You are on page 1of 7

KARAKTERISTIK MARSHALLDALAM ASPAL CAMPURAN

PANAS AC-WC TERHADAP VARIASI TEMPERATUR
PERENDAMAN

Leily Fatmawati

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
Jln. Prof. H. Sudarto, S.H. Tembalang, Semarang 50275 Telp. (024) 7473417
Email : sipil.polines@yahoo.co.id

Abstract
Road roughness layer construction work in Indonesia as long as this concern, i.e.
damaged before age plans, although not all of these statements are valid in General.
As an indication of overload or cause factor is often referred to by Physical Damage
Factor (P.D.F.), time loaded and environmental change or the drainage function is
not optimal. All three of these factors as the cause of the occurrence of the damage.
The use of a material with a better quality of aggregate gradation of mainly filler
material as well as asphalt binder material, as well as planning, quality of execution
and how strict scrutiny. This research was conducted to measure up to the
temperature influence of roughness asphalt macadam on the mixture of hot mix
asphalt AC-WC using hard asphalt (Asphalt Pen 60/70) about Marshall
characteristics and the result expected can provide information of Department of
Public Work. In the study done of making test with variations in soaking
temperature for analyzing how performance degradation when soaking temperature
paved mixture does not fit standard (standard temperature of 60° C).

Kata kunci : Asphalt Pen 60/70, AC-WC, Marshall, Soaked Temperature

PENDAHULUAN jalan (beton aspal) dengan kualitas
Jalan merupakan infrastruktur dasar yang lebih tinggi, yang berupa agregat
dan utama dalam menggerakkan roda sebagai bahan pengisi dan aspal
perekonomian nasional dan daerah. sebagai bahan pengikat.
Kerusakan jalan di Indonesia Lapisan Aspal Beton (Laston)
umumnya disebabkan oleh memiliki tingkat fleksibelitas yang
pembebanan yang terjadi berlebihan tinggi sehingga penempatan langsung
(overload) atau disebabkan oleh di atas lapisan seperti lapisan aus (AC-
Physical Damage Factor (P.D.F.) Wearing Course) membuat lapisan ini
berlebih, banyaknya arus kendaraan rentan terhadap kerusakan akibat
yang lewat (repetisi beban) sebagai temperatur yang tinggi dan beban lalu
akibat pertumbuhan jumlah kendaraan lintas berat. Jenis kerusakan yang
yang cepat terutama kendaraan sering terjadi pada Laston adalah
komersial dan perubahan lingkungan pelepasan butiran dan retak. Di
atau oleh karena fungsi drainase yang samping hal tersebut, kerusakan jalan
kurang baik. Untuk itu, dibutuhkan juga karena terlalu tingginya viskositas
penggunaan material untuk perkerasan aspal keras saat pencampuran dengan

