You are on page 1of 17

REKOMENDASI

Penatalaksanaan Status Epileptikus

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA
2016

REKOMENDASI Penatalaksanaan Status Epileptikus Penyunting Sofyan Ismael Hardiono D. Pusponegoro Dwi Putro Widodo Irawan Mangunatmadja Setyo Handryastuti UNIT KERJA KOORDINASI NEUROLOGI IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA 2016 .

dan menerbitkan sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara dan bentuk apa pun juga tanpa seizin penulis dan penerbit Diterbitkan oleh: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia Cetakan pertama 2016 .Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang memperbanyak. mencetak.

SpA(K) Jakarta 12. dr. Sofyan Ismael. SpS(K) Bandung UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia iii . SpA(K) Jakarta 13. SpA(K) Jakarta 18. Burhany. dr. Hardiono D. SpA(K) Jakarta 15. Setyo Handryastuti. Prof. SpS(K) Jakarta 19. dr. DR. Sunartini Hapsara. Elisabeth Siti Herini. dr. SpA(K) Jakarta 11. dr. Darto Saharso.dr. dr. Prof. Amril A. dr. dr. SpA(K) Jakarta 3. Yetty Ramli. Prof. Soetomenggolo. dr. Amanda Soebadi. Dwi Putro Widodo. SpA(K) Jakarta 2. Panggabean. Lies Nurmalia Dewi. Prof. dr. Med Bandung 26. Huiny Tjokrohusodo. Prof. dr. SpA(K) Medan 5. DR. SpA(K) Jakarta 16. dr. Bistok Saing. SpA(K) Surabaya 6. dr. DR. SpA(K) Jakarta 24. SpA(K) Jakarta 22.dr.dr. dr. SpA Jakarta 23. SpA(K) Yogyakarta 9. Ana Tjandrajani. Pusponegoro. SpA(K) Jakarta 17. SpA(K) Yogyakarta 7. Prof. Jimmy Passat. dr. DR. Soetomenggolo. Siti Aminah. SpA(K) Jakarta 4. Irawan Mangunatmadja.dr. dr. dr. dr. Prof. SpS(K) Bandung 25. SpA(K) Jakarta 10. Herbowo F. SpA(K) Banjarmasin 8. Ruslan Muhyi.dr. DR. Taslim S. Lazuardi. DR. SpA Jakarta 21. SpS(K). Alinda Rubiati. DR. dr. DR. Uni Gamayani. Atila Dewanti Poerbojo. SpA(K) Jakarta 14. SpS(K) Jakarta 20. DR. Reggy M. dr. Kontributor Rekomendasi Penatalaksanaan Status epileptikus 1. dr. Dedi Ria Saputra. MSi. Prof.

Iskandar Syarief. dr. Piet Nara. DR. Masdar M. dr. SpA(K) Surabaya 42. SpA(K) Manado 48. dr. SpA(K) Palembang 35. Nelly Amalia Risan. SpA(K) Malang 44. SpA(K) Bandung 29. SpA(K) Bandung 30. dr. dr.dr. SpA(K) Bali 50. I Komang Kari. SpA(K) Medan 32. Rita Dewi. dr. SpA(K) Semarang 37. DR. SpA(K) Makasar 46. SpA Yogyakarta 41. Prastiya Indra Gunawan. SpA(K) Bali 49. dr. Erny. dr. dr. dr. Hadia Angriany. Agung Triono. dr. SpA Banjarmasin 45. Marsintauli. dr. Yazid Dimyati. Yohanes Saing. SpA(K) Palembang 36. Tjipta Bahtera. IGN Suwarba. Mustarsid. dr. SpA(K) Bandung 28. dr. dr. Msy. SpA(K) Padang 33.dr. dr.27. dr. dr. Alifiani Hikmah Putranti. SpA(K) Semarang 38. dr. Nurhayati Masloman. dr. Fadilah. dr. Purboyo Solek. Siti Hanafiah. SpA(K) Medan 31. Dewi Sutriani. Syarif Darwin Ansori. DR. Anna Marita Gelgel. SpA Bali 51. dr. SpA(K) Solo 40. SpS(K) Bali iv Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus . SpA(K) Makasar 47. SpA(K) Solo 39. Dewi Hawani Alisyahbana. SpS(K) Padang 34. dr. SpA Surabaya 43.

