You are on page 1of 10

TUGAS II

PENGELOLAAN LIMBAH B3

Nanda Rizki Abadi (081211132013)
Bagus Setyawan Ananto (081211133004)

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN
DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2015

Penyemprotan Pestisida Karakteristik : Gambar 2. fitotoksitas. Efektivitas . selektivitas. perlu diketahui karakterisitk pestisida yang meliputi efektivitas. Rumus Kimia DDT Dalam menentukan pestisida yang tepat. dan kapabilitas : 1. resistensi.Bahan pencemar : Pestisida Sumber : Pestisida dapat berasal dari kegiatan pengusiran hama yang menganggu seperti pada pertanian Gambar 1. residu. LD 50.

Pestisida yang disarankan didalam pengendalian hama terpadu adalah pestisida yang berspektrum sempit. Merupakan daya bunuh pestisida terhadap organisme pengganggu. Jenis-jenis Pestisida 3. sehingga memperkecil dampak buruknya terhadap lingkungan. Gambar 3. Selektivitas Selektivitas sering disebut dengan istilah spektrum pengendalian. merupakan kemampuan pestisida untuk membunuh beberapa jenis organisme. Pestisida yang baik seharusnya memiliki daya bunuh yang cukup untuk mengendalikan organisme pengganggu dengan dosis yang tidak terlalu tinggi. 2. Residu yang bertahan lama pada . 4. Residu Residu adalah racun yang tinggal pada tanaman setelah penyemprotan yang akan bertahan sebagai racun sampai batas tertentu. Fitotoksitas Fitotoksitas merupakan suatu sifat yang menunjukkan potensi pestisida untuk menimbulkan efek keracunan bagi tanaman yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal setelah aplikasi pestisida.

Resistensi Resistensi merupakan kekebalan organisme pengganggu terhadap aplikasi suatu jenis pestisida. 5.tanaman akan berbahaya bagi kesehatan manusia tetapi residu yang cepat hilang efektivitas pestisida tersebut akan menurun. Informasi tentang jenis pestisida yang dapat dicampur dengan pestisida tertentu biasanya terdapat pada label di kemasan pestisida. Kompatabilitas Kompatabilitas adalah kesesuaian suatu jenis pestisida untuk dicampur dengan pestisida lain tanpa menimbulkan dampak negatif. . LD 50 atau Lethal Dosage 50% Berarti besarnya dosis yang mematikan 50% dari jumlah hewan percobaan. Persistensi Persistensi adalah kemampuan pestisida bertahan dalam bentuk racun di dalam tanah. Gambar 4. 7. Pestisida yang mempunyai persistensi tinggi akan sangat berbahaya karena dapat meracuni lingkungan. Jenis pestisida yang mudah menyebabkan resistensi organisme pengganggu sebaiknya tidak digunakan. 6. Bentuk Pengujian LD 50 8.

Efek : Pestisida dapat menimbulkan efek sebagai berikut diantaranya: 1. Gambar 5. Pencucian pestisida oleh air hujan akan menyebabkan terbawanya pestisida ke aliran tanah bagian bawah atau permukaan air sungai. Keracunan terhadap biota air (ikan). seperti rumput yang telah terkontaminasi pestisida dimakan oleh ternak atau air yang sudah tercemar pestisida diminum oleh ternak. Keracunan terhadap ternak dan hewan piaraan. . Kematian Ternak Karena Keracunan 2. Secara langsung mungkin pestisida digunakan untuk melawan penyakit pada ternak. sedang secara tidak langsung pestisida yang digunakan untuk melawan serangga atau hama termakan atau terminum oleh ternak. Keracunan pada ternak maupun hewan piaraan dapat secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini akan menyebabkan terjadinya keracunan terhadap biota air.

serangga penyubur dan satwa liar lainnya. Gambar 6. lebah. Keracunan tersebut dapat terjadi secara langsung karena kontak dengan pestisida maupun tidak langsung karena melalui rantai makanan (Bio Konsentrasi). Beberapa insektisida dan fungisida yang langsung digunakan pada tanaman dapat mengakibatkan kerusakan pada tanaman yang diperlakukan. Keracunan terhadap tanaman. Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana dapat menimbulkan keracunan yang berakibat kematian pada satwa liar seperti burung. Hal ini disebabkan . Gambar 7. Kematian Ikan Karena Pestisida 3. Keracunan terhadap satwa liar. Kematian Burng Karena Pestisida 4.

Kematian musuh alami tersebut dapat terjadi karena kontak langsung dengan pestisida atau secara tidak langsung karena memakan hama yang mengandung pestisida. 6. dosis yang berlebihan atau mungkin pada saat penyemprotan suhu atau cuaca terlalu panas terutama di siang hari. Resistensi berarti organisme pengganggu yang mati sedikit sekali atau tidak ada yang mati. Kematian Tanaman 5. Kenaikan populasi organisme pengganggu. yang merupakan akibat tekanan seleksi oleh pestisida terhadap jasad pengganggu. Penggunaan pestisida terhadap jasad pengganggu tertentu menyebabkan timbulnya resistensi. Penggunaan pestisida terutama yang berspektrum luas dapat menyebabkan kematian parasit atau predator (pemangsa) jasad pengganggu. Ada/tidaknya gen untuk resistensi . Kematian musuh alami organisme pengganggu. Perkembangan hama resistensi tergantung pada : a.bahan formulasi tertentu. Resistensi organisme pengganggu. Sebagai akibat kematian musuh alami maka jasad pengganggu dapat lebih leluasa untuk berkembang. Gambar 8. 7. meskipun telah disemprot dengan pestisida dosis normal atau dosis lebih tinggi sekalipun.

