1.

PENGERTIAN ENTREPRENEUR

Entrepreneur berasal dari bahasa Prancis yaitu entreprendre/wirausaha yang artinya
memulai atau melaksanakan. Wiraswasta/wirausaha berasal dari kata : Wira : utama, gagah
berani, luhur; swa : sendiri; sta : berdiri; usaha: kegiatan produktif. Dari kata tersebut,
wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri. Di Indonesia
kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor
pemerintahan, yaitu : para pedagang, pengusaha, dan orang-orang yang bekerja di perusahaan
swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai usaha sendiri.
Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri.

Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai
atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia entrepreneur didefinisikan :
"Sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam
berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan
operasinya, serta memasarkannya."

ZIMMERER
Kewirausahaan merupakan suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam
memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).

Yang perlu diperhatikan dalam berbisnis /berwirausaha

A. Analisis kekuatan diri.
B. Analisis kekuatan pesaing.
C. Analisis kebutuhan masyarakat.
D. Melihat kondisi ekonomi makro.
E. Mempelajari pola dan kebiasaan konsumen.
F. Selalu mencoba bila gagal.

ditambah dengan kecerdasan dan kepiawaian talenta Anda. Mempelajari kegagalan dulu baru belajar kesuksesan. Ikuti alur cerita bisnisnya. Ketika berkaca di depan cermin. Analisis Kekuatan Pesaing Jangan pernah berpikir. Spirit adalah pil jitu dan ampuh untuk menurunkan kepusingan Anda ketika berbisnis. Analisis Kekuatan Diri Anda harus berkaca. Anda jangan GAGAP BISNIS. Titik-titik kelebihan dan kelemahan tiap jengkal tubuh pasti akan terlihat jelas. B. Spirit. . Spirit sebagai seorang pebisnis menjadi bekal utama. sesungguhnya di dalamnya selalu terkandung baik kelebihan maupun kekurangan. Dengan jeli dalam membaca upaya pesaing. Ia pun pasti akan melakukan hal serupa. ketika pesaing Anda melakukan sebuah penetrasi bisnis. Jadi. Apalagi. berarti Anda dapat melihat dengan jelas porsi kekurangan pesaing Anda. Kuatkah Anda bertarung di arena ini? Dapatkah Anda menapak dan berdiri kokoh di tengah persaingan yang ada di depan mata? Ukur diri untuk memantapkan posisi berbisnis. mulai dari bentuk tubuh hingga raut wajah. Hal bodoh ketika Anda berpikir bahwa pesaing Anda tenang-tenang saja mencermati Anda berstrategi. pasti Anda akan lebih tangguh menerjang ombak bisnis yang menggoyanggoyangkan Anda. Ia akan selalu mengintip setiap upaya Anda dalam melengkapi diri dalam pertarungan bisnis ini. Anda perlu memiliki spirit berjibaku dengan kerasnya hantaman ombak bisnis yang pasti akan memabukkan. mental baja. berkacalah pada diri Anda. dan jawab dengan kreativitas yang tidak mampu pesaing Anda kerjakan. Di situlah kejelian dan insting bisnis Anda di uji. Ingat. kecerdikan dan kepiawaian menjadi tolok ukur kesuksesan Anda dalam berbisnis. A. Anda akan melihat seluruh badan Anda. Begitu juga dalam berbisnis. pesaing Anda diam saja ketika Anda sedang berkaca.G. Di situlah sesungguhnya kemenangan Anda. Jangan pernah panik ketika pesaing berstrategi.

