SURAT KEPUTUSAN

No. 41/17/VII/SK_DIR_Keb/2013

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN AKUNTANSI

DIREKTUR RS BAPTIS BATU

MENIMBANG : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah
Sakit Baptis Batu, maka diperlukan penyelenggaraan bagian
Akuntansi;
b. Bahwa agar bagian Akuntansi di Rumah Sakit Baptis Batu
dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Sakit Baptis Batu sebagai landasan bagi
penyelenggaraan bagian Akuntansi di Rumah Sakit Baptis
Batu;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur
Rumah Sakit Baptis Batu.

MENGINGAT : a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit
b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76 /PMK.05/2008 tentang
Laporan Keuangan Badan Layanan Umum ( BLU )
c. Pedoman Standar Akuntansi Keuangan Nomor 46 tentang
Organisasi Nir Laba
d. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis Indonesia
Nomor 014/SK/YBI/VIII/2009 tentang Penunjukan Direktur
Rumah Sakit Baptis Batu
e. Keputusan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 156
/Menkes/SK/I2003 Tentang Pedoman Akuntansi Rumah Sakit.
f. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis Indonesia
Nomor 047/YBI/VII/2011 tentang Struktur Organisasi Rumah
Sakit Baptis Batu

MEMPERHATIKAN : Perlunya usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RS
Baptis Batu.

.dr. Baptis Batu Arhwinda Pusparahaju A. MEMUTUSKAN MENETAPKAN : PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT BAPTIS BATU TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN BAGIAN AKUNTANSI RUMAH SAKIT BAPTIS BATU KEDUA : Kebijakan bagian Akuntansi Rumah Sakit Baptis Batu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. KETIGA : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan bagian Akuntansi Rumah Sakit Baptis Batu dilaksanakan oleh Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RS Baptis Batu .SpKFR. dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya Ditetapkan di : Batu Pada tanggal : 17 Juli 2013 Direktur RS. KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya.MARS .

Persediaan 7. Kas dan Setara kas 3. Investasi Jangka Pendek 4. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah rupiah. Uang Muka 6. pengukuran dan pelaporan atas aset. Koreksi tahun lalu 1. Setiap kegiatan keuangan di RS. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas meliputi kas.Lampiran Surat Keputusan Direktur RS Baptis Batu Nomor :41/17/VII/SK_DIR_Keb/2013 Tertanggal 17 Juli 2013 KEBIJAKAN BAGIAN AKUNTANSI RUMAH SAKIT BAPTIS BATU 1. Dasar Pengukuran dan Penyusunanan Laporan Keuangan Laporan Keuangan RS Baptis disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dii Indonesia. bank dan investasi yang yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Aktiva Tetap 8. Laporan Keuangan disusun berdasarkan konsep harga perolehan dengan dasar akrual. Kebijakan Akuntansi yang dianut dalam Pelaksanaan Pencatatan Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan RS Baptis pada prinsipnya berpedoman pada Standard Akuntansi Keuangan Indonesia. Laporan arus kas disusun dengan mengelompokkan arus kas dalam dalam aktivitas operasi. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing 15. Sumbangan 12. Bunga Pinjaman masa Pembangunan 17. Pengeluaran Barang Modal dan Beban 16. Baptis Batu harus dilakukan pengecekan 2. yang disesuaikan dengan kondisi khusus yang ada di RS Baptis. Pengakuan Beban 14. Kebijakan akuntansi adalah dasar pengakuan. 2. Dibawah ini diuraikan butir – butir dari kebijakan akuntansi yang dianut dengan urutan sebagai berikut : 1. Aktiva Lain-Lain 10. kecuali Laporan Arus Kas. pendapatan dan beban serta laporan keuangan. Pengakuan Pendapatan 11. yaitu Standar Akuntansi Keuangan. Setiap pelayanan wajib mempunyai kode akun. aktiva bersih. Utang Pembelian 18. Aktiva Tetap Tidak Berujud 9. . 3. Piutang 5. Dasar Pengukuran dan Penyusunanan Laporan Keuangan 2. kewajiban. investasi dan pendanaan. Potongan Pendapatan 13.

