You are on page 1of 8

Latar Belakang Masalah

Dalam suatu sistem operasi perusahaan, potensi Sumber Daya Manusia pada
hakekatnya merupakan salah satu modal dan memegang suatu peran yangg paling
penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu
mengelola Sumber Daya Manusia sebaik mungkin. Sebab kunci sukses suatu
perusahaan bukan hanya pada keunggulan teknologi dan tersedianya dana saja.
Tapi faktor manusia merupakan faktor yang terpenting pula. (J. Ravianto, 1986)

Melalui perencanaan Sumber Daya Manusia yang matang, produktivitas kerja dari
tenaga kerja yang sudah ada dapat ditingkatkan. Hal ini dapat diwujudkan melalui
adanya penyesuaian. Seperti peningkatan motivasi dan pengalaman kerja yang
baik. Sehingga setiap karyawan dapat menghasilkan sesuatu yang berkaitan
langsung dengan kepentingan organisasi.

Motivasi dan pengalaman kerja yang baik dapat juga menunjang keberhasilan
suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sebab melalui adanya dua faktor
tersebut akan menciptakan tingkat produktivitas kerja yang tinggi sehingga
menunjang keberhasilan perusahaan. Sebaliknya jika tingkat produktivitas kerja
menurun akan menghambat perusahaan tersebut dalam mencapai tujuannya.

Oleh karena itu perkembangan mutu Sumber Daya Manusia semakin penting
keberadaannya. Hal ini mengingat bahwa perusahaan yang mempekerjakan
Sumber Daya Manusia, menginginkan suatu hasil dan manfaat yang baik dan
dapat mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam perusahaan.

Motivasi dan pengalaman kerja merupakan hal yang berperan penting dalam
meningkatkan suatu efektivitas kerja. Karena orang yang mempunyai motivasi
dan pengalaman kerja yang tinggi akan berusaha dengan sekuat tenaga supaya
pekerjaanya dapat berhasil dengan sebaik-baiknya, akan membentuk suatu
peningkatan produktivitas kerja. (Moekijat,1999)

Setiap perusahaan selalu menginginkan produktivitas dari setiap karyawannya
meningkat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan harus memberikan motivasi
yang baik kepada seluruh karyawannya agar dapat mencapai prestasi kerja dan
meningkatkan produktivitas. Dengan ditambah suatu pengalaman kerja yang
dimiliki oleh para karyawanya, akan memberikan suatu hubungan yang besar
dalam upaya mencapai tingkat produktivitas.

Dalam melakukan usaha meningkatkan produktivitas kerja ini, PT. LKIS
Yogyakarta telah menetapkan beberapa upaya yang bertujuan untuk memotivasi
kerja para karyawannya. Adapun upaya tersebut dengan memberikan beberapa
fasilitas-fasilitas kerja yang sangat menunjang dalam meningkatkan produktivitas
kepada seluruh karyawanya.

Khususnya untuk bagian pembukuan atau kantor.Fasilitas-fasilitas tersebut meliputi pakaian kerja. Berdasar uraian diatas. tunjangan hari raya. Ini semua diharapkan bisa menciptakan semangat kerja sekaligus prestasi kerja yang tinggi dalam menggapai perwujudan tingkat produktivitas yang baik. LKIS Yogyakarta “. Bagaimanakah pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan ? 2. penulis membatasi mengenai berbagai macam dorongan kerja yang timbul baik dari dalam maupun dari luar seseorang untuk berperilaku dalam mencapai tujuan. Bagaimanakah pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan ? 3. Sedang produktivitas. Bagaimanakah pengaruh pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan ? Batasan Masalah Penulis dalam hal ini membatasi masalah produktivitas kerja karyawan yang berhubungan dengan motivasi dan pengalaman kerja. pengalaman kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di departemen produksi suatu perusahaan. gaji. jaminan makan. minimal berbatas pendidikan SLTA. bonus. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka pokok masalah yang dihadapi dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut ini. Pengalaman kerja dibatasi tentang keahlian dan ketrampilan kerja karyawan selama bekerja dalam perusahaan tersebut. Semua itu diberikan oleh perusahaan. ruang pengobatan. tempat ibadah. rekreasi. Tingkat pendidikan dan pengalaman kerjapun diutamakan. menjelaskan bahwa motivasi dan pengalaman kerja berhubungan dengan tingkat produktivitas kerja karyawan. agar seluruh karyawan yang bekerja di dalamnya benar-benar terjamin sekaligus dapat menciptakan suatu motivasi yang baik guna mencapai tingkat produktivitas. Namun dalam proses perekrutan karyawan. Sedang bagian produksi minimal berpendidikan SMP. ruang olahraga. 1. seperti yang diharapkan perusahaan. Dalam hal motivasi. . asuransi. upah lembur dan sebagainya. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengambil judul: “Pengaruh Motivasi dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. perusahaan lebih mengutamakan calon karyawan yang sudah mempunyai pengalaman kerja dari perusahaan yang sejenis. Sehingga masalah yang diteliti hanya sekitar pengaruh motivasi.

