You are on page 1of 11

Contoh Komunikasi Interpersonal Antar Perawat dan Pasien

0leh : intan nur khazanah
Perguruan tinggi : akper yappi sragen

CONTOH KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTAR PERAWAT dan PASIEN

1. Seorang perawat akan melakukan tindakan injeksi Tn. Ari umur 50 tahun dengan typoid. Di ruang mawar RSUD
Sragen. Buatlah tahapan tindakan keperawatan dalam menghadapi pasien tersebut.
Jawab :
 Fase Interaksi :
- Mengecek dokumen pasien (Tn.Ari)
- Menyiapkan peralatan dan obat sesuai program terapi
-membawa semua peralatan dan obat ke ruangan mawar (bangsal)
=> Fase Orientasi
Perawat : Assalamualaikum bapak.
Ari : waalaikumsalam
Perawat : Perkenalkan saya adalah perawat intan nur. Bagaimana keadaannya, bapak ?
apakah sudah mulai membaik ?
ARI : alhamdulillah sudah ada peningkatan mbak.
Perawat : bapak hebat sekali. Sekarang, saya akan melakukan
injeksi dengan typoid. Prosedurnya, saya akan memasukkan obat ini di
selang infus bapak, kemudian selang infus di loskan agar bapak tidak merasakan
sakit. Apakah bapak sudah jelas dan siap untuk saya injeksi ?
Ari : iya mbak.
 Fase Kerja
Perawat : *Mencuci tangan kemudian memasukkan obat ke selang infus dan mengeloskan
selang infus tersebut.* Apakah bapak merasakan sakit ?
Ari : Sakitnya sedikit mbak.
Perawat : Ini hanya sebentar kog pak. Apakah bapak tadi sudah makan ?
Ari : sudah mbak. Tapi Cuma dua sendok
Perawat : Pola makan harus di jaga ya pak, agar kondisi tubuh cepat pulih. *menutup
kembali dan mengencangkan selang infus, membersihkan alat dan mencuci
tangan*
 Fase Terminasi
Perawat : Bapak Ari, obat sudah saya masukkan. Obat ini 3x300ml. untuk Rencana tindak
lanjutnya, saya akan kembali Lagi pada jam 20:00 untuk memberikan obat ini lagi,
karena obat ini di berikan tiap 8 jam sekali. Apakah ada yang ingin bapak
tanyakan ?
Ari : Tidak ada mbak. Terimakasih.
Perawat : kalau begitu, apabila bapak ada keluhan lain mohon segera hubungi saya di ruang
perawat ya bapak. Terimakasih. Wassalamualaikum.
Ari : waalaikumsalam.
TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK
mendengarkan dengan penuh perhatian
pandang klien ketika sedang berbicara,
pertahankan kontak mata yang memancarkan keinginan untuk mendengarkan,
sikap tubuh yang menunjukkan perhatian dengan tidak menyilangkan kaki atau tangan,
hindarkan gerakan yang tidak perlu,
anggukkan kepala jika klien membicarakan hal penting atau memerlukan umpan balik,
condongkan tubuh ke arah lawan bicara.

sikap pada saat melakukan komunikasi interpersonal -metakomunikasi. -sentuhan. -sikap tubuh dan ekspresi wajah. Memberikan umpan balik verbal yang menampakkan pengertian.menunjukkan penerimaan Mendengarkan tanpa memutuskan pembicaraan. dukungan emosional. Kasih sayang. Memastikan bahwa isyarat non verbal cocol dengan komunikasi verbal. Menjaga Kontak mata Perawat sebaiknya tidak memandang ke bawah ketika sedang berbicara dengan klien ketika berbicara sebaiknya duduk sehingga perawat tidak tampak dominan jika kontak mata dengan klien dilakukan dalam keadaan sejajar. contoh : tersenyum ketika sedang marah. -penampilan personal -intonasi (nada suara). menanyakan pertanyaan yang berkaitan mengulang ucapan klien dengan menggunakan kata-kata sendiri mengklarifikasi memfokuskan menyatakan hasil observasi menawarkan informasi diam meringkas memberikan penghargaan menawarkan diri memberi kesempatan kepada klien untuk memulai pembicaraan menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan menempatkan kejadian dan waktu menganjurkan klien untuk menguraikan persepsinya refleksi 2. dan perhatian disampaikan melalui sentuhan . atau mencoba untuk mengubah pikiran klien. Menghindarkan untuk berdebat. mengekspresikan keraguan. Perawat harus menyadari emosinya ketika sedang berinteraksi dengan klien -ekspresi wajah.

