You are on page 1of 33

Pengeluaran benda asing harus dilakukan sedini mungkin untuk

menghindari komplikasi yang dapat ditimbulkan misalnya terjadi gangguan
pendengaran, perdarahan pada hidung, gangguan menelan dan lain-lain. Usaha
mengeluarkan benda asing seringkali malah mendorongnya lebih ke dalam
sehingga harus dilakukan secara tepat dan hati-hati. Bila kurang hati-hati atau
bila pasien tidak kooperatif, berisiko trauma yang dapat merusak struktur organ
yang lain. Pada anak-anak harus dipegang sedemikian rupa sehingga tubuh dan
kepala tidak dapat bergerak bebas.3
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 tahun 2014, corpus alienum
merupakan salah satu masalah kesehatan dengan kategori 4A. Hal tersebut
mewajibkan setiap dokter umum mampu menguasai dan dapat menangani
secara mandiri dan tuntas, baik diagnosis maupun tatalaksananya. Oleh karena
itu, perlu pembahasan lebih lanjut mengenai masalah penegakan diagnosis
cepat dan tepat yang berhubungan dengan corpus alienum untuk mencegah
komplikasi yang berlanjut.

A. Tujuan
Mengetahui penegakan diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat terhadap
corpus alienum yang terdapat didalam telinga, hidung dan tenggorok sesuai
dengan standart yang harus dikuasai oleh dokter umum menurut Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 5 tahun 2014

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1

A. CORPUS ALIENUM
1. Definisi
Corpus alienum adalah benda asing yang berasal dari luar atau dalam
tubuh yang dalam keadaan normal tidak ada pada tubuh1.
2. Jenis-jenis Corpus Alienum
Benda asing yang berasal dari luar tubuh disebut benda asing eksogen,
biasanya masuk melalui hidung atau mulut. Sedangkan yang berasal dari
dalam tubuh disebut benda asing endogen. Benda asing eksogen terdiri dari
benda padat, cair atau gas. Benda asing eksogen padat terdiri dari zat
organic seperti kacang-kacangan (yang berasal dari tumbuhan-tumbuhan),
tulang (yang berasal dari kerangka binatang) dan zat anorganik seperti paku,
jarum, peniti, batu, dan lain-lain. Benda asing eksogen cair dibagi dalam
benda cair yang bersifat iritatif, seperti zat kimia, dan benda cair non-iritatif,
yaitu cairan dengan pH 7,4. Benda asing endogen dapat berupa secret
kental, darah atau bekuan darah, nanah, krusta, perkijuan, membran difteri,
bronkolit. Cairan amnion, mekonium dapat masuk ke dalam saluran napas
bayi pada saat proses persalinan1,2.

B. CORPUS ALIENUM PADA TELINGA
1. Anatomi telinga
Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang
terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar
menangkap gelombang suara yang dirubah menjadi energi mekanis oleh
telinga tengah. Telinga tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang
saraf yang kemudian dihantarkan ke otak. Telingan dalam juga membantu
menjaga keseimbangan tubuh. Telinga luar terdiri dari daun telinga (aurikel)
dan saluran telinga (meatus auditorius eksternus). Telinga luar merupakan
tulang rawan (kartilago) yang dilapisi oleh kulit. Suara yang ditangkap oleh
daun telinga mengalir melalui saluran telinga dan kemudian menuju ke
membran timpani4.

2

Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan
sebuah ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang
menghubungkan gendang telinga dengan telinga dalam. Ketiga tulang
tersebut adalah : 4
a. Maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada gendang telinga)
b. Inkus (menghugungkan maleus dan stapes)
c. Stapes (melekat pada jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam)

Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-
tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval. Telinga tengah juga
memiliki 2 otot yang kecil-kecil, yaitu otot tensor timpani (melekat pada
maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap menempel), otot stapedius
(melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara stapedius dengan
jendela oval). Jika telinga menerima suara yang keras, maka otot stapedius

3

5. sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf. yaitu koklea (organ pendengaran). terdiri dari cairan kental dan organ corti yang mengandung ribuan sel-sel kecil (sel rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut. bila kemasukan benda asing di telinga bisa menjadi suatu keluhan berupa penurunan pendengaran3. Definisi corpus alienum pada telinga Corpus alienum pada telinga adalah keadaan dimana terdapatnya suatu benda asing yang terjepit atau tersangkut didalam liang telinga 2. Tuba eustakius membuka ketika kita menelan. Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. yang penting untuk fungsi pendengaran yang normal dan kenyamanan. yang terdiri dari 2 bagian utama. sehingga membantu menjaga tekanan udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga. Gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak4. Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput. orang tua patut mencurigainya sebagai akibat kemasukan benda asing. anak biasanya seringkali tidak melaporkan keluhannya sebelum timbul keluhan nyeri akibat infeksi di telinga tersebut. Tuba eustachius adalah saluran kecil yang menghubungkan teling tengah dengan hidung bagian belakang. Jika hal ini terjadi. akan berkontraksi sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara yang dihantarkan. Kanalis semisirkuler (organ keseimbangan). Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks. yang memungkinkan masuknya udara luar ke dalam telinga tengah. Jangan menanganinya sendiri karena bisa-bisa benda yang masuk malah semakin masuk lebih dalam lagi karena anatomi liang telinga yang berlekuk. Respon ini disebut refleks akustik. 2. yang membantu melindungi telinga dalam yang rapuh dari kerusakan karena suara3.4. Pada anak. lama-lama telinganya bisa mengeluarkan bau. Kadang- kadang benda asing tersebut dapat masuk ke dalam liang telinga dengan disengaja ataupun tidak. Di 4 .

Faktor kebetulan terjadi tanpa sengaja dimana benda asing masuk kedalam telinga contoh masuknya serangga. Benda yang masuk biasanya hanya bisa dikeluarkan oleh dengan menggunakan peralatan dan keahlian khusus. berenang atapun keramas. biasanya terjadi pada anak-anak balita. Selain kapas bisa tertinggal di dalam telinga. kecoa. air justru bisa membuat benda lain di sekitarnya menjadi mengembang dan air sendiri menjadi terperangkap di dalamnya. bahaya lainnya 5 . bisa membuat air masuk ke dalam telinga. Tetapi jika didalam telinga kita ada kotoran. Jika telinga dalam keadaan bersih. Air Sering kali saat kita mandi. telinga banyak terdapat saraf-saraf dan bisa terjadi luka. Faktor kecerobohan sering terjadi pada orang dewasa sewaktu menggunakan alat-alat pembersih telinga misalnya catton bud. Predileksi benda asing di dalam telinga Berikut beberapa benda asing yang sering masuk ke telinga6: a. c. Cotton Bud Cotton bud tidak dianjurkan secara medis untuk membersihkan telinga. air bisa keluar dengan sendirinya. Faktor kesengajaan. 3. b. Etiologi Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan benda asing diliang telinga yaitu 4 : a. tangkai korek api atau lidi yang tertinggal di dalam telinga. b. lalat dan nyamuk.

