BAB II

DAFTAR PUSTAKA

2.1 Alat Berat

Alat-alat berat yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil merupakan
alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan
pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting di
dalam proyek, terutama proyek- proyek konstruksi maupun pertambangan dan
kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Tujuan dari penggunaan alat-alat berat
tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya,
sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu
yang efisien dan relatif lebih singkat ( Rochmanhadi, 1985 ).
Setiap perusahaan atau organisasi dalam menjalankan aktivitas / usahanya,
pasti dihadapkan pada teknologi yang akan mencerminkan kekuatan perusahaan
dalam mencapai tujuan. Maka dari itu setiap perusahaan berlomba-lomba dalam
hal teknologi salah satunya penggunaan alat berat guna mencapai sasaran.
Menurut Ir. Susy Fatena Rostyanti Msc dalam bukunya Alat Berat
Untuk Proyek konstruksi (2008) menyebutkan bahwa bonafiditas suatu perusahaan
konstruksi tergantung dari aset-aset teknologi yang dimiliknya, salah satunya
adalah alat berat. Alat berat yang dimiliki sendiri oleh perusahaan konstruksi
akan sangat menguntungkan dalam memenangkan tender proyek konstruksi
secara otomatis hal tersebut akan mencerminkan kekuatan perusahaan tersebut.
Menurut ( Rohman, 2003 ) melaksanakan suatu proyek konstruksi berarti
menggabungkan berbagai sumber daya untuk menghasilkan produk akhir yang
diinginkan, pada proyek konstruksi kebutuhan untuk peralatan antara 7 – 15 %
dari biaya proyek, Peralatan konstruksi yang dimaksud adalah alat/perlalatan yang
diperlukan untuk melakukan pekerjaan konstruksi secara mekanis. Artinya
pemanfaatan alat berat pada suatu proyek konstruksi dapat memberikan insentif pada
efisiensi dan efektifitas pada tahap pelaksanaan maupun hasil yang dicapai.

2.2 Fungsi Alat Berat

Alat berat terdiri dari beberapa fungsi diantaranya :
1. Alat Pengolah Lahan
2. Alat Penggali
3. Alat pengangkut material

4. Alat pemindahan material
5. Alat pemadat
6. Alat pemroses material
Dari ke tujuh fungsi dasar alat berat tersebut penulis akan
menganalisa pada jenis fungsi alat untuk alat penggali, alat pengangkut
material ,alat pemindahan material , alat penghamparan dan alat pemadat.

2.2.1 Excavator
Excavator atau sering disebut dengan Backhoe termasuk dalam alat penggali
hidrolis memiliki bucket yang dipasangkan di depannya. Alat penggeraknya traktor
dengan roda ban atau crawler. Backhoe bekerja dengan cara menggerakkan bucket ke
arah bawah dan kemudian menariknya menuju badan alat. Sebaliknya front shovel
bekerja dengan cara menggerakkan bucket ke arah atas dan menjauhi badan alat.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa backhoe menggali material yang berada di
bawah permukaan di mana alat tersebut berada, sedangkan front shovel menggali
material di permukaan dimana alat tersebut berada.
Pengoperasian backhoe umumnya untuk penggalian saluran, terowongan, atau
basement. Backhoe beroda ban biasanya tidak digunakan untuk penggalian,tetapi
lebih sering digunakan untuk pekerjaan umum lainnya. Backhoe digunakan pada
pekerjaan penggalian di bawah permukaan serta untuk penggalian material keras.
Dengan menggunakan backhoe maka akan didapatkan hasil galian yang rata.
Pemilihan kapasitas bucket backhoe harus sesuai dengan pekerjaan yang akan
dilakukan.

Gambar 2. 1 Bachoe
Backhoe terdiri dari enam bagian utama, yaitu struktur atas yang dapat berputar, boom,
lengan (arm), bucket, slewing ring, dan struktur bawah. Boom, lengan dan bucket

digerakkan oleh sistem hidrolis. Struktur bawah adalah penggerak utama yang dapat
berupa roda ban atau roda crawler. Ada enam gerakan dasar yang mencakup
gerakan 24 gerakan pada masing-masing bagian,
yaitu :
a) Gerakan boom : merupakan gerakan boom yang mengarahkan
bucket menuju tanah galian.
b) Gerakan bucket menggali : merupakan gerakan bucket saat
menggali material.
c) Gerakan bucket membongkar : adalah gerakan bucket yang
arahnya berlawanan dengan saat menggali.
d) Gerakan lengan : merupakan gerakan mengangkat lengan dengan
radius sampai 100°.
e) Gerakan slewing ring : gerakan pada as yang bertujuan agar
bagian atas backhoe dapat berputar 360°.
f) Gerakan struktur bawah : dipakai untuk perpindahan tempat jika
area telah selesai digali.

Cara kerja backhoe pada saat penggalian adalah sebagai berikut :
1) Boom dan bucket bergerak maju.
2) Bucket digerakkan menuju alat
3) Bucket melakukan penetrasi ke dalam tanah
4) Bucket yang telah penuh diangkat.
5) Struktur atas berputar.
6) Bucket diayun sampai material di dalamnya keluar

2.2.2 Dump Truck
Seperti yang telah diketahui bahwa truk sangat efisien untuk pengangkutan
jarak jauh. Kelebihan truk dibanding alat lain :
a) Kecepatan lebih tinggi.
b) Kapasitas besar.
c) Biaya operasional kecil.
d) Kebutuhan dapat disesuaikan dengan kapasitas alat gali

