MENTERIKEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

SALINAN

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 9/PMK. 02/201 7
TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR

231/PMK.02/2015 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN, PENELAAHAN,

DAN PENETAPAN ALOI<ASI ANGGARAN BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA

UMUM NEGARA, DAN PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN

ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor

231/PMK.02/2015 tentang Tata Cara Perencanaan,

Penelaahan, dan Penetapan Alokasi Anggaran Bagian

Anggaran Bendahara Umum Negara, dan Pengesahan

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Bendahara Umum

Negara, telah diatur ketentuan mengenai tata cara

perencanaan, penelaahan, clan penetapan alokasi

anggaran bagian anggaran bendahara umum negara, clan

pengesahan daftar isian pelaksanaan · anggaran

bendahara umum negara;

b. bahwa dalam rangka menyesuaikan perubahan

nomenklatur unit organisasi di lingkungan Kementerian

Keuangan, klasifikasi dalam postur anggaran pendapatan

clan belanja negara terkait klasifikasi pembiayaan

anggaran clan transfer ke daerah dan dana desa, serta

perubahan unit pengelola alokasi anggaran bagian

.AYV'

www.jdih.kemenkeu.go.id

-2-

anggaran bendahara umum negara, perlu dilakukan
perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
23 1 / PMK.02 / 20 1 5 tentang Tata. Cara Perencanaan,
Penelaahan, dan Penetapan Alokasi Anggaran Bagian
Anggaran Bendahara Umum Negara, dan Pengesahan
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Bendahara Umum
Negara;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan
Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 2 3 1 / PMK. 02 / 20 1 5
tentang Tata Cara Perencanaan, Penelaahan, dan
Penetapan Alokasi Anggaran Bagian Anggaran Bendahara
Unium Negara, dan Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran Bendahara Umum Negara;

Mengingat 1. Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2 0 1 0 tentang
Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/ Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 20 1 0 Nomor 1 52 , Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5 1 78) ;
2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 1 / PMK. 02 / 20 1 5
tentang Tata Cara Perencanaan, Penelaahan, dan
Penetapan Alokasi Anggaran Bagian Anggaran Bendahara
Umum Negara, dan Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran Bendahara Umum Negara (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 20 1 5 Nomor 1 909) ;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN
ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR
23 1 / PMK. 02 / 20 1 5 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN,
PENELAAHAN, DAN PENETAPAN ALOKASI ANGGARAN
BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA, DAN
PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN
BENDAHARA UMUM NEGARA.

AiYv

www.jdih.kemenkeu.go.id

-3-

Pasall
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 23 1 / PMK. 02 / 20 1 5 tentang Tata Cara Perencanaan,
Penelaahan, dan Penetapan Alokasi Anggaran Bagian
Anggaran Bendahara Umum Negara, dan Pengesahan Daftar
Isian Pelaksanaan Anggaran Bendahara Umum Negara (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 20 1 5 Nomor 1 909) , diubah
sebagai berikut:
1. Ketentuan Pasal 2 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 2
(1) Dalam melaksanakan fungsi BUN, Menteri
Keuangan merupakan Pengguna Anggaran BUN.
(2) Anggaran BUN sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 )
terdiri atas:
a. pengelolaan utang;
b. pengelolaan hibah;
c. pengelolaan hibah daerah yang bersumber dari
penerimaan dalam negeri;
d. pengelolaan investasi pemerintah;
e. pengelolaan pemberian pinjaman;
f. pengelolaan transfer ke daerah dan dana clesa;
g. pengelolaan belanja subsicli ;
h. pengelolaan belanja lainnya; clan
1. pengelolaan transaksi khusus .

2. Ketentuan Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 3
( 1) Dalam rangka pengelolaan anggaran yang berasal
clari BA BUN, Pengguna Anggaran BUN menetapkan
PPA BUN.
(2) PPA BUN sebagaimana dimaksucl pacla ayat ( 1 ) ,
tercliri atas:
a. Direktorat Jencleral Pengelolaan Pembiayaan
clan Risiko sebagai:

Afj1/

www.jdih.kemenkeu.go.id

PPA BUN Pengelolaan Hibah Daerah yang Bersumber clari Penerimaan Dalam Negeri (Bagian Anggaran 999 . serta penclapatan clan belanja yang terkait clengan pengelolaan kas negara. 04) . Direktorat Jencleral Perimbangan Keuangan sebagai: 1. b. Direktorat Jencleral Anggaran sebagai: 1.kemenkeu. PPA BUN Pengelolaan Belanj a Subsicli (Bagian Anggaran 999 . 07) . belanja selisih harga pembelian beras oleh Pemerintah kepacla Bulog. 02) . perhitungan fihak ketiga. belanj a J amman sosial. clan fasilitas penyiapan proyek (project development facility). clan � www. c. PPA BUN Pengelolaan Utang (Bagian Anggaran 999 . antara lain untuk pengeluaran keperluan pembayaran kontribusi fiskal pemerintah clalam bentuk clukungan kelayakan. PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian Anggaran 999 . PPA BUN Pengelolaan Belanj a Lainnya (Bagian Anggaran 999 . 99) . PPA BUN Pengelolaan Transfer ke Daerah clan Dana Desa (Bagian Anggaran 999 .id . Direktorat Jencleral Perbenclaharaan sebagai: 1. Direktorat Jencleral Kekayaan Negara sebagai PPA BUN Pengelolaan Investasi Pemerintah (Bagian Anggaran 999 . 02) . antara lain untuk pengelolaan pembayaran. cl. PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian Anggaran 999 . 0 5) . clan 3. clan 2. 0 1 ) . e. 03) . -4- 1.go. clan 2. 2.08) .jdih. PPA BUN Pengelolaan Pemberian Pinj aman (Bagian Anggaran 999 . PPA BUN Pengelolaan Hibah (Bagian Anggaran 999 . 99) . 2.

-5-

3. PPA BUN Pengelolaan Transaksi Khusus
(Bagian Anggaran 999 . 99) , antara lain
untuk pengelolaan penenmaan negara
bukan pajak terkait pendapatan minyak
bumi, gas bumi, dan panas bumi; dan
f. Badan Kebijakan Fiskal sebagai PPA BUN
Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian
Anggaran 999 .99), , antara lain untuk
pengeluaran keperluan hubungan
in ternasional.

3. Ketentuan Pasal 25 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 25
( 1) Direktorat Jenderal Anggaran merupakan
koordinator PPA BUN dalam perencanaan,
penelaahan, dan penetapan alokasi anggaran BA
BUN.
(2) Sebagai koordinator PPA BUN, Direktorat Jenderal
Anggaran mengkoordinasikan seluruh PPA BUN
dalam penyusunan Rencana Strategis dan RKA BUN,
penyusunan Indikasi Kebutuhan Dana BUN,
penyusunan RDP BUN berdasarkan Pagu Anggaran
BUN, penyesuaian RDP BUN berdasarkan Alokasi
Anggaran BUN, dan dapat menetapkan batas akhir
waktu penyelesaian DIPA BUN.

4. Ketentuan Pasal 35 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 35
( 1) Proses perencanaan, penelaahan, dan penetapan
alokasi BA BUN untuk kegiatan tertentu dapat
dilakukan melampaui ketentuan waktu dan
mekanisme yang telah diatur dalam Peraturan
Menteri ini, setelah mendapat persetujuan dari
Menteri Keuangan.

www.jdih.kemenkeu.go.id

-6-

/
(2) BA BUN untuk kegiatan tertentu sebagaimana
dimaksud pada ayat ( 1 ) terdiri atas:
a. BA BUN Pengelolaan Investasi Pemerintah
(Bagian Anggaran 999 . 03) untuk pos cadangan,
penyertaan modal negara kepada badan usaha
milik negara, dan penyertaan modal negara
kepada organisasi/ lembaga keuangan
internasional;
b. B A BUN Pengelolaan Belanj a Lainnya (Bagian
Anggaran 999 . 08) untuk pos cadangan dan
kebutuhan dana BUN lainnya;
c. B A BUN Pengelolaan Transaksi Khusus (Bagian
Anggaran 999 . 99) untuk pos kontribusi
dukungan kelayakan, dan kontribusi kepada
lembaga internasional; dan
d. BA BUN yang belum ditetapkan
pengelompokkannya.
(3) DHP RDP BUN yang ditetapkan dalam rangka
pengalokasian anggaran untuk kegiatan tertentu
sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) menj adi dasar
penyusunan dan pengesahan DIPA BUN.

5. Ketentuan Pasal 3 6 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 36
Dalam hal kodefikasi segmen akun pada bagan akun
standar berdasarkan nomenklatur klasifikasi pembiayaan
anggaran dan tran sfer ke daerah dan dana des a yang
baru belum dapat dilakukan, penyusunan DIPA BUN
menggunakan kodefikasi segmen akun pada bagan akun
standar yang termutakhir.

6. Mengubah Lampiran I , Lampiran I I , Lampiran III , dan
Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan Nomor
2 3 1 / PMK. 02 / 20 1 5 tentang Tata Cara Perencanaan,
Penelaahan, dan Penetapan Alokasi Anggaran Bagian
Anggaran Bendahara Umum Negara, dan Pengesahan

AFYV
www.jdih.kemenkeu.go.id

. -7-

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Bendahara Umum
Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 20 1 5
Nomor 1 909) , sehingga menjadi sebagaimana tercantum
dalam Lampiran I, Lampiran II , Lampiran III , dan
Lampiran IV yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal II
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.

www.jdih.kemenkeu.go.id

id .kemenkeu. ttd. SRI MULYANI INDRAWATI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 3 1 Januari 20 1 7 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. -8- Agar setiap orang mengetahuinya. ttd.jdih. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.go. WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 20 1 7 NOMOR 1 9 3 www. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Januari 20 1 7 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.

02/2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 23 1 / PMK. Undang-Undang Nomor 1 7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dibandingkan dengan peran menteri/ pimpinan lembaga lainnya. -9- LAMPIRAN I PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9/PMK. PENELAAHAN. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 234/ PMK. DAN PENETAPAN ALOKASI ANGGARAN BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA A. B.go. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 9 0 Tahun 20 1 0 tentang Penyusunan Rencana Kerj a dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga.id . Menteri Keuangan sebagai pembantu Presiden dalam bidang keuangan pada hakekatnya adalah t{1YV www. dan 4. 3. 02 / 20 1 5 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN. 0 1 / 2 0 1 5 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.jdih. 2. D asar Hukum Pokok-pokok tentang pengelolaan Bendahara Umum Negara atau BA BUN merujuk pada peraturan perundang-undangan sebagai berikut: 1. Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Negara Sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. PENELAAHAN. DAN PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA PEDOMAN UMUM PERENCANAAN.kemenkeu. DAN PENETAPAN ALOKASI ANGGARAN BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA. Kekuasaan pengelolaan keuangan negara tersebut kemudian dikuasakan kepada Menteri Keuangan dan Menteri/ Pimpinan Lembaga di tingkat pusat dan diserahkan kepada Gubernur / Bupati/Walikota selaku kepala pemerintahan daerah. Presiden selaku kepala pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara. Dasar Pemikiran 1 . Menteri Keuangan mempunyai peran berbeda/ ganda dalam hal kekuasaan pengelolaan keuangan negara.