b. Nyeri merupakan tanda berkembang komplikasi telinga akibat benda asing. Benda-benda kecil Anak-anak kecil sering tidak sengaja memasukkan sesuatu ke dalam telinganya. Rasa nyeri telinga / otalgia Nyeri dapat berarti adanya ancaman komplikasi akibat hambatan pengaliran sekret. d. Akibat dari laserasi kulit dan lukanya membran 6 . Tersumbat Karena terdapat benda asing yang masuk kedalam liang telinga. 4. Beratnya ketulian tergantung dari besar dan letak perforasi membran timpani serta keutuhan dan mobilitas sistem pengantaran suara ke telinga tengah. sehingga pasien akan berusaha mengeluarkan benda asing tersebut. Namun. c. adalah dapat menusuk selaput gendang bila tidak hati-hati menggunakannya. Misalnya. terpaparnya durameter atau dinding sinus lateralis atau ancaman pembentukan abses otak. c. Manifestasi klinik Efek dari masukya benda asing kedalam telinga dapat tanpa gejala atau dengan gejala sampai berupa gejala nyeri berat dan adanya penurunan pendengaran6. Patofisiologi Masuknya benda asing ke dalam telinga yaitu ke bagian kanalis audiotorius eksternus akan menimbulkan perasaaan tersumbat pada telinga. Pada inspeksi telinga akan terdapat benda asing 5. tentu saja membuat telinga terasa tersumbat. manik-manik mainan. Merasa tidak enak ditelinga Karena benda asing yang masuk pada telinga. tindakan yang pasien lakukan untuk mengeluarkan benda asing tersebut sering kali berakibat semakin terdorongnya benda asing ke bagian tulang kanalis eksternus sehingga menyebabkan laserasi kulit dan melukai membrane timpani. Serangga Bila telinga sampai kemasukan semut. berarti ada yang salah dengan bagian dalam telinga. Pendengaran terganggu Biasanya dijumpai tuli konduktif namun dapat pula bersifat campuran. e. a. d. tentu saja membuat telinga merasa tidak enak ataupun tidak nyaman.

Bisikan angka secara acak 5. Uji satu telinga secara bergiliran dengan cara tutup salah satu telinga 3. Diagnosis7 a. 3) Kemungkinan gendang mengalami robekan. Pemeriksaan Ketajaman Pendengaran Test penyaringan sederhana : 1. Gambar : pemeriksaan dengan otoskopi Gambar : benda asing pada liang telinga b. Pemeriksaan dengan Otoskopik Caranya: 1) Bersihkan serumen 2) Lihat kanalis dan membran timpani Interpretasi: 1) Warna kemerahan. timpanai. akan menyebabkan gangguan pendengaran. Berdirilah dengan jarak 30 cm 4. rasa nyeri telinga/otalgia dan kemungkinan adanya resiko terjadinya infeksi7. 6. bau busuk dan bengkak menandakan adanya infeksi 2) Warna kebiruan dan kerucut menandakan adanya tumpukan darah dibelakang gendang. Untuk nada frekuensi tinggi : lakukan dengan suara jam 7 . Lepaskan semua alat bantu dengar 2.

Jika kulit kita 8 . Uji Swabach 7.7: Kebiasaan terlalu sering memakai cottonbud untuk membersihkan telinga sebaiknya dijauhi karena dapat menimbulkan beberapa efek samping: kulit teling kita yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang berguna untuk membuat gerakan menyapu kotoran di telinga kita akan rusak. Sedasi pada anak perlu dilakukan jika tidak dapat mentoleransi rasa sakit dan takut. Menarik daun telinga kearah posterior meluruskan liangtelinga dan benda asing dapat keluar dengan goncangan lembut pada telinga. Setelah benda asing keluar. Forceps yang sudah dimodifikasi dapat digunakan untuk mengambil benda dengan bantuan otoskop b. Uji Ketajaman Dengan Garpu Tala 1. Suction dapat digunakan untuk menghisap benda c. diberikan antibiotik tetes selama lima hari sampai seminggu untuk mencegah infeksi dari trauma liang telinga. Pencegahan a. d. Usaha pencegahan 6. Jika benda asing masuk lebih dalam maka perlu diangkat oleh dokter yang kompeten.7: a. Penggunaan alat seperti magnet dapat digunakan untuk benda dari logam e. Tidak dianjurkan untuk mengorek telinga sendiri karena dapat mendorong lebih kedalam dan menyebabkan ruptur membran timpani atau dapat melukai liang telinga6. sehingga mekanisme pembersihan alami ini akan hilang. Uji Rine 3. Irigasi liang telinga dengan air hangat dengan pipa kecil dapat membuat benda-benda keluar dari liang telinga serta membersihkan debris. lalu diirigasi dengan air hangat. Uji weber 2. 8. f. Beberapa tehnik di klinik pada pengeluaran benda asing di teinga6. Serangga dalam liang telinga biasanya diberikan lidocain atau minyak. Penatalaksanaan Jika terdapat benda yang sangat kecil di dalam liang telinga dapat dicoba dengan mengoyangkannya secara hati-hati.

Sedangkan kerangka tulang rawan terdiri dari beberapa pasang tulang rawan yang terletak di bagian bawah hidung. lecet dapat terjadi infeksi telinga luar yang sangat tidak nyaman dan kemungkinan lain bila anda terlalu dalam mendorong Cottonbud. yaitu : 1) Sepasang kartilago nasalis lateralis superior. Batang hidung (dorsum nasi) c. Anatomi Hidung Hidung luar berbentuk piramid dengan bagian-bagiannya dari atas ke bawah: a. Anatomi Bagian-bagian Hidung Luar Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit. Hindarkan memberi mainan berupa biji-bijian pada anak-anak. Kerangka tulang terdiri dari: 1) Tulang hidung (os nasal) 2) Prosessus frontalis os maksila. maka dapat melukai atau menembus gendang telinga. dan 3) Prosessus nasalis os frontal. CORPUS ALIENUM PADA HIDUNG 1. Puncak hidung (hip) d. Pangkal hidung (bridge) b. 9 . dapat tejadi bahaya di atas atau juga dapat tertelan dan yang fatal dapat menyumbat jalan nafas. BRIDG E Gambar 1. Ala nasi e. Kolumela f. Lubang hidung (nares anterior)8. dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk melebarkan atau menyempitkan lubang hidung. C. jaringan ikat.

