BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Dengan
deposit yang terbatas, cepat atau lambat cadangannya pasti akan habis. Hal ini
mendorong dilakukannya usaha penghematan energi dan pencarian sumber energi baru
sebagai alternatif.
Jika biodiesel adalah bahan bakar alternatif pengganti solar, maka bioetanol
adalah bahan bakar alternatif pengganti gasoline yang biasa disebut gasohol
(campuran antara gasoline dan alkohol). Sama seperti biodiesel, bioetanol memiliki
beberapa keunggulan, diantaranya ramah lingkungan dengan sifatnya yang nontoxic.
Aplikasi pada mesin juga tidak memerlukan modifikasi khusus sehingga dapat langsung
dipakai pada mesin-mesin konvensional (dengan catatan kandungan etanol tidak lebih
dari 10%). Penggunaan bioetanol juga dapat mengurangi emisi karbonmonoksida,
karena hasil pembakaran bioetanol menghasilkan karbondiaoksida dan air. Bahan baku
bioetanol berasal dari tumbuhan penghasil karbohidrat yang untuk tumbuhnya
memerlukan karbonmonoksida. Sehingga penggunaan bioetanol secara masif dapat
mengurangi kandungan emisi rumah kaca (karbondioksida).
Manusia tidak pernah lepas dari ketergantungan akan energi. Konsumsi energi
dalam jumlah besar merupakan ciri dari peradaban modern. Sejak ditemukannya api,
manusia mulai merekayasa energi. Hal ini menuntut pengeksploitasian akan sumber-
sumber energi yang semakin besar dan gencar. Namun, hal ini masih terbatas pada
sumber- sumber energi tak terbarukan seperti minyak bumi, gas alam dan batubara.
Kontinuitas penggunaan bahan bakar fosil memunculkan sedikitnya dua ancaman serius,
seperti :
1. Faktor ekonomi, berupa jaminan ketersediaan bahan bakar fosil untuk
beberapa dekade mendatang, masalah suplai, harga, dan fluktuasinya.
2. Polusi akibat emisi pembakaran bahan bakar fosil ke lingkunganx

1

Dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk mulai memanfaatkan dan menerapkan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar. 2 . Pengertian bioethanol? b. Untuk mengetahui bagaimana proses produksi bioetanol dari tetes tebu d.3 Tujuan a.1. Jenis mikroba yang berperan dalam pembuatan bioethanol? c.2 Rumusan Masalah a. khususnya bioetanol b.4 Manfaat a. Dapat menjadi bahan referensi bagi orang yang ingin meneliti tentang proses pembuatan bioetanol. Untuk mengetahui jenis mikroba yang berperan dalam pembuatan bioethanol c. Proses pembuatan bioetanol dari tetes tebu? d. Manfaat bioethanol? 1. Untuk mengetahui manfaat dari bioethanol 1. c. Dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam lingkup bidang bioproses. Untuk mengetahui apa itu bioethanol b.

Secara umum akronim dari (Bio)Etanol adalah EtOH(Ethyl-(OH)). <– Rumus Bangun 3 .negara maju. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O atau rumus bangunnya CH3-CH2 -OH. Tidak hanya pada negara . BAB II PEMBAHASAN 2. dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) dengan beberapa metode diantaranya dengan hidrolisis asam dan secara enzimatis. Saat ini telah dikembangkan pemanfaatan etanol sebagai sumber energi terbarukan. Rumus Kimia (Bio)Etanol sering ditulis dengan rumus EtOH. (Bio)Etanol merupakan bagian dari kelompok metil (CH3-) yang terangkai pada kelompok metilen (- CH2-) dan terangkai dengan kelompok hidroksil (-OH). tetapi juga di negara berkembang seperti Indonesia. Produksi bioetanol dari tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat. contohnya untuk pembuatan bioetanol Bioetanol merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat (pati) menggunakan bantuan mikroorganisme. Untuk mengantisipasi krisis bahan bakar minyak bumi (BBM) pada masa yang akan datang.1 Pengertian Bioetanol Kebutuhan energi dari bahan bakar minyak bumi (BBM) di berbagai negara di dunia dalam tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Glukosa yang diperoleh selanjutnya dilakukan proses fermentasi atau peragian dengan menambahkan yeast atau ragi sehingga diperoleh bioetanol sebagai sumber energi. Metode hidrolisis secara enzimatis lebih sering digunakan karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan katalis asam.