Gangguan yang dapat terjadi adalah kejang yang berlangsung terus- menerus selama periode waktu tertentu. Sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Salam hormat dari Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Kami mengucapkan selamat kepada Unit Kerja Koordinasi (UKK) Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang telah menerbitkan rekomendasi “Penatalaksanaan Status Epileptikus”. Pedoman penatalaksanaan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi teman sejawat dokter spesialis anak maupun dokter umum dalam menghadapi pasien dengan status epileptikus. Aman B. Tenaga kesehatan harus segera sigap untuk melakukan tata laksana secara tepat dan cepat. Selamat bekerja. Oleh karena itu kami menghimbau kepada semua anggota IDAI agar rekomendasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengembangan ilmu dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan anak Indonesia agar tumbuh sehat dan optimal. SDGs) adalah melaksanakan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak. Status epileptikus merupakan salah satu kegawatdaruratan pada anak yang sering kali kita hadapi dalam praktek sehari-hari. Apabila terjadi gangguan pada masa seribu hari pertama kehidupan ini akan berdampak pada tumbuh kembang anak yang bersifat jangka panjang. Pulungan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia v . Dalam usaha yang dilakukan IDAI untuk mencapai salah satu agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals. Upaya tersebut termasuk di antaranya implementasi program seribu hari pertama kehidupan.

Perubahan algoritma dilakukan karena terdapat permasalahan dilapangan terkait keterbatasan obat maupun kesulitan pemberian obat. hal ini disesuaikan dengan ketersediaan dan juga harga obat. dokter umum. Kata pengantar Status epileptikus merupakan kasus kegawatan tersering di bidang neurologi anak. Harapan kami semoga pedoman ini bermanfaat bagi kita semua dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia. Kejang selalu merupakan peristiwa yang menakutkan bagi orangtua. Sebagai dokter kita wajib mengatasi kejang dengan cepat dan tepat. dr. Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota UKK neurologi anak dan PERDOSSI saraf anak dalam partisipasinya menyelesakan buku ini. SpA(K) Ketua UKK Neurologi PP-IDAI 2016 vi Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus . Penanganan status epileptikus sampai saat ini tidak banyak mengalami perubahan. pemilihan obat telah disesuaikan dengan bukti ilmiah terbaru. apalagi jika kejang tersebut baru pertama kali dialami seorang anak. Setyo Handryastuti. sehingga diharapkan terdapat suatu keseragaman mengenai tatalaksana status epileptikus. DR. Pada prinsipnya algoritme. Tentunya perbaikan akan kami lakukan bila di masa mendatang terjadi perubahan literatur. Rekomendasi ini telah disesuaikan dengan evidence based yang ada saat ini. dokter spesialis anak dll. Setiap negara atau setiap institusi pelayanan kesehatan mempunyai rekomendasi tersendiri. Pedoman praktis penanganan status epileptikus ini ditujukan bagi seluruh teman sejawat.

.................................................................................................................... Daftar Isi Kontributor Rekomendasi Penatalaksanaan Status epileptikus............6 Mortalitas.................................................................3 Komplikasi........................................................2 Patofisiologi........................................................................................................................................................................................................................ iii Sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI......................................................................................................................vi Daftar isi............7 Prognosis.................................1 Etiologi......................................................7 UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia vii ......................................................................................................................................................2 Tata laksana..........................................................................................1 Faktor risiko......vii Definisi.......................................................................................................v Kata pengantar...1 Epidemiologi.................................

.

Mac Donald R. Nishiyama I. atau kelainan otak kongenital UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia 1 . Epilepsia . bila terdapat riwayat kelainan sebelumnya: ensefalopati hipoksik-iskemik (EHI). trauma kepala. Epidemiologi Insidens SE pada anak diperkirakan sekitar 10 – 58 per 100. Chung MG. Neurology. Pediatr Neurocrit care. Logroscino G. Lowenstein DH. atau stroke. 2013. Remote.50:735-41.1999. infeksi. sebagian para ahli membuat kesepakatan batasan waktunya adalah selama 30 menit atau lebih.000 anak. Oleh sebab itu. Kekurangan definisi menurut ILAE tersebut adalah batasan lama kejang tersebut berlangsung. perdarahan. Etiologi Secara umum. Goldstein JA. Akut: infeksi. Status epileptikus lebih sering terjadi pada anak usia muda. Goldstein JA. terutama usia kurang dari 1 tahun dengan estimasi insidens 1 per 1000 bayi. Annegers JF. b. hipoksia. Pediatric neurocritical care.48:1133-7. Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus pada Anak Definisi Sampai saat ini.1998.2007. Epilepsia. Hersdoffer DC. belum terdapat keseragaman mengenai definisi status epileptikus (SE) karena International League Againts Epilepsy(ILAE) hanya menyatakan bahwa SE adalah kejang yang berlangsung terus-menerus selama periode waktu tertentu atau berulang tanpa disertai pulihnya kesadaran diantara kejang. Chung MG.40:120-2. Bleck T. etiologi SE dibagi menjadi: 1. gangguan glukosa atau keseimbangan elektrolit. trauma kepala. Cascino G. Simtomatis: penyebab diketahui a. 2013.