Investasi Jangka Pendek Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari 3 (tiga) bulan pada saat penempatan namun dijaminkan atau yang telah ditentukan penggunaannya dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga) bulan pada saat penempatannya disajikan sebagai Investasi Jangka Pendek. alamat. Persediaan Bahan Pencuci 4. Persediaan Bahan Bakar 5.3. yaitu sebesar nilai terjadinya piutang setelah dikurangi potongan pelayanan atau kerugian. Persediaan Rumah Tangga dan Bengkel 2. Persediaan Barang Farmasi dan Medik Rawat Inap c. b. Piutang Piutang disajikan sebesar nilai bersih piutang. Persediaan Barang Umum 1. Piutang yang telah dihapus. alasan penghapusan piutang masing-masing pihak. Sedangkan pembebanannya ke akun Beban menggunakan metode Rata-rata Bergerak (Moving Average). Persediaan Bahan Makan Persediaan Barang farmasi yang ditarik oleh Departemen Kesehatan dan Obat-obat yang habis masa pakainya (kadaluwarsa) dikeluarkan dari Persediaan Barang Farmasi dan dibukukan sebagai Kerugian tahun berjalan. tanggal/bulan terjadinya piutang. mesin. Uang Muka a. kendaraan dan lain-lain dicatat secara terpisah dari aktiva tetap. nama pasien/pihak yang memiliki hutang. Persediaan Persediaan dicatat berdasarkan Harga Perolehannya (harga netto yaitu harga brutto setelah dikurangi diskon). Piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dapat diajukan penghapusan kepada Pengurus Yayasan yang disertai dengan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa telah dilakukan upaya penagihan dengan melampirkan rincian piutang yang akan dihapuskan terdiri dari : nomor. Persediaan Barang Farmasi Rawat Jalan b. Deposito disajikan sebesar nilai nominal. Metode pencatatan terhadap persediaan dengan Perpetual Inventory Method. 6. jika dikemudian hari ternyata ada pembayaran atau pelunasan dicatat dalam akun pendapatan lain-lain. total ajuan penghapusan piutang. Uang muka pembelian aktiva tetap seperti alat medis. 4. Persediaan Barang Perawatan d. Dalam akun Piutang tidak diadakan cadangan penyisihan piutang yang tak tertagih. Persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) & Barang Cetakan 3. Persediaan digolongkan sebagai berikut : a. 5. nominal saldo piutang yang diajukan untuk dihapus. . Bon sementara untuk pembelian barang selain aktiva tetap dicatat sebagai uang muka biaya.

Aktiva Tetap. Pendapatan harus dicatat dengan nilai bruto (PSAK 23 Ayat 37). 9.7. c. Pendapatan yang didalamnya terdapat hak pihak lain (dokter / tenaga medis lain dll) akan dicatat menggunakan metode nilai netto dengan menampilkan utang yang terkait. 10. Bangunan & Emplasmen f. pendidikan dokter spesilais dll. Aktiva lain-lain digunakan untuk mencatat aktiva RS Baptis yang tidak digunakan untuk operasional RS. Golongan Aktiva Tetap Aktiva Tetap dibukukan senilai Harga perolehan dari Aktiva yang dibeli ditambah Beban-Beban lain yang dikeluarkan sampai aktiva tersebut dapat dioperasikan. Aktiva Tetap Tidak Berujud. c. Pendapatan diakui saat timbulnya hak. . a. b. digolongkan sebagai berikut : a. Kendaraan e. Mesin & Instalasi c. 8. a. Pengeluaran-pengeluaran Beban yang relatif besar dan yang diperkirakan / ditaksir dapat memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dapat dibukukan dalam akun Aktiva Tetap Tidak Berujud dan akan diamortisasi dengan prosentase tertentu sesuai taksiran lamanya dapat memberi manfaat. mengacu pada ketentuan pengelompokan aktiva yang berlaku di bidang perpajakan di Indonesia. Yang termasuk dalam kategori aktiva lain-lain adalah Aktiva tetap yang rusak dan uang jaminan listrik di PLN yang nantinya akan kembali ke RS. Mebelair dan Alat Kerja b. debit rekening bank ataupun masih berupa piutang termasuk penggunaan kartu kredit bank. Penyusutan Aktiva Tetap Beban penyusutan Aktiva Tetap diperhitungkan kedalam periode pelaporan Keuangan dengan metode prosentase tetap tahunan (Straight Line Methode). baik hak yang telah diterima berupa uang tunai. – kelompok Aktiva Lain-lain dan akan dipindahkan kedalam aktiva Tetap setelah Bangunan tersebut dioperasionalkan. cek. Dalam penyusunan daftar pengelompokan aktiva kedalam setiap kelompok yang sesuai. Pengakuan Pendapatan. Aktiva Lain-Lain. Alat Medik & Perawatan d. Tanah b. Bangunan Dalam Pelaksanaan Bangunan yang sedang dalam penyelesaian dibuku kedalam Rekening Bangunan Dalam Pelaksanaan. misalnya beban perpanjangan HGB. kemudian dicatat dalam kartu / media yang disediakan – termasuk media elektronik.