Karena truk sangat tergantung pada alat lain. b) Untuk aspal. Dalam pemilihan ukuran dan konfigurasi truk ada beberapa faktor yang mempengaruhi. material paling berat diletakkan di bagian belakang (menghindari terjadinya kerusakan pada kendali hidrolis). pilih bak bersudut bulat. yaitu material yang akan diangkut dan excavator atau loader pemuat. bak dilapisi oleh solar agar aspal tidak menempel pada permukaan bak. 2 Dump Truck Namun. untuk pengisian material tanah perlu memperhatikan hal-hal berikut : a) Excavator merupakan penentu utama jumlah truk. Dalam pengisian baknya. sehingga tentukan jumlah truk agar excavator tidak idle. e) Ganjal ban saat pengisian. alat ini juga memiliki kekurangan dibanding alat lain karena truk memerlukan alat lain untuk pemuatan. yaitu : a) Untuk batuan. dasar bak dialasi papan kayu agar tidak mudah rusak. c) lsi truk sampai kapasitas maksimumnya. c) Untuk material lengket seperti lempung basah. Volume material yang diangkut harus sesuai dengan kapasitas truck. seperti : . Untuk pengangkutan material tertentu. Gambar 2. ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. d) Untuk mengangkutan material beragam. b) Jumlah truk yang menunggu jangan sampai lebih dari 2 unit. . Jika pengangkutan material oleh truk dilaksanakan melampaui batas kapasitasnya maka hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. truk memerlukan alat lain seperti excavator dan loader. Truk tidak hanya digunakan untuk pengangkutan tanah tetapi juga material-material lain.

b) Kerugian dalam produktivitas akan lebih kecil jika salah satu truk tidak dapat beroperasi. perbaikan. 1. Kapasitas dan ukuran truk sangat bervariasi. c) Kerusakan pada Bak. a) Konsumsi bahan bakar bertambah. Oleh karena itu. d) Mengurangi produktivitas. 2. dan perawatan). c) Jumlah truck yang seimbang dengan alat pemuat akan sulit didapat d) Larangan pengangkutan di jalan raya dapat diberlakukan pada truck besar. c) Memerlukan lebih banyak supir. c) Kemudahan dalam memperhitungkan jumlah truck untuk setiap alat pemuat. Keuntungan truk besar terhadap truk kecil : a) Jumlah truck yang sedikit menyebabkan investasi berkurang (bensin. 1 01 . b) Umur ban berkurang. pemilihan ukuran truk sangat penting karena truk besar atau kecil akan memberikan beberapa keuntungan dan kerugian. b) Kebutuhan supir yang tidak banyak. b) Jumlah truck yang banyak maka waktu antrean (ST) akan besar. Kerugian truck besar terhadap truck kecil : a) Bila alat pemuat kecil maka akan memperbesar waktu muat (LT). d) Waktu antre (ST) akan berkurang. b) Beban yang besar dari truk dan muatannya akan mempercepat kerusakan jalan. Kerugian truck kecil terhadap truck besar : a) Kesulitan bagi alat pemuat dalam memuat material. 3. Kelebihan truck kecil terhadap truk besar : a) Bergerak lebih leluasa dan kecepatan lebih tinggi. d) Meningkatkan investasi karena jumlah truck yang banyak. c) Memudahkan alat pemuat dalam memuat material. 4.

Perbedaannya terletak pada landasan kerjanya. agar tanah benar-benar .2. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. 3 Wheel Loader 2.4 COMPACTOR Compactor adalah alat yang digunakan untuk memadatkan tanah atau material agar dapat dicapai suatu nilai kepadatan yang diinginkan sesuai dengan beban atau muatan serta frekuensi lintasan yang akan dilalui oleh material yang dipadatkan tadi. Sedangkan kelengkapan pad drum dipakai untuk material atau tanah yang bersifat liat dengan kandungan air cukup besar.dipadatkan semaksimal mungkin. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. Compactor yang dilengkapi dengan vibro atau getaran akan mampu lebih cepat mencapai kepadatan material yang diinginkan. kering dan kokoh.2. . Gambar 2. dimana landasan kerja untuk whell loader relatif rata.3 Wheel Loader Wheel Loader adalah alat pemuat beroda karet (ban).2. Smooth drum dipakai untuk memadatkan material yang bersifat lepas dimana kandungan airnya (moisture content) kecil atau untuk pemadatan/finishing. Dipergunakan terutama pada pengoperasian yang dituntut agar tidak merusak landasan kerja.mana hampir sama dengan dozer shovel yang berfungsi untuk mengangkut dari stock pile ke atas dump truck. penggunaannya hampir sama dengan Dozer Shovel. Fugsi utamanya adalah untuk memuat material ke dalam alat pengangkut di.

ada yang terbuat dari baja (SteelWheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). Berdasarkan bahan roda penggilasnya. Dilihat dari bentuk permukaan roda.ic) sebagai permukaan yang menggilas permukaan asphalt atau tanah. Dilihat dari susunan roda gilasnya. 2. tapi ada juga yang harus ditarik traktor. berbentuk grid. 5.3 PNEUMATIC TIRED ROLLER Pneumatic Tire Roller adalah alat untuk memadatkan lapisan asphalt atau tanah yang menggu nakan roda ban karet yang dipompa (pneumat. 3. 4. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). makin besar tekanannya pada ban. Tekanan yang diberikan roda terhadap permukaan tanah dapat diatur tekanannya dengan cara merubah tekanan ban.2. Gambar 2. mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. dan sebagainya. sehingga seluruh permukaan yang dilintasi akan menjadi rata. bersegmen. maka 1 21 . Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). Susunan dari roda bagian depan dan roda bagian belakang diatur secara selang-seling.ada yang punya permukaan halus(plain). klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: 1. roda dua (Tandem Roller). berbentuk kaki domba. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). Berdasarkan cara geraknya. dan Three Axle Tandem Roller. 4 Compactor 2. Bagian yang tidak dilintasi roda depan akan dilintasi oleh roda belakang. ada yang bergerak sendiri.