(lingkungan dalam situasi individu harus mengaplikasikan ketrampilan komunikasi yang tepat. C. Manfaat Komunikasi Teraupetik Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. psikologi. 2003). perasaan. Defenisi Komunikasi dengan lansia harus memperhatikan faktor fisik. Komunikasi terapeutik adalah hubungan kerja sama yang ditandai dengan tukar menukar perilaku. B. Indrawati (2003). sosial. ekonomi. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Berinteraksi Pada Lansia . Komunikasi yang baik ini akan sangat membantu dalam keterbatasan kapasitas fungsional. perilaku emosi yang labil pada pasien lanjut usia (William et al . mengemukakan bahwa komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar. mengungkap perasaan dan mengkaji masalah dan evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat (Indrawati. fikiran dan pengalaman dalam membina hubungan intim terapeutik (Stuart dan Sundeen). Mengidentifikasi. bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. disamping itu juga memerlukan pemikiran penuh serta memperhatikan waktu yang tepat. Komunikasi Teraupetik Pada Sasaran Lansia Komunikasi Teraupetik Pada Sasaran Lansia A. 2007).

Menunjukkan rasa hormat. Pendekatan Perawatan Lansia Dalam Konteks Komunikasi 1. 13. Pendekatan psikologis Karena pendekatan ini sifatnya absrak dan mengarah pada perubahan prilaku. D. 8. 10. Berbicara dengan pelan. Pertahankan kontak mata dengan pasien 4. tingkat kesehatan yang masih bisa di capai dan di kembangkan serta penyakit yang dapat di cegah progresifitasnya. bermain. Pertahankan langkah yang tidak tergesa-gesa dan mendengarkan adalah kunci komunikasi efektif. 9. 6. Hindari kata-kata medis yang tidak dimengerti pasien. Mengurangi kebisingan saat berinteraksi. (adelman. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti pasien. beri kenyamanan. jelas. peruban fisik organ tubuh. kecuali apabila sebelumnya pasien telah meminta anda untuk memanggil panggilan kesukaannya. tukar pikiran. 12. yang dialami. “ibu”. 5. Jangan mengabaikan pasien saat berinteraksi. 11. Untuk melaksanakan pendekatan ini perawat berperan sebagai konselor. kebutuhan. maka umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama. Pendekatan ini relative lebih mudah di laksanakan dan di carikan solusinya karena rill dan mudah di observasi 2. menggunakan bahasa dan kalimat yang sederhana. et al 2000). Hindari menggunakan istilah yang merendahkan pasien 3. seperti “bapak”. tidak harus berteriak. atau mengadakan kegiatan-kegiatan . supporter. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berinteraksi pada lansia yaitu : 1. Menyederhanakan atau menuliskan instruksi. dan beri penerangan yang cukup saat berinteraksi. Lengan. Beri kesempatan pasien untuk menyampaikan perasaannya. advokat. kejadian. Mengenal dahulu kultur dan latar belakang budaya pasien. Gunakan sentuhan lembut dengan sentuhan ringan di tangan. Mengadakan diskusi. interpreter terhadap sesuatu yang asing atau sebagai penampung masalah-masalah yang pribadi dan sebagai sahabat yang akrap bagi klien. atau bahu. 7. bercerita. 2. Pendekatan fisik Mencari informasi tentang kesehatan obyektif. 3. Pendekatan social Pendekatan ini di lakukan untuk menikatkan keterampilan berinteraksi dalam lingkungan.

