You are on page 1of 15

SMAAK PROFF

Disusun Oleh

Nama : Aziz Yasril

Nim : G111 14 502

Kelas : Pemulian Tanaman A

Asisten : 1. Nursalim Agriansyah
2. Andi Julia Indriani

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2015

1 Latar Belakang Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. apakah hasil tersebut mampu memenuhi kebutuhan dengan baik. Laos. karena padi mengandung kadar amylase pada padi dalam buti-butir beras. Salah satunya adalah tanaman padi. Beberapa faktor yang menentukan kualitas pada tanaman padi adalah faktor rendemen. Thailand. Vietnam. tanaman-tanaman yang dimuliakan adalah tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dengan lebih baik.2 Tujuan . Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur UttarPradesh India sekitar 100-800 SM. Sehingga sudah tentu bahwa didalam pemuliaan tanaman. bentuk butir. kekerasan dan rasa. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Burma. beberapa wilayah asal padi adalah. misalnya pada padi. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3. Pemuliaan tanaman adalah pemenuhan kebutuhan manusia secara lebih baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain Cina dan India. Faktor rasa sebagai penentu dari kualitas suatu tanaman. maka struktur nasi yang diperoleh semakin keras dan mempunyai struktur pisahpisah pada umumnya. 1. Bangladesh Utara. makan semakin berkurang kualitas rasa karena tinggi kadar amylase yang terkandung. Penilaian kualitas tanaman padi didasarkan pada kualitas dari hasil yang diberikan. Sehingga rasa yang didapatkan tentu berbeda dengan varietas padi yang lainnya. Penilaian kuantitas hasil ditunjukkan dengan adanya produksi yang semakin meningkat. Pemuliaan tanaman padi dipusatkan dari segi kuantitas dan kualitas dari beras tersebut.000 tahun SM. Semakin tinggi kadar amylose terkandung dalam tanaman. Salah satu kebutuhan pokok atau utama manusia yang harus dipenuhi adalah kebutuhan akan makanan. memuaskan atau tidak. BAB I PENDAHULUAN 1.

dapat mengetahui kualitas varietas padi dan menguji rasa setiap varietas padi. 1. Adapun tujuan yang diharapkan dalam praktikum ini adalah dapat mengetahui macam-macam varietas padi beserta karakteristiknya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA .3 Kegunaan Pratikum Adapun kegunaan yang diharapkan dalam praktikum ini adalah dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai parameter kualitas dari beberapa varietas padi dan menjadi acuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam menguji rasa setiap varietas padi.

2 Deskripsi Varietas Padi yang diuji 2. Sehingga dari hubungan tersebut dapat dikaitkan dengan mutu beras yang dihasilkan. dan rantai lurus amilose (Syukur. Usaha peningkatan daya produksi padi terus dilakukan melalui pemuliaan. baik dari segi kuantitas maupun kualitas untuk mendukung ketahanan pangan nasional (Almatsier. yang merupakan padi pertama berumur pendek dan berpotensi hasil tinggi dapat meningkatkan pendapatan (Hasanah. pasca panen.2004). kimia.1 Varietas Padi Ciherang . 2.2012). fisikokimia. Padi merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Mutu beras dapat dikategorikan menjadi : mutu pasar. Peranan ini tercermin dari besarnya jumlah penggilingan padi dan sebarannya yang hampir merata di seluruh daerah sentra produksi padi di Indonesia. rasa dan prosesing atau mutu giling. mutu gizi dan standar spesifik untuk penampakan dan kemurnian biji (Djunainah. Pati beras tersusun atas rangkaian unit-unit gula (glukosa) yang terdiri dari fraksi rantai cabang amilopektin. mutu tanak. Tingginya produktivitas padi tidak menjamin nilai rasanya.1 Padi (Oryza sativa) Penggilingan padi memiliki peran yang sangat penting dalam sistem agribisnis padi atau perberasan di Indonesia. Salah satu tahap terpenting dalam pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar 'IR5' dan 'IR8'.2012) Karakteristik padi meliputi: sifat fisik. pengolahan dan pemasaran gabah atau beras sehingga merupakan mata rantai penting dalam suplai beras nasional yang dituntut untuk dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan beras. ‘The Miracle Rice’. dan organoleptik butiran beras. Sifat-sifat tersebut sangar berhubungan erat dengan konsumen dan harga beras tersebut.2.2.2007). Perbedaan rasa nasi antar varietas terletak pada adanya perbedaan kadar amilose yang terdapat pada pati dari butir berasnya. Penggilingan padi merupakan pusat pertemuan antara produksi.

