Pengaruh pH dan Waktu Ozonasi terhadap Penurunan Berat

Molekul Alginat dengan Metode Ozonasi

Afin Nurdiansyah1, Diana Ratnasari 2, Aji Prasetyaningrum3)
1,2,3
Jurusan Teknik Kimia, Teknik, Universitas Diponegoro
Email : dianaratnasari28@gmail.com

Abstrak
Alginat merupakan senyawa yang diekstrak dari berbagai jenis alga coklat salah satunya jenis
Laminaria claustoni. Alginat tersusun dari β-D-mannuronat (M) dan α-L-guluronat (G) dengan ikatan
1-4 Glikosida. Alginat banyak digunakan sebagai bahan pembentuk gel dan pengental dalam berbagai
bidang industri. Pemanfaatan alginat ini dibatasi berat molekulnya yang tinggi sehingga
penggunaannya belum luas. Untuk memperoleh manfaat alginat yang lebih luas maka Alginat dengan
Berat Molekul Tinggi (ABMT) perlu diubah menjadi Alginat Berat Molekul Rendah (ABMR). ABMR
dapat dibuat dengan depolimerisasi. Metode depolimerisasi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah ozonasi. Ozon digunakan karena memiliki banyak kelebihan antara lain ramah lingkungan,
memiliki potensial oksidasi tinggi serta aman digunakan karena waktu tinggalnya tidak lama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pH dan waktu terhadap viskositas intrinsik larutan
alginat. Viskositas intrinsik kemudian dikonversi ke berat molekul dengan menggunakan persamaan
Mark-Houwink. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pH rendah menghasilkan penurunan
berat molekul alginat yang signifikan. Berat Molekul Alginat terendah diperoleh sebesar 16,041 kDa
pada waktu ozonasi 20 menit dan pH 2. Hasil analisa FT-IR menunjukkan bahwa proses degradasi
terjadi akibat adanya pemutusan ikatan glikosida pada polimer.

Kata Kunci : Alginat, depolimerisasi, ozon,viskositas intrinsik, berat molekul, FT-IR

Abstract
Alginate is a compound extracted from various kinds of brown algae, one of them is Laminaria
claustoni. Alginate is composed of (1–4)-linked β-D-mannuronic acid and α-L -guluronic acid. Alginate
is widely used as gelling and thickening agents in various industrial fields. The alginate utilization is
limited because of its high molecular weight. To generate wider benefits of alginate,the alginate with a
high molecular weight (HMWA) needs to be converted to a lower molecular weight alginate (LMWA).
LMWA can be made by depolymerization . Depolymerization method used in this study is ozonation .
Ozone is used because it has many advantages such as enviromentally friendly, have a high oxidation
potential and safe and easy to use. This study aimed to assess the effect of pH and time on the intrinsic
viscosity alginate solution . The intrinsic viscosity is then converted to molecular weight using the Mark
- Houwink equation . The results showed that the use of low pH resulted in lower molecular weight
alginates significantly . The lowest alginate molecular weight of 16.041 kDa is obtained at the time of
ozonation 20 minutes and pH 2. FTIR analysis results indicate that the degradation process occurs due
to the termination of the glycoside bond on the polymer.

Keywords : Alginate, depolymerization, ozone, intrinsic viscosity, molecular weight, FT-IR

1. PENDAHULUAN dimanfaatkan dalam bidang pangan maupun non
Alginat merupakan senyawa yang diekstrak pangan. Dalam bidang pangan, alginat banyak
dari berbagai jenis alga coklat seperti Laminaria digunakan sebagai pensuspensi dalam susu coklat,
claustoni, Laminaria hyoerborea, Laminaria digitata, pengatur viskositas pada yoghurt, dan penstabil emulsi
Laminaria japonica, Macrocystis pyrifera, Eclonia dalam es krim. Dalam bidang non pangan, alginat
maxima, Lessonia nigrescens, Durvillea antartiva dan banyak digunakan sebagai pengental pada textile
Sargassum sp (Draget et al., 2005). Alginat tersusun printing, pengatur keseragaman dan kehalusan
dari β-D-mannuronat (M) dan α-L-guluronat (G) permukaan kertas, dan pengontrol stabilitas lem yang
dengan ikatan 1-4 Glikosida. Alginat telah lama terbuat dari pati (Hay et al., 2013).

