You are on page 1of 2

Panduan cairan untuk terapi rumatan untuk bayi normal aterm dan anak-anak

:
Bayi baru lahir :
o Hari – 1 : infuse D10 dengan rate 50-60 ml/kg/24 jam
o Hari – 2 : infuse D10 dengan 0.2% NaCl, infused rate 100 ml/kg/24 jam
o Setelah hari ke-7 : D5%dengan 0.45% NaCl , atau D10 dengan 0.45% NaCl, infused rate
100 ml- 150 ml/kg/24 jam
Pemberian cairan pada anak
o BB 0-10 kg : 100 ml/kg/24jam
o BB 10-20 kg : 1000 ml/ 24jam + 50 ml/kg/24jam atau 40ml/jam + 2 ml/kg/24jam
o BB > 20 kg : 1500 ml/.24jam + 25ml/kg/24jam atau 60ml/jam + 1 ml/kg/24jam
Kebutuhan total cairan per hari seorang anak dihitung dengan formula berikut:
o 100 ml/kgBB untuk 10 kg pertama, lalu 50 ml/kgBB untuk 10 kg berikutnya,
o selanjutnya 25 ml/kgBB untuk setiap tambahan kg BB-nya.
o Contoh: seorang bayi dengan berat 8 kg mendapatkan 8 x 100 ml = 800 ml setiap
harinya, dan bayi dengan berat 15 kg (10 x 100) + (5 x 50) = 1250 ml per hari.
Terapi replacement cairan
o Terapi cairan pengganti dirancang untuk mengganti kehilangan abnormal cairan dan
elektrolit yang sedang berlangsung.
o Konstituen dari kehilangan cairan-elektrolit tersebut secara substansial berbeda dari
komposisi cairan rumatan, maka bila hanya meningkatkan volume cairan rumatan saja
akan sangat berbahaya. Secara umum para peneliti mengganti sejumlah besar volume
cairan untuk mengganti cairan yang keluar dari stoma atau kehilangan cairan oleh
sebab lain dengan cairan fisilogis secara equivalent.

Kebutuhan Cairan Anak
o 10Kg I — 100cc/Kg BB/24 jam
o 10Kg II — 50cc /Kg BB/24 jam
o Selebihnya — 20cc /Kg BB/24 jam
o Tetesan/ Menit : Otsuka — 1cc = 15 tetes, Terumo — 1 cc = 20 tetes
o (Kebutuhan cairan x faktor tetes) = Jumlah tetesan/menit
(jumlah jam x 60menit)

Kebutuhan Natrium (Na+) 3-5 mEq/Kg BB/24 jam
o RL memiliki kandungan Na+ sebesar 130 meq/L (1 flash = 65 meq)
o Ns memiliki kandungan Na+ sebesar 154 meq/L (1 flash = 77 meq)
o 1L(liter) = 1.000 cc, 1Flash = 500 cc

Tatalaksana cairan dibedakan dalam 3 keadaan :

o Terapi deficit
o Terapi maintenense
o Terapi replacement
Terapi deficit : Terapi deficit adalah penatalaksanaan terhadap kehilangan cairan dan
elektrolit yang terjadi, sebelum tampak klinisnya pada pasien. Terapi deficit mempunyai 3
komponen: Estimasi derajat dehidrasi yang terjadi, Menentukan tipe dari deficit cairannya dan
Perbaiki defisitnya
Derajat dehidrasi : Derajat dehidrasi ditentukan berdasarkan riwayat penyakit dan
pemeriksaan fisik
o Dehidrasi ringan (deficit cairan 1-5% volume cairan tubuh), sebagian besar
didasarkan pada riwayat penyakit : muntah dan diare dengan sedikit (minimal) hasil
pemeriksaan fisik
o Dehidrasi sedang (kehilangan 6-10% volume cairan tubuh) mempunyai riwayat
kehilangan cairan dan pemeriksaan fisik antara lain : turgor kulit, kehilangan berat
badan, kelopak mata cekung dan ubun-ubun besar, letargi ringfan, membrane mukosa
kering.