dan c. Menteri Keuangan bertanggung jawab atas pengelolaan aset dan kewajiban negara secara nasional (pengelola fiskal) . menyusun kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. Konsekuensi peran masing-masing CFO dan COO tersebut terlihat dalam pelaksanaan anggaran. melaksanakan tugas-tugas lain di bidang pengelolaan fiskal berdasarkan ketentuan undang-undang. dan h. Adapun tugas Menteri Keuangan sebagai pengelola fiskal adalah sebagai berikut: a. c. f.kemenkeu. melaksanakan fungsi bendahara umum negara. sedangkan setiap menteri/ pimpinan lembaga pada hakekatnya adalah C hief Operational Officer (COO) untuk suatu bidang tertentu pemerintahan. memerintahkan pembayaran atau menagih penenmaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran. melaksanakan pemuhgutan pendapatan negara yang telah ditetapkan derigan undang-undang. menyusun rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan rancangan APBN Perubahan. . Ahv' www.jdih. Sesuai prinsip tersebut. melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan kepada Kementerian Negara/ Lembaga (K/ L) sehubungan dengan realisasi perikatan tersebut.id . melakukan perikatan atau tindakan l�innya yang mengakibatkan terjadinya penerimaan atau pengeluaran negara. b. sedangkan men teri / pimp in an lembaga berwenang dan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan sesuai tugas dan fungsi masing-masing (Pengguna Anggaran/ Pengguna Barang) . menyusun laporari keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. melakukan perjanjian internasional di bidang keuangan. b. mengesahkan dokumen pelaksanaan anggaran.10 - C hief Financial Officer (CFO) Pemerintah Republik Indonesia. e.go. g. d. Kewenangan administrasi antara lain meliputi: a. yaitu terdapat pemisahan antara kewenangan administrasi oleh menteri/ pimpinan lembaga dan kebendaharaan oleh Menteri Keuangan.

menempatkan uang negara dan mengelola/ menatausahakan investasi. dan i. memberikan pinjaman atas nama pemerintah. d. melakukan pinjaman dan memberikan jaminan atas nama pemerintah.go. mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan anggaran negara. . yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran. dengan rincian seba_gai berikut: a.11 - Sementara itu. b. melakukan pengelolaan utang dan piutang negara. melakukan pengelolaan atas pemberian hibah kepada pemerintah daerah. d. c. kewenangan kebendaharaan antara lain meliputi: a.kemenkeu. meny1mpan uang negara. Menteri Keuangan juga mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebij akan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran BA BUN. melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pej abat Pengguna Anggaran atas beban rekening kas umum negara. h. e. c. dan lembaga asing.id . MPV www. b. menilai usulan Indikasi Kebutuhan Dana BUN yang disampaikan oleh masing-masing PPA BUN. menyampaikan Pagu Indikatif BUN yang telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan kepada PPA BUN sebagai dasar penyesuaian Indikasi Kebutuhan Dana BUN. menyampaikan Pagu Anggaran BUN kepada PPA BUN sebagai dasar penyusunan RDP BUN. melakukan penelaahan RDP BUN yang telah ditandatangani oleh pemimpin PPA BUN. f. e. g. pemerintah asing. f. menghimpun dan menyampaikan Indikasi Kebutuhan Dana BUN yang telah dinilai kepada Menteri Keuangan untuk ditetapkan menjadi Pagu Indikatif BUN. menghimpun Indikasi Kebutuhan Dana BUN yang telah disesuaikan dengan Pagu Indikatif BUN yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.jdih. Selain melaksanakan peran-peran tersebut. melakukan pengelolaan atas pendapatan hibah.

penilaian dilakukan cle ngan melihat hubungan logis. Demikian pula. apakah terclapat hubungan logis antara aktivitas yang cliusulkan clengan output yang ingin cli capai.12 - g. masing-masing PPA BUN juga melakukan hal tersebut terhaclap usulan yang clisampaikan oleh KPA BUN. apakah inclikator outcome clapat mengukur ketercapaian outcome. hal yang cliatur clalam Peraturan Menteri Keuangan ini fokus pacla tata cara perencanaan. clan penetapan alokasi anggaran BA BUN. Pertahanan clan Keamanan. Sebagai catatan. clan pengesahan DIPA BA BUN. menyusun D H P RDP BUN berclasarkan RDP BUN yang telah clisesuaikan dengan Alokasi Anggaran BUN yang telah clitetapkan oleh Menteri Keuangan. Rancangan Undang-Unclang mengenai APBN clan APBN-Perubahan.BUN yang telah ditanclatangani oleh pemimpin PPA BUN.08) yang cliterbitkan pacla tahun anggaran berj alan. yaitu melihat acla atau ticlaknya hubungan atau keterkaitan antara input-output-outcome.go. Direktorat Jencleral Anggaran sebagai bahan penyusunan Nota Keuangan.kemenkeu. untuk selanjutnya cli sampaikan kepacla Menteri Keuangan c . · termasuk memperbaiki besaran nilai yang cliusulkan. apakah inclikator output clapat mengukur ketercapaian output itu sencliri. menghimpun hasil penelaahan RDP BUN sebagaimana climaksucl pacla huruf f. Terkait clengan menilai usulan Indikasi Kebutuhan Dana BUN. hal yang terkait cle ngan pelaksanaan anggaran BA BUN ticlak diatur clalam Peraturan Menteri ini. memproses pengesahan DIPA . q. f)(ffvi/ www. Secara spesifik. Apakah output yang akan clicapai menclukung pencapaian outcome. 08 (SP-SABA . Misalnya. PPA BUN clapat meminta KPA BUN untuk memperbaiki. Oleh karena itu. . Dalam hal ini.jdih. clan i. h. Mengingat penyusunan kapasitas fiskal clilakukan oleh Direktorat J encleral Anggaran ( clalam hal ini Direktorat Penyusunan APBN) . Hukum. clan Bagian Anggaran Benclahara Umum Negara) . terkait clengan penyusunan BA BUN koorclinasinya juga clilakukan oleh Direktorat J encleral Anggaran (clalam hal m1 Direktorat Anggaran Biclang Politik. penelahaan. termasuk untuk DIPA BUN clan Surat Penetapan Satuan Anggaran Bagian Anggaran 999 .id . 999. Jika hubungan logis tersebut clinilai ticlak terlalu kuat.

kemenkeu. dan pembayaran cicilan pokok utang. Hibah dari Pemerintah kepada pemerintah daerah dilaksanakan melalui mekanisme APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanj a Daerah (APBD) dengan sumber pendanaan dari � www. 3) pembiayaan utang dalam negeri. dan biaya lain terkait utang.id . 0 1 adalah subbagian anggaran BUN yang menampung belanja pemerintah pusat untuk keperluan pembayaran kewajiban terkait Pinjaman Luar N egeri (PLN) . biaya hibah terkait dengan pendapatan/ belanj a hibah (antara lain banking commision). dan belanja hibah kepada pemerintah asing/ lembaga asing. Surat Berharga Negara (SBN) yang terdiri atas Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) . b. dan 4) pembiayaan utang luar negeri. Jenis BA 999 . yang selanjutnya disebut BA 999 .02 adalah subbagian anggaran BUN yang menampung pemberian hibah kepada pemerintah daerah.jdih.13 - 2. Ruang Lingkup Bagian Anggaran BUN Selaku pengelola fiskal. Pemberian hibah kepada pemerintah daerah sebagai wujud dari pelaksanaan hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah yang merupakan suatu sistem pendanaan pemerintahan dalam kerangka negara kesatuan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. bunga utang. yang pagu anggarannya tidak dialokasikan dalam BA-K/ L. . Anggaran yang termasuk dalam Bagian Anggaran BUN adalah sebagai berikut: a. Hibah daerah diprioritaskan untuk penyelenggaraan pelayanan publik yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dengan memperhatikan stabilitas dan keseimbangan fiskal. 0 1 ) .go. yang selanjutnya disebut BA 999 . Bagian Anggaran Pengelolaan Utang (BA 999 . Bagian Anggaran Pengelolaan Hibah (BA 999 . 02) . Menteri Keuangan yang sekaligus merupakan Pengguna BUN melaksanakan pengelolaan anggaran yang tidak dilakukan oleh K/ L pada umumnya. 2) pembayaran bunga utang luar negeri. Pinj aman Dalam Negeri (PDN) . 0 1 terdiri atas : 1) pembayaran bunga utang dalam negeri.

yang antara lain terdiri atas Dana Perimbangan. dan pengembangan ekonomi nasional.kemenkeu.go. Termasuk dalam hal ini adalah penyertaan modal organisasi/ lembaga keuangan internasional dan lembaga khusus yang dibentuk dengan U ndang-U ndang.id . .jdih. 03) . Pinjaman Daerah. 03 adalah subbagian anggaran BUN yang dikhususkan untuk mengelola Investasi Pemerintah . 03 antara lain sebagai berikut: 1 ) Penyertaan Modal Negara (PMN) Yang dimaksud dengan PMN adalah pemisahan kekayaan negara dari APBN atau penetapan cadangan perusahaan atau sumber lain untuk dijadikan sebagai modal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan/ atau Perseroan Terbatas lainnya. c. serta pinj aman luar negeri. dan dikelola secara korporasi. Dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah diatur bahwa dalam rangka penyelenggaraan asas desentralisasi dan untuk mendanai pelaksanaan Otonomi Daerah. Pemerintah memberikan sumber-sumber penerimaan kepada pemerintah daerah. yang selanjutnya disebut BA 999 .14 - penenmaan dalam negeri (rupiah murni) . Bagian Anggaran Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999 . dan Hibah Daerah. 3) Kewajiban Penjaminan Yang dimaksud dengan Kewaj iban Penj aminan adalah alokasi dana yang tersedia yang digunakan untuk melunasi kewajiban penjaminan yang timbul akibat pemberian Jaminan Pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang- � www. 2) Dana Bergulir Yang dimaksud dengan Dana Bergulir adalah dana yang dialokasikan oleh K/ L atau satker Badan Layanan Umum (BLU) untuk kegiatan perkuatan modal usaha bagi pengembangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dan usaha lainnya yang berada di bawah pembinaan K/ L dalam penanggulangan kemiskinan. Beberapa jenis BA 999 . pengangguran. hibah luar negen.

cl .kemenkeu. Lembaga. Proses pengelolaan investasi pemerintah meliputi seluruh proses perencanaan investasi.04 aclalah subbagian anggaran BUN yang mengelola pinjaman Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah.15 - Undang mengenai APBN beserta perubahannya pada tahun anggaran berj alan. BUMN. sosial. . dan/ atau badan lainnya yang harus dibayar kembali dengan ketentuan cl a n persyaratan tertentu. dan pertanggungjawaban investasi. Bagian Anggaran Perigelolaan Pemberian Pinjaman (BA 9 99 . 04 clalam pengalokasiannya dirinci berclasarkan pengguna clana atau penerima atau clebitur pemberian pmJ aman . 04). proses pelaksanaan investasi. BA 999. M:vV www.go.jdih. pengawasan serta divestasi yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam rangka memajukan kesejahteraan umum. dengan sumber dana yang disalurkan bersumber clari PNBP hasil pengelolaan investasi atas endowment fund.id . dan/ atau manfaat lainnya. yang selanjutnya clisebut BA 999. 5) Dana Pengembangan Pendidikan Nasional Yang dimaksud dengan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional adalah bagian dari anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk pembentukan endowment fund yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi berikutnya se bagai ben tuk pertanggungj awaban antargenerasi yang pengelolaannya menggunakan mekanisme clana bergulir clan clana caclangan pencliclikan untuk mengantisipasi keperluan rehabilitasi pendidikan yang rusak akibat bencana alam. yang clilakukan oleh BLU Pengelola Dana di Bidang Penclidikan . penatausahaan. 4) Investasi Pemerintah (Reguler) Yang dimaksud dengan Investasi Pemerintah adalah penempatan sejumlah dana dan/ atau barang dalam j angka panjang untuk investasi pembelian surat berharga dan investasi langsung untuk memperoleh manfaat ekonomi.