cantel.nira sargum manis. Berdasarkan ketiga jenis bahan baku tersebut. ubi jalar. bahan berselulosa merupakan bahan yang jarang digunakan dan cukup sulit untuk dilakukan. jagung. sorgum biji. molasse (tetes tebu . Bahan baku yang dapat digunakan untuk menjadi bioethanol dibagi menjadi 3 kelompok. dll. . yaitu: . batang pisang. sagu. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan minuman. Hal ini karena adanya lignin yang sulit dicerna sehingga proses pembentukan glukosa menjadi lebih sulit. Bahan berpati Bahan-bahan yang termasuk kelompok ini adalah bahan-bahan yang mengandung pati atau karbohidrat. antara lain . ubi kayu. Bahan sukrosa Bahan-bahan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain . Merujuk pada berbagai literatur dan jurnal maupun karya-karya ilmiah. sorgum manis (cantel). jerami. dan sari buah mete. . dll. Beberapa jenis tanaman yang banyak dijumpai sebagai bahan baku produksi etanol/bioetanol antara lain. yaitu melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air. 4 . Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. Bahan berselulosa Bahan berselulosa (lignoselulosa artinya adalah bahan tanaman yang mengandung selulosa (serat). ubi kayu. jagung. dan aren (nira aren). (Bio)Etanol tidak berwarna dan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. kayu. tepung-tepung ubi ganyong. nira kelapa. nira tebu. Bahan-bahan tersebut antara lain . nira aren. ethanol/bioethanol (alkohol) dapat diproduksi dengan menggunakan bahan-baku tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat.hasil samping produksi gula). ubi jalar.

namun ada beberapa yang bersifat parasit yaitu saccharomyces cerevisiae merupakan yeast yang termaksud dalam kelas Hemiascomycetes. Saccharomyces cerevisiae merupakan mikroba yang paling banyak digunakan pada fermentasi alcohol karena dapat berproduksi tinggi. Clostridium stercorarium. berukuran lebih besar dari bakteri. . dari Raveendram. tahan terhadap kadar gula yang tinggi dan tetap aktif melakukan aktivitasnya pada suhu 4-320C. Jenis mikroba yang dapat digunakan dalam pembuatan bioetanol adalah sebagai berikut: . tidak dapat membentuk miselium beruukuran bulat.5* 125 7812 Sagu 6. dan Deptan (2006) untuk singkong. Selain Clostridium thermocellum. silinder seperti buah jeruk.6 270 973 Sorgum Bici 6 333. maltose dan maltotriosa. ordo Endomycetales. Saccharomyces cerevisiae merupakan organism uniseluler yang bersifat makhluk mikroskopis dan disebut sebagai jasad sakarolitik.8$ 608 4133 Tebu 75 67 5025 Nipah 27 93 2500 Sorgum Manis 80** 75 6000 *) Panen 2 ½ kali/th. Clostridium thermocellum adalah bakteri termofilik yang anaerobik memiliki kemampuan mendegradasi selulosa kompleks ke bentuk etanol. $ sagu kering.2 Jenis Mikroba yang Berperan Dalam Pembuatan Bioetanol Bakteri pada pembuatan bioetanol terbentuk pada proses fermentasi dengan menggunakan yeast. Yeast merupakan fungsi uniseluler yang melakukan reproduksi secara pertunasan (budding) atau pembelahan (fission). sorgum manis. kadang-kadang dapat mengalami diforfisme. bakteri termofilik anaerob lain. kecuali sagu. baru-baru ini 5 . tahan terhadap kadar alcohol yang tinggi. bersifat saprofit. ** panen 2 kali/th. Sumber: Villanueva (1981). Sumber Hasil Panen Perolehan Alkohol Karbohidrat Ton/ha/th Liter/ton Liter/ha/th Singkong 25 (236) 180 (155) 4500 (3658) Tetes 3. mannose. yaitu menggunakan gula sebagai sumber karbon untuk metabolisme. Saccharomyces cerevisiae mampu menggunakan sejumlah gula diantaranya sukrosa. galaktosa. glukosa. bulat telur. tetes dan sorgum biji (tulisan baru) 2. batang. Yeast tidak berklorofil tidak berflagella. family saccharoycoideae dan genus saccharomyces. fruktosa. dari Colmes dan Newcombe (1980).4 2000 Ubi Jalar 62.