Tiap kavum mempunyai empat buah dinding yaitu dinding medial. etmoid anterior dan frontal8. inferior. hiatus semilunaris. 3) di bagian posterior. agger nasi dan resesus frontal. Rongga hidung atau kavum nasi berbentuk terowongan dari depan ke belakang dipisahkan oleh septum nasi di bagian tengahnya menjadi kavum nasi kanan dan kiri. Kompleks osteo meatal (KOM) merupakan celah pada dinding lateral hidung yang dibatasi oleh konka media dan lamina papirasea. Dinding medial ialah septum nasi. atap rongga hidung dibentuk oleh os sfenoid8. dan teori fungsional. 2) Sepasang kartilago nasalis lateralis inferior 3) Tepi anterior kartilago septum8. 2) dinding superior sangat sempit dan dibentuk oleh lamina kribriformis. Pintu atau lubang masuk cavum nasi disebut nares anterior dan lubang belakang disebut nares posterior (koana) yang menghubungkan kavum nasi dengan nasofaring8. tepat di belakang nares anterior disebut vestibulum. infundibulum etmoid. 2. Bagian dari kavum nasi yang letaknya sesuai dengan ala nasi. sedangkan luarnya dilapisi oleh mukosa hidung. bula etmoid. KOM merupakan unit fungsional yang merupakan tempat ventilasi dan drainase dari sinus-sinus yang letaknya anterior yaitu sinus maksila. Batas rongga hidung terdiri dari: 1) dinding inferior. Struktur anatomi penting yang membentuk KOM adalah prosesus unsinatus. teori evolusioner. Septum dilapisi oleh perikondium pada bagian tulang rawan dan periosteum pada bagian tulang. dan superior. lateral. media. superior. Fisiologi Hidung Berdasakan teori structural. Pada dinding lateral terdapat empat buah konka yang terdiri dari konka inferior. fungsi fisiologis hidung dan sinus paranasal adalah: 10 . merupakan dasar rongga hidung dan dibentuk oleh os maksila dan os palatum. Vestibulum dilapisi oleh kulit yang mempunyai banyak kelenjar sebasea dan rambut-rambut panjang yang disebut vibrise8. dan suprema8. yang memisahkan rongga tengkorak dari rongga hidung.

e. jenis kelamin. Fungsi penghidu karena terdapatnya mukosa olfaktorius dan reservoir udara untuk menampung stimulus penghidu. dimana pada keadaan normal tidak terdapat pada hidung tersebut9. Definisi corpus alienum pada hidung Corpus alienum di hidung adalah benda asing yang berasal dari luar tubuh atau dalam tubuh. membantu proses bicara. Fungsi static dan mekanik untuk meringankan beban kepala. Fungsi fonetik yang berguna untuk resonansi suara. penyaring udara. permen. 4. Refleks nasal8. anak cenderung mengeksplorasi tubuhnya. terutama daerah yang berlubang termasuk hidung. pekerjaan. terutama usia 1-4 tahun. c. manik-manik. a. b. Benda asing paling sering ditemukan adalah sisa makanan. atau untuk mengurangi gatal atau perih akibat iritasi yang sebelumnya sudah terjadi. d. dan mencegah hantaran suara sendiri melalui konduksi tulang. 3. humidifikasi. kondisi sosial 11 . Epidemiologi Kasus benda asing di hidung paling sering terjadi pada anak. penyeimbang dalam pertukaran tekanan dan mekanisme imunologik local. Mereka dapat memasukkan benda asing sebagai upaya mengeluarkan sekret atau benda asing yang sebelumnya ada di dalam hidung. proteksi terhadap trauma. Fungsi respirasi untuk mengatur kondisi udara. Pada usia 1-4 tahun. Faktor yang mempermudah terjadinya aspirasi benda asing dalam hidung antara lain faktor personal (umur. dan kertas9. dan pelindung panas.

telinga. dan tempat tinggal). dan traktus urogenital. penurunan kesadaran. Benda asing hidup (benda organik) 1) Lalat Beberapa kasus miasis hidung yang pernah ditemukan di hidung manusia dan hewan di Indonesia disebabkan oleh larva lalat dari spesies Chryssomya bezziana. kegagalan mekanisme proteksi normal (keadaan tidur. Etiologi Berdasarkan jenis bendanya. Benda asing tak hidup (benda anorganik) Benda asing tak hidup yang tersering adalah manic-manik. serta sifat benda asing. dan epilepsi). mata. a. Pada saat menghisap darah. lubang-lubang pada tubuh seperti hidung. Benda asing dapat dapat menyebabkan morbiditas bahkan mortalitas bila masuk ke saluran nafas bawah9. etiologi corpus alienum di hidung dapat dibagi menjadi10. 12 . Setelah selesai menghisap darah. Hidung dapat menjadi port d’entry atau tempat cacing tersebut bermigrasi dari usus untuk mendapatkan oksigen yang lebih banyak. lintah mengeluarkan zat penghilang rasa sakit dan mengeluarkan zat anti pembekuan darah sehingga darah pada pasien tidak akan membeku. ukuran. 3) Cacing Ascaris lumbricoides merupakan nematoda usus yang masih menjadi masalah di negara berkembang seperti Indonesia. lintah akan menjatuhkan diri. serta faktor kecerobohan9. baterai logam. 2) Lintah Lintah merupakan hewan penghisap darah. alkoholisme. 5. Kasus baterai logam di hidung merupakan salah satu kegawatan yang harus segera dikeluarkan karena kandungan zat kimianya yang dapat bereaksi terhadap mukosa hidung. dan kancing baju. b. Lalat dewasa meletakkan telurnya pada pada jaringan hidup misalnya pada luka. bentuk.

13 . Manifestasi Klinis Hidung tersumbat oleh secret mukopurulen yang banyak dan berbau di salah satu rongga hidung tempat adanya benda asing.6. Patofifiologi Corpus alienum Masuk ke dalam cavum nasi Bertahan di dalam cavum nasi Respon pertahanan pada Terjadi iritasi hidung Kerusakan dan Sel goblet epitel kematian sel respiratorius Keluar mukus Pembusukan sel- sel jaringan yang Medium yang baik nekrosis oleh untuk pertumbuhan bakteri bakteri Foeter Ex Nasi Sekret mukopurulen 7. Kadang disertai nyeri.

