You are on page 1of 28

PERKIRAAN CADANGAN COALBED METHANE DENGAN

MENGGUNAKAN METODE VOLUMETRIKS PADA
LAPANGAN “X” SUMUR “Y”

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh :

DONDY ZOBITANA
12010195

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN
AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN
INDRAMAYU
2015

PERKIRAAN CADANGAN COALBED METHANE DENGAN
MENGGUNAKAN METODE VOLUMETRIKS PADA
LAPANGAN “X” SUMUR “Y”

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh :

DONDY ZOBITANA
12010195

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN

INDRAMAYU

2015

Central Kalimantan . Program D3. Indonesia 2010-2013 Senior High School 02Kuala Kapuas.Central Kalimantan Contact Number : 082217464484 Place. Date of Birth : Kapuas. Indramayu. Central Kalimantan 2010-2011 School Organization Of Senior High School SMAN 02 Kuala Kapuas. CURRICULUM VITAE Personal Detail Name : Dondy Zobitana NIM : 12010195 Mailing Address : Sakapurun Street No. 11 th July 1994 O Sex : Male Marital Status : Single Religion : Moslem Nationality : Indonesian Education Details 2013-Now Oil and Gas Academy of Balongan Indramayu Petroleum Engineering. Oil and Gas Academy of Balongan 2012-2013 Basket Ball Player Of senior High School SMAN 02 Kuala Kapuas. Central Kalimantan 2007-2010 Junior High School 04 Kuala Kapuas. Central Kalimantan Organization 2013-Now Member of IATMI (Association Of Indonesian Petroleum Engineers) 2013-Now Basket Ball Player Of Oil and Gas Academy of Balongan Indramayu 2013-Now Member of Student Units Activity in Departement Basketball. Central Kalimantan 2001-2007 Elementary School 06 Kuala Kapuas. 33 Kapuas City.

Practical Work 2015 Practicum Of “Penilaian Forrmasi” 2015 Practicum Of Mud Test 2015 Practicum Analysis Of Formation Fluid 2014 Practicum Of Chemistry II 2014 Practicum Of Physics II 2014 Practicum Of Geology 2013 Practicum Of Physics I 2013 Practicum Of Chemistry I Workshop 2015 Conserving National Energy with Innovative Mindset 2014 Be Successful In Job Hunting Field Travelling 2015 Education and Training Centers Of Oil and Gas Cepu 2014 Museum Of Petroleum Indonesia 2013 Museum Of Geology Bandung .

*)ry&@nx.*n: tttr . DOSff}YU$BITAF$A ildlftf : lml$!ffi @w€.irpaF*.gxrw mr. I-E&[*i*It PEI*GESA*L*]{ .ffi*r&S&rqw-e"t@# mffigSffiHrFffik XIffi€e fmeidfuI" IlHffiril Seafr.*m#aaqe* .*qffis d{fu 'gMA fu xxrm'Fffi .m*re6 gxme* mse @6.imil*ryII" Awtk*rrerrr*tci.trfu&m S{.des #es'ffie@we {}$e&.

Jika tekanan gas semakin tinggi. Gas yang terperangkap pada batubara sebagian besar terdiri dari gas metana. tapi di dalamnya banyak sekali terdapat pori-pori yang berukuran lebih kecil dari skala mikron. maka kemampuan batubara untuk mengadsorpsi gas juga semakin besar. sehingga batubara ibarat sebuah spon. CBM sama seperti gas alam konvensional yang kita kenal saat ini. sehingga secara umum gas ini disebut dengan CoalBed Methane atau disingkat CBM. namun perbedaannya adalah CBM berasosiasi dengan batubara sebagai source rock dan reservoir rock-nya. CBM termasuk unconventional energy CoalBed Methane (CBM) adalah gas bumi dengan komponen dominan metana yang terbentuk secara alamiah dalam proses pembentukan batubara (coalification) dalam kondisi terperangkap dan terserap dalam batubara. Meskipun batubara berupa benda padat dan terlihat seperti batu yang keras. karena permukaannya mempunyai kemampuan mengadsorpsi gas.I. Judul “ Perkiraan Cadangan CoalBed Methane dengan Menggunakan Metode Volumetrik di Lapangan “X” Sumur “Y” II. Dalam klasifikasi energi. Latar Belakang Batubara memiliki kemampuan menyimpan gas dalam jumlah yang banyak. Kondisi inilah yang menyebabkan permukaan batubara menjadi sedemikian luas sehingga mampu menyerap gas dalam jumlah yang besar. 1 .