1
Pemanfaatan alginat sangat tergantung (p.a.Merck), NaOH (p.a.Merck), etanol 95% dan air
dengan berat molekulnya. Alginat dengan berat distilat yang diperoleh dari laboratorium Membrane
molekul tinggi memiliki manfaat yang terbatas Research Center (MeR-C) Universitas Diponegoro.
sehingga perlu diubah menjadi alginat dengan berat
molekul rendah untuk memperoleh manfaat yang lebih 2.2 Metode
luas. Alginat berat molekul rendah dapat diperoleh 2.2.1 Persiapan Larutan Alginat
dengan depolimerisasi senyawa alginat. Buat larutan alginat konsentrasi 1% (w/v)
Depolimerisasi alginat dilakukan dengan beberapa dengan melarutkan 1 gram bubuk alginat kedalam 100
metode dan dapat dibagi menjadi menjadi beberapa mL air distilasi dengan pengadukan. Larutan
kategori utama; (1) termal (2) hidrolisis asam (3) kemudian ditempatkan di dalam beaker glass 250 mL.
enzimatik (4) radiasi gelombang mikro dan ultrasonik
(5) oksidatif . Depolimerisasi metode termal dilakukan 2.2.2 Persiapan Ozon Generator
oleh Aida et al. (2009), Holme et al. (2003) dan Holme Gas ozon dalam ozon generator diproduksi
et al. (2008). Depolimerisasi alginat dengan metode dari lucutan corona (Corona Discharge). Ozon
termal memiliki kelemahan yaitu pada suhu tinggi generator beroperasi pada tegangan 40 kV dan laju alir
struktur alginat mudah untuk rusak. Depolimerisasi ozon 5 L/menit. Proses ozonasi larutan alginat
dengan metode hidrolisis asam dilakukan oleh dilakukan pada tekanan atmosferik dan suhu kamar (±
Heyraud et al. (1996) dan Birdi et al. (2012). Metode 300C). Proses ozonasi berlangsung secara semi batch.
hidrolisis asam merupakan metode konvensional yang
dioperasikan dengan menggunakan asam yang 2.2.3 Penentuan Penurunan Viskositas Dinamik
diencerkan atau asam terkonsentrasi dengan Larutan Alginat
pemanasan. Konsumsi asam dan panas menyebabkan Viskositas larutan alginat sebelum dan
tingginya biaya produksi. Selain itu, hasil produksi sesudah diozonasi diukur menggunakan viskometer
rendah dan keanekaragaman oligomer yang diperoleh Brookfield. Pengukuran dilakukan dengan
setelah pemutusan ikatan adalah acak. Metode membandingkan penurunan viskositas larutan alginat
enzimatik dilakukan oleh Yamasaki et al. (2005) dan pada konsentrasi 0,5; 1; 1,5 dan 2% (w/v). Pengukuran
Wang et al. (2006). Metode enzimatik memiliki dilakukan dengan spindel no 2 pada suhu 600C dan
kelemahan yaitu dibutuhkan pemurnian lebih lanjut kecepatan putaran 100 rpm.
setelah proses degradasi dengan metode yang relatif
kompleks seperti ion exchange kromatografi. Metode Penurunan viskositas (%) = (V0-Vt) x 100
dengan penggunaan radiasi gelombang mikro dan
ultrasonik dilakukan oleh Burana-osot et al. (2009), Dengan V0 adalah viskositas awal larutan
Wasikiewicz et al. (2004), El-Mohdy (2012), dan alginat dan Vt adalah viskositas larutan alginat setelah
Nagasawa et al. (1999). Metode ini memiliki diozonasi selama 5 menit.
kelemahan yaitu pemutusan ikatannya acak sehingga
sulit untuk dikontrol. 2.2.4 Penentuan Viskositas Intrinsik
Ditinjau dari metode-metode yang sudah ada, Larutan alginat 1% (w/v) yang telah
maka diperlukan metode lain yang dapat memberikan diozonasi selama 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit
hasil yang lebih baik. Teknologi ozon merupakan kemudian di presipitasi dengan menggunakan etanol
teknologi baru yang menarik dengan kelebihan yang 95% (v/v), dipisahkan lalu dikeringkan. Serbuk alginat
dimilikinya antara lain ramah lingkungan, memiliki yang sudah kering lalu dilarutkan dengan konsentrasi
potensial oksidasi tinggi serta aman digunakan karena 0,02; 0,06; 0,1; 0,14; 0,18 dan 0,22% (w/v) dalam 100
waktu tinggalnya tidak lama. Ozon juga telah terbukti mL air distilasi. Masing-masing larutan diukur
mampu mendepolimerisasi berbagai senyawa. viskositas intrinsiknya menggunakan viskometer
Penelitian terdahulu membuktikan bahwa ozon dapat kapiler Ostwald untuk mengukur waktu lintas larutan
digunakan untuk mendepolimerisasi senyawa kitosan di dalam pipa kapiler. Pengukuran dilakukan pada
(Yue et al., 2008 dan Yue, 2007), pati (Klein et al., suhu 700C. Viskositas intrinsik diperoleh dari intercept
2013 dan Chan et al., 2010), formaldehid (Zhao et al, rata-rata grafik Huggins (ηsp /C~C) dan Kraemer (ηinh
2012), pewarna tekstil azo (Shu dan Huang, 1995), ~C) pada ordinat C=0 (Mao et al.,2012 dan Seo,2006).
mycotoxin (McKenzie et al.,1997), hyaluronic acid
(Yue, 2012), polyacrilamide (Prajapat dan Gogate, 2.2.5 Penentuan Berat Molekul
2015), laktosa dan selubiosa (Wang et al.,1999). Berat molekul rata-rata alginat (Mw)
diperoleh dengan menggunakan persamaan Mark-
2. BAHAN DAN METODE Houwink.
2.1 Bahan [?] = ? × ?? ?
Bahan yang digunanakan pada penelitian ini Dengan harga K= 0,00123 dL/g dan a=0,6 (Alberto
adalah bubuk alginat (Laminaria claustoni) yang dan Illanes, 2014).
diperoleh dari PT Multi Kimia Raya Nusantara,
Semarang dengan berat molekul awal 142,2817 kDa.
Bahan lain yang digunakan antara lain HCl
2
2.2.6 FTIR nilai viskositas intrinsik alginat pada berbagai waktu
Analisa ini dilakukan untuk mengetahui ozonasi.
perubahan struktur kimia dari alginat setelah
diozonasi. Analisa dilakukan pada konsentrasi larutan 12