Epitaksis tanpa rasa nyeri sering menjadi keluhan utama pada pasien dengan lintah di dalam hidungnya9. serta hidung berbau busuk9. 8. Lintah biasanya sulit dilihat dengan rinoskopi anterior. menyusuri atap kavum nasi 14 . sehingga kadang memerlukan pemeriksaan endoskopi. lunak. kemerahan di sekita mata dan sebagian muka atas. Benda asing biasanya tertutup mukous sehingga disangka sinusitis. Cara mengeluarkan benda asing di hidung ialah memakai pengait (hook) yang dimasukkan ke dalam hidung bagian atas.12. Penatalaksanaan Benda asing pada hidung yang harus diperlakukan sebagai kasus gawat sehingga harus dikeluarkan secepatnya antara lain baterai dan kapur barus. selain benda asing yang dapat dilihat langsung. rinore unilateral yang kental dan berbau. kadang- kadang perforasi septum nasi. Bila benda asing berupa lintah. Benda asing hidup yang terdapat di dalam hidung kebanyakan menimbulkan sensasi benda yang bergerak-gerak. demam. Misalnya benda asing seperti karet busa. dan dapat terjadi ulserasi. dan pemeriksaan penunjang9. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis. Baterai logam di dalam hidung dapat menimbulkan keluhan rasa terbakar atau panas di hidung9. terdapat epistaksis berulang yang sulit berhenti meskipun sudah diberikan koagulan. Pada pemeriksaan tampak mukosa edema dengan inflamasi mukosa hidung unilateral. pemeriksaan fisik. Mukosa hidung nekrotik. Bila terlihat. Gejala lain bervariasi sesuai patogenesisnya. Dapat disertai demam dan nyeri. 9. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior. epistaksis dan bersin. dan melekat erat pada mukosa hidung atau nasofaring11. maka akan tampak benda asing berwarna coklat tua dengan perabaan lunak dan melekat pada mukosa. hidung tampak bengkak. akan tampak edema dengan inflamasi mukosa hidung unilateral. serta dapat juga terjadi ulserasi11. Gejala yang timbul pada anak akibat adanya benda asing di hidung adalah hidung tersumbat.12. Pada miasis. sangat cepat menimbulkan secret yang berbau busuk. Pada rinoskopi posterior tampak benda asing berwarna coklat tua.

seperti selulitis periorbital. maka sebaiknya digunakan pengait yang ujungnya tumpul12. kemudian larva tersebut diambil satu per satu. epiglositis. meningitis. CORPUS ALIENUM PADA TENGGOROKAN 15 . Pemberian antibiotik sistemik selama 5-7 hari hanya diberikan pada kasus benda asing di hidung yang telah menimbulkan infeksi pada hidung maupun sinus13. dan tetanus14. premium) yang dapat melemahkan larva. Cara lain yaitu dengan menggunakan kateter dengan balon ukuran 5 atau 6 F yang dimasukkan ke dalam hidung melewati benda asing yang terperangkap. Rinolith dapat timbul bila benda asing bertahan selama bertahun-tahun. Edema pada mukosa dapat menyebabkan obstruksi pada drainase sinus dan tuba eustachius sehingga mengakibatkan sinusitis dan otitis media akut.13. Untuk lintah dapat diteteskan tembakau. sampai menyentuh nasofaring. Dengan cara ini benda asing akan ikut terbawa keluar.14. 10. cunam Nortman atau “wire loop”.14. dianjurkan pemberian reagen tertentu (misalnya kloroform. Sebelum tindakan dilakukan. kemudian balon dikembangkan. Hindari mendorong benda asing dari hidung kearah nasofaring karena akan menyebabkan masuknya benda asing tersebut ke dalam laring sehingga menyebabkan sumbatan saluran nafas13. Untuk miasis hidung. Benda asing hidup sebaiknya dimatikan terlebih dahulu dengan tetes minyak parafin atau alkohol sebelum diangkat. Dapat juga menggunakan forsep alligator. sehingga benda asing diharapkan akan keluar ke nares anterior dan mudah diekstraksi. D. Setelah itu pengait diturunkan sedikit dan ditarik ke depan. terlebih dahulu diberikan fenilefrin 0. difteri. Infeksi struktur jaringan di sekitar hidung juga dapat terjadi. Tindakan operatif dengan melakukan nekrotomi merupakan tindakan alternatif lain yang dilakukan dengan cara memberikan tetes kloroform terlebih dahulu14. Komplikasi Perdarahan merupakan komplikasi tersering yang terjadi pada corpus alienum di hidung. Bila benda asing berbentuk bulat.5% untuk mengurangi edema mukosa dan lidokain topikal atau spray sebagai analgetik.

Secara statistik. Kebanyakan kasus aspirasi benda asing terjadi pada anak usia < 15 tahun. 1. mempunyai aliran udara lebih besar dan membentuk sudut lebih kecil terhadap trakea dibandingkan dengan bronkus kiri15. Benda asing di bronkus paling sering pada bronkus kanan. 75% aspirasi benda asing terjadi pada anak usia 1 . Saluran Nafas Atas 1) Hidung Berfungsi : a) Fungsi penghidu b) Pernapasan c) Penyaring debu d) Kelembapan udara pernapasan 16 . karena bronkus kanan lebih besar. laring/trakea 12 % dan bronkus sebanyak 83%. Aspirasi benda asing merupakan hal yang paling sering ditemukan dan ditangani di unit gawat darurat. presentase aspirasi benda asing berdasarkan letaknya di hipofaring ssebesar 5%. Anatomi dan Fisiologi saluran napas16 a.16.3 tahun.

oesephagus dan udara masuk ke arah depan masuk ke laring. Makanan masuk ke bagian belakang. (2) Mempunyai fungsi pencernaan makanan. Pada bagian bawahnya. Didalamnya mengandung epitel pseudostratified 17 . Reflek menelan berawal dari orofaring menimbulkan dua perubahan. Tersusun dari 16 – 20 cincin tulang rawan berbentuk huruf C yang terbuka pada bagian belakangnya. c) Struktur konka yang berfungsi sebagai proteksi terhadap udara luar karena struktur yang berlapis d) Sel silia yang berperan untuk melemparkan benda asing keluar dalam usaha untuk membersihkan jalan napas. c) Laringofaring Merupakan posisi terendah dari faring. 3) Laring Fungsi utama laring adalah untuk terjadinya vokalisasi. (2) Ada pharingeal tonsil (adenoids). 4) Trakea Trakea terdapat pada bagian oesephagus yang terentang mulai dari cartilago cricoid masuk kedalam rongga thorax. Laring juga melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk. sistem respirasi menjadi terpisah dari sistem digestiv. terletak pada bagian posteriomasopharinx merupakan bagian dari jaringan lymphatic pada permukaan posterior lidah (3) Mempunyai efek respiratorik b) Orofaring (1) Bagian tengah faring antara palatum lunak dan tulang hyoid. 2) Faring Bagian faring dan fungsinya : a) Nasofaring (1) Ada saluran penghubung antara nasopharinx dengan telinga bagian tengah yaitu tuba eustachiius dan tuba auditori. Rongga hidung terdiri atas : a) Vestibulum yang dilapisi oleh sel submukosa sebagai proteksi b) Dalam rongga hidung terdapat rambut yang berperan sebagai penapis udara. makanan terdorong masuk kedalam saluran pencernaan.