13.11. Sumbangan dikelompokkan dalam sumbangan tidak terikat. 15. Pada tanggal neraca. terikat permanen atau terikat temporer tergantung pada ada tidaknya pembatasan. atau pada saat sudah diketahuinya jumlah potongan sesuai persyaratan yang ada atau . aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi diakui laba atau dibebankan pada usaha periode berjalan. Pengakuan Beban Beban dicatat / diakui dan dilaporkan pada saat terjadinya transaksi.000. Barang-barang tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan usaha yang normal dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dengan nilai Rp 2. apabila tidak ada maka dibuat perkiraan harga pasar sesuai kondisi barang yang disumbangkan kemudian dituangkan dalam memorial yang ditandatangani oleh Direktur.000.000. Potongan Pendapatan Dicatat pada saat timbulnya potongan. Selanjutnya pembelian-pembelian dikemudian hari untuk menggantikan satuan-satuan yang rusak.00 (dua juta rupiah) akan tetapi barang-barang tersebut lazimnya dibutuhkan dalam jumlah lebih dari 1 (satu) buah sehingga melampaui nilai Rp 2. sebagai dasar pencatatan di Akuntansi. Maka sumbangan diakui pada saat diterimanya kas/aktiva yang disumbangkan 12. Namun demikian jika terdapat pembelian barang- barang tertentu yang harga satuannya dibawah Rp 2. Pengeluaran Barang Modal dan Beban Yang dapat dikategorikan kedalam pengertian barang modal / aktiva tetap adalah pegeluaran-pengeluaran untuk pembelian barang-barang berwujud atau tidak berwujud dalam bentuk siap pakai atau dibangun terlebih dahulu untuk digunakan dalam operasi Rumah Sakit. Tetapi jika keterjadiannya tidak pasti atau nilainya secara andal. atau pada saat pembayaran dilakukan. Sumbangan a. baik transakasi yang pembayarannya belum dilakukan ataupun telah dibayar dimuka dan dibebankan pada periode Akuntansi sebesar manfaat yang diberikan pada periode tersebut.000. Sumbangan-sumbangan berupa aktiva tetap agar disertakan nilai rupiahnya. Akan tetapi bila perbaikan / penggantian menambah manfaat dari aktiva tersebut minimal satu tahun dan nilainya Rp . Pengeluaran-pengeluaran untuk penggantian komponen-komponen mesin / instalasi yang bersifat pemeliharaan rutin. 14.000. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan.000. b. dapat dibukukan sebagai pengeluaran beban. dibukukan sebagai beban. Sumbangan diakui sebagai penerimaan sumbangan dan piutang sumbangan pada saat janji diterima sebesar jumlah kas/nilai wajar aktiva yang akan diterima jika dapat dipastikan keterjadiannya dan dapat diukur nilainya secara andal.00 (dua juta rupiah) ke atas.00 (dua juta rupiah) maka transaksi pembelian tersebut harus dibukukan sebagai pengeluaran modal atau di catat sebagai aktiva tetap.