. 2 III. 2. kandungan gas. Melatih kemampuan dan kepekaan mahasiswa untuk mencari solusi masalah yang dihadapi di dalam dunia industri atau dunia kerja. Mengetahui nilai densitas batubara bebas abu. Dapat diketahui gambaran mengenai sistem kerja produksi coal bed methane. 2. 4. volume gas yang terserap dan volume gas bebas pada reservoir coalbed methane 4. Mengetahui nilai cadangan gas metana pada lapangan yang sedang di observasi. 3. Untuk meningkatkan keahlian dan daya kreatifitas mahasiswa. Menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menjalani perkuliahan.2 Tujuan Khusus 1.1 Tujuan Umum 1.Tujuan 3. 3. Mengetahui parameter apa saja yang di gunakan untuk menghitung cadangan coalbed methane dengan menggunakan metode voumetriks. Mengetahui cara perhitungan cadangan dengan metode volumetriks pada produksi coalbed methane. 3.

Gas yang terperangkap pada batubara sebagian besar terdiri dari gas metana. CBM termasuk unconventional energy (peringkat 3). sehingga secara umum gas ini disebut dengan CoalBed Methane atau disingkat CBM. Meskipun batubara berupa benda padat dan terlihat seperti batu yang keras. bersama-sama dengan tight sand gas.1 Pengertian Coalbed Methane Gas Metana Batu bara (GMB) atau Coalbed methane (CBM) adalah gas bumi (hidrokarbon) dengan gas metana merupakan komposisi utamanya yang terjadi secara alamiah dalam proses pembentukan batu bara (coalification) dalam kondisi terperangkap dan terserap pada lapisan batu bara. sehingga batubara ibarat sebuah spon. melalui beberapa proses kimia dan fisika (dalam bentuk panas dan tekanan secara menerus) yang berubah menjadi gambut dan akhirnya terbentuk batu bara. Dasar Teori 4. Proses terbentuknya GMB berasal dari material organik tumbuhan tinggi. karena permukaannya mempunyai kemampuan mengadsorpsi gas. Jika tekanan gas semakin tinggi. Kondisi inilah yang menyebabkan permukaan batubara menjadi sedemikian luas sehingga mampu menyerap gas dalam jumlah yang besar. dan gas hydrate. High . tapi di dalamnya banyak sekali terdapat pori- pori yang berukuran lebih kecil dari skala mikron. Dalam klasifikasi energi. devonian shale gas. 3 IV. Batubara memiliki kemampuan menyimpan gas dalam jumlah yang banyak. maka kemampuan batubara untuk mengadsorpsi gas juga semakin besar.

konvesional yang bersumber dari batu bara dan tersimpan dalam reservoir batu bara.2 Reservoir Coalbed Methane Gas Metana Batu bara (GMB) merupakan gas hidrokarbon non. Selama berlangsungnya proses pemendaman dan pematangan.2 CO . Kandungan gas pada coalbed methane sebagian besar berupa gas metana dengan sedikit gas hidrokarbon lainnya dan gas non- hidrokarbon. gas metana dan gas lainnya. Hal lain yang membedakan keduanya adalah cara penambangannya. 4 quality gas (peringkat 1) dan low quality gas (peringkat 2) dianggap sebagai conventional gas. sedangkan gas bumi konvensional begitu dibor langsung dapat diproduksikan. yaitu reservoir GMB harus direkayasa terlebih dahulu sebelum gasnya dapat diproduksikan. Gas tersebut juga . 4. GMB atau coalbed methane adalah gas yang tersimpan karena adsorpsi dalam miropore batuan. sedangkan gas bumi yang kita kenal saat ini berasosiasi dengan reservoir pasir. Reservoir GMB sangat berbeda dengan reservoir minyak pada ummnya. Reaksi kimia pembentukan batu bara adalah sebagai berikut: Berbeda dengan gas bumi konvensional yang kita kenal saat ini. coalbed methane berasosiasi dengan batu bara sebagai source rock dan reservoirnya. material organik akan mengeluarkan air. gamping maupun rekahan batuan beku.