0 5 adalah subbagian anggaran BUN yang melaksanakan pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa yang merupakan bagian dari belanj a negara dalam rangka mendanai pelaksanaan desentralisasi fiskal. yang terdiri atas : i. Dana Desa (BA 999 .go. Bagian Anggaran Pengelolaan Transfer ke Daerah dan. .16 - e. Dana Alokasi Umum yang selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.id . (2) Dana Transfer Khusus adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan � www. 11.jdih. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48 / PMK. 05) . Dana Bagi Hasil yang selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu dari pendapatan negara untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. yang selanjutnya disebut BA 999 . yang terdiri atas: ( 1) Dana Transfer Umum adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah untuk digunakan sesuai dengan kewenangan daerah guna mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.kemenkeu. 07 / 20 1 6 tentang Pengelolaaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa: 1) Transfer ke Daerah adalah bagian dari belanja negara dalam rangka mendanai pelaksanaan desentralisasi fiskal berupa: a) Dana Perimbangan adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

baik fisik maupun nonfisik yang merupakan urusan daerah. Dana Tambahan Infrastruktur dalam rangka Otonomi Khusus Provinsi Papua. dan � www. Dana Otonomi Khusus terdiri atas Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh.jdih. Dana Alokasi Khusus Nonfisik yang selanjutnya disingkat DAK N onfisik adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus nonfisik yang merupakan urusan daerah.go.kemenkeu.17 - khusus. Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua. b) Dana Insentif Daerah yang selanjutnya disingkat DID adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah tertentu berdasarkan kriteria tertentu dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas pencapaian kinerja tertentu. 11.id . . Dana Otonomi Khusus Papua Barat. sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang­ Undang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 1 Tahun 200 1 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menj adi Undang­ Undang. c) Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. yang terdiri atas : i. Dana Otonomi Khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi khusus suatu daerah. Dana Alokasi Khusus Fisik yang selanjutnya disingkat DAK Fisik adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah clan sesuai dengan prioritas nasional. dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh .

� www. mengekspor. menjual. 2) Belanja subsidi nonenergi Alokasi Anggaran BUN yang diberikan kepada perusahaan atau lembaga yang menyediakan dan mendistribusikan barang/ pelayanan publik yang bersifat nonenergi t. dan pemberdayaan masyarakat. Belanja subsidi terdiri atas belanja subsidi energi dan belanj a subsidi nonenergi. atau mengimpor barang dan j asa yang memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian rupa sehingga harga jualnya dapat dijangkau masyarakat.kemenkeu. Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta adalah dana yang dialokasikan dalam APBN untuk penyelenggaraan urusan keistimewaan D aerah Istimewa Yogyakarta. Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk konsumsi rumah tangga dan usaha mikro. 1) Belanja subsidi energi Alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan atau lembaga yang menyediakan dan mendistribusikan Bahan Bakar Minyak Jenis BBM Tertentu (JBT) .jdih. serta tenaga listrik sehingga harga jualnya terj angkau oleh masyarakat yang membutuhkan. Bagian Anggaran Pengelolaan Belanja Subsidi (BA 999. 07 adalah subbagian anggaran BUN yang diberikan kepada perusahaan / lem baga untuk memproduksi. .ehingga harga jualnya terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan. f.go. pelaksanaan pembangunan. 2) Dana Desa adalah dana yang dialokasikan dalam APBN yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui APBD kabupaten/ kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan. pembinaan kemasyarakatan. 07).18 - Dana Tambahan Infrastruktur dalam rangka Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat.id . sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 3 Tahun 20 1 2 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. yang selanjutnya disebut BA 999 .

dan b) Fasilitas Bea Masuk. MJ'V www. KAI. 5. Subsidi Listrik. 2. Subsidi Pajak a) Subsidi Pajak Penghasilan. i) Subsidi Bunga KUR. Subsidi Pupuk.jdih. d) Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) . b) PSO Kepada PT. PELNI . dan 6. Subsidi Pangan. II . 1) dan Subsidi Bunga untuk Air. dan c) PSO Kepada Perum LKBN Antara. Imbal Jasa Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) . c) Risk Sharing KKP-E. Subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 Kg. j) Subsidi Bunga Kredit Perumahan. b) Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) . h) Skema Subsidi Resi Gudang.go. . Subsidi Energi 1 . komponen belanja subsidi dirinci sebagai berikut: I. 3. terdiri atas: a) PSO Kepada PT. Subsidi Bunga Kredit Program. Subsidi Nonenergi 1.id .19 - Pada postur APBN. Bantuan Dalam Rangka Penugasan/ PSO. 4.kemenkeu. antara lain : a) Kredit Likuiditas BI (Eks Pola KLBI) . e) Kredit Pemberdayaan Pengusaha Nanggroe f) Aceh Darussalam (NAD) dan Nias. k) Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan. g) Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) . Subsidi Benih. dan 2.Bersih.

Bagian Anggaran Pengelolaan Transaksi Khusus (BA 999 . 08 terdiri atas : 1. Belanja Dana Cadangan dan Risiko Fiskal Pengeluaran anggaran untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang bersifat prioritas nasional bidang ekonomi dan jika tidak dilakukan akan berdampak pada capaian target nasional. Belanj a Tidak Terduga Pengeluaran anggaran yang tidak termasuk dalam kri teria angka 1 sampai dengan angka 4 . Peruntukkan BA 999 . Ruang lingkup perencanaan dalam BA 999 . 99) . 4. . 08 adalah subbagian anggaran BUN untuk membiayai kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang. yang selanjutnya disebut BA 999 . 3. 2. seperti penanggulangan bencana alam.99 yang diatur dalam Peraturan Menteri ini meliputi pengeluaran negara antara lain dalam rangka: 1 ) Dukungan kelayakan ( Viability Gap Funding) dan fasilitas penyiapan proyek (Project Development Facility) Pengeluaran Project Development Facility (PDF) atau fasilitas penyiapan proyek adalah pengeluaran yang dilakukan µIn/ www. dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah pusat/ daerah. h.20 - g. bencana sosial. Belanj a BUN Pengeluaran anggaran untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang terkait dengan tugas Menteri Keuangan sebagai BUN . 08) . Bagian Anggaran Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 .kemenkeu.go. Belanj a Lembaga Non Kementerian Pengeluaran anggaran untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang terkait dengan pendanaan kelembagaan non kementerian yang belum mempunyai BA sendiri. yang selanjutnya disebut BA 999 .99 adalah bagian anggaran yang menampung transaksi khusus dan kontribusi sosial. 5.id .jdih. Belanja Tanggap Darurat Pengel uaran anggaran untuk pembayaran kewajiban pemerintah yang terkait dengan peristiwa/ kondisi negara yang bersifat darurat dan perlu penanganan segera.

jdih. Dukungan Kelayakan dapat diberikan setelah tidak terdapat lagi alternatif lain untuk membuat Proyek Kerja Sama layak secara finansial. biaya peralatan. . dan c) mewujudkan layanan publik yang tersedia melalui infrastruktur dengan tarif yang terjangkau oleh masyarakat.kemenkeu. biaya pemasangan. Biaya konstruksi meliputi biaya konstruksi.go. PDF melingkupi proyek KPBU prioritas dan proyek KPBU lainnya dengan jenis fasilitas meliputi penyiapan proyek dan/ atau pendampingan transaksi.id . b) meningkatkan kepastian pengadaan Proyek Kerj a Sama dan pengadaan Badan Usaha pada Proyek Kerj a Sama sesuai dengan kualitas dan waktu yang direncanakan. Dukungan Kelayakan bertujuan untuk : a) meningkatkan kelayakan finansial Proyek Kerja Sama sehingga menimbulkan minat dan partisipasi Badan Usaha pada Proyek Kerja Sama. biaya bunga atas "8W' www. Dukungan Kelayakan adalah dukungan pemerintah dalam bentuk kontribusi fiskal yang bersifat finansial yang diberikan terhadap proyek KPBU oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan Negara. Dukungan Kelayakan merupakan belanj a negara yang diberikan dalam bentuk tunai kepada Proyek Kerja Sama atas porsi tertentu dari seluruh biaya konstruksi Proyek Kerj a Sama. PDF bertujuan untuk menyelaraskan dan/ atau mengintegrasikan proses penyediaan fasilitas oleh Menteri Keuangan untuk proyek KPBU dan membangun standar kajian dan/ atau dokumen penyiapan proyek dan/ atau pelaksanaan transaksi. Secara prinsip. Dukungan Kelayakan merupakan upaya untuk mendukung penyediaan infrastruktur dengan skema KPBU.21 - untuk membiayai pelaksanaan fasilitas penyiapan proyek sebagai salah satu bentuk dukungan Pemerintah untuk mendukung percepatan penyediaan infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) .

dan c) dilihat dari bidang kerjasama ekonomi. tujuan yang dicapai dari kegiatan kerja sama internasional adalah untuk mempererat tali persahabatan.go. pertahanan dan keamanan.jdih. b) dilihat dari jumlah negara bilateral-multilateral. . dan biaya­ biaya lain terkait konstruksi namun tidak termasuk biaya 'terkait pengadaan lahan dan insentif perpajakan . Bentuk kerj a sama internasional terbagi dalam 3 (tiga) macam yaitu: a) dilihat dari letak geografis regional internasional. dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. budaya. Kerj a sama internasional adalah bentuk hubungan kerj a sama suatu negara dengan negara lain dalam bidang ekonomi. budaya. politik. Pengeluaran m1 terjadi karena dalam prakteknya. sosial. dan menambah devisa. Dalam arti khusus.id . 3) Pengeluaran Perjanjian Hukum Internasional Transaksi Pengeluaran Perjanjian Hukum Internasional adalah transaksi yang melibatkan Pemerintah Indonesia dalam kaitannya dengan hukum internasional. hubungan internasional dengan sebagian dari komunitas internasional dalam berbagai bidang tidak selalu berj alan sesuai dengan yang diharapkan oleh kedua belah pihak. s·o sial.kemenkeu. 2) Pengeluaran Kerja sama Internasional Transaksi Pengeluaran Kerja Sama Internasional adalah transaksi untuk pembayaran iuran keikutsertaan pemerintah Indonesia dalam organisasi internasional. Pengeluaran Perj anjian Hukum Internasional mencakup : a) transaksi un tuk melakukan penyelesaian permasalahan hukum yang melibatkan pemerintah Indonesia di dunia internasional. dan pertahanan keamanan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan untuk kepentingan negara-negara di dunia.22 - pinj aman yang berlaku selama masa konstruksi. memperlancar lalu lintas ekspor dan impor. dan l¥!f'1/ www. Pengertian porsi tertentu sebagaimana dimaksud di atas adalah tidak mendominasi Biaya Konstruksi Proyek Kerj a Sama.

