You are on page 1of 6

KEPATUHAN PERAWATAN PADA PASIEN

DIABETES MELLITUS TIPE 2

I Made Mertha
I Made Widastra
I Gusti Ayu Ketut Purnamawati
Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar
Email: mertha_69@yahoo.co.id
Abstract : Treatment adherence in patient diabetes mellitus type 2. This study aimed
to identity treatment adherence in patients with Diabetes Mellitus Type 2in Interna
Policlinic at Negara General Hospital. This was a quantitative descriftive study with
crossectional subject-approach model. This study use the non probability sampling
with 30 sample. Sampling technicque with consecutive sampling technique that use
questionnaires treatment adherence. The results obtained is 14 respondents (46,7%)
treatment adherence and 4 respondents (13,3%) not treatment adherence.
Abstrak: Kepatuhan perawatan pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Studi ini
bertujuan untuk mengidentifikasi kepatuhan perawatan pada pasien DM tipe 2 di
Poliklinik Interna RSUD Negara. Studi ini merupakan kuantitatif deskriftive dengan
pendekatan subyek crossectional. Dalam studi ini jumlah sampel adalah 30 sample
yang menggunakan teknik probability sampling yaitu consecutive sampling. Dengan
Kuesioner tingkat kepatuhan perawatan didapatkan bahwa 14 responden (46,7%)
patuh dalam perawatan dan 4 responden (13,3%) tidak patuh dalam perawatan.
Kata kunci: Kepatuhan, perawatan, diabetes mellitus type 2.

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah terjadinya resistensi insulin. Faktor tersebut
satu penyakit kronik yang prevalensinya antara lain genetik, usia, obesitas, riwayat
terus meningkat setiap tahun (Sudoyo, keluarga (Smeltzer & Bare, 2002). Di
2009). Indonesia menduduki urutan keempat Indonesia DM tipe 2 merupakan salah satu
terbesar dalam jumlah pasien DM di dunia penyebab kematian utama penyakit tak
setelah India, Cina, dan Amerika Serikat menular yaitu sekitar 2,1% dari seluruh
(Lestari,2009, dalam Histayanthi, 2012). kematian (Hartono, 2011). Di dunia
International Diabetes Federation (IDF) berdasarkan data IDF tahun 2011, terdapat
tahun 2009 menyatakan angka kejadian DM 329 juta orang menderita DM tipe 2 dengan
di dunia mencapai 230 juta pasien dan di kematian mencapai 4,6 juta orang. Pada
Indonesia sendiri mencapai 7 juta orang tahun 2011 Indonesia menduduki peringkat
(Waluyo, 2009 dalam Winantari 2011). kesepuluh dunia dengan jumlah penduduk
Tahun 1994 di Indonesia terdiagnosa 110,4 terdiagnosis DM tipe 2 sebanyak 6,6 juta
juta kasus DM, 80-90% terdiri atas DM tipe pasien (IDF, 2011). Berdasarkan catatan
2 (Soegondo dkk, 2000 dalam Setiawan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2011,
2010). DM tipe 2 merupakan kelompok jumlah pasien rawat inap dengan DM tipe 2
penyakit metabolik karena tubuh tidak mencapai 605 di seluruh rumah sakit
mampu menggunakan insulin secara efektif pemerintah dan terdapat 727 pasien DM tipe
yang memiliki karakterisik hiperglikemia 2 yang melakukan kunjungan ke puskesmas
kronis, (American Diabetes Association, yang tersebar di Bali.
2010). Penyebab resistensi insulin yang Berdasarkan catatan rekam medis RSUD
terjadi pada DM tipe 2 sampai sekarang Negara didapatkan bahwa jumlah kunjungan
belum diketahui secara pasti. Ada beberapa pasien DM tipe 2 ke Poliklinik Interna pada
faktor yang berperan dalam proses tahun 2011 adalah 2.244 orang, pada tahun