kelompok merupakan implementasi dari pendekatan ini agar klien dapat berinteraksi dengan sesama lisan maupun dengan petugas kesehatan. E. selain pemahaman yang memadai tentang karakteristik lansia. Pendekatan spiritual Perawat harus bisa membeikan kepuasan batin dalam hubunganya dengan Tuhan atau agama yang dianutnya terutama ketika klien dalam keadaan sakit. 4. memahami pasangan bicara dengan menunjukan sikap peduli. ‘apa yang bisa bantu…? berespon berate bersikap aktif tidak menunggu permintaan bantuan dari klien. Asertif merupakan pelaksanaan dan etika berkomunikasi. petugas kesehatan atau perawat juga harus mempunyai teknik-teknik khusus agar komunikasi yang di lakukan dapat berlangsung secara lancar dan sesuai dengan tujuan yang dim inginkan. Beberapa teknik komunikasi yang dapat di terapkan antara lain: 1. Teknik asertif Asertif adalah sikap yang dapat menerima. sabar untuk mendengarkan dan memperhatikan ketika pasangan bicara agar maksud komunikasi atau pembicaraan dapat di mengerti. Teknik Komunikasi Pada Lansia Untuk dapat melaksanakan komunikasi yang efektif kepada lansia. Sikap aktif dari petugas kesehatan ini akan menciptakan perasaan tenang bagi klien . 2. Sikap ini akan sangat membantu petugas kesehatan untuk menjaga hubungan yang terapetik dengan klien lansia. Ketika perawat mengetahui adanya perubahan sikap atau kebiasaan klien sekecil apapun hendaknya menanyakan atau klarifikasi tentang perubahan tersebut misalnya dengan mengajukan pertanyaan ‘apa yang sedang bapak/ibu fikirkan saat ini. Responsif Reaksi petugas kesehatan terhadap fenomena yang terjadi pada klien merupakana bentuk perhatian petugas kepada klien.

baik pada aspek fisikaupun psikis secara bertahap menyebabkan emosi klien relative menjadi labil perubahan ini perlu di sikapi dengan menjaga kesetabilan emosi klien lansia. Sikap ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri klien lansia sehingga lansia tidak menjadi beben bagi keluarganya dengan demikaian di harapkan klien termotovasi untuk menyadi dan berkarya sesuai dengan kemapuannya selama memberi dukungan baik secara materiil maupun moril. Fokus Sikap ini merupakan upaya perawat untuk tetap konsisten terhadap materi komunikasi yang di inginkan. Klarifikasi dengan cara mengajukan pertanyaan ulang dan memberi . dan bila diperlukan kami dapat membantu’. mesalnya dengan mengiyakan . Upaya ini perlu di perhatikan karena umumnya klien lansia senang menceritakan hal-hal yang mungkin tidak relevan untuk kepentingan petugas kesehatan. untuk itu bapak/ibu dapat melaksanakanya……. 5. Ungkapan-ungkapan yang bisa memberi motivasi. meningkatkan kepercayaan diri klien tanpa terkesen menggurui atau mengajari misalnya: ‘saya yakin bapak/ibu lebih berpengalaman dari saya. senyum dan mengagukan kepala ketika lansia mengungkapkan perasaannya sebagai sikap hormat menghargai selama lansia berbicara. maka perawat hendaknya mengarahkan meksud pembicaraan.3. Supportif Perubahan yang terjadi pada lansia. Klarifikasi Dengan berbagai perubahan yang terjadi pada lansia. sering proses komunikasi tidak berlangsung dengan lancer. petugas kesehatan jangan terkesan menggurui atau mangajari klien karena ini dapat merendahan keparecayaan klien kepada perawat atau petugas kesehatan lainnya. Ketika klien mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan di luar materi yang di inginkan. 4.

