BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Defenisi Sistem Informasi
Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefenisikan sistem yang menekankan
pada prosedural dan pada komponen atau elemennya (Jogianto, 2001).
1. Pendekatan sistem pada prosedural.
Mendefenisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, bekumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2. Pendekatan sistem yang menekankan pada elemen atau komponen.
Mendefenisikan sistem sebagai suatu kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Komponen-komponen dalam
sistem tidak berdiri sendiri-sendiri, karena saling berinteraksi dan saling
berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem dapat
tercapai.

Suatu sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang saling terkait dan
bekerjasama untuk memproses masukan (input) yang ditujukan kepada sistem tersebut
sampai menghasilkan keluaran (output) yang diinginkan. Hubungan antara elemen-elemen
dalam sistem dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Tujuan

Batasan

Kontrol

Masukan Proses Keluaran

Umpan Balik

Gamabar 1.1 Hubungan antara elemen-elemen dalam sistem

1

1.2 Teknologi Informasi

Menurut kamus Oxford (1995), teknologi informasi adalah studi atau penggunaan
peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan
mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar. Menurut
Alter (1992), teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk
melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data seperti menangkap,
mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data. Martin
(1999) mendefenisikan teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer
(perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan
informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Secara lebih umum, Lucas (2000) menyatakan bahwa teknologi informasi adalah segala
bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam
bentuk elektronis.
Pada awalnya sistem informasi tidak harus dikaitkan dengan teknologi informasi,
namun seiring perkembangan jaman, saat ini suatu sistem informasi tidak dapat lepas dari
penggunaan teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi pada suatu sistem
informasi mulai berkembang sekitar tahun 1960an. Pada periode tersebut, sistem informasi
yang digunakan masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan teknologi perangkat keras maupun
perangkat lunak masih sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi sekarang. Tujuan
utama sistem informasi pada saat itu adalah untuk melakukan otomatisasi proses bisnis
yang berjalan pada organisasi.
Pada tahun 2000an, sistem informasi berkembang semakin pesat. Perkembangan ini
didorong dengan semakin berkembangan teknologi internet, dengan kapasitas semakin
besar dan harga yang semakin murah. Sudah banyak organisasi yang telah
mengintegrasikan sistem informasi mereka dengan sistem informasi organisasi lain untuk
mendukung kegiatan organisasi tersebut. Pada masa mendatang, sistem informasi akan
semakin berkembang lagi. Perkembangan teknologi dan perubahan dunia usaha yang
sangat cepat, mendorong organisasi untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang
mampu beradaptasi dengan cepat menghadapi perubahan tersebut. Sistem informasi tersebut
juga harus dapat diintegrasikan dengan bermacam-macam sistem yang lain agar kinerja
organisasi menjadi lebih efisien.

2

1.3 Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem informasi ialah satu set aktivitas, metode, praktik terbaik, siap
dikirimkan, dan peralatan terotomasi yang digunakan oleh stakeholder untuk
mengembangkan dan memelihara sistem informasi dan perangkat lunak. Biasanya
pengembangan sistem dilakukan apabila sistem yang lama sudah tidak bisa mengimbangi
memadai kebutuhan atau pun perkembangan perusahaan.
Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi
peningkatan-peningkatan di sistem yang baru, yaitu meningkatkan:
o Performance (kinerja),` peningkatan terhadap kinerja sistem yang baru
sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput
(jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu dan response
time (rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi/pekerjaan
ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut).
o Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang
disajikan.
o Economy (ekonomis), peningkatan terhadap manfaat manfaat/keuntungan
keuntungan/penurunan-penurunan biaya yang terjadi.
o Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk
mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan
kecurangan yang dan akan terjadi.
o Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi.
o Services (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh
sistem.

Menurut Hoffer,dkk dalam Kadir (2003), tahap-tahap dalam metodologi System
Development Life Cycle (SDLC) meliputi :

1. Project Identification & Selection, merupakan phase pertama dari SDLC diamana
kebutuhan dari keseluruhan sistem infromasi harus diidentifikasi, dianalisa,
diprioritas, dan dijadwal/diatur.
2. Project Initation & Planning, merupakan tahap penyelidikan terhadap masalah
atau peluang dari sistem informasi yang harus dijelaskan dan dipertahankan agar
dapat ditentukan bahwa proyek akan dilanjutkan atau tidak.

3

adalah semua fungsi-fungsi dari sistem yang sudah terpilih pada phase sebelumnya dijabarkan secara terpisah/ terlepas dari psesifikasi komputer tertentu. di- install. Implementation. 6. Adanya perubahan aturan atau kebijakan dari pihak manajemen mengharuskan Sistem Informasi perusahaan dikembangkan karena perubahan kebijakan bisa saja mengubah aliran data dalam suatu organisasi atau perubahan format laporan yang dihasilkan. Informasi adalah jantung sebuah perusahaan. 4. 5. Sistem Informasi di suatu perusahaan harus segera dikembangkan jika dia tidak mampu lagi menyajikan informasi yang tepat waktu dan akurat. 4 . sistem yang akan dipelajari dan pilihan dari sistem pengganti yang diusulkan. Ada masalah yang terjadi pada sistem informasi lama. Jika sebuah perusahaan ingin memenangkan persaingan. Untuk memenangkan persaingan. 3. Analysis. di-test. 7. adalah sebuah sistem informasi yang secara sistematis diperlukan dan terus ditingkatkan. merupakan phase dimana sistem informasi dikodekan. merupakan.1 Alasan Pengembangan Sistem Informasi Ada beberapa alasan mengapa sistem informasi harus dikembangkan.Adanya perubahan aturan. dan didukung oleh organisasi. Physical Design. Logical Design. informasi yang dihasilkan sistem kurang informatif dan kurang akurat.3. yaitu : 1. Maintenance. 3. 1. 2. maka perusahaan tersebut harus bisa mendapatkan informasi yang tepat waktu dan akurat. adalah mentransformasikan/mengubah spesifikasi logika yang dihasilkan pada phase ke-4 ke teknologi tertentu secara terperinci yaitu semua pemrograman dan kontruksi dari sistem yang sesuai. Masalah yang terjadi bisa berupa penurunan kinerja sistem.

2 Siklus Hidup Pengembangan System Development Life cycl (SDLC) Siklus pengembangan sistem adalah serangkaian kegiatan yang harus dilakukan sebagai panduan mengembangkan Sistem Informasi. Siklus pengembangan sistem informasi dapat dilihat pada gambar 1. Perencanaan meliputi rencana bagaimana kegiatan-kegiatan dalam siklus pengembangan sistem dapat diterapkan secara baik dan lancar. Sumber daya apa saja yang dibutuhkan? c. maka pengembangan sistem tidak dapat berjalan dengan sesuai dengan yang diharapkan. Kerja apa yang akan dilakukan ? b.1. Ada 3 komponen utama dalam perencanaan sistem ini. Berapa biaya yang akan dikeluarkan ? 5 . Perencanaan Sistem.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Penjelasan dari masing-masing kegiatan dalam siklus pengembangan sistem pada gambar 1. Tanpa adanya perencanaan yang baik.3. Aktifitas perencanaan sistem harus diintegrasikan dengan rencana strategis organisasi. Sebelum suatu sistem informasi di kembangkan terlebih dahulu dimulai dengan kebijakan dan perencanaan untuk mengembangkan sistem tersebut. yaitu : a.2 Perencanaan Sistem Pendefinisian Sistem Pengumpulan Kebutuhan dan Analisa Perancangan Sistem Testing dan Implementasi Sistem Perawatan Sistem Gambar 1.2 adalah : 1.

Rancangan file menggambarkan file-file apa saja yang terdapat dalam suatu sistem basis data. 5. Rancangan Input Pada rancangan input dapat dilihat bagaimana bentuk user interface dari sistem baru dan apa tipe datanya. kelompok pengguna. Dokumentasi yang dihasilkan oleh area aplikasi dan kelompok pengguna. informasi dan kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh sistem informasi yang akan dikembangkan. 4. Gambaran tentang file tersebut mencakup : field-field apa saja yang terdapat dalam suatu file. sistem baru tersebut dapat diimplementasikan dalam perusahaan. panjang data dan penjelasan masing-masing field. Area-area aplikasi utama dan kelompok pengguna. bagaimana bentuk antar mukanya dengan bagian-bagian lain dari sistem informasi perusahaan. Pengumpulan Kebutuhan dan Analisa Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data. Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan proses penyiapan spesifikasi yang rinci untuk sistem baru. Detail transaksi. b. Pada tahapan ini ada beberapa rancangan yang harus dibuat. c. b. 3.2. yaitu : a. Pada tahap ini juga Sistem Informasi yang dirancang diperkenalkan dan siap digunakan namun 6 . Testing dan Implementasi Sistem Pengujian perlu dilakukan terhadap sistem informasi baru untuk menghindari terjadinya kesalahan. tipe data dan panjang informasi yang akan dihasilkan oleh sistem baru. Pendefinisian Sistem Pendefinisian sistem merupakan aktifitas untuk menentukan batasan dari aplikasi basis data yang akan dikembangkan termasuk area aplikasi utama. Informasi yang dikumpulkan pada tahap ini haruslah mencakup: a. Rancangan File. field kunci utama (primary keys) dan field kunci asing (foreign keys). c. Rancangan output/ laporan Pada rancangan output harus digambarkan bagaimana format laporan-laporan. baik kesalahan aliran data maupun kesalahan proses. tipe data. Setelah sistem baru selesai diuji.

Dalam hal ini belum sampai pada peningkatan rancangan karena sistem yang dirancang masih berupa usulan.Sistem yang dibuat belum sampai kepada hal pendelegasian atau pengoperasian. Perawatan sistem.terlebih dahulu para user diberikan petunjuk cara penggunaan baik secara teori maupun praktek. Perawatan terhadap sistem harus dilakukan secara teratur dan terencana. Sistem yang dirancang masih berupa usulan untuk membantu dalam mengatasi masalah yang ada dalam perusahaan. Perawatan terhadap sistem bertujuan agar sistem yang sudah terpasang dapat berjalan secara optimal. 7 . 6.

Middle manager (manajer level menengah) Prioritas utama middle manager biasanya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas kerja. tujuan dan sasaran organisasi. menyeimbangkan rencana proyek dan menyetujui rencana proyek. manajer level menengah (middle manager) maupun calon pengguna aplikasi (functional user). membuat perkiraan anggaran dan penjadwalan proyek. Sebelum pelaksanaan proyek pengembangan sistem informasi dimulai.1 Definisi Perencanaan Sistem Perencanaan sistem atau feasibility adalah tahap pertama yang harus dilakukan sebelum mulai melakukan pengembangan sistem informasi. misi. Berikut ini adalah karakteristik umum mengenai orang-orang yang terlibat pengambilan keputusan tersebut. Perencanaan sistem merupakan suatu aktivitas yang harus dilaksanakan sebelum dikembangkannnya sebuah sistem. yang sesuai dengan visi. Pengambil keputusan pada suatu organisasi yaitu manajemen tingkat atas (executive). Jadi sistem informasi yang akan dikembangkan tersebut harus mampu menunjukkan seberapa besar produktivitas kerja akan meningkat dengan adanya sistem baru tersebut. antara lain adalah mendefinisikan proyek. Biasanya pengembangan sistem dilaksanakan dalam lingkup proyek. maka proyek tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pengambil keputusan. Namun. Perencanaan sistem perlu dilakukan agar pembangunan/pengembangan sistem sesuai blueprint yang ada. Executive (manajemen tingkat atas) Prioritas utama executive adalah ROI (Return On Invesment). kadang- kadang manajemen akan meminta pendapat bawahannya. Jadi agar proyek dapat disetujui. Oleh karena itu. Terdapat beberapa hal yang sebaiknya dilakukan pada tahap ini. maka anda harus mampu meyakinkan mereka bahwa proyek tersebut dapat meningkatkan ROI. anda harus memahami karakteristik kebutuhan para pengambil keputusan. dalam melakukan \ pendefinisian proyek. memodelkan proyek. BAB II PERENCANAAN SISTEM 2. 8 . dalam melakukan pengambilan keputusan pelaksanaan proyek.

jika anda menjual sistem informasi tersebut ke pihak lain. Sebuah dokumen proposal proyek tersebut minimal terdiri dari hal-hal sebagai berikut:  Keuntungan yang akan diperoleh calon pengguna dengan adanya sistem informasi yang akan dikembangkan tersebut. Chief Financial Officer (CFO) dan Eksekutif Senior. melibatkan manajer senior.  Rencana biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan. Anda sebaiknya mengetahui siapa yang mengambil keputusan pengadaan sistem baru dan tunjukkan kelebihan sistem baru tersebut sesuai dengan karakteristik kebutuhannya. Tugas SC : merupakan penghubung antara tujuan bisnis dan sistem informasi yang membantu untuk mencapai tujuan tersebut. membuat komponen laporan: 9 . Pada tahap ini. Chief Information Officer (CIO). pemakai senior dan profesional sistem.  Waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem.Functional user (pengguna aplikasi langsung) Kebutuhan utama functional user adalah suatu aplikasi yang akan mempermudah pekerjaan mereka. maka anda harus mampu menunjukkan kemudahan-kemudahan apa yang akan diperoleh functional user dengan adanya sistem informasi yang akan dikembangkan tersebut. memastikan bahwa proyek yang diusulkan dievaluasi dan diprioritaskan.2 Proses Perencanaan Sistem Proses perencanaan sistem dilakukan dengan: menetapkan suatu kerangka kerja strategi menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai. dokumen yang dihasilkan adalah dokumen proposal proyek. memenuhi alasan untuk melakukan perencanaan sistem: o dihubungkan dengan rencana bisnis o menghindari sejumlah kerugian membagi tugas dan tanggung jawab pada orang yang merencanakan sistem:  Steering Committee (SC). Chief Executive Officer (CEO). Jadi jika functional user dilibatkan dalam pengambilan keputusan. berarti rencana biaya pengembangan di sini diganti dengan harga sistem informasi yang anda jual. 2.

secara luas menyatakan apa saja yang termasuk dalam komponen keseluruhan. meliputi : personil baru. sebaiknya dipecah lagi menjadi beberapa sub-pekerjaan. komponen keseluruhan berhubungan dengan sumber daya yg akan diperoleh (3-5 tahun). Dalam sebuah proyek. ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. sangat tergantung dari pengalaman seseorang dan besar atau kecilnya proyek.  keduanya berhubungan dengan proses mendefinisikan kebutuhan pemakai perbedaannya pada cakupan dan tahap rinci memastikan bahwa pada perencanaan sistem. 2. Dalam menentukan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan dalam sebuah proyek. Setelah WBS selesai dibuat. Sebuah metode yang efektif dalam pembuatan WBS adalah membuat sebuah sesi diskusi yang melibatkan semua anggota tim dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk memberikan ide-ide yang mereka miliki.3 Pemodelan Proyek Pemodelan proyek mempunyai fokus pada pembuatan simulasi mengenai usaha yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan proyek. Dan beberapa pekerjaan yang terlalu kecil dan detail sebaiknya digabungkan menjadi sebuah pekerjaan. tim tersebut kemudian harus menggambarkan keterhubungan antara setiap tugas pekerjaan. hardware. agar tidak ada yang terlalu kompleks maupun terlalu detail.  komponen aplikasi: suatu portfolio yang disetujui dari proposal proyek sistem. Pemodelan ini menghasilkan sebuah WBS (Work Breakdown Structure) yang digunakan untuk menentukan semua usaha yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dengan sukses. suatu sistem yang diusulkan harus layak dan mendukung faktor strategik. WBS adalah daftar semua pekerjaan yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. lokasi computer dan keamanan. Pembuatan WBS membutuhkan kontribusi dari anggota tim yang akan terlibat dalam proyek tersebut. peralatan telekomunikasi. Sebuah pekerjaan yang kompleks. menentukan Berikut ini adalah tujuh tahapan proses estimasi. Untuk menilai kedua kemungkinan tersebut maka harus diadakan evaluasi terhadap factor kelayakan dan faktor strategi. melakukan komunikasi dengan analis sistem. 10 . software.

