Patikum MekanikaFluida

kelompok XIII

PANCARAN (JET) FLUIDA
A. Teori Percobaan
Percobaan pancaran fluida adalah merupakan salah satu cara untuk menghasilkan usaha serta
daya dari suatu fluida yang ada dengan memanfaatkan tekanan. Akibat tekanan tersebut, fluida/zat
cair akan memancar dengan kecepatan yang tinggi, dimana gaya tumbukan yang dihasilkan oleh
suatu pancaran fluida (jet impact) dapat diukur dan dibandingkan dengan besar laju aliran momentum
dalam pancaran tersebut.
Percobaan ini didasarkan atas hukum kelembaman Newton:
“Sebuah benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dalam kecepatan yang
beraturan dalam garis lurus sampai suatu pengaruh akibat beban luar“.
Derajat perubahan momentum dari suatu benda adalah sebanding dengan gaya yang bekerja pada
benda itu dan arahnya sama dengan arah gaya yang bekerja. Terhadap setiap gerakan aksi dan reaksi
yang bekerja bersama-sama, maka pancaran fluida yang terjadi simetris dalam arah sumbu x.
Pada percobaan ini air akan terpancar keluar dari nozzle dan kemudian menumbuk piringan. Besarnya

AV1 cos 
laju momentum piringan adalah =
1
 . .D 2
4
dengan: A = luas penampang ujung nozzle/corot
γ = berat spesifik (=berat jenis) fluida
  g

ρ = rapat massa fluida
g = percepatan gravitasi
VO = kecepatan awal, saat keluar dari nozzle
V1 = kecepatan air pada saat menumbuk piringan
 = sudut dalam piringan
Setelah air menumbuk piringan, air akan jatuh tidak pada posisi lurus tetapi terpancar, dimana
arah pancaran air dipengaruhi oleh sudut dalam piringan. Pada percobaan ini dapat diamati efek
tumbukan pada tiga model piringan yaitu: datar, cekung, dan setengah bola. Besarnya gaya yang
ditimbulkan akibat pancaran fluida untuk masing-masing piringan adalah sebagai berikut:

Q2
Fy  
A
 Untuk piring datar (2.5)

Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 1

menumbuk piringan. Atur dan levelkan jarum petunjuk posisi (level gauge) sehingga tepat menunjuk pada garis yang terlihat pada bangku beban (weight pan). 5. Akibat beban tersebut.Q 2 Fy  A  Untuk piringan setengah bola (2. Patikum MekanikaFluida kelompok XIII 3.  Mistar ukur/geser. Hidupkan pompa air pada hydraulic bench dan buka kran air perlahan-lahan sehingga air akan terpancar keluar dari nozzle. 4. Q = debit air yang mengalir. dan bangku beban perlahan-lahan akan terangkat ke atas. 2.  Piringan datar. Prosedur Percobaan 1.  Beban.7) dengan: ρ = rapat massa air. Pasanglah corot/nozzle dan salah satu model piringan pada pesawat Jet Impact. Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 2 .Q 2 Fy  2A  Untuk piringan cekung (2. Atur bukaan kran sehingga posisi bangku beban segaris (selevel) dengan jarum. bangku beban melesak sedikit ke bawah sehingga tidak level dengan alat/jarum penunjuk posisi. Letakkan pesawat Jet Impact di atas hydraulic bench dan levelkan pesawat tersebut dengan melihat nivo pada pesewat Jet Impact. Alat dan Bahan yang Digunakan  Hydraulic Bench. dan setengah bola  Menentukan efisiensi tumbukan fluida C.  Stop Watch D.6) 2. cekung. Maksud dan Tujuan Percobaan  Memahami konsep momentum aliran  Menentukan gaya tumbukan fluida pada piringan datar. cekung dan setengah bola. A = luas penampang ujung corot (nozzle) B.  Peralatan Jet Impact dan kelengkapannya. 3. Letakkan beban seperti yang telah ditentukan oleh asisten pada bangku beban.