19. dibukukan sebagai penambahan nilai Bangunan selama masa pembangunan sampai dengan Aktiva tersebut telah dioperasikan.1. Utang Pembelian Aktiva Tetap Utang diakui pada saat barang/uang yang dibeli telah diterima dan telah dibuatkan Laporan Penerimaan Barang (LPB). Utang pembelian digolongkan menjadi 3 (tiga) golongan sebagai berikut : a. Utang Pembelian Barang Umum c. Utang Pembelian Barang Farmasi b.000.00 (dua juta rupiah) keatas dibukuan sebagai penambahan aktiva yang bersangkutan (dikapitalisir). Yang dapat dibukukan sebagai koreksi tahun-tahun lalu adalah kesalahan – kesalahan pembukuan. Beban bunga atas pinjaman jangka panjang yang digunakan untuk membebani pekerjaan bangunan. Sehubungan dengan hal tersebut maka dalam penyajian laporan keuangan komparatif.Imbalan Investasi (Return on Investment) Rumus : . 2. Koreksi-koreksi yang dilakukan terhadap laporan keuangan periode yang lalu disajikan sebagai penyesuaian atas saldo awal “aktiva bersih”. 17. 18. angka-angka laporan keuangan tahun lalu harus disajikan kembali (restated) dengan memperhatikan pengaruh dari koreksi-koreksi yang dimaksud. kesalahan dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang dipandang memberi pengaruh material terhadap penyajian laporan keuangan. Indikator Kinerja Keuangan Rumah Sakit. Koreksi Tahun Lalu.000. faktur pembelian telah diterima dan atau nilai faktur pembelian tersebut telah diketahui secara benar. Aspek keuangan yang dipergunakan untuk penilaian kinerja keuangan RS meliputi 7 (Tujuh) indikator dengan total skor 100 dan merupakan bagian yang melengkapi laporan keuangan dengan rincian sebagai berikut : NO INDIKATOR NILAI BOBOT 1 Imbalan Investasi (Return on Investment) 15 2 Rasio Kas (Cash Ratio) 15 3 Rasio Lancar (Current Ratio) 15 4 Collection Period (CP) 15 5 Perputaran Persediaan (PP) 10 6 Perputaran Total Aset (TATO) 10 7 Rasio Ekuitas terhadap Total Aset 20 TOTAL 100 Persamaan yang digunakan untuk menghitung indikator : 19. selanjutnya bunga pinjaman setelah bangunan dioperasikan dibebankan sebagai beban tahun berjalan dalam kelompok beban non operasional. Utang Pembelian. Bunga Pinjaman Masa Pembangunan. 16.

0 15 < ROI < 18 13. Aset non Produktif.5 10.Bank dan Surat Berharga Jangka Pendek (Investasi lancar) adalah posisi masing-masing pada akhir tahun .Capital Employed adalah posisi pada akhir tahun buku.5 13 < ROI < 15 12.0 < ROI < 0 1.0 10 < X < 15 6.0 Contoh Perhitungan : RS “A” memiliki ROI 14% maka sesuai tabel skor untuk indikator ROI adalah 12. ???? + ?????????? ??? = x 100% ??????? ???????? Definisi : .0 15 < X < 25 9. .0 9 < ROI < 10.0 . Aset lain-lain.0 3 < ROI < 5 4. .5 7 < ROI < 9 6.Current Liabilities adalah posisi seluruh kewajiban lancar pada akhir tahun buku. Skor Penilaian ROI : ROI % BOBOT 18 < ROI 15.Rasio Kas (Cash Ratio) Rumus : ???+????+????? ???ℎ???? ?????? ?????? ???� ????? = x 100% ??????? ???????????? Definisi : .0 5 < ROI < 7 5.5 7.Penyusutan adalah Depresiasi dan Amortisasi.5 < ROI < 12 9.0 0 < ROI < 1 2.0 12 < ROI < 13 10.0 25 < X < 35 12.0 1 < ROI < 3 3. Skor Penilaian Cash Ratio CASH RATIO = X% BOBOT 35 < X 15.0 5 < X < 10 3. Total Aset dikurangi Aset tetap dalam Penyelesaian (Pelaksanaan).EBIT adalah kenaikan Ekuitas sebelum bunga dan Pajak dikurangi laba dari hasil penjualan dari Aset Tetap.Kas.2.0 19.

Current Liabilities adalah posisi Total Kewajiban Lancar pada akhir tahun buku.4.3.0 100 < X < 110 9.0 Likuiditas : Current Ratio = Current asset : Current Liabilities = Rasio Lancar = Aktiva Lancar : Utang Lancar.0 110 < X < 125 12.Current Asets adalah posisi Total Aset Lancar pada akhir tahun buku.Total Pendapatan Usaha adalah jumlah pendapatan usaha selama tahun buku yang meliputi seluruh pendapatan operasional sebelum dikurangi dengan Pengurangan Pendapatan Operasional .Collection Period (CP) Rumus : ????? ??????? ???ℎ? ?????????? ?????? = x 365 hari ????? ?????????? ???ℎ? Definisi : . 0<X<5 0 Contoh perhitungan : Rumah Sakit “A” memiliki Cash Ratio sebessar 32 % maka menurut table skor untuk indicator Cash Ratio adalah 12.0 95 < X < 100 6.Rasio Lancar ( Current Ratio) Rumus : ??????? ????? ??????? ????? = x 100% ??????? ??????????? Definisi : . 19. Akan tetapi CR yang tinggi juga kurang bagus karena berarti banyak dana menganggur sehingga mengurangi kemampuan menghasilkan laba. . CR yang rendah bias ditafsirkan perusahaan sedang dalam masalah likuiditas.0 19.Total Piutang Usaha adalah posisi Piutang Usaha (Piutang Pelayanan) Setelah dikurangi Cadangan penyisihan Piutang (Penyisihan Kerugian Piutang ) pada akhir tahun buku.0 < X < 90 0 Contoh perhitungan : Rumah Sakit “A” memiliki Current Ratio sebesar 115% maka menurut table skor untuk indicator Current Ratio adalah 12. Skor penilaian Current Ratio CURRENT RATIO = X % BOBOT 125 < X 15. .0 90 < X < 95 3.