lumpur. Persiapan Bahan Baku Persiapan bahan baku dilakukan untuk memperoleh glukosa. Menutut Viljoen.5. Molase tidak dapat dikristalkan karena mengandung glukosa dan fruktosa yang sulit untuk dikristalkan. Fermentasi. Zymomonas mobilis dapat mengubah gula menjadi etanol melalui fermentasi lebih cepat dari ragi dan tahan terhadap konsentrasi etanol yang tinggi. Clostridium thermocellum dapat tumbuh di lingkungan anaerobiosis dan temperatur termofilik.Molasse mengandung gula sederhana (glukosa dan fruktosa). Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 60-64 °C dan pH optimum berkisar 6. 2. produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses. dan mata air panas . tanah. Bakteri Clostridium thermocellum tersebar luas di alam. sehinggal gula yang dihasilkan dapat langsung difermentasi menjadi etanol. Proses Fermentasi Fermentasi merupakan suatu proses untuk mengubah bahan dasar menjadi suatu produk oleh masa sel mikroba. Umumnya pada pembuatan bioethanol dari molasses atau tetes tebu hanya mencakup 3 tahap utama saja. sehingga molasse berpotensi tinggi sebagai bahan baku produksi bioetanol. yang mudah teruraikan oleh yeast menjadi bioetanol pada proses fermentasi. dan Destilasi (Pemurnian). Produk yang diharapkan dalam proses adalah produk etanol yang diperoleh melalui konversi dari bentuk gula menjadi etanol (alkohol) dengan 6 .3 Proses Pembuatan Bioetanol Dari Tetes Tebu/Molasses Molases atau tetes tebu adalah sejenis sirup yang merupakan sisa dari proses pengkristalan gula pasir. akan lebih menguntungkan jika enzim-enzim yang digunakan untuk reaksi hidrolisis pati dan selulosa dapat dimasukkan ke dalam bakteri Zymomonas mobilis. . habitatnya adalah bahan organik yang di dekomposisi.Tetes tebu merupakan produk samping dari pabrik tebu yang memiliki kadar gula sangat tinggi (>50%). Untuk bahan molase (tetes) dapat langsung ditambahkan yeast (ragi) tanpa perlu melalui proses delignifikasi dan hidrolisis.1-7. yaitu: Persiapan Bahan baku. Pada tahap delignifikasi akan menghasilkan selulosa. Glukosa diperoleh melalui 2 tahap yaitu delignifikasi dan hidrolisa. 1. (1980) bahwa C thermocellum didapat setelah mengisolasi dari kotoran kuda. saluran pencernaan. 2. Selulosa akan diproses lebih lanjut dengan proses hidrolisa sehingga akan dihasilkan glukosa. Clostridium thermocellum dapat pula ditemukan di pengolahan limbah pertanian. Jadi. diketahui mempunyai pula sifat selulolitik pula. antara lain: Secara umum. et al.

