiri   harus   beradaptasi   dengan manajemen adaptif (Ruhl. Bridging organizations for participatory adaptive management Bridging organizations for participatory adaptive management atau menjembatani organisasi untuk   manajemen   adaptif   partisipatif.  Adaptive governance Pemerintahan  yang  adaptif  merupakan   sebuah   bentuk  pemerintahan  yang   menggabungkan lembaga formal. Sekarang   kita   tengah   menghadapi   masalah   yang   bersifat   global   seperti   perubahan   iklim.   mengakui   adanya   ketidakjelasan. Jika manajemen adaptif memang diperlukan untuk membentuk pengelolaan lingkungan   yang   baik. dan lainnya (Olsson et al. 2004). para ahli.. membuat organisasi­organisasi non­pemerintah. 2010). Sumber dari kesuksesan dari pengambilan keputusan yang terstruktur adalah kebutuhan untuk mengetahui   tujuan   dan   target   yang   jelas.   Hukum   administratif   Amerika mempunyai proses yang terdiri dari dua langkah.merupakan   sebuah   pendekatan   untuk   pemecahan   masalah   yang   dipinjam   dari   bidang sosiologi. Pemerintahan adaptif dapat bekerja melalui pembagian pengelolaan kekuasaan dan tanggung jawab.   dan   merespon semua stakeholder untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan.   2009). Yang pertama memperbolehan publik untuk memberi   komentar   dan   pilihan   alternatif   pada   rancangan   dokumen.   dan   pembuat   keputusan   dalam   proses   pengambilan   keputusan   untuk   mengatasi kompleksitas maupun ketidakpastian dalam pengelolaan sumber daya. 2005).   Yang   kedua   adalah tindakan   lembaga   yang   terakhir.   yaitu   menciptakan   kepastian   di   dalam   proses  (Ruhl   and Fischman. Tantangan   yang   dihadapi   oleh   kita   saat   ini   tentu   saja   berbeda   dengan   masa   lalu. . Pendekatan ini paling baik digunakan untuk mengindentifikasi dan mengevaluasi pilihan­pilihan pengelolaan sumber daya alternatif dengan melibatkan para stakeholder.     Beberapa   cara   yang   dapat   diaplikasikan   untuk menjembatani organisasi untuk manajemen adaptif secara partisipatif adalah penilaian tim..

Smith. termasuk penurunan jenis spesies serta hilangnya habitat (Fontaine. Manajemen adaptif   dapat   membantu   mengurangi   dampak­dampak   antropogenik   yang   dihasilkan   dari masalah di atas.perubahaan penggunaan lahan.   pendekatan   yang   paling   cocok   adalah   pengembangan   dan analisa skenario­skenario yang terjadi dan mungkin terjadi. 2011) dan masih banyak lagi. pola sirkulasi. kimia laut. . Disaat ketidakpastian sangat besar namun kemampuan kita   untuk   mengontrol   rendah. 2011. serta kekurangan air.