2. Ketika kondisi tegangan kecil.1 Permeabilitas Reservoir Coal Bed Methane Permeabilitas merupakan kemampuan material untuk melewatkan fluida melalui medium porinya. rekahan (fracture) alami akan terbuka dan memberikan permeabilitas untuk mengalir melalui lapisan batuan. Pada batubara. Selain itu. 5. Gaya horizontal yang tegak lurus dengan face cleat yang terbuka akan menyebabkan pemeabilitas rendah. Lipatan dan patahan dapat menambah permeabilitas batubara melalui rekahan alami. 5 di sebut sweet gas karena tidak ada kandungan H2S. . batu bara berfungsi sebagai batuan sumber (source rock) sekaligus sebagai reservoir gas. Karakteristik reservoir GMB memiliki perbedaan yang mendasar dibandingkan dengan sistem gas konventional. mineral yang mengisi cleat dapat mempengaruhi permeabilitas batubara. Fluida di batubara yakni air dan gas mengalir melalui cleat dan rekahan. permeabilitas sangat jelas dan tergantung pada gaya. Mineral seperti calcite. Permeabilitas merupakan salah satu sifat fisik yang berperan penting untuk memroduksikan gas pada economical rate. Pada sistem GMB. Cleat merupakan rekahan vertikal yang terbentuk secara alami selama proses coalifikasi.

3 Kapasitas Adsorpsi Adsorption isotherm didefinisikan sebagai kemampuan batubara untuk menyerap gas metana dalam kondisi tekanan tertentu pada suhu konstan. Jika sebagian besar cleat terisi maka permeabilias absolut akan menjadi sangat rendah. sedangkan micropore atau matrik adalah sebagai ruang simpan utama gas. 5. 6 pyrite. Adsorption isotherm dirumuskan . Macropores yang dikenal juga sebagai cleat yang umum dijumpai pada lapisan batu bara.2. Batu bara merupakan media yang dicirikan oleh adanya dua sistem porositas yang berbeda (dual-porosity) yaitu macropores dan micropores.2 Porositas dan Luas Permukaan Coal Bed Methane. laju gassifikasi adalah lebih besar untuk batubara peringkat rendah daripada batubara peringkat tinggi.2. Porositas dan luas permukaan adalah dua propertis batubara yang sangat penting pada proses gassifikasi batubara. gypsum. Begitupun. ketika reaktivitas batubara meningkat sama seperti ketika porositas dan luas permukaan batubara meningkat.1 sampai 10% 5. kaolinite dan illite dapat mengisi cleat dan menyebabkan berkurangnya permeabilitas. Porositas reservoir coal bed biasanya sangat kecil berkisar dari 0.

.2....... ...... sedangkan sebuah formasi alternatif dengan dua kali ketebalan tidak dapat menghasilkan apa-apa..... Untuk Contoh: Cekungan Cherokee Tenggara Kansas yang baik dengan zona tunggal 1-2 ft dapat menghasilkan tingkat gas yang sangat baik.. Ini merupakan kasus khusus mungkin tergantung pada geologi...1) V= VL P x PL Dimana: V = Sorption capacity... Beberapa formasi batubara dan atau serpih mungkin memiliki konsentrasi gas yang lebih tinggi terlepas dari ketebalan formasi...1500 meter di bawah tanah).....4 Tebal Formasi dan Tekanan Reservoir Awal Ketebalan formasi mungkin tidak berbanding lurus dengan volume gas yang dihasilkan di beberapa daerah.. psi 5.. 5.............5 Ekstraksi Untuk mengekstrak gas......... (Persamaan 2... 7 oleh Langmuir yang dikenal sebagai isotherm Langmuir dengan persamaan untuk menghitung kemampuan menyerap (sorption capacity): P .... lubang terbungkus baja dibor ke dalam lapisan batubara (100 ..... psi P = tekanan reservoir. scf/cuft VL = volume Langmuir........ scf/cuft PL = tekanan Langmuir..2......