Jadwal tersebut berisi kapan pekerjaan dimulai. Anggota tim akan beranggapan jadwal dan anggarannya tidak realistis. Estimasi ini kemudian dapat dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan jadwal dan sumber daya yang ada. berapa lama. Usahakan agar sebisa mungkin rencana yang anda lakukan telah disetujui oleh anda. Langkah 3: Membandingkan perencanaan awal dengan tujuan Tahap selanjutnya adalah pembandingkan antara tujuan awal proyek dengan estimasi rencana jadwal dan biaya yang sudah dilakukan. 6 harus dilakukan. Sehingga estimasi tersebut akan realistis dan anggota tim akan punya komitmen dan termotivasi untuk mencapai estimasi tersebut. rencana awal tersebut tidak realistis. anggota tim anda. Negosiasi ini tidak diperlukan jika tujuan awal telah sesuai dengan rencana jadwal dan biaya yang dilakukan. Langkah 4 : Negosiasi perubahan untuk estimasi Anda melakukan perubahan estimasi mengenai rencana waktu dan anggaran agar sesuai dengan tujuan awal. Perubahan rencana tersebut dapat berupa penambahan waktu dan anggaran maupun pengurangan kompleksitas sistem. Langkah 2: Membuat perencanaan awal Perencanaan awal proyek berisi sebuah jadwal yang dibuat berdasarkan ketergantungan antar pekerjaan (task) dan estimasi pekerjaan tersebut. dan executive. 5. Tujuan awal proyek biasanya merupakan hal yang konstan dan telah disetujui oleh executive. dan kapan pekerjaan tersebut harus sudah selesai. 11 . Biaya dapat dihitung dari pekerjaan apa saja yang harus dilakukan dan biaya untuk pembelian barang.Langkah 1: Membuat estimasi pekerjaan Estimasi pekerjaan seharusnya melibatkan anggota tim yang menjalankan pekerjaan tersebut. Langkah ini mengandung risiko sangat besar apabila anda melakukannya tanpa persetujuan anggota tim yang lain. Tetapi jika tidak sesuai. Langkah 5 : Negosiasi perubahan untuk tujuan proyek Langkah ini adalah melakukan negosiasi dengan executive karena dengan perubahan estimasi yang telah anda lakukan. maka anda akan kehilangan komitmen dan motivasi anggota tim. maka langkah 4. sehingga kemungkinan proyek gagal menjadi sangat besar.

Jadi hal yang harus dilakukan adalah mengatur jadwal dan anggaran agar semua proyek yang sedang dikerjakan dapat berjalan dengan baik. Terdapat bermacam-macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu mengelola sumber daya tersebut. dan waktu selesai). maka sumber daya uang dan manusia dapat tersedia pada saat dibutuhkan. dokumen terkait rencana target (target tanggal selesai.Langkah 6 : Membuat keputusan terus/berhenti Setelah melakukan langkah 4 dan 5. Biasanya sebuah organisasi akan menjalankan beberapa proyek. Dengan pengelolaan yang baik. target rencana penggunaan sumber daya). Dokumen ini merupakan dokumen persetujuan antara project leader. Tahap terakhir adalah persetujuan rencana. Dan dalam organisasi tersebut uang dan sumber daya manusia merupakan hal yang terbatas. target biaya. anda harus mengambil keputusan apakah akan meneruskan proyek tersebut maupun tidak. dan client yang akan digunakan sebagai acuan jika selama proyek berlangsung terjadi perubahan ruang lingkup proyek dan juga digunakan sebagai acuan mengukur performa tim. Dengan pengelolaan yang baik. Biasanya sebuah organisasi akan menjalankan beberapa proyek. alokasi sumber daya manusia terhadap kegiatan. Jadi hal yang harus dilakukan adalah mengatur jadwal dan anggaran agar semua proyek yang sedang dikerjakan dapat berjalan dengan baik. Rencana ini terdiri dari tiga hal. executive. Dan dalam organisasi tersebut uang dan sumber daya manusia merupakan hal yang terbatas. Langkah 7 : Mempersiapkan jadwal dan anggaran Rencana awal pengembangan sistem informasi telah siap. Setelah rencana anggaran dan jadwal selesai dibuat. durasi. Setelah rencana anggaran dan jadwal selesai dibuat. 12 . hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah menyeimbangkan rencana proyek tersebut dengan kondisi organisasi. yaitu jadwal kegiatan (waktu mulai. dan rencana anggaran. Terdapat bermacam-macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu mengelola sumber daya tersebut. maka sumber daya uang dan manusia dapat tersedia pada saat dibutuhkan. hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah menyeimbangkan rencana proyek tersebut dengan kondisi organisasi.

Jadi mereka akan lebih mudah mendefinisikan kebutuhan. Namun ada juga pihak lain yang menyatakan bahwa use case dan sequence diagram merupakan bagian dari desain. jika mereka telah melihat gambar rancangan sistem yang baru.2 Perlunya Analisis Sistem Fase analisis sistem memberikan pemahaman tentang sistem yang sudah ada dan menemukan peluang untuk pengembangan sistem menjadi lebih baik serta memenuhi kebutuhan bisnis. analysis class. Para analis sistem menggambar serangkaian model proses yang disebut diagram aliran data (data flow diagram) yang mengilustrasikan proses-proses yang ada dan/atau yang diusulkan dalam sebuah sistem. Sedangkan use case. Analisis terstruktur fokus pada aliran data melalui proses-proses bisnis dan perangkat lunak.1 Definisi Analisis Sistem Kegiatan analisis sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan. dan sequence diagram dianggap merupakan bagian dari desain sistem dan akan dibahas pada bab yang terkait dengan UML. melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus. Pada diktat ini yang dibahas pada bagian analisis adalah bagaimana metode pengumpulan data dan bagaimana mendokumentasikannya. 13 . khususnya rancangan antarmuka. Pendekatan analisis sistem yang populer adalah analisis terstruktur. dan sequence diagram merupakan bagian dari analisis. Hal ini dilakukan karena pada banyak kasus. BAB III ANALISIS SISTEM 3. dan analysis class tidak ada karena sudah ada design class. dan kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru. Hal tersebut terlihat sederhana. proses analisis dan desain sering kali berjalan bersama-sama. namun sebenarnya tidak. Oleh karena itu. sering kali batasan mengenai bagian mana yang dianggap sebagai analisis dan bagian mana yang dianggap sebagai desain banyak terjadi perbedaan. kegiatan desain juga dilakukan. Banyak hambatan yang akan ditemui dalam proses tersebut. user sering kesulitan untuk mendefinisikan kebutuhan mereka. Pada banyak proyek sistem informasi. teknik informasi (information engineering). Karena itu fase ini menjadi acuan penting dalam proyek pengembangan sistem informasi. class diagram. Misalnya ada yang mengatakan bahwa use case. Jadi selama kegiatan analisis. Dikenal pula dengan nama analisis process-centered. dan analisis berorientasi objek. 3.

Unified model language (UML) adalah standar pemodelan yang menyediakan model-model objek. Model-model proses dalam teknik ini digambarkan dengan diagram aliran data yang disebut hubungan entitas (entity relationship). seperti contoh di bawah ini : 14 . karena itu disebut analisis data-centered. Analisis berorientasi objek menghilangkan pemisahan artifisial data dan proses.Analisis dengan teknik informasi fokus pada struktur data tersimpan dalam sebuah sistem. 3. Penetapan Ruang Lingkup Fase ini memiliki tugas :  Mengidentifikasi Masalah Awal yang ada pada sistem saat ini. tingkat visibilitas.  Menilai kelayakan proyek. prioritas dan penetapan solusi untuk memecahkan masalah.3 Tahapan Analisis Sistem Analisis sistem dikendalikan oleh kepedulian bisnis para pemilik sistem dan pengguna sistem. berapa keuntungan yang akan diperoleh dari pemecahan masalah.  Menegosiasikan ruang lingkup untuk proyek pengembangan sistem. sebaliknya data dan proses yang membuat membaca memperbarui dan menghapus data itu diintegrasikan ke dalam konstruksi yang disebut objek. Para analis sistem berperan sebagai fasilitator antara pemilik dan pengguna sistem Tahapan analisis sistem digambarkan pada gambar di bawah ini: Gambar 3. seperti seberapa urgensi.1 Tahapan Analisa Sistem a.

Analisis masalah adalah keterampilan yang sulit dikuasai. kesempatan atau perintah lebih dalam yang memicu proyek.  Menganalisis proses-proses bisnis.  Menentukan tujuan-tujuan perbaikan sistem. tetapi masalah-masalah awal tersebut hanya gejala. Dikenal juga sebagai desain ulang proses bisnis. Tim analis menentukan kriteria di mana semua perbaikan pada sistem akan diukur dan mengidentifikasi batasan yang 15 . Pemilik dan pengguna sistem memiliki persepsi berbeda tentang sistem yang ada. Tim analis akan memeriksa setiap proses bisnis dengan lebih rinci untuk mengukur nilai yang akan ditambahkan atau dikurangi. studi yang dilakukan dengan baik dapat mengungkap kepentingan semua pihak. fase ini menyediakan analisis dengan pemahaman.  Mengkomunikasikan rencana proyek. bukan masalah yang dipahami oleh pengguna sistem. b. tiap masalah dianalisis penyebab dan akibatnya. Fase ini memiliki tugas :  Memahami bidang masalah.  Menganalisis masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan. Meski sudah dilakukan di fase sebelumnya. Tim analis mencoba mempelajari sistem saat ini. Analisis Masalah Selalu ada sistem saat ini atau yang sudah ada.  Mengembangkan jadual dan anggaran awal.

Yang harus dipikirkan adalah apa yang sungguh. membatasi fleksibilitas semua perbaikan tersebut. khususnya solusi teknis. karena itu pemilik dan pengguna sistem harus membuat prioritas persyaratan. Kriteria sukses diukur dengan tujuan. Functional requirement adalah deskripsi mengenai aktivitas dan layanan yang harus diberikan / disediakan oleh sistem. setiap tujuan mewakili usaha. Tidak semua persyaratan dibuat sama. Ini sebaiknya mengenai „apa dan bukan „bagaimana. Salah satu kesalahan yang kerap terjadi di dalam sistem informasi terbaru ditunjukkan dalam pernyataan „memastikan sistem bekerja dan secara teknis mengesankan.  Memperbarui atau memperhalus rencana proyek. Tugas-tugas yang terdapat pada fase ini adalah :  Mengidentifikasi dan menyatakan kebutuhan / persyaratan bisnis.  Mengkomunikasikan penemuan-penemuan dan rekomendasi. Tugas ini menerjemahkan sasaran-sasaran kedalam functional requirement. karena itu fase ini tidak dapat diabaikan. Sistem yang baru akan selalu dievaluasi apakah memenuhi atau tidak memenuhi sasaran dan kebutuhan bisnis. karena tingkatan kebutuhannya berbeda. Setelah mengidentifikasi persyaratan bisnis. Contoh analisis sebab akibat dan penentuan tujuan perbaikan sistem adalah di bawah ini :  Memperbarui rencana proyek. Analisis Persyaratan Hal fatal setelah fase analisis masalah adalah mulai melihat berbagai solusi alternatif. Ruang lingkup adalah sebuah target yang berubah. kita 16 .sungguh dibutuhkan dan diinginkan oleh pengguna dari sistem yang baru.  Membuat prioritas persyaratan sistem.

menganalisa kandidat solusi dan merekomendasi sebuah sistem yang akan dirancang. d.4 Teknik Pengumpulan Data Hal pertama yang dilakukan dalam analisis sistem adalah melakukan pengumpulan data. harus mundur dan menetapkan kembali pemahaman kita mengenai ruang lingkup proyek dan memperbarui rencana proyek kita untuk melakukan penyesuaian. Ada beberapa teknik pengumpulan data yang sering dilakukan yaitu sebagai berikut:  Teknik Wawancara  Teknik Observasi  Teknik Kuisioner Teknik Wawancara Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut: 17 . Komunikasi adalah sebuah tugas fase analisis persyaratan yang berlangsung terus – menerus. maka kita dapat menekankan bagaimana sistem baru dapat diimplementasikan dengan teknologi. Kita harus mengkomunikasikan persyaratan dan prioritas kepada komunitas bisnis melalui fase ini.  Mengkomunikasikan pernyataan kebutuhan / persyaratan. c. Analisis Keputusan Dengan adanya persyaratan bisnis. Contoh analisis keputusan adalah di bawah ini : 3. dibangun dan diimplementasikan. Di fase ini kita mengenali kandidat solusi. Desain Lojik Pada fase ini kita menggambarkan berbagai model sistem untuk mendokumentasikan persyaratan untuk sistem baru dan sistem yang ditingkatkan.

