You are on page 1of 46

Peranan dan Fungsi Hutan Bakau

(Mangrove) dalam Ekosistem Pesisir
Desember 30, 2007 in umum

08/03/04 – Lain-lain: Artikel-dkp.go.id

Hutan Bakau (mangrove) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh
beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang
surut pantai berlumpur (Bengen, 2000). Sementara ini wilayah pesisir didefinisikan sebagai
wilayah dimana daratan berbatasan dengan laut. Batas wilayah pesisir di daratan ialah daerah-
daerah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air dan masih dipengaruhi oleh proses-
proses bahari seperti pasang surutnya laut, angin laut dan intrusi air laut, sedangkan batas
wilayah pesisir di laut ialah daerah-daerah yang dipengaruhi oleh proses-proses alami di
daratan seperti sedimentasi dan mengalirnya air tawar ke laut, serta daerah-daerah laut yang
dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia di daratan seperti penggundulan hutan dan
pencemaran.

Kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi
secara timbal balik (Siregar dan Purwaka, 2002). Masing-masing elmen dalam ekosistem
memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung. Kerusakan salah satu komponen ekosistem
dari salah satunya (daratan dan lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan
ekosistem keseluruhan. Hutan mangrove merupakan elemen yang paling banyak berperan dalam
menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar.

Menurut Davis, Claridge dan Natarina (1995), hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat
sebagai berikut :

1. Habitat satwa langka
Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup
disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat
mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok
Asia (Limnodrumus semipalmatus)
2. Pelindung terhadap bencana alam

Terumbu karang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Simbiosis mutualisme alga dengan terumbu karang di Pulau Endenbury

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis
tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae.[1] Terumbu karang termasuk dalam jenis filum
Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel.[1] Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari
dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya
dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi.[2]

Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip.[3] Dalam bentuk
sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti
tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel.[3] Namun
pada kebanyakan Spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak
individu yang disebut koloni.[4] Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa
serta dapat menghasilkan CaCO3.[1] Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai
spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum
diketahui.[1]

[sunting] Istilah

Terumbu karang secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur fisik beserta ekosistem
yang menyertainya yang secara aktif membentuk sedimentasi kalsium karbonat akibat
aktivitas biologi (biogenik) yang berlangsung di bawah permukaan laut.[1] Bagi ahli
geologi, terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium
karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan terumbu.[1] Bagi ahli biologi
terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh
komunitas koral.[1]

Dalam peristilahan 'terumbu karang', "karang" yang dimaksud adalah koral, sekelompok
hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama
terumbu.[5] Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga meliputi karang
hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut.[5] Sedimentasi kapur

di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga.[5] Secara fisik terumbu karang
adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh karang.[5] Di Indonesia
semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar dihasilkan koral.[5] Kerangka
karang mengalami erosi dan terakumulasi menempel di dasar terumbu.[5]

[sunting] Habitat

Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena
cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut.[1] Beberapa tipe terumbu
karang dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya, namun terumbu
karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk karang.[1]

Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis, sangat sensitif
terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi,
Eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine).[2] Demikian halnya dengan
perubahan suhu lingkungan akibat pemanasan global yang melanda perairan tropis di
tahun 1998 telah menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching) yang diikuti dengan
kematian massal mencapai 90-95%.[2] Selama peristiwa pemutihan tersebut, rata-rata
suhu permukaan air di perairan Indonesia adalah 2-3 °C di atas suhu normal.[2]

[sunting] Kondisi optimum

Untuk dapat bertumbuh dan berkembang biak secara baik, terumbu karang membutuhkan
kondisi lingkungan hidup yang optimal, yaitu pada suhu hangat sekitar di atas 20oC.[1]
Terumbu karang juga memilih hidup pada lingkungan perairan yang jernih dan tidak
berpolusi.[1] Hal ini dapat berpengaruh pada penetrasi cahaya oleh terumbu karang.[1]

Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan kegiatan
fotosintesis.[1] Polip-polip penyusun terumbu karang yang terletak pada bagian atas
terumbu karang dapat menangkap makanan yang terbawa arus laut dan juga melakukan
fotosintesis.[1] Oleh karena itu, oksigen-oksigen hasil fotosintesis yang terlarut dalam air
dapat dimanfaatkan oleh spesies laut lainnya. [1] Hewan karang sebagai pembangun utama
terumbu adalah organisme laut yang efisien karena mampu tumbuh subur dalam
lingkungan sedikit nutrien (oligotrofik).[2]

[sunting] Fotosintesis

Proses fotosintesis oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat
dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang reaksi kimia sebagai berikut[6]:

Ca(HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2

Fotosintesis oleh algae yang bersimbiosis membuat karang pembentuk terumbu
menghasilkan deposit cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat, kira-kira 10 kali
lebih cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu (ahermatipik) dan tidak
bersimbiose dengan zooxanthellae.[3]

