You are on page 1of 10

Makalah Net

Senin, 05 Desember 2016
MAKALAH ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat
dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Administrasi
Kependudukan”Pada makalah ini kami banyak mengambil dari berbagai sumber dan refrensi dan
pengarahan dari berbagai pihak .oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima
kasih sebesar-sebesarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini.
Penyusunan menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk
itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan
laporan ini.
Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat
bermanfaat untuk semua pihak yang membaca…

Taluk Kuantan, Juli 2016

Penyusun

.................................. 5 2...2 Rumusan Malah........................................... 8 DAFTARPUSTAKA................... DAFTAR ISI Kata Pengantar...........................3 Dari Penduduk Untuk Penduduk............................................1 Filosofis Administrasi Kependudukan........................................................... i Daftar Isi....................................................................................................2 Kebijakan Dalam Admisitrasi Kependudukan.......................................... 1 1........... 3 2.. ii BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................................................1 Kesimpulan...................................................................................................................... 3 2...................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 9 ............................................................................................... 8 3........... 5 BAB III PENUTUP................................................................................... 1 1..........................1 Latar Belakang.........

Pencatatan Sipil. dan status anak. sehingga untuk menjamin akan stabilitas pelayanan kepada masyarakat dibidang kependudukan sehingga pemerintah menetapkan kebjiakan akan sistem informasi administrasi kependudukan dan akta catatan sipil. Informasi administrasi kependudukan memiliki nilai strategi bagi penyelenggara pemerintahan. memiliki arti yang sangat besar di kemudian hari. kematian. pengelolaan data-informasi kependudukan. Sebuah akta perkawinan yang diterbitkan oleh pejabat Kantor Catatan Sipil. Bahkan sebagai ciri dari penyelenggaraan negara yang modern khususnya bidang pelayanan masyarakat.1 Latar Belakang Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk. atau dapat memberi arah ke pengadilan mana ia mengajukan . BAB I PENDAHULUAN 1. Pencatatan sipil merupakan hak dari setiap warga negara dalam arti hak memperoleh akta autentik dari pejabat negara. patut menjadi perhatian untuk mewujudkannya. Betapa tidak ! Anak lahir tanpa akta kelahiran. Demikian pula dalam masalah perkawinan. berjalan sendiri-sendiri tanpa ada kaitan satu dengan lainnya. pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain. pencatatan sipil. pembangun dan pelayanan kepada masyarakat sehingga perlu pengelolaan informasi administrasi kependudukan secara terkordinasi dan berkesinambungan. Karena sampai saat ini. Banyak manfaat yang membawa akibat hukum bagi diri seseorang. Perwujudan suatu sistem memang sangat didambakan oleh masyarakat. manakala terjadi sesuatu. Misalnya untuk kepentingan menentukan ahli waris. peraturan perundang-undangan yang mendukungnya masih terpisah-pisah. Administrasi Kependudukan dari Aspek Hak Keperdataan Gagasan menyusun suatu sistem administrasi yang menyangkut seluruh masalah kependudukan. Masih jarang penduduk menyadari betapa pentingnya sebuah akta bagi dirinya dalam menopang perjalanannya dalam "mencari kehidupan". menentukan dan memastikan bahwa mereka adalah mukrimnya. ia akan memperoleh kesulitan pada saat ia memasuki pendidikan. yang meliputi pendaftaran penduduk.

Pemerintah kabupaten dalam menetapkan Perda tentang kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil perlu adanya sangsi yang tegas dan jelas jika seseorang tidak memiliki kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil. 1. cerai dan lain-lain yang tanpa disadari akta-akta tersebut sangat penting artinya bagi kehidupan sesseorang. pelayanan dan retribusi ditiadakan.2 Rumusan Masalah Pemerintah kabupaten/kota harus segera meninjau Perda yang telah dibuat dan merubahnya agar pelaksanaan pelayanan kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil pelayanan diperpendek dengan pusat pelayanan pembuatan dilaksanakan ditempat kecamatan. Pemerintah Kabupaten/kota perlu memikirkan tentang pengurangan biaya/retribusi kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil dan jika perlu. atau digratiskan terutama kepada warga yang kurang mampu. BAB II PEMBAHASAN 2. Dalam setiap pelayanan kebutuhan masyarakat agar pemerintah harus menjadikan kartu tanda penduduk sebagai syarat dalam pelayanan urusan dan kebutuhan masyarakat yang dilayani.1 Defenisi Administrasi Kependudukan .