5 t/ha . Menurut Suprihatno (2009) menyatakan bahwa deskripsi varietas padi ciherang antara lain : Nama Varietas : Ciherang Kelompok : Padi Sawah Nomor Seleksi : S3383-1d-Pn-41–3-1 Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3-1//IR19661-131-3- 1///IR64 ////IR64 Golongan : Cere Umur Tanaman : 116-125 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : 107-115 cm Anakan Produktif : 14-17 batang Warna Kaki : Hijau Warna Batang : Hijau Warna Daun Telinga : Putih Warna Lidah Daun :– Warna Daun : Hijau Warna Muka Daun : Kasar pada sebelah bawah Posisi Daun : Tegak Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Panjang ramping Warna Gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Sedang Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 23% Bobot 1000 Butir : 27-28 g Rata – Rata Produksi : 6 t/ha Potensi Hasil : 8.

2 Varietas Padi Inpari 7 Menurut Perdana (2008) menyatakan bahwa deskripsi varietas padi Inpari 7 antara lain : Nomor Pedigri : RUTTST96B-15-1-2-2-2-1 Asal Persilangan : S3054-2D-12-2/Utri Merah-2 Golongan : Cere Umur Tanaman : 110 – 115 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : 104 ±7 cm Anakan produktif : 16 ± 3 batang Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau Warna telinga daun : putih Warna lidah daun : Hijau Warna daun : Hijau Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak . Gambar: 2.Ketahanan Terhadap Hama :-Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3-: Ketahanan Terhadap Penyakit: Tahan terhadap bakteri hawar daun (HDB) strain III dan IV Anjuran : -Cocok ditanam pada musim hujan dan kemarau dengan ketinggian di bawah 500 m dpl.1 Padi Ciherang 2.2.

013 Anjuran tanam : Cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 dp 2. dan agak rentan ras IV dan VIII. serta rentan terhadap penyakit virus Tungro inokulum no.Daun Bendera : Tegak Bentuk Gabah : Panjang (P=7.21) Warna Gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 20.2.3 Varietas Padi IR 66 Menurut Almatsier (2004) menyatakan bahwa deskripsi varietas padi IR 66 antara lain : Nomor seleksi : IR32307-107-3-2-2 Asal persilangan : IR13240-108-2-2-3/IR9129-209-2-2-2-1 Golongan : Cere Umur tanaman : 110 – 120 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 90 – 99 cm Anakan produktif : 14 – 17 batang Warna kaki : Hijau tua .78 % Bobot 1000 butir : 27. agak tahan penyakit virus tungro inokulum no.06mm .23 t/ha Potensi hasil : 8. 073 dan 031. 2 dan 3 Penyakit : Agak tahan terhadap penyakit HDB ras III.7 t/ha Ketahanan terhadap Hama : Agak rentan terhadap hama WBC biotipe 1.4 g Rata-rata hasil : 6. P/L=3.20 mm. L=2.

ujung sewarna Kerontokan : Sedang Kerebahan : Tahan Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 25% Bobot 1000 butir : 25 g Rata-rata hasil : 4.3 Smak Proof . tahan tungrodan agak tahan blas Anjuran tanam : • Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 500 mdpl • Baik ditanam sebagai padi gogorancah 2.5 t/ha Potensi hasil : 5. sempit dan panjang Bentuk gabah : Ramping Warna gabah : Kuning bersih.5 t/ha Ketahanan terhadap Hama :• Tahan wereng coklat biotipe 1. 2 dan 3.Warna batang : Hijau tua Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak. tahan wereng hijau dan agak tahan wereng punggung putih Penyakit : • Tahan hawar daun bakteri.