8 Sebagai tekanan dalam lapisan batubara menurun. 'Air yang dihasilkan' adalah baik reinjected ke formasi terisolasi. 4. ketika tekanan reservoir turun hingga mencapai tekanan desorpsi. methane akan mengalir mengikuti hukum Darcy hingga mencapai lubang sumur. Kedua. dilepaskan ke dalam aliran. Kemudian. metana akan berdifusi dalam matriks hingga methane mencapai rekahan. Pertama adalah desorpsi metana dari micropore coal. karena lubang ke permukaan atau pemompaan sejumlah kecil air dari metan. yang digunakan untuk irigasi. Kemudian gas tersebut dikirim ke stasiun kompresor dan ke jaringan pipa gas alam. setelah mencapai rekahan.3 Prinsip Produksi Coalbed Methane Pemanfaatan Coal Bed Methane untuk sumber energi akan melalui tahapan produksi gas CBM. atau dikirim ke kolam penguapan. Terjadinya desorpsi dimungkinkan dengan penurunan tekanan reservoir melalui proses dewatering. Untuk memproduksikan gas metana dilakukan dengan menurunkan tekanan pada fracture melalui proses dewatering yang . Terdapat tiga tahapan proses dalam produksi gas metana dari reservoir CBM. Air biasanya mengandung padatan terlarut seperti sodium dan klorida bikarbonat. baik gas dan melarikan diri 'air yang diproduksi' ke permukaan melalui tabung.

Phase III: dimulai pada saat kondisi aliran di dalam reservoir mulai stabil. Selama phase ini produksi air . Selama phase ini. Phase I: dicirikan oleh laju produksi air konstan dan tekanan reservoir mulai menurun. sumur dalam kondisi dipompakan untuk meningkatkan laju produksi gas. Biasanya laju gas akan meningkat. Gas tersebut berasal dari matrik batu bara yang telah ter-diffuse menuju permukaan fracture. ada 3 phase yang terjadi atau dilalui oleh gas metana. tergantung permeabilitas relatif di sekitar lobang bor. 9 menyebabkan terjadinya proses desorbtion gas metana dari permukaan fracture batu bara menuju ke dalam rongga fracture. Selama memproduksikan gas dari dalam batu bara. Pada phase ini alirannya berada pada kondisi dinamis (selalu berubah-ubah) tergantung dari:  Penurunan permebilitas relatif air  Kenaikan permeabilitas relatif gas  Efek Outer boundary sudah mulai terasa (alirannya Preudo steady state)  Laju produksi gas berubah menjadi dinamis. Phase II: dicirikan oleh negative decline atau penurunan secara drastis laju produksi air. sumur telah mencapai peak gas rate. dan produksi gas menunjukkan tren penurunan (decline).

10 rendah dan permeabilitas air dan gas berubah menjadi kecil. produksi gas akan menurun. Setelah itu. . Gambar 2.) Seiring dengan menurunnya tekanan reservoir. LEMIGAS. Produksi gas diawal produksi disertai dengan produksi air yang besar hingga akhirnya produksi air menurun drastis ketika produksi gas mencapai maksimum. produksi gas akan meningkat hingga mencapai puncaknya hingga mencapai kestabilan.4 Skema Produksi Reservoir CBM (Buku Gas Metana Batubara Energi Baru Untuk Rakyat. alirannya tetap Preudo steady state.