Berikut merupakan faktor-faktor tersebut. 2. Diantaranya yakni akan menghasilkan ketepatan perhitungan produksi peralatan sekaligus memberikan ketepatan waktu penyelesaian dan ketepatan biaya produksi . Pada tire roller ini beratnya dapat ditingkatkan seperti juga pada tandem roller. Ketelitian dalam menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi kemampuan produksi alat akan memberikan nilai atas faktor-faktor tersebut. Gambar 2.3.3 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Produksi Alat Kemampuan alat dalam manghasilkan produksi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. berpotensi terjadinya kerusakan pada komponen-komponen mesin itu.1 Faktor Kondisi Peralatan Produksi suatu peralatan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dari alat tersebut. Pneumatic Tire Roller baik sekali digunakan pada penggilas lapisan hot mix sebagai “Penggilas Antara”. 5 Pneumatic Tire Roller 2.Kondisi peralatan layak operasi ditinjau dari aspek ekonomi yakni sebagai berikut: K = 100% sebagai kondisi umum K = 60 % sebagai kondisi minimum . makin besar pula tekanan pada tanah. hal ini terjadi akibat penurunan kondisi mesin akibat dari adanya keausan komponen mesin. degan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Semakin tinggi jumlah jam operasional maka.

t (%) (2. PU (1998) 2. yakni meliputi : a) Keadaan asli yakni : keadaan tanah sebelum diadakan pengerjaan. . yakni : keadaan tanah setelah diadakan pengerjaan.90 2 Baik 90 – 80 3 Cukup 80 – 70 4 Sedang 70 – 60 Sumber : Dept. Salah satunya yakni kondisi tanah. maka penurunan kondisi peralatan per jam secara garis lurus ( straight Line ) yakni : ∆K = ( 100 – 60 ) / UE……( % jam ) (2.1) Jadi kondisi peralatan saat penilaian sesuai dengan jam operasi yang sudah dicapai adalah : K = 100 -∆K.3. dinyatakan dalam ukuran alam Bank measure (BM) b) Kondisi lepas.1 Klasifikasi kondisi peralatan No Klasifikasi Kondisi Nilai Kondisi (%) 1 Prima 100 .3) Dimana : UE = Umur ekonomis alat dalam jam T = Jam operasi yang sudah tercapai Tabel 2. Berat material. yang dinyatakan dengan istilah Loose Measure ( LM) c) Kondisi padat. Pada pengoperasian normal 2000 jam per tahun. Faktor tanah berikutnya yang dapat mempengaruhi produktifitas alat berat diantaranya : 1. dimana volume tanah setelah dipadatkan mungkin lebih besar atau sebaliknya lebih kecil dari volume keadaan Bank Measure (BM). yaitu keadaan tanah setelah ditimbun kembali dan dipadatkan. per M3 yakni berpengaruh terhadap volume yang diangkut.2) = 100-((100-60)UE) x t (%) (2.2 Faktor Kondisi Peralatan Kemampuan alat untuk memproduksi secara optimal akan sangat di pe- ngaruhi oleh kondisi medan di lapangan. hubungannya terhadap alat adalah tenaga tarik alat tersebut. hal ini sangat dipengaruhi oleh usaha dalam pemadatan tersebut.

Berikut adalah daftar kondisi klasifikasi kondisi lapangan. yakni besar kecilnya rongga. Ruang gerak sempit . Bentuk butir / Material. yakni merupakan kemampuan ikat butir tanah. Ruang gerak luas . Kohesivitas / daya ikat. oleh alat. keras / aspal . Lapangan datar kering . sehingga sangat berpengaruh terhadap produktifitas alat tersebut. Ruang gerak luas . bergelombang . Jalan hantar berbelok-belok tajam . Lingkungan Bebas SEDANG . 4. sehingga akan berdampak kembali terhadap produktifitas alat tersebut. Lingkungan bebas RINGAN . Jalan hantar lurus . tersebut. dilain sisi alat tersebut akan bekerja ekstra dan akan berdampak pula terhadap kebutuhan biaya penggunaan alat tersebut. Lingkungan terbatas Sumber : Dept. Jadi suatu medan disebut Ideal. Tabel 2. Lapangan kering bergelombang . PU (1998) . Lapangan bergelombang dan becek . Sedang dan berat bergantung pada jenis peralatan yang dioperasikan dilapangan. Lapangan datar lembab . sehingga akan berpengaruh terhadap pengembangan dan penyusutan tanah yang pada akhirnya akan mempengaruhi produktifitas alat.datar .2 Kondisi medan Klasifikasi Kriteria IDEAL . 3. Jalan hantar tidak lurus. Ruang gerak luas . Jalan hantar lurus. Lingkungan bebas BERAT . Ringan. tiap-tiap jenis tanah mempunyai kohesivitas yang berbeda pula.

tanah kerikil. bukan tanah pasir dipadatkan.10 Dapat digusur secara sempurna penuh blade.90 Tanah lepas tapi tidak digusur sepenuh blade.757 3 Sedang 0. .715 0.805 0. yang akan berpengaruh terhadap maksimal muat dalam bucket. Hal ini disebabkan oleh sifat kondisi material yang akan dikerjakan.4 Faktor material (Em) Pekerjaan Tingkat Faktor Kondisi dan jenis Kesulitan material Material Dozing Mudah 1.pasir batu pecah halus.715 4 Berat 0.kadar air rendah.85 0.90 0.673 Sumber : Dept.805 0.85 0.760 0. onggokan material.3 Alat dan medan Kondisi Kondisi Alat No Medan Prima Baik Cukup Sedang 1 Ideal 0.80 2 Ringan 0. PU (1998) Untuk faktor material ( Em ) merupakan kapasitas atau Pay Load actual per siklus suatu peralatan tidak selalu sama dengan kapasitas spesifikasi yang dinyatakan pabrik.715 0. tanah biasa. Sedang 0. Volume tanah dari keadaan tanah asli menjadi lepas atau padat berbeda untuk berat yang sama dan perbedaan itu disebut Faktor konversi atau Conversion factor. Berikut fill faktor / faktor pengisian dan conversion factor yang dapat digunakan untuk perhitungan pengerjaan penggali Excavating dan muat Loading Tabel 2.80 0.852 0.Dari gabungan Faktor alat dan medan yakni sebagai berikut : Tabel 2.90 0.95 0. hal ini dapat terlihat dari isi bucket apakah terisi penuh atau terdapat rongga.