dengan pendekatan cross Jumlah 30 100 sectional.4 Penelitian ini merupakan penelitian 4 61 – 70 7 23. dalam Histayanthi. Ketidakpatuhan pasien dalam melakukan Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden tatalaksana DM tipe 2 akan memberikan Berdasarkan Kelompok Umur. Peningkatan kejadian DM tipe 2 akan RSUD Negara pada saat penelitian diikuti dengan peningkatan kejadian dilakukan. baik ini adalah non probability sampling yaitu mikroangiopati maupun makroangiopati consecutive sampling. 2012). umur. menggunakan obat sesuai resep. dalam Berdasarkan tabel 1 di atas dapat Histayanthi. Angka tersebut menunjukkan yaitu Desember 2013. serta memantau kadar glukosa darah (Yoga. 2011).3 METODE 3 51 – 60 13 43. dengan pengisian kuesioner kepatuhan Mencegah komplikasi dan mengurangi perawatan oleh responden. Berdasarkan hal Umur (N) (%) tersebut studi ini dilakukan dengan tujuan (Tahun) untuk mengetahui tingkat kepatuhan 1 30 – 40 1 3. Poliklinik Interna RSUD Negara dan telah 2009. Komplikasi yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria menyertai pasien dengan DM tipe 2 adalah eksklusi sebagai responden. dan pada tahun Penelitian dilakukan di Poliklinik 2013 sampai bulan September adalah 2.6 pasien DM tipe 2. 2011). Perawatan yang wajib dinyatakan bahwa sebagian besar responden dipatuhi oleh pasien DM tipe 2 antara lain berjenis kelamin laki-laki yaitu 20 orang perencanaan makan.2003. pengobatan dan perilaku yang 1 Laki-laki 20 67 disarankan oleh perawat. 2008). 2 41 – 50 7 23. Kepatuhan perawatan merupakan tingkat No Jenis Frekuensi Persentase perilaku dalam melaksanakan cara Kelamin (N) (%) perawatan. Karakteristik responden berdasarkan WHO (2003) menyatakan pengobatan pada jenis kelamin. angka kematian yang dialami oleh pasien DM tipe 2. 2006). perempuan. pasien DM tipe 2 menjadi hal yang sangat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden penting dilakukan dan memerlukan tingkat Berdasarkan Jenis kepatuhan yang tinggi dari pasien DM. Populasi dalam terjadinya peningkatan jumlah pasien DM penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe tipe 2 yang melakukan kunjungan ke Rumah 2 yang berkunjung ke Poliklinik Interna sakit. Teknik komplikasi metabolik akut maupun sampling yang digunakan dalam penelitian komplikasi vaskuler kronis. Sampel dalam penelitian ini komplikasi DM tipe 2 yang diakibatkan oleh adalah pasien DM tipe 2 yang berkunjung ke perawatan yang kurang optimal (Sudoyo. maka pasien perlu mendapat HASIL DAN PEMBAHASAN penatalaksanaan yang tepat (Perkeni. dokter atau oleh 2 Perempuan 10 33 tenaga kesehatan termasuk mengikuti resep Jumlah 30 100 yang telah ditentukan (WHO. .3 perawatan pada pasien DM tipe 2. Karakteristik responden berdasarkan 2011. Data dikumpulkan (Price. latihan fisik secara (67%) dan hanya 10 orang (33 %) responden teratur. 2012).3 kuantitatif dengan rancangan deskriptif yang menggambarkan kepatuhan perawatan pada 5 >70 2 6.007 orang. Perkeni.861 Interna RSUD Negara selama satu bulan orang.2012 adalah 3. dampak negatif yang sangat besar meliputi peningkatan biaya kesehatan dan komplikasi No Kelompok Frekuensi Persentase diabetes (Soegondo.

