You are on page 1of 6

ISSN 2252-9063

Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika
(KARMAPATI)
Volume 2, Nomor 6, Agustus 2013

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran
Kooperatif MURDER (Mood, Understand, Recall,
Detect, Elaborate, Review) terhadap Hasil Belajar
Siswa pada Mata Pelajaran TIK Kelas VII
(Studi Kasus: SMP Negeri 2 Singaraja Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013)

Nurul Fadillah1, Dessy Seri Wahyuni2, I Gede Mahendra Darmawiguna3
Pendidikan Teknik Informatika
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Bali
Email: nurul.fadillah0505@gmail.com1, dsy.wahyuni@gmail.com2, igd.mahendra.d@gmail.com3

Abstrak—Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Program Application, (2) students’ motivation, and (3) students’
pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER response to the application of MURDER cooperative learning
(Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) terhadap model. The type of this study is quasi experiment with Posttest Only
hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VII SMP Control Group Design. The population of this study were the VII
Negeri 2 Singaraja dengan mengambil pokok bahasan Program grade students (non seeded) of SMP Negeri 2 Singaraja in
Aplikasi, (2) motivasi siswa, dan (3) respon siswa kelas VII SMP academic year 2012/2013. The sample of this study are students of
Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran VII-9 grade as the experimental group and VII-6 grade as a control
kooperatif MURDER. Jenis penelitian ini adalah eksperimen group with the total number of students are 83 people. There are
semu dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group two types of variables in this study are (1) independent variable is
Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII (non MURDER cooperative learning model, and (2) dependent variable
unggulan) SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2012/2013. is the learning result of students. The data was collected using a
Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-9 multiple-choice test method to measure learning result. The
sebagai kelompok eksperimen dan VII-6 sebagai kelompok learning result data was analyzed using t-test by first prerequisite
kontrol dengan total jumlah siswa sebanyak 83 orang. Terdapat test analysis that included tests of normality and homogeneity tests.
dua jenis variabel dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas The motivation and students’ response data was collected used
adalah model pembelajaran kooperatif MURDER, dan (2) questionnaires. Based on the data analysis result, obtained by
variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Pengumpulan data normality test and homogeneity test of the two groups of normally
dilakukan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda untuk distributed and homogeneous. There is a significant effect on
mengukur hasil belajar. Data hasil belajar kemudian dianalisis learning result of students who learned with implementing
dengan menggunakan uji-t dengan terlebih dahulu melakukan MURDER cooperative learning model. The average value of group
uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji learning result of students with MURDER cooperative learning
homogenitas. Data motivasi dan respon siswa menggunakan model is higher than the group of students who use direct
metode angket. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh uji instructional model, there is an increase in students’ motivation at
normalitas dan homogenitas kedua kelompok berdistribusi every meeting and students’ responded positively to the application
normal dan homogen. Terdapat pengaruh yang signifikan of MURDER cooperative learning model.
terhadap hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan
menerapkan model pembelajaran kooperatif MURDER. Nilai Keywords— MURDER cooperative learning model, learning
rata-rata hasil belajar kelompok siswa dengan model result, motivation and students’ response.
pembelajaran kooperatif MURDER lebih tinggi dari kelompok
siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung,
terdapat peningkatan motivasi siswa pada setiap pertemuan dan I. PENDAHULUAN
siswa merespon positif terhadap penerapan model pembelajaran Pendidikan saat ini tidak terlepas dari perkembangan
kooperatif MURDER. teknologi. Seiring dengan perkembangan tersebut, sistem
pendidikan nasional menghadapi tantangan yang sangat
Kata kunci— Model pembelajaran kooperatif MURDER,
kompleks dalam menyiapkan kualitas Sumber Daya Manusia
hasil belajar, motivasi dan respon siswa.
(SDM) yang mampu bersaing di era globalisasi. “Upaya yang
Abstract— The purpose of this study are to know (1) the effect tepat untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
of the application of MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, berkualitas yang berfungsi sebagai alat untuk membangun
Elaborate, Review) cooperative learning model on learning results SDM yang bermutu tinggi adalah pendidikan” [1].