kehilangan urine adalah 280-300 mOsm/kg dari air dengan berat jenis urine antara 1. Seluruh cairan diberikan dalam 8-12 jam sekitar 100 ml/kg sesuai dengan cairan ekstra sel. nilai elektrolit. . diantara nya : edema serebral bisa terjadi selama re-hidrasi Pemulihan fungsi kardiovaskuler. Terapi awal dengan cairan isotonus untuk menambah volume. Pasien dengan hipertermia atau takhipnea IWL lebih besar o Kehilangan urine : dalam keadaan euvolemic.2% NaCl + KCl 10-20 mEq/L pada maintenence rate o umur > 6 bulan : < 12 jam post-op : D5% dg RL diberika 1. jadi sekitar sepertiga dari cairan rumatan yang diberikan tergantung kelembaban udara dan temperature lingkungan. ini sangat bertolak belakang dengan terapi deficit yang klasik seperti diatas. Bila turgor belum pulih. maka berikan cairan tambahan dengan dosis20-40 ml/ kg harus diberikan > 1-2 jam Panduan pemberian cairan pasca bedah dini dan rumatan : o umur < 6 bulan : o < 12 jam post-op:D10-0.45% NaCl + KCl 10-20 mEq/L pada maintenence rate Cairan untuk terapi maintenance (rumatan) digunakan untuk mengganti cairan yang hilang dari 2 proses : o Kehilangan cairan akibat evaporasi : kehilangan air bebas melalui kulit dan pernafasan (uap) berupa insensible water loss ± 30%-35% dari volume total cairan rumatan.5 x maintenence rate cairan maintenece : D10 dengan 0. konsentrasi Na serum 130- 150 mEq/L) o Dehidrasi Hipotonus (osmolaritas serum < 270 mOsm/L. NS atau RL. hipotensi) disertai keterlibatan neurologis (iritabel. prematuritas) kehilangan cairan dari urin yang terdilusi menjadi lebih banyak. atau nadi masih belum teraba pulih sampai ahir cairan diberikan. dilakukan resusitasi cepat cairan ekstra sel. o Dehidrasi Isotonus (osmolaritas serum 270-300 mOsm/L. dan perfusi ginjal merupakan perhatian utama pada perbaikan deficit cairan. Dalam kondisi dibawah euvolemic. o Dehidrasi berat (11-15%) kardiovaskuiler tidak stabil (turgor <<<. maka mortalitasnya menurun. RL. Setelah anak mengeluarkan kencing. Minitor adekwat secara terus menerus harus dikerjakan pada terapi deficit cairan dengan menilai kondisi klinis. Contohnya.008 – 1. maka cairan ekstrasel dipulihkan dengan pemberian RL dengan dosis 40 ml/kg dalam 1-2 jam.015. secresi ADH yang eksesif.5 x maintenece rate cairan maintenence: D10 dg 0. produksi urine dan berat jenis urine. koma) Tipe dehidrasi : Tipe deficit cairan bisa diperkirakan dari riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. cairan ekstra sel dipulihkan dengan cairan intra vena. dalam keadaan tertentu (Diabetes insipidus. pada luka bakar berat. o Pada dehidrasi sedang yang tidak bisa direhidrasi secara oral. sangat penting meningkatkan volume cairan dengan cepat untuk mengganti cairan ekstrasel yang hilang. takhikardia. Pada praktisnya. konsentrasi Na serum < 130 mEq/L) o Dehidrasi Hipertonus (osmolaritas serum > 130 mOsm/L. yakni. Dalam keadaan lain misalnya. Memperbaiki seluruh deficit cairan mungkin memerlukan waktu. stress fisiologis pasien mungkin tidak mampu menurunkan osmolalitas urine sampai mencapai 300 mOsm/kg air dan volume cairan rumatan harus diturunkan. kehilangan cairan melalui urine 2/3 dari volume total cairan rumatan.45% NaCl diberikan 1. atau keduanya dengan kecepatan 40 ml/kg dalam 1-2 jam. rehidrasi oral diberikan setelah rehidrasi intra vena selesai. dan tonusitas serum. fungsi SSP. konsentrasi Na serum >150 mEq/L) Pasien dengan dehidrasi hipertonik memerlukan perhatian khusus. NS. karena komplikasinya . kesadaran belum pulih. Pada dehidrasi berat. kehilangan kalium tidak bisa segera dipuilihkan secara cepat. Terapi rehidrasi cepat: o Pada anak dengan deplesi volume cairan tubuh. berikan sejumlah kecil kalium (<40 mEq/L) kedalam cairannya. jadi volume yang diberikan pun harus dinaikan.