You are on page 1of 5

BUKU HUKUM PERJANJIAN

BAB 1 HUBUNGAN ANTARA PERIKATAN DAN PERJANJIAN
Perikatan(abstrak) adalah suatu hubungan hukum antara dua orang atau dua pihak,
berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut suatu hal dari pihak yang lain,dan pihak
yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. Pihak yang berhak menuntut sesuatu,
dinamakan kreditur atau si ber piutang, sedangkan pihak yang berkewajiban memenuhi
tuntutan dinamakan debitur atau si berutang.
Perjanjian(konkrit) adalah suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain
atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal, yg berupa
rangkaian kata yang mengandung janji-janji atau sanggupan yang diucapkan atau tertulis.
Hubungan antara perikatan dan perjanjian adalah bahwa perjanjian itu menimbulkan
perikatan. Perjanjian adalah salah satu sumber perikatan. Perjanjian juga disebut dengan
persetujuan karena dua pihak itu setuju untuk melakukan sesuatu. Kalau kontrak artian lebih
sempit karena ditujukan kepada perjanjian atau persetujuan yang tertulis.
Perjanjian merupakan sumber terpenting yang melahirkan perikatan. Ada juga
perikatan yang lahir dari “perjanjian” dan ada perikatan yang dari “undang-undang”.
Perikatan yang lahir dari perjanjian, memang dikehendaki oleh dua orang atau dua pihak
yang membuat suatu perjanjian, sedangkan perikatan yang lahir dari undag-undang diadakan
oleh undang-undang di luar kemauan para pihak yang bersangutan. Apabila dua orang
mengadakan suatu perjanjian, maka mereka bermaksud supaya antara mereka berlaku suatu
perikatan hukum. Sungguh-sungguh mereka itu terikat satu sama lain karena janji yang telah
mereka berikan. Tali perikatan ini barulah putus kalau janji itu sudah terpenuhi.
Undang-undang meletakkan kewajiban kepada orang tua dan anak untuk saling
memberikan nafkah. Ini adalahsuatu perikatan yang lahir dari undang-undang semata-mata
atau dari undang-undang saja. Antara pemilik-pemilik pekarangan yang bertentangan,
berlaku beberapa hak dan kewajiban yang berdasarkan atas ketentuan-ketentuan undang-
undang (pasal 625 KUHPerdata).
Jika seorang dengan sukarela dengan tidak mendapat perintah untuk itu,mewakili
urusan orang lain, maka ia berkewajiban untukmeneruskan serta menyelesaikan utusan
tersebut, hingga orang yang diwakili kepetingannya dapat mengerjakan sendiri urusan itu.
Pihak kepentingannya diwakili diwajibkan memenuhi perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh
si wakil itu atas namanya, dan menggantikan semua pengeluaran yang sudah dilakukan oleh
si wakil tadi. Antara dua orang itu ada suatu perikatan yang lahir dari undang-undang karena
perbuatan seseorang. Perbuatan tadi adlaah perbuatan yang halal. Antara dua orang tersebut
oleh undang-undang ditetapkan beberapa hak dan kewajiban yang harus mereka indahkan
seperti hak dan kewajiban yang timbul dari perjanjian ( pasal 1354 KUHPerdata).
Tiap-tiap pembayaran memperkitakan adanya suatu utang. Apa yang dibayarkan
dengan tidak diwajibkan, dapat dituntut kembali. Antara orang yang membayarkan tanpa
diwajibkan dan orang yang menerima pembayaran, oleh undang-undang ditetapkan suatu
perikatan. Orang yang membayar berhak menuntutnya kembali, sedangkan orang yang
menerima pembayaran berkewajiban mengembalikan pembayaran itu (pasal 1359
KUHPerdata).