Selain mempunyai beberapa kelebihan tersebut. terlalu fokus pada hal-hal tertentu dan mengabaikan bagian lainnya. Berikut ini adalah beberapa kelemahan dari teknik wawancara:  Wawancara akan sulit dilakukan jika narasumber kurang dapat mengungkapkan kebutuhannya  Pertanyaan dapat menjadi tidak terarah.  Lebih mudah dalam menggali bagian sistem mana yang dianggap baik dan bagian mana yang dianggap kurang baik  Jika ada bagian tertentu yang menurut anda perlu untuk digali lebih dalam.  Orang-orang yang sedang diamati biasanya perilakunya akan berbeda dengan perilaku sehari-hari (cenderung berusaha terlihat baik). anda dapat langsung menanyakan kepada narasumber  Dapat menggali kebutuhan user secara lebih bebas  User dapat mengungkapkan kebutuhannya secara lebih bebas. 18 . teknik wawancara juga mempunyai beberapa kelemahan. Teknik Observasi Pengumpulan data dengan menggunakan observasi mempunyai keuntungan yaitu :  Analis dapat melihat langsung bagaimana sistem lama berjalan  Mampu menghasilkan gambaran lebih baik jika dibanding dengan teknik lainnya. Hal ini akan menyebabkan gambaran yang diperoleh selama observasi akan berbeda dengan perilaku sehari-hari  Dapat mengganggu pekerjaan orang-orang pada bagian yang sedang diamati. Sedangkan kelemahan dengan menggunakan teknik observasi adalah :  Membutuhkan waktu cukup lama karena jika observasi waktunya sangat terbatas maka gambaran sistem secara keseluruhan akan sulit untuk diperoleh.

Pertanyaan pilihan ganda memudahkan anda untuk melakukan rekapitulasi data hasil kuisoner. Contoh pertanyaan yang memudahkan responden adalah pilihan ganda. dan mudah  dipahami. karena kuisioner dapat dilakukan kepada banyak orang sekaligus  Waktunya lebih singkat. 3. Teknik Kuisioner Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner mempunyai keuntungan yaitu :  Hasilnya lebih objektif. jelas. melainkan oleh beberapa sistem informasi yang masing-masing mendukung fungsi bisnis tertentu. Sedangkan kelemahan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner adalah sebagai berikut :  Responden cenderung malas untuk mengisi kuisioner  Sulit untuk membuat pertanyaan yang singkat.5 Blok Pembangun Sistem Informasi Organisasi tidak hanya dilayani oleh satu sistem informasi.  Buatlah pertanyaan yang tidak terlalu banyak  Buatlah pertanyaan yang singkat. 19 . padat.Berikut ini adalah beberapa petunjuk untuk melakukan observasi :  Tentukan hal-hal apa saja yang akan diobservasi agar kegiatan observasi menghasilkan sesuai dengan yang diharapkan  Mintalah ijin kepada orang yang berwenang pada bagian yang akan diobservasi  Berusaha sesedikit mungkin agar tidak menganggu pekerjaan orang Lain  Jika ada yang anda tidak mengerti. dan jelas. cobalah bertanya. dan jika responden menuliskan sesuatu sering kalli susah untuk dipahami. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat teknik kuisioner menghasilkan data yang baik :  Hindari pertanyaan isian. Jangan membuat asumsi sendiri. karena responden biasanya malas untuk menulis banyak. dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Sistem informasi berinteraksi dengan pelanggan dan pemasok menggunakan aplikasi teknologi perdagangan elektronik (e-commerce). System Analysis and Design Method.2 Kesatuan Sistem Informasi yang Mendukung Organisasi Sumber : Whitten. manajemen hubungan pelanggan (CRM). sedangkan sistem informasi back-office mendukung operasi bisnis internal dan berinteraksi dengan pemasok. 2004 Sistem informasi front-office mendukung fungsi bisnis yang mencapai konsumen. Sistem informasi front dan back office mengalirkan data ke sistem informasi manajemen dan sistem pendukung keputusan yang menyokong kebutuhan bisnis manajemen. manajemen rantai persediaan (SCM) di internet. Gambar 3. 20 .

Gambar 3-3 Blok Pembangun Sistem Informasi 21 .

3 Proses 3. SPESIFIKASI KEBUTUHAN 3.1.4.2.2 Ruang Lingkup 1. 1.2 Kebutuhan Antarmuka Eksternal 3.1.4 Referensi 1.4 Batasan-batasan 2.4 Output 3.6 Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Sistem Analis sistem menggunakan berbagai alat untuk mendokumentaskan penemuan mmereka pada saat menganalisis sistem.1.4 Kendala Disain 3. DESKRIPSI UMUM 2.2 Input 3.3 Karakteristik Pengguna 2.1 Standard Compliance 22 .3.4 Antarmuka Komunikasi 3.5 Asumsi dan Ketergantungan 3.5 Sistematika 2.2 Antarmuka Perangkat Keras 3.1 Kebutuhan Fungsional 3. Dokumen tersebut dikenal sebagai dokumen spesifikasi kebutuhan sistem (System Requirement Specification / SRS).1 Pendahuluan 3. PENDAHULUAN 1.1 Antarmuka Pengguna 3.3 Antarmuka Perangkat Lunak 3.1 Tujuan 1.3 Kebutuhan Performansi 3.2.2.1.2.3 Definisi 1.2 Kegunaan 2.1 Perspektif 2.

1 Keamanan Sistem 3.1 Database 3.4.2 Perangkat Keras 3.6 Kebutuhan Lain 3.2 Pengoperasian 3.6.5.6.5 Atribut 3.5.2 Pemeliharaan 3.6. 3.3 Penyesuaian Tempat 23 .

namun harus ada jalan agar kompleksitas tersebut tidak menjadi sebuah batasan terhadap fungsionalitas dari perangkat lunak tersebut. kepuasan batasan pada proses desain dari segi biaya. Fungsi yang saling bergantung ini sulit untuk dapat digunakan (reused) didalam aplikasi lain. BAB IV DESAIN SISTEM 4. dan perangkat. dan untuk menggunakannya maka harus dilakukan perubahan terhadap kode yang ada. pengembangan sebuah solusi untuk memenuhi kebutuhan yang ada di dunia nyata harus dikembangkan dengan mudah. Hal ini akan membawa kita kedalam proses pengembangan sebuah perangkat lunak yang sangat kompleks. Salah satu cara untuk mengurangi kompleksitas dari perangkat lunak adalah dengan membaginya berdasarkan hirarki tertentu berdasarkan fungsi-fungsi yang ada. Meskipun hal itu tidak bisa dihindari. memenuhi kebutuhan secara implisit atau eksplisit dari segi performansi maupun penggunaan sumber daya. 24 .2 Konsep Dasar Pendekatan Berorientasi Objek Dalam dunia teknologi informasi saat ini.1 Definisi Desain Sistem Desain atau perancangan dalam pembangunan perangkat lunak merupakan upaya untuk mengonstruksi sebuah sistem yang memberikan kepuasan (mungkin informal) akan spesifikasi kebutuhan fungsional. 4. Beberapa contoh bahasa pemrograman prosedural adalah COBOL (COmmon Business Oriented Language). dimana setiap fungsi terdiri dari serangkaian langkah-langkah pengeksekusian perintah untuk menyelesaikan sebuah aktivitas. Salah satu pendekatan pengembangan perangkat lunak sebelum adanya pendekatan berorientasi obyek (Object oriented Programming atau OOP) adalah pemrograman prosedural. yang membagi sebuah aplikasi berdasarkan berbagai macam fungsi yang ada didalamnya. waktu. cepat dan memenuhi berbagai macam keperluan. Kualitas perangkat lunak biasanya dinilai dari segi kepuasan pengguna perangkat lunak terhadap perangkat lunak yang digunakan. Fungsi-fungsi tersebut bisa dieksekusi dari baris manapun dalam bagian program. memenuhi target. sehingga sulit untuk dipisahkan satu dengan yang lainnya. Pascal dan BASIC (Beginner’s All Purpose Symbolic Instruction Code). Fungsi-fungsi didalam program prosedural saling bergantung.

Semua obyek tersebut saling berinteraksi. Masing-masing komponen tersebut saling berinteraksi sehingga membentuk sebuah mobil yang akhirnya bisa dikendarai dan berjalan. pedal gas dan rem. roda. rutin. Dalam hal ini data juga bisa dengan mudah menjadi “rusak”. sehingga bisa digunakan dan diakses oleh berbagai macam aplikasi lainnya. Mari kita ambil sebuah contoh yaitu sebuah mobil. karena bisa diakses secara bebas 25 . Obyek-obyek inilah yang saling berinteraksi dan membentuk sebuah sistem. atau method. 4. dan lain-lain. Pemrograman berorientasi obyek diciptakan untuk mempermudah pengembangan program yang mengikuti model yang telah ada dalam kehidupan nyata. Semua komponen mobil akan dimodelkan menjadi obyek sendiri-sendiri yang akan berinteraksi. Spion berinteraksi dengan pengguna dalam bentuk pemilihan sudut pandangan dari kursi pengemudi. kursi penumpang. Modul tersebut bisa berupa pernyataan yang ditentukan oleh user ataupun diambil dari library dari program lainnya. Kekurangan dalam pemrograman prosedural membawa kepada munculnya pemrograman berorientasi obyek. Dalam paradigma ini. Tak jauh beda dengan sebuah program atau aplikasi. Tetapi yang menjadi masalah dalam pemrograman procedural adalah bahwa setiap langkah dalam sebuah prosedur yang dieksekusi. selalu terkait dengan langkah yang sebelumnya. sesuai dengan model kehidupan nyata. Sebuah prosedur adalah sekelompok perintah yang bisa dijalankan secara independen. sehingga akan menghemat waktu dan usaha dalam pengembangan program. segala sesuatu entitas yang ada merupakan sebuah obyek.1 Pemrograman Prosedural Dalam Pemrograman prosedural. sebuah program akan dibagi menjadi beberapa subprogram (modul) yang akan melakukan tugas-tugas tertentu. Dalam sebuah modul bisa terdiri dari satu atau lebih prosedur atau dalam bahasa pemrograman juga disebut sebagai fungsi. obyek bisa ditempatkan kedalam sebuah library. spion. Mobil adalah sebuah benda yang nyata ada dalam kehidupan. subrutin. sebut saja mesin.2. Kalau kita perhatikan bahwa sebuah mobil sebenarnya terdiri dari banyak komponen-komponen yang juga merupakan sebuah obyek. Keuntungannya adalah kemampuannya dalam “reusability of code”. Dalam pemrograman berorientasi obyek. sehingga apa yang ada dalam dunia nyata bisa dimodelkan dengan tepat dalam sebuah program. Misal program simulator mobil dari contoh diatas tadi. terdiri dari banyak obyek- obyek yang saling berinteraksi. Kecepatan simulasi perjalanan bisa diperbesar dan diperkecil tenaganya dengan menekan pedal gas.

dari keseluruhan fungsi, termasuk dari bagian yang harusnya tidak memiliki hak akses
kedalamnya. Berikut adalah contoh dekomposisi sebuah sistem akademik menggunakan
paradigm pemrograman prosedural.

Gambar 4.1Dekomposisi berdasar fungsi

4.2.2Pemrograman Berorientasi Obyek
Berbeda dengan pemrograman prosedural, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
bahwa pemrograman berorientasi obyek memecah komponen-komponennya menjadi obyek-
obyek yang saling berinteraksi. Dunia nyata yang terdiri dari obyek-obyek dapat dengan
mudah dimodelkan sehingga program bisa lebih mendekati kondisi yang sebenarnya.

Gambar 4.1 OOP – Dekomposisi berdasar obyek

Terdapat beberapa keuntungan menggunakan pemrograman berorientasi obyek, antara
lain:

 Real world programming

Dunia ini disusun atas obyek obyek yang saling berinteraksi. Sebuah program yang
memodelkan dunia nyata, sebisa mungkin menggambarkan kondisi yang ada dalam
bentuk yang seakurat mungkin. Dalam Pemrograman berorientasi obyek, sebuah
program disusun oleh obyek-obyek yang masing-masing memiliki fungsi sesuai
dengan peran dan kebutuhan interaksinya.

26

 Reusability of code

Kelas yang telah dibuat dalam pemrograman berorientasi obyek bisa digunakan oleh
program lain. Penggunaan komponen yang telah dibuat tidak hanya mengurangi usaha
pembuatan komponen tersebut, tetapi juga mengurangi kemungkinan kesalahan jika
harus mengembangkan lagi dari awal. Keuntungannya adalah penghematan dari segi
waktu, dan usaha yang akhirnya akan membawa kepada penghematan biaya
pengembangan.

 Resilience to change

Dunia nyata adalah sesuatu yang dinamis, perubahan akan selalu terjadi didalamnya.
Program atau aplikasi yang memodelkan dunia nyata, diharapkan juga bisa bersifat
dinamis pula. Sebagai contoh perhatikan ilustrasi berikut

Gambar 4-2 Ilustrasi keuntungan OOP : resilience to change 1

Misal kondisi saat ini jenis mahasiswa yang ada adalah seperti yang terlihat diatas.
Sebuah aplikasi harus bisa menangani jika terdapat penambahan jenis mahasiswa baru
yang kedepannya bakal ada. Tanpa harus mengubah keseluruhan aplikasi, maka
kebutuhan tersebut harus bisa ditangani.

Gambar 4.3 Ilustrasi keuntungan OOP : resilience to change 2

 Information hiding

Informasi dalam sebuah obyek sedapat mungkin disembunyikan dari luar kelas yang
ada. Tujuannya adalah mengamankan data agar hanya fungsi yang ada dalam kelas itu
saja yang bisa membaca, mengubah dan memanipulasi data tersebut. Tetapi tetap

27

disediakan sebuah cara (interface) agar obyek dari luar bisa mengakses dan mengubah
data secara tidak langsung.

Konsep penyembunyian informasi ini bertujuan agar pihak luar yang membutuhkan
layanan dari kelas tersebut hanya perlu untuk menerima data yang dibutuhkan saja,
tanpa perlu mengetahui bagaimana sebenarnya cara kerja di dalam kelas tersebut.

Sebagai contoh pada sebuah jam. Kita sebagai pengguna tidak perlu memahami
dengan pasti bagaimana cara kerja didalam jam tersebut. Para pengguna tidak perlu
mengetahui sebanyak apa roda giginya, menggunakan tenaga baterai atau kinetik, dan
sebagainya. Yang perlu diketahui oleh pengguna adalah bahwa jam tangan tersebut
menyediakan sebuah penunjuk (yang bisa kita anggap sebagai fungsi) yang
menunjukkan bahwa saat ini waktu menunjukkan pukul berapa.