2. yakni rangkaian kegiatan / proses kegiatan usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu secara efesien Kependudukan berkata dasar penduduk yang mempunyai arti yaitu orang yang tinggal di daerah tersebut atau orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Ilmu demografi juga ada yang bersifat kuantitatif dan yang bersifat kualitatif Demografi yang bersifat kuantitatif (kadang-kadang disebut Formal Demography– Demography Formal) lebih banyak menggunakan hitungan-hitungan statistik dan matematik. Dengan demikian tata usaha adalah bagian kecil kegiatan dari Administrasi. Sedangkan studi-studi kependudukan mempelajari secara sistematis perkembangan. penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. (Kamus besar Bahasa Indonesia. Demografi berasal dari kata Yunani demos – penduduk dan Grafien – tulisan atau dapat diartikan tulisan tentang kependudukan adalah studi ilmiah tentang jumlah. 1996. Kependudukan adalah hal-hal / sifat-sifat sebagai penduduk. persebaran dan komposisi kependudukan serta bagaimana ketiga faktor tersebut berubah dari waktu ke waktu. Administrasi meliputi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dalam suatu organisasi. Arti luas: berasal dari kata Administration (bahasa Inggris). Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. agenda dsb. fenomena dan masalah-masalah penduduk dalam kaitannya dengan situasi sosial di sekitarnya. Ilmu kependudukan yang perlu mendapat perhatian kita sekarang adalah lebih menyerupai studi antar disiplin ilmu yang dipadu dengan analisis demografi yang lazim diberi istilah Demografi Sosial. tetapi memilih tinggal di daerah lain. Pengertian Administrasi dalam arti sempit dan luas yaitu : 1. yang meliputi kegiatan catat mencatat. pembukuan ringan. hal: 245). Dalam sosiologi. ketik mengetik. memajukan dan melengkapi usaha kerjasama sekumpulan orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu. Kependudukan adalah hal yang berkaitan . urusan mengenai penduduk. Misalkan bukti kewarganegaraan. Arti sempit: berasal dari kata Administratie (bahasa Belanda ). Tetapi Demografi yang bersifat kualitatif lebih banyak menerangkan aspek-aspek kependudukan secara deskriptif analitik. yang bersifat teknis ketatausahaan (clerical work). yang bertugas mengatur. Para ahli biasanya membedakan antara ilmu kependudukan (demografi) dengan studi-studi tentang kependudukan (population studies). surat menyurat.

akhirnya akan mempermudah berbagai urusan yang diperlukan masyarakat berupa pelayanan publik dan pendayagunaan untuk penetapan kebijakan pembangunan (antara lain merupakan komponen penting dalam pembuatan indikator MDGs) 2. agama serta lingkungan ( uu No. Jumlah penduduk yang besar dengan segala permasalahannya . pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan public dan pembangunan sector lain. penyebaran. tak terlepas permasalahan kependudukan. peran pemerintah sebagai penentu arah kebijakan sangat diperlukan supaya dapat tercapai tujuan bersama. pencatatan kelahiran. ekonomi. kualitas.2 Kebijakan Dalam Administrasi Kependudukan Berbagai Permasalahan dan persoalan yang dihadapi oleh negara ini sebagai suatu satu kesatauan yang utuh dan tak terpisahkan. Administrasi Kependudukan dengan system baru tersebut bila berjalan sesuai dengan ketentuan. politik dan keadilan serta permasalahan lainnya sehingga dalam rangka untuk menciptakan ketertiban dan kesejahteraan seluruh rakyat indonesia diperlukan berbagai aturan tanpa terkecuali.dengan jumlah. Pendaftaran penduduk dilakukan dengan pencatatan biodata penduduk. pindah dan datang. Keadaan penduduk yang ada sangat mempengaruhi dinamika pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah. pencatatan atas pelaporan peristiwa kependudukan dan pendataan penduduk serta penerbitan dokumen kependudukan. demografi murni. Ilmu Kependudukan dimaksudkan untuk memberikan pengertian yang lebih luas dari pada demografi. budaya. 23 Th 2006). kematian. sosial. dimulai dari kelengkapan biodata penduduk. mobilitas. karena sejumlah ahli demografi telah menggunakan istilah demografi untuk menunjuk pada demografi formal. atau kadang-kadang demografi teoritis. yang menyangkut politik. kondisi kesejahteraan. pertumbuhan. Pengertian administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penertiban dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk dan catatan sipil. Administrasi Kependudukan diarahkan untuk memenuhi hak azasi setiap orang di bidang administrasi kependudukan tanpa diskriminasi melalui pelayanan publik yang profesional. persebaran. Permasalahan ekonomi. pindah dating ) dan hak sipil ( 12 sektor penting ) penduduk dibidang administrasi kependudukan. Hakikat administrasi kependudukan adalah pengakuan Negara terhadap hak public ( domisili.