batuan karang atau kapur.00. Manajemen yang baik tergantung dari sistem yang dilakukan dengan kebijakan dari seorang manajer. tanah 1.3 Faktor Kondisi Peralatan Manaejemen merupakan seni untuk mendapatkan seluruh kegiatan dalam suatu sistem agar dapat berjalan lancar. Onggokan tanah material dengan 0. Mudah 1. tanah pasir.80 Onggokan batu hasil peledakan. 0. . tanah pasir dan lumpur Sulit 0. Sejak tahap awal atau tahap kegiatan belum dimulai sudah ada kepercayaan bahwa seluruh kegiatan akan terlaksana dengan tepat waktu.85.10 berpasir. Agak sulit 0. hasil peledakan. Agak Sulit 0. tanah liat legit dan lumpur Sumber : Rochmanhadi (1992) 2.80. efektif.85 sirtu. ekonomis.3. tanah liat dengan kadar Sedang 0. Batu pecah kasar.95 proses pengambilan diforsir .80 batu kali. dengan Kerikil Sulit 0. Sulit 0. pasir. dan tepat biaya.60 Batu hasil ledakan atau batu berukuran kasar dan lumpur. Onggokan material.75.90 Kondisi alam tanah pasir.liat lengket. sirtu. Batu pecah halus. sesuai arah / tujuan. 0. dan terkoordinir.tanah liat keras kering. aman. pasir Agak sulit 0. tepat mutu. tanah liat keras.70 Kadar air tinggi.pasir kerikil.

Proyek dengan nilai 1 M Cukup Pendidikan. Cotraction Management 2. Large Project Management 2. ………………………. Tabel 2. SimiliarProject Management Pengalaman 3. Similar Project Management 3. Informal : 1. Pengalaman 5. 0.90 a.. 0. Management Audit 3. Proyek dengan nilai 1. Proyek dengan nilai 0. Formal : S1-Teknik b.5 M Sumber : Rochmanhadi (1992) .5 Faktor manajemen (EM) Klasifikasi Curiculum Vitae Nilai faktor (%) Sangat Baik Pendidikan. Large Project Management 2.25 M 6. Informal : 1. 0. Project Administration Pengalaman 1. Proyek dengan nilai 0. Formal : S1-Teknik b. Formal : S1-Teknik b.85 a. Proyek dengan nilai 1 M 2. Informal : 1.95 a. Proyek dengan nilai 0.5 M Baik Pendidikan. Engineering Management 3.5 M 4.

55 0. 0.70 8 Tempat pengambilan batu 0.90 5 Lempung liat basah 0.55 0. Untuk klasifikasi operator dan mekanik akan dibagi dalam 4 klasifikasi berdasarkan Curriculum Vitae (CV) yakni : .55 0.36 0.70 6 Lempung liat becek 0.90 3 Tanah Kering 0.5 Faktor Operator dan Mekanik Prestasi kerja suatu peralatan sangat tergantung pada kemampuan operator dalam menggunakan alat dan mekanik sebagai teknisi yang berperan aktif dalam mengontrol kondisi alat agar dapat bekerja secara optimal.4 Faktor Kondisi Peralatan Koefisien traksi adalah suatu faktor yang harus dikalikan pada berat total kendaraan untuk mendapatkan tenaga maksimum yang boleh dikerahkan agar roda tidak terjadi selip. Tenaga atau traksi yang boleh dikerahkan agar roda tidak selip disebut traksi kritis .30 12 Tanah basah berlumpur 0.20 0.50 11 Pasir kering gembur 0.55 9 Pasir basah 0. 2.20 0.56 0.45 0.40.90 2 Liat Lempung 0.45 0.3.6 Besaran traksi NO Type dan Jenis Alat Jenis Roda Ban Karet Roda Kelabang 1 Lempung 0. PU (1998) 2.45 0.90 4 Jalan Datar tanpa perkerasan 0.25 Sumber : Dept.65 0.50 10 Jalan kerikil gembur 0.3. besarnya traksi tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 2.70 7 Tanah pertanian basah 0.

berdebu 0. secara tidak langsung cuaca akan berpengaruh terhadap kondisi operator itu sendiri. pengalaman kerja kurang dari 3000 jam.783 0.666 0.666 0.6 Faktor Cuaca Cuaca merupakan suatu dampak yang tidak dapat diprediksi.75 2 Terang Panas. faktor pengaruh cuaca terhadap prestasi operator perlu ditetapkan seperti matrik sebagai berikut : Tabel 2. Prestasi operator akibat dari pengaruh cuaca dapat diukur dalam satuan menit/jam atau % yakni perbandingan antara waktu efektif kerja dari tiap jam kerja dengan tiap jam waktu yang tersedia. Mengingat tugas yang dilaksanakan oleh operator dengan menggunakan peralatan.592 0. Untuk keperluan perhitungan.85 0. c) Cukup yakni pendidikan STM/ sederajat.737 0. gerimis 0. cerah 0.90 0.75 0. ini dapat ditinjau dari tingkat kesulitan dan resiko keamanan di lokasi pekerjaan. memiliki sertifikat SIMP/SIPP (III) dan pengalaman kerja lebih dari 6000 jam b) Baik yakni Pendidikan STM /sederajat / memiliki sertifikat SIMP/SIPP (II) dan pengalaman kerja 4000-6000 jam. d) Sedang yakni pendidikan STM/sederajat .629 0. PU (1998) 2 02 .555 Sumber : Dept. memiliki sertifikat SIMP/SIPP (I) dan pengalaman kerja 2000 – 4000 jam.624 4 Gelap 0.83 0.7 Prestasi operator dan mekanik terhadap cuaca Operator dan Mekanik No Cuaca Terampil Baik Cukup Sedang 1 Terang.80 0. 2. maka secara tidak langsung owner maupun rekanan harus mampu menentukan klasifikasi operator dan mekanik.708 0. mendung. a) Terampil yakni pendidikan STM / sederajat.691 3 Dingin. seperti waktu untuk istirahat sementara makin banyak untuk keperluan pemulihan stamina dari operator itu sendiri.3. Untuk setiap 1 Jam kerja yang tersedia akan terdapat waktu yang hilang sebagai akibat dari cuaca.