Viskositas Intrinsik
alginat 1% (w/v) pada larutan alginat murni, dan
10
larutan alginat yang diozonasi pada pH 2, 6 dan 8.
Spektra FT-IR diukur menggunakan Frontier FT-IR 8

(dL/g)
seri 96772 pada panjang gelombang antara 4000-400 6
cm-1. Pengukuran dilakukan dengan meneteskan 40 ml 4
larutan alginat pada plat silikon dan biarkan hingga 2
mengering pada suhu kamar untuk selanjutnya 0
dideteksi dengan 3 scan pada resolusi 4cm-1.
0 20 40
3. HASIL DAN PEMBAHASAN Waktu Ozonasi ( Menit)
3.1. Pengaruh Konsentrasi terhadap Penurunan Gambar 3.2. Pengaruh waktu ozonasi terhadap
Viskositas Larutan Alginat viskositas intrinsik
Penurunan berat molekul suatu polimer
berhubungan erat dengan penurunan viskositas larutan Tabel 3.1. Data berat molekul alginat pada berbagai
polimernya. Pada gambar 3.1 menunjukkan perubahan waktu ozonasi
dari viskositas larutan alginat pada berbagai
Waktu Ozonasi
konsentrasi dengan waktu ozonasi 5 menit. Berat Molekul (kDa)
(menit)
0 142.2817
250 Konsentrasi 5 117.5962
Penurunan Viskositas (%)

