APLIKASI SENYAWA KOMPLEKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI- HARI

Syahfrizal Tarigan, S.Pd

Prodi Kimia Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan

Email : syahfrizaltrg@yahoo.co.id.

tarigansyahfrizal@gmail.com

Abstraksi

Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun dari suatu ion logam pusat dengan satu
atau lebih ligan yang menyumbangkan pasangan elektron bebasnya kepada ion logam pusat.
Senyawa kompleks memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari – hari. Aplikasi senyawa
ini meliputi bidang kesehatan, farmasi, industri, dan lingkungan, pertanian dan bidang lainnya.
Banyak contoh aplikasi senyawa kompleks ini yang telah diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari yang pemamfaatannya sangat berguna bagi kelangsungan hidup manusia, hewan dan
tanaman. Mulai dari pengikatan oksigen oleh Fe menjadi senyawa kompleks untuk bernapas,
seperti Sulfadiazin dan sulfamerazin merupakan ligan yang sering digunakan untuk obat
antibakteri. Penggunaannya secara luas untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Gram-positif dan Gram negatif tertentu, beberapa jamur, dan protozoa, dapat mengurangi
dampak negatif pencemaran lingkungan seperti polusi udara, dapat mengurangi bahkan
menghentikan turunnya potensial fuel cell pada katoda, penghilang rasa nyeri tulang yang
disebabkan oleh metastasis kanker prostat, payudara, paru-paru dan ginjal ke tulang, telah
berhasil dilakukan diagnosa dini dan terapi terhadap penyakit kanker, pelapisan pupuk Nitrogen
dengan asam humat menghasilkan pupuk urea yang lebih tidak mudah larut untuk peningkatan
efisiensi. Masih banyak lagi aplikasi senyawa kompleks yang belum diuraikan. Selain aplikasi
senyawa kompleks yang dapat mensejahterakan kehidupan, banyak juga senyawa kompleks yang
aplikasinya dapat membahayakan kelangsungan hidup mahluk dimuka bumi ini. Contoh kecil
aplikasi Rhodamin B dan metanil yellow yang seharusnya dipakai sebagai pewarna pada tekstil di
salah gunakan menjadi pewarna pada makanan yang sering dikomsumsi anak-anak. Penelitian
senyawa kompleks terus berkembang baik sintesis maupun aplikasinya yang dapat
mensejahterakan kehidupan.
1. PENDAHULUAN

Senyawa kompleks memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari - hari. Aplikasi
senyawa ini meliputi bidang kesehatan, farmasi, industri, dan lingkungan. Manusia setiap hari
senantiasa memerlukan oksigen untuk bernapas. Proses pengikatan oksigen oleh Fe menjadi
senyawa kompleks dalam tubuh merupakan salah satu contoh aplikasi senyawa kompleks dalam
keseharian. Senyawa kompleks terbentuk akibat terjadinya ikatan kovalen koordinasi antara
suatu atom atau ion logam dengan suatu ligan ( ion atau molekul netral ). Logam yang dapat

Ion oksalat (C 2O42-) merupakan salah satu ligan jembatan yang banyak digunakan akhir-akhir ini karena keunikannya yang dapat menghasilkan struktur kompleks multidimensi (1.dari kompleks [CrIII(C2O4)3]3. Pembentukan kompleks berinti ganda memerlukan ligan jembatan yang dapat menghubungkan ion logam pusat yang satu dengan yang lainnya. M dan Sembiring. (Iis Siti Jahro) Senyawa kompleks telah banyak dipelajari dan diteliti melalui suatu tahapan-tahapan reaksi (mekanisme reaksi) dengan menggunakan ion-ion logam serta ligan yang berbeda-beda. segi empat planar. Ligan memiliki kemampuan sebagai donor pasangan elektron sehingga dapat dibedakan atas ligan monodentat. trigonal bipiramidal dan oktahedral. Senyawa-senyawa kompleks memiliki bilangan koordinasi dan struktur bermacam-macam. Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun dari suatu ion logam pusat dengan satu atau lebih ligan yang menyumbangkan pasangan elektron bebasnya kepada ion logam pusat. Na. MIII = Cr. Pembentukan kompleks inti ganda [Mn IICrIII(C2O4)3]. Mulai dari bilangan koordinasi dua sampai delapan dengan struktur linear. bidentat.membentuk kompleks biasanya merupakan logam transisi. Fe. 2 atau 3 dimensi). Namun kenyataan menunjukkan bilangan koordinasi yang banyak dijumpai adalah enam dengan struktur pada umumnya oktahedral. 2005). NO atau NO2 dapat berperan sebagai ligan sehingga membentuk senyawa kompleks dengan beberapa logam transisi (Rilyanti. Studi pembentukan kompleks menjadi hal yang menarik untuk dipelajari karena kompleks yang terbentuk dimungkinkan memberi banyak manfaat. Dalam kimia koordinasi. MIII = CrIII. {[A][MIMIII(C2O4)3]} dengan MI = Li. Z. Selain itu ion oksalat dapat berperan sebagai mediator pertukaran sifat magnet diantara ion-ion logam pusat. {[A] [M2II(C2O4)3]}4 dengan MII = Mn. Donasi pasangan elektron ligan kepada ion logam pusat menghasilkan ikatan kovalen koordinasi sehingga senyawa kompleks juga disebut senyawa koordinasi. tridentat dan polidentat. alkali.. Beberapa senyawa kompleks oksalat yang telah berhasil disintesis diantaranya. tetrahedral.dengan MnII dalam larutan air berlangsung melalui mekanisme reaksi adisi. . Fe dan {[A][MIIMIII(C2O4)3]}5 dengan MII = Mn. misalnya untuk ekstraksi dan penanganan keracunan logam berat. (Iis Siti Jahro) Penelitian kompleks terus berkembang dari kompleks inti tunggal mengarah pada kompleks yang memiliki dua ion logam pusat yang dikenal sebagai kompleks berinti ganda (binuklir). atau alkali tanah.

