You are on page 1of 40

MEKANIKA FLUIDA

Bab II
Fluida Diam dan Fluida Mengalir

Dosen : Agam Duma Kalista Wibowo ST, MT.

1

Topik
Fluida Diam dan Fluida Mengalir

Sub topik
 Definisi Fluida Diam dan Fluida Mengalir
 Hydrostatics and Absolute Pressure
 Temperature
 Enthalpy
 Pressure in Static Fluid
 Manometer
 Force Balance in Static Fluid
 Keseimbangan Benda Terapung
 Archimedes Force
 Fluida mengalir
 Dynamic Fluid
 Reynolds Number
 Perimeters
 Laminar and Turbulent Flow

2

FLUIDA DIAM

3

Definition

• Fluida diam : fluida tidak mengalir, fluida statis, tidak
ada gaya netto yang bekerja.

• Fluida mengalir : fluida dinamis, fluida yang bergerak
karena pengaruh gaya netto yang diaplikasikan
padanya.

• Keadaan fluida dapat digambarkan oleh besaran-
besaran berikut : tekanan, temperatur, dan entalpi.

4

fluida memiliki tekanan yaitu static head yang berhubungan dengan gaya beratnya 5 .  Dalam keadaan diam. Pressure • Tekanan :  Gaya normal pada bidang kerja per satuan luas  Gaya normal adalah gaya yang tegak lurus pada bidang kerja ? Dimana ?= ? P = tekanan (N/m2) F = gaya (N) A = luas (m2)  Fluida yang mengalir memiliki energi tekan yang berhubungan dengan kerja fluida.

• Untuk fluida diam. Pressure vs Height • Dalam keadaan setimbang. gaya ke atas = gaya ke bawah. tidak ada gaya netto. 6 .

Hydrostatics Variasi tekanan dengan elevasi  kita menyelidiki bagaimana tekanan dalam cairan stasioner bervariasi dengan elevasi z  Pertimbangkan hypothetical differential cylindrical element cairan dari luas penampang A. dan volume. Adz  Beratnya. menjadi gaya gravitasi ke bawah pada massanya. tinggi dz. Dua pendekatan akan disajikan: Gaya yang bekerja pada fluida silinder 7 . adalah dW = ρAdz g.

menerapkan hukum kedua Newton tentang gerak dengan persamaan gaya ke atas dikali massa percepatan = nol. Pressure vs Height Cara 1 : gaya tekan total – gaya berat = NOL. karena silinder adalah stasioner/diam:  F  ma  0  pA   p  dp  A   Agdz    Adz   0  0 Net pressure force Weight Mass dp    g dz 8 .  P adalah tekanan bagian bawah silinder dengan P berubah terhadap ketinggian dp/dz  Cairan diberikan gaya ke atas pA pada dasar silinder  P dari atas diperoleh dari ekspansi Taylor atau tekanan pada bagian atas p + (dp/dz)dz  Selanjutnya.

A dari dasar silinder. Penerapan hukum kedua Newton tentang gerak memberikan : pz A  pz z A   Ag z    Az   0  0 Net pressure force Weight Mass pz z  pz  lim   g z 0 z dp    g dz 9 .Cara 2 : gaya tekan total – gaya berat = NOL. dan gaya ke bawah (Pz + dZ)A dari atas silinder.  Pz = tekanan di bagian bawah  Pz+dz = tekanan dari atas  Ketinggian z dan z+dz  cairan diberikan gaya ke atas Pz.

dp    g    az  b  g dz p H   dp    az  b  g  dz p0 0 1   p0  p   aH 2  bH  g 2  10 . Example • Soal berikut ini mempelajari hubungan tekanan dan ketinggian. • Jika densitas udara pada tinggi tertentu dinyatakan dengan hubungan : (z) = az + b. Tekanan udara pada permukaan laut. yaitu pada z = 0 adalah p0. hitunganlah tekanan udara pada tinggi H dari permukaan laut.

• Pemisahan variabel dalam persamaan dan integrasi antara permukaan bebas (z = H) dan kedalaman H (z = 0) memberikan: p 0  dp     g dz p0 H  p  p0   gH  p  p0   gH Tekanan hidrostatik. p : p  p0  pH 11 . pH : pH   gH Tekanan mutlak (absolut). Hydrostatic & Absolute Pressure Tekanan dalam cairan dengan permukaan bebas.

E1.8 m/s2 ρ air = 1000 kg/m3 1 Pa = N/m2 1 N = kg m/s2 1 Pa = 0. What is the purpose of the surrounding dike? 1 atm = 101.846.0 ft (pressure in lbf/in2). and (b) H = 5.00014504 psi 1 Pa = 1x10-5 bar 12 . filled to a depth of H with crude oil. Give the answers for (a) H = 15. Example 1.0 m (pressure in Pa and bar).3. with its free surface exposed to the atmosphere? The specific gravity of the crude oil is 0.325 kPa g = 9.3—Pressure in an Oil Storage Tank (Wilkes hal 29) What is the absolute pressure at the bottom of the cylindrical tank of Fig.