 Modularity of code

Salah satu keuntungan dari pemrograman berorientasi obyek adalah modularitas, yang
berarti bahwa setiap obyek yang dibentuk dikelola secara terpisah dari obyek lainnya
meskipun berasal dari sebuah kelas yang sama. Modifikasi terhadap sebuah obyek
bisa dilakukan tanpa mempengaruhi fungsionalitas dari obyek yang lainnya.

Sebagai sebuah contoh adalah dari obyek mahasiswa dan dosen. Masing-masing
obyek akan saling berinteraksi didalam sebuah perkuliahan yang terjadwal. Akan
tetapi jika terjadi perubahan terhadap jumlah mahasiswa (bertambah atau berkurang)
yang mengikuti proses perkuliahan, hal itu tidak akan mempengaruhi kondisi dosen
dalam melakukan pengajaran.

4.2.3 Kelas dan Obyek
Sebuah kelas menentukan struktur dan behaviour dari sebuah obyek. Sebagai sebuah
contoh, truk, bus, mobil, sepeda motor didefinisikan sebagai sebuah kendaraan bermotor
karena memiliki beberapa karakteristik yang sama yaitu memiliki mesin, menggunakan
bahan bakar minyak untuk pengoperasiannya. Kendaraan bermotor tersebut juga memiliki
beberapa atribut yang sama dalam kelasnya, misalkan memiliki jumlah roda, no kendaraan,
nomor rangka mesin, jumlah kursi penumpang, dan lain-lain.

Obyek merupakan dasar dari pemrograman berorientasi obyek, didalam dunia nyata,
setiap obyek yang ada memiliki dua buah karakteristik: State dan behaviour.

 State merupakan atribut yang dimiliki oleh sebuah obyek.

28

Setiap mahasiswa memiliki atribut seperti NIM. Pada saat runtime. perkuliahan. Kelas merupakan sebuah cetak biru dari obyek.5 Ilustrasi Kelas Gamabar 4. Gamabar 4. alamat. Sedangkan obyek merupakan bentukan (instance) dari sebuah kelas yang dijalankan pada saat runtime. dan sebagai behaviour-nya yaitu mahasiswa melakukan fungsi registrasi. variabel yang ada pada sebuah kelas akan menjadi State pada sebuah obyek. dll. Seorang programmer akan menulis kode-kode untuk masing kelas yang akan digunakan. sedangkan method yang dibuat akan menjadi behaviour-nya. ujian. Nama.3 Fitur Pemrograman Berorientasi Obyek Didalam pemrograman berorientasi obyek terdapat beberapa fitur berikut:  Enkapsulasi (Encapsulation)  Abstraksi (Abstraction)  Pewarisan (Inheritance) 29 . Sebagai contoh obyek mahasiswa. praktikum.6 Ilustrasi Kelas dan Objek 4. dll.  Behaviour adalah fungsi yang dimiliki dan bisa dijalankan oleh penggunanya.

tetapi sebuah obyek- lah yang akan menyimpan data. Ketika pin dimasukkan. kebutuhan akan enkapsulasi muncul karena adanya proses sharing data antar method. Dengan menggunakan enkapsulasi. tanggal lahir. kecocokan pin yang dimasukkan. Disini terjadi penyembunyian informasi tentang bagaimana cara kerja pengecekan validitas kartu. Misalnya pada sebuah sistem akademik. alamat. terdapat suatu atribut yang akan saling membedakan antara satu obyek mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. yaitu NIM. Nama. Dalam pemrograman berorientasi obyek konsep ini berada pada pembuatan sebuah kelas. dimana terdapat beberapa komponen misal saja mahasiswa. dll.2 Abstraksi Arti abstraksi mengacu kepada atribut dari sebuah obyek yang membedakan antara satu obyek dengan obyek yang lain.3. maka keamanan dari data dan method yang ada didalamnya akan terjaga. Dalam pemrograman berorientasi obyek. 4. Semua atribut dari obyek didefinisikan dalam sebuah kelas.3. dimana hal-hal tersebut tidak perlu diketahui oleh pengguna tentang bagaimana cara kerjanya. maka pengguna akan memasukkan nomor pin. Sebagai contoh adalah pada sebuah mesin ATM. Terdapat dua hal mendasar dari enkapsulasi yaitu:  Information hiding: penyembunyian detil dari atribut dan method pada sebuah kelas.  Interface untuk pengaksesan data: suatu method untuk mengambil. Sekali sebuah prosedur dibuat. memberikan atau mengubah suatu nilai. dan sebagainya.3 Pewarisan Salah satu fitur yang paling kuat dalam pemrograman berorientasi obyek adalah penggunaan kode kembali (code reuse).  Polimorfisme (Polymorphism) 4. karena obyek diciptakan dari sebuah kelas dan oleh sistem operasi akan dialokasikan sejumlah memori kepada obyek tersebut. maka kita bisa 30 . Sebenarnya kelas tidak memiliki data. Yang disediakan oleh mesin ATM adalah sebuah layar informasi dan perangkat untuk membaca kartu. berarti telah terjadi proses pengaksesan data yang akan memberikan nomor pin untuk dikirimkan dan divalidasi pada server dari ATM tersebut. Didalam obyek tersebut.3. koneksi ke database server. Saat kartu ATM dimasukkan.1 Enkapsulasi Enkapsulasi adalah suatu cara untuk menyembunyikan detail implementasi detail dari sebuah kelas. 4.

tetapi juga dari segi pendesainannya yang secara garis besar jauh lebih baik.menggunakannya berulang kali. Hal ini akan mengijinkan pembuatan kelas baru yang didasarkan dari peng-abstrakan atribut-atribut dan behaviour yang sama.7 Superclass dan Subclass Fitur pewarisan mengijinkan sebuah kelas yang dinamakan superclass untuk menurunkan atribut-atribut dan methodnya kepada yang lainnya. Gambar 4. dengan cara mengelola kelas-kelas dan faktor kemiripan diantara kelas- kelas tersebut. Terdapat beberapa karakteristik dari subclass. yaitu yang disebut subclass atau kelas turunannya.8 Contoh pewarisan 31 . kemampuan yang dimiliki tidak hanya itu. Dalam pemrograman berorientasi obyek. Gambar 4. tetapi kita juga bisa mendefinisikan hubungan antar kelas yang tidak hanya dimanfaatkan untuk code reuse. Tujuan utama dari pewarisan (inheritance) adalah untuk menyediakan fungsionalitas tersebut. yaitu:  Subclass merupakan bentuk khusus dari sebuah superclass  Dalam sebuah subclass dapat memikiki atribut dan method yang diturunkan dari sebuah superclass  Subclass bisa memiliki fitur tambahan dan berbeda yang berbeda dari fitur-fitur yang diturunkan dari superclassnya.

tetapi keduanya tetap memiliki kedua atribut tersebut yang diturunkan dari kelas CivitasAkademik. Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk atribut saja. Begitu juga untuk kelas Asisten dan PesertaUjian. karena kompleksitas dari konsep tersebut. Gambar 4. yaitu Dosen dan Mahasiswa. yang sebenarnya juga turunan dari kelas CivitasAkademik.3.  Multiple inheritance. yaitu hanya terdapat satu superclass.9 Single Inheritance Gambar 4. Polimorfisme sendiri berarti sesuatu yang memiliki banyak bentuk. Keduanya tetap memiliki atribut Nama dan Alamat yang diturunkan dari kelas Mahasiswa. Dari contoh diatas bisa dilihat bahwa terdapat sebuah kelas CivitasAkademik yang memiliki 2 (dua) kelas turunan.4 Polimorfisme Polimorfisme diturunkan dari bahasa latin yaitu poly yang berarti banyak dan morph yang berarti bentuk. Didalam pemrograman berorientasi obyek. Meskipun didalam kelas Dosen dan Mahasiswa tidak tercantum atribut Nama dan Alamat. Didalam java bahasa pemrograman java sendiri konsep tentang Multiple inheritance dihapuskan. terdapat beberapa jenis pewarisan. Sebagai contoh adalah sebuah obyek wanita. yaitu terdapat lebih dari satu superclass. tetapi juga method-method yang ada di kelas induknya. beberapa peran yang mungkin dimiliki adalah: 32 . yaitu:  Single inheritance.10 Multiple Inheritance 4.

Dari contoh diatas bisa kita lihat bahwa wanita tersebut adalah orang yang sama. tetapi memiliki peran yang berbeda bagi orang yang berinteraksi dengannya.  Di tempat arisan berperan sebagai ketua arisan.  Bagi suami maka dia berperan sebagai seorang istri. 33 . atau sebuah obyek. Entitas tersebut bisa berupa variabel.  Di tempat kuliah berperan sebagai mahasiswi. Polimorfisme bisa digunakan sebagai kategori umum bagi sebuah entitas dalam tindakan yang berbeda-beda. polimorfisme adalah sebuah fitur yang memungkinkan kita untuk memberikan arti atau penggunaan yang berbeda bagi sebuah entitas dalam konteks yang berbeda-beda. Didalam pemrograman berorientasi obyek.  Buat anak-anak berperan sebagai ibu.  Di tempat kerja maka dia akan berperan sebagai seorang karyawan. method.

bukan asal menggambar.1 Keterkaitan Diagram UML 5. peralatan. atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang sedang dibangun. Use case menggambarkan fungsionalitas sistem atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sistem dari pandangan pemakai atau pengguna. 34 . Dimana aktor dapat berupa orang. BAB V Pengenalan UML dan Analisi Use Case 5.1 Langkah-langkah pembuatan UML UML merupakan diagram yang saling terkait oleh karena itu perlu adanya kekonsistenan rancangan diagram yang satu dengan lainnya.2 use case Diagram Diagram use case menyajikan interaksi antara use case dan aktor. Berikut adalah keterkaitan diagram-diagram pada UML beserta urutan pembuatannya. Gamabr 5.

Relasi use case tambahan kesebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tampa use case tambahan itu sendiri. Komunikasi antara aktor dan use case Asosiasi/ass yang berpartisipasi pada use case atau 3 ociation use case memiliki interaksi dengan aktor.1 Notasi Use Case Diagram NO GAMBAR NAMA KETERANGAN Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang 1 Use Case menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu actor Menspesifikasikan himpuan peran 2 Actor yang pengguna mainkan ketika berinteraksi dengan use case.Tabel 5. 5.3 Studi Kasus Pendidikan merupakan salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan khususnya tentang penyebaran tenaga pengajar di Kota Pekanbaru. Selama ini penempatan guru baru yang direkrut melalui seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tidak tepat sasaran juga 35 . mirip dengan perinsip 4 Extend inheritance pada pemograman beroriantasi objek. Menspesifikasikan bahwa use case 5 Include sumber secara eksplisit. baisanya use case yang ditambahkan arah panah menunjukan pada use case yang dituju.

TIK. Jumlah tenaga pengajar yang memasuki masa pensiun memerlukan penggantinya. Dari analisa yang dilakukan. ( masing masing bidang studi gurunya 1) Setiap mata pelajaran harus memiliki 1 orang guru setiap kelasnya. 3. yaitu memasuki umur 60 tahun. Untuk guru yang memasuki masa pensiun. Penyebaran tenaga pengajar kemudian ditampilkan dalam bentuk peta lokasi sekolah dan tabel yang berisi tentang informasi-informasi sekolah tersebut. Dibeberapa sekolah ada yang kekurangan guru bidang studi 5.menambah persoalan. PKN. Penjas. 3. KTK. permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk pemantauan tenaga pengajar yang menyebabkan penyebaran tenaga pengajar tidak tepat sasaran adalah sebagai berikut: 1. Namun. 4. 2. Setiap kelas harus memiliki 1 orang guru kelas. Dibeberapa sekolah untuk mengatasi kekurangan guru. Prakarya. Bahasa Indonesia. Dibuatnya sistem informasi berbasis SIG supaya masalah penyebaran tenaga pengajar dapat teratasi dengan baik dan menjadi lebih praktis.1 Analisa Sistem yang Baru Permasalahan yang akan diselesaikan adalah bagaimana membangun sistem informasi geografis untuk pemantauan penyebaran tenaga pengajar. Setiap SMP harus mempunyai minimal 1 orang guru setiap bidang studi diantaranya Agama. Dengan Formula Perhitungan: KG = K + 1 KS + GB dengan : KG = Kebutuhan Guru K = Jumlah Kelas GB= Jumlah Bidang Studi. kepala sekolah diminta untuk mengajar kembali untuk menghemat kekurangan tenaga pengajar. IPA. 2.3. IPS. Bahasa Inggris. bagi sekolah yang membutuhkan guru justru tidak diberi. Matematika. Kurangnya pengawasan dan pemantauan sehingga masih banyak sekolah yang faktanya gurunya masih cukup tetapi tetap diberikan guru. Standar yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk menentukan kebutuhan guru di setiap sekolah mengacu pada standar kebijakan nasional yaitu: 1. Seni Budaya. 36 . Setiap SMP harus memiliki 1 orang kepala sekolah.

