BAB III

PEMBAHASAN
3.1 Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Tumpangrejo, Desa Ngenep, Kecamatan
Karangploso, Kabupaten Malang
3.1.1 Perencanaan Program
Perencanaan program di Desa Ngenep dilakukan oleh elit masyarakat yaitu
Bapak Misriono selaku Kepala Dusun, masyarakat penerima manfaat yaitu ibu
rumah tangga Dusun Ngenep, dan fasilitator yaitu mahasiswa Agribisnis, Fakultas
Pertanian, Universitas Brawijaya.
3.1.1.1 Pengumpulan data
Pengumpulan data keadaan dilakukan untuk menentukan masalah, tujuan,
dan kegiatan yang akan direncanakan. Proses pengumpulan data dilakukan
melalui data monografi, pengamatan langsung, wawancara ke key informant yaitu
Bapak Misriono selaku Kepala Dusun, dan wawancara masyarakat setempat.
Berdasarkan data yang diperoleh, Dusun Tumpangrejo, Desa Ngenep, Kecamatan
Karangploso, Kabupaten Malang memiliki lahan pertanian yang luas. Mayoritas
masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani dengan komoditas utama kopi,
talas, cabai, dan kunyit. Dusun itu terletak di area UB Forest, sehingga masyarakat
disini masih tergolong masyarakat hutan. Lahan pertanian di dusun ini terbagi atas
lahan tegalan dan hutan . Lahan tegalan ditanami dengan tanaman semusim
seperti cabai, sedangkan lahan hutan ditanami kopi sebagai tanaman utama
dengan perhutani dengan sistem bagi hasil. Di lahan hutan, petani menanam talas
dan kunyit sebagai tanaman sampingan. Hasil dari tanaman sampingan dikelola
sendiri oleh petani.
Penduduk jenis kelamin laki-laki mayoritas bekerja sebagai petani,
sedangkan penduduk jenis kelamin wanita mayoritas tidak bekerja dan sebagian
membantu suaminya di lahan. Infrastruktur di dusun ini cukup baik, hal ini dapat
dilihat dari kondisi jalan yang sudah beraspal dan sudah ada fasilitas umum
seperti musholla, balai dusun, dan tempat pendidikan. Namun, di dusun ini belum
terdapat lembaga yang menaungi masyarakat yang sebagian besar berprofesi
sebagai petani. Belum adanya KUD atau kelompok tani menjadi kendala bagi

1. segera diupayakan. b. c. Desa Ngenep. Kecamatan Karangploso. Masalah yang diangkat adalah masalah yang menyangkut kebutuhan masyarakat yang menyangkut banyak pihak. Desa Ngenep. Kecamatan Karangploso. Berdasarkan pertimbangan tersebut. Kabupaten Malang.2 Identifikasi masalah Hasil pengumpulan data yang telah dilakukan menjadi dasar awal penentuan masalah di Dusun Tumpangrejo. yaitu kelompok usaha masyarakat Dusun Tumpangrejo. Belum adanya lembaga formal maupun non formal yang menaungi petani Dusun Tumpangrejo. Desa Ngenep. Penghasilan warga hanya bergantung pada sektor pertanian tanpa diolah. karena terkendala pemasaran. dan mudah dilaksanakan masyarakat banyak. Kecamatan Karangploso. Program ini diberi nama PERISAI DIRI (Program Perintisan Desa Wirausaha Mandiri).1.1. Pemilihan masalah ini dilakukan oleh semua pihak yang terlibat. 3. Berdasarkan hasil FGD dan pengumpulan data sebelumnya. Kabupaten Malang. 3. masalah yang diangkat adalah belum adanya lembaga formal maupun non formal yang menaungi petani Dusun Tumpangrejo. Masalah tersebut dipilih karena memasalah tersebut merupakan akar masalah yang ada di dusun tersebut dan melibatkan sebagian besar masyarakat karena mayoritas bekerja sebagai petani. 3.4 Pengenalan program Program yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah kelembagaan adalah membuat lembaga non formal. Pada kegiatan FGD telah dilakukan perangkingan masalah untuk mengetahui masalah yang dikeluhkan oleh masyarakat Dusun Tumpangrejo.masyarakat di Dusun Tumpangrejo.1.3 Pemilihan masalah Pemilihan masalah didasarkan pada hasil identifikasi masalah. Identifikasi masalah lebih mendalam dilakukan melalui FGD (Focus Group Discussion) yang dilakukan oleh masyarakat setempat yang diundang dan fasilitator. Kabupaten Batu.1. didapatkan masalah yang terdapat di Dusun Tumpangrejo sebagai berikut: a.1. Program ini berbentuk pembentukan kelompok usaha dimana nanti . Belum adanya pengolahan pasca panen.

Pada tahap awal ini dilakukan pembentukan kelompok usaha yang meliputi penentuan nama kelompok usaha. yaitu manajemen bahan baku sampai tahap akhir yaitu pemasaran. hal ini dapat dilihat saat pengenalan program. Antusiasme masyarakat terhadap kewirausahaan sangat tinggi.2 Pelaksanaan Program Program PERISAI dilaksanakan bersama-sama oleh fasilitator dan sasaran. masyarakat . di awal akan dibantu oleh fasilitator untuk membuka jalan karena masyarakat masih sangat awam mengenai pemasaran. Program ini juga memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai cara berorganisasi. Sasaran program ini adalah ibu-ibu rumah tangga Dusun Tumpangrejo yang mayoritas tidak bekerja. yaitu ibu-ibu rumah tangga Dusun Tumpangrejo. Hasil olahan tersebut dipasarkan di sekitar Batu dan Malang. Pelatihan ini dilakukan mulai tahap awal. ada beberapa hal yang dapat dievaluasi. Keinginan masyarakat untuk membentuk lembaga formal ataupun non formal sangat tinggi. c. Bahan untuk pengolahan hasil pertanian ini berasal dari dusun setempat. Pemahaman masyarakat mengenai pembentukan kelompok usaha pada awalnya masih rendah. Kegiatan yang pertama dilakukan adalah pembentukan kelompok usaha dan pelatihan kewirausahaan.didalamnya terdapat program kerja berupa pengolahan hasil pertanian di Dusun Tumpangrejo sehingga dapat dijual dan membantu menaikkan perekonomian warga.3 Evaluasi Program Evaluasi program dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan kegiatan yang dilakukan dalam program PERISAI DIRI. Selain itu juga dilakukan pelatihan kewirausahaan yang bertujuan untuk melatih keterampilan dan kemampuan ibu- ibu setempat. dan penetapan program kerja. Untuk pemasaran produk. 3. Namun setelah dilakukan pelatihan. antara lain: a. Hal ini dilihat dari respon masyarakat pada saat FGD (Focus Group Discussion) b. pembuatan struktur organisasi. Berdasarkan kegiatan pemberdayaan yang telah dilakukan mulai awal sampe akhir. sehingga masyarakat lebih terstruktur. 3. pelatihan pembukuan. sehingga masyarakat dapat mengolah komoditas lokal.

Perlu adanya pendampingan oleh fasilitator setelah pembentukan program sampai kiranya masyarakat benar-benar mandiri. d. . menjadi lebih paham mengenai kelompok usaha dan apa saja yang harus dilakukan. Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat melaksanakan program sesuai yang telah direncanakan dan fasilitator dapat mengevaluasi pelaksanaan program tersebut.