Permukaan air dan minyak masing-masing terbuka ke udara bebas. Hitunglah SG minyak. Densitas minyak.Example 1. 13 . dan a.4—Multiple Fluid Hydrostatics (Wilkes hal 30) • Pipa U berisi air minyak. udara. dan diantaranya terperangkap udara. dan air masing-masing adalah m. u.

K = ºC + 273. R = ºF + 460 • Pelajari cara konversi dari suatu satuan temperatur ke satuan temperatur lainnya. Temperature • Temperatur (suhu) adalah ukuran energi atau panas yang tersimpan pada suatu zat. • Beberapa satuan :  Celcius (ºC)  Kelvin (K). 14 .15  Fahrenheit (ºF)  Rankine (R).

15 . atau arah masuk dan keluarnya. Enthalpy • Entalpi adalah perubahan panas pada kondisi tekanan konstan. Yang dapat diketahui adalah perbedaannya terhadap kondisi tertentu. entalpi didefinisikan sebagai : H  U  PV dH  dU  d  PV  H  U    PV  • H dan U tidak dapat diketahui secara langsung. Secara matematis.

Pressure in Static Fluid • Gaya tegak lurus F yang diberikan oleh fluida terhadap penampang A jika tekanan  dF   P dA konstan :  F  PA • Beda tekan statis antara titik 1 dan titik 2 yang memiliki P2  P1   g  h2  h1  ketinggian berbeda : • Cairan terbuka (kontak langsung dengan udara). Pgauge   gh tekanan pada kedalaman h adalah : 16 .

17 . Simple U-tube manometer. Tekanan di (2) = Tekanan di (3) PA + ρ1gh1 = PB + ρ2gh2 B PB = 0 (udara terbuka) Simple U-tube manometer.Manometer Manometer adalah instrumen yang menggunakan suatu kolom cairan untuk mengukur tekanan.

γ3h3 = PB Perbedaan tekanan : PA .g Differential U-tube manometer 18 .γ1h1 Dimana : γ = ρ.Differential U-tube manometer PA + γ1h1 .PB = γ2h2 + γ3h3 .γ2h2 .

1 Pa = 1 N/m2.8 m/s2 dan tekanan barometrik 29. 1 Pa = 2. percepatan gravitasi lokal adalah 9. 1 N = 1 kg m/s2 19 .53 g/cm3.62 in Hg. Hitunglah tinggi cairan Hg pada manometer dalam satuan cm dan gambarkan sketsa posisi cairan Hg pada manometer jika digunakan (a) manometer terbuka (b) manometer tertutup Data konversi : 1 atm = 101.325 kPa.38 atm pada 27oC.95 x 10-4 in Hg.Contoh : Manometer Suatu manometer Hg digunakan untuk mengukur tekanan gas dalam suatu wadah yang besarnya 1. Diketahui densitas Hg pada suhu 27oC adalah 13.

• Buat neraca gaya. Force Balance in Static Fluid Pz+Δz • Tentukan control volume. • Gaya ke bawah : negatif. z+Δz • Gaya ke atas : positif. z Δy Δx Pz  F  0   P  xy   P  xy    xyz  g  0 z z z Pz z  Pz dP  lim   g    g z 0 z dz 20 .

Example : Gaya total pada dam/tanggul P=0 D–z dz D W z W P = gD • Analisis :  Gaya yang bekerja pada air di dinding kolam dipengaruhi oleh tekanan udara luar dan tekanan hidrostatik. Ket : D = depth dan W = width 21 .  Gaya total pada dinding dipengaruhi oleh tekanan air pada dinding kolam dan tekanan udara dari arah samping dinding.

Example : Gaya total pada dam/tanggul segi empat (rectangle) Ftotal  Fair  Fudara samping Dimana : Fair   P dA    Patm  Ph  dA  Patm A     gh  Wdh  Patm A   gW  h dh Jadi : Fudara samping  Patm A  Ftotal   gW  h dh 1 D = h = tinggi cairan Ftotal   gWD 2 2 22 .

Example : Permukaan vertikal pada bidang sebarang Gunakan tekanan gauge atau hidrostatik NOL pada permukaan. Ftotal   P dA    gh dA A A  h dA   gA A A  h dA  h dA A  A  hc Ftotal   ghc A  dA A A F total = Pc A hc = h di center 23 .

Example : Dam berbentuk segitiga H hc  3 Ftotal   g  hW dh  gW0 Ftotal   Hh  h 2  H h dh W  W0   H  H  24 .

Keseimbangan Benda Terapung Benda yang terendam dalam air akan mengalami gaya berat sendiri benda (FG) dengan arah vertikal ke bawah dan gaya tekanan air dengan arah vertikal ke atas. Gaya-gaya yang bekerja pada benda yang terendam dalam air FG > FB : benda tenggelam FG = FB : benda melayang (terendam) FG < FB : benda terapung 25 . Gaya ke atas ini disebut gaya apung atau Buoyancy (FB).