belanja asuransi kesehatan. .99 Belanja Kontribusi Sosial adalah subbagian anggaran BUN yang di antaranya dikhususkan untuk mendanai Belanj a Kontribusi Sosial antara lain untuk pengelolaan belanja pensiun.id . belanja tunjangan kesehatan veteran. 99) Kontribusi Sosial Bagian Anggaran Pengelolaan Transaksi Khusus (BA 999.99) Kontribusi Sosial yang selanjutnya disebut BA 999. 5) Bagian Anggaran Pengelolaan Transaksi Khusus (BA 999 . c) Jaminan Kesehatan Menteri dan Pejabat Tertentu (Jamkesmen) Dana yang bersumber dari APBN yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan asuransi kesehatan bagi menteri dan pejabat tertentu sebagaimana diatur dalam keten tuan terkait.23 - b) transaksi yang timbul sebagai akibat dari penanJ ian­ perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan pihak lain di dunia internasional yang tidak dapat dibiayai dari dana BA K/ L.99 Belanj a Kontribusi Sosial dalam pengalokasiannya dibagi menjadi sebagai berikut: a) Anggaran Manfaat Pensiun (Belanj a Pensiun) Dana yang bersumber dari APBN yang digunakan untuk menyelenggarakan dana pensiun bagi pegawai clan pej abat di pemerintahan. BA 999 . b) Jaminan Pelayanan Kesehatan Dana yang bersumber dari APBN yang digunakan untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan .go.kemenkeu. clan belanja j aminan kesehatan. 4) Aset Pemerintah yang dalam penguasaan Pengelola Barang Aset tetap yang dikelola oleh Pengelola Barang merupakan seluruh aset tetap yang dalam pengelolaan Menteri Keuangan selaku Pengelola Barang untuk dilaporkan dalam Laporan Realisasi Anggaran clan Neraca dalam Laporan Keuangan Bagian Anggaran Transaksi Khusus. Af:YV' www.jdih.

dan penerimaan PNBP yang dikelola DJA. DPD . p. Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) Pajak Rokok. Pembayaran beras dimaksud merupakan tunjangan beras kepada pegawai negen sipil yang diberikan dalam bentuk natura (bentuk fisik) .24 - d) Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama) Dana yang bersumber dari APBN yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan asuransi kesehatan bagi Ketua. Komisi Yudisial. B PK. Adapun j enis belanja tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan mengenai Klasifikasi Anggaran. Berkenaan dengan proses penyusunan anggaran dalam dokumen RKA-BUN.jdih. 6) Belanja selisih harga pembelian beras oleh Pemerintah kepada Perum Bulog Dana pembayaran selisih harga beras Bulog merupakan biaya yang ditimbulkan akibat adanya tenggang waktu antara harga yang seharusnya diterima Perum Bulog dengan penetapan harga beras oleh Pemerintah dalam pelaksanaan pembayaran beras. antara lain Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) Pegawai.bV www. .kemenkeu. Wakil Ketua. Hakim Mahkamah Konstitusi dan Hakim Agung Mahkamah Agung. pengalokasian BA BUN dilakukan dengan menggunakan klasifikasi jenis belanja untuk mengetahui pendistribusian alokasi anggaran ke dalam jenis-jenis belanj a.id . aset yang berasal dari pengelolaan DJKN. tidak tertutup kemungkinan terjadinya perubahan transaksi dalam tahun berjalan. Dari transaksi-transaksi BUN yang ada. Transaksi khusus tersebut termasuk transaksi khusus pendapatan. misalnya adanya tambahan baru kebutuhan transaksi khusus atau transaksi yang selama ini ada kemudian dihilangkan karena sudah tidak dibutuhkan lagi. dan Anggota D PR.go.

go.kemenkeu. dan pembiayaan anggaran. Transfer ke Daerah 2. SURPLUS (DEFISIT) ANGGARAN (=A-B) % Surplus/ (Defisit) Anggaran terhadap PDE E. BELANJA PEMERINTAH PUSAT 1. dalam Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 20 1 7 dilakukan perbaikan penyaJian nncian dan struktur transfer ke daerah dan dana . Belanj a Pembayaran Kewajiban Utang. PENDAPATAN NEGARA I. serta pembiayaan anggaran . PEMBERIAN PINJAMAN IV. Secara ringkas. meliputi: a.id . 1) . Sementara itu. Transfer ke Daerah dan Dana Desa. PEMBIAYAAN LAINNYA Dalam rangka meningkatkan transparansi. TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA (BUN) 1. BELANJA NEGARA I. PEMBIAYAAN ANGGARAN (BUN) I. Belanja Pegawai (antara lain dana pensiun dan kontribusi sosial) . Posisi BA BUN di dalam I-Account APBN tersebar dalam Belanj a Pemerintah Pusat untuk non K/ L. BA BUN rincian dan strukturnya tetap. dan Pembiayaan Anggaran (lihat Tabel 1 . Belanja Non. b. . AW www.d esa. KESEIMBANGAN PRIMER D. PEMBIAYAAN INVESTASI III. Dana Desa C. untuk Belanj a Pemerintah Pusat Non-K/ L. defisit/ surplus anggaran.25 - 3.jdih. Tabel 1. Posisi BA BUN dalam Postur APBN Postur APBN dicerminkan oleh I-Account APBN. Penerimaan Perpajakan 2. KEWAJIBAN PENJAMINAN V. 1 Postur APBN Uraian A. belanja negara. komponen-komponen I-Account APBN meliputi pendapatan negara dan hibah. Penerimaan Negara Bukan Pajak II.Kementerian Negara/Lembaga (BUN) II. PENERIMAAN DALAM NEG ERI 1. Belanja Kementerian Negara/Lembaga 2. PEMBIAYAAN UTANG II. PENERIMAAN HIBAH B.

Transfer ke Daerah A. Belanja Subsidi. e. Dana Desa Perbandingan antara struktur penyajian dan rincian transfer ke daerah dan dana desa dalam Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 20 1 7 dengan struktur penyajian dan rincian transfer ke daerah dan dana desa yang sebelumnya.jdih. � www. 2 . Dana Alokasi Khusus Fisik b. . Untuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa.kemenkeu. Belanj a Bantuan Sosial (khusus cadangan bencana alam) .go. dan f.26 - c.id . disajikan dalam Tabel 1 . Belanj a Lain-lain. d. Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta 1) Dana Otonomi Khusus 2) Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta II . Dana Alokasi Khusus Nonfisik B. Belanj a Hibah. struktur penyajian dan rincian sesuai Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 2 0 1 7 dalam BA BUN meliputi: I. Dana Insentif Daerah C. Dana Alokasi Umum 2) Dana Transfer Khusus a. Dana Bagi Hasil b. Dana Perimbangan 1) Dana Transfer Umum a.

Tunjangan Profesi Guru 1..2 Dana Transfer Khusus (Specific Purpose Grant) c Dana Keistimewaan D{ � DAKFisik 1. Dana PK2 UKM dan Keten�akerjaan I Dana Insentif Dae rah Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan DIY II Dana Desa II Dana Desa Sementara itu.. Investasi kepada BLU.. dan Cadangan Pembiayaan Investasi. struktur penyajian dan rincian Pembiayaan Anggaran sesuai Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 20 1 7.id .. Lembaga A8v www. 2 Perbandingan Struktur Penyajian Transfer Ke Daerah dan Dana Desa I.go.27 - Tabel 1 . Dana Insentif Daerah'-. meliputi: a. Transfer ke Daerah A Dana Perimbangan A Dana Perimbangan 1 Dana Bagi Hasit--___ 1 Dana Transfer Umurn (General Purpose Grant) 2 Dana Alokasi Umunr. Pembiayaan Utang terdiri atas Surat Berharga Negara (neto) dan Pinjaman (neto) . 5. Dana Tamsil Guru PNSD 5. Pinjaman (neto) terse but merupakan penjumlahan dari pinjaman dalam negeri (neto) dan pinj aman luar negeri (neto) . BOS 2. Tamsil PNSD 3.kemenkeu. Dana P2D2 6. OAK P3K2 OAK UsuL \ disetujui DPR "' B Dana Otonomi Khusu� "J "-. OAK Taml:Rhan 1. Dana BOK 7. . Transfer ke Daerah I. Investasi kepada Lembaga/ Badan Lainnya. a Dana Bagi Hasil 3 Dana Alokasi Khusus ... OAK Afirmasi D Dana Transfer Lainnya OAK NonFisik 1. Dana BOP PAUD 3. Dana P2D2 4. sedangkan investasi kepada BLU antara lain terdiri atas dana bergulir. OAK InfrastrukturPublik · Daerah 3. b Dana Alokasi Umum a. Penerimaan Kembali Investasi. ----. Dana BOS 2.. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) . b. Investasi kepada BUMN berupa PMN kepada BUMN. Dana TPG PNSD 4.jdih. OAK Afirma 2. Investasi kepada Organisasi / Lembaga Keuangan Internasional (LKI) / Badan Usaha Internasional.. Pembiayaan Investasi terdiri atas Investasi kepada BUMN. OAK Reguler b.. OAK Reguler (10 Bidang) 2.

d.2.2. Pinjaman Proyek Pinjaman Luar Ncgeri (Neto) !.2. Perbandingan antara struktur penyajian dan rincian pembiayaan anggaran dalam Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 20 1 7 dengan struktur penyajian dan rincian pembiayaan anggaran tahun sebelumnya.2. . Penatikan Pinjaman Luar Negeti (Bnito) 1.1..1.1.5. Pembararan Cicilan Pokok Pinjaman LN 1.1.1.1.2.1.2.2.6.go.2.2.6. Perbankan Dalam Negeri Investasi Kepada B LU 2.2. 3. disajikan dalam Tabel 1 . 3 Perbandingan Struktur Penyajian Pembiayaan Anggaran KLASIFIKJ\SI LAMA KLASIFIKJ\SI llARU 1.2. Saldo Anggaran Lebih 2. Pinjaman kepada BUMN/Pemcla/Lembaga/ Badan L.3.2.1.. Pinjaman Program Pinjaman Dalam Ncgcri (Neto) 1. c. Kcwajiban Penjaminan 2.2.2. InresLisi kepada Lem baga/Badan Lainnra 2.2.2. Dana Pengcmbangan Pendidikan Nasional (DPPN) 2. Dana Inl'estasi Peme1intah 2-4.id .2. Hasil Pengelolaan Asel l nl'estasi keµacla Organisasi/ LKI/ Badan Usaha Intcmasional 2. dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) .2. Daernh 2.2. Pcnerimaan Kembali l1mstasi 2. Surat Berharga Negara (neto) 1. Pembiayaan Lainnya terdiri atas Hasil Pengelolaan Aset (HPA) dan Sal do Anggaran Lebih (SAL) .jdih.5. 3 . dan e.2.kemenkeu.1.1.1. Surat Berharga Negara (Neto) 1.2. lnresLisi kepa(L1 BUMN 2.1. Salclo Anggarnn Lebih (SAL) 2. Lembaga Manajemen Asel Negara (LMAN) 2.2.1. Penctimaan Kembali J 111·cslasi Cadangan Pembia)'aan lnrestasi 2. Penyertaan Modal Negara 2.2. Penugasan Kepada BUMN dalam rangka Pembiaraan Infraslrnktur 2. PMN kepada BUMN 2.1.i.2. Pembiayaan Ulang 1. Carlangan Pembiayaan 5.2.2. Tabel 1 . .1. Penerimaan Cicilan Pengembalian Penernsa Dana Bergulir 2. Pinjaman Dalam Negeri (neto) 2.1.J.2. Pembiayaan Non Utang 2.1.!. Dana Bergulir 4.3.1.iinn)'a Pinjaman kepada BUMN/Pent(fa (Neto) 2.28 - Manaj emen Aset Negara (LMAN) .3.2. 4. Non Perbankan Dalam Negeti 2. Dana Pengembangan Penclidikan Nasional 5.2.3. Pembayaran Cicilan Poko } 1. Hasil Pengelolaan Aset A&v www. Penernsan Pinjaman 1. Penugasan Percepatan Prmbangunan Infrnslrnklur Nasional 4.2.1.1.3.2.2. .1.J.4.2.2.2.2. Kewajiban Penjaminan terdiri atas Penugasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional dan Penugasan Penyediaan Pembiayaan Infrastruktur Daerah kepada BUMN. Pinjaman Luar Negeti (Neto) 1. Pinjaman kepacla BUMN/Pemda (llntto) l'enenmaan c1c1lan pengembalmn pmJaman keµ<t(k1 3.1. BUMN/Pem(L1 • 2.2.2. Pembiayaan Ulang 1. 2.1.4.3. Kell'ajiban Penjaminan 5.2.3.1. Pembiayaan Lairu1ya 2.3.2.2.2.3. Pemberian Pinjaman terdiri atas pmJ aman kepada BUMN/ Pemda/ Lembaga/Badan lainnya. Penatikan Pinjaman Luar Negcti (Bntlo) 1.1.1.1.1.2.