Perikatan bersyarat Suatu perikatan adalah bersyarat. Apabila saya berjanji untuk menyewakan rumah saya kalau saya dipindahkan keluar negeri. ataupun menentukan lama waktu berlakunya suatu perjanjian atau perikatan. Syarat potestatif=Semua perjanjian adalah batal. Persewaan itu akan berakhir secara otomatis. dalam hal ini suatu perbuatan yang melanggar hukum. Sebaliknya. Tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain. Perikatan dengan ketetapan waktu Perikatan dengan ketetapan waktu hanya menangguhkan pelaksanaannya saja. Tetapi ada juga perikata yang agak lebih rumit. dan penuntutan ini dapat dilakukan seketika. BAB II BERMACAM-MACAM PERIKATAN Apabila di masing-masing pihak hanya ada satu orang. yaitu antara orang yang melakukan perbuatan melanggar hukum dan orang yang menderita kerugian karena perbuatan tersebut. Perikatan dengan suatu syarat tangguh= perikatan lahir hanya apabila peristiwa yang dimaksud itu terjadi dan perikatan lahir pada detik terjadinya peristiwa itu. maka perjanjian sewa-menyewa dan perikatan yang timbul karena itu. mewajibkan orang yang karena salahnya menimbulkan kerugian itu. Apabila saya menyewakan rumah saya per 1 januari 2005. di mana oleh undang-undang ditetapkan suatu perikatan antara 2 orang. maka perikatan ini merupakan bentuk yang paling sederhana. Perikatan dengan suatu syarat batal= suatu perikatan yang sudah lahir. baik secara menangguhkan lahirnya perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu.apabila ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang dan masih belum tentu akan terjadi. b. Suatu syarat yang berada dalam kekuasaan orang yang terikat(debitur). Di sini pun ada suatu kejadian. . mengganti kerugian tersebut. Perikatan ini lahir dari “undang-undang karena perbuatan seorang”. jika pelaksanannya semata- mata tergantung pada kemauan orang yang terikat. justru berakhir atau dibatalkan apabila peristiwa yang dimaksud itu terjadi. Pengaksepan sebuah surat wesel yang hari bayarnya ditetapkan pada suatu tanggal tertentu atau satu bulan sesuadah hari pengaksepan. kalau anak saya pulang ketanah air. apabila saya sekarang juga menyewakan rumah saya kepada si A. maka persewaan itu adalah suatu persewaan dengan suatu syarat batal. adalah suatu perjanjian dan perikatan dengan suatu syarat tangguh. sedangkan sesuatu yang dapat dituntut hanya berupa satu hal. maka perjanjian sewa mengenai rumah itu adalah suatu perjanjian dengan suatu ketetapan waktu. maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadinya atau tidak terjadinya peristiwa tersebut. adalah suatu perjanjian (antara pengaksep dan penari wesel) dengan suatu ketetapan waktu. bentuk-bentuknya adalah: a. dengan ketentuan bahwa persewaan itu akan berakhir kalau anak saya yang berada di luar negeri pulang ke tanah air. ataupun menyewakan sampai tanggal 1 januari 2010. Perikatan dalam bentuk yang paling sederhana ini dinamakan perikatan bersahaja atau perikatan murni.