2 Kebutuhan Data Data yang akan digunakan terdiri atas data spasial dan data non-spasial. Alamat Kantor c. misalnya label sekolah. termasuk peta lokasi sekolah. Masing-masing objek harus mewakili satu label yang mewakili objek nyata dilapangan. 5. proses pemetaan penyebaran tenaga pengajar. Data Kelurahan. sekolah yang kekurangan guru ditandai dengan warna merah dan sekolah yang tidak kekurangan guru akan ditandai dengan warna hijau. data guru. terdiri dari: a. Telp 2. Proses editing dilakukan terhadap data spasial dan data atribut. data kelurahan. Data Kelurahan berupa keterangan masing-masing kelurahan yang terdiri dari: a. Data hasil proses masukan selanjutnya diedit. Pembuatan tersebuat dengan cara mengambil koordinat-koordinat per kecamatan di kota pekanbaru. Dari data-data masukan yang sudah diedit. Nama Kelurahan b. Data Sekolah. Data spasial yang diperlukan sistem adalah peta Kota Pekanbaru. Alamat Kantor Kelurahan 3. Aplikasi ini menampilkan peta penyebaran tenaga pengajar pada tahun-tahun tertentu dan juga menampilkan objek simbol grafis yang berbeda. Misalnya. Data sekolah terdiri dari: 37 . Data Kecamatan Data Kecamatan berupa keterangan masing-masing kecamatan. Nama Kecamatan b. Setiap layer terdiri dari aspek yang berbeda. 1. Sedangkan Data non-spasial atau data atribut yang diperlukan sistem adalah data kecamatan. Proses editing lainnya adalah pemberian label atau identitas objek. akan dilakukan dengan menggabungkan data atribut dan data spasial yang terdapat di basis data dan hasil penggabungan tersebut akan disimpan dalam bentuk layer-layer. Editing terhadap data sering diperlukan untuk menyempurnakan hasil dan visualisasi. Proses pembuatan peta menggunakan aplikasi argis. Peta lokasi sekolah yang digunakan dalam sistem.. Data koordinat yang diambil menggunakan GPS dan semua data yang dibutuhkan sistem kemudian diinputkan di database dan data yang ada di database akan dikonversikan (plot) ke peta sehingga diperoleh informasi yang bermanfaat bagi dinas pendidikan.3. No. Data sekolah dibutuhkan didalam peta untuk mengetahui dimana lokasi sekolah tersebut berada. data sekolah.

c. Agama. NIP. Gambar Sekolah f. Nama Sekolah b. Fungsional Aplikasi SIG untuk Pemantauan Penyebaran Tenaga Pengajar di Kota Pekanbaru ini mempunyai beberapa fungsi. Tanggal Lahir g. l. Kebutuhan fungsional adalah kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya dilakukan oleh sistem.3. Keterangan. Data Guru. Longitude h. a. Alamat Sekolah. Nama.3 Analisa Kebutuhan Sistem Untuk mempermudah menganalisis sebuah sistem dibutuhkan dua jenis kebutuhan. Jabatan. Status 4. Jenis Kelamin. d. j. Tempat Lahir f. k. Sedangkan kebutuhan nonfungsional adalah kebutuhan yang dimiliki oleh sistem. Latitude g. b. yaitu sebagai berikut: 38 . h. Alamat. No SK. d. Jumlah Ruang e. c. Data guru dibutuhkan didalam sistem untuk mengetahui data-data tentang guru dan jumlah guru disuatu sekolah. Data-data dari guru terdiri dari a. Nama Sekolah 5. Pangkat Golongan. i. Tahun Masuk Tugas e. kebutuhan fungsional dan kebutuhan nonfungsional.

Aktor-aktor yang terlibat didalam sistem informasi geografis penyebaran guru terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. input. Admin Bagian yang bertugas sebagai pengelola user. data guru sehingga dapat ditambah. 3. 1. tidak memiliki guru masing masing bidang studi minimal 1 orang dan kekurangan guru kelas. Warna merah menandakan sekolah yang kekurangan guru Peta menampilkan sekolah yang kekurangan guru apabila sekolah tersebut tidak mempunyai 1 orang kepala sekolah. delete. Warna hijau menandakan sekolah yang tidak kekurangan guru Berdasarkan analisa diatas maka dapat dilakukan rancangan sistem informasi georafis penyebaran guru menggunakan pendekatan berorientasi objek yaitu dengan UML (Unifield Modeling Language). data kelurahan. data sekolah. yaitu: a.1 Jenis Aktor Aktor Deskripsi 1. Menampilkan data spasial berupa peta kecamatan Kota Pekanbaru dan data atribut berupa data sekolah. 2. Menampilkan peta lokasi sekolah berdasarkan hasil analisa dengan cara tampilan simbol grafis yang berbeda. Mengelola data kecamatan. data guru. Berikut merupakan penggambaran sistem dalam bentuk use case terlihat pada gambar berikut ini: 39 . b. diubah dan dihapus. 2. Pengguna Biasa Bagian yang menerima informasi informasi penyebaran Use Case Diagram Usecase Diagram digunakan untuk menjelaskan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan oleh user/pengguna sistem yang sedang berjalan.

Login. Pencarian informasi Use case ini menggambarkan pengguna 40 .2 Use Case Diagram penyebaran guru Deskripsi Use Case Berikut ini merupakan pendeskripsian dari use case pada system informasi penyebaran guru akan terlihat pada tabel berikut : Tabel 5. 2. edit dan hapus. 7. Kelola data sekolah Use case ini menggambarkan admin melakukan input data sekolah. 6. Kelola data guru Use case ini menggambarkan admin melakukan input data guru. edit dan hapus. Use case ini menggambarkan user melakukan login ke sistem. Use Case Deskripsi 1. edit dan hapus.2 Daftar Use Case No. Gambar 5. 4. 8. edit dan hapus. 5. Kelola data kecamatan Use case ini menggambarkan admin melakukan input data kecamatan. Informasi penyebaran Use case ini menggambarkan admin menampilkan guru informasi penyebaran guru dalam bentuk laporan. Kelola pengguna Use case ini menggambarkan admin menginputkan data pengguna dan juga menghapus pengguna 3. Kelola data kelurahan Use case ini menggambarkan admin melakukan input data kelurahan.

melakukan login. Skenario Gagal Login Aksi Aktor Reaksi Sistem 1. 1. 41 .memasukkan user name dan password. Use case ini dimulai ketika Admin. Sistem menampilkan pesan login tidak valid. Kondisi Akhir : Menampilkan menu utama.3 Skenario Use Case login Use Case : Login Deskripsi : Use case ini menangani verifikasi dan hak akses memasukkan dan pengolahan data Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form login. melakukan pencarian data penyebaran guru. 2. melakukan login. Use case ini dimulai ketika Admin.memasukkan user name dan password 2. Sistem melakukan verifikasi login 3. Skenario Use Case login Use case login akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. Sistem menampilkan form menu utama. Sistem melakukan verifikasi login 3. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 1.

Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data kecamatan Kondisi Akhir : Data Kecamatan yang telah di-input pada database disimpan. 3. 2. Sistem menampilkan pesan input data kecamatan sukses dilakukan. 5. Sistem memeriksa form. Data Kecamatan masuk di database. 2. Data kecamatan masuk di 42 . Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. 4. Skenario Use Case Kelola Data Kecamatan Use case kelola kecamatan akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. Sistem menampilkan form input Data Kecamtan. 4. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. Sistem menampilkan form input data kecamatan 3.2. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 1. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. 6.4 Skenario Use Case Kelola Data Kecamatan Use Case : Data Kecamtan Deskripsi : Use case ini untuk menangani Data Kecamtan yang di-input. Skenario Gagal Input Data Kecamatan Aksi Aktor Reaksi Sistem 1.

5. Sistem menampilkan form input 43 . 5. Sistem memeriksa form. Sistem memeriksa form. 2. Menampilkan pesan form belum terisi secara lengkap.5 Skenario Use Case Kelola Kelurahan Use Case : Kelola data kelurahan Deskripsi : Use case ini untuk menangani data desa yang di- input. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. database. 4. Sistem menampilkan form input data desa 3. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Kondisi Akhir : Data kelurahan yang telah di-input pada database disimpan. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. Data desa masuk di database. 6. 2. 6. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 1. Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data. Sistem menampilkan pesan input data desa sukses dilakukan. 3. Skenario Use Case Kelola Data Kelurahan Use case kelola data kelurahan akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. Skenario Gagal Input Data kelurahan Aksi Aktor Reaksi Sistem 1.

Sistem menampilkan form input data sekolah 3. Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data. 6.6 Skenario Use Case Kelola Data sekolah Use Case : Kelola data sekolah Deskripsi : Use case ini untuk menangani data sekolah yang di- input. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. Kondisi Akhir : Data sekolah yang telah di-input pada database disimpan. Sistem memeriksa form. Skenario Use Case Kelola Data sekolah Use case kelola data sekolah akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5. Data kelurahan masuk di database. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. 2. 6. 4. Skenario Gagal Input Data sekolah Aksi Aktor Reaksi Sistem 44 . 5. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 1. 3. 4. 5. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. 4. Menampilkan pesan form belum terisi secara lengkap. Sistem memeriksa form. Sistem menampilkan pesan input data sekolah sukses dilakukan. Data sekolah masuk di database. data desa.

1. Use case ini dimulai ketika actor
membuka menu utama.
2. Sistem menampilkan form input
data sekolah.
3. Admin melakukan input data sesuai
kolom yang ada.
4. Data sekolah masuk di database.
5. Sistem memeriksa form.
6. Menampilkan pesan form belum
terisi secara lengkap.

5. Skenario Use Case Kelola Data guru
Use case kelola data guru akan terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 5.7 Skenario Use Case Kelola Data Guru
Use Case : Kelola data Guru
Deskripsi : Use case ini untuk menangani data guru yang di-
input.
Aktor : Admin
Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data.
Kondisi Akhir : Data Guru yang telah di-input pada database
disimpan.
Skenario Normal
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Use case ini dimulai ketika actor
membuka menu utama.
2. Sistem menampilkan form input
data guru
3. Admin melakukan input data sesuai
kolom yang ada.
4. Data guru masuk di database.
5. Sistem memeriksa form.
6. Sistem menampilkan pesan input
data guru sukses dilakukan.

45

Skenario Gagal Input Data Guru
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Use case ini dimulai ketika actor
membuka menu utama.
2. Sistem menampilkan form input
data guru.
3. Admin melakukan input data sesuai
kolom yang ada.
4. Data guru masuk di database.
5. Sistem memeriksa form.
6. Menampilkan pesan form belum
terisi secara lengkap.

6. Skenario Use Case Informasi Penyebaran Data Guru
Use case kelola data Informasi Penyebaran Data Guru akan terlihat pada tabel
dibawah ini:

Tabel 5.8 Skenario Use Case Informasi Penyebaran Data Guru
Use Case : Informasi Penyebaran Data Guru
Deskripsi : Use case ini untuk menangani dan mengecek laporan
Informasi Penyebaran Data Guru yang telah di-input
oleh Admin.
Aktor : Admin
Kondisi Awal : Sistem menampilkan data Penyebaran Guru.
Kondisi Akhir : Informasi Penyebaran Data Guru telah lengkap.
Skenario Normal
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Use case ini dimulai ketika actor
membuka menu utama.
2. Sistem menampilkan data
informasi data penyebaran guru.
3. Admin melakukan pengecekan data
sesuai kolom yang ada.

46

7. Skenario Use Case Pencarian Informasi
Use case kelola Pencarian Informasi akan terlihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 5.9 Skenario Use Case Kelola Pencarian Informasi
Use Case : Pencarian Informasi
Deskripsi : Use case ini untuk menangani data pencarian guru
Aktor : Pengguna Biasa
Kondisi Awal : Sistem menampilkan form pencarian data.
Kondisi Akhir : Data penyebaran guru yang telah dicari pada
database akan menampilkan informasi
Skenario Normal
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Use case ini dimulai ketika actor
membuka menu utama.
2. Sistem menampilkan form
pencarian data penyebaran guru.
3. Pengguna melakukan input data
pencarian sesuai kolom yang ada.
4. Data pencarian guru masuk di
database.
5. Sistem memeriksa form.
6. Sistem menampilkan informasi
penyebaran guru.
Skenario Gagal pencarian data guru
Aksi Aktor Reaksi Sistem
1. Use case ini dimulai ketika actor
membuka menu utama.
2. Sistem menampilkan form input
data pencarian penyebaran guru.
3. Pengguna melakukan input data
pencarian sesuai kolom yang ada.
4. Data pencarian masuk di database.
5. Sistem memeriksa form.

47

Menampilkan pesan pencarian belum lengkap.6. 48 .

usia. Diagram kelas juga menunjukkan properti dan operasi sebuah kelas dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek tersebut. package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment. Objek adalah instansiasi (coobtoh) dari sebuah kelas. Sebuah kelas pada diagram kelas dibuat untuk setiap tipe objek pada diagram sekuensial atau diagram kolaborasi. operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas Diagram kelas mendeskripsikan jenis-jenis objek dalam sistem dan berbagai hubungan statis yang terdapat di antara mereka. Abstraksi bertujuan untuk menyaring properties dan operasi pada suatu objek. Atribut 3. sehingga hanya tinggal yang dibutuhkan saja. makan.1 Abstraksi Kelas Abstraksi adalah menemukan hal-hal mendasar pada suatu objek dan mengabaikan hal-hal yang sifatnya insidental. tanggal lahir Method/Operasi: berjalan. Kelas mengandung informasi dan tingkah laku (behavior) yang berkaitan dengan informasi tersebut. Nama 2. Kelas memiliki tiga area pokok : 1. Operasi Contoh kelas : Manusia Atribut: nama. asosiasi.1 Pengertian Diagram Kelas Diagram kelas menunjukan interaksi antara kelas dalam sistem. Diagram kelas menggambarkan struktur dan deskripsi class. atribut mendeskripsikan properti dengan sebaris teks di dalam kotak kelas tersebut. BAB VI DIAGRAM KELAS DAN DIAGRAM OBJECT 6.1. pewarisan. Seringkali masalah yang berbeda membutuhkan 49 . minum 6. dan lain-lain.

maka kita butuh nomor seri dari TV yag terjual. dan sebagainya. Misalnya. out. # berarti protected “Untitled” adalah nilai yang diberikan secara default jika tidak ditentukan saat objek dibuat {readOnly} adalah properti tambahan dari atribut. makan. minum. ketika kita akan membuat program untuk mengatur suatu pada objek TV dan perubhaan channel.1 (0 atau 1) 50 .  1 (pasti 1)  0.2 Atribut Atribut adalah karakteristik data yang dimiliki suatu objek dalam kelas.3 Operasi Operasi adalah fungsi atau transformasi yang mungkin dapat diaplikasikan oleh suatu objek dalam kelas.1. mungkin atribut no-seri TV harus dibuang karena tidak berguna. Umumnya ditunjukkan dengan berapa banyak objek yang bisa mengisi properti “satu” atau “banyak”. . Notasi dari operations visibility name (parameter-list) : return-type {property-string} dimana : Parameter pada parameter-list dinotasikan seperti pada atribut direction name: type = default value Direction bisa berupa: in. 6. Notasi dari atribut : visibility name: type multiplicity = default {property-string} Contoh : .4 Multiplisitas / Multiplicity Multiplisitas menunjukkan jumlah suatu objek yang bisa berhubungan dengan objek yang lain.name: String [1] = "Untitled" {readOnly} + berarti public.sejumlah informasi yang berbeda pula pada area yang sama..berarti private. marah. tetapi secara khusus dapat ditunjukkan pula dengan bilangan integer lebih besar atau sama dengan nol. dimana disini berarti tidak bisa dimodifikasi 6.1. Tetapi ketika akan menelusuri transaksi penjualan TV. menerima perlakuan tertentu.1. Sebagai contoh. suatu objek dalamkelas manusia mungkin memiliki fungsi-fungsi tersenyum. atau inout Contoh : + balanceOn (date: Date) : Money 6.

