Telinga terdiri dari telinga luar, tengah dan dalam.

Ketiga bagian ini bekerjasama
menangkap gelombang suara dan menjadikannya bunyi yang nyata. Awalnya, gelombang
suara diterima oleh telinga luar. Telinga luar sendiri terdiri dari daun dan liang telinga. “Daun
telinga menampung suara, yang kemudian disalurkan ke liang telinga,” jelas dr. Darnila
Rani, Sp.THT dari RSCM.

Dari liang telinga, suara kemudian masuk ke telinga tengah melalui gendang telinga. Di
belakang gendang telinga, terdapat tulang pendengaran yang bentuknya menyerupai rantai.
Tulang-tulang ini saling berhubungan pada sendi dan berfungsi mengantarkan gelombang
suara hingga menggetarkan gendang dan sampai ke telinga dalam.
Di telinga dalam terdapat alat penerima yang disebut rumah siput. Di dalam rumah siput
terdapat ujung-ujung saraf, cairan, dan organ yang mengambang. Gelombang suara yang
diantarkan gendang dan tulang telinga akan menggetarkan cairan dalam rumah siput,
sehingga membuat organ yang mengambang bergerak dan menyentuh ujung-ujung saraf
pendengaran. Proses yang tadinya menggunakan tenaga mekanik kemudian diubah menjadi
tenaga listrik, dan disampaikan ke otak sehingga kita mendengar suara.

Sementara sebagai alat keseimbangan, prosesnya lebih kompleks. Proses terjadi di telinga
dalam. Telinga bekerjasama dengan organ lain seperti mata, sendi-sendi, otak dan lainnya.
Jika ada dua organ yang tidak berfungsi, maka keseimbangan kita pun akan hilang.

BAHAYA MENGOREK
Bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang
bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga, sulit menembus bagian yang lebih
dalam. Tugas menghalau kotoran juga dilakukan kelenjar rambut yang terdapat di bagian
depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen.
Kita lebih mengenalnya sebagai tai telinga atau getah. Tai telinga inilah yang akan
menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Orang sering salah kaprah menyangka tai telinga sebagai kotoran. Padahal, fungsinya
sangat penting untuk membersihkan kotoran yang masuk. Secara alamaiah, kotoran yang
masuk akan kering dan keluar sendiri. “Tai telinga tidak usah dibuang, kecuali jika
menggumpal dan menyumbat liang telinga sehingga menghalangi masuknya gelombang
suara ke telinga dalam,” tegas Darnila. Lagipula, tak banyak kasus orang yang mengalami
penggumpalan getah ini.

Dalam kadar normal, tai telinga hanya menutupi permukaan dinding telinga. Jika
dibersihkan, getah akan diproduksi lagi. Maka, telinga sebaiknya tidak dibersihkan dengan
cara dikorek. Cukup bersihkan bagian luar saja, yaitu daun dan muara liang telinga. “Bagian
lebih dalam dari itu, seumur hidup pun tak perlu dibersihkan,” tegas Darnila.
Salah satu yang sering dilakukan orang adalah mengorek telinga. Tak banyak yang tahu,
mengorek telinga justru akan mengakibatkan terdorongnya getah telinga ke bagian yang
lebih dalam yang bukan tempatnya. Jika getah ini dibersihkan, maka getah akan diproduksi
lagi. Jika pengorekan dilakukan terus-menerus, getah yang terdorong akan menumpuk dan
menyumbat, sehingga pendengaran pun menurun karena gelombang suara tak bisa
disalurkan dengan baik.

Mengorek telinga juga bisa mengakibatkan perbenturan sebab telinga kita bentuknya
bersudut. Perbenturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan.
Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga bisa mengakibatkan trauma, ditambah
dinding telinga kita mudah berdarah.