Jangan sampai kita salah menganalisisnya. Hitunglah secara detail tingkat kebutuhan mereka. dan jangan pernah kecewakan mereka. Buatlah pelanggan Anda menikmati berbisnis dengan Anda. riset pasar dan analisis kebutuhan masyarakat menjadi pilar-pilar utama dalam berbisnis. sehingga kita perlu membidik dengan teliti. Melihat Kondisi Ekonomi Makro Ketiga hal tersebut lebih menekankan pada faktor internal antara Anda dengan pesaing Anda. Sebagai pebisnis. cermat. Sikap semacam ini sangat penting untuk Anda yang masih pemula atau pebisnis dengan modal yang terbatas. Anda fokus saja dalam memilah serta membedah polarisasi perilaku mereka. Analisis Kebutuhan Masyarakat Buat dan perincilah daftar kebutuhan masyarakat. Tiap konsumen memiliki tingkat kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda. dan itu pasti terjadi. melihat dengan jeli faktor ekternal juga menjadi tolok ukur keberhasilan. iklim bisnis di negeri kita sering mengalami pasang surut dan tidak menentu. Jadi tidak bisa penerapan pendekatan atas kebiasaan konsumen dibuat all size (seragam). tapi Anda pasti akan bisa memenuhi kebutuhan mereka. Lain halnya dengan pebisnis partai besar yang akan selalu berpikir “One Stop Marketing”. Anda tidak mungkin bisa memenuhi segala keinginan masyarakat. dengan jargon “semua yang Anda inginkan. tekun. D. dan bukan daftar keinginan masyarakat.C. kita harus cermat melihat kondisi psikologis ekonomi masyarakat. E. Jika Anda bermodal kecil. Memulai bisnis atau sudah menjalankan bisnis selalu terkait dengan faktor ekternal ini. Ingat. perilaku konsumen bersifat infeksius. Untung kecil tidak mengapa. dan satu persatu. Jadi yang perlu kita telusuri dan pelajari dengan secermat-cermatnya yaitu perilaku . asal Anda menjadi pilihan hati konsumen tetap Anda. Kondisi perpolitikan yang memanas tentu akan berimbas juga kepada iklim bisnis di tengah masyarakat. Mempelajari Pola Kebiasaan Konsumen Pola kebiasaan konsumen tidak bisa disamakan satu sama lain. ada di sini”. Semuanya berbeda. Sebagai seorang pebisnis atau entrepreneur. Kita ketahui. Kuncinya. Filosofi ini akan menggiring Anda untuk fokus dalam berbisnis.

Mungkin ungkapan yang tepat yaitu: Anda diberi kesempatan untuk bernafas. Spirit bisnis terus dibutuhkan untuk segera bangkit ketika Anda mengalami kegagalan. sebab itu hanyalah sebuah masa transisi yang akan memberikan ruang bagi Anda untuk berinstrospeksi dan menghitung kembali rancangan bisnis Anda. Selalu Mencoba Bila Gagal Kegagalan dalam berbisnis bukanlah sebuah kehancuran permanen yang harus diratapi. Tangan mereka meraih ranting yang . Dalam lumpur bisnis yang tidak tentu di mana ujungnya dan berapa sesungguhnya kedalaman lumpur tersebut. pasti Anda temukan kisah sandungan- sandungan atau hantaman-hantaman ombak bisnis yang memabukkan itu. Sebaliknya. kini sukses mereka raih. Jatuh-bangun sebuah bangunan bisnis tidak serta merta langsung mengempaskan Anda ke pinggir pantai bisnis dan tidak bernyawa lagi. jangan gunakan teori-teori bisnis yang universal. bukan karena sokongan bantuan teman atau kerabat. Bukan karena suntikan modal yang besar. semangat untuk bangun setiap kali gagal merupakan sesuatu yang lebih penting. agar tidak salah dalam membidik bisnis yang baru.atas kebiasaan konsumen yang lebih tajam mengarah kepada tingkat kepuasan mereka. mereka bangkit untuk berjibaku dengan semangat yang tinggi. Kegagalan bukanlah akhir segalanya. F. Uraian detailnya akan tersaji pada pembahasan lanjutan di bab berikutnya “Belajar dari Kegagalan”. Promosi dari mulut ke mulut atas kepuasan konsumen Anda bisa sepuluh kali lebih dahsyat dibandingkan dengan promosi yang konservatif. Mungkin mereka membutuhkan puluhan tahun untuk sukses. berdasarkan riset yang tajam dan terukur. G. Pertajam insting dan feeling bisnis Anda ketika membidik pola kebiasaan mereka. Mempelajari Kegagalan Dulu Baru Belajar Keberhasilan Filosofi di atas sering di pakai oleh pebisnis-pebisnis yang telah sukses saat ini. Lelah jatuh-bangun. Jika Anda membaca profil perjalanan pebisnis sukses. kita perlu menjawab setiap kebutuhan di lapangan dengan spesifik. Tanamkan roh bisnis Anda sedalam mungkin. dan mengumpulkan tenaga sejenak untuk segera kembali mengejar ombak bisnis yang telah jauh meninggalkan Anda.