0.5% 10 101.5276
200 15 91.6326
Konesntrasi 20 81.5466
150
1% 25 88.13096
100 Konsentrasi 30 93.12175
50 1.5%
Tabel 3.1 menunjukkan perubahan berat
Konsentrasi
0 molekul alginat pada setiap waktu ozonasi. Hasil
2%
0 5 penelitian menunjukkan pola yang sama dengan
Waktu Ozonasi (menit) viskositas intrinsik. Berat molekul alginat menurun
Gambar 3.1 Penurunan viskositas alginat pada seiring dengan kenaikan waktu ozonasi.
berbagai konsentrasi Depolimerisasi alginat dengan ozon
kemungkinan diakibatkan oleh adanya senyawa
Pada larutan alginat konsentrasi 0,5%, terjadi radikal bebas. Senyawa radikal bebas yang terbentuk
penurunan viskositas dari 25,6 menjadi 20,8 cPs merupakan oksidan yang sangat kuat dan mampu
(18,75%). Pada konsentrasi 1%, terjadi penurunan memotong atom H dan ikatan glikosida alginat serta
viskositas dari 103.4 menjadi 45.5 cPs (55,99%). Pada menyusun ulang molekul dan memutus ikatan
konsentrasi 1,5%, terjadi penurunan viskositas dari glikosida (Xaioxiao, 2010).
171,2 menjadi 132,6 cPs (22,54%) serta pada
konsentrasi 2%, terjadi penurunan viskositas dari 200 3.3 Pengaruh pH Terhadap Berat Molekul Pada
cPs menjadi 177,6 cPs (11,2%). Penurunan viskositas Waktu Optimum
ini diakibatkan oleh adanya pemutusan ikatan rantai
polimer alginat (Watthanaphanit dan Saito, 2013). Tabel 3.2. Berat Molekul Alginat pada Berbagai nilai
pH
3.2 Pengaruh Ozonasi terhadap Berat Molekul
Alginat pH Berat Molekul (kDa)
Berat molekul adalah salah satu faktor yang 2 16.041
menentukan sifat fungsional dari alginat. Secara 4 43.7553
umum, viskositas intrinsik alginat dapat dikaitkan
6 81.3183
dengan berat molekul atau derajat polimerisasinya
(Chen dan Tsaih, 1998). Berat molekul rata-rata 8 95.3218
alginat yang sudah diozonasi dihitung berdasarkan 10 129.243
pengukuran viskositas intrinsik seperti yang
ditunjukkan pada gambar 3.1 menggunakan Tabel 3.2 menunjukkan perubahan berat
persamaan Mark-Houwink. Gambar 3.2 menunjukkan molekul alginat pada waktu optimum dengan variasi
pH yang menggunakan konsentrasi alginate sebesar