si berutang dibebaskan jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perjanjian. bahwa ia akan saya bebaskan dari utangnya kalau ia menyerahkan kudanya kepada saya ataupun sepuluh kwintal berasnya. Apabila sya menjual sawah saya kalau sudah panenan atau menjual sapi saya kalau sapi itu sudah beranak. Begitu pula pembayaran yang dilakukan kepada salah seorang kreditur membeaskan si berutang terhadap kreditur-kreditur yang lainnya. maka perjanjian-perjanjian itu merupakan perjanjian- perjanjian dengan ketetapan waktu. Perikatan tanggung-menaggung atau soldier Dalam perikatan ini. maka si berpiutang boleh menuntut penyerahan salah satu. maka jika itu terjadi diluar salahnya si berutang. Suatu syarat yang mengandung suatu peristiwa yang belum pasti akan terjadinya. Bagaimana apabila saya meninggal? Apakah sautu perjanjian bersyarat atau suatu perjanjian dengan ketetapan waktu? Lazimnya itu dianggap sebagai suatu perjanjiandengan ketetapan waktu. Jika kedua-dua barang itu telah hilang dan si berutang bersalah tentang hilangnya salah satu barang tersebut. maka ia diwajibkan membayar harga barang yang hilang paling akhir. maka iadapat menagih seluruh piutangnya kepada si perikatan tanggung-menaggung itu diamksdunya untuk membikin aman kedudukan . sebab kalau penagihan terhadap si A menmui kegagalan. adalah kebalikan dari sautu ketetapan waktu yang pasti. c. di salah satu pihak terdapat beberapa orang. Misalnya. kreditur mempunyai suatu jaminan yang kuat bahwa piutangnya akan dibayar lunas. Dalam suatu periaktan tanggung menanggung. Dalam halbeberapa orang terdapat di pihak debitur. maka tiap- tiap kreditur berhak menuntut pemabyaran seluruh utang. maka perikatan mana suka itu menjadi suatu perikatan murni dan bersahaja. menurut pilihannya d. maka tiap-tiap debitur itu dapat untuk memenuhi seluruh utang. Dengan sendirinya pemabayaran yang dialkkan oleh salah seorang debitur. membebaskan debitur-debitur yang lainnya. Sebab. maka terserah kepada is berutang. Dalam hal ini di berutang berhadapan dengan beberapa orang kreditur. Hal memilih ada pada si berutang. si berpiutang harus mendapat barang yang masih ada. Jika hilangnya salah satu barang tadi terjadi karena kesalahan si berutang. jika hak ini tidak secara tegas diberikan kepada si berpiutang. Jika hak memilih ada pada si berpiutang dan hanya salah satu barang saja yang hilang. tetapi ia tidak boleh memaksa si berpiutang untuk menerima sebagian dari barang yang satu dan sebagian barang yang lainnya. Sekarang saya mengadakan suatu perjanjian dengan dai. untuk memilih kepada kreditur yang mana ia hendak membayar utangnya selama ini belum diguagt oleh salah satu. maka si berpiutang dapat menuntut peneyrahan barang yang masih ada atau harga barang yang telah hilang. Dalam hal beberapa terdapat di pihak kreditur. Jika kedua duanya barang musnah. saya mempunyai suatu tagihan uang seratus ribu rupiah pada seorang petani. Apabila asalah satu dari barang-barang yang dijanjikan musnah atau tidak lagi dapat diserahkan. matinya seseorang biar pun tidak pasti kapan adalah suatu peristiwa yang pasti akan datang. yang sudah lama tidak dibayarnya. Perikatan mana suka (alternatif) Dalam perikatan ini.

