BAB II

PROFIL DAN BIOGRAFI
2.1. Kisah Inspiratif Chairul Tanjung
Chairul Tanjung. Nama ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda.
Ya, beliau adalah salah satu pengusaha sukses kebanggaan Indonesia. Lahir di
Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962, dan memiliki latar belakang pendidikan sbb:
1. SD Van Lith, Jakarta (1975)
2. SMP Van Lith, Jakarta (1978)
3. SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
4. Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
5. Executive IPPM (MBA; 1993).
. Saya ingin berbagi tentang perjalanan "Si Anak Singkong" ini membangun
kerajaan bisnisnya, dari nol, bukan warisan atau mengembangkan bisnis keluarga,
tapi benar-benar dari nol. Sebenarnya, Chairul Tanjung lahir di keluarga yang
cukup berada. Ayahnya, A.G. Tanjung adalah seorang wartawan surat kabar,
percetakan, koran, transportasi dll. Pada saat Orde Baru terbentuk, sang ayah
terpaksa harus menutup perusahaan pers nya karena tulisannya banyak
berseberangan idealismenya yang bertentangan dengan pemerintah yang berkuasa
saat itu ( Soeharto). Hal ini membuat orang tuanya terpaksa menjual rumah dan
pindah ke sebuah kamar losmen yang sempit. Kedua orang tua beliau sangat tegas
dalam mendidik anak, menurut mereka, untuk keluar dari jurang kemiskinan,
pendidikan adalah langkah yang harus ditempuh.

2.2. Ringkasan Kisah Chairul Tanjung, (Si Anak Singkong, 2014)
Chairul Tanjung kecil melalui hari-hari penuh keceriaan sebagai anak
pinggiran kota Metropolitan. Bermain bersama teman-teman dengan membuat
pisau dari paku yang digilaskan di roda rel dekat rumahnya di Kemayoran, adalah
kegiatan seru yang menyenangkan. Juga bersepeda beramai-ramai di akhir pekan
ke kawasan Ancol, sambil jajan penganan murah, buah lontar.
Kelas 1 hingga kelas 2 SD sekolah diantar jemput oleh Kak Ana, seorang
sanak keluarga dari Sibolga, dengan naik oplet. Selanjutnya kelas 3 SD sudah bisa
pulang-pergi sekolah sendiri.
Saat usia SMP, Bapaknya ( Abdul Gafar Tanjung ) yang saat itu telah
mempunyai percetakan, koran, transportasi dll gulung tikar dan dinyatakan pailit
oleh pemerintah karena idealismenya yang bertentangan dengan pemerintah yang

Dan Ibunya adalah sosok yang sangat tabah menjalani kerasnya kehidupan). Jakarta untuk tinggal mereka sekeluarga. kami masih kuat berdiri. Setelah ditanya. Teman-teman sebaya sudah bergembira. Nanar melihat euforia malam takbiran. Salah satu kantong kemiskinan di Jakarta waktu itu. sesulit apapun keadaan keluarga. Tidak kuat terus-menerus membayar sewa losmen. menit-menit terakhir menjelang shalat Id. . dengan kamar mandi di luar yang kemudian dihuni 8 orang. Ibunya adalah sosok yang jarang sekali mengeluhkan kondisi. Semua koran Bapaknya dibredel. (Tidak diceritakan lebih jelas akhirnya mendapat solusi dari mana. Alhamdulillah. kami masih mampu mencari. Halimah. lebih tepatnya didesak Chairul. Bapaknya menyewa sebuah losmen di kawasan Kramat Raya. Was-was menunggu bapak yang belum juga pulang. sangat sesak rasanya. mereka kemudian memutuskan pindah ke daerah Gang Abu. bahkan untuk makan sehari-hari. dari ibundanya. Chairul sudah menyadari bagaimana kesulitan orang tuanya. Mungkin demi gengsi. Batutulis. Semua aset dijual hingga tak memiliki rumah satu pun. beberapa di antaranya bahkan menyewa becak keliling kota. Rul? Uang ibu sudah habis dan untuk belanja nanti pagi sudah tidak ada lagi. tidak ceria dan tampak lelah. ”Ya Allah. namun kita bisa tahu bahwa di usia SMP. Ada tetangga yang memperhatikan dan sempat akan memberi zakat. Ibunya baru berucap “Kamu punya sedikit uang. Chairul melihat raut wajah ibunya sendu.” saya pikir. Meski tidak punya uang. Hanya satu kamar. Sang ayah adalah Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Ranting Sawah Besar. saya tolak. Sama sekali tidak ada”. bapak akhirnya pulang dan memberi sejumlah uang untuk membayar zakat kami sekeluarga. dan 6 orang anaknya.berkuasa saat itu ( Soeharto). Menunggu Bapak Pulang demi Zakat Fitrah Suatu hari malam takbiran saat saya masih kelas dua SMP. Rumah tersebut adalah rumah nenek Chairul. Saya sendirian menunggu beliau di ujung gang seraya berdoa semoga beliau kali ini membawa uang untuk zakat fitrah kami sekeluarga. termasuk Chairul sendiri. Kedua orang tua Chairul. Beberapa kali air mata ini sempat menetes. di awal-awal. Namun saat itu.

