You are on page 1of 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELLITUS

DI RUANG 23i IRNA 1
RSU. DR. SAIFUL ANWAR MALANG

PKMRS
RSU. DR. SAIFUL ANWAR MALANG
2017

Alokasi Waktu : 15 menit 7. Pokok Bahasan : Diabetes Mellitus 3. Topik : Medikal 2. dan tanya jawab selama 15 menit diharapkan peserta didik mampu menjelaskan tentang diabetes mellitus Tujuan Khusus : Setelah ceramah dan tanya jawab selama 15 menit diharapkan peserta didik mampu :  Menjelaskan pengertian diabetes mellitus  Menjelaskan penyebab diabetes mellitus  Menjelaskan klasifikasi diabetes mellitus  Menjelaskan tanda dan gejala diabetes mellitus  Menjelaskan tentang insulin  Menjelaskan kegunaan insulin  Menjelaskan macam-macam insulin . leaflet 10. Dr. saiful anwar  Waktu : Jumat. Pengajar : Mahasiswa PSIK A Universitas Brawijaya. Media : Power Point. keluarga. Pengorganisasian : Moderator : Agmardyanti Pemateri : Rohmatul Faizah Fasilitator : Gilang dan Enik 11. Waktu dan Tempat  Tempat : Ruang penyuluhan ruang 23 IRNA 1 RSU. Sasaran : pasien. dan masyarakat umum 5. 20 Januari pukul 09:00 6. Universitas Muhamadiyah Malang dan STIKES Bojonegoro 8. Tujuan  Tujuan Umum : Setelah mengikuti ceramah. Subpokok Bahasan : Diabetes Mellitus 4. SATUAN ACARA PENYULUHAN 1. Metode : Ceramah dan Tanya Jawab 9.

Tahap Kegiatan Penyuluhan Metode & Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Peserta Didik Media Pembuka. 12. Evaluasi : a) Evaluasi terstruktur  Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan .  Memperkenalkan diri  Menjaw Ceramah dan an  Menyamakan persepsi ab salam tanya jawab (2 menit)  Menyampaikan maksud dan  Memper tujuan dilaksanakannya hatikan dan menjawab pengajaran pertanyaan  Menggali pengetahuan audiensi  Kontrak waktu Penyajian  Menjelaskan  Menyim Ceramah dan (11 menit pengertian diabetes ak penjelasan tanya jawab pengajaran mellitus dan gangren  Mengaju )  Menjelaskan kan pertanyaan seputar penyebab diabetes mellitus materi dan gangren  Menjelaskan klasifikasi diabetes mellitus dan gangren  Menjelaskan tanda dan gejala diabetes mellitus dan gangren  Menjelaskan tentang insulin  Menjelaskan kegunaan insulin  Menjelaskan macam-macam insulin Penutup  Memberi kesimpulan materi  Memperhatikan  Tanya (2 menit)  Melakukan evaluasi penjelasan jawab  Menutup acara penyuluhan  Menjawab pertanyaan dari penyuluh 14. Materi ( terlampir ) 13.

klasifikasi. . tanda dan gejala. dan pencegahan diabetes mellitus.  Pelaksanaan penyuluhan sesuai yang telah dirumuskan pada SAP  Audiensi hadir di ruang penyuluhan di ruang 23i RSSA  Jumlah audiensi yang datang minimal 50 % dari total keluarga pasien di ruang 23i RSSA  Kesimpulan penyuluh termasuk kesiapan modul termasuk kesiapan modul dan media yang akan digunakan  Kesiapan audiensi meliputi kesiapan menerima penyuluhan b) Evaluasi proses diharapkan  Audiensi antusias terhadap materi penyuluhan  Audiensi tidak meninggalkan tempat penyuluhan  Audiensi mengajukan pertanyaan sesuai dengan materi yang disampaikan penyuluh  Penyuluh menjelaskan atau menyampaikan materi dengan jelas dan dengan suasana rileks c) Evaluasi hasil yang diharapkan Audiensi dapat menjelaskan menjelaskan pengertian. penyebab. penatalaksanaan gangren di rumah.