3
1%. Waktu optimum yang digunakan yaitu 20 menit
berdasarkan hasil dari percobaan sebelumnya. Berat
molekul alginat menurun seiring dengan
meningkatnya nilai derajat keasaman. Alginat dengan
berat molekul 16,041; 43,7553; 81,3183; 95,3218; dan
129,243 kDa diperoleh pada pH 2, 4, 6, 8, dan 10.
Berat molekul alginat mengalami penurunan sebesar
9,16% (129.243 kDa) pada pH 10, dan dengan
kenaikan derajat keasaman hingga nilai pH 2,
mengurangi berat molekul alginat hingga 88,72% Gambar 3.6. Spektrum FT-IR alginat ozonasi pH 8
(16,041 kDa) dibandingkan dengan berat molekul
alginat tanpa ozonasi. Dari gambar 3.3, 3.4, 3.5, dan3. 6 terlihat
Penurunan berat molekul yang terjadi pada bahwa spektrum alginat baik sebelum maupun
variasi pH ini dapat dijelaskan menggunakan sifat dari sesudah ozonasi tidak mengalami banyak perubahan.
alginat di dalam larutan. Kelarutan alginat bergantung Puncak alginat pada 3369 cm-1, 1641 cm-1 dan 1217
pada pH nya, semakin tinggi pH maka kelarutan naik cm-1 secara berurutan menunjukkan adanya gugus
sehingga rantai alginat akan lebih mudah terlepas di hydroxyl, C-O-O dan C-O-C. Puncak pada 1641 cm-1
dalam larutan, dimana hal ini akan menyebabkan pada alginat dijadikan sebagai puncak referensi (
kenaikan kontak antara alginat dengan ozon sehingga reference peak ) karena tidak terjadi perubahan gugus
akan meningkatkan proses depolimerisasi secara carboxyl selama proses degradasi. Pemutusan ikatan
efektif (Mao et al.,2012). glikosida mengakibatkan menurunnya rasio puncak
antara gugus C-O-C dan puncak referensi. Maka dari
3.4. Karakterisasi Struktur Kimia Alginat itu berdasarkan dari spektra FTIR yang dilakukan pada
Untuk mengetahui perubahan struktur kimia alginat baik sebelum maupun sesudah ozonasi
alginat setelah perlakuan dengan ozon, sampel menunjukkan bahwa proses degradasi terjadi akibat
dianalisa dengan menggunakan spektrofotometri FT- adanya pemutusan ikatan glikosida pada polimer (Mao
IR. Gambar 3.3. menunjukkan spektrum FT-IR dari et al.,2012).
alginat dengan konsentrasi 1% w/v sebelum diozonasi
sedangkan gambar 3.4, 3.5, dan 3.6, menunjukkan KESIMPULAN
spektrum FT-IR alginat denggan konsentrasi 1% w/v
setalah dilakukan ozonasi selama 20 menit pada pH 2, Depolimerisasi alginat dilakukan dengan
6, dan 8. menggunakan ozon sebagai agen pengoksidasi untuk
memperoleh alginate berat molekul rendah (ABMR).
Dengan menggunakan konsentrasi alginate tetap dan
perubahan waktu ozonasi mulai dari t=0 menit sampai
t=30 menit diperoleh penurunan viskositas maksimum
pada waktu ozonasi sebesar 20 menit.
Hasil penelitian menunjukkan pola yang
sama dengan viskositas intrinsik. Berat molekul
alginat menurun seiring dengan kenaikan waktu
ozonasi. Berat molekul alginat menurun seiring
Gambar 3.3. Spektrum FT-IR alginat tanpa ozonasi dengan meningkatnya nilai derajat keasaman.
Depolimerisasi alginat dengan ozon kemungkinan
diakibatkan oleh adanya senyawa radikal bebas.
Senyawa radikal bebas yang terbentuk merupakan
oksidan yang sangat kuat dan mampu memotong atom
H dan ikatan glikosida alginat serta menyusun ulang
molekul dan memutus ikatan glikosida.

DAFTAR PUSTAKA
Gambar 3.4. Spektrum FT-IR alginat ozonasi pH 2

Aida, T.M., Yamagata, T., Watanabe, M., & Smith Jr,
R.L. 2009. Depolymerization of sodium
alginate under hydrothermal conditions.
Carbohydrate Polymers, 80, 296–302.