Chairul mengabarkan pada orang tuanya bahwa ia diterima di FKG. Maka ia pun dipercaya sebagai koordinator transportasi untuk acara study tour sekolahnya ke Yogya tersebut.yang rinciannya adalah Rp. Allahu Akbar! Tuntas kewajiban kami. Langsung bergegas ke masjid untuk shalat Id meski tanpa pakaian baru seperti teman-teman lainnya. apalagi semua anak-anaknya masih dalam masa pendidikan. sehingga otomatis Chairul mengetahui proses kerja penanganan wisata. uang jaket dsb. 75. . karena belum banyak pilihan untuk melanjutkan di Universitas swasta. dengan perasaan sakit yang disembunyikan serapat mungkin. Pak A. 45. Jadi jika tidak diterima di negeri.G Tanjung (bapaknya Chairul) saat itu mengelola perusahaan transportasi milik kawannya. 15.000. Ia mengerjakan tugasnya sebagai koordinator dengan seksama dan melepas kepergian teman-temannya di halaman sekolah. Sebuah kebahagiaan yang tak terkira saat melihat nama Chairul Tanjung termasuk di antara daftar siswa yang dinyatakan lulus UMPTN. Pulang dari tempat pengumuman di Parkir Timur Senayan. disertai pemberitahuan lain berupa biaya kuliah di FKG-UI. diselenggarakan acara study tour yang pengumumannya 2 bulan sebelum keberangkatan.- sehingga dengan alasan ada kepentingan keluarga. ya Allah!” Tidak ikut Study Tour ke Yogyakarta Kelas 3 SMP sebagaimana yang dilakukan di banyak sekolah.000 untuk biaya kuliah..000 untuk biaya administrasi.Pukul 03. Jika pun ada.30 pagi saya bangunkan pengurus masjid yang tengah lelap dalam tidurnya dan menyerahkan uang itu. Setelah itu lega luar biasa. Sebuah kabar bahagia tentunya. alamat jalan untuk melanjutkan pendidikan tertutup sudah. Namun sampai tiba waktunya. Tidak mungkin keluarganya dapat membayar biaya kuliah di perguruan tinggi swasta. Total Rp. Chairul tidak ikut berangkat dalam acara yang bahkan ia sendiri yang sibuk mengurus berbagai persiapan. ibunya tidak mempunyai cukup uang untuk membayar biaya study tour senilai Rp. biayanya sangat tinggi.000. dan 30. Menggadaikan Kain Halus Ibu sebagai Biaya pendaftaran kuliah di perguruan tinggi negeri adalah satu-satunya pilihan untuk bisa kuliah saat itu.