? bisa minta tolong bapak/ibu untuk menjelaskan kembali apa yang saya sampaikan tadi…? 6. Non asertif Tanda tanda dari non aserti ini adalah a) Menarik diri bila di ajak berbicara b) Merasa tidak sebaik orang lain (rendah diri) c) Merasa tidak berdaya d) Tidak berani mengungkap keyakinaan e) Membiarkan orang lain membuat keputusan untuk dirinya f) Tampil diam (pasif) g) Mengikuti kehendak orang lain . baik dalam perkataan maupun tindakan 2. Hambatan Komunikasi Teraupetik Pada Lansia Proses komunikasi antara petugas kesehatan dengan klien lansia akan tergannggu apabila ada sikap agresif dan sikan nonasertif 1. Agresif Sikap agresif dalam berkomunikasi biasanya di tandai dengan prilaku-prilaku di bawah ini: a) Berusaha mengontrol dan mendominasi orang lain (lawan bicara) b) Meremehkan orang lain c) Mempertahankan haknya dengan menyerang orang lain d) Menonjolkan diri sendiri e) Pempermalukan orang lain di depan umum. F. solute namun dapat berakibat komunikasi berlangsung emosional dan menimbulkan kerusakan hubungan antara klien dengan petugas kesehatan. penjelasan lebih dari satu kali perlu di lakukan oleh perawat agar maksud pembicaraan kita dapat di terima dan di persepsikan sama oleh klien ‘bapak/ibu bisa menerima apa yang saya sampaikan tadi. Sabar dan Iklas Seperti di ketahui sebelumnya klien lansia umumnya mengalami perubahan-perubahan yang terkadang merepotkan dan kekanak-kanakan perubahan ini bila tidak di sikapai dengan sabar dan iklas dapat menimbulkan perasaan jengkel bagi perawat sehingga komunikasi yang di lakukan tidak terapetik..

Ringkaslah hal-hal yang paling penting dari pembicaraan tersebut. misalnya ketika melaporkan hasil tes yang di inginkan. j. m. Pendekatan untuk Berkomunikasi pada lansia Ketika berkomunikasi dengan pasien lanjut usia dengan pendengaran yang berkurang. Keraskan suara anda jika perlu c. k. ceria atau tertawa secukupnya). ingat kelemahannya. Dapatkan perhatian klien sebelum berbicara. Jangan berharap untuk berkomunikasi denagn cara yang sama dengan orang yang tidak mengalami jangguan. f. Biarkan ia membuat kesalahan jangan menegurnya secara langsung. G. l. Ketika merawat orang tua dengan gangguan komunikasi. Kurangi gangguan visual dan auditory. pesan yang menyatakan bahwa berita tersebut adalah bagus seharusnya di buktikan dengan ekspresi. Pandanglah dia agar dia dapat melihat mulut anda d. i. Arahkan ke suatu topic pada suatu saat. Serasikan bahasa tubuh anda denagn pembicaraan anda. Berilah klien waktu yang banyak untuk bertanya dan menjawab pertanyaan anda. Jangan menganggap kemacetan komunikasi merupakan hasil bahwa klien tidak kooperatif. Bantulah kata-kata anada dengan isyarat visual. a. Berbicara dengan pelan dan jelas saat menatap matanya gunakan kalimat pendek dengan bahasa yang sederhana. tataplah pasien sehingga pasien dapat membaca bibir dan menggunakan isyarat mata. Adanya hambatan komunikasi kepada lansia merupkan hal yang wajar seiring dengan menurunya fisik dan pskis klien namun sebagai tenaga kesehatan yang professional perawat di tuntut mampu mengatasi hambatan tersebut untuk itu perlu adanya teknik atau tip-tip tertentu yang perlu di perhatikan agar komunikasi berjalan dengan efektif anatara lain. g. tahan keinginan anda menyelesaikan kalimat. h. Jadilah pendengar yang baik walaupun keinginan sulit mendengarkanya. postur dan nada suara anda yang menggembirakan (misalnya denagn senyum. . Pastikan adanya pencahayaan yang cukup. Selalu mulai komunokasi dengan mengecek pendengeran klien b.h) Mengorbankan kepentingan dirinya untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain. Atur lingkungan sehinggga menjadi kondusif untuk komunikasi yang baik. n. e. Sebaliknya bertindaklah sebagai partner yang tugasnya memfasilitasi klien untuk mengungkapkan perasaan dan pemahamannya.