Beltran, F.J., 2004. Ozone Reaction Kinetics for Water
and Wastewater Systems.
Gambar 3.5. Spektrum FT-IR alginat ozonasi pH 6
4
Birdi, G., Bridson, R.H., Smith, A.M., Bohari, S.P.M., Klein, B., Vanier, N.L., Moomand, K., Pinto, V.Z.,
Grover, L.M. 2011. Modification of Colussi, R., Zavareze, E., & Dias,
alginate degradation properties using A.R.G . 2013. Ozone oxidation of
orthosilicic acid. Journal of the cassava starch in aqueous solution at
Mechanical Behavior of Biomedical different pH. Food Chemistry, 155,
Materials, 6, 181-187. 167–173.
Kristiansen, K.A., Tomren, H.B. & Christensen, B.E.
Boontheekul, T., Kong, H. & Mooney, D.J., 2005. 2011. Periodate oxidized alginates:
Controlling alginate gel degradation Depolymerization kinetics.
utilizing partial oxidation and bimodal Carbohydrate Polymers , 86, 1595–
molecular weight distribution. , 26, 1601.
pp.2455–2465. Li, X., Xu, A., Xie. H., Yu, W., Xie, W. & Ma, X.
Burana-osot, J., Hosoyama, S., Nagamoto, Y., Suzuki, 2010. Preparation of low molecular
S., Linhardt, R.J. & Toida, T. 2009. weight alginate by hydrogen peroxide
Photolytic Depolimerization of depolymerization for tissue
Alginate. Carbohydrate Research, 344, engineering. , 79, pp.660–664.
2023-2027. Mao,S., Zhang, T., Sun, W. & Ren, X . 2012. The
Donnell, C.O. et al., 1982. Ozone in Food Processing, Depolymerization of Sodium Alginate
Draget, K.I., Smidsrùd, P.O. & Skjåk-brñk, P.G., by Oxidative Degradation.
2005. Alginates from Algae. , pp.1–30. Pharmaceutical Development and
El-Mohdy, H.L. Abd. 2012. Radiation-induced Technology, 17(6), 763-769.
degradation of sodium alginate and its Masuelli, M.A and Illanes, C.O. 2014. Review of the
plant growth promotion effect. National characterization of sodium alginate by
Center for Radiation Research and intrinsic viscosity measurements.
Technology (NCRRT), Saudi Arabia. Comparative analysis between
Hale, 2005. USE OF CALCIUM ALGINATE AS A conventional and single point methods.
COAGULANT IN WATER. Hale, International Journal of BioMaterials
(September). Science and Engineering, 1(1), 1-11.
Hay, I.D., Rehman, Z.U., Moradali, M.F., Wang, Y. & McKenzie, K.S., Sarr, A.B., Mayura, K., Bailey, R.H.,
Bernd, H.A. 2013. Minireview Miller, D.R., Rogers, T.D., Norred,
Microbial alginate production , W.P., Voss, K.A., Plattner, R.D.,
modification and its applications. Kubena. L.F. & Phillips, T.D. 1997.
Heim, C. & Glas, K., 2011. Ozone I : Characteristics / Oxidative Degradation and
Generation / Possible Applications. , Detoxification of Mycotoxins Using a
64(February), pp.8–12. Novel Source of Ozone. Food and
Heyraud, A., Gey, C., Leorand, C., Rochas, C., Chemical Toxicology, 35, 807-820.
Girond, S. & Kloareg, B. 1995. NMR Munter, R., 2001. ADVANCED OXIDATION
spectroscopy analysis of PROCESSES – CURRENT. , pp.59–80.
oligoguluronates and Nagasawa, N., Mitomo, H., Yoshii, F. & Kume, T.
oligomannuronates prepared by acid or 1999. Radiation-induced degradation of
enzymatic hydrolysis of sodium alginate. Polymer Degradation
homopolymeric blocks of alginic acid. and Stability, 69, 279-285.
Application to the determination of the Netzer, A., 1984. Aharon Netzer-Handbook of ozone
substrate specificity of Haliotis technology and applications, Volume 2
tuberculata alginate lyase. -Ann Arbor Science (1984).
Carbohydrate Research, 289, 11-23. Pawar, S.N. & Edgar, K.J., 2012. Biomaterials
Holme, H.K., Lindmo, K., Kristiansen, A. & Alginate derivatization : A review of
Smidsrød. O. 2003. Thermal chemistry , properties and applications.
depolymerization of alginate in the solid Biomaterials, 33(11), pp.3279–3305.
state. Carbohydrate Polymers , 54, 431- Available at:
438. http://dx.doi.org/10.1016/j.biomaterials
Holme, H.K., Davidsen, L., Kristiansen, A. & .2012.01.007.
Smidsrød. O. 2007. Kinetics and Prajapat, A.L dan Gogate, P.R . 2015. Intensified
mechanisms of depolymerization of depolymerization of aqueous
alginate and chitosan in aqueous polyacrylamide solution using
solution. Carbohydrate Polymers, 73, combined processes based on
656-664. hydrodynamic cavitation, ozone,
King, 2012. Microbiological Aspects of Ozone ultraviolet light and hydrogen peroxide.
Applications in Food : A Review. , Ultrasonics Sonochemistry, 31, 371–
66(9). 382.
5
Seo, S., 2006. DEPOLYMERIZATION AND Yue, W., Yao, P., Wei, Y. & Mao, H. 2007. Synergetic
DECOLORIZATION OF CHITOSAN effect of ozone and ultrasonic radiation
BY OZONE TREATMENT. , (August). on degradation of chitosan. Polymer
Sepehrianazar, A., 2010. Effect of G / M ratio on the Degradation and Stability, 93, 1814–
radiation-induced degradation of 1821.
sodium alginate Murat S. , 79, pp.279–
282. Yue, W., He, R., Yao, P. & Wei, Y. 2008. Ultraviolet
Smidsrød. O., Haug, A. and Larsen, B. 1965. Kinetic radiation-induced accelerated
Studies on the Degradation of Alginic degradation of chitosan by ozone
Acid by Hidrogen Peroxide in the treatment. Carbohydrate Polymers, 77,
Presence of Iron Salts. Acta Chemica 639–642.
Scandinavica, 19, 143-152.
Subaryono, 2010. Modifikasi alginat dan pemanfaatan Yue, Wu. 2012. Preparation of low-molecular-weight
produknya. , 5(1), pp.1–7. hyaluronic acid by ozone treatment.
Carbohydrate Polymers, 89, 709–712.
Tin Chan, H., Leh, C.P., Bhat, R., Senan, C., Williams,
P.A. & Karim, A.A . 2010. Molecular Zhang, Z. et al., 2004. Preparation and structure
structure, rheological and thermal elucidation of alginate oligosaccharides
characteristics of ozone-oxidized starch. degraded by alginate lyase from Vibro
Food Chemistry, 126, 1019–1024. sp . 510. , 339, pp.1475–1481.