Untuk mencapai potensi penuh Anda. menyusun cara baru dalam berproduksi. Untuk menuai keuntungan yang mengesankan. Memiliki Kesempatan untuk menciptakan perubahan. Memberikan kontribusi kepada masyarakat dan mendapatkan pengakuan untuk usaha Anda. Kelebihan Menjadi seorang entrepreneur yaitu : 1. memasarkannya. bukan orang yang memanfaatkan sekitarnya untuk kepentingan dirinya. serta memasarkannya.kecil namun sangat bermanfaat untuk tetap bertahan. 5. sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia entrepreneur didefinisikan : "Sebagai orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru. SPIRIT." jadi seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan untuk berfikir kreatif serta imajinatif ketika ada sebuah peluang usaha dan bisnis baru. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. KARAKTERISTIK ENTREPRENEUR . serta mengatur permodalan operasinya. dan KEMAUAN KERAS Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru. menentukan cara produksi baru. 4. Ranting kecil itu adalah KEYAKINAN. 2. mengatur permodalan operasinya. 2. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. Dapat melakukan apa yang disukai dan dapat memanfaatkan hasilnya untuk kabaikan. namun disamping itu seorang entrepreneur harus dapat memberdayakan dirinya untuk kebaikan sekitarnya. 6.. Memiliki Kesempatan untuk mewujudkan cita-cita. 3.

. tidak semua orang bisa menjadi wirausaha yang dapat dikarenakan oleh beberapa faktor. diantaranya faktor ekonomi. semua orang memiliki jiwa seorang wirausaha. Akan tetapi. faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menjadi seorang wirausaha adalah karena masyarakat yang tidak mendukung berjalannya sebuah usaha yang dimiliki oleh orang tersebut. yang dapat berupa kurangnya minat atau keberanian dari dalam diri seseorang untuk menjadi seorang wirausaha. 1. seorang wirausaha selalu meningkatkan usahanya. yaitu pengangguran. kita harus siap untuk gagal. Mereka lebih menyukai bekerja pada orang lain dan dibayar oleh orang lain daripada bekerja untuk diri sendiri dan mempekerjakan orang lain. Faktor ekonomi yang dapat menyebabkan seseorang tidak bisa menjadi seorang wirausaha dapat berupa ketidakadaannya dana untuk membangun sebuah usaha sehingga menghambat orang tersebut tidak berwirausaha. Keengganan masyarakat untuk mendirikan sebuah usaha menjadikan mereka ketergantungan terhadap orang lain. Pada hakekatnya. masyarakat Indonesia masa kini menjadi tidak memiliki kepercayaan diri. Faktor lain yang dapat menyebabkan orang tidak bisa menjadi wirausaha adalah faktor dari dalam diri orang tersebut. Dari waktu ke waktu. negara-negara berkembang seperti negara Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang mempunyai jiwa wirausaha untuk mengurangi masalah terbesar di Indonesia. dan sebagainya. Padahal. mengelola dan mengendalikan semua usahanya. yang artinya semua orang bisa menjadi wirausaha. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri atau karakteristik seorang wirausaha yang jarang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. menentukan. Dan hal tersebutlah yang jarang dimiliki oleh masyarakat pada umumnya. Memiliki Rasa Percaya Diri Entah karena takut salah atau karena hal lain. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa henti karena dengan berkreasi dan berinovasilah semua peluang dapat diperolehnya. Karena untuk menjadi seorang wirausaha. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Hal tersebut terbukti saat mereka duduk dibangku pendidikan. Seorang wirausaha bebas merancang. Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankankegiatan usahanya atau bisnisnya.

3. wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. Ia mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung resiko. yang artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. masyarakat Indonesia sangat sedikit yang memiliki sikap ini. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaan-nya karena sudah diperhitungkan. jarang diantara mereka yang berinisiatif untuk mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan sang guru. Dalam mengambil tindakan.Saat ditanya oleh guru atau dosen. Keberanian menghadapi resiko yang didukung komitmen yang kuat. Misalnya saja. Richard Cantillon adalah orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke- 18. ia akan mengumpulkan tugasnya pada hari Minggu atau bahkan hari Senin. wirausaha hendaknya tidak didasari oleh spekulasi. Oleh sebab itu. seseorang haruslah berani mengambil resiko dan menghadapi resiko apapun terhadap langkah yang telah diambilnya. melainkan perhitungan yang matang. Wirausaha yang tidak mau mengambil resiko akan sukar memulai atau . Dan sayangnya. 2. Seseorang pernah berkata bahwa kita tidak akan pernah memulai sesuatu jika belum pernah mengalami kegagalan. Berorientasi pada Tugas dan Hasil Maksudnya adalah seorang wirausaha harus mempunyai sikap tanggung jawab pada tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Bahkan beberapa diantara mereka lebih memilih ditunjuk daripada mengangkat tangan mereka. Ia juga harus bertanggung jawab pada hasil dari tugas yang dibebankannya. Kemauan dan kemampuan untuk mengambil resiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. bila seorang mahasiswa diberi tugas yang akan dikumpulkan sampai hari Senin. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Sebagian dari mereka menganggap enteng tugas-tugas yang dibebankan padanya. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif. Berani Mengambil Resiko Sebagai wirausaha yang baru.

lebih dahulu dan segera berada dipasar. Wirausaha kurang menyukai resiko yang terlalu rendah. bukan dari orang lain atau hasil dari plagiarism. dan menghindari situasi resiko yang tinggi karena ingin berhasil. Bajaro. Ia selalu memanfaatkan perbedaan sebagai suatu yang menambah nilai. kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini tak mau berfikir dan . 4. Seseorang tidak akan bisa menjadi seorang wirausaha bila ia tidak bisa memimpin. Memiliki Jiwa Kepemimpinan Kepemimpinan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausaha untuk memimpin anak-anak buahnya atau pegawainya. lebih dahulu. Karena itu. Ia selalu menampilkan produk-produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga ia menjadi pelopor yang baik dalam proses produksi maupun pemasaran. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. kepeloporan dan keteladanan. Keberanian untuk menanggung resiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan resiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. baik memimpin diri sendiri maupun memimpin orang lain.Wirausaha menghindari situasi resiko yang rendah karena dianggap tidak ada tantangannya. 5. Seorang wirausaha juga harus memiliki taktik mediator dan negosiator daripada diktator. terbuka untuk menerima kritik dan saran yang kemudian dijadikan peluang. dan lebih menonjol. ‘seorang wirausaha yang berani menanggung resiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan menang dengan cara yang baik. Menurut Angelita S. Keorisinilan Keorisinilan atau keaslian maksudnya bahwa orang yang ingin menjadi wirausaha mempunyai ide-ide kreatif yang asli dan murni dari dirinya. Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan. Namun sayangnya.berinisiatif. Ia selalu ingin bergaul untuk mencari peluang. Seorang wirausaha yang berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan. Ia selalu ingin tampil berbeda. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan inovasi. perbedaan bagi seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan merupakan sumber pembaharuan untuk menciptakan nilai. ia selalu menampilkan barang dan jasa-jasa yang dihasilkannya lebih cepat.