Co(II) lebih stabil dari Co(III). Ligan – .<>. Sulfadiazin dan sulfamerazin merupakan ligan yang sering digunakan untuk obat antibakteri. Ion – ion Co 2+ dan ion terhidrasi [Co(H2O)6]2+ stabil di air.id/ info/ NKLD / 2001 /DOCS/ Buku-II/ docs/ 411.<>2." bipi =" 2. Keduanya merupakan turunan dari sulfonamid yang penggunaannya secara luas untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif dan Gram negatif tertentu. Namun dalam senyawa sederhana Co.Beberapa ligan dapat dideretkan dalam suatu deret spektrokimia berdasarkan kekuatan medannya. yang tersusun sebagai berikut : I. Reaksi pergantian ligan ini terjadi dalam kompleks oktahedral dan segi empat.<>. diantaranya sulfadiazin dan sulfamerazin.<>.<>." en =" etilendiamin. dimana gas NO tidak berwarna sedangkan gas NO 2 berwarna coklat kemerah-merahan dan berbau tajam ( Sastrawijaya. bipiridin dan etilendiamin) dan lebih lemah dari ligan CN.< ox =" oksalat. 1991).2’-bipiridin" fen =" fenantrolin">2 dalam deret spektrokimia lebih kuat dibandingkan ligan-ligan feroin (fenantrolin. Sumber utama NOx selain dari aktivitas bakteri.<>2-<>. NOx merupakan kelompok gas yang terdapat di atmosfer. Salah satu keistimewaan dari reaksi kompleks adalah reaksi pergantian ligan melalui efek trans. dan protozoa (Siswandono dan Soekardjo : 1995 ). beberapa jamur.go. Dalam makalah ini diuraikan hanya sebagian kecil saja aplikasi senyawa kompleks tersebut. NO atau NO 2 adalah bahan pencemar yang berbahaya dan memerlukan penanggulangan.<>.<>. terdiri dari NO dan NO 2.<>.htm). Kompleks kobalt dimungkinkan dapat terbentuk dengan berbagai macam ligan. Kobalt yang relatif stabil berada sebagai Co(II) ataupun Co(III). aktivitas manusia juga merupakan konstribusi yang cukup besar (bplhd. jakarta. Kobalt merupakan salah satu logam unsur transisi dengan konfigurasi elektron 3d 7 yang dapat membentuk kompleks. APLIKASI SENYAWA KOMPLEKS Aplikasi senyawa kompleks sangat beragam dan banyak sekali karena penelitian tentang senyawa kompleks terus berkembang dan perkembangannya sangat pesat sekali sejalan dengan perkembangan IPTEK. 2.