Dari situlah ia bertekad untuk tidak meminta uang lagi kepada orang tuanya. Chairul didaulat menjadi Ketua Angkatan Mahasiswa FKG-UI. Sukabumi. namun sebaliknya. asli Cilandak. Jawa Barat. Bukan untuk putus asa dan menyerah terhadap keadaan. Bisa jadi karena postur tubuhnya yang tinggi besar. Di lingkungan Salemba Raya. Berinteraksi dengan para sahabat baru di kampus adalah hal baru yang menyenangkan tentunya. Lima Belas Ribu Pertama dalam Hidup Chairul. ibunya. . 500.. Ibunya meminta waktu beberapa hari untuk menyiapkannya. Minggu awal masuk kuliah. Dengan air mata. 25. dan tentu karena pengalaman berorganisasi dari SMP dan SMA yang telah dijalankannya. Ibu Halimah yang di kalangan tetangga dekat biasa dipanggil Mpok Limah. berkata dengan terus terang kepadanya. Hingga suatu sore. beberapa hari kemudian Ibunya tersenyum sambil memberikan uang yang yang diperlukan. dsb. Ada buku praktikum sekitar 20 halaman yang harus diperbanyak (difotocopy) oleh mahasiswa sebagai pedoman wajib. tiba-tiba mendengar berita menyedihkan itu. Bahwa untuk ongkos kuliah ibunya harus pontang-panting mendapatkan uang.untuk mendapatkan buku tersebut.. Dan sesuai janji. ibunya menatap sang anak sambil berucap “Chairul. Maka tahun 1981 Chairul Tanjung tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. shock. gipsum. Nak. Chairul mengaku terpukul. Bisa dibayangkan. sayur. tempe/tahu. bertebaran tukang foto kopi dengan ongkos per lembar Rp. ia lemas seperti tanpa darah. di FKG-UI banyak sekali praktikum. baru menikmati keceriaan bertemu teman- teman baru.” Mendengar itu. Meski mengaku sering makan di kantin CM ”Cepek Murah” Warung Toyib dengan nasi setengah porsi. Ia harus bisa memenuhi semua keperluan kuliah dengan usahanya sendiri. dari membuat gigi palsu menggunakan wax (lilin). uang kuliah pertamamu yang ibu berikan beberapa hari yang lalu ibu dapatkan dari menggadaikan kain halus ibu. bumi tempatnya berpijak seolah berhenti berotasi.sehingga diperlukan total Rp. semua terasa nikmat dan membuatnya bahagia. atau mendapat julukan Jendral Angkatan”. Belajarlah dengan serius.

5/lembar). Dosen dan teman-teman lintas jurusan kerap menitipkan fotocopy padanya. 5.-/lembar dan karena memberi order banyak didiscount menjadi Rp. dengan hanya berbekal jaringan dan kepercayaan.000 itu kemudian ia terkenal ke seantero kampus sebagai pengganda diktat yang murah. lebih hemat tentunya dibanding harga pasar yang Rp. Puluhan ribu berikutnya. Senen. Dari 15.000 itu dirasakan Chairul sebagai momentum pembangkit kepercayaan diri selanjutnya. Dikerjakan dulu. ia mengajukan permohonan memanfaatkan ruang kosong di bawah tangga untuk menempatkan mesin foto copy. ijin itu mudah didapatkan. Beni (teman Chairul). . karyawan bahkan rektor UI. peluang usaha mulai dilihatnya. 500. Dan berkat hubungan baik dengan hampir semua dosen. Nah. Namanya Bravo Printing.300. Maka. Sejak itu hidupnya terasa lebih mudah.- Sebuah keuntungan yang diperoleh dengan proses sangat mdah. dibayar setelah selesai. ratusan ribu dan jutaan berikutnya bukan perkara sulit jika semangat dan kepercayaan bisa terus dijaga. 15. Usaha percetakan milik Pak Surya itu dijalankan oleh Pak Surya sendiri beserta anak- anaknya Toni. Esoknya. Chairul menawarkan jasa cetak diktat dengan harga Rp. ada 100 orang temannya yang mendaftar mencetak di Chairul. dan otomatis ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. Chairul mempunyai teman SMP yang orang tuanya memiliki usaha percetakan di Jl.000. Bango V No. 15. Hardi Surya. Uang keuntungan usaha yang baru pertama kali diterimanya sebesar 15. Praktis nyaris tiap hari ia mondar-mandir Grogol-Salemba dengan bajaj mengangkut diktat-diktat yang difotocopy dibantu beberapa orang sahabatnya. Berikutnya karena merasa lama-lama kerepotan mondar-mandir sementara iapun harus mengikuti jam perkuliahan dan menjalankan berbagai praktikum. Awalnya ia mendapat tempat fotocopy murah di daerah Grogol (Rp.12.-. Maka Chairul datang ke percetakan itu meminta tolong pada Hardi Surya (kakak kelas Chairul di SMP juga ). dan disanggupi dikerjakan dengan harga Rp 150. Singkat cerita.