Stadium pertama. Saluran Nafas Bawah 1) Bronkus 2) Bronkiolus 3) Bronkiolus Terminalis 4) Bronkiolus respiratori 5) Duktus alveolar dan Sakus alveolar 6) Alveoli20. sifat. b. Terdapat cilia yang memicu terjadinya reflek batuk/bersin. nasofaring. telah terjadi gejala komplikasi dengan obstruksi. Memiliki gejala disfonia afonia. columner cilia yang memiliki sel goblet untuk sekresi mukus. bentuk dan ukuran benda asing. rasa tercekik (choking). a) Sumbatan total Hal ini dapat menyebabkan keadaan gawat yang berakibat asfiksia dalam waktu singkat. batuk-batuk hebat secara tiba-tiba (violent paroxysms of coughing). erosi atau infeksi sebagai akibat reaksi terhadap benda asing sehingga timbul batuk-batuk. laring. rasa tersumbat di tenggorok (gagging) dan obstruksi jalan napas yang terjadi dengan segera. Gejala Corpus Alienum didalam Saluran Nafas Gejala sumbatan benda asing di dalam saluran nafas tergantung pada lokasi benda asing. Benda asing yang masuk melalui hidung dapat tersangkut dihidung.trakea mengalami percabangan pada carina mebentuk bronchus kanan dan kiri. c. derajat sumbatan (total atau sebagian). 1) Benda Asing di Laring Terjadi di antara pita suara. Tiga stadium aspirasi benda asing yang menimbulkan gejala sebagai berikut : a. Stadium kedua. pneumonia dan abses paru18. gejala stadium permulaan diikuti oleh interval asimtomatis. b) Sumbatan tidak total : Sumbatan tipe ini memiliki gejala : (1) Suara parau (disfonia) (2) Afonia 18 . 2. Stadium ketiga. trakea dan bronkus. sub glotis dan dapat terjadi sumbatal total maupun sumbatan sebagian. b. apneu dan sianosis. hemoptosis.

2) Benda Asing di Trakea Benda asing di trakea ini dapat menimbulkan gejala batuk yang tiba . sianosis. Stridor jelas terdengar dan pasien tampak gelisah. Biasanya benda asing diam dan kecil 19 . Cekungan terdapat di suprasternal. By-pass Valve Obstruction a. Stadium pertama. Gejala yang ditimbulkan diantaranya : (a) Sputum haemoragis (b) Rasa logam / aroma khusus (c) Emfisema. cekungan sedikit pada inspirasi didaerah suprasternal. Stadium ketiga. Cekungan di suprasternal dan epigastrium. terdapat gejala patognomonik : (a) Audible slap (batuk dengan mulut terbuka) (b) Palpatory thud (teraba di trakea pars servikal) (c) Asthmatoid wheeze ( bunyi saat ekspirasi inspirasi dengan mulut terbuka ) (d) Tracheal flutter (getaran teraba pada benda asing yang kecil) 3) Benda Asing di Bronkus Lebih banyak terjadi masuk ke dalam bronkus kanan. atelektasis (d) Febris (e) Dapat terlihat gambaran bronkiektasis. stridor mulai terdengar c.tiba berulang dengan rasa tercekik (choking). Sumbatan sebagian b. mengi. Stadium kedua. kadang-kadang belum ada stridor b. rasa tersumbat di tenggorok (gagging). bronkopneumonia dan abses paru Jackson (1936) membagi sumbatan bronkus dalam 4 tingkat : 1. a. sianosis (5) Hemoptisis (6) Dispneu dengan derajat bervariasi Pada pemeriksaan fisik didapatkan gejala sumbatan laring yang dibagi dalam 4 stadium (jackson). (3) Batuk disertai sesak (croupy cough) (4) Odinofagi. Udara dapat lewat waktu inspirasi dan ekspirasi tetapi salurannya sempit bunyi napas (mengi) c. Stadium keempat. d. intercostal dan supraclavicula. epigastrium. Cekungan bertambah dalam. pasien yang mula-mula gelisah mulai lemah dan akhirnya kesadaran menurun.

b) Refleks-refleks melemah akibat benda asing yang tersangkut. Udara ekspirasi terhambat (oleh karena kontraksi otot bronkus) c. Tumor yang berttangkai 4. Diagnosa Corpus Alienum didalam Saluran napas a. Benda asing dalam bronkus b. Ekspirasi masih dapat terlaksana 6. Penekanan bronkus dari luar c. Anamnesis Gejala dan tanda sumbatan yang tampak fase awal (gejala sesaat sesudah teraspirasi): 1) Batuk tiba-tiba 2) Rasa tercekik (choking) 3) Rasa tersumbat di tenggorokan ( gasping) 4) Menahan nafas (gagging) 5) Bicara gagap (sputtering) 6) Obstruksi jalan nafas yang terjadi segera b. Emfisema paru obstruktif d. edema d. Tumor intraluminer 2. Inspiratory Check-Valve Obstruction 4. Mucous plug (gumpalan ingus) c. Expiratory Check Valve Obstruction a. Benda asing di bronkus b. Inspirasi terhambat 5. Penyebab : a. Edema dinding bronkus pada bronkitis 3. Benda asing diam Penyebab : a. Stop Valve Obstruction a. Inspirasi dan ekspirasi terhambat b. Pemeriksaan fisik 1) Fase asimtomatis : a) Tanda dan gejala aspirasi benda asing berkurang / menghilang. Benda asing mobile Penyebab : a. Benda asing menyumbat lumen b. Terjadi atelektasis tanpa pneumothorax (udara yang sisa diresorbsi) Penyebab : a. Trauma dinding bronkus dan peradangan berat 19. Benda asing dalam bronkus b. Udara inspirasi dapat lewat b. 3. 2) Fase komplikasi Tanda dan gejala sesuai lokasi tersangkutnya benda asing 20 .