5 Dalam hal ini dipilih skor yang lebih besar yaitu 13. b. Sesuai dengan Tabel diatas maka skor tahun 2011 menurut : .6 270 < X < 300 1<X<3 1.5 19.Tingkat Collection period : 5.0 b.Perbaikan Collection period (32 hari) :13.5.Total Pendapatan Usaha adalah jumlah pendapatan usaha selama tahun buku yang bersangkutan meliputi seluruh pendapatan operasional sebelum dikurangi dengan Pengurang Pendapatan Operasional. persediaan barang jadi. Sesuai dengan tabel diatas maka skor tahun 2011 menurut : .5 150 < X < 180 15 < X < 20 9.0 60 < X < 90 30 < X < 35 13. Skor penilaian Collection Period PERBAIKAN = X BOBO CP = X (hari) (hari) T X < 60 35 < X 15.Tingkat Collection period : 120 .6 300 < X 0<X<1 0 Skor yang digunakan dipilih yang terbaik dari kedua skor menurut table diatas Contoh perhitungan : a.4 Dalam hal ini dipilih skor yang lebih besar yaitu 12.0 120 < X < 150 20 < X < 25 10. .Rumah Sakit “A” pada tahun 2011 memiliki Collection period 240 hari dan pada tahun 2010 sebesar 272 hari.0 180 < X < 210 10 < X < 15 7.5 90 < X < 120 25 < X < 30 12. persediaan peralatan dan suku cadang dan persediaan pendukung kegiatan lainnya.4 .Perbaikan Collection period (7 hari) : 5.Total Persediaan adalah seluruh persediaan yang tersedia untuk dijual dan digunakan untuk proses produksi pada akhir tahun buku yang terdiri dari persediaan bahan baku.Perputaran Persediaan (PP) Rumus : ????? ?????????? ?????????? ?????????? = x 365 hari ????? ?????????? ???ℎ? Definisi : .2 210 < X < 240 6 < X < 10 5. .4 240 < X < 270 3<X< 6 3. Rumah Sakit “A” pada tahun 2011 memiliki Collection Period 120 hari dan pada tahun 2010 sebesar 127 hari.

Tingkat Perputaran Persediaan :3. Sesuai dengan table diatas maka skor tahun 2011 menurut : .0 90 < X < 120 25 < X < 30 8.0 150 < X < 180 15 < X < 20 6.0 60 < X < 90 30 < X < 35 9. Rumus : ????? ?????????? ???? = x 100% ??????? ???????? Definisi : . .Perputaran Total Aset (TATO).6.2 300 < X 0<X<1 0 Skor yang digunakan dipilih yang terbaik dari kedua skor menurut table diatas. Skor penilaian Perputaran persediaan : PERBAIKAN = X PP = X (hari) (hari) BOBOT X < 60 35 < X 10.0 .0 180 < X < 210 10 < X < 15 4. Contoh perhitungan : a.0 b.0 120 < X < 150 20 < X < 25 7.Perbaikan Perputaran Persediaan (15 hari) : 4. .Total Pendapatan adalah total pendapatan usaha yang meliputi seluruh pendapatan operasional setelah dikurangi pengurang pendapatan operasional ditambah penghasilan non operasional tetapi tidak termasuk pendapatan hasil penjualan Aset tetap.0 19.4 270 < X < 300 1<X<3 1.Perbaikan Perputaran Persediaan (32 hari) :9.0 Dalam hal ini dipilih skor yang lebih besar yaitu 9. Rumah Sakit “A” pada tahun 2011 memiliki Perputaran Persediaan 240 hari dan pada tahun 2010 sebesar 272 hari. Rumah Sakit “A” pada tahun 2011 memiliki Perputaran Persediaan 180 hari dan pada tahun 2010 sebesar 195 hari.6 Dalam hal ini dipilih skor yang lebih besar yaitu 6.Tingkat Perputaran Persediaan : 6. Sesuai dengan table diatas maka skor tahun 2011 menurut : .6 240 < X < 270 3<X< 6 2.Capital Employed adalah posisi pada akhir tahun buku Total Aset dikurangi dengan Aset tetap dalam pelaksanaan.6 .6 210 < X < 240 6 < X < 10 3.