Jika seorang wirausaha tidak jujur dan tidak tekun. Karena itu. 7. ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang. Ternyata untuk menjadi seorang wirausaha juga dibutuhkan sikap jujur dan tekun. dan pegawai-pegawainya. Berorientasi ke Masa Depan Seorang wirausaha harus mempunyai pandangan tentang masa depannya dan sangat bertekad untuk meraih kesuksesan di masa depan. Jujur dan Tekun ‘Kejujuran dan ketekunan merupakan kunci kesuksesan. Seorang wirausaha hendaknya harus mampu menatap masa depan dengan lebih optimis. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya. masyarakat. tidak stuck hanya memikirkan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Kuncinya adalah pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada. seorang yang perspektif harus tetap tabah dan tekun dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan di masa depan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan ke masa depan. Dan karena hal tersebut. Jujur terhadap diri sendiri. . mereka bisa mengatasnamakan jiplakannya tersebut sebagai hasil karyanya.’ begitulah pepatah mengatakan. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. keluarga. Seorang wirausaha haruslah bisa memprediksi kebutuhan-kebutuhan apa saja yang sangat dibutuhkan oleh mangsa pasarnya di kemudian hari. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. 6. bisa dipastikan wirausaha tersebut tidak akan berhasil dalam usahanya. Walaupun dengan resiko yang mungkin dapat terjadi.mengemukakan pendapatnya kepada orang lain. kebanyakan masyarakat saat ini lebih menyukai menjiplak pendapat orang lain dan yang lebih parahnya lagi. Tekun dalam mencari ide-ide baru yang lebih kreatif dari ide-ide yang sudah ada dan tekun dalam merintis usahanya yang baru akan mulai berkembang.

5. Jika tugas yang diemban seorang wirausaha dirasa sangat ringan. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang. yaitu motif berprestasi (achievement motive). Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. 4. Menurut Gede Anggan Suhanda. 2. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan. 1. 3. Memiliki Kreativitas Tinggi Menurut Teodore Levite. tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya. 9. mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang telah lama dan berfikir tentang sesuatu . Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan atau kegagalan. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut. maka wirausaha merasa kurang tantangan. Memiliki Motif Berprestasi Tinggi Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat dalam berwirausaha karena adanya motif tertentu. Oleh karena itu.8. motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Menurut Zimmerer dalam bukunya yang ditulis oleh Suryana (2003:24) dengan judul bukunya ‘Entrepreneurship and The New Venture Formation’. menurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir tentang sesuatu yang lama dengan cara-cara yang baru. kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir tentang hal-hal baru dan berbeda.

berani menanggung resiko. Oleh karena itu. Ia tidak pernah setengah- setengah dalam berusaha. seorang wirausaha yang sukses terus memiliki tekad yang menggebu-gebu dan memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan usahanya. 10. atau sekurang-kurangnya harapan untuk meningkatkan kualitas hidupnya sebagai manusia. . Selalu Memiliki Komitmen dalam Pekerjaan. 11. Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi Menjadi wirausaha yang handal tidaklah semudah yang dibayangkan. wirausaha juga tidak sesulit yang dibayangkan oleh kabanyakan orang. Namun. Etos Kerja dan Tanggung Jawab Seorang wirausaha harus memiliki jiwa komitmen dalam usahanya dan tekad yang bulat didalam mencurahkan semua perhatiannya pada usaha yang digelutinya. Oleh karena itu. Hal ini merupakan semacam ‘intuisi’ yang mendorong manusia normal untuk bekerja dan berusaha. dan tidak takut menghadapi peluang-peluang yang ada. Tanpa usaha yang sungguh-sungguh terhadap pekerjaan yang digelutinya. wirausaha sehebat apapun pasti akan menemui jalan kegagalan dalam usahanya. Setiap orang memiliki cita-cita. selalu bekerja keras. ‘Intuisi’ ini berkaitan dengan salah satu potensi kemanusiaan. impian.yang baru dan berbeda. yakni daya imajinasi kreatif yang dapat digunakan untuk berkreasi dan berinovasi. kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada. Rahasia kewirausahaan dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi setiap hari. Dalam menjalankan usahanya tersebut. karena walau bagaimanapun setiap orang sedang dalam proses belajar berwirausaha. penting sekali bagi seorang wirausaha untuk memiliki komitmen terhadap usaha dan pekerjaannya. Sesungguhnya kewirausahaan dalam batas tertentu adalah untuk semua orang. Setiap wirausaha harus selalu berkreasi dan berinovasi agar usahanya tetap berkembang meski menjamurnya saingan.