[sunting] Di Indonesia dan Indo Pasifik

Terumbu karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut,
disamping hutan mangrove dan padang lamun.[7] Terumbu karang dan segala kehidupan
yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa
Indonesia yang tak ternilai harganya.[7] Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat
di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan
Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia.[7] Contohnya adalah
ekosistem terumbu karang di perairan Maluku dan Nusa Tenggara.[5]

Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia dan merupakan
negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara
Asia Tenggara lainnya.[7]

Bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang,
ikan, dan moluska terdapat pada regional Indo-Pasifik yang terbentang mulai dari
Indonesia sampai ke Polinesia dan Australia lalu ke bagian barat yaitu Samudera Pasifik
sampai Afrika Timur.[8]

[sunting] Manfaat

karang sebagai tempat hidup ikan

Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik
secara ekologi maupun ekonomi.[9] Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam
terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat
tidak langsung.[7]

Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah[3]:

 sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang
pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang,
 pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.
 penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.

Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan
abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber
keanekaragaman hayati.[9].

[10] Karang hermatipik bersimbiosis mutualisme dengan zooxanthellae. terumbu adalah punggungan laut yang terbentuk oleh batuan kapur (termasuk karang yang masuh hidup)di laut dangkal.[10] Konstruksi batu kapur biogenis yang menjadi struktur dasar suatu ekosistem pesisir. seperti alga berkapur dan Mollusca. yaitu sejenis algae uniseluler (Dinoflagellata unisuler).[8] Umumnya jenis karang ini hidup di perairan pantai /laut yang cukup dangkal dimana penetrasi cahaya matahari masih sampai ke dasar perairan tersebut. yang terdapat di jaringan-jaringan polip binatang karang dan melaksanakan Fotosintesis.[8] Ciri ini akhirnya digunakan untuk menentukan jenis atau spesies binatang karang.[10] [sunting] Berdasarkan bentuk dan tempat tumbuh [sunting] Terumbu (reef) Endapan masif batu kapur (limestone).[8] Karang hermatipik mempunyai sifat yang unik yaitu perpaduan antara sifat hewan dan tumbuhan sehingga arah pertumbuhannya selalu bersifat Fototropik positif.[8] Disamping itu untuk hidup binatang karang membutuhkan suhu air yang hangat berkisar antara 25-32 °C. Hasil samping dari aktivitas ini adalah endapan kalsium karbonat yang struktur dan bentuk bangunannya khas. yaitu hewan dari Ordo Scleractinia. yang mampu mensekresi CaCO3.[6] Dalam simbiosis. terutama kalsium karbonat (CaCO3). fosfat dan karbon dioksida untuk keperluan hidup zooxanthellae[2].[8] Dalam dunia navigasi laut. sedangkan karang menghasilkan komponen inorganik berupa nitrat.[8] Karang batu termasuk ke dalam Kelas Anthozoa yaitu anggota Filum Coelenterata yang hanya mempunyai stadium polip. [sunting] Karang ahermatipik Karang ahermatipik tidak menghasilkan terumbu dan ini merupakan kelompok yang tersebar luas diseluruh dunia. yang mensekresi kapur. zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang.[sunting] Klasifikasi [sunting] Berdasarkan kemampuan memproduksi kapur [sunting] Karang hermatipik Karang hermatifik adalah karang yang dapat membentuk bangunan karang yang dikenal menghasilkan terumbu dan penyebarannya hanya ditemukan di daerah tropis.[8].[2] Dalam proses pembentukan . yang utamanya dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain.[8] [sunting] Karang (koral) Disebut juga karang batu (stony coral). seperti Gymnodinium microadriatum. seperti alga berkapur.

Porifera. termasuk jenis-jenis Plankton dan jenis-jenis nekton.[10] Karang adalah hewan klonal yang tersusun atas puluhan atau jutaan individu yang disebut polip. hanya saja jenis ini hidup lebih jauh dari pinggir pantai. Kepulauan Riau). Dalam proses perkembangannya. terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Nusa Dua (Bali).[8] Contoh makhluk klonal adalah tebu atau bambu yang terdiri atas banyak ruas.terumbu karang maka karang batu (Scleratina) merupakan penyusun yang paling penting atau hewan karang pembangun terumbu. Krustasea.52 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter.[6] [sunting] Berdasarkan letak[1] [sunting] Terumbu karang tepi Terumbu karang tepi atau karang penerus atau fringing reefs adalah jenis terumbu karang paling sederhana dan paling banyak ditemui di pinggir pantai yang terletak di daerah tropis. .[8] Karang terumbu berbeda dari karang lunak yang tidak menghasilkan kapur. Spermonde (Sulawesi Selatan). Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer.[8] [sunting] Karang terumbu Pembangun utama struktur terumbu. dan Tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya. berbeda dengan batu karang (rock) yang merupakan batu cadas atau batuan vulkanik. bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis-jenis moluska. Pada pantai yang curam. pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. [sunting] Terumbu karang penghalang Secara umum. Pulau Panaitan (Banten). Contoh: Batuan Tengah (Bintan. Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah). Terumbu karang tepi berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar.[8] [sunting] Terumbu karang Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis-jenis karang batu dan alga berkapur. Contoh: Bunaken (Sulawesi). terumbu karang penghalang atau barrier reefs menyerupai terumbu karang tepi. biasanya disebut juga sebagai karang hermatipik (hermatypic coral) atau karang yang menghasilkan kapur. Echinodermata. Polikhaeta. Terumbu karang ini terletak sekitar 0.

Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. [sunting] Terumbu karang datar Terumbu karang datar atau gosong terumbu (patch reefs). pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur. kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak.[sunting] Terumbu karang cincin atolls Terumbu karang cincin atau attols merupakan terumbu karang yang berbentuk cincin dan berukuran sangat besar menyerupai pulau.[1] Daerah ini disebut sebagai pematang alga. namun kondisinya kurang ideal . Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan.[1] Di lereng terumbu. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta). Kepulauan Ujung Batu (Aceh) [sunting] Berdasarkan zonasi [sunting] Terumbu yang menghadap angin Terumbu yang menghadap angin (dalam bahasa Inggris: Windward reef) Windward merupakan sisi yang menghadap arah datangnya angin.[1] Zona ini diawali oleh lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas. [1] Namun.[1] Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar. Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan. dalam kurun waktu geologis.[1] [sunting] Terumbu yang membelakangi angin Terumbu yang membelakangi angin (Leeward reef) merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin. membantu pembentukan pulau datar.[1] Akhirnya zona windward diakhiri oleh rataan terumbu yang sangat dangkal.[1] Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter. di bagian atas teras terumbu terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat. terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island).[1] Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu. Atol banyak ditemukan pada daerah tropis di Samudra Atlantik.

seperti sejenis siput drupella.  penambangan  pembangunan pemukiman  reklamasi pantai  polusi  penangkapan ikan dengan cara yang salah.2%.  Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya.[1] [sunting] Kerusakan terumbu karang Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang  pemborosan air.[9] Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia. seperti pemakaian bom ikan . kerusakan terumbu karang.  pengunaan pupuk dan pestisida buatan. [9] Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60. terutama di Indonesia meningkat secara pesat. [3] Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang[11]:  membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut  membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam.000 km2. laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya. semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut.untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar.[9] Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).[9] Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang alami.  terdapatnya predator terumbu karang.[9] Dewasa ini. seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga.[9] Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6.

dekomposisi dan siklus hara/nutrient. dan lingkungan yang dihadapi (# 32) Mata kuliah ini membahas pokok materi tentang definisi. (# 29)  Mampu bertanggungjawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi (# 30)  Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. maupun genetik (# 7)  Mampu menganalisis proses dan kondisi fisiologi organisme beserta anomalinya untuk memecahkan permasalahan kesehatan. dan pangan (# 10)  Mampu menganalisis interaksi organisme dengan lingkungannya (# 11)  Mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural / serta ketrampilan yang relevan (# 15)  Mampu menentukan metode yang tepat untuk menganalisis permasalahan di bidang biologi (dan bioteknologi umum) yang dihadapi (# 17)  Mampu menerapkan teknik sampling biologi (dan bioteknologi umum) yang tepat (# 18)  Mampu melakukan penelitian ilmiah bidang biologi (dan bioteknologi umum) (# 19)  Mampu menganalisis informasi biologi (# 20)  Mampu mengambil kesimpulan (melakukan intepretasi hasil analisis data ilmiah) yang tepat dan mempertanggung-jawabkannya secara akademik . biologi mangrove. spesies. ampu mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman hayati baik di tingkat ekosistem. terutama yang terkait dengan biologi (#31)  Mampu beradaptasi terhadap dinamika iptek biologi. sosial. flora dan fauna asosiasi pada ekosistem mangrove. etik. dan professional. serta respon mengrove terhadap berbagai cekaman lingkungan. dan professional. (# 21)  Mampu mengkomunikasikan hasil penelitiannya secara akademis. . kepada masyarakat secara lisan dan tulisan (# 22)  Mampu mengaplikasikan konsep biologi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan aktual yang relevan dengan biologi (dan bioteknologi umum) (# 27)  Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data biologi (dan bioteknologi umum) (# 28)  Mampu memberi rekomendasi alternatif solusi secara mandiri dan/atau kelompok. lingkungan. zonasi. jaring makanan dan aliran energi. distribusi. etik. sejarah serta evolusi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

sami pawiki dixta Senin. 23 Juni 2014 sebaran vegetasi mangrove dan identifikasi biota Praktikum Biologi laut Sebaran vegetasi mangrove Di kampung bugis Oleh Sami pawiki 120254242071 Universitas maritim raja ali haji Fakultas ilmu kelautan dan perikanan Manajemen sumberdaya perairan 2014 KATA PENGANTAR .