. n)  Biasanya didefinisikan batas bawah dan atas.1 Notasi Class Diagram NO GAMBAR NAMA KETERANGAN Hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi perilaku dan 1 Generalization struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor). 2 Association Himpunan dari objek-objek yang 3 Class berbagi atribut serta operasi yang sama. 1. Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan sistem yang 4 Collaboration menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu actor Operasi yang benar-benar dilakukan 5 Realization oleh suatu objek.. bisa 0. Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri 6 Dependency (independent) akan mempegaruhi elemen yang bergantung padanya elemen yang tidak mandiri 51 ..  (Tidak ada batasan.. Upaya untuk menghindari asosiasi Nary dengan lebih dari 2 objek. kecuali untuk yang pasti bernilai 1 Table 6.

1 Diagram Kelas 6. Apa yang menghubungkan antara 7 Association objek satu dengan objek lainnya (Sumber : Analisis dan Perancangan UML (Unified Modeling Language) Generated VB.6) Contoh Diagram Kelas Gambar 6. Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut:  Kelas main  Kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan. sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (layanan/metoda/fungsi). Kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsisesuai dengan kebutuhan sistem. Kelas menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem.  Kelas yang menangani tampilan sistem  Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai  Kelas yang diambil dari pendefinisian use case  Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case 52 .2 Pendefinisian Kelas pada Diagram Kelas Kelas/Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek.

 Kelas yang diambil dari pendefinisian data  Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data.2 Agregasi Agregasi adalah hubungan „bagian dari atau „bagian ke keselulruhan.3Agregasi 53 .1 Asosiasi Asosiasi. atau class yang harus mengetahui eksistensi class lain.3. 6. Panah navigability menunjukkan arah query antar kelas.3 Relasi antar Kelas Relasi antar adalah keterkaitan hubungan antar kelas secara konseptual.2 Asosiasi 6. 6. Umumnya menggambarkan class yang memiliki atribut berupa kelas lain. Gambar 6.3. Menggambarkan hubungan antar kelas Ditandai dengan anak panah Seringkali ditambahkan label dan multiplicity untuk memperjelas hubungan Contoh asosiasi : Gambar 6. yaitu hubungan statis antar kelas. Suatu kelas / objek mungkin memiliki/bisa dibagi menjadi kelas/objek tertentu dimana objek/kelas yang disebut kemudian merupakan bagian dari kelas/objek yang terdahulu. UML menyediakan beberpa relasi antar kelas yang akan dijelaskan berikut ini.

3 Generalisasi Generalisasi adalah relasi ke atas beberapa subkelas kepada super kelas diatasnya (ditunjukkan dengan notasi segitiga).3. Dalam Dependency antar 2 elemen jika terjadi perubahan pada salah satu elemen maka akan mengakibatkan perubahan pada elemen yang lain. Sub kelas mampu overriding metode super kelasnya. Bisa diperjelas dengan penggunaan keyword. Sub kelas mewarisi fitur dari super kelasnya.4 Dependency Dependency adalah hubungan dimana perubahan pada suatu kelas akan mempengaruhi kelas yang lain dimana kelas yang terakhir ini bergantung pada kelas yang sebelumnya. Dependency hanya berlaku satu arah.5 Depedensi 54 .6.4 Generalisasi 6. <<call>> Notasi anak panah dan garis putus-putus. Gambar 6. Gambar 6.3. maka dependency menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan. seperti <<parameter>>. Semakin kompleks sistem. <<use>>.

Berikut adalah diagram kelas .6. Gambar 12 Diagram Kelas Studi Kasus Gambar 6.4 Studi Kasus Diagram Kelas Studi kasus diambil dari sistem informasi lingkungan hidup.6 Diagram Kelas 55 .

BAB VII DIAGRAM SEKUEN DAN COLABORASI 7.1 Contoh Sequent Diagram 56 .1 Pengertian Diagram Sekuen Diagram sekuensial digunakan untuk menunjukkan aliran fungsionalitas dalam use case.1 Notasi Sequence Diagram NO GAMBAR NAMA KETERANGAN Objek entity. Table 7. 1 LifeLine Spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi- 2 Message informasi tentang aktifitas yang terjadi Spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi- 3 Message informasi tentang aktifitas yang terjadi (Sumber : Analisis dan Perancangan UML (Unified Modeling Language) Generated VB. antarmuka yang saling berinteraksi.6) Contoh Gambar 7.

7. Table 7. interaksi antar objek atau aktor ditunjukkan dengan arah panah tanpa keterangan waktu. Interaksi demikian akan sulit dilihat jika menggunakan diagram sekuensial saja. Diagram kolaborasi berbentuk seperti bintang. dan merancang ulang objek-objek untuk mendistribusikan proses secara merata.2 Notasi kolaborasi Diagram 57 . keseluruhan interaksi berdasarkan urutan waktu. Arsitek sistem menggunakan diagram ini untuk menyimpulkan bahwa sistem yang dibangun sangat tergantung pada objek pusat. Pada diagram sekuensial. tetapi dalam bentuk dan tujuan yang berbeda. dengan beberapa objek yang berkomunikasi dengan sebuah objek pusat. tetapi pada diagram kolaborasi.2 Pengertian Diagram Kolaborasi Diagram kolaborasi menunjukkan informasi yang sama persis dengan diagram sekuensial.

UML menyediakan sintaks untuk menuliskan hal tersebut dengan cara menuliskan nama variabel dengan tanda „ := „ diikuti dengan nama operasi dan jumlah yang dioperasikan untuk mendapatkan hasil.3 Hasil Kolaborasi 58 .7.2 Studi Kasus Diagram Kolaborasi Berikut adalha contoh penggunaan colaborasi diagram dalam login Gambar 7.2. Sebagai contoh adalah objek pelanggan akan meminta kepada objek kalkulator untuk menghitung harga total yang merupakan penjumlahan harga barang dan PPN. Gambar 7.1 Menunjukkan hasil pemrosesan Sebuah message mungkin juga sebuah permintaan kepada objek untuk melakukan perhitungan dan menghasilkan sebuah nilai.2 Hasil Operasi pada Kolaborasi 7.2.

forum diskusi atau logout.2 Contoh Diagram Status Misalkan akan dibuat diagram status untuk Sistem informasi poltek online melalui http:/sisfo.poltekniktelkom. jika valid akan muncul tampilan pilihan olah nilai. absensi. BAB VIII DIAGRAM STATUS 8. Deskripsi : Ketika dosen melakukan login ke sistem akan divalidasi user name dan password. Jika dalam diagram kelas menunjukkan gambaran statis kelas-kelas dan relasinya.ac. Tabel 8. 59 . diagram statechart digunakan untuk memodelkan tingkah laku dinamik sistem.id yang dioperasikan oleh dosen.1 Simbol-simbol yang ada pada diagram status 8.1 Pengertian Diagram Status Diagram statechart menyediakan sebuah cara untuk memodelkan bermacam-macam keadaan yang mungkin dialami oleh sebuah objek.

3 Studi Kasus Diagram Status Studi kasus diambil dari sistem informasi manajemen perpustakaan seperti pada bab-bab sebelumnya. Diagram status Sisfo Poltek Telkom 8.Gambar di bawah ini menunjukkan perilaku hal di atas. Berikut adalah diagram status dari setiap objek pada diagram objek sistem informasi manajemen perpustakaan: 60 .

Dapat juga digunakan untuk menggambarkan aliran kejadian (flow of events) dalam use case.1 Notasi Actifity Diagram NO GAMBAR NAMA KETERANGAN Memperlihatkan bagaimana masing- 1 Actifity masing kelas antarmuka saling berinteraksi satu sama lain State dari sistem yang mencerminkan 2 Action eksekusi dari suatu aksi Initial 3 Bagaimana objek dibentuk atau diawali.6) 61 . dan sebuah keadaan selesai (end state) yang menunjukkan akhir diagram. Diagram aktivitas tidak perlu dibuat untuk setiap aliran kerja. Table 9. Node Actifity Bagaimana objek dibentuk dan 4 Final Node dihancurkan Satu aliran yang pada tahap tertentu 5 Fork Node berubah menjadi beberapa aliran (Sumber : Analisis dan Perancangan UML (Unified Modeling Language) Generated VB. BAB IX DIAGRAM AKTIVITAS 9. Aktivitas dalam digram dipresentasikan dengan bentuk bujur sangkar bersudut tidak lancip. Ada sebuah keadaan mulai (start state) yang menunjukkan dimulainya aliran kerja. tetapi diagram ini akan sangat berguna untuk aliran kerja yang komplek dan melebar.1 Pengertian Diagram Aktivitas Diagram aktivitas menggambarkan aliran fungsionalitas sistem. yang didalam nya berisi langkah-langkah apa saja yang terjadi dalam aliran kerja. titik keputusan dipresentasikan dengan diamond.

1 Pengantar Diagram aktivitas mendeskripsikan aliran kerja dari perilaku sistem.2 Membuat Diagram Aktivitas 9.2. 9.Tetapi diagram aktivitas tidak menunjukkan bagaimana objek berperilaku atau objek berkolaborari secara detil.9.  Cabang keputusan digunakanuntuk menunjukkan suatu kegiatan yang memenuhi kondisi tertentu. Diagram diawali dengan node status awal dan kemudian melakukan aksi terima order. Setelah penggabungan seluruh kegiatan paralel. keputusan dan atau memiliki kegiatan paralel.  Akhiri diagram dengan simbol status akhir 9. Setelah kirim faktur dilakukan terima pembayaran dan setelah isi order terdapat dua pilihan jenis pengiriman yaitu pengiriman semalam atau pengiriman biasa.2. Seluruh pancabangan diakhiri tanda penggabungan (mengganakan tanda decision) sebagai akhir perilaku tersebut. karena diagram aktivitas dapat mengetahui aliran sistem yang akan dirancang.2. Kemudian kegiatan isi order dan kirim faktur dapat dilakukan secara paralel. Berikut adalah langkah-langkah membuat diagram aktivitas :  Buat simbol status awal ketika mengawali diagram  Gambarkan aksi pertama dan seterusnya sesuai aliran kegiatan sistem. harus digabungkan dengan simbol join.2 Langkah-langkah Penggambaran Diagram aktivitas dibaca dari atas ke bawah.3 Contoh Diagram Aktivitas Gambar di bawah ini menunjukkan sebuah contoh sederhana dari diagram aktivitas untuk sistem Order. Diagram ini hampir sama dengan diagram status karena kegiatan-kegiatannya merupakan status suatu pekerjaan dengan menunjukkan kegiatan yang dilakukan secara berurutan. mungkin bercabang untuk menunjukkan kondisi. dan pemodelan aplikasi dengan proses paralel. 62 . Selain itu diagram aktivitas bermanfaat untuk menganalisis use case melalui penggambaran aksi-aksi yang dibutuhkan. Selanjutnya diakhiri oleh aksi tutup order. penggambaran algoritma berurutan yang kompleks. Gunakan sebuah fork ketika berbagai aktivitas terjadi secara bersamaan. Sebaiknya diagram aktivitas digunakan untuk melengkapi diagram lain seperti diagram interaksi dan diagram status.

Gambar 9.1 contoh Diagram Aktivitas 63 .

1 Pengertian Diagram Komponen Diagram komponen atau component diagram dibuat untuk menunjukkan organisasi dan ketergantungan diantara kumpulan komponen dalam sebuah sistem. Gamabar 10. obyek-obyek library. Diantara contoh komponen dasar pada sebuah Sistem yaitu :  Komponen user interface yang menangani tampilan  Komponen bussiness processing yang menangani fungsi-fungsi proses bisnis  Komponen data yang menangani manipulasi data  Komponen security yang menangani keamanan sistem Contoh lain komponen dalam perangkat lunak yaitu operating sistem. Diagram komponen juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:  source code program perangkat lunak  komponen executable yang dilepas ke user 64 . file (source code) dan dokumen. BAB X KOMPONEN DIAGRAM 10. file executable. COM+. Termsuk juga dapat dimodelkan sebagai komponen adalaH tabel.1 Ilustrasi aspek fisik sistem yang dapat dimodelkan sebagai komponen dalam UML Diagram komponen fokus pada komponen sistem yang dibutuhkan dan ada di dalam sistem. bahasa pemrograman. Pengertian komponen sendiri dalam UML adalah hal-hal fisik dari sistem yang akan dimodelkan dan ada ketika sistem dieksekusi.

Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram komponen: 65 .

1 Diagram Deployment Sistem Client / Server Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram deployment: 66 . node.  sistem client/server misalnya seperti gambar berikut: Gambar 10. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:  sistem tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device.1 Pengertian Diagram Deployment Diagram deployment atau deployment diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. dan hardware. BAB XI DIAGRAM DEPLOYMENT 11.

yaitu apakah dari sistem dalam organisasi hanya menggunakan satu aplikasi yang terintegrasi. sharing file dll. Diagram deployment juga dapat dibuat untuk mencari arsitektur yang Pertanam sistem. Ada beberapa langkah untuk menentukan diagram deployment : 1. perangkat komunikasi dan jenis protokol apa yang akan digunakan  Apakah perangkat lunak dan perangkat keras akan langsung berhubungan dengan pengguna Bagaimana sistem keamanan sistemnya 3. yaitu bagaimana antar node dan komponen akan berhubungan dan bergantung 5. 2.11. Sistem operasi. misalnya apakah akan menggunakan aplikasi server terpusat atau terdistribusi sehingga tingkat distribusi aplikasi two tier atau three tier? 4.2 Cara menentukan diagram deployment arsitektur sistem. Mendistribusikan perangkat lunak ke node 67 . diantaranya mengenai :  Apakah sistem yang ada perlu ada interaksi sehingga harus diintegrasikan dengan perangkat keras?  Bagian mana dan bagaimana jenis interaksi dan hubungan yang akan dilakukan?  Misalnya menggunakan internet. Mengidentifikasi lingkup model. menunjukkan bagaimana komponen perangkat keras dan perangkat lunak saling bekerja sama. Mengidentifikasikan node dan koneksi. Mengidentifikasikan arsitektur jaringan (distribusi). Mempertimbangkan hal-hal teknis yang dasar.