Membersihkan telinga dalam keadaan seperti ini sangat berbahaya. Jadi. Nah. Telinga adalah bagian tubuh yang penting dan berperan sebagai sistem pertahanan alami untuk mencegah masuknya kotoran dan bakteri ke dalam telinga. dada sampai perut. Batuk-batuk adalah refleks yang ringan. mengorek telinga juga bisa bikin kolaps. jangan membersihkan telinga . Anda mungkin pernah mengalami batuk-batuk saat mengorek kuping.Masih ada lagi. serumen yang menumpuk dapat menurunkan kemampuan pendengaran. Inilah cara yang aman untuk membersihkan telinga. Refleks yang berat dan berbahaya bisa mengakibatkan kolaps. <tp>Yenti Aprianti Telinga dapat tersumbat jika terlalu banyak “lilin telinga” (serumen) yang dihasilkan oleh kelenjar liang telinga menumpuk di dalamnya. 1 Pastikan telinga tidak mengalami infeksi atau gendang telinga sobek. hal ini disebabkan adanya refleks saraf pagus yang terdapat di dinding telinga. Namun. Metode 1 dari 2: Membersihkan Telinga Sendiri 1. Saraf pagus membentang ke tenggorokan.

o Keluar cairan berwarna hijau atau kuning dari telinga. . Campurkan air hangat dengan salah satu dari bahan-bahan berikut: o Satu atau dua sendok teh hidrogen perosida 3-4%. sendiri di rumah jika Anda curiga ada masalah pada telinga Anda. 2 Buatlah cairan pembersih untuk melembutkan kotoran telinga. o Telinga terasa sangat sakit terus-menerus. Gejala infeksi telinga meliputi: [1] o Demam. o Muntah atau diare. Konsultasikan masalah ini pada dokter. o Satu atau dua sendok teh mineral oil. Cairan pembersih telinga berbahan karbamid peroksida bisa didapatkan di apotek. Iklan 2. Anda juga bisa membuat sendiri cairan pembersih ini.

cairan tersebut bisa diteteskan langsung ke dalam telinga. . 3 Siapkan aplikator (opsional). atau bahkan alat tetes mata (eyedropper). o Gunakan alat suntik berujung plastik. 3. bola karet suntik (rubber bulb syringe). o Isilah aplikator dengan cairan tersebut sampai terisi lebih dari setengah bagian. o Satu atau dua sendok teh gliserin. Jika tidak ada aplikator. Jika di rumah tersedia alat yang dapat digunakan sebagai aplikator. proses pembersihan telinga bisa lebih rapi dan mudah.[2].

Proses pembersihan telinga akan bekerja dengan baik jika liang telinga sedekat mungkin dengan arah vertikal. sambil memiringkan kepala. berbaringlah. o Kalau bisa.4. . Biarkan telinga yang akan dibersihkan tersebut berada pada posisi mengarah ke atas. 4 Miringkan kepala. Pastikan untuk meletakkan beberapa lapis handuk di bawah kepala untuk menampung cairan pembersih yang menetes keluar.

o Anda bisa meminta bantuan pada orang lain untuk melakukannya. Masukkan cairan pembersih ke dalam telinga atau letakkan ujung aplikator beberapa sentimeter dekat (tidak masuk) ke bagian liang telinga dan tekan aplikatornya. 5 Masukkan cairan pembersih ke dalam telinga dengan hati-hati. Jangan khawatir. maka akan terdengar bunyi mendesis atau meletup. . keluarnya bunyi ini adalah sesuatu yang normal. Orang lain akan lebih mudah melihat cairan tersebut benar-benar masuk ke dalam telinga.5. o Jika Anda menggunakan hidrogen peroksida.

6. . Waktu yang diperlukan sekitar 5-10 menit. 6 Biarkan cairan pembersih bekerja selama beberapa menit. o Jika Anda menggunakan hidrogen peroksida. Biarkan kepala dalam posisi miring agar cairan pembersih dapat melunakkan kotoran telinga. biarkan cairan bekerja sampai tidak terdengar lagi bunyi mendesis atau meletup.

