You are on page 1of 2

Muka > Konsultasi > Nikah & Pranikah

Cara Mencari Info Lebih Lanjut
Assalamu'alaikum wr.wb.

saya saat ini sedang menjalani proses ta'aruf dengan seorang ikhwan.saya masih memerlukan
informasi lain mengenai ikhwan tersebut ( biodata yang diberikan 1 lembar).

Bagaimana caranya saya mendapatkan informasi tersebut, apakah melalui pembimbing saya, e-
mail atau
telpon (saya berusaha untuk menghindari pembicaraan per telpon).

atas jawaban ustadz saya ucapkan jazakumullah khoiron katsiro

wassalamu'alaikum wr.wb.

Asma
Depok
2003-06-27 11:00:16

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa
Sayyidil
Mursalin. Wa ba`d,

Anda sangat berhak untuk mendapatkan infirmasi yang lengkap dari pihak calon suami anda.
Karena
hak untuk mengenal data calon pasangan itu bukan hanya ada pada pihak laki-laki semata.
Karena
itulah disebut ?ta`arauf?, dimana wazannya adalah bentuk musyarakah yaitu timbal balik. Laki-
laki
mengenal wanita dan wanita mengenal laki-laki. Keduanya sama-sama berhak dan dianjurkan
untuk
mengetahui secara rinci data calon pasangannya.

Sedangkan bagaiamana teknis mendapatkan data itu, maka anda bisa telusui dari orang yang
menyampaikan maksud ini kepada anda. Atau dari orang yang mengalirkan data anda ke calon
anda.
Anda berhak -misalnya- untuk menahan data anda sebelum pemintaan (request) anda
dikabulkan. Maka
melalui ?perantara? anda itu bisa anda sampaikan permintaan data anda itu.

Jadi bila yang jadi perantara itu adalah pembimbing anda, maka kepada pembimbing anda anda
harus
katakan bahwa anda butuh data tentang calon suami, karena itu adalah hak anda. Bila belum
ada
data, maka ?mohon maaf- data anda tidak bisa diberikan. Anda punya hak untuk meminta
pembimbing
anda untuk merahasiakan jati diri dan data tentang anda kepada siapapun kecuali orang yang
memang
anda ridhai.

Pada dasarnya Beliau adalah satu-satunya orang yang berhak memberikan data dan jati diri anda kepada orang yang ingin menikahi anda. Hal itu karena posisinya sebagai wali mujbir yang sangat dakui dalam syariat Islam. Sedangkan pembimbing. guru. atau isitilah kerennya hak asasi setiap manusia. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. murabbi.Bila hal ini dilanggar termasuk oleh pembimbing anda. Wallahu A`lam Bish-Showab. Karena ini hak adami. dia tidak berhak untuk membuka data anda kepada siapapun tanpa izin dari anda. . Karena meski sudah jadi pembimbing. mas`ul atau apapun istilah tidak pernah sampai pada derajat wali mujbir. ustaz. maka ini adalah sebuah dosa. Kecuali yang mungkin masih punya hak untuk itu adalah ayah kandung anda yang menjadi wali mujbir anda.