Penatalaksanaan Penanggulangan pada obstruksi saluran nafas atas pada prinsipnya supaya jalan napas lancar kembali. Pemeriksaan radiologi leher-thorax 1) Benda asing radioopak/metal selanjutnya dilakukan foto polos PA dan leteral (dapat dilakukan segera) 2) Benda asing radiolusen dapat dilakukan foto rontgen setelah 24 jam ( untuk mengetahui adanya atelektasis/ emfisema) 3) Video fluoroscopy (a) Cara terbaik melihat saluran napas keseluruhan (b) Evaluasi saat inspirasi dan ekspirasi (c) Adanya obstruksi parsial Jika ≥ 1 tahapan disamping menunjukkan hasil positif dilanjutkan pemeriksaan endoskopi d. a) Laring (1) Batuk paroksimal (2) Parau (3) Disfoni-Afoni (4) Sesak nafas (5) Stridor inspirasi dan ekspirasi (6) Retraksi otot pernafasan (7) Gelisah (8) Sianosis b) Trakea (1) Batuk hilang timbul (2) Asthmatoid wheezing (3) Palpatory thud (4) Audible snap (5) Dispnea (6) Retraksi otot pernafasan (7) Stridor ekspirasi (8) Gelisah (9) Sianosis c) Bronkus (1) Batuk tidak produktif hingga produktif (2) Mengi (wheezing) (3) Perkusi : normal / redup / hipersonor sisi ipsilateral (4) Auskultasi : vesikuler / melemah hipersonorsisi ipsilateral c. Pemeriksaan endoskopi (diagnosa pasti) 1) Laringoskopi 2) Bronkoskopi (a) bronkoskop kaku (b) bronkoskop fleksibel 4. 21 .

3) Mencegah aspirasi sekret yang ada di rongga mulut atau berasal dari lambung.18. b.iii. Laringotomi (Krikotirotomi) Laringotomi dilakukan dengan membuat lubang pada membran tirokrikoid (krikotirotomi). Intubasi endotrakea merupakan tindakan penyelamatan dan dapat dilakukan tanpa atau dengan analgetika. Tindakan operatif/resusitasi : memasukkan pipa endotrakeal melalui mulut (intubasiorotrakea) atau melalui hidung (intubasinasotrakea). Perasat Heimlich Suatu cara mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total atau benda asing yang berukuran besar yang terletak di hipofaring.a. b. kedua tangan diletakkan pada perut bagian atas. Tangan kanan dikepalkan dengan bantuan tangan kiri. Intubasi Intubasi dilakukan dengan memasukkan pipa endotrakeal lewat mulut atau hidung. Tata cara pelaksanaannya adalah penolong berdiri dibelakang penderita sambil memeluk badannya. atau melakukan krikotirotomi yang dilakukan pada obstruks laring stadium IV. Tindakan konservatif : pemberian antiinflamasi. Prinsip perasat Heimlich adalah memberikan tekanan pada paru-paru17. Untuk menanggulangi obstruksi saluran napas atas : a. membuat trakeostoma yang dilakukan pada obstruksi laring stadium ii. antibiotika serta pemberian oksigen intermitten yang dilakukan pada obstruksi laring stadium 1. Pada perasat Heimlich lakukanlah tekanan ke dalam dan ke atas rongga perut sehingga menyebabkan diafragma terdorong ke atas. kemudian dilakukan 22 . amti alergi. c. Trakeostomi Merupakan suatu tindakan bedah dengan mengiris atau membuat lubang sehingga terjadi hubungan langsung lumen trakea dengan dunia luar untuk mengatasi gangguan pernapasan atas. 1) Membantu ventilasi 2) Memudahkan mengisap sekret dari traktus trakeobronkial. Tenaga dorongan ini akan mendesak udara dalam paru-paru ke luar. d.

Infeksi paru b. 2) Pada bayi : a) Pegang bayi dengan muka menghadap ke bawah b) Topang dagu dan leher dengan lutut dan satu tangan. Bagian proksimalnya disebut introitus esophagus yang terletak setinggi batas bawah kartilago krikoid atau setinggi vertebre servical VI. Komplikasi a. Di dalam perjalanannya dari daerah servikal. e. Anatomi Dan Fisiologi Esofagus Esofagus merupakan bagian saluran cerna yang menghubungkan hipofaring dengan lambung. dan ini hanya dapat dilakukan oleh tenaga terlatih18. Di dalam rongga toraks. Penderita disuruh membatukkan keluar benda asing tersebut. Lakukan tiga sampai empat kali pukulan punggung diikuti tiga sampai lima kali hentakan abdomen atau dada dan ulangi usaha-usaha pembersihan. 5. Asma. Corpus Alienum di Esofagus 1. penekanan rongga perut ke arah dalam dan ke atas dengan hentakan beberapa kali18. Back blow 1) Pada pemeriksa yang sadar. krikotiroidotomi. c) Lakukan pemukulan ringan pada punggung secara lembut antara kedua tulang belikat. Tindakan terakhir yang masih dapat kita lakukan adalah. esophagus berada di mediastinum superior antara trakea dan kolumna 23 . Bronkiektasis c. esophagus masuk ke dalam rongga toraks. 19 E.

Otot polos pada bagian ini murni bersifat sfingter. Inervasi esophagus berasal dari dua sumber yaitu saraf parasimpatis nervus vagus dan saraf simpatis dari serabut-serabut ganglia simpatis servikalis inferior. yaitu tempat peralihan otot serat lintang menjadi otot polos. Penyempitan terakhir terletak pada hiatus esophagus diafragma yaitu tempat esophagus berakhir pada kardia lambung. torakal dan abdominal. Esofagus menyempit pada tiga tempat.vertebra terus ke mediastinum posterior di belakang atrium kiri dan menembus diafragma setinggi vertebre torakal X dengan jarak kurang dari 3 cm di depan vertebra. Akhirnya esophagus ini sampai di rongga abdomen dan bersatu dengan lambung di daerah kardia.23 24 . nervus torakal dan nervus splangnikus. Penyempitan pertama bersifat sfingter setinggi tulang rawan krikoid pada batas antara esophagus dengan faring. Berdasarkan letaknya esophagus dibagi dalam bagian servikal.

Peristiwa tertelan dan tersangkutnya benda asing merupakan masalah utama anak usia 6 bulan sampai 6 tahun. baik secara sengaja maupun tidak sengaja. dan pelebaran pembuluh darah. web. dan dapat terjadi pada semua umur pada tiap lokasi di esophagus. baik di tempat penyempitan fisiologis maupun ptologis dan dapat pula menimbulkan komplikasi fatal akibat perforasi. Etiologi dan Faktor Predisposisi 22. Gambar Anatomi esofagus 2. Faktor predisposisi antara lain : a Belum tumbuhnya gigi molar untuk dapat menelan dengan baik b Koordinasi proses menelan dan sfingter laring yang belum sempurna pada kelompok usia 6 bulan sampai 1 tahun. c Retardasi mental 25 . anomaly congenital termasuk stenosis kongenital. Penyebab pada anak antara lain. Definisi Corpus Alineum di Esofagus22 Benda asing esophagus adalah benda yang tajam ataupun tumpul atau makanan yang tersangkut dan terjepit di esophagus karena tertekan.23 Secara klinis masalah yang timbul akibat benda asing esophagus dapat dibagi dalam golongan anak dan dewasa. fistel trakeoesofagus. 3.