penganggaran BA BUN juga clikaitkan clengan kelembagaan BA BUN. proses penyusunan anggaran belanja negara menggunakan tiga pilar penganggaran yaitu penganggaran terpaclu. Mengingat BA BUN merupakan bagian clari belanja negara. 1 .29 - 4. seclangkan output cliturunkan clari fungsi unit kerja yang clilekatkan pacla stuktur organisasi. clistribusi alokasi anggaran cliclasarkan pacl a tugas clan fungsi unit kerj a yang clilekatkan pacla struktur organisasi. C. Artinya. Dalam kerangka tersebut. outcome cliturunkan clari tugas. ketiga penclekatan penganggaran tersebut juga berlaku terhaclap penganggaran BA BUN. clan kerangka pengeluaran j angka menengah. Dalam hal ini.jdih. penganggaran berbasis kinerja. Penclekatan Penganggaran clalam BA BUN Sesuai clengan amanat Unclang-Unclang Nomor 1 7 Tahun 2 003 tentang Keuangan Negara. l#V' www.kemenkeu.id . Sesuai clengan penclekatan penganggaran berbasis kinerj a. mekanisme penyusunan clan penetapan Alokasi Anggaran BUN clisajikan clalam Gambar 1 . Secara ringkas. alokasi anggaran program/ kegiatan harus clapat clikaitkan clengan output atau outcome. .go. Penyusunan clan Penetapan Alokasi Anggaran BUN Mekanisme penyusunan clan penetapan Alokasi Anggaran BUN secara khusus cliatur clalam Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 20 1 0 tentang Penyusunan Rencana Kerj a clan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga.

.. 'I Pengeluaran D .... fbv www. Penyusunan OIPA --- T t ' BUN .._.. - SE Pagu Keuangan Penyusunan dan Penyusu weqxi & PCIJJ .__. ) Pen)usunan t .e suai dengan struktur organisasi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengenai organisasi K/ L... Pen)llSUaian ROP- - . Ang:Jaran BUN ) Ariggaran lrdkilif ' Penyesua0n BUN Penelapan ROP. PPBN. RUU APBN... Pen)llsuaian RKA -. Dengan demikian. Pendahuluan '!iii"' Perrbahasan RAPBN.__ •Pe!lfllitm1 resruce ' �okasi i... _ 1 . I I I lndikasi Awai . . Pengguna Anggaran menetapkan rencana kinerj a._ Usulan lnd�asi Awai \. t �.. .� \ KPA·BUN Kebu!uhan Dana Penyusunan BUN \ RKABUN D. BUN H Rincian t PenyuStJnan Dana 4 Pagu lndi!a� Penelaahan RDP.. - lndika� BUN Penyusunan dan Keuangan Penyusunan & • Penyusunan Pene�pan RAPBN. .. Penelapan i. Unit eselon I / unit eselon II / satker di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai KPA. Menteri Keuangan sebagai Pengguna Anggaran Bagian Anggaran Kementerian Keuangan.._ BUN .. Menteri Pene!apan Pagu a '\ I .. berkenaan dengan pelaksanaan operasional sebagai pengelola BUN dan sebagai pemimpin Kementerian Keuangan. Perpres Keburuhan ) \.go.. .___.. \ . ) \ PPA·BUN Keburuhan Dana \. ) .jdih. BUN BUN . ' RUU APBN & Nola l dan Pene�an .. � Perse!ujuan ...._. IJ .. 2.id .... 1 .kemenkeu. dan 3. \ '� . Namun. fi nan Pergesa lndi!a� tm DIPA OJA BUN t \... - ROP-BUN - BUN \ .. . sedangkan KPA merupakan unit operasional yang melaksanakan rencana kinerj a yang telah ditetapkan oleh Pengguna Anggaran.. Bentuk organisasi KPA tersebut s.. Struktur Kelembagaan Pengelolaan BA BUN Pelaksanaan tugas Menteri Keuangan sebagai pengelola BUN dan sebagai pemimpin Kementerian Keuangan saling bersinggungan.30 - Gambar 1 .. dan RKP) \ ... .. Mekanisme Penyusunan dan Penetapan Alokasi Anggaran BUN Alur Proses Penganggaran (normal/terencana) L � Unit terkait Perencanaan (Jan-April) · Penyusunan (Mei-Juli) Pembahasan (Juli-Okt) Penetapan (Nov-Des) DPR t _..... Kementerian Keuangan mempunyai struktur kelembagaan sebagai berikut: 1. Not! RAPBN (KEM.. PPKF RUUPPBN Keuangan . Berkaitan dengan pelaksanaan operasional BA Kementerian Keuangan selaku K/ L.. L-. terdapat perbedaan dalam struktur kelembagaan. ..

Menteri Keuangan adalah Pengguna Anggaran BUN. 2. Unit eselon I terkait di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai PPA BUN. KPA BUN juga sama dengan satker dan bertanggung jawab atas kegiatan . Instansi pemerin tah (baik di lingkungan Kernen terian Keuangan maupun K/ L lainnya) atau pihak lain (Pemerintah Daerah) sebagai KPA BUN. Sebagai contoh. 2 .go.kemenkeu. PPA BUN bertanggung j awab atas program. Dalam hal ini. dan 3. Sementara itu. � www. Sama halnya dengan struktur K/ L. Kementerian Keuangan mempunyai struktur kelembagaan sebagai berikut: 1.id . berkenaan dengan pengelolaan BA BUN. Analog dengan kelembagaan BA K/ L.jdih. . KPA adalah satuan kerj a (satker) .31 - KPA bertanggung j awab kepada Pengguna Anggaran dalam hal capaian kinerj a tersebut. struktur organisasi BUN tahun 20 17 digambarkan pada Gambar 1 .

07.07. UMKM melalui 2.11) SubsidiBenih (999. � Commission) BUMN {Oit.:�:::.02.incsun1kep.a) (999. Dana Transfer Khusus pendapiltoan doan keciatan l .man O I Y dengan 2.07. P M N kepada (999.ii it pengeloloailn kas 4.an Perkereta. P M N lainnyil Oltjen OitjenT.32 - ST R U KTU R B U N TA 2 0 1 7 Gambar I..�::!il.:::'\ Keteranga n : - www.$ (999. Pilsca8encilna 3. l.Hibah yans terk.03.&} {999.ajiban 3 . K�.12\ Oana Operasio:·-': Kegiatan SKK M.kemenkeu.ara: ditcrushibahk<1n.11) (999.11) (999.an.1) PSOLKB Antilra Subsidi Pangan Karimun Pt:!laksilna Keciat•n (999.11) Pembi.am. PMN kepoada BUMN di Kelautan dan Perikan.07 .01. KND DJl(N PKPPIM/ Oirektur Utama lntern.07.anc pen1embanpn Oitjen lndustri Kemen PU PERA d•n restrukturis. {999.2 MENTER! KEUANGAN PA999 Oit.an Perimb•n1an pembayariln cicilan pokokutan1 dan OJPK (pendapatan) Pen1embilng<.&} Hukum lnternasionoal. .ahkan pendapatan Pinjaman pemerintah neccrlberasaldarl BUMN.99.an BKF (999. P M N kepildil Pembioayailn pembinaa n d a n org.11 nisasi/lemb investas ikepad.11n BKF LMAN 2.03. P injam<1nyan1 ke lN.arikan pinjaman dill lam diterushib.07.07.11} BUMN (999. Pcmarikan pinjoam. Kecil.13) 1. 2.07 .07.si usah•.rn pinjaman..03.oih (999.an K•ment.&} (999.11) Kementan Subsidibungililir ber.12) Usaha Hutu Miny.07.am. PKRN) PKPPIM/Sekb.07.11 n pens:emb.&) Sekb.11n bawah pembinoaan dan pengoawasiln Menteri BUMN 2 .03.07 .11n ddlan jaminansosial. HibahAir Penjaminan Pemerintahat.mlian belanjaselisih LN.11 pengilWilSiln �!:�::$���=� BLU LMAN Menkeu 2.. 3 ..man DIY Perhitunc:mFihak :a.minnya Oeputi bid.11) Kemcnko UKM (999.Usaha Ditjen lndustri Penseloloaoan Dana Mikro.13) Peneelolaan 1. hibilh (S:mkinc L.api.go.:::�.a Ne1. Al<'o (999. mel<llui KPPN.:� �:rtasi d•n Kominfo i . Pen<1rikan Pinjam.. Pengeluaran Kerja Silmil Oit. Oitjen DitJenlKP Mesin.11) Subsidibilntuiln Subsidi UP KUR diln Subsidi bung ii BM OTP uancmukoa KUR perumoah:ii n BLU Pusat Penc:elob1an Dana Pembiay••n Perum•han (999.11) PSOPT Petni SubsidiPupuk Oitjen lndustri Loe.an Pane.ad.03.07.arikannyot penucasan 2 .a) Oanil Ber1ulir Oi1na Ber1ulir Pusoat Koperasi.03. Kred iit: l nve:stasi Khusus belanjOl 'filngterkait 3. kepadaLPEl (Oit. kcwajiban lainnya (Pinjaman (999.ii n (pinjaman/HLN}: 2 . SUMN d i b. P M N L.k dan Operuionallembagil· Gas Bumi yang belum punyil BA (999.jdih. Keistimew. Pengeluaran Perjanjian l . A�7:. (999. Pembiaya.99.id . PMN Lainnya 2 . Penerbitan Surat Berhar1.an ii) OAK Fisik b) OAK Non Fisik ���:: ew.rnbung. Be�nja hibah dan Rekonstruksi PKRN) BLU P I P Pinjilmiln 2).ayililnPerumoahan Menengah BM OTP (999.&) Oana Ber1ulirSektor P S O P T KAI 1. dan ki:i:·.11) BM DTP Oitjen Clpta Karya PU PERA D�! :��:� j .an SesMen BUMN Kementerlan Kemen hub (999.as Pemerintah dan pinjilm.7) terencana dari Pendidik.11) (999. Pen:arik:anpinjilmantunai.0&.0&.11d. Pembayar. 8el01njil b.03. a OitjenPSP (999.11) (999. Pemberian Papua Ketiga (PFK) serta dariLuar Ncceri 1) Dilnil Otonomi b. SON dOlln Pinjaman ON) Belanja Hibah LNyoanc pemberian hilrgaberasBuloc.11 '. Pen.msionill.6) {999.::iw ah l . SPOJPBN Oit EAS OJPPR ('99.an LN: vane bersumber pen.

