You are on page 1of 6

Psikodrama

Dasar Pemikiran

Sejak kita masih kecil kita telah bermain-main dalam dunia kita sendiri. Misalnya waktu
kecil seorang gadis bermain-main dengan bonekanya. Ia mendandani boneka seakan-akan
boneka tersebut anaknya. Ia juga berdandan seperti orang dewasa. Ia belajar menggunakan
lipstik ibu atau kakaknya. Demikian juga anak laki-laki bermain perang-perangan. Ia
menggunakan pelepah pisang dan membuatnya seperti senapan. Dengan teman-temannya
mereka bermain perang-perangan. Ada yang mati. Ada yang luka. Kemudian teman perempuan
dapat menjadi perawat dan merawat yang luka. Anak-anak bermain-main sebagai suatu
penindakan terhadap fantasi mereka. Di situ mereka menindaki peran sosialnya sesuai dengan
kebudayaan setempat. Kegiatan dan penindakan dunia anak-anak penuh energy, kegairahan, dan
pembelajaran sosial. Permainan fantasi anak bebas dan kreatif.

Orang-orang primitif melakukan taran dan dramatisasi sebagai persiapan untuk perang,
kelahiran, dan kematian. Dukun menggunakan gerakan dan ritual dramatik untuk mengusir setan
dan mengobati penyakit. Begitu individu semakin beradab, penindakan-penindakan ini
diritualkan, dalam istilah Moreno, dilestarikan. Drama di zaman Yunani kuno mulai sebagai
pengamatan religious. Dionysus ditunjukkan dengan kehidupan, kematian, dan keabadian.
Bagian upacara religious digunakan untuk memotret dan mendramatisasi pengalaman para dewa
secara ritual untuk menjadi satu dengan Tuhan melalui doa kepada jiwa mereka. Drama Yunani
memberikan pengunjung kesempatan katarsis. Identifikasi diperluas melalui kelompok
pengantara yang disebut koor. Psikodrama modern merupakan perpanjangan hidup. Di situ
katarsis dan pencerahan tersedia tidak hanya untuk pengunjung tetapi juga untuk pemain.

Di Jepang, Ihara Saikaku (1994, hal. 161-162) memberikan gambaran penggunaan suatu
psikodrama informal di abad ke-17. Setelah olah raga siang, sesuatu nampaknya terlintas di
pikiran putri keraton. Wajahnya terlihat berang dan tidak ada satu orangpun yang mampu
membuatnya tertawa. Kehadirannya membuat semua diam. Seorang emban yang telah lama
mengabdi mendekati. “Apakah Tuan Puteri akan berkenan.” Katanya “untuk mengadakan
pertemuan tentang kecemburuan lagi sore nanti, sampai lilin-lilin padam dengan sendirinya. “Ya,
betul, ya, betul !” katanya dengan penuh semangat. Lonceng berbunyi dan 36 wanita termasuk
semua pembantu di dapur dan pelayan duduk tanpa upacara di dalam lingkaran besar. “tiap orang
boleh berbicara tanpa ragu-ragu dan mengaku tentang kesulitan-kesulitanmu dengan terbuka.
Tuangkan kebencianu, caci makilah laki-laki dengan kegetiran cemburumu, ceritakan cinta yang
mengecewakan.” Putri tersebut mengambil boneka perempuan yang dicitrakan sebagai orang
hidup. Perempuan itu mulai membicarakan apa yang ada di pikiran mereka. Setelah beberapa
saat, seorang dari para perempuan itu seakan-akan ia adalah puteri keraton, katanya kepada
boneka tersebut; “ kamu datang sebagai selir dan disukai Tuanku dan kamu berbagi tempat tidur
dengannya setiap malam dan kamu membuatnya menyisihkan istri yang sesungguhnya.” Berkata
demikian, ia melihat kepada boneka tersebut, menyeringai, dan bertindak dengan penuh