tingkat pendidikan Kepatuhan bagi pasien DM tipe 2 Berdasarkan analisa deskripstif dapat merupakan keaktifan.3%) yang tidak patuh. Berdasarkan tabel 3 diatas dapat Berdasarkan data penelitian ditemukan dinyatakan bahwa sebagian besar responden angka kurang patuh (40%) dan tidak patuh berpendidikan SMA yaitu 12 orang (40 %). dan hanya 4 responden seperti umur. Responden (Winantari. Berdasarkan tabel 2 di atas dapat sehari – hari yang dirancang untuk dinyatakan bahwa sebagian besar responden mengendalikan penyakit. berbagai faktor diantaranya karakteristik 12 orang (40%) kurang patuh.7 sebagai faktor penentu keberhasilan 3 Tamat SMA 12 40 penatalaksanaan DM tipe 2. 2011). Berdasarkan hasil penelitian Berdasarkan Tingkat Pendidikan diketahui responden sudah sebagian besar patuh terhadap perawatan yaitu 14 orang No Tingkat Frekuensi Persentase (46. dan dinyatakan bahwa responden yang patuh keterlibatan pasien dalam pengelolaan dalan perawatan terbanyak ada pada penyakitnya dengan mengikuti perawatan kelompok umur 51-60 tahun sebanyak 6 khusus yang telah disepakati bersama orang (20%). Kepatuhan perawatan pada pasien Berdasarkan tabel 4 di atas dapat Diabetes Melitus tipe 2 dipengaruhi oleh dinyatakan bahwa 14 orang (46. nutrisi medis.3%). dan kelompok .7). tamat PT.7 perawatan DM tipe 2 sangat diperlukan 2 Tamat SMP 8 26.3%) yang secara keseluruhan 53. Kepatuhan perawatan yang kurang patuh dalam perawatan pada pasien DM tipe 2 difokuskan pada terbanyak ada pada kelompok umur 51-60 suatu program yang melibatkan aktifitas tahun yaitu 6 orang (20%).6%) berpendidikan yang dapat dikatakan relatif masih tinggi. Ketidakpatuhan perawatan pada pasien DM Berdasarkan tingkat kepatuhan tipe 2 baik kategori kurang patuh maupun perawatan dapat dilihat pada tabel 4 berikut tidak patuh merupakan masalah serius yang : dihadapi dan menjadi tantangan tenaga Tabel 4 Distribusi Frekuensi Tingkat kesehatan karena angka kejadian DM tipe 2 Kepatuhan Perawatan Responden terus meningkat dari tahun ke tahun.7 sendiri.7 %) patuh. Dalam hal ini perlu ditekankan Pendidikan bahwa kepatuhan pasien dalam menjalankan 1 Tamat SD 8 26. 2011). ketidakpatuhan pasien dalam Patuh melakukan tatalaksana DM tipe 2 akan 3 Tidak 4 13.6 menyatakan bahwa kepatuhan pasien DM Jumlah 30 100 Tipe II sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan terapi. dan hanya 2 orang (6. Selain itu menurut Soegondo 2 Kurang 12 40 (2008). dan kelompok umur 61-70 (antara pasien denganpetugas kesehatan) tahun sebanyak 6 orang (20%).3%. latihan fisik (olahraga) secara Karakteristik Responden Berdasarkan teratur. Pendidikan serta pemantauan kadar glukosa darah Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden (Yoga. Perawatan ini berada pada kelompok umur 51-60 tahun meliputi: perencanaan makan atau terapi yaitu sebanyak 13 orang (43. dan orang (13. jenis kelamin. kesukarelaan.3 memberikan dampak negatif yang sangat Patuh besar meliputi peningkatan biaya kesehatan Jumlah 30 100 dan komplikasi DM tipe 2. WHO (2003) 4 Tamat PT 2 6. Ketidakpatuhan ini dapat meningkatkan NO Tingkat Frekuensi Persentase resiko berkembangnya komplikasi yang Kepatuhan (%) akan memperburuk penyakit DM tipe 2 itu 1 Patuh 14 46. (13. menggunakan obat sesuai resep.