telah terbukti mempunyai kemampuan untuk mereduksi oksigen dengan 4-elektron transfer proses. dimana saat ini state-of-the-art katalis adalah platina (Pt) yang mereduksi oksigen dengan 2-elektron transfer (O2 + 2H+ + 2e. Sedangkan pada katoda fuel cell. Pada proses biologis. maka perlu dilakukan penelitian meliputi sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks Co(II) menggunakan ligan bipiridin dan sianida serta mempelajari interaksinya dengan gas NO2.ligan feroin berinteraksi dengan gas NO2.→ H2O) pada hemoglobin.→ 2H2O). Proses respirasi biologis pada makhluk hidup dimana terjadi perubahan oksigen menjadi air pada hemoglobin adalah proses yang penting. Untuk mengetahui kemampuan senyawa kompleks dengan ligan.→ H2O2) menghasilkan peroksida dan selanjutnya tereduksi lagi menjadi air (H2O2 + 2H+ + 2e. dimana model planar katalis lebih memungkinkan untuk mereduksi oksigen dengan mudah. Sehingga terdapat 2 tahapan reaksi yang berlangsung pada katoda. maka pada makalah akan dikenalkan katalis yang mampu mereduksi oksigen dengan bentuk planar berlogam center Fe. (Eniya Listiani Dewi) Proses reduksi oksigen melalui senyawa kompleks Cytochrome-c Oxidase (Cyt-c) merupakan contoh proses seperti pada elektroda positif fuel cell (katoda). (Eniya Listiani Dewi) Dengan adanya aplikasi senyawa kompleks ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman reaksi subtitusi kompleks melalui efek trans dan hasilnya digunakan sebagai acuan dalam pemanfaatan senyawa kompleks sebagai absorben gas NOx. Berbagai senyawa kompleks yang mempunyai struktur planar N 4. dan Cu dengan ligan yang berbeda. Co. sehingga dapat mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan seperti polusi udara. Proses reduksi oksigen yang langsung menjadi air tanpa hasil samping adalah proses sempurna 4-elektron transfer (O2 + H+ + 4e. Untuk itu dengan senyawa kompleks yang menyerupai struktur Cyt-c. transfer 4-elektron berjalan tanpa hasil sampingan peroksida (H2O2). dikatakan mempunyai efek trans yang kuat. Proses logam yang berkarat karena oksidasi pada permukaan logam adalah proses yang sangat familier. diharapkan problem drop potensial yang disebabkan oleh peroksida pada katoda dimana menjadi penyebab utama turunnya potensial fuel .ligan yang menyebabkan gugus yang letaknya trans terhadapnya bersifat labil.

2007) .Penentuan kemurnian radiokimia dengan kromatografi kertas dalam berbagai kepolaran pelarut menunjukkan kemurnian radiokimia diatas 90% sampai hari ketiga setelah proses penandaan dilakukan. dewasa ini telah luas digunakan sebagai penghilang rasa nyeri tulang yang disebabkan oleh metastasis kanker prostat. dkk . . Kedokteran nukilr telah menerapkan deteksi ini. kemoterapi. hormon. Dengan perkembangan iptek radio farmaka telah berhasil dilakukan diagnosa dini dan terapi terhadap penyakit kangker menggunakan radio nuklida yang sesuai. (Eniya Listiani Dewi) Senyawa kompleks renium-186 fosfonat.(Sulaiman. karena reaksi yang terjadi adalah 4-elektron transfer proses. Hasil uji pada binatang percobaan tikus putih menunjukkan kandungan senyawa kompleks di dalam darah mencapai puncaknya pada 5 menit setelah penyuntikan.( Adang H. menjadi berkurang atau tidak ada. Metode preparasi dan uji kualitas senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP telah dikembangkan untuk tujuan produksi komersial.cell. ( Adang H.G . Sedangkan ekskresi radiofarmaka kedua kompleks di dalam urin menunjukkan adanya keradioaktifan sekitar 41% dan 38.G . dkk) Disamping itu hasil pengujian menunjukkan pula bahwa larutan senyawa kompleks bebas pirogen dan steril. 186Re-HEDP (HEDP=hydroxyethyli dienediphosphonate) dan 186Re-EDTMP (EDTMP =ethylenediaminetetra methylphosphonate).5 % dalam bentuk perenat. payudara. 186ReO4 -. Hasil biodistribusi dan pencitraan (imaging) menggunakan kamera gamma terhadap mencit dan tukus putih normal menunjukkan bahwa senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP terakumulasi cukup nyata di tulang. dkk) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK dalam bidang kedokteran nuklir sangat didukung oleh perkembangan iptek di bidang radiofarmaka. Penyakit kangker telah menghantui masyarakat dunia karena banyak menyebabkan kematian. Penggunaan radiofarmaka tersebut merupakan pengganti penggunaan analgesik. setelah 20 jam penyuntikan. paru-paru dan ginjal ke tulang. dan narkotik yang diketahui memberikanefek samping yang tidak diinginkan. berbagai macam kanker dan cara terapi yang efektif dengan memanfaatkan radiasi dari radio isotop yang diberikan kadalam tubuh atau sel kanker tang bersangkutan.