dimana hal ini akan berdampak langsung terhadap kinerja mesin alat berat.5) 2. Besarnya nilai gabungan tersebut dapat dinyatakan dengan : Etotal = Eam + Eco + Em + EM (2. maka selain tahanan gelinding terdapat gaya yang menahan alat tersebut.7 Job Faktor Job faktor merupakan job efisiensi yang sebenarnya. maka akan berpengaruh terhadap kepadatan lapisan oksigen. Sebagai penggantinya digunakan Job Faktor ( ETOT) yang artinya kombinasi dari faktor-faktor yang telah diuraikan secara bersama-sama dan saling terikat mempengaruhi produksi perlalatan. Untuk kenaikan 1 % diperlukan tahanan sebesar 10 kg untuk setiap 1 ton berat alat agar alat tersebut dapat bergerak naik. Jadi sebelum diatas 750 m diatas permukaan air laut tenaga atau torsi mesin masih belum berkurang. Rumus : GR = 10 Kg x 1% x Berat Kendaraan ( ton).2.3.4) dimana : Eam = Faktor gabungan alat dan medan Eco = Faktor gabungan cuaca dan operator Em = Faktor sifat dan kondisi material EM = Faktor kondisi manajemen 2.8 Pengaruh Kelandaian ( Grade Resisten) Pada saat alat berat bergerak di permukaan yang menanjak. Yang dimaksud dengan kenaikan permukaan sebanyak 1 % adalah kenaikan sebanyak 1 m untuk setiap 100 m jarak horizontal. . Gaya tersebut dinamakan tahanan kelandaian. (2. Pada mesin 4 langkah akan mengalami pengurangan tenaga mesin sebesar 3 % pada setiap kenaikan 100 m diatas ketinggian 750 m diatas permukaan air laut.9 Pengaruh Ketinggian ( Altitude ) Makin tinggi suatu tempat .3. Job efisiensi dapat diartikan perbandingan antara besaran sumber daya yang dikerahkan dengan keluaran sember daya yang nilainya baru dapat diketahui setelah pekerjaan selesai.3.

Waktu buang muatan ( Dumping time ). Pengaruh ketinggian tersebut dapat dinyatakan dengan rumus : [ 3% x Tenaga Mesin Hp x ((3000 -750)/100)] (2. Waktu putar kosong / kembali ( Swing Empty time ).8) Sehingga waktu siklus yang diperhitungkan adalah : Cta = Ct x R ( Menit ) (2.spec digging depth ) R= ( KedalamanGalian Kemampuan Alat ) (2.4 Waktu Siklus Waktu siklus adalah waktu muat yang dibutuhkan alat untuk 1 kali produksi. tb 4.1 Waktu Siklus Excavator Waktu siklus terdiri dari 4 komponen yakni : 1. Waktu putar sangat dipengaruhi oleh beban dan jarak buang ( 90 - . yakni sebagai berikut.9) Cta adalah waktu siklus awal dan kapasitas bucket Dari rumus waktu siklus diatas terlihat bahwa : 1. tpk Waktu siklus cycle time adalah : Ct = tm + tpb + tb + tp (menit) (2.4. Perhitungan waktu siklus diberlakukan hanya untuk alat-alat yang tidak setiap saat berproduksi secara terus menerus. 2. Perhitungan waktu siklus berbeda untuk setiap jenis alat menurut fungsinya.6) 2. Waktu Putar bermuatan ( Swing Loaded time ).7) Waktu siklus masih dipengaruhi oleh kedalaman galian yaitu : R = ( Digging depth / Max. Waktu muat bucket ( digging time ) tm 2. tpb 3. Waktu muat sangat mempengaruhi jenis material lunak atau keras dan kondisi galian 2.

70 0.26 0.10 1.90 1.30 0.-Pembuangan bebas .80 1. Mudah .25 0.31 0.38 Sumber : Dept. yang dimagsud dengan : a. Oleh karena itu diperlukan tabel waktu siklus dan tabel faktor R sebagai pegangan untuk keperluan perhitungan dalam perancanaan yakni sebagai berikut : Tabel 2.31 0.28 0.70 90 0.35 0.20 0.33 0.70 0.31 0.Galian dangkal b. 1998 Tabel 2.90 1.45 0.90 1.23 0.23 0.26 0.50 0.26 0. Sedang .31 0.60 >75 0.28 0.40 40 – 75 0.31 0.9 Faktor kedalaman galian R% Mudah Sedang Agak Sulit Sulit < 40 0. PU (1998) Pada tabel R diatas .26 0.36 0.23 0.30 1.25 0.80 Sumber : Dept.8 Waktu siklus Sudut Kapasitas Bucket buang 0.20 0.55 0.28 0.00 1.80 0.60 0.40 0.20 1.28 0.00 1. 180) 3. Pu.25 0.33 180 0.-Tanah lunak .50 1.10 1.50 1. Waktu buang sangat dipengaruhi oleh cara pembuangan. Jadi dapat disimpulkan waktu siklus cukup rumit dan besarnya nilai waktu siklus berbeda untuk alat yang berbeda merek walaupun kapasitas bucket sama.

Perlu kehati-hatian menggali d. Agak Sulit .Pembuangan tertentu .Tanah keras / tanah liat .4.Tanah Biasa .1998) Jadi waktu siklus adalah : Dimana : Cmt = Waktu siklus dump truck N = Jml siklus yang diperlukan excavator untuk mengisi dump truck C = Kapasitas rata-rata dump truck (m3) Ql = Kapasitas bucket (m3) K = Faktor bucket dari excavator Cms = Waktu siklus excavator ( menit) D = Jarak angkut dump truck (m) V1 = Kecepatan rata-rata truck bermuatan (m/menit) .Galian kedalaman maksimum . Sulit .Kedalaman sedang c. .Perlu kehati-hatian extra 2.2 Waktu Siklus Dump Truck Untuk waktu siklus dump truck terdiri dari 5 komponen waktu yaitu : a) Waktu muat b) Waktu berangkat c) Waktu kembali ( kosong ) d) Waktu pembongkaran e) Waktu antri (Sjachdirin M.et al. .Pembuangan tertentu .Tanah Keras dan membatu .