Rumus : ????? ??????? ??? ???ℎ???? ?? = x 100% ????? ????? Definisi : .0 .0 90 < X < 105 10 < X < 15 8. Sesuai dengan table diatas maka skor tahun 2011 menurut : . .0 Dalam hal ini dipilih skor yang lebih besar yaitu 9.Perbaikan Perputaran Total Aset (10%) : 7.0 105 < X < 120 15 < X < 20 9.0 X < 20 <X< 0 3.Tingkat Perputaran Total Aset : 9.Total Ekuitas adalah seluruh komponen Ekuitas pada akhir tahun buku diluar dana-dana yang belum ditetapkan statusnya.Perbaikan Perputaran Total Aset (10%) : 7.0 0 < X < 10 8.Rasio Total Ekuitas terhadap Total Aset (TAB terhadap TA).0 19.0 60 < X < 75 0<X< 5 6.0 75 < X < 90 5 < X < 10 7.0 Dalam hal ini dipilih skor yang lebih besar yaitu 7. Skor Penilaian Perputaran Total Aset : PERBAIKAN = X TATO % (hari) BOBOT 120 < X 20 < X 10.0 b. Rumah Sakit “A” pada tahun 2011 memiliki perputaran Total Aset 108% dan pada tahun 2010 sebesar 98%.0 20 < X < 40 <X< 0 4.0 . Skor penilaian Ratio Ekuitas terhadap Total Aset TAB Terhadap TA (%) = X BOBOT X<0 0.7. Rumah Sakit “A”pada Tahun 2011 memiliki perputaran Total Aset 70 % dan pada tahun 2010 sebesar 60%.0 10 < X < 20 12.0 Skor yang digunakan dipilih yang terbaik dari kedua skor menurut tabel diatas Contoh perhitungan : a.Total Aset untuk rasio ini adalah Total Aset dikurangi dengan asset yang berasal dari dana-dana yang belum ditetapkan statusnya pada posisi akhir tahun buku yang bersangkutan.Tingkat perputaran Total Aset : 6.0 . Sesuai dengan Tabel diatas maka skor tahun 2011 menurut : .0 40 < X < 60 <X< 0 5.

2.0 20.3.TIDAK SEHAT.0 50 < X < 60 17. yang terdiri dari : CCC apabila 20 < TS < 30  Tidak Sehat CC apabila 10 < TS < 20  Tidak Sehat Sekali C apabila 0 < TS < 10  Sangat Tidak Sehat Sekali Batu.0 90 < X < 100 13. yang terdiri dari : BBB apabila 50 < TS < 65  Kurang Sehat BB apabila 40 < TS < 50  Kurang Sehat Sekali B apabila 30 < TS < 40  Sangat kurang Sehat sekali 20. maka sesuai dengan table diatas maka skor untuk indicator rasio Ekuitas terhadap Total Aset adalah 20.1. 20 < X < 30 14.5 30 < X < 40 20. yang terdiri dari : AAA apabila total skor (TS) lebih besar dari 95 -> Sangat Sehat Sekali AA apabila 80 < TS < 95  Sehat Sekali A apabila 65 < TS < 80  Sehat 20.0 70 < X < 80 15.0 40 < X < 50 18. 17 Juli 2013 Direktur RS Baptis Batu . Penilaian Tingkat Kesehatan Keuangan Rumah Sakit.0 Contoh Perhitungan : Rumah Sakit “A” pasa memiliki Rasio Ekuitas terhadap Total Aset 35 %.0 80 < X < 90 14. Dari skor/bobot penilaian atas ratio-ratio keuangan tersebut dapat diketahui tingkat kinerja/kesehatan keuangan RS.SEHAT.0 60 < X < 70 16.KURANG SEHAT. dapat diperoleh dari hasil penjumlahan nilai riil masing- masing Rasio keuangan tersebut diatas : 20.

. SpKFR. MARS.dr. Arhwinda Pusparahaju A. .