Bagi Perusahaan Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi perusahaan dalam menentukan langkah yang diambil terutama dalam bidang personalia yang berkaitan dengan motivasi dan pengalaman kerja dengan produktivitas kerja karyawan. 2. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini dibagi menjadi dua bagian utama oleh penulis sebagai berikut : 1.penulis membatasi tentang keterkaitan hasil kerja karyawan dengan suatu waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja. 3. 2. Untuk mengetahui pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan. 3. 4. Bahwa pengalaman kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi dan pengalaman kerja secara bersama terhadap produktivitas kerja karyawan. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.Bagi Peneliti . Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan. 2. Bahwa motivasi dan pengalaman kerja secara bersama berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan. Hipotesis Penelitian Dengan latar belakang yang sudah diuraikan di atas. penulis menemukan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Bahwa motivasi berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.

Populasi dan Sampel .  Pengalaman kerja karyawan  Pendidikan karyawan  Masa kerja karyawan 3.Dengan penelitian ini diharapkan peneliti dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan menambah pengalaman. 2.yang meliputi :  Motivasi karyawan. wawasan serta belajar sebagai praktisi dalam menganalisis suatu masalah kemudian mengambil keputusan dan kesimpulan. Metode Penelitian 1. Metode survey ini melalui cara datang langsung ke lapangan dengan disertai menyebarkan angket yang telah disusun oleh penulis dan data yang tertulis maupun tidak tertulis yang didapatkan dari perusahaan. Data Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode Yang Digunakan Peneliti dalam hal ini menggunakan metode survey langsung ke perusahaan.

Metode Pengumpulan Data Dalam metode ini. Teknik pengambilan sampel ini.Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subyek penelitian yang dijadikan sasaran. Variabel yang mempengaruhi disebut variabel-variabel xn dan variabel yang dipengaruhi disebut variabel y. Dalam hal ini penulis mengambil sampel dari jumlah sebagian bagian produksi sebanyak 30 orang. Populasi ini meliputi seluruh karyawan PT. Yaitu. Dalam penelitian ini variabel independent atau yang mempengaruhi adalah motivasi dan pengalaman kerja. b. c. b..a. penulis menggunakan data sebagai berikut : a. Didalam penentuan sampel secara acak ini semua anggota populasi. menggunakan random sampling. Regresi menunjukkan hubungan antara variabel-variabel yang satu dengan variable yang lain dimana variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Untuk mengetahui pengaruh-pengaruh antara variabel-variabel tersebut dalam penelitian ini digunakan alat regresi linear berganda. . pengambilan sampel dari sekumpulan populasi secara acak atau tidak beraturan. (Djarwanto dan Pangestu Subagyo. Wawancara Wawancara adalah salah satu cara mengumpulkan informasi dengan bertanya secara bertatap muka langsung dengan responden. sedangkan variabel yang dipengaruhi adalah produktivitas karyawan. 1998) 4. Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara teliti dan sistimatik atas gejala-gejala yang sedang diteliti. secara individu atau secara kolektif diberi peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel. Analisis Data Pada analisa data kita memerlukan suatu persamaan garis berdasarkan suatu rumus matematika yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diketahui dengan variabel yang tidak diketahui.Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah bagian dari populasi yang akan diteliti. Variabel yang diketahui disebut independent variabel atau yang mempengaruhi sedangkan variabel belum diketahui disebut dependent variabel atau variabel yang dipengaruhi. Kuisioner Kuisioner adalah berupa daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data primer dari responden. LKIS Yogyakarta dibagian produksi yang berjumlah 39 orang.