Paed Clin North Am. Epilepsia.2001. Pediatric neurocritical care. trauma kepala. Wasterlain CG. Epilepsi Sekitar 10-20% penderita epilepsi setidaknya akan mengalami satu kali episode status epileptikus dalam perjalanan sakitnya.1996.1993. Patofisiologi Status epileptikus terjadi akibat kegagalan mekanisme untuk membatasi penyebaran kejang baik karena aktivitas neurotransmiter eksitasi yang berlebihan dan atau aktivitas neurotransmiter inhibisi yang tidak efektif. Stephen S. dan ensefalopati hipertensi. sedangkan neurotransmiter inhibisi adalah gamma-aminobutyric acid (GABA). c. Idiopatik/kriptogenik: penyebab tidak dapat diketahui Goldstein JA. Epilepsi 2. kelainan metabolik. otoimun (contohnya vaskulitis) d.48:683.2010. Pasien sakit kritis Pasien yang mengalami ensefalopati hipoksik-iskemik (EHI).98:216-25. Kelainan neurologi progresif: tumor otak.34:S37-53. penyakit kardiovaskular. Singh RK. infeksi SSP. 2013. Penix L. SE dapat merupakan manifestasi epilepsi pertama kali pada 12% pasien baru epilepsi. Sankar R. Chung MG. Fujikawa DG. Faktor risiko Berikut adalah beberapa kelompok pasien yang berisiko mengalami status epileptikus: 1. Selain itu. Neurotransmiter eksitasi utama tersebut adalah neurotran dan asetilkolin. 2 Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus . Shinnar S. Neurology. Goldstein JA. Pediatric neurocritical care. Chung MG. 2013. Hanhan UA.74:636-42. Pediatrics. 2. penyakit jantung bawaan (terutama post-operatif ). Fialoos MR.

circulation (ABC) harus dilakukan seiring dengan pemberian obat anti-konvulsan.Tata laksana Evaluasi tanda vital serta penilaian airway. Pemilihan jenis obat serta dosis anti-konvulsan pada tata laksana SE sangat bervariasi antar institusi. breathing. UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia 3 . Berikut ini adalah algoritma tata laksana kejang akut dan status epileptikus berdasarkan Konsensus UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Algoritma tata laksana kejang akut dan status epileptikus .4 Fenitoin 20 mg/kg iv (diencerkan dalam 50 ml NaCl 0.9% selama NaCl 0.4%menit dalam 10 menit 20 menit (2 mg/kg/menit) dosis max 1000 mg (2 mg/kg/menit) dosis max 1000 mg) Gambar 1.9% selama Fenobarbital 20 mg/kg iv 20 menit (2 mg/kg/menit) dengan kecepatan 10-20 mg/menit dosis max 1000 mg) dosis max 1000 mg Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus Fenobarbital Fenobarbitol 20 mg/kg iv Fenitoin 20 mg/kg iv dengan kecepatan dincerkan dalam10-20 50 mlmg/ (diencerkan dalam 50 ml NaCl 0.

0. Seay AR.Keterangan: Diazepam IV: 0.5 mg (usia 5 – 9 tahun) • 10 mg (usia ≥ 10 tahun) Tapering off midazolam infus kontinyu: Bila bebas kejang selama 24 jam setelah pemberian midazolam.5 mg (usia 6 – 12 bulan) • 5 mg (usia 1 – 5 tahun) • 7. namun saat datang dalam keadaan tidak kejang. International Edition: McGrawHill. Moe PG. Levin MJ. Edisi ke-18. Hayward AR. dan teteskan pada buccal kanan. Status epilepticus and seizures. kecepatan 2 mg/menit.9% 1:1 dengan kecepatan yang sama Midazolam buccal: dapat menggunakan midazolam sediaan IV/IM. penyunting. Current pediatric: Di- agnosis and treatment. penyunting. Helfaer MA. maka dapat diberikan fenitoin atau fenobarbital 10 mg/kg IV dilanjutkan dengan pemberian rumatan bila diperlukan. ambil sesuai dosis yang diperlukan dengan menggunakan spuit 1 cc yang telah dibuang jarumnya. Dalam: Abend NS. Fenobarbital: pemberian boleh diencerkan dengan NaCl 0. tidak perlu dihabiskan. Daftar pustaka algoritma tata laksana status epileptikus 1. Dosis midazolam buccal berdasarkan kelompok usia. Sondheimer JM. h 117–138. namun disesuaikan dengan kondisi rumah sakit Bila pasien terdapat riwayat status epileptikus. Goldstein JA.2 . 2013.5 mg/kg IV (maksimum 10 mg) dalam spuit. Neurological and muscular diorders. h. • 2. Pediatric neurocritical care. Bila kejang berhenti sebelum obat habis. 735.1 mg/jam dan dapat dihentikan setelah 48 jam bebas kejang. 2. maka pemberian midazolam dapat diturunkan secara bertahap dengan kecepatan 0. Dalam: Hay WW. UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia 5 . selama 1 menit. New York: Demosmedi- cal. Chung MG. 2008. Medazolam: Pemberian midazolam infus kontinyu seharusnya di ICU.

