Dimas Bimo Mahardika / 15713014

IL4203 – Sanitasi Pedesaan

A. Pengertian Sanitasi

Pengertian sanitasi ada beberapa yaitu:

1. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada
usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

2. Upaya menjaga pemeliharaan agar seseorang, makanan, tempat kerja atau peralatan
agar hygienis (sehat) dan bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga,
atau binatang lainnya.

3. Menurut Dr.Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang
menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang
mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

4. Menurut Ehler & Steel, sanitation is the prevention od diseases by eliminating or
controlling the environmental factor which from links in the chain of tansmission.

5. Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor lingkungan
yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.

Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
dengan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya
kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Sedangkan hygiene adalah
bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat.

B. Sanitasi Berbasis Masyarakat

SANIMAS atau Sanitasi Berbasis Masyarakat adalah program untuk menyediakan
prasarana air limbah bagi masyarakat di daerah kumuh padat perkotaan. Menyusul
kesuksesan pilot program di enam kota di tahun 2003-2004, mulai tahun 2005 Pemerintah
Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya dalam mendukung replikasi

Sejak tahun 2010. digunakan konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan. pembangunan berwawasan lingkungan. Islamic Development Bank rencananya akan berkomitmen untuk mendukung pembangunan sebanyak lebih dari 2000 fasilitas sanimas di 48 kota/kabupaten di 14 provinsi. serta penerapan prinsip pemulihan biaya. air merupakan benda social dan ekonomi. peran aktif masyarakat. Sanitasi Pedesaan 1. Selain itu. Dalam pembangunan fasilitas Sanimas. Selain didukung pula oleh pendanaan APBN Direkotrat Jenderal Cipta Karya – Kementerian PU.dan scaling-up pendekatan fasilitas sanitasi terdesentralisasi berbasis masyarakat (decentralized wastewater treatment systems – DEWATS) secara nasional melalui program SANIMAS ini. pembangunan fasilitas sanimas ini didukung penuh oleh Dana Alokasi Khusus bidang Sanitasi yang sudah terpisah dengan DAK bidang Air Minum. Sampai tahun 2011 telah terbangun sebanyak 551 fasilitas Sanimas di 131 kabupaten/kota di 30 provinsi di Indonesia. Saat ini dukungan dana yang besar tersedia dari Asian Development Bank untuk membangun fasilitas sanimas di 1350 kelurahan di lebih dari 30 kota/kabupaten di 5 provinsi. Pembangunan fasilitas sanimas merupakan komponen utama dalam mencapai target RPJMN 2010-2014 bidang sanitasi. Konsep tersebut menggunakan prinsip-prinsip pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis-masyarakat seperti: pilihan yang diinformasikan sebagai dasar dalam pendekatan tanggap kebutuhan. dengan tujuan agar fasilitas yang terbangun dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. pembangunan. yaitu menyediakan akses terhadap layanan pengelolaan air limbah terpusat skala komunal untuk 5 % penduduk Indonesia di tahun 2014. operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi komunal. C. Desa Berikut adalah beberapa pengertian desa menurut para ahli kependudukan: . pemerintah pusat juga mendorong pembangunan fasilitas sanimas melalui dukungan dana luar negeri dan dana APBD melalui berbagai kerangka program.