Dari beberapa instansi yang terkait. pemerintah telah menetapkan kebijakan administrasi kependudukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan yang berlaku sejak 29 Desember 2006 dan bertepatan dengan tujuh tahun reformasi penyelenggaraan pemerintahan. Hukum menguasai penduduk dalam proses reproduksi. Departemen Dalam Negeri merupakan leading sector dalam urusan kependudukan. Penduduk secara individu maupun secara kelompok selalu dikuasai oleh hukum. Pengertian administrasi kependudukan yang biasa disebut dengan singkatan Adminduk dapat ditelusur dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 1 yang menyatakan bahwa administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendafta-ran penduduk. pencatatan sipil dan pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain. Undang-Undang ini kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007. implementasi kebijakan ini dapat dilihat dari penyelenggaraan administrasi kependudukan pada Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota yang merupa-kan instansi yang berada di bawah koordinasi DepartemenDalam Negeri. Pemerintah dalam Dalam rangka pengaturan permasalahan kependudukan Administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk. Kebijakan ini merupakan kebijakan kependudukan yang bersifat nasional terpadu yang melibatkan seluruh komponen yang terkait. pencatatan sipil. proses demografi dan proses sosialisasi dalam rangka kelestarian hidup bermasyarakat.diperlukan suatu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.Kebijakan departemen inilah yang mereflesikan kebijakan administrasi kependudukan di Indonesia. Dalam hal ini hukum dapat berfungsi sebagai pemberi pola bermasyarakat serta sebagai sarana penata masyarakat . Pemerintah Melalui Undang-Undang 23 Tahun 2006 adalah dalam rangka menjalankan fungsi sebagai pembuat kebijakan yang bertujuan menciptakan ketertiban dan terciptanya suatu . tertanggal 28 Juni 2007 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Selain itu. Sejak tahun 2006. Administrasi kependudukan merupakan kegiatan yang kompleks karena melibatkan banyak instansi dan kepentingan. pengelolaan informasi admi-nistrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.

Dasar hukum ini menekankan pentingnya NIK yang betul-betul valid dan terverifikasi beserta seluruh data-data penunjangnya.3 Dari Penduduk untuk Penduduk Penataan sistem administrasi kependudukan makin bernilai penting. . dan dicantumkan dalam setiap Dokumen kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan paspor. nomor pokok wajib pajak.Top dapat dengan bebas mengganti identitasnya dari satu daerah ke daerah lainnya dalam rangka membina sel-sel terornya. Ditambah dengan adanya peristiwa bom di Hotel J. Marriott dan hotel The Ritz- Carlton pada 17 Juli. Dengan demikian NIK harus dapat digunakan dikantor-kantor penerbitan dokumen resmi yang tersebut di atas. dan sidik jari seluruh jari tangan penduduk yang bersangkutan. apalagi setelah ada berbagai masalah dalam daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilihan anggota legislatif dan presiden. Dalam pasal berikutnya (Pasal 7).W. pas foto. polis asuransi. 2.Arti penting kartu tanda penduduk (KTP) makin signifikan sebagai identitas seorang warga negara.keadaan yang kondusif sehingga dapat menghasilkan suatu data kependudukan yang akurat dan baik dimana pada akhirnya hasil proses pelaksanaan kebijakan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam rangka pembangunan bangsa ini. Acuan hukum untuk penerapan nomor induk kependudukan (NIK) sudah ada dalam bentuk undang-undang (UU) dan bahkan telah diperjelas dengan sebuah Peraturan Presiden (Perpres). Pasal 13 UU No 23 Tahun 2009 tentang Administrasi Kependudukan telah mengamanatkan bahwa setiap warga negara wajib memiliki NIK (Ayat 1). diterangkan lebih lanjut bahwa rekaman elektronik yang dimaksud adalah biodata. Pasal 6 Perpres Nomor 26 Tahun 2009 menjabarkan lagi bahwa blangko KTP berbasis NIK itu harus memuat kode keamanan dan rekaman elektronik yang digunakan sebagai alat verifikasi jati diri dalam pelayanan publik. surat izin mengemudi. sertifikat hak atas tanah. berlaku seumur hidup (Ayat 2). yang ditengarai tersangka otak pemboman warga Malaysia Noordin M. dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Ayat 3).

Pemerintah hanya mampu membuat dan mengesahkan peraturan daerah. BAB III PENUTUP 3. 5. . Masalah pelayanan pemberian kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil sudah menjadi masalah yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten/kota. 3. Dalam peraturan daerah nomor 04 tahun 2006 tentang pembuatan dan retribusi biaya cetak kartu tanda penduduk dan akta catatan sipil yang diberlakukan oleh pemerintah belum berjalan sesuai dengan keinginan pemerintah.1 Kesimpulan Dari uraian yang telah disebutkan pada pembahasan di atas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: 1. 4. tapi belum bisa mendalami tentang efektif tidaknya pelaksanaan Perda yang dibuat tersebut terhadap masyarakat. Perubahan status kewarganegaraan dari Warga Negara Indonesia menjadi warga negara asing di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah mendapatkan persetujuan dari negara setempat wajib dilaporkan oleh Penduduk yang bersangkutankepada Perwakilan Republik Indonesia. 2. Pemberian pelayanan kartu tanda penduduk tidak akan maksimal dan terjumlah kepada semua penduduk jika proses pembuatan pelayanannya tidak disederhanakan.

go.adminduk.id/ http://www.kependudukancapil.go. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan http://www. 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan UU No. DAFTAR PUSTAKA UU No.depdagri.id/ . 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan PP No.