ICT in VII grade students of SMP Negeri 2 Singaraja by taking
736

Dengan demikian. Model dengan tujuan yang akan dicapai. tersebut. Review) terhadap Hasil Belajar Siswa pada dalam pendidikan formal telah menerapkan Kurikulum Mata Pelajaran TIK Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan Seperti halnya di SMP Negeri 2 Singaraja. Agustus 2013 Untuk meningkatkan kualitas pendidikan. sehingga tujuan pembelajaran yang ditetapkan Berdasarkan uraian permasalahan di atas peneliti ingin dapat tercapai. komputer. Understand. Dalam makna kompleks pembelajaran hakikatnya dan kemajuan mereka [2]. keterampilan. Dalam mengajarkan suatu pokok bahasan (materi) Review) yaitu suatu model pembelajaran kooperatif yang tertentu harus dipilih model pembelajaran yang paling sesuai dihasilkan dari perspektif psikologi kognitif. merupakan hal yang sangat mengkaji lebih dalam mengenai penerapan model penting bagi para pengajar untuk mempelajari dan menambah pembelajaran kooperatif MURDER pada mata pelajaran TIK wawasan tentang model pembelajaran yang telah diketahui. juga menekankan pada pentingnya pertimbangan-pertimbangan. serta ide dan apresiasi yang konsep TIK. dimana menyampaikan ide atau argumentasi secara lisan. sehingga menyebabkan daya serap dan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan ketuntasan belajar siswa menjadi belum optimal. Oleh karena itu. ”Mengajar pada hakikatnya tidak siswa bukan hanya memiliki kemampuan dalam menggunakan lebih dari sekedar menolong para siswa untuk memperoleh peralatan TIK. siswa kurang pengetahuan apa yang diinginkan siswa dan bagaimana cara mampu menumbuh kembangkan motivasi dalam belajar yang efektif untuk mendapatkannya. Menyikapi untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran permasalahan tersebut diperlukan suatu model pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku. mengarahkan siswa belajar. ISSN 2252-9063 Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 2. guru. Salah satu perubahan Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013”. dalam konteks inilah kemudian diperlukan kurikulum atau sehingga mengakibatkan siswa kurang kreatif. secara mandiri. Understand. berjudul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran maka seorang pengajar akan merasakan adanya kemudahan Kooperatif MURDER (Mood. tetapi diperlukan juga pemahaman tentang pengetahuan. sehingga 737 . Detect. Sebagian besar siswa pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan malas membaca. serta siswa jarang diarahkan untuk menuju pada suatu target yang telah ditetapkan sebelumnya. paradigma pembelajaran pada KTSP adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat kepada guru (teacher centered) beralih berpusat kepada murid (student centered). KAJIAN TEORI Pada KTSP. TIK sebagai bagian kegiatan karena pertumbuhan atau karena perkembangan tubuhnya atau pendidikan memiliki peranan penting di dalam membentuk karakteristik seseorang sejak lahir. Recall. dalam pembelajaran kooperatif ini selain menekankan pada memilih suatu model pembelajaran harus memiliki kemampuan kognitif siswa. Guru hendaknya mengetahui secara baik model Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk pembelajaran dan mampu menerapkannya dengan tepat dalam interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan hidup. kurang aktifnya siswa dalam hal bertanya maupun mengutarakan pendapatnya serta modul ajar yang B. menemukan sendiri konsep dari materi yang dipelajari. belajar dapat diartikan sebagai perubahan mempersiapkan siswa agar mampu mengantisipasi pesatnya pada individual yang terjadi melalui pengalaman dan bukan perkembangan teknologi. Elaborate. yang berorientasi student-centered dan bisa meningkatkan dan lain-lain [3]. sikap. Guru diharapkan memiliki kemampuan dalam menjurus kepada perubahan tingkah laku dan pertumbuhan mengelola kelas dengan sebaik-baiknya demi mencapai tujuan siswa”[3]. dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. peran siswa dan adanya motivasi belajar yang baik dalam tingkat perkembangan kognitif siswa dan sarana atau fasilitas kegiatan pembelajaran. Nomor 6. Selanjutnya Joyce menyatakan bahwa setiap kemampuan kognitif siswa. Pengertian Model Pembelajaran digunakan oleh guru kurang menarik perhatian siswa untuk Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu dipelajari karena berupa buku LKS. Misalnya. mata pelajaran siswanya (mengarahkan interaksi siswa dengan sumber belajar TIK juga diberikan kepada siswa. Recall. Hakikat Belajar dan Pembelajaran menjadi mata pelajaran yang dimaksudkan untuk Secara umum. Permasalahan yang terjadi lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan [3]. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) A. yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. MURDER (Mood. yang kemudian peneliti tuangkan dalam penelitian yang Karena dengan menguasai beberapa model pembelajaran. materi pelajaran. Sebagaimana tujuan pembelajaran TIK. dalam proses pembelajaran adalah belum maksimalnya Dari makna ini jelas terlihat bahwa pembelajaran merupakan pembelajaran yang menekankan siswa untuk dapat interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik. pemerintah Elaborate. Detect. Salah satu model yang model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain berorientasi student-centered dan menekankan kognitif dalam pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif sehingga tujuan pembelajaran tercapai. SDM yang berkualitas guna menghadapi tantangan yang Unsur terpenting dalam mengajar ialah merangsang serta semakin kompleks. Kemampuan dalam memilih model pembelajaran Pembelajaran merupakan aspek kegiatan manusia yang serta media atau sumber belajar juga merupakan tugas utama kompleks. kurikulum. film. dapat antara keduanya terjadi komunikasi yang intens dan terarah memecahkan masalah. yang tersedia. II.