yang berarti memiliki makna sifat kekotaan dan sifat kedesaan. desa adalah perwujudan atau kesatuan geografi. “desa” disebut village. ekonomi. Sebuah desa secara administratif terdiri dari beberapa kampung/dusun/banjar/jorong. Dalam bahasa Inggris. Menurut Rifhi Siddiq. Sementara istilah urban merupakan istilah yang berarti sifat kekotaan atau sesuatu yang berkenaan dengan kota. bermatapencaharian di bidang agraris serta mampu berinteraksi dengan wilayah lain di sekitarnya. Menurut Sutardjo Kartohadikusumo. Penggabungan dari kedua istilah tersebut yaitu peri dan urban akan membentuk kata sifat baruyang secara harafiah berarti sifat kekotaan dan sekitar. politik. Istilah peri merupakan kata sifat yang bermakna pinggiran atau sekitar dari suatu objek tertentu. Kawasan peri urban merupakan kawasan yang berdimensi multi. sehingga apabila ditamabah dengan kata region. desa adalah pembagian wilayah administratif yang berada di bawah kecamatan dan dipimpin oleh Kepala Desa. desa adalah daerah dimana hubungan pergaulannya ditandai dengan derajat intensitas yang tinggi dengan jumlah penduduk kurang dari 2500 orang. desa adalah pemukiman manusia dengan populasi antara beberapa ratus hingga beberapa ribu jiwa dan berlokasi di daerah pedesaan. maka kata peri urban region mempunyai makna sebagai suatu wilayah yang berada disekitar perkotaan. Bintarto. 2. 1. sosial. desa adalah suatu wilayah yang mempunyai tingkat kepadatan rendah yang dihuni oleh penduduk dengan interaksi sosial yang bersifat homogen. desa adalah suatu kesatuan hukum dan di dalamnya bertempat tinggal sekelompok masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. Landis. Menurut Paul H. Menurut R. serta kultural yang terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Secara administratif Indonesia. Atau dapat disimpulkan. 3. 4. hal ini dikarenakan pengkaburan makna sekitar perkotaan. Peri-Urban Istilah peri urban merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris. Pengidentifikasian kawasan peri urban sangat sulit jika dilihat dari dimensi non- . 2.

dari sisi ini wilayah perkotaan merupakan suatu wilayah yang didominasi oleh bentuk pemanfaatan lahan non- agraris. sedangkan wilayah kedesaan adalah wilayah yang didominasi oleh bentuk pemanfaatan lahan agraris. dapat diungkapkan bahwa kaawsan peri urban atau rural urban fringe merupakan zona peralihan pemanfaatan lahan. Secara komprehansif. oleh karena itu pada tahap pengenalan kawasan peri urban hanya didasarkan pada istilah kedesaan maupun kekotaan dari segi fisik morfologiyang diindikasikan oleh bentuk pemanfaatan lahan non-agrarisversus penggunaan lahan agraris. peralihan karakteristik sosialdan peralihan karakteristik demografis yang terletak antara: a. Wilayah kekotaan terbangun yang menyatu dengan permukiman kekotaan utamanya dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pusat kota. Pagi hari oranag akan melakukan perjalanan dari kaawsan pedesaan ke kawasan perkotaan. dan sebaliknya di sore hari. Fenomena seperti ini didasarkan pada kenyataan bahwa moda transportasi saat ini selalu bertambah canggih dengan kemampuan jangkau yang semakin jauh ditambah penyingkatan waktu yang diperlukan untuk melakukan perjalanan. Perkembangan sarana dan prasarana transportasi memegang peranan yang sangat signifikan atas perkembangan kawasan peri urban. orang akan melakukan perjalanan pulang dari kawasan perkotaan ke kawasan pedesaaan.. dan . baik digunakan sebagai tempat tinggal maupun untuk tempat kegiatan lainnya. Dari segi sosial-ekonomi pengidentifikasian kawasan peri urban ini sedikit berbeda dengan pengidentifikasian secara fisikal. Hal inilah yang terjadi pada kawasan jalan Palagan tentara Pelajar saat ini. Dengan demikian dari waktu kewaktu kawasan peri urban ini akan semakin meluas baik ditinjau dari segi fisikal morfologis maupun dari segi sosial ekonomi. Hal ini didasarkan pada kenyataan dilapangan bahwa pertambahan penduduk dan kegiatannya selalu diikuti dengan tuntutan peningkatan ruang yang akan dimanfaatkan. Batasan fisikal morfologis kawasan peri urban mengisyaratkan adanya kecendrungan semakin luasnya kawasan peri urban ini. Secara ilmiah penentuan batasan kawasan peri urban ini sanagt sulit. karena pengidentifikasian segi ini menyangkut perilaku sosial maupun ekonomi masyarakat. namun McGee (1994:13) mengemukakan bahwa “batas terluar dari kawasan peri urban ini adalah tempat dimana orang masih maumenglaju untuk bekerja/melakukan kegiatan kekota”.fisikal. Hal seperti ini terjadi juga di daearah administratif Jogjakarta.

dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.  Menurut Max Weber Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. 3. Urban  Menurut Bintarto Dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dbgan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya. Daerah buriloka (hinterland) kedesaannya yang dicirikhasi oleh nyaris langkanya tempat tinggal penduduk bukan petani. padat dan permanen.b. Didalamnya terdapat percampuran orientasi sosial ekonomi kedesaan dan kekotaan dan mulai terjadi penetrasi utilitas dan fasilitas kekotaan serta dicirikhasi oleh adanya aplikasi peraturan zoning dan perencanaan yang tidak terkoordinasi dengan baik. mata pencaharian bukan kedesaan dan pemanfaatan lahan bukan kedesaan. Sementara itu perkembangan fisikal kekotaan telah melampaui batas-batas administrasi kota dan di wilayah tersebut sangat potensial terjadinya kenaikan kepadatan penduduk yang signifikan dan menciptakan kepadatan yang lebih tinggi dari rerata kepadatan penduduk di daerak kedesaan di sekitarnya.  Menurut UU No 22/ 1999 tentang Otonomi Daerah .  Menurut Arnold Tonybee Sebuah kota tidak hanya merupakan pemukinan khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya masing- masing. namun masih lebih rendah dari rerata kepadatan penduduk dibagian dalam kota.  Menurut Louis Wirth Kota adalah pemukiman yang relatif besar.

para ahli kemasyarakatan telah menekankan perbedaan-perbedaan antara masyarakat kota dan desa. pelayanan social dan kegiatan ekonomi. Perbedaan Menurut Max Weber mengenai “kota”. 4. Sebuah kota merupakan suatu system kapitalis dunia. Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan. Mempunyai perilaku homogeny 2. dan keterisolasian. Masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuatsesama warga desa. keterbelakangan. tidak lagi berlaku. sedangkan wilayah pedesaan tetap terikat pada ekonomi subsistem prakapitalis. (Hans- Dieter Evers. subsistensi. sedangkan masyarakat selalu terbelakang dan “tradisional”. (Weber. Desa atau lingkungan pedesaan adalah sebuah komunitas yang selalu dikaitkan dengan kebersahajaan (simplicity). yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang sangat kuat yang hakekatnya.1977) Pandangan yang berlaku dahulu bahwa kota adalah “modernt”. tradisionalisme. bahwa istilah tradisional atau modernt tidak harus sejalan berbarengan dengan wilayah pedesaan atau perkotaan. bahwa wilayah perkotaan merupakan pusat-pusat perubahan sosial. 4. Begitu banyak telah memperlihatkan bukti empiris. tetap diragukan. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Isolasi sosial. Mempunyai perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status . Rahardjo (1999) Ciri-ciri masyarakat pedesaan: 1. Mempunyai perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan 3. sehingga static .1979) Masyarakat perkotaan sering disebut urban community.

Individualisme Perbedaan masyarakat rural (pedesaan) dan urban (perkotaan) dapat di lihat dari beberapa hal di bawah ini:  Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam Masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam. 5. Masih banyak ritual dan nilai-nilai sakral 7. Mempunyai perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi 4. Sedangkan mata pencaharian di daerah perkotaan lebih bervariasi dan lebih mengarah ke bidang industri. karena lokasi geografisnya di daerah desa. 3. Kebauran dan diversifikasi cultural 6. Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular 7.sehingga dinamik 5. . Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hokum alam. Mobilitas sosial. Kesatuan dan keutuhan cultural 6. sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha. Mempunyai perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.  Pekerjaan atau Mata Pencaharian Pada umumnya mata pencaharian di daerah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yang bermatapencaharian berdagang. Kolektivisme Ciri-ciri masyarakat perkotaan: 1. Mempunyai perilaku heterogen 2.

