Bivak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bivak dari ponco (jas hujan)

Bivak (Bahasa Prancis: Bivouac) adalah tempat berlindung sementara (darurat) di alam bebas dari aneka
gangguan cuaca, binatang buas, dan angin. Mendirikan bivak adalah teknik penting yang harus dikuasai jika
hendak berkemah . Bivak merupakan salah satu kemampuan wajib survival di alam bebas. Karena
pembuatannya yang mudah dengan peralatan yang seadanya. [1]
Materi penunjang pembuatan bivak adalah :

 Dari bahan alam , seperti pepohonan (dahan, ranting dan daun) batu- batu, gua dan sebagainya.

 Dari bahan buatan, seperti jas hujan, ponco, fly sheet atau parasut

Bivac Berdasarkan Jenis[sunting | sunting sumber]
Bivac Alam Bivac jenis ini dibuat dengan memanfaatkan sumberdaya alam di sekitar. seperti menggunakan
dedaunan sebagai atap, dinding ataupun alas. memanfaatkan akar-akaran maupun kulit pohon sebagai tali
pembuat bivac, bentuk lain dari alam juga dapat digunakankan sebagai bivak seperti gua, lekukan tebing atau
batu yang cukup dalam, lubang - lubang dalam tanah dan sebagainya. Apabila memilih gua, kita bisa
memastikan tempat ini bukan persembunyian satwa. Goa yang akan ditinggali juga tak boleh mengandung
racun. Cara klasik untuk mengetahui ada tidaknya racun adalah dengan memakai obor. Kalau obor tetap
menyala dalam gua tadi artinya tak ada racun atau gas berbahaya di sekitarnya.
Kita juga bisa memanfaatkan tanah berlubang atau tanah yang rendah sebagai tempat berlindung. Tanah yang
berlubang ini biasanya bekas lubang perlindungan untuk pertahanan, bekas penggalian tanah liat dan lainnya.
Pastikan tempat - tempat tersebut tidak langsung menghadap arah angin. Kalau terpaksa menghadap angin
bertiup kita bisa membuat dinding pembatas dari bahan - bahan alami. Selain menahan angin, dinding ini
bertugas untuk menahan angin untuk tidak meniup api unggun yang dibuat di muka pintu masuk
Bivac Semi buatan Bivac jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan buatan industri yang
digabungkan dengan bahan bahan alami. seperti menggunakan ponco sebagai atap dan beberapa akar
gantung sebagai tali. menggunakan dedaunan sebagai atap dan menggunakan ponco sebagai dinding atau pun
menggunakan ponco sebagai atap dan dadaunan sebagai dinding juga merupakan bivac semi buatan atau
dapat di sebut sebagai Bivac semi alam.
Bivac Buatan Bivac jenis ini merupakan bivac yang di buat menggunakan bahan-bahan buatan atau bahan
industri, seperti membuat bivac menggunakan ponco dengan memanfaatkan tali rafia sebagai bahan
penunjangnya. bivac buatan dapat didirikan menggunakan bahan lainnya seperti plastik, parasut deklit, kain, dll.

Pemilihan tempat[sunting | sunting sumber]
Untuk menjaga kenyamanan dan tetap hangatnya tempat berlindung serta menghindari cepatnya penurunan
daya tahan tubuh, perhatikan hal berikut ;

 Dirikan bivak yang terlindung dari terpaan angin, jangan dirikan bivak di tempat yang terbuka dari
terpaan angin.