20 2 Sedang 1. Susy Fatena Rostiyanti.30 0.10 – 0.50 – 0.50 – 2.10 Waktu buang dan waktu tunggu No Kondisi Waktu buang.00 – 1. adalah jumlah unit perjenis alat yang sesuai dengan jenis kegiatan.40 – 0. Secara lebih ringkas untuk memudahkan perhitungan maka untuk perhitungan waktu buang dan waktu tunggu dapat dilihat pada tabel 2.10 berikut : Tabel 2. n2. Pembuangan bebas . Tidak perlu manuver .35 3 Kurang 1. n1. Kondisi Sedang : . 2002) . (Ir. PU (1998) Kriteria kondisi adalah : 1. Kondisi Baik : .00 0.50 Sumber : Dept. dst. Perlu manuver . posisi pengisian dan untuk excavator mulai mengisi. Pembuangan bebas . Waktu tunggu .70 0. V2 = Kecepatan rata-rata kosong (m/menit) t1 = Waktu buang t2 = Waktu tunggu dan tunda yaitu waktu yang diperlukan untuk posisi pengisian dan untuk excavator mulai mengisi.25 – 0. Antrian tidak terjadi 2. Tb ( menit ) tt ( menit ) 1 Baik 0. Antrean tidak lebih dari satu unit n.

S / E) x H bbm ( Rp/jam ) (2. harga industry E = job faktor alat yang dipengaruhi pengoperasian alat.5 Biaya Operasional Biaya operasional adalah merupakan biaya-biaya yang harus dikeluarkan agar alat dapat bekerja.3 Compactor Untuk menghitung kebutuhan peralatan compactor perjam untuk Luas Tanah dapat dirumuskan sebagai berikut ( Rochmanhadi.Q) (2.22 Liter /HP . Jam Untuk mesin solar Hbbm = Harga BBM non subsidi. nilainyasama dengan job faktor yang ditetapkan pada perhitungan produksi.4.S. Biaya bahan bakar BBM = ( 0.10) dimana : n = jumlah unit peralatan perjenis (unit) V = volume perjenis pekerjaan (m3) We = waktu efektif hari kerja (hari) S = standar jam kerja perhari sesuai peraturan ( jam/hari) Q = produksi peralatan persatuan-satuan waktu (m3/jam) 2. berikut adalah biaya yang harus dikeluarkan : a. 1985 ) : n = V/ (We.11) Dimana : N = Tenaga alat S = kebutuhan spesifik bahan bakar  S = 0. Biaya Oli pelumas  Untuk Mesin .N . 2. b.80 .jam Untuk mesin Bensin  S= 0.55 Liter /Hp.

Biaya bahan hidroulic Dimana ditentukan sebagai berikut : BBH = [(C/T) + (S/E)] x N. BBOt = [(C/T) + ( S / E)] x N. Om = [ (C/T) + ( S / E) ] N x Hbop ( Rp / jam ) (2.Hbbh ( Rp/jam ) (2.Hbop ( Rp / jam ) (2.0003 liter / Hp E = faktor pengaruhi beban dan jam operasional. main cluth. stering cases.13 liter / HP T = Pergantian minyak pelumas = 250 jam operasi S = kehilangan karena penguapan dan rembesan melalui seal dengan besaran 0. meliputi Tarque Converter. Hbop = Harga bahan pelumas ( Rp / liter ) c. C = 0. BB. C adalah Kapasitas tangki persediaan bahan hydraulic dengan nilai seperti pada tabel berikut : .12) Dimana : C = 0.0005 liter / Hp jam  Untuk Transmisi. final drive.223 liter /Hp T = interval waktu penggantian minyak pelumas = 1000 jam S = Hilangnya penguapan atau rembesan pada seal = 0.13) Dimana : C = Kapasitas transfer sesuai spesifikasi alat. N = Tenaga yang tersedia pada spesifikasi alat ( HP ).14) Dimana. dimana nilainya sama dengan job faktor yang ditetapkan pada perhitungan produksi. differential.

Biaya filter – filter Ditentukan berdasarkan biaya – biaya bahan bakar. Tabel 2. atau pipa .875 2 Dump Truck 0.0003 liter / HP untuk alat Dump Truck = 0. Biaya bahan gemuk Ditentukan sebagai berikut : (2. PU (1998) T = interval waktu pergantian = 2000 jam operasional S = Spesifik penggantian minyak yang hilang akibat penguapan atau kebocoran seal dengan nilai sebagai berikut : = 0.17) Dimana : Hbbp = harga bahan pokok ( Rp ) (2.18) . Jenis Alat C (liter/HP) 1 Excavator 2.15) BBG = S/E x N x Hbbg ( Rp/ Jam ) e.16) f.13 Kapasitas bahan hydraulic alat alat berat No. Biaya bahan pokok Yang dimaksudkan disini biaya ban.50 ( BBM + BBO + BBH + BBG ) ( Rp / jam ) (2. pelumas dan Hidraulic serta grease yaitu : BBF =0.62 Sumber : Dept. selang.00064 liter / HP untuk ekskavator E = Job faktor mempengaruhi beban dan jam operasi N = Tenaga mesin HP Hbbh = Harga bahan hidrolik ( Rp / Liter ) d.pipa Biaya bahan pokok ditentukan sebagai berikut : BBP = Hbbp / T ( Rp / jam ) (2.

h.21) Dimana : B = Biaya penggunaan alat ( Rp / jam) Q = Produksi alat ( m3 / jam ) 3. Biaya Mobilisasi dan Demobilisasi Biaya mobilisasi dan demobilisasi adalah biaya yang harus dibayarkan untuk mendatangkan alat dan mengembalikan kembali alat apabila tidak digunakan. g. Maka dari itu harga hasil kerja per satu – satuan volume yang disebut Harga Satuan Pekerjaan ( HSP ) alat adalah hasil bagi antara biaya penggunaan alat dengan hasil kerja atau produksi alat. biaya pemeliharaan / perbaikan ditentukan sebagai berikut : BPP = f x [(Hp – Hbbp) / UE ] ( Rp / jam ) (2.A = B / Q ( Rp / jam ) (2. biasanya pengangkutan ini menggunakan truk Lowbed Trealer mengenai biaya mengikuti hasil survey untuk wilayah Papua 2.Perlu manuver extra . Biaya operator Untuk biaya operator mengikuti hasil survey.6 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Alat Hasil kerja atau produksi peralatan adalah equivalen dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan peralatan.19) Untuk jenis alat Dump truck pada kondisi sedang dalam satuan T ( jam ) adalah 2500 jam.20) Dimana : HP = Harga pokok peralatan ( Rp ) Hbbp = Harga ban ( Rp ) UE = Umur ekonomis alat i. HSP . T = umur ekonomis bahan pokok ( Jam ) (2. Biaya pemeliharaan perbaikan yang dimagsud disini adalah untuk pemeliharaan.Pembuangan tidak terbatas .Kondisi kurang : .