....2) ......... yaitu volume gas yang tersimpan dalam kondisi terserap pada pori mikro dan volume gas yang tersimpan dalam kondisi bebas pada cleat.. maka cleat I jenuhi air 100% oleh air shingga volume gas pada cleat bernilai nol dan perhitungan OGIP reservoir CBM hanya merupakan volume gas pada pori mikro...... Persamaan (2.............1 Rumus OGIP dengan Metode Volumetris Rumus dasar perhitungan OGIP dengan metode volumetric merupakan penjumlahan untuk volume gas yang tersimpan dalam konis terserap pada pori mikro (Ga) dan volume gas bebas yang berada pada cleat (Gf): OGIP = (Ga + Gf) .. 11 4..........  Apabila reservoir CBM pada kondisi tidak jenuh (undersaturated).........4 Perhitungan Cadangan Coal Bed Methane Perhitungan cadangan Original Oil In Place (OGIP) reservoir CBM dengan pendekatan metode volumetric pada prinsipnya di bagi menjadi dua bentuk persamaan perhitungan..... Kondisi kejenuhan reservoir dikaitkan dengan perhitungan perkiraaan OGIP reservoir CBM:  Apabila reservoir CBM pada kondisi jenuh (saturated) maka cleat dijenuhi sebagian besar oleh gas sehingga perhitungan OGIP reservoir CBM merupakan penjumahan volume gas pada pori mikro dan voume gas pada cleat......... Namun hal ini masih dikaitkan dengan kondisi kejenuhan reservoir CBM.4... 5........

....3) A G f =43560 ..................... ................ acre h = Ketebalan bersih lapisan reservoir....h ...4) Dimana: Ga = Gas yang tersimpan dalam matriks batubara dalam kondisi teradsorbsi..............ft pc = Densitas batubara bebas abu. pc ........h ...7A ....... cuft/SCF Fraksi gas bebas pada cleat batubara kadang-kadang sangat kecil kapasitas penyimpanannya dan dapat diasumsikan sebagai gas yang tidak dapat diproduksikan lagi..........4 dapat diabaikan (bernilai nol).... Volume gas yang tersimpan pada kondisi bebas di cleat (Gf) pada persamaan 2.... Oleh karena itu... 12 Ga =1359........... ∅c (1-Sw)/Bgi . Persamaan (2.SCF A = Luasan Reservoir................. fraksi Bgi = Factor volume formasi gas (FVF) pada tekanan reservoir Awal... SCF/ton cleat = Porositas cleat.............. Persamaan (2...GC .. gr/cc GC = Kandungan gas. fraksi Sw cleat = Saturasi air pada cleat....SCF Gf = Gas yang tersimpan dalam cleat batubara dalam kondisi bebas.....

... karbon tetap (fixed carbon. Persamaan (2. batubara meningggalkan residu berbentuk abu yang merupakan bahan mineral.. Abu disini merepresentasikan kondisi percobaan proximate analysis... m).. FC) dan bahan mineral (mineral matter......... 13 4........... Pada tingkatan pemanasan terakhir......... Oleh karena itu harus dikoreksi menjadi densitas batubara bebas abu (ρc)....5 Analisis Parameter 5... a). densitas batubara masih tercampur dengan komponen lain seperti mineral-mineral yang pengaruhnya akan meningkatkan densitas batubara hingga dua kali lipatnya dari densitas batubara yang sebenarnya...1 Densitas Batubara Bebas Abu Dalam hal ini.... yaitu analisis pengukuran fraksi-fraksi penyusun batubara seperti kelembaban (moisture.. dengan kombinasi teknik gravimetri dan beberapa tingkatan pemanasan....... VM).... bahan volatil (volatile matter..... ρb Fma ρa ρc = ..5.5) Fmc Dimana: c = Densitas batubara bebas abu b = Densitas batubara kasar a = Densitas abu Fma = Massa abu .......