Faktor rasa dapat dijadikan sebagai parameter ukur dalam menentukan suatu kualitas pangan. misal pada tanaman padi. Aroma beras ditentukan juga oleh sifat genetic. bahan. Sifat genetik beras meliputi ukuran dan bentuk beras.2012).2008). produk. Mutu rasa lebih ditentukan oleh faktor subjektif yang dipengaruhi oleh lingkungan. muncul karena adanya perbedaan kandungan atau kadar amilosa yang terkandung pada pati dalam butir-butir beras. Meskipun sifat genetik beras merupakan faktor utama dalam evaluasi mutu citarasa. lokasi dan selera konsumen. lingkungan dan kegiatan prapanen. Karena cita rasa merupakan selera pribadi. Preferensi terhadap mutu cita rasa terutama ditentukan oleh tingkat aroma dan rasa nasi. bahan. secara tidak langsung faktor mutu rasa sudah termasuk dalam klasifikasi jenis beras atau varietas padi (Suprihanto. Smakk proff adalah pengujian rasa sebagai penentu kualitas pangan.2009). dataran tinggi. produk. Makin tinggi kadar amilosa maka makin rendah . berbeda rendemen berasnya dibanding yang ditanam di lahan tadah hujan. dan sebagainya jika dilihat dari sudut pemenuhan kebutuhan yang didapatkan (Syukur. Sehingga rasa yang didapatkan adalah berbeda untuk tiap varietas tanaman (Perdana. rendemen giling. perlakuan prapanen. Faktor lingkungan antara lain adalah kondisi ekosistem suatu wilayah. Kualitas rasa nasi sangat ditentukan oleh komposisi pati dalam biji padi. sifat mutu tanak. Kandungan patinya berupa amilopektin dan amilosa. dalam perdagangan mutu cita rasa tidak dimasukkan dalam ketentuan persyaratan mutu beras yang bersifat baku. dan perlakuan pascapanen.4 Faktor yang Mempungaruhi kualiatas Ada empat faktor utama yang mempengaruhi kualitas atau mutu beras yaitu sifat genetik. Rendemen beras giling dari varietas padi yang sama (IR66) yang ditanam di lahan beririgasi teknis. Akan tetapi. penampakan biji. dan sebagainya. tetapi faktor pemasakan seperti perbandingan antara air dan beras serta lamanya pemasakan juga mempengaruhi nilai mutu citarasa. 2009). Faktor rasa sebagai penentu kualitas suatu tanaman. dan cita rasa nasi. lahan pasang surut dan rawa (Suprihanti. 2.

BAB III METODOLOGI .2008). pulen dan enak rasanya (Perdana. sehingga nasi cenderung kering. empuk. Sedangkan beras yang memiliki kandungan amilosa rendah cenderung lebih lengket.amilopektinnya. pera dan rasanya tidak enak.

3 Metode Pelaksanaan Adapun metode pelaksanaan yang dilakukan. Hasil .00 WITA sampai selesai di Laboratorium 1. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. 3. Sedangkan bahan yang digunakan adalah beras varietas rojolele. 5. Makassar. Universitas Hasanuddin. sedang. 4. yaitu : 1. Jurusan Agronomi. 6. Mencatat nilai atau skor yang diberikan pada setiap varietas beras. Menguji rasa satu persatu seluruh varietas beras. Menyimpulkan varietas beras mulai dari yang paling enak. 7. Fakultas Pertanian.1 Waktu dan Tempat Praktikum identifikasi smaak proof dilaksanakan pada hari Senin 5 Oktober 2015. Mencuci beras varietas yang dibawa. Menuangkan beras yang telah bersih kedalam rice cooker dan tambahkan air secukupnya. dan kurang enak. pukul 08. 3.1.3.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum smaak proff adalah rice cooker. 3. 2. Menunggu hinga beras benar-benar masak. Kemudian menghitung dengan metode analisis yang telah ditentukan rumusnya.