atas rahmat dan karunia-Nyasehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum ini dengan judul: “identifikasi jenis-jenis mangrove beserta organisme disekitarnya“.Pi.1 Waktu dan Tempat . dengan segala kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalampenulisan Laporan ini. Akhirnya. Semoga Allah SWT meridhoi dan memberkati segala usaha kita. Dalam proses penyusunan Laporan ini. kami banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak. sehingga Laporan ini dapat terselesaikan. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan Laporan ini. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dosen Falmi Yandri S. M. Untuk itu. Semoga Laporan ini dapat menjadi sumbangan yang berharga bagi semua pihak. Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT.2 Tujuan dan Manfaat BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB III METODELOGI PRAKTIKUM 3. DAFTAR ISI DAFTAR KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Amin….Si selaku Dosen Mata Kuliah Biologi Laut karena berkat praktikum ini kami mampu mengetahui banyak hal. Kami menyadari bahwa hasil yang dicapai dalam penulisan Laporan ini masih mengandung berbagai kelemahan dan kekurangan.1 Latar Belakang 1.

4 Brugeira Cylindria 4.5.3.5.3 Chicorus Capucinus (muricidae) 4.5.Ekosistem hutan bakau bersifat khas.3.4 Anomalocardia Squamosa( Veneridae) 4. baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah.3 Rhizopora Mueronata 4.5.1 Tereblaria Sulcata(potamididae) 4.5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.2 Alat dan Bahan 3.1 Kesimpulan 5. 3.1 Jenis dan Identikasi Mangrove 4.5 Kepiting Uca (fiddler crab BAB V PENUTUP 5.2 Sebaran Vegetasi Mangrove 4. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik.3. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini.3.2 Identifikasi Biota 4. dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi(http://id.1 Avicennia Marrina 4. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak.3 Prosedur Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. salinitas tanahnya yang tinggi.wikipedia.2 Sonneratia Alba 4. .2 Sphaerassiminae Miniata(Assiminidae) 4.org/wiki/Hutan_bakau). serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.1 LATAR BELAKANG Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut.

1. Selain jenis-jenis yang beragam dan berbeda. Untuk mengetahui berbagai macam jenis dari ekosistem mangrove pada daerah intertidal Kp. Mampu mengetahui jenis-jenis dari ekosistem mangrove . Dalam praktikum yang dilakukan akan membahas mengenai jenis-jenis dari ekosistem mangrove dan organisme-organisme yang mendiami ekosistem mangrove pula sebagai hubungan timbal balik yang saling berpengaruh terhadap keduanya. Untuk mengetahui orgainsme-organisme yang mendiami ekosistem mangrove Adapun manfaat dari plaksanaan praktikum ini adalah: 1. Menambah pengetahuan dan kemampuan mengenai cara pemasangan transek. dalam ekosistem mangrove juga terdapat organisme-organisme lain yang menjadikan ekosistem mangrove sebagai habitatnya diantaranya adalah filum dari molusca yang pada umumnya mendiami substrat berlumpur. penting untuk mengetahui jenis-jenis tersebut beserta karakteristiknya pula.2 TUJUAN DAN MANFAAT Adapun tujuan dari praktikum ini adalah: 1. Substrat berlumpur menjadi habitat kebanyakan filum dari mollusca karena nutrisi yang berlimpah. menentukan plot guna menunjang penelitian yang akan dilakukan 2. Oleh karena berbagai macam jenis dari ekosistem mangrove tersebut banyak yang berbeda. Bugis 2. Jenis-jenis tersebut pada umumnya hidup pada daerah yang masih dipengaruhi pasang surut. akan tetapi adapula beberapa jenis yang mampu hidup dengan tidak dipengaruhi pasang surut atau dalam artian dengan salinitas yang rendah. batang hingga daun. Hutan mangrove memiliki berbagai macam jenis yang berbeda dalam lingkup ekosistemnya. masing-masing jenis tersebut memiliki karakteristik yang berbeda pula dimulai dari akar. Untuk itu penting pula untuk kita mengetahui organisme- organisme dari filum mollusca yang menjadikan ekosistem mangrove sebagai habitatnya.