 Homogenitas dan Heterogenitas Homogenitas atau persamaan ciri-ciri social dan psikologis.  Kepadatan Penduduk. Ukuran Komunitas Komunitas pedesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.  Pelapisan Sosial Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi atas piramida.1. kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat yaitu rural dan urban. Desa Permasalahan sanitasi pada masyarakat desa sebagian besar adalah mengenai akses sanitasi dan air bersih. 5. adat- istiadat. terdiri dari orang-orang dengan macam-macam perilaku. Lain halnya dengan di pedesaan yang tidak terlalu mementingkan diferensi sosial. Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. dan juga bahasa. Permasalahan Sanitasi 5. bahasa. kepercayaan.  Diferensiasi Sosial. penduduk di kota lebih heterogen. kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri. Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial. dan perilaku Nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen. Merujuk kepada Laporan Pencapaian Milenium Development Goals (Target Pembangunan Milenium) Indonesia Tahun 2007 bahwa akses masyarakat terhadap pelayanan air minum perpipaan – air dengan kualitas yang dapat diandalkan (reliable) dan lebih sehat dibandingkan dengan sumber air lainnya – di daerah perkotaan dan pedesaan pada tahun .

9 %. bagi pedesaan. Terlebih masyarakat peri-urban seringkali merupakan kaum ekonomi menengah kebawah. Permasalahan kepadatan kota semakin kompleks dengan perkembangan jumlah penduduk yang sangat tinggi. Di sini terlihat bahwa desa masih tertinggal.2. maka tidak demikian halnya untuk masyarakat desa. hal 87). Sementara itu. Oleh karena itu.2 %. terutama penduduk yang tidak tetap. Permasalahan utama sanitasi pada masyarakat peri-urban adalah terkait akses sanitasi dan air bersih. Kurangnya pendidikan tersebut menyebabkan pula kurangnya kesadaran akan pentingnya sanitasi. Jika pada tahun 2006 sebesar 87. Angka ini menunjukkan penurunan bagi daerah perkotaan dibandingkan dengan tahun 2000 yang mencapai 36. Urban Permasalahan lingkungan perkotaan yang dominan saat ini adalah population dan building density kota (kepadatan) yang terus meningkat. Hal tersebut menyebabkan kurangnya pendidikan yang didapatkan oleh masyarakatnya. 5. dan water quality (kualitas air).6 % masyarakat kota menikmati hal ini.8 % dan 9. masalah sanitasi kota. dapat dikatakan bahwa kondisi fasilitas air bersih di desa jauh tertinggal sejauh 12 tahun dibandingkan kota.2006 masing-masing sebesar 30. di sisi lain setiap orang juga menghasilkan limbah dalam beragam . Hanya sebesar 52. 5. Jadi.0 %. Setiap penduduk memerlukan energi. kerap beberapa kali sama halnya dengan kondisi sanitasi di desa. Sementara itu.1 % masyarakat desa yang menikmatinya. sanitasi juga masih menjadi masalah utama di kawasan peri-urban. jika akses pelayanan air bersih tersebut dilihat berdasarkan definisi air bersih sebagai air minum non-perpipaan terlindungi – yaitu air dengan kualitas sumber air yang mempertimbangkan konstruksi bangunan sumber airnya serta jarak dari tempat pembuangan tinja terdekat dan arak yang layak antara sumber air dan tempat pembuangan tinja terdekat adalah lebih dari 10 meter – maka akan terlihat pula ketertinggalan masyarakat desa. Jumlah ini jika dibandingkan sama dengan tingkat akses masyarakat kota pada tahun 1994 (Laporan Pencapaian MDG’s Indonesia 2007. lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. masalah persampahan.3. akses masyarakat pada tahun 2006 meningkat dibandingkan tahun 2000 yang hanya sebesar 6. Jumlah penduduk merupakan ancaman dan pressure terbesar bagi masalah lingkungan hidup. Peri-Urban Kondisi sanitasi pada masyarakat peri-urban.