• Prinsip atau hukum Archimedes : lebih mudah dibandingkan bentuk integrasi sebelumnya. Sebuah benda yang terapung 2 memindahkan sejumlah volume V2 fluida yang beratnya sama dengan berat benda tersebut L V1 h 1   Fapung  1Vfluida 1  2Vfluida 2 g 26 . Archimedes Force • Sebuah benda yang mengapung atau tercelup pada fluida statis dapat dihitung dengan mengintegrasikan gaya-gaya yang bekerja pada seluruh permukaan benda.

Example • Sebuah balon helium berada pada tekanan dan temperatur yang sama dengan lingkungan (20 ºC. Balon berbentuk bola dengan diamaeter 3 m. 1 atm). Berat plastik balon dapat diabaikan. Berapa berat muatan yang dapat diangkat oleh balon tersebut agar balon dapat terbang di udara dalam kesetimbangan? Massa molekul udara dan helium masing-masing adalah 29 dan 4 g/mol.  HeVHe g  mbeban g   udaraVHe g  mbeban  VHe   udara   He  4 3 P  r   Mrudara  MrHe  3 RT 27 .

FLUIDA MENGALIR 28 .

Dynamic Fluid • Fluida mengalir adalah fluida yang dalam keadaan bergerak. • Gaya-gaya yang bekerja pada fluida :  Gaya tarik (tensile force) : gaya yang menarik fluida  Gaya tekan (compression force) : gaya yang menekan fluida  Gaya gesek (friction force) : gaya yang menghambat gerakan fluida 29 .

• Laminar : pola aliran (flow pattern) berupa garis lurus sejajar dengan pipa. Regimes in One Phase Flow • Rejim aliran fluida satu fasa terdiri dari rejim aliran laminar dan rejim aliran turbulen. • Turbulen : pola aliran (flow pattern) berupa pusaran. 30 .

variabel diameter diganti dengan diameter ekivalen. dan diameter pipa (jika pipa terisi penuh oleh fluida). • Jika pipa terisi sebagian oleh fluida. u D N Re  Re   Re = Bilangan Reymold U = V = kecepatan fluida D = diameter pipa μ = Viskositas fluida 31 . Reynolds Number • Bilangan Reynolds dipengaruhi oleh sifat fisik fluida (densitas dan viskositas). kecepatan rata-rata fluida.

8 – Q2 32 . Reynolds Number vs Regime Rejim Gradien tekanan NRe Aliran sebanding dengan < 2000 Laminar Q 2000 – 4000 Transisi Variabel > 4000 Turbulen Q1.

Reynolds Number Experiment 33 .

Laminar vs Turbulent udinding  0 ucenterline  umax • Pada aliran laminar :  Profil kecepatan dalam u r     R 2  r 2  dP    pipa : 4  dL  R 2  dP   Kecepatan maksimum : umax    4  dL   Kecepatan rata-rata : 1 u  umax R = r (at the wall) r = 0 (center of the tube) 2 34 .

Velocity Profile of Turbulent Flow • Rejim pada aliran turbulen terbagi menjadi dua bagian. • Pada sub lapisan laminar :  Tidak ada efek turbulen  Tegangan geser konstan  Gradien kecepatan tinggi • Pada inti turbulen :  Profil kecepatan datar 35 . yaitu sub lapisan laminar dan inti turbulen.

6 • Inti turbulen :   1.1105 uc  R  7 36 2106 10 . Velocity Profile of Turbulent Flow y u R uc uc D δ  7 • Sub lapisan laminar :  62  Re 8 NRe n D 4103 6 1 u  y n 2.3104 6.

sehingga nilai rata- rata yang berbeda secara statistik dapat dilihat. 37 . Laminar and Turbulent Flow • Gerakan fluida turbulen didefinisikan sebagai kondisi aliran yang tidak v v v ' beraturan dimana berbagai v  kecepatan sesaat besaran menunjukkan variasi acak terhadap v  kecepatan rata-rata waktu dan koordinat v  fluktuasi kecepatan ' ruang.

1 N = 1 kg.91 flows through a 25-mm-diameter pipe with a velocity of 2.Latihan (Example 1.4 Munson) A Newtonian fluid having a viscosity of 0.s/m2 and a specific gravity of 0.38 N.m/s2 38 . Determine the value of the Reynolds number using SI units dan bagaimanakah rejim alirannya.6 m/s.

perimeter bergantung pada kepenuhan cairan dalam pipa. Pada gas. perimeter selalu lintasan penuh dari penampangnya. Pada cairan. H 2 W case 1 : De  4  2H 2  W H1  W case 3 : De  4  H1  W 2 H1  W case 2 : De  4  2 H1  2W 39 . What is Perimeters ??? • Perimeter adalah panjang dinding yang kontak dengan fluida.

40 .