Rasa merupakan salah satu faktor penentu membedakan dan membandingkan antara rasa nasi dari berapa varietas yang berbeda.4. pandan wangi.2 Pembahasan Berdasarkan dari hasil percobaan pengujian varietas padi dengan 7 varietas padi lainnya. Metode yang digunakan dengan cara pengujian langsung dengan menguji rasa dan tekstur dari . inpari 8. Varietas yang digunakan dalam praktikum ini terdiri dari beras (Ada 7 Varietas) yaitu varietas Rojolele. ciherang. IR 66. mekongga. inpari 7.

varietas IR66. Masing- . Hal ini sesuai dengan pendapat Perdana (2008) mengatakan bahwa sifat genetik beras merupakan faktor utama dalam evaluasi mutu citarasa.3 sedangkan pada varietas padi ciherang memiliki rata-rata 2. Inpari 8. Kualitas rasa nasi sangat ditentukan oleh kandungan padi yang ada padi biji padi. Macam-macam varietas padi yang telah di uji dalam praktikum ini adalah IR 66. dan perlakuan pascapanen. Dari hasil data tersebut menunjukkan bahwa dari ketiga varietas hanya varietas padi inpari 7 yang memilki rasa dan kualitas yang baik dibandingkan dengan varietas ciherang dan IR 66.ketujuh. Berdasarkan hasil panelis yang diperoleh 3 jenis varietas yang diuji bahwa pada varietas padi Inpari 7 memiliki rata-rata 2.. Mekongga. tetapi hanya tiga varietas yang duji setiap kelompok: yaitu varietas ciherang. tetapi faktor pemasakan seperti perbandingan antara air dan beras serta lamanya pemasakan juga mempengaruhi nilai mutu citarasa. perlakuan prapanen. Sifat utama dari beras yang menentukan mutu rasa adalah penampilan.1 Kesimpulan Berdasarkan tujuan praktikum yang diharapkan.6 dan pada varietas padi IR 66 memiliki rata-rata 2. tekstur dan aroma nasi. Rojolele. Inpari 7 dan Ciherang. lingkungan dan kegiatan prapanen. Kualitas rasa nasi sangat ditentukan oleh komposisi pati dalam biji padi. Hal ini sesuai dengan pendapat suprihanto (2009) mengatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kualitas atau mutu beras yaitu sifat genetik. pandan wangi. maka adapun beberapa kesimpulan yang dirumuskan sebagai berikut : 1.1. BAB V PENUTUP 5. varietas inpari 7.

maka dapat dilakukan dengan metode langsung dan metode tidak langsung. Sebaliknya beras dengan amilosa tinggi mempunyai rasa yang tidak enak dan tekstur nasinya pera dan cenderung menjadi keras setelah dingin. Untuk menguji dan mengetahui rasa nasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 5 (rasa nasi tidak enak). Jakarta. Kasim. H. 3 (rasa nasi sedang/biasa). I. seperti : kursi untuk praktikan agar dapat tercukupi sehingga proses praktikum dapat berlangsung nyaman.2 Saran Sebaiknya sarana tercukupi atau tersedia. 4 (rasa nasi kurang enak). Hasanah. 2004. 3.. Bercocok Tanam Padi. . rojolele. 2 (rasa nasi enak). T. Djunainah. Kualitas padi yang berkualitas tinggi yaitu teretak pada tinggi rendahnya kadar amilosa yang dikandungnya. Sedangkan uji rasa tidak langsung penilaian yang dilakukan berdasarkan atas derajat kesukaan dengan nilai skoring antara lain : 1 (rasa nasi enak sekali). Bogor. Uji rasa langsung yaitu dilakukan dengan cara langsung mencicipi/menikmati nasi yang telah dimatangkan (dimasak) terlebih dahulu. PT Gramedia Pustaka Utama. Deskripsi Varietas Unggul Padi. Jakarta : Azka Mulia Media. DAFTAR PUSTAKA Almatsier. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar amilosa yang tertinggi hingga yang terendah yaitu padi varietas mekongga. IR66. Sunita. Padi dengan kadar amilosa yang rendah akan mempunyai rasa yang semakin enak dan tekstur nasi yang lengket. 5. masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda salah satunya adalah kadar amilosa yang dikandungnya. ciherang. W. 2012. inpari 8. dan inpari 7 2. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. 2007.pandan wangi. Susanto.

Universitas Gajah Mada press : Yogyakarta. 2012. Syukur Muhammad. Deskripsi Varietas Padi.2009. Suprihanto Bambang. A. Smaak Proof (Pengujian Rasa) pada Varietas Padi Unggul. Jakarta: Penerbit Penebar Swadaya. dkk.Perdana. S. Subang. 2008. Pemuliaan Tanaman. . Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.