Oleh karena itu. menemukan pengetahuan baru. seorang wirausaha hendaknya mandiri dan tidak bergantung pada orang lain agar ia dapat lebih berkreasi dan berinovasi dengan kemampuannya. maka seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan kreatif dalam mengembangkan ide dan pikirannya terutama dalam menciptakan peluang usaha yang digelutinya tanpa harus bergantung pada orang lain. Rhenald Kasali tersebut tentang Entrepreneur Unggulan. menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien. mengembangkan teknologi baru. Selalu Mencari Peluang Esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat. Pengertian itu juga menampung wirausaha yang bukan pengusaha. memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada. 3. 13. Seorang wirausaha dituntut untuk selalu menciptakan hal baru dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber yang ada disekitarnya. serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut. Mandiri atau Tidak Ketergantungan pada Orang Lain Sesuai dengan inti dari jiwa kewirausahaan yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui berfikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. PRINSIP ENTREPRENEUR Berikut Lima prinsip yang dikemukakan Dr. yaitu : .12. dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan konsumen. cara yang etis dan produktif untuk mencapai tujuan. termasuk yang mengelola organisasi nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/masyarakat.

track record yang baik. maka seiring itu pula kesuksesan demi kesuksesan terus kita raih. Apapun yang kita miliki untuk meyakinkan seseorang (mitra) akan sia-sia adanya tanpa mempunyai reputasi. Tetap pada pendirian. ketenangan (Itminan) dalam menghadapi berbagai risiko. .Modal hanya pelengkap. usaha yang kita geluti senantiasa ditemani oleh berbagai macam hambatan sehingga manakala kita dapat melaluinya. dan Tafaul (optimis) dalam meraih hasil/kesuksesan. dan tahan uji. kenalan atau saudara). Modal (financial) menjadi alasan utama kenapa orang enggan atau sulit untuk berwirausaha padahal. tetap dan teguh. .Tumbuh dari bawah (Bottom Up). Kesuksesan dalam berwirausaha tidak tiba-tiba datang begitu saja. tidak berubah. Seiring berjalannya waktu.Reputasi (Kredibilitas).. Sikap istiqomah akan melahirkan tiga pondasi Entrepreuner yaitu keberanian (Syajaah) dalam menggeluti dunia baru. Sikap Istiqomah adalah konsisten.Istiqomah dan Konsentrasi/Fokus. Nama baik adalah modal dasar kita untuk terjun berwirausaha. Mereka berpikir Uanglah satu2nya penentu wirausaha itu dapat berdiri. relasi yang mempunyai modal dan kita turut serta mengelolanya atau jika ingin mendirikan usaha sendiri tanpa join dengan yang lain bisa dimulai dengan modal yang sangat kecil atau mengajukan pinjaman ke pihak lain (bank. . Padahal kita bisa memulainya dengan tidak menggunakan modal uang sama sekali misalnya join dengan teman. . sukses dimulai dari langkah kecil.