Slow Sand Filter ini mempunyai keunggulan yaitu tidak memerlukan bahan kimia (koagulan) yang mana bahan kimia ini sering menjadi kendala yang dialami pada proses pengolahan air di daerah pedesaan. Setelah disaring dilakukan proses khlorinasi dan selanjutnya ditampung di bak penampung air bersih lalu seterusnya di alirkan ke konsumen.bentuk. Di dalam sistem pengolahan ini proses pengolahan yang utama adalah penyaringan dengan media pasir dengan kecepatan penyaringan 5 – 10 m3/m2/hari. Slow Sand Filter Slow Sand Filter atau bisa juga disebut Saringan Pasir Lambat digunakan untuk meningkatkan kebutuhan dasar masyarakat khususnya mengenai kebutuhan akan air bersih yang umumnya berada di daerah pedesaan. sehingga berimbas pada kualitas hidup manusia yang makin rendah. Sistem Slow Sand Filter merupakan teknologi pengolahan air yang sangat sederhana dengan hasil air bersih dengan kualitas yang baik. Pertambahan penduduk yang sangat tinggi. maka perlu disesuaikan dengan sumber air baku serta teknologi yang sesuai dengan tingkat penguasaan teknologi dalam masyarakat itu sendiri. kemudian dialirkan ke bak pengendap tanpa memakai zat kimia untuk mengedapkan kotoran yang ada dalam air baku yang selanjutnya di saring dengan Slow Sand Filter. Air baku dialirkan ke tangki penerima. diakui dapat melampau kemampuan daya dukung lingkungan untuk meregenerasi sendiri. D. Gambar 1 Slow Sand Filter ..

Kapasitas pengolahan dapat dirancang dengan berbagai macam ukuran sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. outlet dan peralatan kontrol. proses pengolahan air bersih dengan Slow Sand Filter konvensional terdiri atas unit proses yakni bangunan penyadap. Cara ini sangat sesuai untuk pengolahan yang air bakunya mempunyai kekeruhan yang rendah dan relatif tetap. Umumnya disain konstruksi dari Slow Sand Filter dirancang setelah didapat hasil dari survai lapangan baik mengenai kuantitas maupun kualitas. Masalah Sanitasi di Peri-Urban https://www. saringan pasir lambat dan bak penampung air bersih .com/watch?v=W5ViEB21fA8 3.com/wp-content/uploads/Slow-Sand-Filtration. Dengan terbentuknya lapisan ini maka di samping proses penyaringan secara fisika dapat juga menghilangkan kotoran (impuritis) secara bio-kimia. Biasanya ammonia dengan konsetrasi yang rendah. bak penampung. inlet.com/watch?v=Ii4Q6HZGI64 Sumber : http://contohdokumen. Masalah Sanitasi di Urban https://www.youtube. Bak ini dilengkapi dengan sistem saluran bawah.youtube. bata semen atau bak fiber glass untuk menampung air dan media penyaring pasir. Masalah Sanitasi di Desa https://www. Biasanya saringan pasir lambat hanya terdiri dari sebuah bak yang terbuat dari beton. Secara umum. Dalam gambar desain telah ditetapkan proses pengolahan yang dibutuhkan serta tata letak tiap unit yang beroperasi. mangan dan zat-zat yang menimbulkan bau dapat dihilangkan dengan cara ini. Biaya operasi rendah karena proses pengendapan biasanya tanpa bahan kimia.gif .youtube.com/watch?v=z6G4tTyknP4 2. Tetapi jika kekeruhan air baku cukup tinggi. Oleh karena adanya akumulasi kotoran baik dari zat organik maupun zat anorganik pada media filternya akan terbentuk lapisan (film) biologis. pengendapan dapat juga memakai baghan kimia (koagulan) agar beban filter tidak terlalu berat. Video : 1. Hasil dengan cara pengolahan ini mempunyai kualitas yang baik. ferosemen. zat besi. Jika air baku baku dialirkan ke Slow Sand Filter maka kotoran-kotoran yang ada di dalamnya akan tertahan pada media pasir.

go.wordpress.blogspot.co.id/2013/03/slow-sand-filter.or.surabaya.ampl.co.id/weblh/?c=main&m=lingperkotaan https://dewiultralight08.id/program/sanitasi-berbasis-masyarakat-sanimas-/3 http://gagaje.blogspot.id/2013/05/pengertian-sanitasi-dan-hygiene.com/2010/12/06/konsepsi-kawasan-peri-urban/ .http://www.html http://adjisemiardji.html http://lh.