PPA B U N dapat mengusulkan kepada Pengguna Anggaran B U N untuk mene tapkan KPA B U N . PPA BUN j uga bertugas antara lain menyusun laporan keuangan berdasarkan penggabungan laporan keuangan tingkat unit akuntasi KPA BUN atau tingkat unit akuntansi PPA B U N . 3. Keunikan karakteristik tersebut antara lain sebagai berikut: 1. antara lain d alam rangka penyusunan RDP BUN. 6. PPA B U N dapat mengusulkan kepada Pengguna Anggaran B U N untuk menetapkan tugas dan fungsi KPA BUN selain yang telah diatur d alam Peraturan Menteri ini. tidak terdapat PPA dalam BA K / L. 2. 4. Penetapan Alokasi Anggaran BUN dapat dilakukan sebelum dimulainya tahun anggaran yang direncanakan atau dapat pula di tetapkan pada tahun anggaran berj alan .id . D alam BA B U N . ttd .kemenkeu.jdih. dan . Secara struktur pengelolaan anggaran . KPA B U N dapat dij abat dan dilaksanakan oleh pej abat pada unit di luar Kementerian Keuangan baik yang mempunyai tugas melaksanakan program dan kegiatan BUN maupun menyalurkan dana. M e nteri Keuangan menetapkan PPA BUN yang merupakan unit o rganisasi di lingkungan Kementerian Keuangan . PPA B U N d apat mengusulkan kepada Pengguna Anggaran B U N untuk menetapkan formula penghitungan yang digunakan d alam penyusunan Indikasi Kebutuhan Dana BUN dan penyusunan RD P B U N se suai karakteristik masing-masing BA B U N .33 - Kelembagaan B U N sebagai pengelola BA B U N memiliki karakteristik yang berbeda dengan struktur pengelolaan anggaran pada BA K / L p ada umumnya. sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai siste m akuntansi dan pelaporan keuangan BA BUN yang dikelolanya .go. S RI M U LYANI I N D RAWATI www. 5. M ENTERI KEUANGAN REPU B LI K I N D O N ES IA. PPA B U N bertugas melakukan koordinasi dengan KPA BUN. . Perbedaan karakteristik antara BA K/ L dan BA B U N berakibat pula pada p e rbedaan peran PPA dan KPA B U N . D alam rangka menj alankan fungsi sebagai Pengguna Anggaran B U N .

DAN PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA PEDOMAN KERANGKA PENGELUARAN JANGKA MENENGAH BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA A. . DAN PENETAPAN ALOKASI ANGGARAN BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA. PENELAAHAN. Selanjutnya. Hal tersebut terjadi karena komponen-komponen dalam � www. Prakiraan Maju tersebut merupakan komponen dari Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) . Sementara itu. 02/2017 TENTANG PERUBAHAN · ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 23 1 / PMK. berdasarkan Pasal 1 6 ayat (2) PP 90/20 1 0 disebutkan bahwa pada awal tahun. PENDAHULUAN Berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 20 1 0 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (PP 90/ 20 1 0) disebutkan bahwa selain menyusun RKA-K/ L atas Bagian Anggaran Kementerian Keuangan. Pengguna Anggaran BUN dapat berkoordinasi dengan menteri/ pimpinan lembaga atau pihak lain terkait penyusunan indikasi kebutuhan dana pengeluaran BUN untuk tahun anggaran yang direncanakan dengan memperhatikan prakiraan maju dan rencana strategis yang telah disusun. Prakiraan Maju merupakan ancar-ancar atau indikasi kebutuhan anggaran j angka menengah yang diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan dalam jangka menengah tersebut.kemenkeu. 02 / 20 1 5 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN.jdih. KPJM untuk BA BUN menghadapi tantangan berupa ketiadaan arah kebij akan jangka menengah untuk sebagian komponen BA BUN dalam RPJM 2 0 1 5-20 1 9 .34 - LAMPIRAN II PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9/PMK. Menteri Keuangan menyusun RDP BUN . Rencana Strategis merupakan rencana jangka menengah yang disusun dengan mengacu pada RPJMN . Berbeda dengan KPJM untuk anggaran kementerian negara/ lembaga yang memiliki arah kebijakan jangka menengah.id .go.

go. Selanjutnya. 3. Sebagian program/ kegiatan terkait dengan BA BUN bersifat ad hoc dan berlaku pada tahun tertentu saja. dengan penjelasan sebagai berikut: 1. misalnya dilakukan berdasarkan kemampuan keuangan negara. Dengan demikian. Dalam kerangka tersebut. penyusunan KPJM BA BUN disusun pada level kegiatan. sebagian transfer ke daerah dan dana desa. perhitungan Prakiraan Maju untuk BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 . merupakan pemutakhiran besaran Prakiraan Maju yang sudah disusun pada tahun sebelumnya (pada saat penyampaian RKA-K/ L Alokasi Anggaran (pagu APBN) atau RKA-K/ L APBN Perubahan tahun berj alan) disesuaikan dengan asumsi dasar ekonomi makro terkini. seperti misalnya BA BUN Pengelolaan Belanj a Lainnya (BA 999 . Pemutakhiran Prakiraan Maju yang ketiga dilakukan pada saat penyampaian RKA-K/ L APBN Perubahan. disesuaikan dengan asumsi dasar ekonomi makro terkini ditambah kebijakan baru yang muncul pada saat pembahasan RUU APBN dengan DPR.kemenkeu. Prakiraan Maju BA BUN jugn harus dilakukan up-date atau dimutakhirkan sesuai dengan kondisi terkini sej alan dengan penyampaian RKA-K/ L. yang disusun sesuai dengan kebijakan Presiden atau Wakil Presiden. tidak semua komponen BA BUN dapat disusun prakiraan majunya. seperti misalnya Prakiraan Maju untuk subsidi energi. yang diusulkan oleh KPA BUN untuk kemudian dikompilasi oleh PPA BUN. 2. Sebagian diantaranya disusun dengan menggunakan perhitungan tertentu.id . dan pembiayaan anggaran . Dalam kondisi tersebut. disesuaikan dengan asumsi � www.jdih. . 08) yang sebagian di antaranya berupa dana cadangan. penyusunan Prakiraan Maju BA BUN juga beragam. merupakan pemutakhiran besaran Prakiraan Maju yang sudah disusun pada saat penyampaian Pagu Anggaran pada bulan Juli.35 - BA BUN memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. pemutakhiran Prakiraan Maju yang kedua dilakukan pada bulan November. pemutakhiran Prakiraan Maju yang pertama dilakukan pada bulan Juli. 08) . merupakan pemutakhiran besaran Prakiraan Maju yang sudah disusun pada saat penyampaian Alokasi Anggaran pada bulan November. Namun. ditambah dengan kebijakan baru pada saat penyusunan RUU APBN tahun yang direncanakan.

dalam RPJM 20 1 5-20 1 9 tidak disebutkan secara eksplisit arah kebij akan jangka menengah untuk semua komponen BA BUN. pemutakhiran . Prakiraan Maju juga harus disesuaikan dengan realisasi kinerj a tahun sebelumnya. yang keluar pada bulan Januari-Februari tahun berikutnya. b. serta dengan mempertimbangkan realisasi kinerj a pada tahun sebelumnya. dalam rangka penyusunan KPJM untuk BA BUN. Sasaran strategis yang tercantum dalam RPJM tersebut antara lain hanya terkait dengan kebij akan subsidi dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa. SPUN dimaksudkan untuk: a. Dalam hal ini. 0 1 ) KJPM Bagian Anggaran Pengelolaan Utang (BA 999 . Berkaitan dengan itu. . Dengan kondisi tersebut. Mengakomodasi perubahan indikator ekonomi makro. proyeksi pembayaran bunga utang yang harus dibayar tiap tahun atau dalam jangka menengah dipengaruhi Afyv' www. DASAR PERHITUNGAN KPJM BA BUN Sebagaimana disebutkan pada bagian sebelumnya. 0 1 ) disusun dengan berdasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan mengenai Strategi Pengelolaan Utang Negara (SPUN) .go. yang memperspektifkan pengelolaan utang negara dalam jangka waktu 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun. Selain itu. Bagian Anggarah Pengelolaan Utang (BA 999 . Mengakomodasi penyesuaian kebijakan pemerintah terkini. dan besaran angkanya disesuaikan dengan postur APBN tahunan . nilai tukar dan tingkat bunga. Jumlah akumulatif pengelolaan utang yang tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut selanjutnya dirinci tiap tahun. penyusunan KPJM BA BUN beragam sesuai dengan karakteristik masing-masing BA BUN. PPA BUN dan / atau KPA BUN menyusun KJPM BA BUN dengan memperhatikan usulan KPJM dari pihak terkait.id . c. B. Mengakomodasi peningkatan kebutuhan indikasi pembayaran bunga utang. dengan penj elasan sebagai berikut: 1.36 - dasar ekonomi makro terkini ditambah kebijakan baru yang muncul pada saat pembahasan RUU APBN Perubahan dengan DPR.kemenkeu.jdih.

Keputusan Menteri Keuangan mengenai SPUN juga mencantumkan kebij akan mengenai penj aminan. dan jangka waktu hibah tersebut dialokasikan. dimungkinkan terj adi deviasi antara KPJM dengan usulan alokasi tahun direncanakan yang diakibatkan oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang fungsional organisasi/ lembaga keuangan internasional. Selain mengenai pengelolaan utang.kemenkeu. Bagian Anggaran Pengelolaan Hi bah (BA 999. KPJM Bagian Anggaran Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999 . komitmen dari donor mengenai batas maksimal disbursement tiap tahun. Bagian Anggaran Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999 . KPJM untuk PMN kepada organisasi/ lembaga keuangan internasional disusun berdasarkan jadwal pembayaran voting shares pemerintah pada organisasi/ lembaga keuangan internasional.go. Dengan pembayaran yang telah terj adwal. Kebijakan mengenai penjaminan tersebut selanjutnya menj adi dasar dilakukannya penyusunan KPJM mengenai penJ amman. 2. 03) disusun dengan berpedoman pada kebij akan Pemerintah tahun anggaran direncanakan yang memerlukan partisipasi BUMN/ lembaga. bunga LIBOR. dan Dana Bergulir yang dikelola oleh BLU. Proyeksi hibah dari luar negen untuk tahun tertentu didasarkan pada realisasi pencairan hibah tahun sebelumnya dikurangi dengan sisa komitmen dari luar negeri. kurs.37 - oleh antara lain besaran outstanding utang. 02) Penyusunan KPJM untuk Bagian Anggaran Pengelolaan Hibah (BA 999 . 02) dilakukan dengan berdasarkan pada pagu yang tercantum pada naskah perjanjian hibah. deviasi atas KPJM sangat mungkin terjadi apabila terdapat perubahan kebijakan .id . Untuk pengeluaran yang hampir setiap tahun perlu dialokasikan untuk mendukung program prioritas Pemerintah seperti dana NYl/ www. 03) meliputi antara lain PMN untuk BUMN. 3. Namun. 03) Bagian Anggaran Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999 . PMN untuk organisasi/ lembaga keuangan internasional. Termasuk dalam Bagian Anggaran Pengelolaan Hibah (BA 999 .jdih. dan tambahan utang baru. 02) adalah hibah daerah yang berasal dari penerimaan dalam negeri. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (D PPN) yang dikelola oleh LPD P. .