dengan Portland. b. Sand Perendaman“ dengan mengacu pada Equivalent Test . dan Berat Jenis Umum Bidang Jalan dan Jembatan serta uji kelekatan terhadap agregat tahun 2010. VFA (Void mutu perkerasan yang lebih tinggi. Pengujian benda uji Marshall dengan pekerjaan beton aspal dengan tujuan mendapatkan sifat- campuran panas.1998 a. VMA (Void menggunakan Aspal Pertamina Pen Mix Aggregate) dan Marshall 60/70 terhadap nilai karakteristik Quotient (MQ) Marshall dari Laston AC-WC. agregat METODOLOGI PENELITIAN kasar dan agregat halus dari AMP Penelitian ini dilakukan di Adhi Karya Persero Cabang Mangkang Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Semarang. serta filler dari semen Negeri Semarang. dan Keausan (Los Spesifikasi beton aspal campuran Angeles Abrasion) panas 2010. Membuat benda uji Marshall jalan dan semua pihak yang terkait e. terutama tentang sifat seperti : Stabilitas. Kekekalan MarshallDalam Aspal Campuran Panas (Sulfate SoundnessTest). Berat Jenis. Highway and Transportation Official Karakteristik Marshall Dalam Aspal Campuran ………. Dari Pengujian-pengujian yang dilakukan permasalahan diatas. Daktilitas. Flow. aspal tidak terkontrol. dengan metode Marshall menurut tahap kedua pembuatan benda uji American Association of State dengan kadar aspal optimum (KAO). b)dan Spesifikasi pengendalian mutu di Asphalt Mixing Umum Bidang Jalan dan Jembatan Plant (AMP) sehingga temperatur tahun 2010. Pengujian agregat meliputi laboratorium tentang “Karakteristik :Gradasi.agregat akibat tidak berjalannya (AASHTO. Titik adalah untuk mengkajiperilaku Nyala. Bentuk AC-WC terhadap Variasi Temperatur butiran (Particle Shape). Mempersiapkan bahan. perlu dilakukan meliputi : penelitian dengan melakukan uji a. yaitu penelitian ini adalah untuk menyaring agregat untuk memperoleh suatu hasil penelitian kebutuhan perencanaan campuran yang dapat memberikan masukan rencana (Job Mix Formula) kepada penanggung jawab pembina d. Pengujian aspal meliputi : Tujuan dari penelitian ini Penetrasi. VIM desain campuran aspal panas dengan (Void In The Mix). Kelarutan dalam campuran beraspal panas yang Tetrachlorethylene (CCl4). menggunakan Aspal Pen 60/70 yang Kehilangan berat.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode pengujian dalam 2 tahap. Filled With Asphalt). tahap pertama eksperimen berdasarkan pada pedoman menentukan perkiraan kadar aspal perencanaan campuran beraspal panas rencana (Pb) dan pembuatan benda uji. Titik Lembek. Adapun manfaat dari c. (Leily Fatmawati) 89 . Penetrasi setelah dibuat sesuai dengan Spesifikasi kehilangan berat. Penelitian ini menggunakan Aspal Petamina Pen 60/70.

Sampel 60 65 70 75 80 Benda Uji 1 Campuran dengan aspal Pen 60/70 2 2 2 2 2 10 Sumber : Hasil Penelitian 2013 10 Keterangan :KAO = Kadar aspal optimum 90 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. Sehingga.00% -0.5%. VMA.Jumlah benda uji untuk masing-masing dan MarshallFlow. Setiap dan suhu pemadatan. Sampel -1.18 No. dibuat benda uji 1%) dengan masing-masing kadar dengan variasi suhu pencampuran aspal dibuat 2 benda uji.Jumlah benda uji pada Tahap 2. Tahap 1 : Membuat perkiraan untuk mendapatkan nilai kadar kadar aspal rencana (Pb).50% 1. +1.Jumlah Benda Uji pada Tahap 1 Kadar aspal ( % ) Jumlah No.2 Desember 2013 88-94 . Jumlah benda uji pada (pemadatan standar). total benda uji berbeda setiap 0. Total benda uji untuk ketentuan dibuat benda uji satu jenis aspal adalah 12 buah sejumlah 6 variasi kadar aspal yang benda uji.5%. Benda uji ini benda uji kemudian dipadatkan kemudian dipadatkan 2 x 75 kali sebanyak 2 x 75 kali tumbukan tumbukan. 3 variasi kadar aspal di atas Pb terlihat pada Tabel 1. Tahap 2 : Berdasarkan nilai KAO kadar aspal dibawah Pb (-0. .50% Benda Uji 1 Campuran dengan aspal Pen 60/70 2 2 2 2 2 2 12 Sumber : Hasil Penelitian 2013 Total 12 Keterangan :Pb = Perkiraan kadar aspal rencana Tabel 2.50% Pb 0. tahap adalah sebagai berikut : VFA dan Marshall Quotient (MQ) a. diuji dengan metode Marshall dan dievaluasi nilai Stabilitas Marshall Tabel 1.5%) dan 2 variasi b. kadar aspal optimum (KAO) Temperatur Perendaman (derajad celcius) Jumlah No. pada tahap 2.00% 1. (+0.5% dengan rincian untuk tahap 1 adalah 12 benda uji. VIM. kemudian tahap 2 terlihat pada Tabel 2. dengan aspal(KAO). +1%.