Kelainan sel beta pankreas. Pada keadaan normal glukosa diatur sedemikian rupa oleh insulin yang diproduksi oleh sel β pancreas. terjadi juga pemecahan lemak dan protein menjadi gula (glukoneogenesis) di hati yang tidak dapat dihambat karena insulin sekresinya relatif berkurang sehingga gula darah semakin meningkat. Sehingga meyebabkan terjadinya hiperglikemia dan glikosuria. kadar gula darah selalu stabil sekitar 70 sampai 110 mg/dl. Faktor-faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta. antara lain agen yang dapat menimbulkan infeksi. lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan insulin secara absolut maupun relatif. dimana berbagai lesi dapat menyebabkan insufisiensi insulin. Gangren merupakan salah satu bentuk komplikasi dari penyakit DM. . diet dimana pemasukan karbohidrat dan gula yang diproses secara berlebihan. Pada keadaan diabetes mellitus. Baik keadaan puasa maupun sesudah makan. 2. Sedangkan gangren sendiri adalah kematian jaringan oleh karena obstruksi pembuluh darah yang memberikan makanan kepada jaringan tersebut. tubuh relatif kekurangan sekresi insulin maupun aktivitas insulin akibatnya pengaturan gula darah menjadi meningkat. Pengertian diabetes mellitus dan gangren Diabetes mellitus merupakan kumpulan gejala yang timbul pada sesesorang karena gangguan keseimbangan karbohidrat. Faktor lain yang dianggap sebagai kemungkinan etiologi DM yaitu : a. tetapi determinan genetik biasanya memegang peranan penting pada mayoritas DM. Gangren diabetik ini dapat terjadi pada pasien bagian tubuh yang terendah diujung terutama pada ekstremitas bawah. Gangren diabetik adalah gangren yang dijumpai pada penderita DM. obesitas dan kehamilan. Walaupun kadar gula darah selalu tinggi. MATERI PENYULUHAN DIABETES MELLITUS 1. Penyebab Diabetes Melitus DM mempunyai etiologi yang heterogen. Sehingga kadarnya dalam darah selalu dalam keadaan normal. b. berkisar dari hilangnya sel beta sampai kegagalan sel beta melepas insulin.

Gangren kering ini bisa lepas sendiri dari jaringan yang utuh.  DM Gestasional DM jenis ini cenderung terjadi pada wanita hamil dan dalam keluarganya terdapat anggota yang juga menderita DM. c. polidipsi. kebiruan dan berbecak ungu. Klasifikasi a. Sistem ini dapat dilakukan oleh autoimunitas yang disertai pembentukan sel-sel antibodi antipankreatik dan mengakibatkan kerusakan sel .sel penyekresi insulin. Seseorang mempunyai risiko yang besar untuk menderita NIDDM jika orang tuanya adalah penderita DM dan menganut gaya hidup yang salah. Bila diraba terasa kering dan dingin. Tanda dan gejala diabetes mellitus dan gangren Gejala-gejala diabetes mellitus yaitu poliuria. d. polifagi. Bila dibiarkan berlarut-larut berakibat kegawatan diabetes mellitus berupa ketoasidosis yang sering menimbulkan kematian. Faktor risikonya adalah kegemukan atau obesitas. Klasifikasi diabetes mellitus  DM Tipe I Penderita sangat bergantung terhadap insulin karena terjadi proses autoimun yang menyerang insulinnya.  DM Tipe II Jenis DM ini dipengaruhi baik oleh keturunan maupun factor lingkungan. berat badan menurun. Tanda dan gejala gangren yaitu sakit pada daerah yang bersangkutan. Dan akhirnya perasaan nyeri/sakit lambat laun berkurang dan akhirnya menghilang. lemas. Kelainan insulin. terjadi gangguan kepekaan jaringan terhadap insulin akibat kurangnya reseptor insulin yang terdapat pada membran sel yang responsir terhadap insulin. Daerah menjadi pucat. Pada pasien obesitas. DM tipe I merupakan jenis DM yang diturunkan (inherited). Lama-kelamaan daerah tersebut berwarna hitam. Tidak teraba denyut nadi (tidak selalu). kemudian peningkatan kepekaan sel beta oleh virus. Gangguan sistem imunitas. 3. 4. Pinggirnya berbatas tegas.  DM Sekunder .

Suntikan diberikan melalui lokasi khusus yang terhubung melalui tabung yang dimasukkan dengan jarum dan diganti sekitar seminggu sekali. kulit masih utuh dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti “ claw. Pulau-pulau Langerhans pankreas dipersarapi oleh saraf simpatis dan saraf para simpatis. dengan atau tanpa osteomielitis. Merupakan DM yang berkaitan dengan keadaan atau sindrom lain (pancreatitis.  Derajat V  Gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai 5.  Derajat II  Ulkus dalam menembus tendon dan tulang. Definisi insulin Insulin dihasilkan oleh sel beta pulau-pulau Langerhan pankreas.  Derajat III  Abses dalam. Injectors Untuk injeksi jenis multipel.  Derajat IV  Gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis. Macam-macam insulin Klasifikasi insulin dari cara pemberiannya a.callus “. Jumlahnya sekitar 100. dan obat-obatan). 7.5 Juta dan mengandung sel-sel beta yang mengekpresi insulin.  Derajat I  Ulkus superfisial terbatas pada kulit. dapat digunakan insulfon atau I-port. 6. yaitu:  Derajat 0  Tidak ada lesi terbuka. sel alpa yang menghasilkan glukagon dan sel delta menghasilkan somatostatin. Kegunaan insulin Kegunaan insulin antara lain untuk menjaga kadar glukosa darah dalam rentang normal. serta sel neorondokrin. poli peptida pankrersa. Klasifikasi Gangren Kaki Diabetik Wagner ( 1983 ) membagi gangren kaki diabetik menjadi enam tingkatan. . namun sampai saat ini injector belum begitu populer di Amerika Serikat namun sudah populer di Eropa. kelainan hormonal. b.000 s /d 2. Masa seluruh pulau-pulau Langerhans mer upakan 1 – 3 % masaa pankreas dan secara embrio logis berasal dari exstoderm.