Untuk PMN kepada BUMN. fluktuasi nilai tukar. 4. Misalnya. 05) KPJM Bagian Anggaran Pengelolaan Tran sfer ke Daerah clan Dana Desa (BA 999 . serta kemungkinan perubahan probability rate of default. . dan rencana penggunaan dana ke depan.rata bersifat ad hoc. mengingat adanya deviasi antara proyeksi dan realisasi outstanding.38 - bergulir Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dan LPDB KUMKM. dan ketersediaan kas . dan nilai tukar Rupiah terhadap USD . tingkat probability rate of default. Undang-Undang Desa terkait dengan proyeksi dana desa.kemenkeu. Sementara itu. Dalam hal ini. besaran proyeksi transfer ke daerah dan dana desa per tahunnya tergantung kepada kapasitas fiskal. Bagian Anggaran Pengelolaan Pemberian Pinj aman (BA 999 . 5. atau dari K/ L pengguna anggaran. KPJM untuk Dana Kewajiban Penjaminan disusun dengan berpedoman pada proyeksi outstanding kewajiban pihak yang dij amin. Formula perhitungan proyeksi transfer ke daerah telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah mengenai Dana Perimbangan . Bagian Anggaran Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (BA 999. proyeksi penyaluran. Besaran angka pemberian pmJ aman per tahunnya didasarkan pada usulan dari BUMN/ Pemda sebagai user pemberian pinj aman.id . KPJM untuk Dana Bergulir dan DPPN disusun oleh KPA BUN dan Pengguna Dana dengan mempertimbangkan paling sedikit kinerj a historis. proyeksi penerimaan negara dipengaruhi oleh asumsi dasar ekonomi makro seperti pertumbuhan f¥yv www.jdih. 05) disusun dengan berdasarkan pada arah kebij akan j angka menengah sebagaimana tercantum dalam RPJM. diberikan dalam jangka waktu tertentu saja. KPJM-nya tidak selalu dapat dilakukan karena kebij akan pengalokasian PMN rata. Deviasi antara KPJM dan usulan alokasi sangat mungkin muncul.go. angka KJPM disusun dengan memperhitungkan kinerja penggunaan dana tahun sebelumnya. serta UU · terkait lainnya. besaran DAU dan DBH sangat dipengaruhi oleh proyeksi penerimaan negara. 04) Penyusunan KPJM Bagian Anggaran Pengelolaan Pemberian Pinj aman dilakukan berdasarkan naskah perJ anJlan mengenai Subsidiary Loan Agreement (SLA) yang telah ditandatangani oleh pihak-pihak terkait.

- 39 -

ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,
dan harga minyak mentah Indonesia di pasar internasional.
6. Bagian Anggaran Pengelolaan Belanja Subsidi (BA 999 . 07)
Sama halnya dengan tran sfer ke daerah dan dana desa, arah
kebij akan subsidi dalam jangka menengah juga tercantum dalam
RPJMN. Berdasarkan kebijakan tersebut, disusunlah KPJM Bagian
Anggaran Pengelolaan Belanja Subsidi (BA 999. 07) . Formula yang
digunakan untuk memproyeksi KPJM belanj a subsidi berbeda-beda,
tergantung pada komponen masing-masing. Misalnya, perhitungan
subsidi pangan didasarkan pada durasi penyaluran, kuantum beras
yang disalurkan, dan penerima manfaat. Sementara itu, perhitungan
subsidi BBM didasarkan pada besaran subsidi yang ditetapkan,
asums1 nilai tukar, dan harga minyak. Selain itu, perhitungan
subsidi BBM juga dipengaruhi oleh volume BBM, dan kurang bayar
tahun sebelumnya.
Kebij akan subsidi dalam RPJM tersebut terus dilakukan
pemutakhiran sesuai dengan kondisi terkini dan sesuai dengan
kebijakan pemerintah yang akan dilakukan ke depan .
Dokumen-dokumen terkait dengan kebij akan subsidi dituangkan
antara lain dalam peraturan perundang-undangan mengenai subsidi
energi dan subsidi non energi.
7. Bagian Anggaran Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 .08)
Bagian Anggaran Pengelolaan Belanj a Lainnya (BA 999 . 08) sebagian
besar merupakan cadangan, seperti antara lain cadangan beras
pemerintah, cadangan benih nasional, cadangan risiko kenaikan
tanah, cadangan belanja pegawai, dana operasional bagi lembaga
yang belum memiliki bagian anggaran sendiri, dan cadangan lainnya.
Untuk anggaran yang bersifat cadangan, yang pada dasarnya besar
merupakan diskresi Menteri Keuangan selaku pengelola fiskal, dalam
praktek yang berlaku selama ini, penyusunan KPJM untuk dana
cadangan dilakukan oleh unit penyusun proyeksi postur APBN
j angka menengah.
8. Bagian Anggaran Pengelolaan Transaksi Khusus (BA 999 . 99)
Bagian Anggaran Pengelolan Transaksi Khusus (BA 999 . 99) meliputi
.antara lain pengelolaan pembayaran manfaat pensiun, j aminan
Pemerintah, dukungan Pemerintah untuk viability gap fund,
pengeluaran untuk kerja sama internasional, dan penerimaan migas.

AW

www.jdih.kemenkeu.go.id

- 40 -

Untuk sebagian transaksi khusus, seperti pembayaran manfaat
pensiun dan juga pengeluaran untuk kerja sama internasional dapat
dibuatkan KPJM-nya. Proyeksi KPJM pengelolaan pembayaran
manfaat pensiun disusun dengan memperhatikan jumlah pensiunan.
Kebijakan mengenai hal ini dilakukan di Badan Kepegawaian Negara
dan PT Taspen. Sementara itu, terkait dengan kerja sama
internasional, pengalokasiannya didasarkan pada tagihan untuk
tahun tertentu dari lembaga internasional, dan usulan untuk
proyeksi tagihan ke depan. Besaran kontribusi sosial m1 sangat
dipengaruhi oleh asumsi valuta asing yang digunakan.

C. ILUSTRASI PERHITUNGAN KPJM BA BUN
Pada bagian ini diilustrasikan cara perhitungan KPJM untuk
kegiatan pemberian subsidi pangan. Misalkan, Pemerintah menetapkan
kebij akan pemberian beras kepada rak:yat miskin (subsidi pangan) dengan
kriteria setiap orang miskin berhak mendapatkan raskin sebesar
1 0 (sepuluh) kg iiap bulan dan diberikan dalam bentuk beras sesuai
dengan harga pasar. Harga beras pada tahun 20 1 4 Rp. 4 . 00 0 / kg dan
inflasi 1 0% (sepuluh persen) per tahun. Kebijakan raskin mulai diberikan
pada tahun 20 1 4 dengan jumlah penduduk miskin pada tahun 20 1 4
adalah 1 0 . 000 jiwa dan diasumsikan naik sebesar 1 0% (sepuluh persen)
setiap tahun berdasarkan perhitungan Biro Pusat Statistik.
Reviu:

AW

www.jdih.kemenkeu.go.id

- 41 -

Deskripsi Kebij akan Reviu Keterangan
Ya Tidak
Kebij akan Otoritas
Setiap orang miskin
implementasi
berhak mendapatkan
ke bij akan yang
su bsidi pangan dituangkan dalam
RKP
Tanggal Tahun 2 0 1 4
Efektif
Kebij akan
I si -
Pem berian su bsidi
Kebij akan pangan beru pa beras
1 0 kg/ penduduk miskin
-
Harga beras disesuaikan
dengan harga pasar
-
Data penduduk miskin
tahun 2 0 1 4 sebanyak 1 0
ribu j iwa
-
Diprediksi penduduk
miskin naik sebesar
1 0% / tahun

Kegiatan Ya Konsistensi dengan
kebijakan
pemerintah
Keluaran Pemberian su bsidi pangan Ya Relevansi dengan
(output) 1 0 ribu jiwa kegiatan
Kegiatan
Sifat Berlanjut Ya
Keluaran Berhenti Tidak Berhenti tidak perlu
(output) meneruskan reviu
Sifat Berlanjut Ya
Komponen Berhenti
Perlakuan Harga tetap (fixed price) Ya
Harga Harga riil (adjusted price)
Perlakuan Volume tetap Ya
Volume Volume dapat disesuaikan
Total Hitung total kebutuhan Ya
Alokasi alokasi setelah disesuaikan

A-ffa/

www.jdih.kemenkeu.go.id

00 Berlanjut kebij akan Rp .42 - Estimasi Biaya: (dalam jutaan rupiah) Nama Harga . 00 Berlanjut ( diuraikan sesuai dengan ke bu tuhan dalam rangka mengelola dan mengimplementasikan kebij akan) Total biaya Keluaran (output) pemberian 500 . 00 1 2 1 . ttd. 00 5 5 0 . SRI MULYANI INDRAWATI YUWONO j 1 99703 1 00 1 .id . . 00 su bsidi pangan MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. 0 0 440 . 00 1 1 0 .Jumlah Budget PM 1 PM2 Pilih kebij akan Penduduk 20 1 4 20 1 5 20 1 6 Berlanjut Miskin 20 1 0 atau Berhenti Komponen @ 1 0 kg x 1 0 . 000 (naik 400 .kemenkeu.Ahi/ www.go. 00 0 / kg 1 0% / tahun) Komponen Pendukung kebij akan 1 00 . 00 484 . 0 0 6 0 5 .jdih. 4 .

02 / 20 1 5 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN. PENELAAHAN. DAN PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DAN RENCANA DANA PENGELUARAN BENDAHARA UMUM NEGARA A.43 - LAMPIRAN III PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9/PMK. PPA BUN menyiapkan daftar pagu rincian per Satker yang berfungsi se bagai batas tertinggi pagu Satker.go. KPA BUN menyusun dokumen pendukung antara lain sebagai berikut: 1) Kerangka Acuan Kerja (Term Of Reference/TOR) untuk tiap keluaran (output) kegiatan.kemenkeu. dan b) data dukung teknis untuk masalah tertentu. jika ada. KPA BUN bertugas mengumpulkan dan menyatukan dokumen pendukung dari Satker tersebut. KPA BUN menyiapkan dokumen-dokumen yang digunakan sebagai dasar penyusunan Kertas Kerja Satker (KK Sa_tker) termasuk aplikasi RKA-K/ L DIPA. arahan Presiden/Wakil Presiden yang mendasari adanya AtYV www. antara lain peraturan perundang-undangan. 02/2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 23 1 / PMK. Persiapan Penyusunan RKA BUN a. 3) khusus untuk dokumen teknis yang tidak disusun oleh Satker atau berasal dari executing agency.jdih. Penyusunan dan Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Bendahara Umum Negara (RKA BUN) 1 . . DAN PENETAPAN ALOKASI ANGGARAN BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA. antara lain meliputi: a) rencana bisnis dan anggaran serta data dukung teknis lainnya. b. 2) Rincian Anggaran Biaya (RAB) . c.id .