dkk . Pupuk urea-humat telah diaplikasikan ke tanah Psamment (Entisol) yang kandungan pasirnya tinggi (tekstur kasar) untuk mewakili jenis-jenis tanah yang biasa ditanami tebu dengan tekstur yang paling kasar. bahkan di Entisol lebih rendah (hanya sekitar 25 %). Itrium-90 yang digunakan untuk terapi dapat diperoleh dari hasil peluruhan stronsium-90 (90Sr) dapat dipisahkan dari induknya 90Sr (campuran 90Sr . Penelitian ini memperlihatkan bahwa memang efisiensi pemupukan N pada tanah Entisol dan Vertisol rendah.90Y ) yang merupakan radio nuklir dan hasil belah 235U. 2007 ) .U. (Sri Nuryani H.U. Untuk itu telah dilakukan penelitian peningkatan efisiensi pemupukan N dengan rekayasa kelat urea-humat pada jenis tanah yang mempunyai tekstur kasar (Entisol) dengan menggunakan tanaman tebu varietas PS 851 sebagai tanaman indikator.(Sulaiman. 2007 ) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan urea dengan asam humat yang berasal dari Gambut Kalimantan sebesar 1% menghasilkan pupuk urea yang lebih tidak mudah larut daripada yang dilapisi asam humat dari Rawa Pening. selain dapat meningkatkan produksi biomassanya.1 jam.Radio isatop yang dapat digunakan untuk terapi kanker diantaranya adalah Ytrium-90 (90Y) yang merupakan radio isotop pemancar sinar  dengan energi 2. Dengan pelepasan N yang lebih lambat diharapkan keberadaan N di dalam tanah lebih awet dan pemupukan menjadi lebih efisien. pupuk juga dapat meningkatkan keragaman dan kualitas hasil yang diperoleh. 2007 ) Rekayasa kelat urea-humat secara fisik dan kimia terbukti meningkatkan efisiensi pemupukan N pada tanaman tebu. Di tanah Entisol bahkan efisiensi pemupukan yang lebih tinggi dicapai pada dosis pupuk yang lebih rendah. Respons tanaman tebu varietas PS 851 menunjukkan kinerja pertumbuhan yang lebih baik di tanah Vertisol. 2007) Pemupukan dalam kegiatan budidaya tebu memegang peranan yang teramat penting. dkk . Metode pemisahan yang telah dikembangkan saat ini adalah metode ekstraksi pelarut dan kromatografi kolm dengan menggunakan penukar ion. Masalah utama penggunaan pupuk N pada lahan pertanian adalah efisiensinya yang rendah karena kelarutannya yang tinggi dan kemungkinan kehilangannya melalui penguapan.U.28 Mev dan waktu paro (T1/2) 64. pelindian dan immobilisasi. dkk . Aplikasi pupuk urea-humat pada tanah Vertisol dan Entisol terbukti meningkatkan efisiensi pemupukan N hingga 50 %. (Sri Nuryani H. dkk . (Sri Nuryani H.