kita dapat menentukan haga besaran estimasi kapasitas alat yng paling sesuai untuk proyek bersangkutan. 2.8 – 0. tanah koloidal. sehingga estimasi kapasitas biaya proyek tidak terlalu besar.dengan kadar air sedang.6 tanah yang lebih sulit untuk digali dan dikeruk 6 . yang tidak membutuhkan gaya gali dan dapat dibuat munjung dalam bucket.0 – 0. Tanah berpasir.14) Ws Produksi persiklus (q) : q = ql x K (2.7 Produktifitas Alat Berat Langkah pertama dalam membuat estimasi kapasitas alat adalah menghitung kapasitas operasi alat-alat berat. pasir. Atas dasar perbandingan itu. terutama pada efesiensi kerjanya.15) Dimana : Q = produksi perjam (m3/jam) q = produksi per siklus (m3) Cm = waktu siklus (menit) E = Job faktor ql = kapasitas bucket K = faktor bucket (Rochmanhadi.8 ataumaterial yang telah dikeruk oleh excavator lain.1 Produksi Excavator Produksi perjam dari excavator dapat dihitung dengan rumus berikut : Q = q x 60 x E (2. No Klasifikasi Kondisi Pemuatan Faktor 2 Sedang Menggali dan memuat dari stockpile lepas dari 0. 1985) No Klasifikasi Kondisi Pemuatan Faktor 1 Ringan Menggali dan memuat dari stock pile 1. Hasil perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan pengalaman yang nyata dari pekerjaan-pekerjaan yang pernah dilakuakan dari pekerjaan-pekerjaan sejenis.2.7.

5 yang keras. tanah koloidal liat.tanah berpasir. tanah liat dengan kadar air tinggi. atau menggali dan membuat gravel langsung dari gravel asli.4 dengan ruangan diantaranya batuan hasil ledakan. batu bundar. dump truck yang digunakan adalah dump truck bertipe pengangkatan ke belakang. pasir campur kerikil.7. yang telah di stockpile oleh excavator lain. tanah liat.16) 7 . tanah berpasir tanah campur tanah liat. batuan besar dengan tak teratur 0. pasir yang telah memadat dan sebagainya.5 – 0. Sulit untuk mengisi bucket dengan material tersebut. 4 Sulit Bongkahan. Untuk menghitung produksi perjam total dari beberapa dump truck yang mengerjakan pekerjaan yang sama secara simultan dapat dihitung dengan rumus : Produksi per jam (1 truck) q x 60 x E ( ) Q = Cm (2. tanah liat yang sulit dikeruk dengan bucket. tetapi dapat dimuat hamper munjung. Cara pembuangan material dengan cara bak truk didorong dengan alat hidrolik sehingga didapat kemiringan bak truk yang sesuai dengan kemiringan yang diinginkan. Sumber: Rochmanhadi (1985) 2. 3 Agak Sulit Menggali dan memuat batu-batu pecah. material dari hasil galian backhoe lalu dimasukan kedalam dump truck kemudian dibuang ke tempat pembuangan atau tempat timbunan.6 – 0.2 Produksi Dump Truck Untuk pengangkutan material timbunan dan galian dipergunakan alat dump truck. tanah berpasir. tanah 0.Pasir kering. pasir campur batu-batu bundar. gravel yang belum disaring. tanah campuran tanah.

C = n x ql x K (2.7.3 Produksi Wheel Loader Loader yang digunakan adalah Loader jenis beroda ban dan digerakan dengan kendali hidrolis. faktor yang mempengaruhi adalah ukuran bucket. Untuk menghitung produksi loader.17) Produksi per jam (M truck) q x 60 x E ( ) Q = Cm M (2. serta perataan sesuai dengan elevasi rencana. cycle time dan kondisi kerja/efisiensi kerja. Menurut komatsu untuk produksi wheel loader digunakan rumus berikut : Produksi = ( 60T ) x BC X JM x BF = m3/jam (2.19) Dimana: T = Cycle time (menit) BC = Kapasitas bucket (m³) JM = Kondisi manajemen dan medan kerja BF = Faktor pengisian bucket Produksi per jam (1 truck) 8 .18) Dimana: P = produksi perjam (m3/jam) C = produksi per siklus (m3) q = produksi /siklus E = effisiensi Cm = waktu siklus n = jumlah siklus dari excavator mengisi dump truck ql = kapasitas bucket K = faktor bucket Q = q x 60 x E Cm 2. Loader melakukan pembersihan lapangan dan penggusuran serta pemadatan tanah yang telah ditumpahkan oleh dump truck.

8.Q) (2. q x 60 x E ( ) Q = Cm (2.8 Produktifitas Alat Berat 2.19) Dimana: n = jumlah unit peralatan perjenis (unit) V = volume perjenis pekerjaan (m3) We = waktu efektif hari kerja (hari) S = standar jam kerja perhari sesuai peraturan (jam/hari) Q = produksi peralatan persatuan-satuan waktu (m3/jam) Untuk pekerjaan berseri. 1985 ) : n = V/ (We.20) Dimana: q1 = kapasitas munjung (m3/jam) k = Faktor bucket Waktu siklus a) Pemuatan silang (cross loading) D D Z Cm F R b) Pemuatan bentuk V (V loading) Cm 2D D Z F R c) Muat angkut (load and carry) D 2 Cm Z F Dimana: D = kapasitas munjung (m3/jam) k = Faktor bucket 2.1 Excavator dan Dump truck Untuk menghitung kebutuhan peralatan excavator dapat dirumuskan sebagai berikut ( Rochmanhadi.S.20) 9 . maka rumusan kebutuhan peralatan perseri kegiatan adalah: n1 = R x n (unit) (2.