77 1.00 100.7 36.00 10.16 no.80 6.6 no.73 7.1 no.100 no.00 100.28 37.05 100.08 1.279 1.0-13.94 100.8 # 2.00 100.00 20.09 8.12 25.Tabel 3.00 0.34 94. mm Sumber : olah data 2013 Gambar 1 Grafik Gradasi Campuran Karakteristik Marshall Dalam Aspal Campuran ………. Gradasi Gabungan untuk Campuran Proporsi Agregat 15.32 2.36 1.59 1.34 43-63 no.0% 6.43 13.63 13-19.21 90-100 # 3/8" # 9.00 # 1/2" # 12.17 18.00 90.38 86.00 80.0 Sumber : Hasil Penelitian 2013 100.22 49.0% Spek Ukuran Saringan Batu Pecah Batu Pecah Abu Kombinasi Pasir 2010 ASTM (mm) 1/2 0.60 52.00 90.00 100.16 # 1.4 # 4.17 9-15.074 0.84 18.00 100.5 3.11 4.85 41.00 79.5/1 Batu # 1" # 25.61 35. % 60.00 > Pesentase Lolos.0-10.59 16.00 98.30 no.8 no.00 30.4 100.00 70.98 79.34 19-25.200 no.20 87.00 4.58 16.00 40.82 100.00 50.75 1.45 2.149 1.22 1.94 26.4 3/8" 1/2" 3/4" > Ukuran Saringan.50 # 0.0 no.00 100. (Leily Fatmawati) 91 .88 100.5% 42.35 66.5 no.00 100.73 28-39.00 no.00 100.200 # 0.00 100.100 # 0.1 no.39 2.45 72-90 no.5% 36.00 100.50 no.18 1.79 6.30 # 0.00 100.00 100.00 # 3/4" # 19.

VIM.18 No.Nilai Stabilitas kemudian dilakukan analisis. VMA. 92 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. VFA penelitian ini disajikan dalam Tabel 3 dan Marshall Quotient (MQ) dan dan Gambar 1. VIM. VMA.Gambar 3. Marshall terkait dengan kinerja dari density. Grafik Hubungan Karakteristik Marshall Aspal Pertamina Pen 60/70 terhadap Suhu Rendaman (Tahap 2) Selanjutnya diuji Stabilitas Marshall Gradasi yang digunakan dalam dan MarshallFlow.2 Desember 2013 88-94 . VFA. Secara umum Stabilitas Marshall akan turun HASIL DAN PEMBAHASAN seiring dengan bertambahnya VIM.