Zona-zona tersebut adalah: a. 1992). Komposisi dari komunitas di zona terbuka sangat tergantung pada substratnya.1994). berada pada bagian yang berhadapan dengan laut. Menurut Kusmana dkk.Adapun ekosistem mangrove merupakan suatu sistem yang terdiri atas organismeyang berinteraksi dengan faktor lingkungan di dalam suatu habitat mangrove. Mangrove umumnya tumbuh dalam 4 (empat) zona. tepatnya di daerah pantai dan disekitar muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut (Sumaharni.vloedbos dan hutan payau (Kusmana dkk.3. Hutan mangrove dikenal juga dengan istilahtidal forestcoastal woodland . 2005) yangterletak di perbatasan antara darat dan laut. yang komunitas tumbuhannya toleran terhadap garam. Menambah pengethauan mengenai cara pengambilan sampell yang benar BAB II TINJAUAN PUSTAKA Ekosistem mangrove adalah suatu lingkungan yang mempunyai cirikhusus karena lantai hutannya secara teratur digenangi oleh air yang dipengaruhioleh salinitas serta fluktuasi ketinggian permukaan air karena adanya pasang surutair laut (Duke. (2005) hutan mangrove adalah suatu tipe hutanyang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung.muara sungai) yang tergenang waktu air laut pasang dan bebas dari genangan pada saat air laut surut. yaitu pada daerah terbuka. Contoh tanamannya adalah Sonneratia alba yang mendominasi daerah berpasir sementara Avicenia marina . daerah yang memiliki sungai berair payau sampai hampir tawar.. Mampu mengetahiu organisme-organisme yang mendiami ekosistem mangrove sebagai habitatnya 4. daerah tengah. Mangrove Terbuka.. serta daerah kearah daratan yang memiliki air tawar. laguna.

moluccensis. Derris trifoliata(ambung). 1991 dalam Imran. Ceriop sp . 1 Api-api – Prepat (Avicennia spp) Api-api adalah jenis pohon mangrove yang juga memilikibentuk akar paku( akar cakar ayam). (Giesen. Bruguiera spp( tancang). Mahkota bunga berwarna kuning hingga orens. 2002). Zona ini memiliki kekayaan jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan zona lainnya. Xylocarpus granatum dan Xylocarpus.tergantung dari jenisnya. c. dan Xylocarpus granatum. b. Bentuk buahnya seperti kacang dengan beberapa variasi bentuk ( tergantung jenis)Buah termasuk kedalam tipe buahkriptovivipar (Rianta 2008). 2002).Buah ada yang berwarna hijau. Nypa . Excoecaria agallocha. Stenochlaena palustris.Bentukakar paku api-api seperti pensil yang mencuat dari dalam tanah. Ceriops spp( Teruntum). berada di zona perairan payau atau hampir tawar di belakang jalur hijau mangrove sebenarnya.tetapi ukurannya lebih kecil dan tipisdi bandingkan dengan bogem. Aegiceras spp(kacangan). Jenis-jenis yang umum ditemukan pada zona ini termasuk Ficus microcarpus. dan Mangrove cenderung untuk mendominasi daerah yang berlumpur (Stenis. Mangrove daratan. Di jalur lain biasanya ditemukan tegakan Nypa fruticans yang bersambung dengan vegetasi yang terdiri dari Cerbera sp. Intsia bijuga. 1958 dalam Imran.yaitu Avicenna spp(api-api). Pandanus sp dan Xylocarpus moluccensis (Giesen. Lumnitza racemoza. Acanthus ilicifolius (Jeruju). Jenis-jenis penting lainnya yang ditemukan adalah Bruguiera sp. Bunganya adalah bunga majemuk dan tersusun dalam rangkaian ke bawah. Gluta renghas. Mangrove. dan Nypa fruticans(nipah). Ke arah pantai campuran komunitas Sonneratia sp – Nypa sp lebih sering ditemukan.sonneratiaspp( bogem). Beberapa jenis mangrove yang banyak terdapat diseluruh indonesia. Mangrove payau. berada disepanjang sungai berair payau hingga hampir tawar. Mangrove tengah. Di zona ini biasanya didominasi oleh komunitas Nypa sp. Jenis tumbuhan yang termasuk kedalam hutan mangrove meliputi pohon dan semak yang terdiri dari tumbuhan berbunga. . 1991 dalam Imran.fruticans. Ficus Retusa. Di zona ini biasanya didominasi oleh jenis Rhizophora sp. Bakau (rhizophora spp).hijau kekuningan hingga coklat muda. 2002). d. atau Sonneratia sp. terletak dibelakang mangrove zona terbuka.