nilainya sama dengan job faktor yang ditetapkan pada perhitungan produksi. n2 = R x n1 (unit) dst (2.8.N . n1.jam Untuk mesin Bensin • S= 0. 1985 ) : n = V/ (We.S. harga industry E = job faktor alat yang dipengaruhi pengoperasian alat.9 Biaya Operasional Biaya operasional adalah merupakan biaya-biaya yang harus dikeluarkan agar alat dapat bekerja.55 Liter /Hp. n2. Susy Fatena Rostiyanti.22) Dimana: n = jumlah unit peralatan perjenis (unit) V = volume perjenis pekerjaan (m3) S = standar jam kerja perhari sesuai peraturan ( jam/hari) Q = produksi peralatan persatuan-satuan waktu (m3/jam) 2.S / E) x H bbm ( Rp/jam ) (2. (Ir. dst.Q) (2.22 Liter /HP .23) Dimana : N = Tenaga alat S = kebutuhan spesifik bahan bakar • S = 0. Biaya bahan bakar BBM = ( 0. 2002) 2. Jam Untuk mesin solar Hbbm= Harga BBM non subsidi.3 Wheel Loader Untuk menghitung kebutuhan peralatan bulldozer dapat dirumuskan sebagai berikut ( Rochmanhadi. b. berikut adalah biaya yang harus dikeluarkan : a.80 . n. adalah jumlah unitperjenis alat yang sesuai dengan jenis kegiatan. Biaya Oli pelumas 1 0 .21) Dimana: R = perbandingan produksi peralatan pada kegiatan seri 1 dengan produksi peralatan pada kegiatan seri 2.

24) Dimana : C = 0. stering cases.875 2 Dump Truck 0. c.0005 liter/ Hp jam .0003 liter / HP untuk alat Dump Truck  0. C adalah Kapasitas tangki persediaan bahan hydraulic dengan nilai seperti pada tabel berikut : Tabel 2.26) Dimana.0003 liter / Hp E = faktor pengaruhi beban dan jam operasional.223 liter /Hp T = interval waktu penggantian minyak pelumas = 1000 jam S = Hilangnya penguapan atau rembesan pada seal = 0.Om = [ (C/T) + ( S / E) ] N x Hbop (Rp/Jam) (2. BBOt = [(C/T) + ( S / E)] x N. Untuk Mesin BB.13 Kapasitas bahan hydraulic alat alat berat No Jenis Alat C (liter/Hp) 1 Excavator 2. differential. dimana nilainya sama dengan job faktor yang ditetapkan pada perhitungan produksi. . Biaya bahan gemuk Dimana ditentukan sebagai berikut : 1 1 . main cluth.Hbbh ( Rp/jam ) (2. Biaya bahan hidroulic Dimana ditentukan sebagai berikut : BBH = [(C/T) + (S/E)] x N.25) Dimana : C = Kapasitas transfer sesuai spesifikasi alat.Hbop ( Rp / jam ) (2. final drive. C = 0. Untuk Transmisi Untuk Transmisi. meliputi Tarque Converter.00064 liter / HP untuk ekskavator E = Job faktor mempengaruhi beban dan jam operasi N = Tenaga mesin HP Hbbh = Harga bahan hidrolik ( Rp / Liter ) d.14 liter / HP T = Pergantian minyak pelumas = 250 jam operasi S = kehilangan karena penguapan dan rembesan melalui seal dengan besaran 0.62 T = interval waktu pergantian = 2000 jam operasional S = Spesifik penggantian minyak yang hilang akibat penguapan atau kebocoran seal dengan nilai sebagai berikut :  0.

30) Dimana : Hbbp = harga bahan pokok ( Rp ) T = umur ekonomis bahan pokok ( Jam ) Untuk jenis alat Dump truck pada kondisi sedang dalam satuan T ( jam )adalah 2500 jam. f.28) e. f.27) d.29) Dimana : Hbbp = harga bahan pokok ( Rp ) T = umur ekonomis bahan pokok ( Jam ) Untuk jenis alat Dump truck pada kondisi sedang dalam satuan T( jam)adalah 2500 jam. selang. Biaya pemeliharaan perbaikan yang dimagsud disini adalah untuk pemeliharaan. biaya pemeliharaan / perbaikan ditentukan sebagai berikut : BPP = f x [(Hp – Hbbp) / UE ] ( Rp / jam ) (2.50 ( BBM + BBO + BBH + BBG )( Rp / jam ) (2. Biaya bahan pokok Yang dimaksudkan disini biaya ban. atau pipa .pipa Biaya bahan pokok ditentukan sebagai berikut : BBP = Hbbp / T ( Rp / jam ) (2. selang. f. Biaya filter Ditentukan berdasarkan biaya – biaya bahan bakar. atau pipa . Biaya operator Untuk biaya operator mengikuti hasil survey. Biaya bahan pokok Yang dimaksudkan disini biaya ban. BBG = S/E x N x Hbbg ( Rp/ Jam ) (2.pipa Biaya bahan pokok ditentukan sebagai berikut : BBP = Hbbp / T ( Rp / jam ) (2.34) 1 2 . pelumas dan Hidraulic serta grease yaitu : BBF =0.

Biaya mobilisasi dan demobilisasi Biaya mobilisasi dan demobilisasi adalah biaya yang harus dibayarkan untuk mendatangkan alat dan mengembalikan kembali alat apabila tidak digunakan.10 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Alat Hasil kerja atau produksi peralatan adalah equivalen dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dalam penggunaan peralatan. Dimana : HP = Harga pokok peralatan ( Rp ) Hbbp = Harga ban ( Rp ) UE = Umur ekonomis alat f. Maka dari itu harga hasil kerja per satu – satuan volume yang disebut Harga Satuan Pekerjaan ( HSP ) alat adalah hasil bagi antara biaya penggunaan alat dengan hasil kerja atau produksi alat. 1 3 . biasanya pengangkutan ini menggunakan truk Lowbed Trealer mengenai biaya mengikuti hasil survey untuk wilayah Papua 2.

1 41 .