mempunyai nilai Stabilitas Marshall bentuk butir. Akibat suhu disebabkan oleh suhu yang tinggi yang tinggi. hal ini rendaman. Stabilitas Marshall semakin kecil. dapat dikatakan bahwa campuran aspal beton campuran panas DAFTAR PUSTAKA semakin fleksibel dan akan cenderung Karakteristik Marshall Dalam Aspal Campuran ……….Stabilitas Marshall adalah beban menjadi plastis dan lentur. cohesifness. UP2M Polines yang flow yang dipengaruhi oleh kadar telah membantu terselenggaranya aspal. Faktor-faktor yang dapat dibatasi untuk Laston AC-WC harus mempengaruhi MQ adalah gradasi. peneliti yang telah bekerja untuk Campuran yang memiliki nilai proses Penelitian. sehingga maksimum yang dapat ditanggung oleh mudah berubah bentuk (deformasi) benda uji pada suhu 60ºC dalam satuan apabila menahan beban lalu lintas beban. MQ rendah. rendaman. maka dapat Bidang Jalan dan Jembatan tahun 2010 disimpulkan bahwa semakin tinggi dibatasi mempunyai Flow minimum 3 suhu rendaman. (Leily Fatmawati) 93 . Semakin besar suhu energi dan temperatur pemadatan. gradasi dan sifat Polines yang telah membiayai cohesifness dari agregat penyusun serta Penelitian ini. kadar aspal. kekentalan (viscosity) dan Penelitian. juga turun. antara lain (interlocking). Dengan bertambahnya suhu Marshall semakin menurun. minimum 800 kg. peneliti mengucapkan terima kasih Nilai MQ sangat tergantung oleh yang sebesar-besarnya kepada berbagai besarnya nilai Stabilitas yang pihak yang telah mendukung dipengaruhi gesekan antar butir pelaksanaan Penelitian ini. Dalam Spesifikasi Umum campuran adalah kaku dan kurang Bidang Jalan dan Jembatan tahun 2010 lentur. tahun 2010 dibatasi mempunyai MQ sehingga harga bagi Marshall (MQ) minimum 250 kg/mm. Sedang aspal beton indikator dari kekuatan lapis campuran panas yang memiliki MQ perkerasan dalam memikul beban lalu tinggi yang menunjukkan bahwa lintas. Dari hasil analisis dan pembahasan Dalam Spesifikasi Umum yang telah diuraikan.Dalam Spesifikasi aspal beton dan nilai flow naik dengan Umum Bidang Jalan dan Jembatan bertambahnya suhu rendaman. aspal akan meleleh dan melelehkan aspal dalam campuran flow menjadi besar. Marshall) dengan Pelelehan (flow). flow akan naik. Hal ini disebabkan karena MQ (Marshall Quotient) adalah suhu yang tinggi melelehkan aspal hasil bagi antara MS (Stabilitas dalam campuran. Hal ini mengindikasikan pendekatan UCAPAN TERIMA KASIH kekakuan dan fleksibilitas dari suatu Dalam Pengabdian ini atas nama tim campuran aspal beton campuran panas. nilai stabilitas mm. Hal ini disebabkan aspal tidak SIMPULAN tahan terhadap suhu tinggi. dan para anggota tim jumlah tumbukan. Stabilitas Marshall merupakan tinggi dan berat.

Nova. Standard The Superpave Asphalt Specifications for research Program. Departemen Pekerjaan Umum.C. Penelitian dan Pengembangan 2 (SP-2) Lexington USA.18 No.C.N. 1998a.Part I. Sukirman S. Road and Paving Jalan Raya. 3th Edition Types. Spesifikasi Umum Bidang Jalan The Asphalt Institute. Serrey AASHTO. New Jersey (MS-2). Beton Aspal Systems. T. 1997. Standard Soehartono. Nineteenth Edition. 1996. Pekerjaan Umum P. Concrete and Other Hot-Mix Soils and Concretes. Test. The Transfortation Materials and University of Texas at Austin Methods of Sampling and Shell Bitumen. Jakarta Kennedy. Departemen Pekerjaan Umum. Design Methods for Asphalt Atkins H. Mediatama Saptakarya. The Bottom Line: Superpave System Works. 1997. 1993. 1999 . Highway Materials. Washington The Asphalt Institute.C. Specifications.Published By The Campuran Panas. Superpave dan Jembatan.AASHTO. Mix D. Bitumen Hand Book.2 Desember 2013 88-94 . Manual Series No. East Molesey Washington D. Methods of Sampling and Yayasan Badan Penerbit Testing. Perkerasan Lentur ASTM. Teknologi Aspal Specifications for dan Penggunaannya dalam Transfortation Materials and Konstruksi Perkerasan Jalan.Part II. The Shell Testing. American Society of Testing Bandung Material Officials. Published Nineteenth Edition. Jakarta Washington D. Badan Mix Design. By Shell Bitumen. Manual Series No.Granit. PU. 1998b.T. 94 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. Lexington USA. 2 Prentice Hall. Asphalt Institute. 1996. W. 2010 . 2010. 1990. 2003. Bandung Materials Vehicle – Pavement Sukirman S.