Anggota kelompok dan ko-terapis yang terlatih dapat bergungsi sebagai auxiliaries atau pembantu atau dapat pula disebut sebagai asisten. Pemeran pembantu adalah agen terapeutik sutradara yang membimbing mereka dalam menjalankan peran. (contoh yang ditulis Moreni. bukan dialog sesungguhnya. Konsep dasar Drama yang dimainkan merupakan pandangan anak kecil terhadap kehidupan nyata. Kata-katanya menyentuh kekhawatiran inti puteri dan ia berkata. 1943). Pendekatan ini merupakan prosedur penanganan yang digunakan sebagai tempat belajar dan saling mendukung di antara anggota kelmpok di bawah bimbingan seorangg terapis. Istri akan menyadari bahwa pengalaman dengan suaminya bukan lagi pengalaman pribadinya tapi pengalaman banyak orang yang dapat dipahami orang lain pula. Apa yang dimainkan dalam drama persis seperti kehidupan di dunia yang senyatanya. ia memperlakukan aku seakan-akan aku tidak ada. Berbagai teknik dikembangkan dalam psikodrama. “itulah mengapa saya membuat boneka ini. Psikodrama memberikan kesempatan orang untuk melihat kehidupan pribadi dengan cara pandang berbeda setelah kehidupan pribadi itu didramakan dan dimainkan oleh orang tak dikenal yang berada dalam kelompok bersamanya. dan mengubah elemen-elemen eksistensinya. Baik metode maupun istilah yang digunakannya merupakan bahasa teater. Moreno tertarik akan teater. . Bayangkan seorang istri yang menyimpan pengalaman pahit denga semuanya sehingga menimbulkan konflik pribadi dalam dirinya akan sangat terpana ketika peran suaminya dimainkan oleh orang lain yang belum pernah mengenal diri dan suaminya. Dia menganggap anggota sebagai mitra sejajar dan mempunyai kedudukan yang sama dengan dirinya. yang akan menggali. Terapis di dalam teknik ini juga dapat berfungsi sebagai sumber dukungan bagi seluruh anggota kelompok. Kata-kata yang diucapkan pemeran suami persis seperti ketika suami menyatakan kegalauan dirinya menghadapi istri yang menurut dia punya pandangan berbeda dalam kehidupan bersama. Anggota kelompok adalah penonton. Penindakan terapeutik dapat terjadi di salah satu tempat di ruangan atau di tempat tertentu yang berupa panggung. Begitu pengalaman pribadi diungkapkan dalam drama dan dimainkan oleh orang lain. Seorang anggota dapat menjai pemeran utama atau protagonist.” Cerita saikaku merupkan contoh psikodrama yang dimainkan untuk memperoleh pemahaman diri dan pengungkapan rasa tanpa rasa khawatir dan takut karena semua berupa drama. terapis disebut juga sebagai sutradara. Focus lainnya adalah pada proses hidup saat ini. Meskipun aku selalu memasrahkan diri padanya.kebencian. Dalam psikodrama. dia bertumpu pada pada pertemuan yang sifatnya eksistensial. pengalaman itu akan menimbulkan kesadaran bahwa drama perorangan bukan milik pribadi tanpa diketahui orang lain. mengungkapkan. Sutradara bertanggung jawab terhadap semuanya. Sebagai terapis.

