Nama : Kartika Wijayanti

NIM : P07124114014
Kelas : DIII Reguler A

Revolusikan Cara Pendidikan Negeri

Korupsi sebagai masalah keserakahan yang elite. Sangatlah wajar apabila
kampanye anti keserakahan dijadikan sebagai salah satu upaya memberantas
korupsi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi yang berasal dari
dalam diri pelaku atau dari luar pelaku. Sebagaimana dikatakan Yamamah bahwa
ketika perilaku materialistik dan konsumtif masyarakat serta sistem politik yang
masih “mendewakan” materi maka dapat “memaksa” terjadinya permainan uang dan
korupsi. “Dengan kondisi itu hampir dapat dipastikan seluruh pejabat kemudian
`terpaksa korupsi kalau sudah menjabat”.

Faktor lain penyebab terjadinya korupsi, berpusat pada satu hal yakni
“toleransi terhadap korupsi”. Sadarkah bahwa korupsi yang terjadi akan
meningkatkan hutang negara, merendahkan kualitas barang dan jasa bagi publik,
menurunnya pendapatan negara dari pajak, kemiskinan dan kesenjangan sosial.
Masyarakat yang kritis kini mampu mengetahui bahwa dengan munculnya
kepemimpinan korup, tidak percaya pada demokrasi ini, membuat kejelasan bahwa
pemerintahan kini telah memiliki fungsi yang mandul, yang kian perlahan
menghancurkan kedaulatan rakyat.

Sudah terbukti sampai saat ini pun bangsa ini telah memiliki banyak sekali
peraturan – peraturan tentang korupsi yang hanya menjadi senar tajam untuk
beberapa orang saja. Seharusnya paling tidak peraturan dibuat untuk mempedomani
manusia bernegara. Peraturan tersebut antara lain Tap MPR XI tahun 1980,
kemudian 10 UU anti korupsi, diantaranya UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan
UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, lalu yang
paling monumental dan strategis, Indonesia memiliki UU No. 30 Tahun2002, yang
menjadi dasar hukum pendirian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ditambah
lagi dengan dua Perpu, lima Inpres dan tiga Kepres. Kurang apa lagi? Tapi mengapa
korupsi masih saja menjamur dinegeri ini?

Korupsi masih banyak terjadi karena keserakahan elite yang membuat orang
melihatnya pun bertoleransi. Selain itu karena korupsi tidak memiliki dampak

menengah. Pencegahan korupsi di lingkungan sekolah adalah hal utama. karena dimana sekolah adalah tempat membangun kharakter seseorang. Bahwa sukses dapat diraih dengan ilmu.kerja keras dan integritas. Dengan diberlakukan wajib adanya pendidikan anti korupsi (PBAK) . mental dan agamanya akan mudah menjalankan korupsi asalkan ada peluang kesempatang yang tepat. Nomor 2. PAK dapat dimasukkan dalam kurikulum sekolah yang tertintegrasi maupun berdiri sendiri sebagai mata pelajaran. Mencermati faktor penyebab korupsi sangat tepat sebagai langkah awal bergerak menuju pemberantasan korupsi yang riil dapat kita mulai dari sekarang! Sebenarnya banyak hal kecil yang menjadi cikal kokoh suatu bangsa jika ingin menghapuskan korupsi dari negaranya. Maka orang yang lemah moral. Adanya pendidikan anti korupsi bagi siswa baik dari sisi manapun penempuhan jenjang pendidikan. Korupsi! Kita harus lawan Korupsi! Jangan hanya Kita lebih banyak wicara dan upacara ketimbang aksi. Memperdalam pendidikan moral. atas bahkan mahasiswa.langsung dan terfokus pada suatu hal. mulai dari dasar. mental dan agama di sekolah. bertanggungjawab dan utamanya adalah disiplin agar korupsi hilang perlahan di negeri ini. tetapi harus diimbangi dengan upaya lain melalui PAK. mandiri. Itulah mengapa sejak dini para penerus bangsa harusnya di didik berjiwa jujur. dengan membuat kantin yang bernama “Kantin Kejujuran”. yang berfungsi untuk melatih kejujuran para siswa. Menurut jurnal penelitian Hermanto dalam Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran. Volume 19. Jika moral dan mental terdidik secara baik sejak dini maka sifat-sifat korup tidak akan bersemayam dalam diri. peduli. sulit untuk melihat secara bersih karena korupsi menjadi bagian dari kewajaran suatu jajaran pemerintahan. Pengenalan dan apresiasi pada figur yang sukses. Karena salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah lemahnya moral dan mental seseorang. Melatih kejujuran siswa. diserongkan untuk segelintir manusia manusia yang duduk di kursi depan pemerintahan. Oktober 2012 sepakat bahwa upaya penegakkan hukum yang menekankan aspek sanksi saja tidak cukup. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menginternalisasi bagaimana korupsi harus dicegah. Banyak uang rakyat yang harusnya terarah dengan baik sesuai dengan hak mereka khususnya bagi pelayanan publik. Kebalikan dengan koruptor yang menghancurkan integritas.

lagu. percaya diri yang dapatdisalurkan melalui hal inspiratif seperti permainan. video. dengan munculnya ide kreatif sebagai pencegahan korupsi sejak dini.yang didalamnya akan mengulas beragam galaksi kasus korupsi. karena ini yang akan singkron dengan apa yang akan terjadi kelak ketika mereka yang bergantian mengganti pemerintahan. defiinisi. STOP KORUPSI! . gambar. bertanggungjawab jujur seperti yang diharapkan sebagai cikal kokoh suatu bangsa jika ingin menghapuskan pemerintahan ini dari korupsi. bagaimana mencegah dengan mengaktifkan siswa untuk bertindak. film sampai kedalam tindakan ke masyarakat dan tindakan bagi tersangka korupsi yang dekat bagi mahasiswa. setiap warga negara Indonesia yang sedang menembuh jenjang pendidikan baik dasar sampai mahasiswa memiliki rapor tentang kepribadian. Selain itu. poster. Rapor ini diharapkan agar siswa menjadi tertib dan disiplin. slogan.