11.3 Studi Kasus Diagram Deployment Studi kasus diambil dari sistem informasi manajemen perpustakaan seperti pada bab-bab sebelumnya. Berikut adalah diagram deployment dari sistem informasi manajemen perpustakaan: Gambar 11.1 Diagram Deployment Studi Kasus Aplikasi di-deploy pada sebuah komputer server dimana di dalamnya sudah terdapat php server dan MySQL sebagai DBMS. 68 .

yaitu memasuki umur 60 tahun. 3. BAB XII CONTOH KASUS ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN METODE OBJEC ORIENTED 12. Prakarya. TIK. Setiap SMP harus mempunyai minimal 1 orang guru setiap bidang studi diantaranya Agama. 69 . Seni Budaya. bagi sekolah yang membutuhkan guru justru tidak diberi. 2. Namun. permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk pemantauan tenaga pengajar yang menyebabkan penyebaran tenaga pengajar tidak tepat sasaran adalah sebagai berikut: 5. Kurangnya pengawasan dan pemantauan sehingga masih banyak sekolah yang faktanya gurunya masih cukup tetapi tetap diberikan guru. Setiap kelas harus memiliki 1 orang guru kelas. 6. Jumlah tenaga pengajar yang memasuki masa pensiun memerlukan penggantinya. Standar yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk menentukan kebutuhan guru di setiap sekolah mengacu pada standar kebijakan nasional yaitu: 1. Bahasa Inggris. Penjas. Setiap SMP harus memiliki 1 orang kepala sekolah. Matematika. ( masing masing bidang studi gurunya 1) Setiap mata pelajaran harus memiliki 1 orang guru setiap kelasnya.1 CONTOH KASUS (Membangun sistem informasi geografis penyebaran tenaga pengajar di kota pekanbaru) Pendidikan merupakan salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan khususnya tentang penyebaran tenaga pengajar di Kota Pekanbaru. IPS. KTK. Dengan Formula Perhitungan: KG = K + 1 KS + GB dengan : KG = Kebutuhan Guru K = Jumlah Kelas GB= Jumlah Bidang Studi. Untuk guru yang memasuki masa pensiun. Bahasa Indonesia. Selama ini penempatan guru baru yang direkrut melalui seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tidak tepat sasaran juga menambah persoalan. Dari analisa yang dilakukan. PKN. IPA.

70 . Proses editing lainnya adalah pemberian label atau identitas objek. Misalnya. akan dilakukan dengan menggabungkan data atribut dan data spasial yang terdapat di basis data dan hasil penggabungan tersebut akan disimpan dalam bentuk layer-layer. Proses editing dilakukan terhadap data spasial dan data atribut. Masing- masing objek harus mewakili satu label yang mewakili objek nyata dilapangan.. Setiap layer terdiri dari aspek yang berbeda. Pembuatan tersebuat dengan cara mengambil koordinat-koordinat per kecamatan di kota pekanbaru. Dibeberapa sekolah ada yang kekurangan guru bidang studi 12. misalnya label sekolah. 8. Aplikasi ini menampilkan peta penyebaran tenaga pengajar pada tahun-tahun tertentu dan juga menampilkan objek simbol grafis yang berbeda. proses pemetaan penyebaran tenaga pengajar. Data hasil proses masukan selanjutnya diedit.2 Analisa Sistem yang Baru Permasalahan yang akan diselesaikan adalah bagaimana membangun sistem informasi geografis untuk pemantauan penyebaran tenaga pengajar. kepala sekolah diminta untuk mengajar kembali untuk menghemat kekurangan tenaga pengajar. sekolah yang kekurangan guru ditandai dengan warna merah dan sekolah yang tidak kekurangan guru akan ditandai dengan warna hijau. Editing terhadap data sering diperlukan untuk menyempurnakan hasil dan visualisasi. Penyebaran tenaga pengajar kemudian ditampilkan dalam bentuk peta lokasi sekolah dan tabel yang berisi tentang informasi-informasi sekolah tersebut. Dibuatnya sistem informasi berbasis SIG supaya masalah penyebaran tenaga pengajar dapat teratasi dengan baik dan menjadi lebih praktis. 7. Proses pembuatan peta menggunakan aplikasi argis. Data koordinat yang diambil menggunakan GPS dan semua data yang dibutuhkan sistem kemudian diinputkan di database dan data yang ada di database akan dikonversikan (plot) ke peta sehingga diperoleh informasi yang bermanfaat bagi dinas pendidikan. Dari data-data masukan yang sudah diedit. Dibeberapa sekolah untuk mengatasi kekurangan guru.

Data Kelurahan berupa keterangan masing-masing kelurahan yang terdiri dari: c. No. Nama Kelurahan d. Data Kecamatan Data Kecamatan berupa keterangan masing-masing kecamatan. Data Kelurahan. Sedangkan Data non-spasial atau data atribut yang diperlukan sistem adalah data kecamatan. Data spasial yang diperlukan sistem adalah peta Kota Pekanbaru. data sekolah. Data sekolah terdiri dari: 71 . Gambar 12. data guru. Data sekolah dibutuhkan didalam peta untuk mengetahui dimana lokasi sekolah tersebut berada. Alamat Kantor f. data kelurahan. termasuk peta lokasi sekolah. 1. Peta lokasi sekolah yang digunakan dalam sistem. terdiri dari: d. Nama Kecamatan e.1 Hubungan antara data dan perangkat lunak 12. Alamat Kantor Kelurahan 3. Telp 2.3 Kebutuhan Data Data yang akan digunakan terdiri atas data spasial dan data non-spasial. Data Sekolah.

No SK. Tanggal Lahir g.3. Alamat. b. Data Guru.1 Analisa Kebutuhan Sistem Untuk mempermudah menganalisis sebuah sistem dibutuhkan dua jenis kebutuhan. h. Data-data dari guru terdiri dari a. kebutuhan fungsional dan kebutuhan nonfungsional.3. Latitude g. Tempat Lahir f. Gambar Sekolah f. Pangkat Golongan. Tahun Masuk Tugas e. Jumlah Ruang e. a. yaitu sebagai berikut: 72 . Alamat Sekolah. Nama. l. i. NIP. d. Nama Sekolah 12. Keterangan. Data guru dibutuhkan didalam sistem untuk mengetahui data-data tentang guru dan jumlah guru disuatu sekolah. Longitude h. 12. j. c. k. Jenis Kelamin. Status . Sedangkan kebutuhan nonfungsional adalah kebutuhan yang dimiliki oleh sistem. Kebutuhan fungsional adalah kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang nantinya dilakukan oleh sistem.2 Fungsional Aplikasi SIG untuk Pemantauan Penyebaran Tenaga Pengajar di Kota Pekanbaru ini mempunyai beberapa fungsi. d. Jabatan. c. Nama Sekolah b. Agama.

Menampilkan data spasial berupa peta kecamatan Kota Pekanbaru dan data atribut berupa data sekolah. Aktor-aktor yang terlibat didalam sistem informasi geografis penyebaran guru terlihat pada tabel dibawah ini: Jenis Aktor Aktor Deskripsi 1. 2. Menampilkan peta lokasi sekolah berdasarkan hasil analisa dengan cara tampilan simbol grafis yang berbeda. 3. yaitu: a. tidak memiliki guru masing masing bidang studi minimal 1 orang dan kekurangan guru kelas. Menggunakan SO Windows b. Spesifikasi komputer Minimal pentium IV c. Kebutuhan Hardisk Minimal 2 GB 2. Informasi 73 . data guru sehingga dapat ditambah. input. Admin Bagian yang bertugas sebagai pengelola user. Mengelola data kecamatan. b. delete. Kebutuhan RAM 512 d. Operasional a. 2.1. data sekolah. diubah dan dihapus. Pengguna Biasa Bagian yang menerima informasi informasi penyebaran Non-Fungsional 1. Keamanan Sistem aplikasi dilengkapi dengan password untuk bagian admin 3. Warna hijau menandakan sekolah yang tidak kekurangan guru Berdasarkan analisa diatas maka dapat dilakukan rancangan sistem informasi georafis penyebaran guru menggunakan pendekatan berorientasi objek yaitu dengan UML (Unifield Modeling Language). data guru. data kelurahan. Warna merah menandakan sekolah yang kekurangan guru Peta menampilkan sekolah yang kekurangan guru apabila sekolah tersebut tidak mempunyai 1 orang kepala sekolah.

serta membuat perancangan yang jelas dan lengkap untuk digunakan dalam implementasi. jumlah kelas. Login. Use Case Diagram Usecase Diagram digunakan untuk menjelaskan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan oleh user/pengguna sistem yang sedang berjalan.1 Use Case Diagram penyebaran guru Deskripsi Use Case Berikut ini merupakan pendeskripsian dari use case pada system informasi penyebaran guru akan terlihat pada tabel berikut : Tabel Daftar Use Case No. Use Case Deskripsi 1. Use case ini menggambarkan user melakukan login ke sistem. 74 . Menampilkan data Pendidikan berupa peta dan tabel untuk memberikan informasi tentang data sekolah seperti lokasi sekolah. Desain Secara Global Tahap ini akan digambarkan perancangan alur sebuah sistem. kekurangan guru. Berikut merupakan penggambaran sistem dalam bentuk use case terlihat pada gambar berikut ini: Gambar 12. data guru. 12.4 Desain Sistem Tahap perancangan sistem merupkan tahap pengidentifikasian kebutuhan fungsional untuk persiapan dalam merancang dan mengimplementasikan sistem untu memenuhi kebutuhan pengguna sistem. dan disini penulis melakukan perancangan sistem menggunakan UML (Unified Modeling Languange).

Kelola data kelurahan Use case ini menggambarkan admin melakukan input data kelurahan.memasukkan user name dan password 5. 5. 75 . 7. 4. Kelola data kecamatan Use case ini menggambarkan admin melakukan input data kecamatan. Kondisi Akhir : Menampilkan menu utama. edit dan hapus. Use case ini dimulai ketika Admin. Informasi penyebaran Use case ini menggambarkan admin menampilkan guru informasi penyebaran guru dalam bentuk laporan. 6. Sistem menampilkan form menu utama. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 4. Sistem melakukan verifikasi login 6.2. Kelola pengguna Use case ini menggambarkan admin menginputkan data pengguna dan juga menghapus pengguna 3. Kelola data sekolah Use case ini menggambarkan admin melakukan input data sekolah. Kelola data guru Use case ini menggambarkan admin melakukan input data guru. edit dan hapus. Skenario Use Case login Use case login akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel Skenario Use Case login Use Case : Login Deskripsi : Use case ini menangani verifikasi dan hak akses memasukkan dan pengolahan data Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form login. edit dan hapus. Pencarian informasi Use case ini menggambarkan pengguna melakukan pencarian data penyebaran guru. edit dan hapus. melakukan login. 8.

Sistem menampilkan pesan login tidak valid. Sistem menampilkan pesan input data kecamatan sukses dilakukan. 76 . Skenario Use Case Kelola Data Kecamatan Use case kelola kecamatan akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel Skenario Use Case Kelola Data Kecamatan Use Case : Data Kecamtan Deskripsi : Use case ini untuk menangani Data Kecamtan yang di-input. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. 11. Sistem memeriksa form. Use case ini dimulai ketika Admin. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. Data Kecamatan masuk di database. 12. Sistem melakukan verifikasi login 6. Skenario Gagal Login Aksi Aktor Reaksi Sistem 4. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. 5. 9. Sistem menampilkan form input Data Kecamtan. 10. melakukan login. Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data kecamatan Kondisi Akhir : Data Kecamatan yang telah di-input pada database disimpan. 8.memasukkan user name dan password.

Skenario Use Case Kelola Data Kelurahan Use case kelola data kelurahan akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel Skenario Use Case Kelola Kelurahan Use Case : Kelola data kelurahan Deskripsi : Use case ini untuk menangani data desa yang di- input. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Menampilkan pesan form belum terisi secara lengkap. Sistem memeriksa form. Data desa masuk di database. 8. Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. Sistem menampilkan form input data kecamatan 9. 8. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. 77 . 10. 10. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. 12. Data kecamatan masuk di database. Skenario Gagal Input Data Kecamatan Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. Sistem menampilkan form input data desa 9. Kondisi Akhir : Data kelurahan yang telah di-input pada database disimpan. 11.

Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. Skenario Gagal Input Data kelurahan Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. 10. Sistem menampilkan form input data desa. Kondisi Akhir : Data sekolah yang telah di-input pada database disimpan. 9. Sistem menampilkan form input data sekolah 9. 8. Skenario Use Case Kelola Data sekolah Use case kelola data sekolah akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel Skenario Use Case Kelola Data sekolah Use Case : Kelola data sekolah Deskripsi : Use case ini untuk menangani data sekolah yang di- input. 8. Menampilkan pesan form belum terisi secara lengkap. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. 12. Admin melakukan input data sesuai 78 . 11. Sistem menampilkan pesan input data desa sukses dilakukan. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Sistem memeriksa form. Data kelurahan masuk di database. 12. Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data. Sistem memeriksa form. 11.

12. 10. Skenario Use Case Kelola Data guru Use case kelola data guru akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel Skenario Use Case Kelola Data Guru Use Case : Kelola data Guru Deskripsi : Use case ini untuk menangani data guru yang di- input. Data sekolah masuk di database. Skenario Gagal Input Data sekolah Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Kondisi Akhir : Data Guru yang telah di-input pada database disimpan. Menampilkan pesan form belum terisi secara lengkap. Sistem menampilkan form input 79 . 11. 12. 8. kolom yang ada. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. Sistem menampilkan form input data sekolah. 8. 11. Sistem memeriksa form. 9. Sistem menampilkan pesan input data sekolah sukses dilakukan. Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan form input data. Data sekolah masuk di database. 10. Sistem memeriksa form. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada.

Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. Skenario Use Case Informasi Penyebaran Data Guru Use case kelola data Informasi Penyebaran Data Guru akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel Skenario Use Case Informasi Penyebaran Data Guru Use Case : Informasi Penyebaran Data Guru Deskripsi : Use case ini untuk menangani dan mengecek laporan Informasi Penyebaran Data Guru yang telah di-input oleh Admin. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. Menampilkan pesan form belum terisi secara lengkap. 8. data guru 9. Skenario Gagal Input Data Guru Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. 11. 10. Data guru masuk di database. 12. Sistem menampilkan pesan input data guru sukses dilakukan. 12. Aktor : Admin Kondisi Awal : Sistem menampilkan data Penyebaran Guru. Data guru masuk di database. 9. Sistem memeriksa form. Admin melakukan input data sesuai kolom yang ada. Skenario Normal 80 . 11. Kondisi Akhir : Informasi Penyebaran Data Guru telah lengkap. Sistem memeriksa form. 10. Sistem menampilkan form input data guru.

