You are on page 1of 2

INFEKSI SALURAN KEMIH

No. Dokumen No. Revisi Halaman
SPO / / VIII / 2014 01 1/2
Rumkitalmar
Ewa Pangalila

Ditetapkan
Kepala Rumkitalmar Ewa Pangalila
STANDAR
Tanggal terbit
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Ariyo Sakso Bintoro, Sp.U
Letkol Laut (K)NRP 10447/P
PENGERTIAN Infeksi saluran kemih yang saat pasien masuk rumah sakit
belum ada/tidak dalam masa inkubasi, dan didapat sewaktu
dirawat/sudah dirawat di rumah sakit.
MAKSUD Untuk mengetahui angka kejadian infeksi nosokomial dan
TUJUAN merupakan data dasar untuk mengidentifikasi masalah.
1. Keputusan Kepala Rumkitalmar Ewa Pangalila Nomor : Kep/
KEBIJAKAN / /2014, tentang Kebijakan Panduan Surveilans Infeksi
2. Panduan Surveilans di Rumkitalmar Ewa Pangalila
PROSEDUR Faktor resiko infeksi saluran kemih
a. Kateterisasi menetap :
 Cara pemasangan kateter
 Lama pemasangan
 Kualitas perawatan
b. Kerentanan pasien (umur)
c. Decubitus
d. Pasca persalinan
Untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih nosokomial
perlu diperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan
pemasangan kateter urin.
a. Tenaga Pelaksana :
1) Pemasangan kateter hanya dikerjakan oleh
tenaga yang betul-betul memahami dan terampil dalam
teknik pemasangan kateter secara aseptik dan
perawatan kateter.

Teknik Pemasangan Kateter 1. Tim PPI . Cara drainase urin yang lain seperti : kateter kondom. Revisi Halaman SPO / / VIII / 2014 01 2/2 Rumkitalmar Ewa Pangalila 2) Personil yang memberikan asuhan pada pasien dengan kateter harus mendapat latihan secara berkala khusus dalam teknik yang benar tentang prosedur pemasangan kateter kandung kemih dan pengetahuan tentang komplikasi potensi yang timbul. b. Dokumen No. INFEKSI SALURAN KEMIH No. UNIT TERKAIT . Pemasangan kateter dilakukan hanya bila perlu saja PROSEDUR dan segera dilepas bila tidak diperlukan lagi. kateter suprapublik. 2. kateterisasi selang-seling (intermitten) dapat digunakan sebagai ganti kateterisasi menetap bila memungkinkan. Penunjang Medik . Alasan pemasangan kateter tidak boleh hanya untuk kemudahan personil dalam memberi asuhan pada pasien. Rawat Inap .