Walaupun memiliki toksisitas yang rendah. makanan ringan. Tujuan utama penelitian tentang senyawa kompleks adalah untuk pengembangan IPTEK yang berguna untuk kesejahteraan umat manusia dan makhluk lain yang ada dimuka bumi ini . Sinonim: tetra ethylrhodamine. Rhodamin B Nama Kimia : N-[9-(2-Carboxyphenyl)-6-(diethylamino)-3H-xanthen-3- ethyethanaminium chlorida. 2005). C. dkk.I. terasi. gipang. sirup. kembang gula. Metanil yellow memiliki acute oral toxicity (LD50) sebesar 5000mg/kg pada tikus percobaan (Anonima. 2007) 3. Makanan yang diberi zat pewarna ini biasanya berwarna lebih terang (Mudjajanto. iritasi pada saluran pencernaan. Rhodamin B dan metanil yellow sering dipakai untuk mewarnai kerupuk. Sedangkan untuk metanil yellow dapat menyebabkan iritasi pada mata jika dikonsumsi dalam jangka panjang (Anonima. 19. namun pengkonsumsian rhodamin B dalam jumlah yang besar maupun berulang-ulang menyebabkan sifat kumulatif yaitu iritasi saluran pernafasan. menemukan banyak penggunaan zat pewarna rhodamin B dan metanil yellow pada produk makanan industri rumah tangga.manisan. KESIMPULAN Setelah mengumpulkan dan memahami aplikasi senyawa kompleks yang bersumber dari jurnal ilmiah atau makalah ilmiah yang didownload dari internet maka penulis mengammbil kesimpulan sebagai berikut: 1. dkk. cendol. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Eddy Setyo Mudjajanto dari Institut Pertanian Bogor (IPB). l. 2. 2007). 45170. C. D & C Red No. sosis. C. Rhodamin B memiliki LD50 sebesar 89. Kuning metanil juga dapat bertindak sebagai tumor promoting agent dan menyebabkan kerusakan hati (Djalil. 2007). Rhodamine B Chloride. iritasi kulit. 2005). keracunan. makaroni goreng. dan gangguan hati/liver (Trestiati. Acid yellow 36. l. 2006). 2003).5 mg/kg jika diinjeksikan pada tikus secara intravena (Merck Index. Aplikasi senyawa kompleks sangat beragam dan banyak sekali. iritasi pada mata. merupakan zat warna sintetik yang umum digunakan sebagai pewarna tekstil (Djalil. Basic Violet 10. dan metanil yellow Nama kimia : 3-[[4- (phenylamino) phenyl] azo]. biskuit. minuman ringan. dan ikan asap.

4. VIII. Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN. Diakses tanggal 13 Oktober 2006 Pukul 11.Karakterisasi Sifat Magnet dan Analisis Thermal Kompleks ML’L” (M= Co. Penelitian tentang senyawa kompleks ini akan terus berkembang sangat pesat baik sintesis maupun aplikasinya. Oktober 2005 . 2007. Zipora Sembiring. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol. Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka – BATAN Kawasan PUSPIPTEK – Serpong Iis Siti Jahro. Lt. 2007. BPPT II. Peningkatan Efisiensi Pemupukan N Pada Tanaman Tebu Melalui Rekayasa Khelat Urea-Humat.3. Departemen Kimia. Eniya Listiani Dewi.U*.D. MH. L’ = fen dan L” = CN). p: 93-102. Sri Nuryani H.google. Aplikasi senyawa kompleks banyak juga disalah gunakan oleh oknum atau manusia sehingga membahayakan kelangsungan hidup bahkan dapat menyebabkan kematian.A. 2008.dan Hadi. Ganesha No.2.go. Sri Bagiawati . Kajian Mekanisme Reaksi Kompleks Multi Inti FeII-MnII-CrIII Dengan Ligan Ion Oksalat Dan 2.22.com Mita Rilyanti . Azwar Maas*.bppt. BSS_96-1. Jurnal Ilmiah MIPA BKS – PTS Wilayah Indonesia Barat. 2. No.G. ISSN 1978-8738. Abidin.1 No. Pusat Teknologi Material.go. Sri Aguswarini. Tri Handayani dan EM Subki. jakarta.id Sulaiman. Evaluasi Biologis Senyawa Kompleks Renium-186 Fosfonat Sebagai Radiofarmaka Terapi Paliatif Kanker Tulang.00 WIB www. S.2 .id/ info/ NKLD / 2001 /DOCS/ Buku-II/ docs/ 411. Jakarta.. Studi Respirasi Biologis 4-Elektron Transfer Sebagai Reaksi Katalis Inorganik Logam Pada Katoda Fuel Cell. Benito Heru Purwanto*. Karyadi. Sintesis Senyawa Kompleks Cis-[Co(Bipi)2(Cn)2] Dan Uji Interaksinya Dengan Gas No2 Menggunakan Metoda Spektrofotometri Uv-Vis Dan IR . Oka A Bannati and K. Vol. Pemisahan Dan Karakterisasi Spesi Senyawa Kompleks Ytrium-90 Dan Stronsium-90 Dengan Elektroforesis Kertas. Thamrin 8. JFN. Djulia Onggo. Vol. 2005.htm. FMIPA Institut Teknologi Bandung Jln. 7 No. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II Universitas Lampung. Adang Hardi G dan Noor Anis Kundari.com/polutan NO) Rilyanti. 40132e-mail : jahrostiis@yahoo. Ismunandar dan Susanto Imam Rahayu. Email: eniyalist@webmail.(2’- pyridyl)quinoline Dalam Pelarut Metanol dan Air. M. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. bplhd. Wiwik EW**. Sasmita. Sintesis. DAFTAR PUSTAKA Adang H. R. 2007. 10 Bandung.