Makin Berdasarkan analisa deskriptif dapat meningkatnya umur akan mempengaruhi dinyatakan bahwa dari 14 orang (46. oleh Darusman (2009) tentang Perbedaan misalnya seperti rajin berolahraga secara Perilaku Pasien DM Pria dan Wanita dalam rutin. Menurut yang patuh. Hal ini sesuai Berdasarkan Jenis Kelamin. Snyder. Kozier. Tingkat Kepatuhan Responden didapatkan hubungan yang signifikan antara Perawatan Berdasarkan Pendidikan. demikian banyak yang mematuhi perawatan daripada juga responden yang tidak patuh dalam yang berusia lebih muda. dinyatakan kurang patuh terbanyak dengan pendidikan pasien DM yang berusia lebih tua lebih tamat SD yaitu 5 orang (16. gula darah pada pasien DM tipe 2.7%) motivasi untuk hidup sehat. menyatakan bahwa laki-laki lebih patuh menerima atau mengadopsi informasi. patuh karena dengan memulihkan kesehatan Adanya perbedaan perilaku antara laki- diharapkan dapat diterima di tempat kerja laki dan perempuan dalam mematuhi atau lingkungan masyarakat. dan dalam menjalani pengobatan DM pemahaman yang lebih baik terhadap suatu dibandingkan perempuan. yang obat.umur 41-50 tahun yaitu 4 orang (13. Berdasarkan data penelitian yang telah menyimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat disajikan ternyata sebagian besar responden kepatuhan antara pasien DM wanita dan yang patuh adalah dengan pendidikan tamat laki-laki.3%). Hasil penelitian informasi sehingga dapat melakukan . perawatan DM tipe 2 bisa karena adanya Tingkat Kepatuhan Perawatan perbedaan tingkat pendidikan. dan teratur minum Mematuhi Pelaksanaan Diet. Semakin perawatan terbanyak dengan pendidikan bertambahnya usia. Penelitian lain yang dilakukan Budiman (2013) dikemukakan bahwa oleh Irani (2008) tentang psikososial dan semakin tinggi pendidikan seseorang maka hasil fungsional pada pasien DM. didapatkan bahwa pada umumnya daripada pasien perempuan. mengatur pola diet. Pendapat ini juga didukung SMA yaitu 9 orang (30%). makin besar kemampuan menyerap. terbanyak dengan jenis kelamin perempuan Pasien laki-laki memiliki sikap yang lebih yaitu 7 orang (23. Berdasarkan dengan pendapat yang dikemukakan oleh analisa deskriptif dapat dinyatakan bahwa Berman. responden yang kurang patuh perilaku untuk mematuhi pengobatan. responden yang oleh penelitian Winantari (2010). pasien menjadi lebih tamat SD yaitu 3 orang (10%). Erb (1995) dalam responden yang patuh dalam perawatan Darusman (2009) yang menyatakan bahwa terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 12 tingkat pendidikan dapat mempengaruhi orang (40%). ini kurang didukung oleh teori yang Responden yang tidak patuh dalam dikemukakan oleh Sunaryo dalam Bidadari perawatan terbanyak pada kelompok umur (2010) bahwa perempuan lebih memiliki 41-50 tahun yaitu 2 orang (6.05). sedangkan responden baik daripada pasien perempuan karena yang tidak patuh terbanyak dengan jenis berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh kelamin laki-laki yaitu 3 orang (10%) Ramadona (2011) mengenai Pengaruh Berdasarkan data tersebut dapat Konseling Obat Terhadap Kepatuhan Pasien disimpulkan bahwa pasien laki-laki lebih DM Tipe 2 di Poliklinik Khusus RSUP patuh terhadap perawatan DM tipe 2 Padang. sehingga tingkat responden yang patuh dalam perawatan kepatuhan semakin tinggi atau pasien sebagian besar dengan pendidikan tamat semakin patuh.7%) keyakinan dan watak yang lebih halus serta Hasil penelitian ini sesuai dengan memiliki suatu ketelitian yang tinggi penelitian yang dilakukan oleh Budiman dibandingkan dengan laki-laki sehingga (2013) mengenai faktor-faktor yang perempuan lebih memperhatikan kepada berhubungan dengan terkendalinya kadar hal-hal yang sedang dijalankannya. Hasil penelitian pasien laki-laki lebih care terhadap ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan penyakitnya daripada pasien perempuan. Didapatkan (80%) pasien laki-laki SMA dan Perguruan Tinggi. umur dengan kepatuhan (p<0.3%).7%).