Ia mendapat marketing fee sebesar Rp. Gabungan antara kerja keras.-/lembar. kontraktor kecil-kecilan. Sebuah prestasi yang membanggakan setiap orang tua tentunya. tak pernah berhenti belajar dan disertai dengan doa terbaik tentunya. dst dll.2.5. mengedepankan kejujuran dan etika bisnis. (Kita semua pasti akan turut tersenyum terhibur membacanya…bangga dan haru…) Demikianlah naluri bisnisnya kian terasah. ia juga paralel dengan aktif di berbagai kegiatan organisasi kampus dan aktifitas sosial. Dari mulai usaha fotocopy. menjaga kepercayaan. Lalu masuk mencoba bisnis di luar kampus meski diakhiri cerita kebangkutan dengan ditutup tokonya. Pak Chairul Tanjung. termasuk bagi Pak Dahlan Iskan yang saat itu sempat mengirimkan sms menawarkan penjualan saham Garuda sebagaimana yang sempat diceritakan oleh Pak Dis sendiri di Manufacturing Hope beberapa waktu lalu. sesosok pengusaha besar nasionalis yang sangat diperhitungkan di negeri ini. bengkel reparasi mobil. merambah ke bisnis alat-alat kesehatan sebagai salah satu kebutuhan pokok mahasiswa kedokteran gigi.sambil tekun menjalankan usahanya. sekaligus juga telah mulai menuai hasil usahanya dengan kerja keras dan kerja cerdas tersebut. Begitulah Chairul…. Lalu Chairul meminta pemilik mesin fotocopy itu membuka counter di bawah tangga di fakultasnya di Salemba. Namun bangkit lagi dengan usaha jual-beli mobil bekas. di masa kuliah tahun ke 4 (usia 22 tahun) Chairul telah berhasil membeli mobil Honda Civic warna coklat keluaran tahun 1976 seharga 3. Beliau mungkin telah menggenggam berbagai cerita kesuksesan hari ini yang . Perolehan itu menunjukkan bahwa ia telah berhasil mewujudkan tekadnya untuk tidak meminta biaya kuliah pada orang tuanya. Dan tahun 1986 berganti Honda Accord keluaran tahun 1981. berani mempelajari aneka bisnis baru dan mencari jalan untuk menjalankan dengan sebaik-baiknya. Tahun 1984.6 juta. Chairul tinggal datang ke tempat fotocopyan sambil meminta setoran layaknya bos. Semua dijalankan secara seimbang dan bersamaan. Dan setiap sore. Hingga di usia dewasa Chairul terus memperluas jalinan silaturahim ke berbagai kalangan.

Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Menurut Chairul. Baginya. Bagi Chairul. Pemikiran Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis. pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan. Dapatkah kita menggembleng anak-anak kita untuk menyadari bahwa tugas di pundak mereka adalah menjadi manusia-manusia bermanfaat di hari depannya kelak?. membangun kepercayaan sama halnya dengan . modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. seringkali menjadikan seseorang menjadi tangguh.agar setidaknya kita tahu apa yang harus kita lakukan hari ini. adalah hasil jerih payah dan kerja kerasnya yang dimulai sangat dini. Pun adalah pekerjaan yang tidak segampang mengatakannya. dan jadi tuan rumah di negeri sendiri. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama. Yang pasti…harus terus kita nyalakan api semangatnya…. esok dan lusa. jika sebagian kita yang Alhamdulillah mungkin tak sampai harus mengalami kelaparan sebagaimana Pak Chairul Tanjung. Tempaan hidup berupa kemiskinan. bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting. Dalam hal investasi. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Bagi Chairul. ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri. Baginya. mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Lalu. Sejauh mana usaha dan kerja keras kita hari ini?. Akan tetapi. berkarakter dan berkepribadian. dan Pak Dahlan Iskan di masa kecil……dapatkah kita mempunyai semangat juang yang sama dengan mereka semua?. Pertanyaan-pertanyaan yang tak mudah menjawabnya. ini bukan upaya menjual negara. Baginya.

Di sinilah pentingnya berjejaring (networking) dalam menjalankan bisnis. Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar. “kejarlah duniamu seolah hidup seribu tahun lagi dan kejarlah akhiratmu seakan kita kan mati saat ini”. Chairul Tanjung. dan tak pernah menyerah.1. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya. Semangat inilah yang kemudian mengantarkan Chairul Tanjung menjadi seorang pengusaha sukses yang berhasil membesarkan beberapa Perusahaan Grup seperti:  Mega Corpora .seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant). Chairul Tanjung yang akrab disapa CT ini tak pernah menyerah dengan keadaan yang ada dan berusaha bangkit untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Meskipun terlahir dari keluarga sederhana.membangun integritas. Dalam bisnis. Dibutuhkan sebuah kesabaran. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung. Adalah manusiawi ketika berusaha. Gambar: 2.

 Perbankan  PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)  PT Bank Syariah Mega Indonesia (Bank Mega Syariah)  Asuransi  PT Asuransi Jiwa Mega Life  PT Asuransi Umum Mega  Pasar modal  PT Mega Capital Indonesia  Pembiayaan  PT Para Multifinance  PT Mega Auto Finance  PT Mega Central Finance  Trans Corp  Trans Corpora Media  PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)  PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)  PT Agranet Multicitra Siberkom (DetikCom)  PT Trans Lifestyle  PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk  PT Trans Fashion .

Hugo Boss. Tod’s. Mango)  PT Trans F&B  PT Trans Coffee (The Coffee Bean & Tea Leaf)  PT Trans Ice  PT Naryadelta Prarthana (Baskin Robbins)  PT Metropolitan Retailmart (Metro department store)  PT Trans Airways  PT Trans Rekan Media  PT Trans Entertainment  PT Trans Property  PT Para Bandung Propertindo (Bandung Supermal)  PT Batam Indah Investindo  PT Karya Data Mandiri  PT Mega Indah Propertindo  PT Para Bali Propertindo  PT Trans Studio  PT Trans Kalla Makassar (Trans Studio Resort Makassar) . Aigner. Francesco Biasia. Jimmy Choo. Celio. Miu Miu. Brioni. PT Trans Mahagaya  PT Mahagaya Perdana (Prada. Canali.

MOU (Memorandum Of Understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal12 Maret 2010 di Perancis. Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Para Group melalui anak perusahaannya. membeli sebagian besar saham Carefour. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group memiliki Bandung Supermall. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 orang terkaya di dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar. menurut Forbes Chairul Tanjung menduduki peringkat 11 orang . Sementara di bidang investasi. Mengenai proses pembelian Carrefour. yakni sejumlah 40 persen. menurut majalah tersebut.  Trans Studio Resort Bandung  PT Trans Retail  PT Carrefour Indonesia  PT CT Global Resources  PT Para Inti Energy  PT Para Energy Investindo  PT CT Agro  PT Kaltim CT Agro  PT Kalbar CT Agro  PT Kalteng CT Agro  PT Arah Tumata  PT Wahana Kutai Kencana Prestasi Para Group antara lain : di bisnis properti. Majalah ekonomi ternama Forbes merilis daftar orang terkaya dunia edisi tahun 2010.. Trans Corp. Pada awal 2010. Tahun 2011.