hindarkan untuk bertanya kepada pasien apakahdia mengerti. Setiap bahan dengan tulisan harus dicetak paling tidak dengan huruf berukuran 14 diatas kertas berwarna. menggunakan warna-warna kontras untuk membuat objek lebih jelas (mis. dan dalam nada yang normal. pencahayaan untuk latar belakang dan lampu tertutup (Roter. kerangka pintu. dan mempersulit pasien untuk memahami kata-kata anda. Ketika berkomunikasi dengan pasien dengan gangguan penglihatan. lingkungan klinik dapat diperbaiki dengan memperbanyak pencahayaan. 2007). kursi yang berada dilantai klinik). tes. mengubah nada berfrekuensi tinggi. karena pendengaran memburuk dikemudian hari. Jika suara anda melengking.. Jika tersedia. ingatlah masalah keamanan potensial yaitu gangguan penglihatan. pasien lanjut usia kadang-kadang akan meletakkan . jelas. 2000). Orang dengan gangguan pendengaran mungkin akan menjawab “ya” tanpa menyadari bahwa mereka belum mendengar apapun atau salah memahami beberapa informasi. dan menggunakan huruf yang besar serta berwarna kontras untuk setiap tanda. pengeras suara (alat portable yang memperkuat suara dokter dan memancarkannya ke headphones yang dipakai oleh pasien) diketahui sangat memudahkan komunikasi dengan pasien yang mengalami gangguan pendengaran (Fook & Morgan. atau pengobatan. Berteriak akan menghambat komunikasi. 2000). Ketika membahas rencana pengobatan. meredam lengkingan ketika anda berbicara dapat membantu pasien untuk mendengar anda dengan lebih baik. dan berbicara pelan.Pendekatan yang lebih baik untuk mengecek pemahaman pasien adalah dengan meminta pasienuntuk mengulang instruksi (Adelman et al . 2000).Meminimalkan kebisingan.appointment yang lebih awal umumnya lebih baik (Veras & Mattos. Sebagai contoh. Akhirnya. Direkomendasikan untuk menggunakan dua sumber cahaya. Ketika memberikan instruksi untuk medikasi.

. Pada contoh lain. menjaga kontak mata dan menampilkan ekspresi yang bersahabat. biru muda. Anda harus memperkenalkan diri. Pergunakan nada suara yang tenang dan lembut sembari menyentuh bahu pasien dengan lembut akan menunjukkan anda peduli dan ingin berbagi. pasienyang mengalami kesulitan memastikan dosis insulin dapat diinstruksikan untuk ditempatkan pada warna merah diatas meja.yang akan terlihat berwarna abu-abu oleh mata yang telah menua. Warna merah. Kertas kontak berwarna merah dapat dibalutkan pada pegangan untuk berjalan. membuat kilas balik masa . yang akan mempermudahnya untuk melihat jarum dan vial. anda sebaiknya langsung mengarah ke pasiendengan tenang. Pasien demensia sangat bergantung pada komunikasi nonverbal. Ini dapatmenjadi masalah keamanan. Sebagai akibatnya.. oranye. sangat penting untuk mendekati pasien dengan cara yang tenang danmenyenangkan. Saat memasuki ruangan pemeriksaan. dan kuning paling baik dilihat dan dapat digabungkan kedalam perawatan. 2006). walaupun anda telah mengenal pasien ini cukup lama. Akan cukup efektif bila anda menghabiskan beberapa menit untuk mengobrol dan mengingatkan pasien pada keadaan sosialnya. Proses mengingatkan ini merupakan tehnik komunikasi yang cukup efektif pada pasien demensia. 2000 . Smith et al . 2000).obatnya dalam satu wadah dan tergantung pada satu warna untuk mengenalinya. maka pentinguntuk tidak membiarkan bahasa tubuh anda memberikan kesan bahwa anda sedang tergesa-gesa (Orange. tongkat atau tabung oksigen untuk membantu pasien lanjut usia untuk mengambilnya (Adelman et al . hijau muda. karena hal ini akan membangkitkan memori jangka panjang mereka. karena banyak obat yang berwarna putih.

1998) .lalu. saat ini dan masa akan datang dalam pikiran mereka serta mengurangi ketegangan (Puentes.