1. Apa saja perbedaan furunkel, karbunkel, abses, dan selulitis?

Furunkel merupakan radang folikel rambut dan sekitarnya. Akan disebut furunkulosis
jika lebih dari satu.1,2Kumpulan dari furunkel disebut karbunkel. Jika pecah, dapat tampak
banyak fistel. 2 Kuman penyebabnya paling sering S.aureus. Pasien seringkali mengeluhkan
nyeri. Kelainan yang dapat muncul berupa nodus eritematosa berbentuk kerucut, di tengahnya
terdapat pustul. Lesi ini kemudian dapat melunak menjadi abses berisi pus dan jaringan nekrotik,
lalu memecah membentuk fistel. Predileksi furunkel adalah tempat yang banyak gesekan seperti
aksila dan bokong.

Pada gejala klinis karbunkel, infeksi awalnya terasa sangat nyeri dan tampak benjolan
merah, permukaan halus, bentuk seperti kubah dan lunak. Dalam beberapa hari, ukuran akans
emakin membesar hingga berukuran 3-10 cm. Supurasi terjadi setelah 5-7 hari dan pus keluar
dari banyak lubang fistel. Setelah nekrosis, tampak nodula yang menggaung atau luka yang
dalam dengan dasar yang purulen. 2Lesi yang sedikit cukup diberikan antibiotik topikal.
Sementara jika banyak, dapat digabung dengan antibiotik sistemik. Jika kasus berulang, faktor
predisposisi seperti diabetes mellitus perlu ditelusuri. 1

Abses multipel kelenjar keringat adalah infeksi pada kelenjar keringat berupa abses
multipel tidak nyeri berbentuk kubah. Umumnya disebabkan oleh staphylococcus aureus.
Kondisi ini paling sering pada anak-anak. Biasanya muncul saat daya tahan tubuh turun (karena
malnutrisi, morbili), banyak keringat. 1 Gambaran lesi yang muncul dapat berupa nodus
eritematosa, multipel, tidak nyeri, berbentuk kubah dan lama memecah. Lokasinya di tempat
yang banyak keringat.

Selulitis memiliki etiologi, gejala konstitusi dan tempat predileksi, pemeriksaan lab dan
terapi yang sama dengan erisipelas. Namun, kelainan kulitnya lebih difus, di subkutan dengan
tanda-tanda radang akut. Sementara itu, flegmon merupakan selulitis yang mengalami supurasi.
Terapi sama seperti selulitis, tetapi memerlukan juga insisi.1

Sumber:
1. Djuanda A, dkk. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin: Pioderma. 6thed. Jakarta: Badan Penerbit
FKUI;2013. P. 57-61.
2. Folikulitis/Furunkel/Karbunkel; Furunkulosis. 2nded. Surabaya: Pusat Penerbitan dan
Percetakan Unair; 2011. P.30-2.

3. Jelaskan mengenai stepping test!
Berjalan di tempat dengan mata terbuka dan lalu tertutup sebanyak 50 langkah. Test
dianggap abnormal ada kelainan vestibuler jika pasien berjalan beranjak miring sejauh 1 meter
atau badan berputar lebih 30 derajat. Jika penderita stabil test diulang dengan tangan terentang.
Juga berjalan diatas kasur. Penderita dengan kelainan vestibular bilateral yang di sebabkan

Hidung. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga.intoksikasi obat – obatan dapat berjalan dengan mata terbuka akan tetapi sulit dengan mata tertutup Sumber: Soepardi. Gangguan Keseimbangan dan Kelumpuhan Nervus Fasialis. Kepala & Leher. Tenggorok. EA dkk. edisi keenam. Jakarta. 2008. hal 94-101 . Balai Penerbit FK-UI.