Kemampuan psikomotor yaitu keterampilan-keterampilan hari. maka perlu dikoreksi kembali. Begitu pula menemukan jawaban tugas-tugasnya dan anggota yang perilaku seseorang dalam kegiatan belajar mengajar juga lain menulis sambil mengoreksi jika ada kekeliruan. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang Kegiatan pembelajaran MURDER dibagi atas enam dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. yang 738 . menciptakan suasana Untuk mengevaluasi hasil belajar siswa yang diharapkan. Ketiga ranah tersebut mengelaborasi pemahaman dengan contoh atau aplikasi. salah satu anggota dyad-1 tersebut akan mengarahkan perilaku seseorang. motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. tetapi dapat diperoleh melalui mengajak siswa mengingat materi sebelumnya yang angket. Kondisi ini tidak dapat pembelajaran. 2) Understand. opini. jawab secara lisan serta pemberian informasi ataupun 3) Ranah Psikomotor fenomena-fenomena menarik dalam kehidupan sehari. Setelah itu melakukan pembagian anggota kelompok untuk mengadakan koordinasi antara proses-proses (empat orang) dibagi menjadi dua pasang dyad. Dalam pemahaman dan ide yang dimiliki (satu anggota). dan/atau nilai-nilai. menyimpan dan memproses apa yang kesimpulan. mencermati mendorong para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok penyampaian yang dilakukan oleh kelompok yang sedang kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam presentasi sehingga jika terdapat ketidakcocokan dengan mempelajari materi pembelajaran [4]. Dalam fase ini. Hal memerlukan motivasi untuk belajar. 5) Elaborate. pemaknaan dan diperlukan tujuan yang bersifat operasional yaitu tujuan pembentukan pemahaman. serta arah umum dari Siswa diarahkan untuk mencermati poin-poin penting tingkah laku manusia [6]. Seseorang termotivasi atau dalam materi yang dibaca. merangkum pembelajaran setelah Benjamin S. motoris. guru dapat terdorong untuk melakukan sesuatu karena adanya tujuan atau menggunakan LKS untuk menunjang proses kebutuhan yang hendak dicapai. mengkomunikasikan berupa tingkah laku yang dapat dikerjakan dan diukur. Motivasi Belajar Membaca bagian materi tertentu tanpa menghafalkan oleh Motivasi merupakan suatu proses yang menentukan masing-masing dyad dalam suatu kelompok belajar. Hasil Belajar dihasilkan oleh perspektif ini adalah MURDER. ISSN 2252-9063 Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 2. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang E. dipelajarinya dan bagaimana proses berpikir dan belajar itu terjadi. merupakan penggolongan jenis pengetahuan menurut pertanyaan. tingkat kegiatan. Bloom yaitu: menyelesaikan seluruh tugas. Dalam kegiatan belajar. kegiatan utama. Agustus 2013 tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dalam proses 3) Recall pembelajaran dapat tercapai dan tuntas sesuai yang Salah satu anggota kelompok menyampaikan hasil diharapkan. digunakan adalah mencakup 3 ranah. ataupun mengemukakan pertanyaan terkait dengan materi yang dibahas. Tujuan atau kebutuhan pembelajaran. 6) Review. intensitas. Pengkondisian dilakukan dengan cara dideteksi dengan tes. minat. klasifikasi hasil belajar yang mencermati penyampaian informasi. konsisten. Pembelajaran kooperatif apa yang disampaikan. masing kelompok. Pembelajaran Kooperatif Dilakukan oleh kelompok lain. yang sama juga dilakukan oleh pasangan dyad-2. 4) Detect C. muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah 5) Elaborate menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka Mengajukan tanggapan jika terdapat perbedaan pendapat saling berdiskusi dengan temannya. sistem pendidikan nasional. Selajutnya. mencermati kembali Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang jawaban yang telah mereka buat. diskusinya di depan kelas kepada siswa lain. Nomor 6. rileks dan memotivasi siswa. atau pengamatan yang sistematik dan terkait dengan materi yang akan dipelajari melalui tanya berkelanjutan. 3) Recall. 2) Understand F. 1) Mood 2) Ranah Afektif Guru berusaha mengkondisikan siswa ada pada situasi Kemampuan afektif peserta didik berhubungan dengan belajar yang memotivasi siswa untuk fokus pada kegiatan sikap. 