dan menekankan bahwa seseorang berada sisana untuk belajar dan meningkatkan efektivitasnya dalam hidup bermasyarakat. dan memulai ataupun mengakhirinya. Tiap orang yang terbuka terhadap kekuatan internalnya akan mengadapi peristiwa luar dengan kreatif untuk melanjutkan evolusi masyarakatnya. beberapa anggota kelompok adalah linatih. dan persatuan masyarakat bercampur dan akan dialami sebagai diri dan diungkapkan dalam perilaku. Setelah psikodrama berakhir. Peran psikodramatik adalah susunan perilaku peran bagu individu berdasarkan semua pengalaman sampai pada saat ini. Orang dalam masyarakat dilihat sebagai berkembang terus-menerus. menolong untuk menentukan pemeran pembantu. Moreno memalingkan diri dari model kedokteran untu menolong orang yang mengalami masalah psikologis. Sistem eksistensial tersebut menekankan bahwa semua yang ada berada disana dan sekarang. protagonist. Bagi Moreno. menolong mereka menyiapkan berbagai peran mereka. Hal ini merupakan bagian yang sangat penting dalam terapi karena di situ anggota kelompok menemukan kebersamaannya. seorang yang ideal adalah genius yang mengaktualkan secara penuh. Kata Protagonis untuk kelayan merupakan label yang tidak menimbulkan stigma. menyiapkan panggung. ditangani. Perilaku patologis adalah tertutup (beku. terpaku). dan sosial. ia merupakan kreator spontan. Dalam pengobatan di negara barat. Spontanitas menunjukkan pilihan yang baik dan secara operasional termanifestasikan dalam perilaku sukses. Moreno memperkenalkan semua orang dengan title Doctor. dan sutradara biasanya melakukan diskusi tanpa penilaian yang disebu bagi rasa. yang berarti guru menurut kata latinnya. pasien yang sakit didiagnosis. Peran sosial adalah susunan perilaku peran umum bagi sebagian kelompok yang disampaikan oleh orangtua dan guru. pada saat observasi langsung. . dan disembuhkan oleh seorang dokter. Menemukan kembali kekuatannya untuk spontan dan mengarahkan-dirinya adalah obatnya. Ia memandang kelayannya sebagai orang yang menjadi rusak melalui pengaruh hidup sosial. yang lain pasien rawat jalan. Dalam terapi kelompok yang menggunakan psikodrama. dan meningkatkan hubungan antarpribadi mereka sehingga lebih efektif. auxiliaries. dan beberapa mungkin pasien rawat inap. sutradara bekerjasama dengan protagonist. dan semua yang berada di sana dari belajar satu sama lain. Dalam psikodrama. Peran somatik adalah susunan status tubuh saat itu. psikodramatik. Tiap tindakan khusus adalah akibat peran somatik. Proses tersebut menghangatkan kelayan lain dengan isu-isu pribadi mereka. Perilaku efektif adalah spontan. Individu yang takberfungsi tidak akan menghadapi tiap saat baru dalam cara yang segar dan adaptif. Teori Moreno kespontanan-sosiometrik mendasarkan seseorang dalam konteks orang lain. Bagi rasa juga memberikan dukungan dan konfrontasi. anggota lainnya yang jadi penonton.meminta protagonist untuk memberikan informasi kepada kelompok. diri psikologis. Tubuh.