Patikum MekanikaFluida kelompok XIII 6.3 2 20 3.9 3 30 5 5 5 28.5 17.945 7 Cekung 27. E.1 2.8 cm  Suhu air = 280 C Makassar.52 18. Baca dan catat debit aliran serta waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat beban tersebut pada point 5 diatas. Data Percobaan TABEL PENGAMATAN PERCOBAAN PANCARAN AIR/FLUIDA Beba Pembacaan volume air Pembacaan waktu n (liter) (detik) Jenis No Ket (gra Rata.1 9 Catatan :  Diameter nozzel/corot = 8 mm = 0.21 28. Rata-rata piringan 1 2 1 2 m) rata 1 10 2 2.45 20.5 3. 21November 2014 Asisten Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 3 .05 17 16 16.4 3. Ulangi percobaan dengan beban yang bervariasi untuk masing-masing piringan. 7.

menghitung debit yang melalui corot Q =V/t = 2050 / 16.9964 gr/cm3 trata-rata = 16.5 detik Penyelesaian : 1. Hitung gaya pancaran fluida  Untuk piringan cekung 3(  )(Q 2 ) 2 A Fy = 3(0.5024 cm2 b.05 l = 2050 ml = 2050 cm3 T = 280  = 0.5 = 124.092 dyne Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 4 . Menghitung gaya tumbukan akibat pancaran fluida a.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII F. Analisa Data Data 1 Diketahui : D = 0.242cm 3 / dt ) 2 2(0.242 cm3/detik c.9964 gr / cm 3 )(124. menghitung Luas penampang nozzle A = ¼ π D2 = ¼ (3.14) (0.5024cm 2 ) = = 45921.8)2 = 0.8 cm m = 10 gr V = 2.

810 gr Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 5 .242 2 981x 2 x0.9964 x124. Kontrol massa (m)  untuk piringan cekung 3xxQ2 gx 2 xA m= 3 x 0.092 = x100% = 21. menghitung Efisiensi gaya pancaran fluida (η) Fp x100% Fy (η)= 9810 45921.362% 4. menghitung gaya aktual Fp = m x g = 10 gr x 981 cm/dt2 = 9810 dyne 3.5024 = = 46.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII 2.

Hitung gaya pancaran fluida  Untuk piringan cekung 3(  )(Q 2 ) 2 A Fy = Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 6 . menghitung Luas penampang nozzle A = ¼ π D2 = ¼ (3.945 detik Penyelesaian : 1.106 cm3/detik c.45 l = 3540 ml = 3450 cm3 T = 280 ρ = 0.14) (0.5024 cm2 b.945 = 182.8)2 = 0. menghitung debit yang melalui corot Q =V/t = 3450 / 18.8 cm m = 20 gr V = 3. Menghitung gaya tumbukan akibat pancaran fluida a.9964 gr/cm3 trata-rata = 18.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII Data 2 Diketahui : D = 0.

106cm 3 / dt ) 2 2(0.9964 x182.566 gr Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 7 .080 = x100% = 19.887% 4.106 2 981x 2 x0.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII 3(0. menghitung gaya aktual Fp = m x g = 20 gr x 981 cm/dt2 = 19620 dyne 3.5024cm 2 ) = = 98656.5024 = = 100. Kontrol massa (m)  untuk piringan cekung 3xxQ2 gx 2 xA m= 3 x 0.9964 gr / cm 3 )(182.080 dyne 2. menghitung Efisiensi gaya pancaran fluida Fp x100% Fy (η)= 19620 98656.

8 cm m = 30 gr V =5l = 5000 ml = 5000 cm3 T = 280 ρ = 0.1 = 177.9964 gr/cm3 trata-rata = 28.1 detik Penyelesaian : 1.935 cm3/detik c. menghitung Luas penampang nozzle A = ¼ π D2 = ¼ (3.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII Data 3 Diketahui : D = 0.8)2 = 0. Hitung gaya pancaran fluida Untuk piringan cekung Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 8 .5024 cm2 b. Menghitung gaya tumbukan akibat pancaran fluida a.14) (0. menghitung debit yang melalui corot Q =V/t = 5000 / 28.

9964 gr / cm 3 )(177.5024cm 2 ) = = 94188.012gr Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 9 .9964 x177.935cm 3 / dt ) 2 2(0.550 dyne 2.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII 3(  )(Q 2 ) 2 A Fy = 3(0.245% 4. Kontrol massa (m)  untuk piringan cekung 3xxQ2 gx 2 xA m= 3x0.550 = x100% = 31. menghitung Efisiensi gaya pancaran fluida (η) Fp x100% Fy (η) = 29430 94188. menghitung gaya aktual Fp = m x g = 30 gr x 981 cm/dt2 = 29430 dyne 3.935 2 981x 2 x0.5024 = = 96.