disebut akar banir.tergantung dari jenis bakau yang bersangkutan (Rianta.2008).sehingga pohon ini terlihat mampu berdiri tegak karena ditunjang oleh akar yang disebut akar tunjang. batang daun berpelepah.memiliki banyak penonjolan pada kulit buah.Bunga berukuran kecil dan termasuk bunga majemuk yang tumbuh dari ketiak daun. sehingga ciri-ciri tumbuhan juga hampir sama dengan dengan ciri tumbuhan palem lainnya. 4. mahkota bunga berwarna putih hingga kecoklatan .Bakau (Rhizophora spp) Bakau merupakan pohon atau tumbuhan yang paling mudah dikenali dihutan mangrove. struktur akar berbentukseperti paku tebal atau pilar yang tumbuh dari akar menembus keluar dari dalam tanah. . 5. berbentuk bulat telur terbalik. 2008). terkadang ada juga yang berwarna coklat. Struktur itu disebut sebagai akar paku dan merupakan salah satu bentuk pneumatophore (akar napas)( Rianta.Bogem atau perepat( Sonneratia spp) Berbeda dengan bakau.buah berbentuksilindris(Rianta.Akar-akar bakau tumbuh keluar dari batang utama serta dari cabang-cabang batangnya. Daunnya adalah daun tunggal yang tumbuh saling bersilangan.2.nipah tidak memiliki bentukpneumotophore atau akar napas seperti halnya tumbuhan mangroveBungan nipah mempunyai bunga jantan dan betina yang terpisah didalam satu pohon. Buah berbentuk bola.Nipah( Nypa fruticans) Nipah sering ditemukantumbuh berdekatan dan membentuk komunitas murni disepanjang tepi sungai. 3. tumbuhan tersebut mirip pohon kelapa yang masih muda. akar bogem tumbuh dibawah tanah seperti pohon lain pada umumnya. Struktur akar yang sangat unik adalah ciri paling menonjoldari pohon bakau.dan berwarna coklat gelap atau merah bata ( Rianta. bahkan dapat tumbuh hingga mencapai 1 meter. Pohon bakau dapat mencapai ketinggian 10 meter. Nipah memiliki akar serabut yang kuat. Batang pohonnya berwarna abu-abu. Tengar ( Ceriops spp) Tengar memiliki bentukakar yang khas . Berbeda dengan pohon lain.2008).Nipah adalah pohon yang termasuk kelompok tumbuhan palem.2008).Daun tumbuh menyirip . dan tumbuh mengelompok dibagian pohon paling atas. Walaupun termasuk dlam tumbuhan komponen utama mangrove.

2 ALAT DAN BAHAN . Mangrove banyak ditemukan dipantai dan pantai teluk dangkal.delta. ada akar yang muncul dari tanah keatas berbentuk pensil yang berfungsi sebagai akar pernapasan BAB III METODELOGI PRAKTIKUM 3. Bestari Kampung Bugis 3.Mangrove memiliki beberapa tipe akar.1 WAKTU DAN TEMPAT Praktikum dilaksanakan pada : Hari : Jum’at Waktu : 14. dan daerah pantai yang terlindung dari gelombang.estuari.00 s/d selesai Tempat: Jl.

Buat plot 10 m sepanjang 5m x 2 untuk anakan 3. 3. tarik transek sampai ukuran 100m 2.1 Alat  Meteran  camera  Pisau  Parang  Gunting 3.3.2 Pembuatan Plot 2 1. Buat plot 2m sepanjang 1m x2 untuk semai 5. buat plot 30 m sepanjang 10m x 3 untuk indukan 3. Buat plot 2m sepanjang 1m x2 untuk semai 6. 45 meter di buat plot 30 m sepanjang 10m x 3 untuk indukan 2.3. kenarikan transek kearah 90 m 3. buat transek ukuran 100 m 3. Buat plot 10 m sepanjang 5m x 2 untuk anakan 4.1 Pembuatan Plot 1 1. kenarikan transek kearah 45 m 3. pada 55 meter. buat titik o pada 1 meter pertama dengan kayu 2.3. kenarikan transek kearah 50 m .2. 10 meter pertama buat plot 30 m sepanjang 10m x 3 untuk indukan 4.3 Pembuatan Plot 3 1.3 PROSEDUR KERJA 3. Buat plot 2m sepanjang 1m x2 untuk semai 4. Buat plot 10 m sepanjang 5m x 2 untuk anakan 5.2 Bahan  Tali  Kantong plastik  ATK 3.2.

. letak daun tunggal dan bersilang berbentuk bulat telur sungsang.1 JENIS DAN IDENTIFIKASI MANGROVE 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambar2 :Avicennia Marina Buah : Tidak dijumpai di lokasi praktikum.1 Avicennia marina.5-5 cm.berwarna kuning hingga oranye. Letak bunga di ujung atau ketiak daun pada pucuk. Daun : Permukaan daun berwarna hijau. jumlah daun mahkota 4. Bunga : Bunga tidak dijumpai saat pengambilan data karena pada saat itu pohon tersebut tidak berbunga. Perawakan : Pohon dengan berdiameter 14 cm. memiliki mulut kulit kayu. panjang daun 8-11cm dan lebar 2. ujung daun membundar melingkar. Akar : Memiliki akar nafas berbentuk pensil. Kulit kayu halus bagian luar berwarna kelabu hingga coklat. Ekologi : Umumnya tumbuh di daerah kering. daerah bersalinitas relative Rendah.