Teori kepribadian Moreno menekankan fungsi normal. Prosedur khusus psikodrama digunakan untuk memberikan fasilitas ekspresi. Untuk hidup sepenuhnya. Misalnya. Keadaan bersama orang lain memberikan model untuk perilaku peran dan kesempatan untuk interaksi yang spontan dan kreatif. Kita mengambil dari masyarakat dan kita memberi padanya. dan kreatif untuk tiap peristiwa baru. pendeknya. Penggunaan waktu dan seleksi prosedur dramatic memberikan keyakinan tentang bagaimana perubahan terjadi untuk seorang individu. pengetahuan akan akibat perilaku seseorang bagi orang lain. Secara alamiah. menjadi spontan. secara optimal adaptif. orang adalah makhluk sosial. psikoterapi terlaksana denga baik dalam tempat yang memberikan kesempatan untuk menggunakan tbuh dan pikiran secara utuh dalam interaksi dan ko-tindakan dengan individu lainnya. Teori psikoterapi adalah bahwa seseorang biasanya mempunyai kemampuan untuk mengoreksi diri bila diberi informasi teoa tentang perilakunya. Secara ideal. Seorang individu saat lahir dilihat sebagai mempunyai vitalitas kreatif bawaan untuk menghadapi lingkungan yang selalu berubah yang akan dihadapi selama hidup. adaptif. secara ideal. konsekuensinya. Menentukan bagaimana itu sendiri dapat bersifat insightful (Fine. Penyesuaian dengan masalah dan aktualisasi diri diasumsikan sebagai fungsi alamiah kemanusiaan. dan seorang yang selalu berkembang. seseorang (1) memperkenalkan diri dalam peran main sederhana yang memperlihatkan dirinya dalam kehidupan sehari-hari atau (2) memperkenalkan diri secaa simbolik melalui dramatisasi aspek-aspek yang berbeda dari pengalaman intrapsikik atau interpesonelnya. Tiap orang mempunyai jejaring kerja dengan orang lain yang memberi dan menerima. Bila perilakunya ini dibatasi bimbingan dan dukungan dapat diberikan untuk mendukung perkembangan. dan perubahan perilaku beberapa prosedur akan dikenalkan dibawah ini. Prosedur Penerapan Psikodrama menggunakan prosedur yang aslinya drama dan beberapa digunakan sebagai metode itu sendiri. seseorang juga terbuka terhadap saat ini dan mampu menjawab dengan perilaku baru. seseorang harus mempunya kenyataan berdasarkan hubungan timbal balik. anggota kelompok membatu dalam penanganan dan sama pentingnya dengan terapis. Idealnya. Tujuan utama terapi adalah menuntut kembali kemampuan bawaan seseorang untuk memenuhi tiap saat dengan cara segar. Cara belajar sebelumnya dan model dari masyarakat penting sebagai dasar dukungan. mereka belajar dan berevolusi dalam konteks orang lain. Ari kemudian diminta memilih . seorang yang mencari perkembangan dengan kreatif. 1979). dan secara sosial interaktif. Ia kemudian ditanyai apakah dalam kehidupannya ada orang penting yang menganggapnya demikian. untuk itu ia merasa bahwa dirinya selalu dibawah orang lain. tiap orang merupakan seorang penindak. Dalam penyajian peran. Pola terapi itu sendiri berdasarkan kehidupan dan seharusnya berdasarkan pertemuan interpersonal dan umpan balik sebagai kehidupan biasanya. Ari merasa bahwa tiap orang menganggapnya sebagai seorang yang bodoh. kesadaran.

tiga orang relawan dalam kelompok dan menempatkan mereka dalam hubungan dengan dirinya.” Ari setuju: “ya. Dalam contoh tadi. ari berganti tempa dan menjadi orang lain melihat ke bawah pada auxiliary yang sekarang bermain dengan berlutut. saya tahu”. Melalui pergantian peran. Tampak dari keterangan di sini bahwa aside itu seperti membatin saat ada suatu peristiwa terjadi tanpa mengucapkannya di depan orang lain. Dalam soliloquy. Pergantian peran (role reversal) dimaksudkan untuk menukar peran dengan orang lain dan melihat hubungan atau konflik melalui kaca mata orang lain. Istilah ini merupakan suatu metode asioal untuk mengatakan hal yang tak terucapkan atau tak terutarakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia melihat ke atas dan mengalami pengaruh aktor-aktor lain yang berdiri dan melihat kebawah padanya. saya merasa lemah dan tak berdaya tapi saya harus berdiri sekarang dan menghadapi mereka sebagai seorang dewasa. Setelah memperoleh insight dari penempatan ini. atau ia tidak mengatakannya dengan keras ppada kehidupan senyatanya. Doubling merupakan suatu ego lain untuk protagonist (Toeman. Aside membolehkan protagonist untuk menyuarakan perasaan yang seakan-akan tidak tepat kalau diucapkan dengan keras. Soliloquy memberikan informasi sutradara tentang status kelayan saat ini. Prosedur ini berguna unuk si pemalu dalam kelompok besar. protagonis berpura-pura sendiri dan tidak ada seorang pun yang mendengarkan pikiran dan perasaannya yang diungkapkan dengan keras. Auxiliary menyatu dengan protagonist dengan cara menirukan gerakan-gerakannya. Seperti di dalam teater. Ari mengalami suatu persamaan dalam hubungan ketika auxiliary sedikit demi sedikit berdiri. Ia berkata.”saya merasa kecil. Dalam contoh ini. semua yang ada di pikiran dan perasaan yang biasanya dipendam dapat diutarakan saat berada dalam proses psikodrama. dobel berlutut di sebelah Ari.” Dobel adalah terapi pendukung yang membantu protagonist sadar sepenuhnya dalam mengekspresikan dirinya. Ari kemudian mengatakan “Oh. terutama bila perilakunya selaras atau tak laras dengan kata-katanya. Ia kemudian menempatkan dirinya dengan berlutut dan melihat ke atas pada ketiga figur tersebut. Melantangkan (amplifying) adalah bentuk penyederhanaan doubling. . Dari keterangan ini terlihat bahwa istilah monolog atau dalam bahasa jawa “ngunandika” dapat disamakan dengan soliloquy. dan melalui cara mengungkapkan dirinya seolah-olah ia adalah kelayan (dobel dari kelayan). Aside kemudian akan menuju pada pengarahan pengungkapan terbuka. Dalam psikodrama. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. 1948). ia memutuskan untuk berdiri dan menghadapi mereka dan memulai psikodramanya. ia mengalami kekuatan yang mendukung keputusannya untuk menentukan nasibnya sendiri. Auxiliary berkata lebih keras bahkan berteriak tentang apa yang telah dikatakan oleh kalayan yang disebut protagonist dalam psikodrama. dala psikodrama semua orang beraksi seolah-olah aside tidak pernah didengar.