. Letakkan wadah kosong di bawah telinga atau bola kapas di dekat lubang telinga. jangan masukkan cotton bud ke dalam telinga. Letakkan cotton bud di dekat liang telinga sehingga bisa menampung cairan pembersih.7. o Hati-hati. Miringkan kepala pelan-pelan dan biarkan cairan pembersih keluar dari telinga. 7 Keluarkan cairan pembersih tersebut dari dalam telinga.

o Lakukan pembersihan ini di dekat sebuah wadah. gunakan alat suntik karet untuk menarik keluar serumen tersebut. . o Tarik cuping telinga dan buka liang telinga. Jadi. Semprotkan air hangat-hangat kuku (suhu 37°C) pelan-pelan ke liang telinga. 8 Bersihkan telinga. Anda harus mengeluarkan serumen keluar dan proses ini bisa mengotori sekeliling Anda.8. Setelah serumen melunak. lakukan pembersihan ini di dekat sebuah wadah untuk menampung serumen yang keluar.

9. Tindakan ini dapat merusak gendang telinga dan bagian kulit yang sensitif di dalam liang telinga. Dengan serumen yang menumpuk. 9 Bersihkan telinga kembali. maka perlu untuk mengulangi proses ini dua kali sehari namun tidak lebih dari empat sampai lima hari. . o Jangan terlalu sering membersihkan telinga.

Jika sudah selesai dibersihkan. Miringkan kepala untuk mengeluarkan air. Ulangi proses ini pada bagian telinga lain. Iklan Metode 2 dari 2: Tindakan Medis . 10 Keringkan telinga. letakkan handuk dekat telinga. 10. Tepuk perlahan telinga dengan handuk.

o Telinga terasa penuh. o Tidak bisa mendengar. Jika telinga yang tersumbat tidak dapat dibersihkan sendiri. 1 Kunjungi dokter. Anda mungkin mengalami beberapa gejala berikut:[3]: o Sakit pada telinga terus-menerus.1. buatlah perjanjian dengan dokter yang profesional untuk melakukannya. . Dokter akan memberitahu Anda jika mengalami penyumbatan dan melakukan prosedur yang cepat untuk membersihkan telinga Anda.

2 Gunakan obat pembersih telinga yang dijual bebas. [4] .2. Untuk menangani masalah penumpukan “lilin telinga”. o Dokter juga akan memberi resep obat tetes telinga yang mengandung trolamine polypetide oleate. dokter akan menyarankan untuk menggunakan obat pembersih telinga yang mengandung karbamid peroksida setiap empat sampai delapan minggu sekali.

(alat penyedot biasanya terbuat dari karet). Dokter akan menyemprot telinga Anda dengan water pick (alat penyemprot khusus). Pendengaran Anda pun akan jauh lebih baik. 3 Bersikaplah santai. [5] Rasanya tidak sakit dan dalam beberapa menit telinga akan bersih dan aman. bulb syringe.3. . atau suction (alat penyedot khusus) untuk mengeluarkan sumbatan serumen kecil (lavage) atau sumbatan serumen besar sebagian dengan sebuah instrumen yang disebut curette.

Gunakan kain lembab untuk membersihkan bagian luar telinga atau bersihkan telinga saat mandi.  Jika Anda ragu-ragu. 4. 4 Berkonsultasikan pada spesialis THT jika perlu. .  Jangan lakukan pembersihan menggunakan hidrogen peroksida jika Anda memiliki gendang telinga sobek atau riwayat masalah medis telinga. Tindakan ini mudah dilakukan karena serumen lebih lunak. Iklan Tips  Bersihkan telinga setelah mandi. karena hal ini dapat menyebabkan masalah. Konsultasikan pada dokter atau spesialis THT jika Anda sering mengalami penumpukan serumen. menggunakan cotton bud adalah hal terakhir yang harus dilakukan untuk membersihkan telinga.  Jika Anda memiliki masalah dengan serumen. berkonsultasilah dengan dokter. berkonsultasilah pada dokter THT.  Menurut spesialis THT.

 Terlalu sering menggunakan cotton bud akan menyebabkan liang telinga menipis atau tergores sehingga timbul infeksi bakteri (seperti telinga perenang). Jika terlalu banyak keluar cairan dari liang telinga akibat penggunaan hidrogen peroksida. teteskan baby oil atau mineral oil ke dalam telinga. .