4) Detect. Model Pembelajaran MURDER 6) Review Psikologi kognitif memiliki perspektif dominan dalam Me-review atau merangkum kembali hasil pekerjaan pendidikan masa kini yang berfokus pada bagaimana manusia berdasakan diskusi yang telah berlangsung dan membuat memperoleh. inventori. yaitu psikhis (terutama pengindraan) dengan reaksi-reaksi dyad-1 dan dyad-2 dan memberikan tugas pada masing. Siswa secara rutin bekerja dari presentasi temannya dengan pengalaman yang telah dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan diperoleh sebelumnya dalam menyelesaikan soal-soal masalah-masalah yang kompleks. yaitu [5]: 1) Mood. 1) Ranah kognitif Langkah-langkah kegiatan model pembelajaran kooperatif Ranah kognitif adalah suatu wilayah kecakapan yang MURDER yaitu: diperoleh yang mempengaruhi tingkah laku seseorang. D.

disajikan pada Tabel 1.05 kesetaraan terlebih dahulu dengan menggunakan ANOVA satu jalur (one way ANOVA). c. Teknologi Informasi dan Komunikasi.29 739 .71 66. pengujian dilakukan dengan menggunakan uji F [9]. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).571 sama. Lebih senang bekerja mandiri.96 6 g.04 6 berupa uji normalitas. Data akan dianalisis dengan analisis Tabel 2 Analisis Deskripstif Data Kelompok Kontrol xi − x fi (xi − x ) 2 statistik deskriptif untuk mendeskripsikan data hasil belajar Interval fi xi fixi FK siswa.29 158.64 41 Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu Jumlah 41 129 904 -3 512 dimana desain penelitian yang digunakan adalah “Posttest Only Control Group Design”. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus interval data adalah 16.31 34 dengan menggunakan analisis Chi-Kuadrat [8] dan uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varians 24-26 8 25 200 5.57 2 akan sesuatu).05 101. uji homogenitas dan uji hipotesis. 7 15-17 16 112 -3.22 42 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol homogen atau Jumlah 42 105 810 -10. skor tertinggi setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut [7]: adalah 30 dan skor terendah adalah 14 dengan rentangan a. Analisis statistik yang akan digunakan 12-14 4 13 52 -6.57 13 Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui sebaran data 18-20 12 19 228 -0.95 124.29 0. ISSN 2252-9063 Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 2. banyak kelas interval adalah 6 serta dalam waktu yang lama. selesai). Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin 13 – 15 2 14 28 -8. Nomor 6. Sebelum menentukan kelas = 41 yang akan digunakan sebagai sampel peneliti melakukan uji = 22. xi − x fi (xi − x ) 2 Intzerval fi xi fixi FK f. tidak pernah berhenti sebelum panjang interval masing-masing kelas adalah 3.05 46. 42 = 19 . PEMBAHASAN memberikan arah pada kegiatan belajar.29 172. banyak kelas interval adalah 6 serta panjang digunakan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar interval masing-masing kelas adalah 3.95 12. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. kemudian data dianalisis dengan memberi makna 9-11 2 10 20 -9. Agustus 2013 menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang IV.95 96. menunjukkan bahwa Ada beberapa ciri motivasi. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. skor tertinggi adalah 26 digunakan untuk mengetahui hasil belajar TIK siswa dengan dan skor terendah adalah 9 dengan rentangan interval data menggunakan tes pilihan ganda (obyektif). METODOLOGI 28 – 30 2 29 58 6.98 25 hasil belajar TIK pada kelas eksperimen dan kelas kontrol 21-23 9 22 198 2. kooperatif MURDER. Motivasi yang ada pada diri dari 41 siswa pada kelompok eksperimen. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu. sehingga tujuan yang Berdasarkan data hasil pengukuran terhadap hasil belajar dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai [7]. Analisis Deskripstif Data Kelompok Eksperimen b. h.71 261. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin.17 17 22 – 24 14 23 322 0.45 2 terhadap deskripsi data. penelitian ini adalah metode tes dan angket. sedangkan uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah Skor rata-rata dapat dihitung dengan rumus: hipotesis alternatif yang telah diajukan diterima atau ditolak dengan menggunakan rumus polled varians. Berdasarkan data hasil pengukuran terhadap hasil belajar Metode pengumpulan data yang digunakan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi kelompok kontrol. siswa pada setiap pertemuan serta untuk mengetahui respon Analisis Deskripstif Data Kelompok Kontrol disajikan siswa terkait dengan penerapan model pembelajaran pada Tabel 2. 16 – 18 4 17 68 -5. Skor rata-rata x= ∑fx i i motivasi belajar siswa dan skor rata-rata respon siswa ∑f i didapatkan dengan membagi jumlah skor dengan jumlah 810 = siswa.05 129. 19 – 21 11 20 220 -2.29 75. Metode tes menunjukkan bahwa dari 42 siswa. Tabel 1 Analisis Deskripstif Data Kelompok Eksperimen e.71 734. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah.67 31 25 – 27 8 26 208 3. Metode angket adalah 17. sedangkan kelas VII-6 dengan jumlah ∑f i 42 siswa menggunakan model pembelajaran langsung dan 904 disebut sebagai kelompok kontrol.90 39 III. d. Kelas VII-9 dengan jumlah 41 siswa diberikan perlakuan berupa penerapan model Skor rata-rata dapat dihitung dengan rumus: pembelajaran kooperatif MURDER dan disebut sebagai x= ∑fx i i kelompok eksperimen.

974 . motivasi belajar siswa pada setiap pertemuan dapat disajikan dalam histogram seperti Gambar 2. Rata-rata skor sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh χ2hitung sebesar motivasi belajar siswa selama penerapan model pembelajaran 3.05 > 19. pertanyaan menjodohkan dengan menarik garis dan menggunakan rumus polled varians dengan taraf signifikansi mengelompokkan gambar sesuai dengan klasifikasinya. dan pada pertemuan terakhir sebesar 82. Siswa juga menjadi lebih termotivasi dan merasa senang untuk mengikuti pembelajaran dan siswa lebih mudah mamahami konsep- konsep yang sulit dengan mendiskusikan bersama temannya.29. 5% dan derajat kebebasan 81. Agustus 2013 Berdasarkan data yang diperoleh.815 untuk kelompok eksperimen kooperatif MURDER adalah 76. menyusun Karena nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka dapat dinyatakan pertanyaan-pertanyaan pada tahap apersepsi sedemikian rupa bahwa varians dari kedua kelompok adalah homogen. hati siswa. rata-rata post-test hasil Berdasarkan hasil analisis angket motivasi belajar siswa belajar TIK pada kelompok eksperimen lebih besar yang diberikan pada kelompok eksperimen. pembelajaran kooperatif MURDER terhadap hasil belajar TIK siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja semester genap tahun ajaran 2012/2013. Kategori respon terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan model siswa dapat disajikan dalam histogram seperti Gambar 3. pada rata skor motivasi belajar siswa meningkat lagi menjadi 79.34. bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari Rata-rata hasil belajar TIK tersebut dapat disajikan dalam pertemuan pertama sampai pertemuan kempat.05 kelompok eksperimen diperoleh χ2hitung sebesar 0. maupun kelompok kontrol. yaitu diperoleh Fhitung sebesar 1.990. dapat diketahui dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu 20. mengemukakan pendapat dan berargumentasi.68. seperti memberikan permainan menyusun potongan-potongan Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan gambar. ketika guru mengatur suasana distribusi data dari kedua kelompok berdistribusi normal. ISSN 2252-9063 Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 2.400 dengan Ftabel sebesar 1.44. pertemuan kedua sebesar 74. pertemuan ketiga rata- Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan. 69. menjelaskan dan memperluas pemahaman yang dimiliki. Gambar 3 Histogram Respon Siswa 740 . Rata-rata skor histogram seperti Gambar 1. cara yang digunakan guru membuat siswa merasa sedangkan dari uji homogenitas yang telah dilakukan senang dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. dengan menggunakan media kertas manila.686.208 dengan ttabel sebesar pada kelompok eksperimen menunjukkan. Karena nilai χ2hitung dari kedua Terjadinya peningkatan motivasi belajar siswa kelompok lebih kecil dari χ2tabel maka dapat dinyatakan bahwa dikarenakan pada tahap mood.162 dan χ2tabel sebesar 7.98. respon siswa 1. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan terjadi interaksi dengan teman kelompoknya. Karena nilai thitung lebih besar dari ttabel maka hipotesis terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER alternatif (Ha) yang telah diajukan diterima yang artinya adalah positif dengan rata-rata sebesar 79.38. Tercapainya hasil belajar TIK pada kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif MURDER dikarenakan model pembelajaran ini menuntut kinerja siswa untuk mampu menyampaikan materi secara lugas. Gambar 1 Histogram Rata-rata Skor Hasil Belajar Siswa Gambar 2 Histogram Rata-rata Skor Motivasi Belajar Siswa Kelompok Eksperimen dan Kontrol Berdasarkan Gambar 2 diketahui bahwa rata-rata skor Hasil perhitungan uji normalitas dan homogenitas kedua motivasi belajar siswa untuk pertemuan pertama sebesar kelompok memiliki data yang normal dan homogen. Nomor 6. dimana dari perhitungan Sedangkan hasil analisis respon siswa yang diberikan tersebut diperoleh thitung sebesar 3.

VII SMP Negeri 2 Singaraja dalam penerapan model Jakarta: Kencana Prenada Media Group.54% Disarankan penelitian lain agar melaksanakan penelitian merespon positif dan 2. 2008. M. (2) Adanya peningkatan motivasi siswa kelas 2007. Nomor 6. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. [3] Trianto. 741 . saran guna meningkatkan kualitas pembelajaran TIK antara Jakarta: Raja Grafindo Persada. tujuan penelitian. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. dan R&D. Bandung: Nusa Media. Jakarta: Prestasi Pustaka. SIMPULAN situasi belajar yang mampu membangkitkan motivasi siswa Berdasarkan perumusan masalah. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. 2007. 58. A. Singaraja 26 Nopember sebesar 2. siswa adalah sebesar 39. Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan lain: (1) Model pembelajaran kooperatif MURDER dapat Kuantitatif. Co-operative Learning in The Thinking siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dalam penerapan Clasroom. Hal ini [2] Ardana. memiliki perbedaan Pendidikan Matematika. mulai dari pertemuan pertama sampai terakhir. 2009. I Made. 2003. Aplikasi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja. Cetakan keempat. 2012. (3) Respon [5] Jacobs.dkk. kesimpulan sebagai berikut: (1) Adanya pengaruh yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif REFERENSI MURDER terhadap hasil belajar untuk materi Program [1] Trianto. lama untuk mendapatkan gambaran yang lebih meyakinkan mengenai hasil belajar TIK siswa. I Wayan. Bandung: Alfabeta. Statistika Pendidikan (Teknik Analisis Data digunakan.76.44% merespon cukup positif terhadap sejenis dengan pemilihan materi yang berbeda dan waktu lebih penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER.98. G. Jakarta: Rineka Cipta.. Jurusan eksperimen dan kelompok kontrol. FMIPA. untuk mengikuti pembelajaran dan bekerjasama antar sesama pengajuan hipotesis dan analisis data penelitian. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Undiksha. pembelajaran kooperatif MURDER pada mata pelajaran TIK [4] Slavin. Robert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diajukan beberapa [7] Sardiman. 1997. model pembelajaran kooperatif MURDER adalah positif [6] Slameto. dapat ditarik anggota kelompoknya. (3) Guru diharapkan semakin meningkatkan kreatifitasnya dalam menciptakan V. Agustus 2013 Berdasarkan Gambar 3 diketahui bahwa persentase respon singkat jika digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa.M. [8] Sugiyono. menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat [9] Koyan. 2007. Singapore. Mendesain Model Pembelajaran Inofatif-Progresif.02% merespon sangat positif. dapat dilihat dari rata-rata skor hasil belajar kelompok Makalah disajikan dalam Seminar Matematika Regional Bali. (2) Perlakuan yang diberikan kepada siswa sangat Kuantitatif). dengan rata-rata respon sebesar 79. 2007. Cooperative Learning. ISSN 2252-9063 Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 2. Makalah disajikan pada The International Conference on Thinking. 2012. Kualitatif. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha Press.