5. Pengukuran saturasi fluida pada analisa inti batuan rutin reservoir migas biasanya ditentukan dengan penentuan saturasi air terlebih dahulu. Desorption analysis pada prinsipnya mengukur gas yang terdesorpsi/terlepaskan oleh sampel batubara kedalam tiga kategori yaitu: 1.2 Kandungan Gas Saturasi fluida terdiri atas saturasi air. Pengukuran kandungan gas pada reservoir CBM dinamakan desorption analysis. Gas hilang didefinisikan sebagai gas yang hilang saat pertama kali sampel dipotong saat coring hingga dibungkus . Kandungan gas merupakan sifat fisik fundamental reservoir CBM yang analogi dengan saturasi fluida. 14 Fmc = Massa batubara total Dari percobaan proximate analysis yang di lakukan di dalam laboratorium diketahui massa batubara total dan massa abu sedangkan untuk densitas batuan dan abu di dapat dari interpretasi density log. 5. begitu pula pada interpretasi wireline log. Pengukuran kandungan gas dilakukan tanpa pengukuran kandungan air terlebih dahulu seperti pada reservoir migas konvensional. saturasi minyak dan saturasi gas. Selanjutnya saturasi minyak dan saturasi gas dapat diketahui.

3. Komposisi gas diperoleh dari hasil analisa gas chromatography. sampel dihancurkan menjadi bubuk yang sangat halus untuk melepaskan gas sisa yang dinamakan gas residu. Total kandungan gas merupakan penjumlahan dari volume gas yang hilang. gas yang hilang mulai diperkirakan. sehingga pada perhitungan waktu tersebut. Data pengukuran dan pencatatan merupakan plot antara jumlah gas yang terkumpul versus akar pangkat dua dari waktu desorpsi. Gas terdesorpsi yaitu gas yang terukur melalui canister. 2. Faktor perolehan reservoir gas konvensional dirumuskan: . Setelah laju desorpsi/emisi gas turun dibawah harga ambang batas. 4. 15 dengan kontainer gas ketat (canister). Waktu desorpsi ini dimulai ketika core mulai dipotong didalam lubang bor. Koreksi terhadap data kandungan gas mengacu pada komposisi gas pengotor seperti gas nitrogen dan karbondioksida.6 Faktor Perolehan Cadangan gas merupakan hasil perkalian antara OGIP dengan faktor perolehan. Kandungan gas yang telah dikoreksi disini merupakan murni gas metana. volume gas yang terukur melalui canister dan volume gas residu. Gas yang hilang tidak diukur tetapi harus diperkirakan.

.... persamaan di atas dapat diaplikasikan.. maka dapat dilakukan beberapa metode pelaksanaan... mahasiswa diharapkan mampu melakukan studi kasus................. Pengurangan kandungan gas total dengan gas residu dari hasil pengukuran desorption analysis. pengukuran kandungan gas reservoir CBM diukur pada kondisi permukaan............. Namun pada volume gas dalam kondisi terserap (Ga)...... Untuk mendukung Tugas Akhir dan kajian yang akan dilakukan...cuft/SCF Pada volume gas reservoir CBM dalam kondisi bebas.. 16 Bgi RF=1- Bga ........ Persamaan 2... antara lain : .. ataupun melakukan pengamatan terhadap kerja suatu proses atau alat untuk kemudian dikaji sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki..6 Dimana: RF = Recovery Factor Bgi = Faktor volume formasi gas Bga = Faktor volume formasi gas pada tekanan reservoir abandon............ sehingga tidak ada konversi FVF... Metodologi Penelitian Dalam melaksanakan Tugas Akhir........ Gas residu adalah gas yang tidak dapat bergerak lagi dan tetap menempati pori batubara pada kondisi abandon. merupakan representasi faktor perolehan.. V... yaitu mengangkat suatu kasus yang dijumpai ditempat Tugas Akhir menjadi suatu kajian sesuai dengan bidang keahlian yang ada........

.3 Study Literature Merupakan data yang diperoleh dari buku – buku atau handbook sebagai bahan tambahan dalam penyusunan laporan yang berkaitan dengan topik yang di tulis.2 Metode Wawancara Data-data yang di dapat dari konsultasi langsung dengan pebimbing lapangan maupun dengan operator yang bersangkutan. 5. Bedasarkan penelitian itulah penulis mendapatkan data-data yang akan menjadi sumber data dalam pembuatan laporan. 5. 17 5.1 Orientasi Lapangan Dimana data yang di peroleh dari penelitian secara langsung tentang perhitungan cadangan volumetriks dengan produksi coalbed methane .