jangka penggenerasian. Kejadian kontaminasi pestisida lewat kulit merupakan kontaminasi yang paling sering terjadi. Tingkat tekanan seleksi pestisida. interval aplikasi. lengan baju. Penetrasi lewat kulit (dermal contamination) Pestisida yang menempel di permukaan kulit dapat meresap ke dalam tubuh dan menimbulkan keracunan. c. Besarnya residu pestisida yang tertinggal pada produk pertanian tersebut tergantung pada dosis. c. 8. faktor-faktor lingkungan fisik yang mempengaruhi pengurangan residu. atau sarung tangan yang terkontaminsai pestisida. Meninggalkan residu. Pekerjaan yang menimbulkan resiko tinggi kontaminasi lewat kulit adalah: a. Penggunaan pestisida yang terus menerus merupakan tekanan seleksi yang tinggi. b. Penyemprotan dan aplikasi lainnya. serta saat terakhir aplikasi sebelum produk pertanian dipanen. tingkat kecepatan perkembang biakan dan tingkat isolasi berperan dalam perkembangan resistensi. jenis tanaman yang diperlakukan. Penggunaan pestisida khususnya pada tanaman akan meninggalkan residu pada produk pertanian. bahkan untuk pestisida tertentu masih dapat ditemukan sampai saat produk pertanian tersebut diproses untuk pemanfaatan selanjutnya maupun saat dikonsumsi. Pencampuran pestisida. jenis bahan aktifnya dan peresistensinya. yakni 1. b. termasuk pemaparan langsung oleh droplet atau drift pestisida dan menyeka wajah dengan tangan. Transport : Pestisida dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui berbagai rute. Makin tinggi tekanan seleksi pestisida terhadap populasi hama tersebut makin cepat berkembangnya resistensi. Mencuci alat-alat aplikasi . Sifat-sifat hama seperti penyebaran. formulasi pestisida dan cara aplikasinya.

minum. c. Gas dan partikel semprotan yang sangat halus (kurang dari 10 mikron) dapat masuk ke paru-paru. Makanan dan minuman terkontaminasi pestisida. dan merokok ketika bekerja dengan pestisida. mencampur. Run off atau aliran permukaan. lengan baju. atau sarung tangan yang terkontaminasi pestisida. Aplikasi pestisida berbentuk gas atau yang akan membentuk gas. c. Pekerjaan-pekerjaan yang menyebabkan terjadinya kontaminasi lewat saluran pernafasan adalah : a. Mencampur pestisida berbentuk tepung (debu terhisap pernafasan). Makan. Kemungkinan yang dapat terjadi pada pestisida setelah disemprotkan sebagai berikut: 1. Keracunan lewat mulut dapat terjadi karena : a. b. mungkin karena penyemprotan terlalu lama di satu tempat atau butiran semprot yang terlalu besar. Kasus bunuh diri. aerosol. sedangkan partikel yang lebih besar (lebih dari 50 mikron) akan menempel di selaput lendir atau kerongkongan. pestisida berpotensi mengalami beberapa hal. Drift pestisida terbawa angin masuk ke mulut. d. e. terutama aplikasi di dalam ruangan. . Fate : Setelah digunakan. b. dsb) di ruang tertutup atau yang ventilasinya buruk. Terhisap lewat saluran pernafasan (inhalation) Keracunan pestisida karena partikel pestisida terhisap lewat hidung merupakan terbanyak kedua setelah kulit. Masuk ke dalam saluran pencernaan makanan lewat mulut (oral) Pestisida keracunan lewat mulut sebenarnya tidak sering terjadi dibandingkan dengan kontaminasi lewat kulit. Bekerja dengan pestisida (menimbang. Menyeka keringat di wajah dengan tangan. 3. Sebagian dari butiran semprot yang membasahi daun akan mengalir dan menetes jatuh ke tanah. aplikasi berbentuk tepung mempunyai resiko tinggi.2.

6. 7. Dampak dan Upaya Pencegahannya Menggunakan Bioinsektisida. Fotodekomposisi. Penyerapan oleh partikel tanah. Sumber : Hasinu. Hal ini menyebabkan tertimbunnya pestisida di dalam tanah dan menyebabkan pencemaran tanah. Reaksi kimia. Pencucian pestisida oleh hujan dan terbawa kelapisan tanah bagian bawah dan akhirnya mencemari sumber air tanah dan air sungai.2. Bahan pembentuk pestisida setelah disemprotkan akan menjadi bagian dari tubuh mikro-organisme. penguraian pestisida menjadi bentuk yang tidak aktif karena pengaruh cahaya 4. 2009. Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon . yaitu perubahan molekul pestisida menjadi bentuk yang tidak aktif atau tidak beracun. Jurnal. Penguapan. Pestiida. 5. Perombakan oleh mikro-organisme tanah. yaitu perubahan bentuk pestisida setelah disemprotkan dari bentuk cair menjadi gas dan hilang di atmosfer 3.