merupakan penyebab ketiga kematian mendadak pada anak dibawah umur 1 tahun dan penyebab kematian keempat pada anak usia 1-6 tahun (National Safety Council 1984). biasanya di otot krikofaring atau arkus aorta. striktur pasca esofagitis korosif. Benda sing yang bukan makanan kebanyakan tersangkut di servikal esophagus. akhalasia. 70% dari 2394 kasus benda asing esophagus ditemukan di daerah servikal.23 5. karsinoma esophagus atau lambung. dibawah sfingter kriko faring. 22. pada pasien gangguan mental dan psikosis.23 4. 22. Benda asing di esophagus sering ditemukan di daerah penyempitan fisiologis esophagus. kadang-kadang di daerah penyilangan esophagus dengan bronkus utama kiri pada sfingter krdio esophagus. yaitu esofagitis refluks. Pada orang dewasa benda asing yang tersangkut dapat berupa makanan atau bahan yang tidak dapat dicerna seperti biji buah-buahan. Epidemiologi Mati lemas karena sumbatan jalan nafas (suffocation) akibat tertelan atau teraspirasi benda sing. atau potongan daging yang melekat pada tulang. Faktor predisposisi lian ialah adanya penyakit-penyakit esophagus yang menimbulkan gejala disfagia kronis. d Gangguan pertumbuhan dan penyakit-penyakit neurologik lain yang mendasarinya. e Pada orang dewasa tertelan benda asing sering dialami oleh pemabuk atau pemakai gigi palsu yang kehilangan sensasi rasa (taktil sensation) dari palatum. gigi palsu. Dilaporkan 48% kasus benda sing yang tersangkut di daerah esofagogaster menimbulkan nekrosis tekanan atau infeksi lokal.7% didaerah esophagus torakal. tulang ikan. mabuk (alkoholisme) dan intoksikasi (keracunan). dapat membentuk suatu peradangan pada esophagus dan menimbulkan suatu efek trauma pada esophagus. Kemudian menimbulkan suatu edema yang menimbulkan rasa 26 . 12 % didaerah hipofaring dan 7. cara mengunyah yang salah dengan gigi palsu yang kurang baik pemasangannya. Patogenesis Ketika benda asing masuk ke oesofagus. Morbiditas dan mortalitas yang tinggi tergantung pada komplikasi yang terjadi.

Diagnosis tertelan benda asing. gambaran klinis.23 Pemeriksaan Fisik 27 . nyeri. 22. regurgitasi dan muntah. muntah. pada ukuran benda asing. stridor dan sianosis terjadi akibat penekanan trakea atau benda asing.23 6. dimana trakea memiliki jarak yang dekat dengan esophagus. dengan gejala dan tanda. 22. 22.23 Manifestasi Klinis Gejala sumbatan tergantung pada ukuran. timbul rasa tidak enak di substernal atau nyeri di punggung. Nyeri di punggung menunjukkan adanya tanda perforasi atau mediastinitis. bentuk dan jenis benda asing. disfagia lebih berat bila telah terjadi edema mukosa yang memperberat sumbatan sehingga timbul rasa sumbatan esophagus yang persisten. berat badan menurun. harusnya dipertimbangkan pada setiap anak dengan rasa tercekik (choking). Tindakan endoskopik dilakukan untuk diagnostik dan terapi. Gejala disfagia bervariasi tergantung. 8. lokasi tersangkutnya komplikasi yang timbul dan lama tertelan. Gejala ini diikuti dengan disfagia. 7. Diagnosis Ditegakkan berdasarkan anamnesis. kadang-kadang mudah berdarah. Bila benda asing tersangkut di esophagus distal. batuk. Terdapat rasa tercekik. pemeriksaa radiologik dan endoskopik. gejala yang lain adalah odinofagia. gangguan pernafasan. demam. rasa penuh di leher dan kemudian dapat mengganggu sistem pernafasan sebagai akibat trauma yang juga mempengaruhi trakea. gejala permulaan benda asing esophagus adalah rasa nyeri di daerah leher bila benda asing tersangkut di servikal. bentuk. jenis benda asing. dan apakah mempunyai bagian yang tajam. Efek lebih lenjut adalah terjadi penumpukan makanan. hipersalivasi. kemudian timbul rasa tidak enak didaerah substernal atau nyeri di punggung. Harus diketahui dengan baik ukuran. Gangguan napas dengan gejala dispneu. rasa tersumbat di tenggorok (gangging). Mula-mula timbul nyeri didaerah leher.

Benda asing bulat atau tumpul dapat menimbulkan perforasi sebagai akibat sekunder dari inflamasi kronik dan erosi. antara lain emfisema subkutis atau mediastinum. Pada anak-anak terdapat gejala nyeri atau batuk. Perforasi dapat menyebabkan selulitis local. Bila terjadi mediastinitis. dan fistel esofagus. Komplikasi Laserasi mukosa perdarahan. Bila terjadi perforasi ke pleura dapat menimbulkan pneumothoraks atau pyotoraks. Jaringan granulasi disekitar benda asing timbul bila benda asing berada di seofagus dalam waktu yang lama. Bila benda asing ireguler menyebabkan perforasi akut. gelisah. Gejala dan tanda perforasi esophagus servikal dan torakal oleh karena benda asing atau alat. nadi dan pernapasan cepat. nyeri yang menjalar ke punggung. Tanda lanjut. dapat menimbulkan obstruksi saluran napas dengan stridor karena menekan dinding trakea bagian (posterior trachea esophageal party wall) 22. berat badan menurun dan gangguan pertumbuhan. wheezing. disebabkan oleh aspirasi ludah atau minuman. Terdapat kekakuan local pada leher bila benda asing terjepit akibat edema yang timbul progresif . Benda asing yang terdapat di daerah servikal esophagus dan bagian distal krikofaring. krepitasi di daerah leher atau dada. tanda efusi pleura unilateral atau bilateral dapat dideteksi.23 10. abses leher atau tanda empisema subkutan. kaku leher. retrosternal dan epigastrium. pembengkakan leher. Pemeriksaan Penunjang 28 . demam. demam dan menggigil.23 9. Perforasi langsung ke rongga pleura dan pneumothoraks jarang terjadi tetapi dapat timbul sebagai komplikas tindakan endoskopi. didapatkan tanda-tanda pneumo-mediastinum. emfisema leher dan pada auskultasi terdengar suara getaran di daerah pre cordial dan inter scapula. 22. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ronkhi. perforasi local dengan abses leher atau mediastinitis.