Mac Keith Press.3. Cross JH. Selain itu. Kejang juga menyebabkan perubahan fungsi saraf otonom dan fungsi jantung (hipertensi. sistem saraf otonom. 4. serta perubahan lingkungan sel neuron lainnya. kebutuhan otak akan oksigen tetap tinggi. h. Dalam: Kennedy C.7:27-34. hipotensi. Edema otak pun dapat terjadi akibat proses inflamasi. Perubahan pada sistem jaringan neuron. Komplikasi sekunder Komplikasi sekunder akibat pemakaian obat anti-konvulsan adalah depresi napas serta hipotensi. jejas sitotoksik. atau gangguan sawar darah-otak. 2012. mulanya terjadi hiperglikemia akibat pelepasan katekolamin. bahkan gagal ginjal. Hartmann H. 5. serta kejang berulang dapat menyebabkan komplikasi sistemik. penyunting. namun 30-40 menit kemudian kadar glukosa akan turun. Principles and practice of child neurology in infancy. safe- ty. gagal jantung. Buccal midazolam for pediatric convulsive seizures: efficacy. Anderson M. calcium related injury. Komplikasi Komplikasi primer akibat langsung dari status epileptikus Kejang dan status epileptikus menyebabkan kerusakan pada neuron dan memicu reaksi inflamasi. atau aritmia).Proses kontraksi dan relaksasi otot yang terjadi pada SE konvulsif dapat menyebabkan kerusakan otot. Goldstein JA. perubahan reseptor glutamat dan GABA. Chung MG. terutama golongan benzodiazepin dan fenobarbital. keseimbangan metabolik. peningkatan vaskularitas. 234-5. demam. Pediatric neurocritical care. Metabolisme otak pun terpengaruh. Buccal midazolam for prolonged convulsions: Summary for par- ents. dan bila tidak terpenuhi akan memperberat kerusakan otak. Efek samping propofol yang harus diwaspadai adalah propofol infusion 6 Rekomendasi Penatalaksanaan Status Epileptikus . Seiring dengan berlangsungnya kejang. Patient Preference and Adherence. 2013. Post-neonatal epileptic seizures. and patient acceptability. rabdomiolisis. 2013. ACT Health. keadaan hipoksia akan menyebabkan metabolisme anaerob dan memicu asidosis.

1992.1996. Lancet Neurol.98:216-25. Chin RF. Lancet Neurol. Pedaitrics. 2013. Sekitar 3-56% pasien yang mengalami SE akan mengalami kembali kejang yang lama atau status epileptikus yang terjadi dalam 2 tahun pertama.33:S15-25. asam valproat dapat memicu ensefalopati hepatik dan hiperamonia. efek samping terkait perawatan intensif dan imobilisasi seperti emboli paru. Chung MG. Pediatric neurocritical care. etiologi simtomatis remote. Pada sebagian anak. Selain efek samping akibat obat antikonvulsan. Neville BG. Neville BG. usia muda. hiperkalemia. UKK Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia 7 . Shinnar S. Raspall-Chaure M. bukan akibat langsung dari status epileptikus. ensefalopati progresif. gagal ginjal.5:769-79 De Lorenzo RJ.5:769-79. Mortalitas Angka kematian terkait SE pada 30 hari perawatan dilaporkan kurang dari 10%.2006. serta gangguan hemodinamik dan pernapasan harus diperhatikan. 37% menderita defisit neurologis permanen. Scott RC. sindrom epilepsi. 48% disabilitas intelektual. gagal hati. trombosis vena dalam.Epilepsia.syndrome yang ditandai dengan rabdomiolisis. pneumonia. serta asidosis metabolik. gagal jantung. Chin RF. Kematian tersebut lebih disebabkan oleh komorbiditas atau penyakit yang mendasarinya. Faktor risiko SE berulang adalah. Prognosis Gejala sisa lebih sering terjadi pada SE simtomatis.2006. Raspall-Chaure M. Goldstein JA. Scott RC.