Pendidikan Indonesia.html. (online). Menjalani Pengobatan. Skripsi tidak diterbitkan. Konsensus Pengelolaan dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 Tipe II dalam Melaksanakan Diet di Indonesia. Bogor. Bidadari. Pengaruh Konseling Berhubungan dengan Terkendalinya Obat terhadap Kepatuhan Pasien Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Poliklinik Diabetes Melitus tipe 2 di Rumah Khusus Rumah Sakit Umum Pusat Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.http://pasca.org/index68f ketidakpatuhan (kurang patuh dan tidah c. Kedokteran Dan Kesehatan.diabetes. dan dengan pascasarjana Institut Pertanian tingkat pendidikan terbanyak tamat SMA. 2010. 2009. diakses 17 Oktober 2012). yang dalam Mematuhi Pelaksanaan Diet. (online).Djamil Padang. diakses 10 Mei 2013). (http://www.2006.edu/skrip basics/?loc=GlobalNavDB. menggunakan obat sesuai resep. Hubungan Poliklinik Interna RSUD Negara yang patuh Dukungan Sosial Dengan Kepatuhan dalam perawatan sebagian besar adalah Perawatan Pada Pasien DM Tipe 2 dengan jenis kelamin laki-laki yaitu 20 Di Peguyuban DM Puskesmas II orang (66. (http://www.2011. 2013.php?no_s. Model Dinamika Poliklinik RSUD Negara sebagian besar Penyebaran Populasi Diabetes Tanpa dan dengan Komplikasi berjenis kelamin laki-laki. Denpasar: Program Price & Wilson. Universitas Diabetes Type 2. diakses 4 November Penyakit Dalam RSUP Sanglah 2012).unand.tindakan yang tepat dalam mengelola (online). Ade. Patofisiologi Konsep Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Klinis Proses-Proses Penyakit. patuh) sebesar 16 orang (53. Jakarta: EGC. diakses 1 Mei 2013) SIMPULAN Pasien DM Tipe II yang berkunjung ke Hartono.pdf.Edisi Kedokteran Universitas Udayana. Pasien DM Tipe 2 yang patuh dalam Diabetes Atlas: Impact On The Individual. 2011.K.php /BKM/article/view/159/83. Faktor-Faktor yang Ramadona.. 2010. Diabetes Melitus dengan Perubahan (http://perkeni.org/diabetes. (online).D. latihan fisik (olahraga) secara Aceh Darussalam. diakses: 16 Mei 14 November 2012). Universitas Islam Negri Andalas Padang: Universitas Syarif Hidayatullah: Program Studi Pascasarjana.ac. . Pasien DM tipe 2 dengan dspace/bitstream.repository.upi.7%).diabetesatlas. berada pada kelompok umur Denpasar Barat.uinjkt.ac. Perbedaan Perilaku Pasien mematuhi instruksi petugas kesehatan dalam Diabetes Melitus Pria dan Wanita melakukan perawatan DM tipe 2. (http://berita- serta pemantauan kadar glukosa darah.3). Pasien DM tipe 2 yang berkunjung ke Histayanthi. Budiman. 2011.J.id/ penyakitnya. (online). diakses siview. Skripsi. tingkat pendidikan yang tinggi dan pemahaman yang baik maka akan cenderung Darusman. terbanyak pada Penyakit Lain. Bogor: Sekolah kelompok umur 51-60 tahun. kedokteranmasyarakat. teratur. perawatan 14 orang (46. Akademi Keperawatan Pemerintah meliputi perencanaan makan atau terapi Kabupaten Aceh Selatan Nanggroe nutrisi medis.html. 2011.http://repository. Irani. Psikososial dan Fungsional DAFTAR RUJUKAN Pasien Diabetes Melitus dalam American Diabetes Association. 2013. 2013). 2008.(online).id Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu /diakses: 2 Mei 2013). Tidak di Publikasikan 51-60 tahun dan 61-70 tahun yaitu masing- masing 6 orang (20 %) International Diabetes Federation. sementara (http://da3.7%).net/old/pengelolaan- Kadar Gula Darah di Poliklinik diabetes. M. Hubungan Tingkat Perkeni. Universitas Fatmawati. Denpasar Tahun 2010.org/index. VI Volume 2.

2009. Skripsi tidak diterbitkan. Denpasar: Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sakit Gula. dkk. Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pasien Dalam Perawatan Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Sanglah. 2002. Volume I Edisi VIII.. Jakarta: FKUI. Winantari. Jakarta: EGC.. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2011. Soegondo. Mira. . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi V Jilid III. A. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam. Sudoyo. S.Smeltzer & Bare.W. dkk. 2008. Hidup Sehat Secara Mandiri Dengan Diabetes Melitus.Kencing Manis.