retak/celah searah longitudinal. Kulit kayu halus. . kelopak warna merah dan hijau.1. Gambar3 :Sonneratia alba Daun : Bagian atas dan bawah permukaan daun hampir sama.2 Sonneratia alba Perawakan : Pohon atau perdu dengan tinggi 16 cm. menutup dasar buah. Letak daun tunggal dan bersilangan. sering ditemukan di daerah tepian yang menjorok kelaut. kelopak berbentuk cawan. Akar : Memiliki akar napas. benang sari warna putih. tangkai daun berwarna kuning. Ekologi : Tumbuh di lumpur berpasir di muara sungai. berbentuk oblong sampai bulat telur sungsang. warna kulit buah hijau. berbentuk kerucut. daerah dengan salinitas relatif tinggi. berwarna kulit coklat. helai kelopak meyebar atau melengkung. 4. Buah : Permukaan halus. kelopak meyebar kearah buah. mengandung banyak madu pada pembuluh kelopak. mahkota berwarna putih. Bunga : Bunga bersusun di ujung cabang/dahan pohon. ujung membundar sampai berlekuk.

terlepas di bawah kotiledon.3 Rhizophara mucronata Perawakan : Pohon dengan tinggi 60 cm.1. Buah : Berbentuk silinder (hipokotil) berbintil. Letak daun tunggal dan bersilangan berbentuk elips. terdapat bercak hitam kecil yang menyebar di seluruh permukaan bawah daun. . ujung daun meruncing.4. Kulit kayu berwarna abu – abu gelap. warna kulit buah hijau hingga coklat. dapat mengapung dan menyebar oleh arus air. berwarna putih berbulu.leher panjang kotiledon berwarna merah gelap saat masak. Bunga : Bunganya tersusun dua . bergantung di ketiak daun. Akar : Memiliki akar tunjang. beralur. Daun : Gambar4 :Rhizopora Mucronata Permukaan bawah daun berwarna hijau kekuningan.dua. kelopak warna kuning susu hingga hijau kekuningan.

Ekologi : Tumbuh subur di daerah muara sungai.Bruguiera cylindrica Perawakan: Pohon selalu hijau.4. relatif halus dan memiliki sejumlah lentisel kecil. Kulit kayu abu-abu. Daun : Permukaan atas daun hijau cerah bagian bawahnya hijau agak kekuningan.1. Gambar5 :Brugeira Cylindaria Unit & Letak: sederhana & berlawanan. . Ujung : agak meruncing. mudah beradaptasi pada kemiringan yang bervariasi . Bentuk : elips. 4. ketinggian pohon kadang kadang mencapai 23 meter. yang memiliki lumpur halus. berakar lutut dan akar papan yang melebar ke samping di bagian pangkal pohon.

biasanya pada tanah liat di belakang zona Avicennia. Ukuran : 7-17 x 2-8 cm.30 0.30 0.43 Rhizopora 0.2 SEBARAN VEGETASI MANGROVE Analisis Sebaran Vegetasi Mangrove jenis K KR F FR D DR INP Avicennia 0. Pangkal buah menempel pada kelopak bunga.02 0.05 0. Ekologi : Tumbuh mengelompok dalam jumlah besar.60 0.30 0.129 0. Sisi luar bunga bagian bawah biasanya memiliki rambut putih.60 0. Jenis ini juga memiliki kemampuan untuk tumbuh pada tanah/substrat yang baru terbentuk dan tidak cocok untuk jenis lainnya. Letak: di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga. Memiliki buah yang ringan dan mengapung sehinggga penyebarannya dapat dibantu oleh ar arus air.040 0. atau di bagian tengah vegetasi mangrove kearah laut. Bunga : Bunga mengelompok.30 0. sering juga berbentuk kurva.23 0.35 0. tapi pertumbuhannya lambat.00 Tabel2 : Sebaran Vegetasi Magrove .10 0. Ukuran: Hipokotil: panjang 8-15 cm dan diameter 5-10 mm. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Warna hijau didekat pangkal buah dan hijau keunguan di bagian ujung.06 0. Kemampuan tumbuhnya pada tanah liat membuat pohon jenis ini sangat bergantung kepada akar nafas untuk memperoleh pasokan oksigen yang cukup. 4.046 0.65 Sonneratia 0. muncul di ujung tandan (panjang tandan: 1-2 cm).75 Brugeria 0. Buah : Hipokotil (seringkali disalah artikan sebagai “buah”) berbentuk silindris memanjang. dan oleh karena itu sangat responsive terhadap penggenangan yang berkepanjangan.16 0.3 0.30 0.003 0.19 0.02 0.16 0.40 1.023 0.

.3 IDENTIFIKASI BIOTA 4. biasanya hanya sekitar 5 cm. Ukuran maksimum cangkang 6.5 cm.1 Terebralia sulcata (Potamididae) Kingdom: Animalia Filum : Mollusca Class : Gastropoda Family : Potamididae Gambar6 :Tereblaria Sulcata Genus : Terebralia Species : Terebralia sulcata Termasuk jenis edible.3. Keterangan : K = Kerapatan KR = Kerapatan Relatif F = Frekuensi FR = Frekuensi Relatif D = Dominansi DR = Dominansi Relatif INP = Indeks KeragamaN 4. dikenal juga dengan nama kerang nenek.