Wang, Y., Hollingsworth, R.I. & Kasper, D.L., 1999. Zhi Zhao, D., Shi, C., Song Li, X., Min Zhu, A. &
Ozonolytic depolymerization of L.Jang., B.W . 2012. Enhanced effect of
polysaccharides in aqueous solution. , water vapor on complete oxidation of
319, pp.141–147. formaldehyde in air with ozone over
MnOx catalysts at room temperature.
Wang, Ye., Han, Feng., Hu, Bin., Li, Jingbao & Yu, Journal of Hazardous Materials , 239–
Weng. 2006. In vivo prebiotic 240, 362–369.
properties of alginate oligosaccharides
prepared through enzymatic hydrolysis
of alginate. Nutrition Research, 26,
597– 603.

Wasikiewicz, J.M., Yoshii, F., Nagasawa, N., Wach,
R.A., & Mitomo, H. 2005. Degradation
of chitosan and sodium alginate by
gamma radiation , sonochemical and
ultraviolet methods. , 73, pp.287–295.

Watthanaphanit, A. & Saito, N., 2013. Effect of
polymer concentration on the
depolymerization of sodium alginate by
the solution plasma process. Polymer
Degradation and Stability, 98(5),
pp.1072–1080. Available at:
http://dx.doi.org/10.1016/j.polymdegra
dstab.2013.01.011.

Yamasaki, M., Ogura, K., Hashimoto, W., Mikami, B.
& Murata, K. 2005. A Structural Basis
for Depolymerization of Alginate by
Polysaccharide Lyase Family-7. J. Mol.
Biol, 352, 11–21.

Yee Zhu and Rong Huang. 1995. Degradation of
Commercial Azo Dyes in Water Using
Ozonation and UV Enhanced Ozonation
Process. Chemosphere,Vol. 31, No. 8,
pp. 3813-3825.

6