Pengolahan Data    5. Secara terstruktur.VI. Untuk waktu yang lebih spesifik dapat disesuaikan dengan yang ada di perusahaan ataupun di lapangan. kegiatan praktek kerja lapangan ini dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. Pengenalan   Lingkungan Kerja 2. AGENDA KEGIATAN Adapun waktu yang diajukan penulis untuk melakukan tugas akhir lapangan ini lamanya yaitu satu bulan terhitung mulai dari tanggal 07 Februari s/d 31 Maret 2016. Mendalami Proses  Perhitungan   Cadangan/Praktek Lapangan 3. Kegiatan ini dapat disesuaikan dengan kebijakan dari perusahaan. Pengambilan Data  4.1 Agenda Kegiatan No Rincian Kegiatan Minggu I II III IV V VI VII VIII 1. Penyusunan Laporan    .

.

DKK. Gas Metana Batubara Energi Baru Untuk Rakyat. Kristadi.. Heribertus Joko. Edo Sayib. RENCANA DAFTAR PUSTAKA Sugiarto. Definis dan Evaluasi Cadangan Coalbed Methane Dengan Metode Volumteriks.UPN “VETERAN”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS” . Yogyakarta.

.. LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................................1 Pengertian Coalbed Methane...3.......................................................................................1 Permeabilitas Reservoir Coal Bed Methane .............. 1.................... DAFTAR TABEL ...................................................................... 1..............................................................................................2 Porositas dan Luas Permukaan Coal Bed Methane ....................................................................................................................... . 1.............................................................3.............................. BAB II DASAR TEORI..... KATA PENGANTAR................................. 1..... 1.............................. BAB I PENDAHULUAN......... 2.......2 Reservoir Gas Metana Batubara ...............3..2 Bagi AKAMIGAS BALONGAN .......................................................................5 Rencana Kegiatan ...................................................................... 2...... 1...........................................................4 Manfaat ....3..4..................2 Tujuan Khusus............................................ 1..............................1 Bagi Perusahaan ..1 Tujuan Umum .............................................................................................................................. 2.........................2 Tema Praktek Kerja Lapangan........ DAFTAR ISI.....................4........................... 2...............3 Bagi Mahasiswa .............................................................. 1..........................................................1 Latar Belakang ......... 1.................................. DAFTAR GAMBAR. RENCANA DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................... 2........................3..............................4...............................................3 Tujuan Praktek Kerja Lapangan ..............................................................3 Kapasitas Adsorpsi .......... 1............................................................................

............................. 2....................................................................3 Study Literature ................................. 2...........................................2 Metode Wawancara ....5 Karakter Batubara Untuk Produksi CBM................................ BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............... .............................. 2................. 3............ BAB IV AGENDA KEGIATAN ................................................................................................ 2.............. 2......................5 Ekstraksi ........................ 3.3 Batubara Sebagai Batuan Induk dan Reservoir ............... 2..................................7 Karakteristik Gas Metana Batubara....................................................... DAFTAR PUSTAKA ...............4 Tebal Formasi dan Tekanan Reservoir Awal ..................................6 Prinsip Produksi Coalbed Methane . 2...................3.............3.1 Orientasi Lapangan ............................................... 3............4 Rekahan Batubara ................

Perhitungan Cadangan CBM Dengan Metode Volumetriks Pengumpulan Data Kondisi Kejenuhan  Luas Reservoir Reservoir(A)  Ketebalan Reservoir(h)  Densitas Batubara Bebas(pc)  Kandungan Gas(GC)  Porositas Cleat ()  Saturasi air pada cleat (Sw)  Factor volume formasi gas (Bgi) Analisis Data Koreksi Menghitung Menghitung Menghitung volume Densitas kandungan volume gas yang gas bebas Batubara gas terserap Menghitung cadangan gas Hasil .