dalam bentuk monodrama. pengungkapan emosi. Sosiometri mengacu pada penelitian. Lebih lanjut. Psikoterapi kelompok diberi batasan sebagai suatu metode penanganan. tetapi lebih memberikan cakrawala yang lebih luas karena cara yang betul (correct) sangat steoritipi. Pencerminan juga mengajari anggota kelompok keterampilan mengamati. penilaian sosiometrik dapat membuat terapis waspada pada perubahan struktur hubungan kelompok sehingga ia dapat melakukan intervensi ketika struktur ini mengganggu tujuan anggota kelompok. Ia akan merencanakan perubahan yang ingin dilakukannya saat ia melakukan perannya dalam drama. efektivitas hubungan pribadi. pengukuran. Peneladanan (modeling) adalah demonstrasi alternatif perilaku yang dilakukan anggota kelompok untuk kelayan. dan meningkatkan spontanitas. Carl Hollander (1967) menggunakan cermin untuk menghadapi penolakan. Peneladanan tidak berarti menunjukkan cara yag benar untuk bertindak. Kelayan mengambil sema peran dan dapat menerapkan semua prosedur sendiri. dan pengamatan dinamika interpersonal. Psikodrama berhubungan dengan konsep terapi kelompok dan sosiometri. Psikodrama biasanya adalah psikoterapi kelompok. Hal itu seperti pengulangan kembali peristiwa di televise. dan mengingatkan mereka pada distorsi perceptual karena beberapa pengulangan permainan dan diskusi dibutuhkan sebelum ada konsensus tentang pengulangan peristiwa disetujui. . Dalam praktik klinis. yang menekankan bahwa peran sosial seseorang dan hubungan dengan orang lain merupakan hal penting seperti proses intrapsikik dan diri fisik. prosedur lain digunakan lebih dahulu untuk membiarkan kelayan menemukan caranya sendiri. sedangkan cara yang keliru (wrong) akan lebih inovatif. Peninjauan psikologis yang diulang embali membuat kelayan menilai perilakunya lebih objektif. Suatu aturan. pelantangan sangat berguna (Ossorio & Fine. sosiometri dimaksudkan untuk mengukur setiap penerimaan sosial atau penolakan di antara anggota suatu kelompok sosial. konfrontasi. Cermin (mirror) adalah suatu metode umpan balik supaya kelayan melihat refleksi diriya. Di dalamnya sekelompok pasien berpartisipasi dnegan seorang erapis dalam usaha untuk membangun kembali tingkatan penyesuaian diri terdahulu dan membangun kembali tingkatan baru kesadaran diri.Terutama untuk pasien yang sangat mundur status mentalnya dan telah kehilangan harapan untuk didengarkan. 1959). penerimaan diri. serta memperbarui spontanitas. Ia memperhatikan seorang auxiliary mengulang peristiwa yang baru saja diselesaikannya. tetapi tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan pada terapi individual.