4.2 Sphaerassiminea miniata (Assimineidae) Family : Assimineidae Spesies : Sphaerassiminea miniata Gambar7 :Sphaerassiminea miniata Gastropoda kecil berukuran antara 2 .5 mm dengan bagian luar cangkang berwarna merah cerah atau merah kecoklatan. Cukup sering ditemukan pada area mangrove dengan substrat lumpur atau lumpur-pasir. Termasuk jenis edible.5.5. . biasanya menempel pada substrat keras seperti bebatuan.3 Chicoreus capucinus (Muricidae) Kingdom : Animalia Phylum: Mollusca Class : Gastropoda Superfamily : Muricoidea Family : Muricidae Subfamily : Muricinae Genus : Chicoreus Gambar8 :Chicoreus Capucinus Subgenus : Rhizophorimurex Species : Chicoreus capucinus Jenis ini lebih jarang dijumpai.4.

5.4 Anomalocardia squamosa (Veneridae) Kingdom : Animalia Filum : Mollusca Class : Bivalvia Ordo : Veneroida Family : Veneridae Genus : Anomalocardia Gambar9 :Anomalocardia Squamosa Species : A.5 Kepiting Uca (Fiddler Crab) Kingdom :Animalia Phylum:Arthropoda SubPhylum :Crustacea Class :Malacostraca Ordo :Decapoda Family :Ocypodidae Genus :Uca Species :uca desumieri Gambar10 :Kepiting Uca . squamosa Termasuk jenis kerang kecil yang lebih umum ditemukan pada perairan depan mangrove yang bersubstrat pasir atau lumpur-pasir.4. 4.5.

4. dan pada pantai berpasir atau berlumpur.4 SARAN . dan sedikitnya biota di lokasi di bandingkan dengan lokasi lainnya. Akan tetapi sebaran vegetasi dari plot yang dilakukan sedikit kecil mungkin dikarenakan pengaruh lokasi dimana kami melakukan pengamatan. rawa-rawa. Kepiting Uca atau disebut juga Kepiting Fiddler mempunyai 97 spesies yang tersebar di hutan bakau. BAB V PENUTUP 4.3 KESIMPULAN Vegetasi Mangrove di KampungBugis masih dapat dikatakan baik karna ada beberapa jenis mangrove yang sesuai dengan habitatnya masih ditemukan dilokasi pengamatan dan ditemukan beberapa biota.

2008.skripsi : struktur dan pola zonasi (sebaran mangrove). Jakarta : Bumi Aksara Muhammad Firly Talib. Melakukan pengamatan dengan teliti dan menjaga ekosistemnya DAFTAR PUSTAKA Kusnadi Agus.2008.2012.Universitas Negeri Papua Manokwari_Fakultas Kehutanan_Jurusan Budidaya Hutan. Adapun saran yang bias diberikan adalah : 1.2010. Pengamatan dilakukan dengan beberapa transek 3.Yuliana. Jakarta : Lipi Press Asriyana. IPB_FPIK_Program studi ilmu dan Teknologi Kelautan Helena Karolina wonatorei.struktur populasi vegetasi mangrove di muara sungai besiri Kabupaten Kaimana.2013. Kabupaten Langkat.Mollusca Padanglamun. Propinsi Sumatra Utara. serta makrozoobhentos yang beroksistensi. Ani Daeng Badu. skripsi: Analisis Keragaman Jenis Pohon Hutan Mangrove di Kecamatan Secanggang.Produkivitas perairan. Vegetasi mangrove di kampongbugis tetap dijaga kelestariannya 2. Ari Azhari Harahap. di desa Tanah Merah dan Oebelo kecil Kabupaten Kupang. .dkk.Universitas Negeri Papua Manokwari_Fakultas Kehutanan_Jurusan Budidaya Hutan_Program studi Budidaya Hutan.skripsi: identifikasi jenis-jenis Tumbuhan mangrove di kampong Sanggei distrik urei-faisei Kabupaten Waropen.2006.

.2010.Coral Triangle Center (CTC)_Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I. Diberdayakan oleh Blogger.29 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Mengenai Saya sami pawiki dixta Lihat profil lengkapku Arsip Blog  ▼ 2014 (2) o ▼ Juni (2)  Nature Belimbing dan sukun  sebaran vegetasi mangrove dan identifikasi biota Template Jendela Gambar.Marthen Welly. Wass.E-Jurnal dan Teknologi Kelautan Tropis.Vol.2. Harold J. Diposkan oleh sami pawiki dixta di 02.identifikasi flora dan fauna mangrove nusa lembongan dan nusa ceningan.1.D.2010.Bisman Nababan.Wira Sanjaya.No.Hal: 50-58.