Perjuangan untuk hidup. maka dituntut suatu usaha untuk mempertahankan hidup dengan memanfaatkan keadaan yang ada disekitar. hargailah hidup A – Adat istiadat perlu ditiru L – Latihlah diri kita dan belajarlah selalu Dari uraian diatas dapat disimpulkan difinisi dari survival. buatlah para . SURVIVAL Tiba-tiba pada suatu saat anda berada pada lokasi yang terisolir jauh dari peradaban. Jangan dirikan di bawah pohon yang rapuh dan lapuk.  Jangan pernah lupa untuk membuat parit di sekitar bivak yang anda dirikan. sehingga ketika hujan turun anda dapat tetap merasa nyaman. Tindakan yang pertama adalah tindakan secara umum atau biasa dikenal oleh para pencinta alam dengan teori STOP.  Jangan dirikan bivak terlalu dekat dengan dialiran sungai ataupun pada jalur lintas binatang. S – Sadarilah sungguh-sungguh situasi kita U – Untung malang tergantung ketenangan kita R – Rasa takut dan panik harus kita kuasai I – Ingatlah dimana kita berada V – Vakum berarti kekosongan. Baiklah. Survival di padang pasir. Dan ingat pedoman STOP S = Stop. Sebenarnya alam tidak memihak. berhenti dan beristirahat T = Thinking.para yang kokoh.  Pada situasi bivak yang permanen. secara umum teknik ini dibagi menjadi dua macam tindakan. b. Pedoman yang harus digunakan Hiduplah dengan segala yang ada disekitar kita. jangan menggantungkan diri pada bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas. untuk daerah yang lembab. Tindakan berikutnya adalah tindakan pada saat terjadi musibah. perhatikan kondisi tubuh.Suatu usaha untuk mempertahankan hidup dalam keadaan darurat dan berusaha untuk mengatasinya dengan memanfaatkan potensi yang ada. Dirikan bivak pada tempat yang kering dan rata. Survival di hutan. Tindakan Umum Dalam menghadapi situasi yang sulit berusahalah untuk tetap tenang. . sehingga dikenal : a. berfikir dan menyadari masalah yang dihadapi . mari kita mulai membicarakan tentang beberapa tindakan secara umum. Hal ini berarti alam beserta isinya bukanlah merupakan kawan atau lawan.  Dirikan bivak di bawah kerindangan pohon yang tembus sinar matahari. c. d. Survival sendiri terdiri dari survival darat dan survival laut. Survival di laut. Dapat dibagi lagi berdasarkan jenis medannya. Jangan dirikan bivak di lereng gunung atau lembah. Survival di kutub. yaitu : . usahakan dirikan pada daerah yang dekat dengan sumber air. jadi dalam hal ini faktor penting dalam survival adalah kemauan untuk tetap hidup dan kemauan untuk mencari makan. istirahat yang cukup. isilah segera V – Vivo (vivere) berarti hidup. Dalam kalimat diatas pedoman yang harus digunakan adalah pedoman untuk HARUS HIDUP yang berarti : H – Hadapilah situasi sulit dengan tenang dan bijaksana A – Akal merupakan senjata ampuh R – Rasa takut harus dihilangkan U – Usaha melepaskan diri dari berbagai hal S – Semangat dan tekad untuk mepertahankan hidup H – Hormati adat setempat I – Istirahat D – Jangan sampai terjebak U – Usahakan selamat dan jaga kesehatan P – Praktekkan Dalam Teknik Jungle Survival. Oleh karena itu.

Beberapa hal yang harus diingat bila survivor adalah sebuah kelompok: 1. Cari dan buatlah tempat perlindungan atau bivak dan hindari melakukan perjalanan malam 8. Setiap kegiatan survival harus terorganisir 2. Buatlah jejak yang jelas selama melakukan perjalanan 5. menghangatkan tubuh untuk melindungi diri dari serangga dan binatang buas. serta arah yang dituju 4. kain warna kontras. Carilah makanan dan air sebelum persediaan yang dibawa habis 7. Tentukan hanya satu pemimpin 3. perlengkapan dan bahan yang dibawa. Menangani survivor yang menderita Tindakan yang perlu dilakukan : • Rawat survivor yang menderita atau sakit • Membuat tempat berlindung yang aman dari cuaca buruk dan hewan yang berbahaya • Hemat persediaan makanan yang ada dan berusaha untuk mencari tambahan di sekitar lokasi • Siapkan dan buatlah tanda darat ke udara dengan piroteknik maupun dengan benda lainnya. Tinggalkan pesan yang berisi jumlah survivor. Dalam keadaan apapun pemimpin harus siap mengambil keputusaan dan kelompok harus dalam keadaan utuh. Ikuti punggungan gunung dan jangan mengikuti lembah atau sungai apabila berada di daerah pegunungan 6. Buatlah rencana dan ambil keputusan berdasarkan musyawarah. kondisi fisik. karena semua resiko yang akan terjadi hanya dihadapi sendirian. * Cari daerah terbuka untuk memudahkan tim SAR mengetahui dan bisa melakukan komunikasi lapang. Tindakan bila meninggalkan lokasi : 1. Kembangkan rasa ketergantungan 4. Demikian juga masalah psikologis akan lebih teratasi. . Jangan bertindak sendiri sendiri jika survivor lebih dari satu orang. Tumbuhkan rasa kebersamaan berkelompok dan toleransi antar individu. Pilih salah seorang yang dianggap mampu untuk jadi pemimpin. 3. dan lain lain. matahari. Problem yang dihadapi seseorang akan lebih banyak daripada berkelompok. cermin.O = Observe. Tindakan Saat Musibah Beberapa pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk tetap tinggal di lokasi dan menunggu pertolongan tim SAR adalah : * Survivor mengetahui bahwa telah terindeks oleh hubungan radio. Siapkan bahan dan perlengkapan yang berguna dan dapat dibawa dalam perjalanan 2. Atau rute perjalanan ada yang mengetahui. membuat rencana mengenai tindakan yang akan dilakukan. Adanya pembagian tugas dan kerjasama kelompok dapat menghemat waktu dan tenaga. flare. mengamati keadaan sekeliling P = Planning. atau alat penunjuk lainnya. Buatlah perapian untuk memasak. Tentukan arah yang dituju berasarkan kompas. Seperti smoke signal. asap hasil membakar sampah. * Cari lokasi yang terdapat sumber air dan persediaan makanan.