“Kita kebanyakan makan mie instan. Karenanya. kegagalan adalah sahabat terbaik bagi Chairul Tanjung. Ujar Chairul Tanjung sembari bergurau. lika-liku kegagalan dalam membangun sebuah usaha pastinya tak pernah luput dari perjalanannya. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp. Nah. “Seorang calon pengusaha tidak boleh cengeng dan mudah menyerah. mengambil keputusan dengan tepat. gaya hidup.1 miliar. hiburan. Ia bisa belajar tentang banyak hal baru. Namun baginya. bagi Anda yang ingin menapaki kesuksesan seperti halnya kisah “Si Anak Singkong”. Kerja Cerdas Selain kerja keras. seorang pengusaha juga dituntut untuk bisa kerja cerdas. dan sumber daya alam. 2. dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial. Melihat potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. dengan total kekayaan US$ 2. sehingga segala sesuatunya juga mau instant”. wajib hukumnya bagi setiap pengusaha untuk tetap menomorsatukan kerja keras dibandingkan memikirkan modal usaha.” tegas Chairul Tanjung. ketika Anda terjun menjadi seorang entrepreneur. padahal kenyataannya beliau rela bekerja hingga lebih dari 18 jam untuk mewujudkan semua mimpinya yang terkadang dianggap orang lain berlebihan. Berikut ini kami informasikan tiga kunci sukses Chairul Tanjung Dalam membangun bisnis: 1. Kerja Keras. ritel. . tentunya amat disayangkan bila kita tidak memanfaatkan kelebihan tersebut dengan maksimal. Karena dari sebuah kegagalan. media. Semua kesuksesan yang iya genggam saat ini tentunya tidak iya raih secara instan.3 triliun rupiah Pada tanggal 1 Desember 2011. maka secara tidak langsung Anda juga harus bisa membuat perencanaan yang baik. dan menurut data terbaru yang saya peroleh dari forbes pada tahun 2012 chairul menempati posisi ke 8 orang terkaya di Indonesia dan peringkat ke 634 di dunia dengan kekayaan 2 milyar US$ atau senilai dengan 19. Sebab. Trans Corp.terkaya di Indonesia. dan mengatasi semua kendala usaha dengan cerdas. Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp.

Contoh nyata bisa kita lihat dari keberhasilan Chairul Tanjung yang menciptakan ide-ide segar dan mewujudkannya menjadi nyata. maka kunci sukses yang terakhir adalah kerja ikhlas. dan terus ikhtiar dan bertawakal untuk mencapai puncak kesuksesan yang diinginkan. Ia selalu berpesan kepada setiap pengusaha untuk terus mensyukuri keberhasilan yang mereka dapatkan hari itu. jangan pernah berburuk sangka terhadap kuasa- Nya. bahkan kurang dari separuh hati.” pesan Chairul Tanjung. Seperti misalnya inovasi Trans Studio buatannya yang belakangan ini disebut-sebut sebagai taman bermain di dalam ruangan (indoor) terbesar di Indonesia. maka Allah akan menambahkan segala nikmat-Nya kepada kita. Untuk AKHIRAT separuh hati. maka selanjutnya serahkan segala keputusan kepada Yang Maha Kuasa. Kerja Iklas Ketika Anda sudah bekerja keras dan bekerja cerdas. Setelah semuanya Anda kerjakan dengan optimal. Untuk DUNIA kita sepenuh hati.” tutur Chairul Tanjung yang dituliskan dalam buku “Si Anak Singkong”. Kerja Cerdas 3. Gambar: 2.2. . “Saya membeli masa depan dengan uang masa lalu. “Syukuri apa yang kita miliki.