b Esofagogram pakai barium enema dilakukan untuk benda asing radiolusen akan memperlihatkan filling defect persistent. Kemudian dilakukan esofagoskopi ulang untuk menilai kelainan-kelainan esofagus yang telah ada sebelumnya. c Xeroradiografi dapat menunjukkan gambaran penyangatan (enhancement) pada daerah pinggir benda asing. Bila dicurigai perforasi kecil. segera dipasang pipa nasogaster agar pasien tidak menelan dan diberikan antibiotic dan analgetik berspektrum luar selama 7-10 hari agar tidak terjadi sepsis. 29 . Penatalaksaan 22. torakotomi atau esofagotomi. Pemeriksaan ini sebaiknya tidak dilakukan untuk benda asing radioopak. karena densitas pada bahan asing sama dengan zat kontras. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi sebaik-baiknya untuk mendapatkan tanda perforasi dini. 11. Benda asing tajam yang telah masuk ke dalam lambung dapat menyebabkan perforasi di pylorus. Untuk benda asing tajam yang tidak bisa dilakukan dengan esofagoskopi harus segera dilakukan pembedahan sesuai lokasi benda asing tersebut.23 Dilakukan esofagoskopi dengan memakai cunam yang sesuai agar benda asing tersebut dapat dikeluarkan. d CT Scan dapat menunjukkan gambaran inflamasi dan jaringan lunak e MRI dapat memperlihatkan semua gambaran semua keadaan patologik esophagus. Bila letak benda asing menetap selama 2x24 jam maka benda asing tersebut harus dikeluarkan secara pembedahan (laparatomi). yaitu servikotomi. a Pemeriksaan radiologi berupa foto polos esofagus servikal dan torakal anteroposterior dan lateral harus dilakukan pada semua pasien yang diduga tertelan benda asing. sehingga akan menyulitka penilaian ada tidaknya benda asing.

Gambar Koin dalam esophagus pada foto Rontgen AP Gambar Koin dalam esophagus pada foto Rontgen lateral Gambar Koin dalam esophagus pada pemeriksaan endoskopi 30 .

31 . hidung. Karena benda asing bisa menjadi suatu keadaan yang darurat maka perlu segera dilakukan tindakan untuk mengangkat benda asing tersebut. Pada tahun awal kehidupan anak mengalami penjelajahan dan interaksi dengan lingkungan. dokter yang kompeten dengan alat-alat yang memadai. dan kerjasama dari pasien. Ketika anak mulai dapat merangkak dan berjalan. BAB III KESIMPULAN DAN PENUTUP Benda asing adalah masalah yang lazim pada bidang THT. Pengangkatan benda asing bergantung pada faktor-faktor dari benda asing sendiri. dan sampai tenggorokan. ataupun benda asing lainnya. Namun terkadang terjadi kesulitan dalam pengangkatan benda asing dalam THT. beberapa mengalami keparahan. seringkali diikuti berbagai komplikasi. telinga. anak mulai berinteraksi dengan banyak benda yang biasanya anak suka memasukan benda-benda tersebut ke dalam lubang mulut. khususnya pada bidang THT anak. Pada pasien dewasa masalah benda asing biasanya terjadi akibat kesengajaan atau tidak sengaja yang biasanya dapat diakibatkan oleh serangga.

S.80.. http://medical- dictionary. 1990:5-7. Junizaf MH. 2008. In: Soepardi EA.Brown's Otolaryngology. Jakarta: EGC 13. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Kapita Selekta Kedokteran. Heim SW. A. Teknik Pemeriksaan Telinga Hidung Tenggorok. Jakarta. 2007. Benda Asing di Saluran Napas. Alih Bahasa Dr. University of Virginia School of Medicine. ed 6. Ballenger J. Adams. 5. Vol I. M.medicinenet. Penerbit Buku Kedokteran. 4h ed. 2002. L. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 11. Oct 15. 4. E. Herawati. Dalam : Scott.thefreedictionary. 28. H. DAFTAR PUSTAKA 1.com/objects_or_insects_in_ear/article. Hidung.com/Corpus+alienum. Butterworth- Heinemann Ltd. George. Hal. Soepardi. Iskandar N.210-1. Jakarta: EGC 32 . Mansjoer. Virginia. S. Wright A. Jilid II. 2008. Penyakit Telinga Hidung Tenggorok dan Kepala Leher. Charlottesville. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 12. Edisi 6. Surgery of the Ear. 8. Maqbool M. Edisi 6. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala-Leher. Maughan KL. 6. 2007. Oxford . Foreign Body in the Ear. dkk. Buku Ajar Penyakit Telinga. Medical dictionary.htm.. Tenggorokan. Boies. Am Fam Physician. A. BOEIS : Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok. Anatomy and Ultrastructure of the Human Ear. 1997. WB Saunders Company. Edisi 13.. Benda Asing di Saluran Napas. Nose. EGC. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 10. Junizaf. and Throat. Tokyo . Objects or insects in Ear./11. Shambaugh GE. 76(8): 1185-89 7. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher edisi 6. Dalam: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher. International Editions : 1/1/1 . Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 9. 2. 1994: 78 . 2007. Penyakit Telinga Luar. Caroline Wijaya.. 1999. 3. http://www. Edisi 6. Cunha JP. Rukmin. 259-65. Corpus Alienum. Basic Science. 6"' ed.

Jakarta. Benda Asing di Esofagus. Seely S. Munter DW. Heim SW. FKUI. E. 2009. Anatomy and Physiology. Ed Keenam EGC 33 . and Throat. UniVersity of Virginia School of Medicine. 2008. virginia. Hal.. Yunizaf M. Sixth Edition. 2001. Charlottesville.I. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Foreign Body in the Ear. Iskandar N. Esofagus dan Mediastinum : Buku Ajar Penyakit THT. Ekstraksi Benda Asing Laring (Rotan) dengan Neuroleptic Anesthesia. edisi kelima. Ed. 2007. Nasal Foreign Bodies.H. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher edisi 6... J. Balai penerbit FK UI. Jakarta. 21.A. Junizaf. Maughan KL.F. Corpus Alienum di Hidung: Ludman H. 22. M. M. Tate. In: Soepardi EA. Medicinus .. : 13-19 18. Petunjuk Penting pada Penyakit THT. Aose.14. Penyakit THT dan kepala leher. Dalam: Soepardi. 22(2): 58-60. 301. 2013.. 16. 23. Hipokrates.medscape. Penyakit Jalan Nafas Bagian Bawah. H:305-325 19. Jakata. 2004. Perkasa. danIskandar. Oswari J. Benda asing di saluran napas. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. et al. Gastrointestinal Foreign Bodies in Emergency medicine. Am Fam Phisician 2007. oct 15 . N. Adams GL. 218-23 17. Ballenger J. jlid II.13. http: http://emedicine. Fischer.com/article/763767 15. 76 (8) 20.. The McGraw−Hill companies.