Adapun rumus regresi berganda adalah : Y = a + b1x1 + b2x2 +e Dimana: Y : produktivitas kerja karyawan x1 : motivasi x2 : pengalaman kerja b1 : koefisien regresi motivasi b2 : koefisien regresi pengalaman kerja a : konstanta e : variabel pengganggu (tak dihitung) Dalam penelitian ini akan digunakan model persamaan logaritma natural (ln). F-hitung dapat dicari dengan rumus sebagai berikut: F-hitung = R2 / (k-1) ------------- (1-R2)/(n-k) Dimana: K = jumlah variabel penjelas n = jumlah data dalam sample R2 = koefisien determinasi sample Ketentuan dalam uji F dengan taraf signifikansi tertentu: . berarti perubahan variabel independen secara bersama-sama tidak akan mempengaruhi variabel dependen. Apabila F-hitung < F-tabel. Adapun persamaan yang digunakan adalah : Y = a + b1 ln x1 + b2 ln x2 +e Untuk menguji tiap-tiap koefisien regresi digunakan cara: 1. 2. Adapun rumus F-test adalah sebagai berikut: (Budiyuwono. maka Ho diterima. berarti perubahan variabel independen secara bersama-sama akan mempengaruhi variabel dependen. maka Ho ditolak.Apabila F-hitung > F-tabel. 1993) Ho : b1 = b2 = 0 : Variabel independen secara bersama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0 : Variabel independen secara bersama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Uji t-test Untuk menguji tingkat signifikansi dari masing-masing koefisien regresi yang .Uji F-test Sebagai pengujian variabel independen secara serempak yang dilakukan untuk melihat pengaruh variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen.

diperoleh dari perhitungan. X2 = variabel independen Koefisien determinasi ini mengukur seberapa besar sumbangan variabel independen secara keseluruhan terhadap naik turunya variasi nilai variabel . maka Ho diterima. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi mencari seberapa besar variasi variabel independen dapat menjelaskan secara keseluruhan variasi variabel dependen. Dengan menggunakan derajat keyakinan tertentu. 3. berarti terdapat hubungan yang kuat antara disiplin kerja terhadap produktivitas kerja. Supranto. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : R2YX1. maka tidak terdapat hubungan antara disiplin kerja terhadap produktivitas kerja. maka jika  Apabila t-hitung > t-tabel. maka Ho ditolak. berarti koefisien variabel adalah tidak signifikan Berdasarkan perhitungan t test apabila t test diperoleh lebih besar dari nilai t tabel. dimana k adalah konstan dan parameter dari parameter yang diestimasi. berarti koefisien variabel adalah signifikan  Apabila t-hitung < t-tabel. b2 = Koefisien regresi Y = variabel dependen X1.X2 = b1YX1 + b2 YX2/Y2 Dimana : R2 = Koefisien korelasi b1. dilakukan uji t dua sisi yang dapat dirumuskan sebagai berikut: (J. Sebaliknya t test hasil hitungan lebih kecil dibanding nilai t tabel. 1984) Ho : bi = 0 : Variabel independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen Ha : bi ≠ 0 : Variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen Dimana : bi : penaksir koefisien bi t-hitung = bi/Sbi Dimana: bi adalah koefisien dari variabel bebas ke I (penaksir koefisien) Sbi adalah simpangan baku dari variabel bebas ke I Sementara nilai t-tabel = t /2 df (n-k).

dependen. Nilai koefisien determinasi (r) ini akan mempunyai range antara 0 sampai dengan 1. .