99 981 45921.50 0.2424 0.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII G. Tabel Tabel hasil perhitungan Beb V t Q A ρ g Fp Fy η m N an o (c (cm2 gr/c cm/de Dyn (gr) (det) (cm3/det) dyne % (gr) m3) ) m3 t2 e 205 124.99 196 98656.40 21.54 31.9359 0.50 0.9 182.1060 0.81081 1 10 16. Tabel Dan Grafik a.24550 96.18 19.1 981 0 431 24 64 30 871 484 112 Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 10 .50 0.99 294 94189.5 981 0 242 24 64 0 645 612 188 345 18.88724 100.5669 2 20 981 0 45 966 24 64 20 515 779 573 500 177.01381 3 30 28.36258 46.

Patikum MekanikaFluida kelompok XIII b. Grafik Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 11 .

Patikum MekanikaFluida kelompok XIII  Volume Air (V) vs Waktu (t) Volume Air (V) vs Waktu(t) 30 25 20 Waktu (t) 15 10 5 0 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 5000 5500 Volume Air (V) Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 12 .

Patikum MekanikaFluida kelompok XIII  Fp vs Fy Gaya aktual (Fp) vs Gaya pancaran fluida (Fy) 120000 100000 80000 Gaya pancaran fluida (Fy) 60000 40000 20000 0 0 20000 40000 Gaya aktual (Fp)  η vs m Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 13 .

Patikum MekanikaFluida kelompok XIII Efesiensi gaya pancaran fluida (η) vs kontrol massa (m) 120 100 80 Kontrol massa (m) 60 40 20 0 18 20 22 24 26 28 30 32 Efesiensi gaya pancaran fluida (η) H. Pembahasan Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 14 .

& Wylie E. 1996. Daftar Pustaka 1. pada saat nilai dari luas penampang tetap. Mekanika Fluida.  Kepada para peserta praktikan agar memperhatikan dengan baik arahan dari para asisten dalam melaksanakan praktikum.B. J. I. Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 15 . Streeter V. Saran  Sebaiknya pada saat praktikum mahasiswa harus betul-betul teliti agar dalam pembacaan data benar-benar sesuai dengan yang sebenarnya.  Dari grafik hubungan antara gaya aktual (Fp) dengan gaya pancaran fluida berbanding terbalik.  Dari grafik diperoleh bahwa hubungan antara efisiensi gaya pancaran fluida (η) dengan berat beban (m) berbanding terbalik. 3. Lain halnya dengan hubungan antara gaya tumbukan fluida (Fy) dengan luas penampang (A). maka dapat ditarik beberapa kesimpulan berdasarkan hasil dan pembahasanyaitu : 1. Jakarta. 2. K. Jilid 1. dimana semakin besar gaya aktual (Fp) maka nilai gaya pancaran fluida (Fy) semakin kecil. Semakin berat beban (m) yang digunakan maka nilai dari gaya aktual (Fp) semakin besar. dimana semakin besar nilai efisiensi gaya pancaran fluida maka semakin kecil berat beban yang diberikan.  Sebaiknya praktikan datang tepat waktu. Kesimpulan Setelah melakukan percobaan pancaran jet fluida ini. Gaya pancaran fluida (Fy) berbanding terbalik dengan Q dimana semakin kecil nilai gaya pancaran fluida maka semakin kecil pula nilai Q. Penerbit Erlangga.Patikum MekanikaFluida kelompok XIII  Pembahasan Grafik  Dari grafik hubungan antara volume air (v) dengan waktu adalah berbanding lurus dimana semakin besar volume air (v) maka waktu (t) yang dibutuhkan akan semakin bertambah. Berbeda halnya dengan hubungan antara gaya pancaran fluida () dengan gaya tumbukan fluida (fy) dimana semakin tinggi nilai gaya pancaran fluidanya maka nilai dari gaya tumbukan fluida semakin kecil. Efisiensi gaya pancaran fluida () berbanding lurus dengan gaya aktual (Fp) dimana semakin tinggi nilai gaya pancaran fluida () maka semakin tinggi pula gaya aktulnya (Fp). Edisi Delapan. tetapi nilai gaya tumbukan fluida (Fy) semakin kecil. agar praktikum dapat dilakukan sesuai jadwal.L.

Gambar Alat Laboratorium Mekanika Fluida – Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UKIP 16 .Patikum MekanikaFluida kelompok XIII L.