Sistem menampilkan data informasi data penyebaran guru. Aksi Aktor Reaksi Sistem 4. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. 11. Sistem menampilkan informasi penyebaran guru. 8. Sistem memeriksa form. Skenario Gagal pencarian data guru Aksi Aktor Reaksi Sistem 81 . 6. Admin melakukan pengecekan data sesuai kolom yang ada. 12. Kondisi Akhir : Data penyebaran guru yang telah dicari pada database akan menampilkan informasi Skenario Normal Aksi Aktor Reaksi Sistem 7. Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama. 5. 9. Data pencarian guru masuk di database. Pengguna melakukan input data pencarian sesuai kolom yang ada. 10. Sistem menampilkan form pencarian data penyebaran guru. Skenario Use Case Pencarian Informasi Use case kelola Pencarian Informasi akan terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel Skenario Use Case Kelola Pencarian Informasi Use Case : Pencarian Informasi Deskripsi : Use case ini untuk menangani data pencarian guru Aktor : Pengguna Biasa Kondisi Awal : Sistem menampilkan form pencarian data.

Berikut akan dijelaskan mengenai sequence diagram SIG penyebaran guru. 15 Data pencarian masuk di database. 13 Sistem menampilkan form input data pencarian penyebaran guru. 16 Sistem memeriksa form. 17 Menampilkan pesan pencarian belum lengkap. 12 Use case ini dimulai ketika actor membuka menu utama.3 Class Diagram penyebaran guru 12.5 Class Diagram Class diagram SIG penyebaran guru akan dijelaskan dalam diagram class sebagai berikut : Gambar 3. 14 Pengguna melakukan input data pencarian sesuai kolom yang ada. 82 .6 Sequence Diagram Interaksi objek yang disusun dalam suatu urutan waktu / kejadian dalam suatu proses yang dapat digambarkan dengan sequence diagram. 12.

Sequence Diagram Login admin Gambar 12. 2.3 Sequence Diagram Kelola Kecamatan Ini merupakan penjelasan dari sequence diagram kelola kecamatan sebagai berikut: 1. Admin pilih menu kecamatan pada halaman utama 2. 2. Admin melakukan input username pada halam login. jika benar maka halaman utama tampil dan login berhasil. Sequence Diagram Kelola Data Kecamatan Gambar 12.2 Sequence Diagram Login Ini merupakan penjelasan dari sequence diagram login admin sebagai berikut : 1. Admin melakukan input password pada halaman login 3. Setelah itu admin berada pada halaman kecamatan dan input data kecamatan pada halaman data kecamatan 83 .1. Jika user name dan password yang di inputkan salah maka admin akan kembali mengimputkan data yang benar.

Sequence Diagram Kelola Sekolah Gambar 12. 3.5 Sequence Diagram Kelola Sekolah 84 . Setelah itu admin berada pada halaman kelurahan dan input data kelurahan pada halaman data kelurahan.edit dan hapus. Admin pilih menu kelurahan pada halaman utama 2.edit dan hapus. Kemudian data berhasil di simpan.3.4 Sequence Diagram Kelola Data Kelurahan Ini merupakan penjelasan dari sequence diagram kelola data kelurahan sebagai berikut : 1. Kemudian data berhasil di simpan. 4. Sequence Diagram kelola Data Kelurahan Gambar 12. 3.

edit dan hapus. Sequence Diagram Informasi penyebaran Guru 85 .6 Sequence Diagram Kelola Data Guru Ini merupakan penjelasan dari sequence diagram kelola data sekolah sebagai berikut : 1. Admin pilih menu sekolah pada halaman utama 2. Kemudian data berhasil di simpan.Ini merupakan penjelasan dari sequence diagram kelola sekolah sebagai berikut : 1. 5. Setelah itu admin berada pada halaman sekolah dan input data sekolah pada halaman data sekolah 3. Admin pilih menu sekolah pada halaman utama 2. Sequence Diagram Kelola Data Guru Gambar 12. Kemudian data berhasil di simpan. 4. Setelah itu admin berada pada halaman sekolah dan input data sekolah pada halaman data sekolah 3.edit dan hapus.

7 Sequence Diagram Lihat Informasi Penyebaran Guru Ini merupakan penjelasan dari sequence diagram lihat informasi penyebaran guru berikut : 1. Admin pilih menu pencarian pada menu utama 86 . Sequence Diagram Pencarian Informasi Gambar 12.Gambar 12.8 Sequence Diagram Pencarian Informasi Ini merupakan penjelasan dari sequence diagram pencarian informasi berikut : 1. Admin berada pada halam laporan 3. Admin pilih menu laporan pada menu utama 2. 6. Sistem menampilkan view informasi penyebaran guru.

7 Activity Diagram 1. User mengimputkan user name dan password pada form login 3. Jika user name dan password yang di inputkan benar maka user mendapatkan hak akses user pada system. System melakukan validasi user name dan password 4. Activity Diagram Kelola Data Kecamatan Gambar 12. jika tidak system akan kembali menampilkan form login 2. Admin melakukan pencarian pada halam pencarian 3. Sistem menampilkan view informasi penyebaran guru.8 Activity Diagram Login User Berikut ini adalah penjelasan dari activity diagram diatas : 1. Activity Diagram Login User Gambar 12. 12. User berada pada halaman utama admin 87 . System menampilkan form login 2.9 Activity Diagram Kelola Data Kecamatan Berikut ini merupakan penjelasan dari activity diagram diatas : 1. 2.

Sistem menampilkan form input data kelurahan 4. Sistem menampilkan form input data kecamatan 4. jika tidak user harus mengimputkan data yang belum terisi. User isi data kelurahan 5. Jika isi data kecamatan yang di inputkan benar maka system akan menyimpan data. Sistem melakukan cek kelengkapan data 6. jika tidak user harus mengimputkan data yang belum terisi. User pilih kecamatan 3. User berada pada halaman utama admin 2. 88 . 2. Jika isi data kelurahan yang di inputkan benar maka system akan menyimpan data. Sistem melakukan cek kelengkapan data 6. User isi data kecamatan 5.10 Activity Diagram Kelola Data Kelurahan Berikut ini merupakan penjelasan dari activity diagram diatas : 1. Activity Diagram Kelola Data Kelurahan Gambar 12. 3. User pilih kelurahan 3.

User pilih sekolah 3.12 Activity Diagram Kelola Data Guru Berikut ini merupakan penjelasan dari activity diagram diatas : 89 .11 Activity Diagram Kelola Data Sekolah Berikut ini merupakan penjelasan dari activity diagram diatas : 1. 5.4. Activity Diagram Kelola Data Sekolah Gambar 12. Jika isi data sekolah yang di inputkan benar maka system akan menyimpan data. jika tidak user harus mengimputkan data yang belum terisi. Activity Diagram Kelola Data Guru Gamabr 12. User berada pada halaman utama admin 2. Sistem melakukan cek kelengkapan data 6. User isi data sekolah 5. Sistem menampilkan form input data sekolah 4.

Sistem menampilkan view informasi guru atau peta penyebaran guru 90 . Jika isi data guru yang di inputkan benar maka system akan menyimpan data. User isi data guru 5. Activity Diagram Informasi Penyebaran guru Gambar 12. User berada pada halaman utama admin 2. jika tidak user harus mengimputkan data yang belum terisi. User pilih guru 3. 1. User berada pada halaman utama laporan 2. Sistem menampilkan peta penyebaran guru 4. User pilih informasi guru 3. 6.13 Activity Diagram Informasi Penyebaran Guru Berikut ini merupakan penjelasan dari activity diagram diatas : 1. Sistem melakukan cek kelengkapan data 6. Sistem menampilkan form input data guru 4.

User pilih berdasarkan sekolah 5. Sistem menampilkan view laporan 91 . User pilih berdasarkan kecamatan 6. User pilih pencarian 3. Activity Diagram Pencarian Gambar 12.7. User berada pada halaman utama pengguna biasa 2.14 Activity Diagram Kelola Pencarian Berikut ini merupakan penjelasan dari activity diagram diatas : 1. User pilih berdasarkan guru atau siswa 4. User pilih berdasarkan kelurahan 7.

Grady Booch. System Analysis: A Beginners Guide. Addison-Wesley. 2002. Bowman. Project Management. Springer. 92 . Joan dan Ira Bitz. Ray Farmer. Addison Wesley. Grady. McGraw Hill. Object-oriented analysis and design with applications 2nd edition. 1999. Langer. Simon Bennet. James Rumbaugh and Ivar Jacobson. 1st Edition. Rumbaugh. Knudson. 1998. Kevin. Addison and Wesley. Palgrave Macmillan. 2008. The UML Users Guide. 1998. Amacom.DAFTAR PUSTAKA Booch. Analysis and Design of Information Systems 3rd edition. Steve McRobb. James dkk. 1991. Object Oriented Systems Analysis and Design Using UML 2nd. 2004. Arthur M. The Unified Modeling Language Reference Manual.

...........................................................................1 Pemrograman Prosedural ........................................................ 8 PERENCANAAN SISTEM.............................................................13 3......................................................................................................2 Perlunya Analisis Sistem ...........................13 3...................................................................22 BAB IV ............1 Defenisi Sistem Informasi..........................19 3.................2 Teknologi Informasi...........................................................................................3............................................................................ 8 2.................................................................................................................................................................................................................................................................................................... 4 1....................................................................................................................................1 Definisi Analisis Sistem.................2 Abstraksi ..................................................................................................................24 DESAIN SISTEM......................................................................................................................................................26 4.3 Pewarisan .....................................................................................................................6 Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Sistem.......................................................1 Definisi Perencanaan Sistem.....................................30 4........................5 Blok Pembangun Sistem Informasi........................30 4................................3 Pemodelan Proyek ............2Pemrograman Berorientasi Obyek ..................................24 4.....32 93 ................................................2................ 2 1......................................................................................................................4 Polimorfisme............................................1 Alasan Pengembangan Sistem Informasi....25 4............ 1 1............................1 Definisi Desain Sistem.........................................................................................................................................................3..............................................................................................................................................................4 Teknik Pengumpulan Data................................................3.13 3............................................................................3.......................................................................................................2 Konsep Dasar Pendekatan Berorientasi Objek ............................ 1 PENDAHULUAN .....3 Fitur Pemrograman Berorientasi Obyek .......2 Proses Perencanaan Sistem .............13 ANALISIS SISTEM ..... 5 BAB II.......................................................................................1 Enkapsulasi ...........24 4................................24 4..........................................................................................................................................................................................2................................................2 Siklus Hidup Pengembangan System Development Life cycl (SDLC)..........2..........................3. 3 1........................30 4................................................................. 1 1.........3 Tahapan Analisis Sistem...........................10 BAB III ............................29 4........17 3.......................................................................................................3 Pengembangan Sistem Informasi................. 9 2.................. DAFTAR ISI BAB 1 ...........3...................................................................................28 4......................................14 3................................. 8 2................................3 Kelas dan Obyek ......................................................................................................................

.........................................1.............................................................57 7...................................................................................................1 Menunjukkan hasil pemrosesan ..............................2 Contoh Diagram Status .1 Pengertian Diagram Status........................................................3 Relasi antar Kelas ....3............................................53 6.....................................................................................34 5...........59 8....................4 Multiplisitas / Multiplicity...................................................................................................................................................50 6.......................................................34 Pengenalan UML dan Analisi Use Case......................................53 6.....................................3............................................................................................................................................................................................1 Pengertian Diagram Kelas .....................50 6..........................................................................3 Analisa Kebutuhan Sistem .....................1..................................1 Analisa Sistem yang Baru ....................2 Studi Kasus Diagram Kolaborasi................................................................................................................................................................58 7........................................................................................................................................50 6......4 Dependency.........................................................................................................................................3 Studi Kasus Diagram Status............................................................................2 Pendefinisian Kelas pada Diagram Kelas ....................................................................................................................................................................................................................................................................1.3........2 Agregasi .............36 5.........3 Studi Kasus ........................49 6....................................2.........................................................................59 DIAGRAM STATUS .......................................................................................................................................................................................................................................2 Pengertian Diagram Kolaborasi ...................3 Generalisasi....................................................................................................34 5.......3......56 7...........................35 5.............................................................................................................BAB V ................................................59 8......................................................................3................49 6.........61 94 ................................................................3.................................................2 use case Diagram .....................................4 Studi Kasus Diagram Kelas ....................3................................................................................................2 Kebutuhan Data.............................58 BAB VIII ..................................................................................52 6......53 6....................................34 5..............................................................................................................................2 Atribut ......54 6.....................................59 8........................1 Langkah-langkah pembuatan UML .......................2...............56 7.......54 6............................................................................................38 BAB VI .....................................3 Operasi ..........................37 5............56 DIAGRAM SEKUEN DAN COLABORASI.......................................................................................................1 Pengertian Diagram Sekuen.1.....................................1 Abstraksi Kelas ..................................................49 DIAGRAM KELAS DAN DIAGRAM OBJECT ..........................................................................................................................................60 BAB IX .1 Asosiasi ........49 6..................55 BAB VII.................................

..................................................................70 12.........3 Kebutuhan Data .............82 12..................................................2...................................................74 12..............................................................................................................................................64 KOMPONEN DIAGRAM...2 Langkah-langkah Penggambaran ...1 CONTOH KASUS (Membangun sistem informasi geografis penyebaran tenaga pengajar di kota pekanbaru).............................................................................................................................3.....................................................................................................................................................................................71 12..............................61 9...........................................................................................................................................................................................................................................................................................7 Activity Diagram ................................................................................................................69 12......................................69 12.....................................................2 Analisa Sistem yang Baru.................62 BAB X ...............1 Pengertian Diagram Deployment.................................82 12..........................................................2 Cara menentukan diagram deployment arsitektur sistem .....................................................DIAGRAM AKTIVITAS .....1 Analisa Kebutuhan Sistem................................................................87 95 ...............................................................................................5 Class Diagram..............................................2 Fungsional.................................3 Contoh Diagram Aktivitas ...........62 9......72 12...............................................................................66 DIAGRAM DEPLOYMENT............................62 9.................................3......................................................................................72 12....64 BAB XI ..........................67 11........................................2.....................................................................1 Pengertian Diagram Aktivitas...............3 Studi Kasus Diagram Deployment.................................................................................................66 11..........................................................................................68 BAB XII..........1 Pengantar.....................................................69 CONTOH KASUS ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DENGAN METODE OBJEC ORIENTED...........................................................64 10...................................................6 Sequence Diagram ........................................................................................................................................................................................................................1 Pengertian Diagram Komponen..............61 9.....................2....4 Desain Sistem.................................................................................................66 11.......................................................................................