Perikatan yang dapat dibagi dan yang tak dapat dibagi Dapat dibagi menurut sifatnya. si pemborong akan dikenakan denda seratus ribu untuk tiapbulan terlambat. meskipun utang itu dapat dibagi-bagi (pasal 1390 KUHPerdata). Atau seorang pedagang lain. Jelaslah bahwa ketentuan- ketentuan yang dicantumkan dalam perjanjian itu mengandung untuk mendorong ke arah dalam perjanjian itu sendiri. tiap-tiap kreditur hanyalah berhak menuntut suatu bagian menurut imbangan dari prestasi tersebut. bahwa pemenuhan perikatan tidak dapat dituntut lebih dari satu kali. Perikatan dengan ancaman hukuman Suatu perikatan di mana ditentukan bahwa di berutang. f. Dengan demikian. Dalam hukum dagang setiap pengaksep suwat-wesel dan begitu pun setiap endosan (orang yang memindahkan surat wesel) harus menanggung aksepatasi wesel dan pembayaran wesel tersebut. Kedua. karena kuda tidak dapat dibagi tanpa kehilangan hakekatnya. diwajibkan memenuhi prstasi tersebut seluruhnya. dengan ketentuan apabila ia melanggar perjanjian itu. 1 Januari 2017. biarpun ada suatu prestasi yang dapat dibagi. Sebab. Akibat hukumnya adalah: dalam hal suatu perikatan tidak dapat dibagi. sedangkan masing-masing debitur juga hanya diwajibkan memenuhi bagiannya. Mempunyai 2 maksud yaitu: pertama. sedangnkan masing-masing debitur. dengan ketentuan. Dalam hal suatu perikatan dapat dibagi. seorang kreditur. berapa besarnya kerugian itu harus dibuktikan oleh si berpiutang. untuk membebaskan si berpiutang dari pembuktian tentang jumlahnya atau besarnya kerugian yang dideritanya. Tiada seorang debitur pun dapat memaksakan krediturnya menerima pembayaran utangnya sebagian. supaya orang tidak mendirikan suatu perusahaan yang menyaingi perusahaanya. Misalnya: saya menagdakan sutu perjanjian dengan seorang pemborong untutk mendirikan sebuah gedung yang harus selesai pada tangga. serentetan orang semuanya suatu contoh dari suatu perikatan tanggung-menanggung. untuk mendorong atau menjadi cambuk bagi si berutang supaya ia memenuhi kewajibannya. Sebaliknya tak dapat dibagi kewajiban untuk menyerahkan seekor kuda. Karena itulah. . Tidaklah berbeda. diwajibkan melakukan sesuatu apabila perikatannya tidak dipenuhi. misalnya suatu perikatan untuk menyerahkan sejumlah barang atau sejumlah hasil bumi. Misalnya dalam suatu perikatan hanya ada seorang debitur. apakah adanya beberapa orang kreditur atau debitur itu sudah sejak lahirnya perikatan atau baru kemudian. maka suatu piutang wesel merupakan suatu piutang yang mempunyai jaminan kuat tentang pembayaran. Satu sama lain. maka perikatan itu harus dianggap tak dapat dibagi. e. misalnya karena pengoperan piutangnya atau karena pewarisan. ia dikenakan denda satu juta rupiah. maka tiap-tiap kreditur berhak menuntut seluruh prestasinya pada tiap-tiap debitur. untuk jaminan pelaksanaan perikatannya.

Pengertian perikatan Menurut sejarahnya “verbintenis” berasal dari perkataan Perancis “oblogation” yang terdapat dalam code civil Perancis. b. Istilah peritan 1. Jadi “overeenkomst” mengandung kata sepakat sesuai dengan azas konsensualisme yang dainut oleh BW/ oleh karena itu. KUHPerdata. Subekti dan Tjiptosudibio menggunakan istilah perikatan untuk “ Verbintenis” dan Persetujuan untuk “ Overeenkomst” 2. di mana penjelasannya terdapat dalam Institutiones Jutianus. istilah terjemahannya pun harus dapat mencerminkan azas kata sepakat tersebut. . dalam bukunya Pengantar Dalam Hukum Indonesia memakasi istilah Perutangan untuk “Verbintenis” dan Perjanjian untuk “Oveerenkomst” 3. Buku Pokok-Pokok Hukum Perikatan Bab 1 Pendahuluan a. Utrecht. yang selanjutnya merupakan pula terjemahan dari eprkataan “obligatio” yang terdapat dalam hukum Romawi Corpus Iuris Civilis. Berlandaskan alasan tersebut penulis lebih menyetujui penggunaan istilah Persetujuan. Ahmad Ichasan dalam bukunya Hukum Perdata IB menrjemahkan “Verbintenis” dengan Perjanjian dan “Overeenkomst” dengan “Persetujuan”mehu “Overeenkomst” berasal dari kata kerja “Overenkomen” yang artinya “setuju” atau “sepakat”.