menggunkan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Fermentasi alkohol berlangsung secara anaerobik (tanpa udara). Berikut merupakan diagram alir pembuatan bioethanol dari tetes tebu: 7 . Namun udara masih di perlukan pada proses pembibitan sebelum fermentasi. Temperatur. untuk perkembangbiakan ragi sel. ragi memerlukan tambahan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan. Temperatur umum yang digunakan ragi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan ragi adalah dengan suhu ruang yaitu 27oC– 30oC pada waktu fermentasi. Keasaman ( pH ). . Udara. Pada saat ragi melakukan proses fermentasi. Untuk fermentasi alkohol ragi memerlukan tingkat keasaman atau pH antara 4-5. sehingga diperoleh etanol yang murni. Nutrisi. Pada proses fermentasi terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerja bakteri untuk melakukan fermentasi di antaraya adalah sebagai berikut : .urea Unsur P : Penambahan pupuk fospat dari NPK. Sehingga ragi dapat bekerja secara optimal dan menghasilkan fermentasi yang bagus. 3. Proses distilasi yang akan dilakukan merupakan proses distilasi secara sederhana dimana prinsip dari proses distilasi sederhana adalah memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan titik didih (volatilitas) yang jauh berbeda. Pengaruh pH dilakukan penambahan asam sulfat jika subtratnya alkalis atau natrium bikarbonat jika subtratnya asam. Dalam hal ini titik tidih dari etanol lebih rendah dari air yakni 79-80oC sedangkan air 100oC. Umumnya dilakukan dengan menambahkan suatu zat yang dapat mengikat atau menjerap air. . sehingga dengan menggunakan pemanasan pada suhu sekitar 79-80oC. Kemudian selanjutnya dilakukan proses dehidrasi sama halnya dengan destilasi yang bertujuan menghilangkan kandungan air pada etanol. Nutrisi yang dapat diberikan kepada ragi adalah sebagai berikut : Unsur C : Terdapat pada karbohidrat Unsur N : Dengan penambahan pupuk yang mengandung nitrogen ZA. etanol akan menguap dan air akan tertinggal atau tertampung dalam reactor. STP dll . Destilasi dan Dehidrasi (Tahap Pemurnian) Proses ini dilakukan agar bioethanol yang diperolah terbebas dari air. Dalam percobaan yang dilakukan mikroba Saccharomyces cerevisiae berasal dari ragi/khamir roti (fermiphan).

4 Manfaat Bioetanol 8 .2.

dan gas-gas lain rendah (19-25%). pembakaran tidak menghasilkan partikel timbal dan benzena yang bersifat karsinogen. Sebagai antiseptic. Sebagai bahan dasar minuman beralkohol . Akan tetapi penggunaan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak memunyai kelemahan yaitu mesin memerlukan modifikasi terlebih dahulu jika ingin meenggunakan etanol murni pada kendaraan dan juga ada kemungkinan etanol akan mengeluarkan emisi polutan beracun. lebih dari 90 % dari mobil baru. etanol dianggap lebih ramah lingkungan karena CO2 yang dihasilkan oleh hasil buangan mesin akan diserap oleh tanaman. nitrogen oksida. Saat ini (Bio)Etanol dipakai secara luas di Brazil dan Amerika Serikat. pelarut untuk parfum. Namun penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati kurang ditanggapi pada waktu tersebut. Sebagai bahan kimia dasar senyawa organic. sebenarnya telah lama dikenal. yaitu : . karena keberadaan bahan bakar minyak yang murah dan melimpah. Beberapa keunggulan lain yang dapat diperoleh dari bioethanol sebagai bahan bakar adalah nilai oktan yang tinggi menyebabkan campuran bahan bakar terbakar tepat pada waktunya sehingga tidak menyebabkan fenomena knocking. Selain dapat menggantikan fungsi dari bahan bakar minyak bioetanol juga mempunyai banyak manfaat lainnya. Pertengahan 1980. saat ini menggunakan bahan bakar yang mengandung paling sedikit kadar ethanol sebesar 20 %. selain itu juga etanol ramah lingkungan karena emisi gas buangannya seperti kadar karbon monoksida. Etanol merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang mempunyai kelebihan dibandingkan BBM. serta mempunyai efisiensi yang tinggi dibandingkan bensin. Etanol dapat juga meningkatkan efisiensi pembakaran karena mengandung 35% oksigen. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar. Semua kendaraan bermotor di Brazil. bensin premium memiliki angka oktan 88. Saat ini pasokan bahan bakar minyak semakin menyusut ditambah lagi dengan harga minyak dunia yang melambung membuat (Bio)Etanol semakin diperhitungkan. cat dan larutan obat. antidote beberapa racun . Berdasarkan siklus karbon. Seperti telah disebutkan diatas bahwa pada tahun 1880-an Henry Ford membuat mobil quadrycycle dan sejak tahun 1908 mobil Ford model T telah dapat menggunakan (Bio)etanol sebagai bahan bakarnya. pengobatan untuk mengobati depresi dan obat bius BAB III PENUTUP 9 . mengurangi emisi fine-particulates yang membahayakan kehidupan manusia. dirancang untuk memakai (Bio)Etanol murni.