Berikut beberapa jenis insulin pen yang dapat digunakan : . Insulin pen Insulin pen digunakan untuk insulin dengan beberapa formula. Keuntungan dari penggunaan insulin pen ini adalah keakuratan dan kekonsistensian dosis yang baik jika menggunakan insulin pen.b.

Pompa Insulin-CSII (Continous Subcutaneous Insulin Infusion) Pompa insulin diinjeksikan (disemprotkan) kedalam tubuh melalui jaringan subcutan dimana pompa insulin ini menawarkan cara yang lebih tepat yaitu . Orang-orang yang menggunakan injector dikarenakan mereka tidak bisa belajar untuk melakukan suntikan terhadap dirinya sendiri. orang memiliki ketakutan atau penyesuaian emosi lainnya pada diabetisi dalam melakukan suntikan pada dirinya sendiri samapai mereka nyaman melakukan penyuntikan terhadap dirinya sendiri. d. Automatic injectors Automatic injector bekerja dengan menekan tombol pelepas (keluarnya) jarum secara otomatis yang memeberikan suntuikan dengan sedikit partisipasi pasien. Sebagian besar. Injector otomatis ini dianjurkan digunakan pada penderita diabetes yang juga mengidap cacat fisik.c. namun tidak semua. seperti serebral palsy.

Bahkan dengan nilai HbA1c normal. Berikut jenis insulin pump yang dapat digunakan. Namun insulin pump ini dilaporkan dapat meningkatkan angka kejadian diabetisketoacidosis (DKA) dikarenakan kurangnya pengiriman insulin yang sering dikaitkan dengan kinking dari tabung. Pompa insulin memberikan tingkat potensi variabel insulin basal selama periode 24- jam. Insulin bolus kemudian diberikan dengan makanan dan makanan ringan yang diperlukan. yang memungkinkan pasien dan penyedia untuk menetapkan faktor koreksi terprogram seperti insulin-karbohidrat atau ratio insulin-exchange dan parameter sensitivitas insulin lain. yaitu : .meniru pengiriman insulin secara normal. Salah satu insulin rapid-acting atau insulin secara teratur dapat diberikan terus-menerus melalui jarum subcutan. ditemukan pemblokiran kemampuan insulin untuk mencapai pasien yang diperlukan rata-rata 6 jam sampai DKA diidentifikasi. Pompa insulin model yang lebih baru mengandung augmentasi sensor glukosa. Pada salah satu penelitian. penggunaan jangka panjang dari pompa insulin (CSII) telah ditemukan memberi manfaat dalam menurunkan kadar HbA1c dan mengurangi terjadinya hipoglikemia berat.

.

b. Guthrie. ( Guthrie. Rapid-acting atau waktu kerja cepat Insulin jenis ini terbagi menjadi NovoLog. Awitan kerjanya pada 5-15 menit dengan waktu puncak 30-90 menit dan durasi efektif <5 jam. yakni: a. dan Richard A. Diana W. Apidra dan Exubera. Pada Exubera durasi efektifnya adalah 5-8 jam. Humalog. 2009) Terdapat beberapa macam insulin dari waktu bekerjanya. Short-acting atau waktu kerja pendek .

Intermediate atau waktu kerja sedang Untuk intermediate. Contoh: Insulin Neutral Protamin hagedorn (NPH).2 jam. Untuk short-acting awitan kerja obat dimulai pada 30-60 menit setelah obat dimasukkan dengan waktu puncak pada 2-3 jam dan menurun hingga 5-8 jam. awitan kerja obat dimulai pada 3-8 jam setelah obat dimasukkan dan menurun hingga 5. disuntikkan 1-2 kali/hari 15-30 menit sebelum makan. Sedangkan long- acting jenis Levemir. disuntikkan 1 kali/hari pagi 15- 30 menit sebelum makan e.7-23. Contoh: Humulin Actrapid c. Premixed Terdiri atas 75 bagian insulin humalog (insulin manusia) dan 25 bagian insulin lispro. . d. awitan kerja obat dimulai pada 2-4 jam setelah obat dimasukkan dengan waktu puncak pada 4-10 jam dan menurun hingga 10-16 jam. Disuntikkan 15-30 menit sebelum makan. Long-acting atau waktu kerja panjang Untuk long-acting jenis Lantus. awitan kerja obat dimulai pada 2-4 jam setelah obat dimasukkan dan kinerjanya menurun hingga 20-24 jam.