sagu. garut. bonggol jagung dan kayu. dan dimanfaatkan dalam industri farmasi dan kosmetik 3. yakni tahap persiapan bahan baku. Tetes tebu merupakan produk samping dari pabrik tebu yang memiliki kadar gula sangat tinggi Umumnya pada pembuatan bioethanol dari molasses atau tetes tebu hanya mencakup 3 tahap utama saja.3. fermentasi dan pemurnian Secara umum bioethanol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. jerami. yaitu: Persiapan Bahan baku. Bioetanol berasal dari sumber hayati yaitu dari karbohidrat yang potensial sebagai bahan baku seperti tebu. bahan kimia dasar senyawa organik. Produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses. Bakteri pada pembuatan bioetanol terbentuk pada proses fermentasi dengan menggunakan yeast. fermentasi. ubi jalar. Serta dapat mensosialisasikan dalam kehidupan bermasyarakat. bahan dasar minuman beralkohol. Mikroba yang dapat digunakan dalam pembuatan etanol adalah Saccharomyces cerevisiae. dan Zymomonas mobilis.1 Kesimpulan Bioethanol dihasilkan karena proses fermentasi gula dari karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme. Clostridium thermocellum. jagung. diharapkan pembaca dapat menambah pengetahuan mengenai pembuatan bioetanol. nira sorgum.2 Saran Dari pembuatan makalah ini. ubi kayu. Daftar Pustaka 10 . dan destilasi (pemurnian).

Pengertian Bioetanol.com/2008/12/proses-pembuatan-bioethanol.html. Anonim C. Manfaat Bioetanol. Ivan. http://bioetanol- seno. Aenwar. 2009. Sarwendah. 11 .html. http://ivan- aries.wordpress.wordpress.blogspot.com/bioetanol/.net/manfaat- bioetanol#. Diakses pada tanggal 18 November 2015. Aries. Manfaat Bioetanol. Saiful. Diakses pada tanggal 18 November 2015. Diakses pada tanggal 18 November 2015. 2012.com/2008/08/manfaat-dan-penggunaan-bioetanol. 2011.UUi0YRdg-tQ. Seno. 2012.html. Anonim A. Bensin dengan Bioetanol.net/pengolahan-bioetanol#.com/2011/10/27/pengertian-bioetanol/. Pengertian Bioetanol. http://saifulaenwar.blogspot.UUi0IRdg-tQ. http://energibio. http://tipspedia. Cara Pengolahan Bioetanol. http://tipspedia.com/2012/04/bioetanol-bensin-dari-tanaman. Diakses pada tanggal 18 November 2015. Diakses pada tanggal 18 November 2015. 2008. Anonim B. 2011. Diakses pada tanggal 18 November 2015. Diakses pada tanggal 18 November 2015.blogspot. 2008. http://sarwendahs. Bagaimana Proses Pembuatan Bioetanol.