Mekanisme Penyusunan RKA BUN RKA BUN merupakan dokumen perencanaan anggaran BA BUN yang memuat rincian kebutuhan dana. dan D) yang telah ditandatangani oleh KPA BUN bersamaan dengan KK Satker dan data dukung terkait kepada APIP K/ L untuk direviu.go. Penyusunan RKA BUN menggunakan aplikasi RKA-K/ L DIPA.44 - kegiatan/ keluaran (output) atau dokumen sejen1s lainnya. KPA BUN dapat mencetak RKA BUN melalui aplikasi RKA-K/ L DIPA dengan menggunakan menu cetak RKA BUN.kemenkeu. baik yang berbentuk anggaran belanja maupun pembiayaan yang disusun oleh KPA BUN . C. dan 4) melengkapi data dukung yang diperlukan sebagai bahan penyusunan RKA BUN. 2) pengisiannya mengikuti petunjuk pengisian dalam buku manual aplikasi RKA-K/ L DIPA. dan 4) menyampaikan RKA BUN (bagian A. Penyusunan KK Satker dilaksanakan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1 ) Satker melakukan login aplikasi RKA-K/ L DIPA. � www. kemudian mencetak KK Satker berkenaan. 2) meneliti kesesuaian isian RKA BUN dengan KK Satker yang telah disusun. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Satker melakukan login aplikasi RKA-K/ L DIPA. Informasi yang dituangkan pada KK Satker merupakan informasi rincian anggaran untuk menghasilkan keluaran (output) sampai dengan tingkat detail biaya. 2. 3) setelah meyakini kebenaran semua isian yang ada. B. Mekanisme Penyusunan KK Satker Penyusunan rincian anggaran kegiatan yang direncanakan dituangkan dalam dokumen KK Satker dengan menggunakan aplikasi RKA-K/ L DIPA.id . . b. Mekanisme Penyusunan KK Satker dan RKA BUN a. 3) dalam hal RKA BUN telah sesuai dengan KK Satker dan dokumen pendukungnya.jdih.

B. Mekanisme Penyesuaian KK Satker Dalam hal alokasi anggaran BUN mengakibatkan per. .id . mencetak RKA BUN yang telah disesuaikan. dan 4) menyampaikan RKA BUN (bagian A. dan 5) mencetak KK Satker hasil penyesuaian se bagai dasar penyesuaian RKA BUN.go. u bahan KK Satker. 2) mengidentifikasi dan meneliti perubahan-perubahan yang telah dituangkan dalam KK Satker sesuai dengan Alokasi Anggaran BUN. 2) mengidentifikasi dan meneliti perubahan-perubahan sesuai dengan Alokasi Anggaran BUN yang disampaikan oleh PPA BUN.kemenkeu. C . dan D) yang telah disesuaikan bersamaan dengan KK Satker yang telah disesuaikan beserta data dukung terkait kepada APIP K/ L un tuk direviu. Mekanisme Penyesuaian RKA BUN Berdasarkan KK Satker yang telah disesuaikan. KPA BUN menyesuaikan RKA BUN dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1 ) melakukan login aplikasi RKA-K/ L DIPA untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang dibutuhkan. b. Mekanisme Penyesuaian KK Satker dan RKA BUN a. 3) setelah diyakini kebenarannya.45 - 3. RKA BUN yang telah disusun oleh KPA BUN disampaikan � www. KPA BUN menyesuaikan KK Satker dengan langkah-langkah se bagai berikut: 1 ) melakukan login aplikasi RKA-K/ L DIPA untuk selanjutnya melakukan penyesuaian-penyesuaian yang dibutuhkan. Reviu RKA BUN oleh APIP K/ L 1 . Reviu RKA BUN berdasarkan Pagu Anggaran BUN Dalam rangka meningkatkan kualitas perencanaan penganggaran BA BUN. 4) melengkapi data dukung sesuai dengan Alokasi Anggaran BUN.jdih. B. 3) menyesuaikan alokasi anggaran angka dasar dan menuangkan alokasi anggaran inisiatif baru mengacu pada proposal yang telah disetujui dalam KK Satker.

dan/ atau dokumen pendukung terkait lainnya. PPA BUN melakukan penyusunan RDP BUN dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. dengan fokus rev1u sebagai berikut: a. b. C.jdih. Reviu RKA BUN berdasarkan Alokasi Anggaran BUN Dalam hal Alokasi Anggaran BUN mengakibatkan perubahan RDP BUN.id . pergeseran dana BUN tersebut tidak perlu direviu lagi oleh APIP K/ L. · Langkah-langkah teknis reviu RKA BUN oleh APIP K/ L selengkapnya tertuang dalam Lampiran IV Peraturan Menteri ini. me. dan b . dan program. d. TOR. RAB . fungsi.46 - oleh KPA BUN kepada APIP K/ L untuk direviu. RKA BUN yang telah disesuaikan oleh KPA BUN sebelum disampaikan kepada PPA BUN. Penyusunan dan Penyesuaian RDP BUN RDP BUN adalah himpunan RKA BUN yang disusun menurut unit organisasi.go. Mekanisme Penyusunan RDP BUN Berdasarkan Pagu Anggaran BUN.kemenkeu. 2. meneliti kesesuaian RDP BUN berdasarkan Pagu Anggaran BUN meliputi: Af>1) www. Reviu RKA BUN oleh APIP K/ L difokuskan untuk meneliti perubahan sesuai Alokasi Anggaran BUN dan kelengkapan dokumen pendukungnya. menghimpun/ mengkompilasi KK Satker dan RKA BUN serta dokumen pendukung yang telah direviu oleh APIP K/ L sesuai dengan BA BUN yang dikelolanya.restore ADK yang disampaikan KPA BUN dalam aplikasi RKA-K/ L DIPA. kesesuaian RKA BUN dengan Pagu Anggaran BUN dan ketentuan perencanaan penganggaran yang berlaku. kelengkapan dokumen pendukung RKA BUN antara lain dasar hukum penganggaran. terlebih dahulu disampaikan kepada APIP K/ L untuk direviu. 1. . Dalam hal dana BUN tersebut digeser ke sub BA BUN yang lain. c. menyusun RDP BUN secara utuh sesuai dengan B A B U N yang dikelolanya. KPA BUN menyesuaikan RKA BUN berdasarkan perubahan rincian Alokasi Anggaran BUN yang disampaikan oleh PPA BUN. Selanjutnya.

clalam hal RDP BUN telah sesuai clengan Pagu Anggaran BUN. dan 2) uraian deskripsi masmg-masmg program clan unit organisasi penanggung jawab. Mekanisme Penyesuaian RDP BUN Dalam hal alokasi anggaran BUN mengakibatkan perubahan RDP BUN. 2) sumber clana. clan 3) sasaran kinerja. antara lain berupa: 1) strategi clan kebijakan terkait cl e ngan sasaran strategis.kemenkeu. apabila terclapat ketidaksesuaian RDP BUN. b.jdih. PPA BUN melakukan koordinasi clengan KPA BUN untuk melakukan perbaikan RKA BUN. dan 3) sasaran kinerj a. e. menghimpun/ mengkompilasi KK Satker dan RKA BUN berikut ADK yang telah disesuaikan oleh KPA BUN dan direviu oleh APIP K/ L dalam lingkup BA BUN berkenaan. � www. menyampaikan rincian Alokasi Anggaran BUN yang berubah kepada KPA BUN sebagai dasar penyesuaian RKA BUN.go.47 - 1) total pagu anggaran. 2. menyusun RDP BUN secara utuh sesuai dengan B A B U N yang dikelolanya. cl . 2) sumber dana.id . PPA BUN dapat mencetak RDP BUN melalui aplikasi RKA-K/ L DIPA cle ngan menggunakan menu cetak RDP BUN. c. menuangkan langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapai sasaran strategis pada bagian J formulir I. PPA BUN menyesuaikan RDP BUN dengan tahapan sebagai berikut: a. f. menyampaikan RDP BUN yang telah dicetak dan ditandatangani oleh Pemimpin PPA BUN beserta dokumen terkait kepada Direktorat Jencleral Anggaran untuk clilakukan penelaahan. . g. apabila terdapat ketidaksesuaian RDP BUN dengan Alokasi Anggaran BUN sebagaimana dimaksud dalam huruf d. e. dan h. PPA BUN melakukan koordinasi dengan KPA BUN untuk melakukan perbaikan. meneliti kesesuaian RDP BUN berdasarkan Alokasi Anggaran BUN yang meliputi: 1) total Alokasi Anggaran BUN.

08) beserta dokumen pendukung kepada Menteri Keuangan selaku PA BUN. 2. dan g. KPA BUN. . dan PPA BUN menggunakan rumusan tersebut sebagai dasar penyusunan KK Satker. menteri/ pimpinan lembaga mengajukan usulan permintaan dana dari Bagian Anggaran Pengelolaan Belanj a Lainnya (BA 999 . RKA BUN.jdih. mengusulkan rumusan kegiatan/ keluaran (output) sebagai hasil kesepakatan pembahasan dengan komisi terkait di DPR kepada Direktorat Jenderal Anggaran untuk diteliti dan selanjutnya ditetapkan sebagai referensi dalam aplikasi RKA-K/ L DIPA. 3. dalam hal RDP BUN telah sesuai dengan Alokasi Anggaran BUN. 4. D. Dalam hal KPA BUN belum menyampaikan RKA BUN sampai batas waktu yang ditetapkan. menyampaikan RDP BUN yang telah disesuaikan dan ditandatangani oleh Pemimpin PPA BUN beserta dokumen terkait kepada Direktorat Jenderal Anggaran untuk dilakukan penelaahan. RDP BUN tertentu yang belum dapat disusun sebelum ditetapkannya Undang-Undang mengenai APBN. Selanjutnya KPA BUN wajib menyampaikan RKA BUN kepada PPA BUN berdasarkan RDP BUN yang telah disusun. PPA BUN dapat mencetak RDP BUN melalui aplikasi RKA-K/ L DIPA dengan menggunakan menu cetak.kemenkeu. dan RDP BUN. dapat dilakukan pada tahun anggaran berjalan dengan mekanisme sebagai berikut: a.id . PPA BUN dapat menyusun RDP BUN berdasarkan Pagu Anggaran BUN yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. PPA BUN melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut: a. Masing-masing BA BUN memiliki 1 (satu) program sesuai dengan nomenklatur masing-masing PPA BUN. Satker.go.48 - f. berdasarkan rumusan nomenklatur kegiatan/ keluaran ( output) yang telah ditetapkan. 08) . Usulan permintaan dana � www. H al-hal Khusus Dalam Penyusunan RDP BUN 1. Untuk Bagian Anggaran Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 . b. Dalam hal terdapat kegiatan/ keluaran (output) baru berdasarkan kebij akan Pemerintah dan/ atau hasil pembahasan dengan Komisi terkait di DPR.

� www.id .kemenkeu.go.49 - beserta dokumen pendukung harus terlebih dahulu disampaikan kepada APIP K/ L untuk direviu. dalam hal usulan menteri/ pimpinan lembaga dapat dipertimbangkan untuk didanai dari Bagian Anggaran Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 . 08) melakukan penilaian usulan menteri/ pimpinan lembaga tersebut berdasarkan TOR dan RAB dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara (fiscal space) . d. b. c. 08) . PPA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 .jdih. . 08) . Direktur Jenderal Anggaran selaku Pemimpin PPA BUN Pengelolaan Belanj a Lainnya (BA 999 . 08) menindaklanjuti usulan menteri/ pimpinan lembaga sesuai disposisi Menteri Keuangan selaku PA BUN. ketentuan lebih lanjut mengenai penyelesaian usulan permintaan dana dari Bagian Anggaran Pengelolaan Belanj a Lainnya (BA 999 . 08) dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara penggunaan anggaran BA BUN Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 .

. ..999 Program . . . . . . . . . . .. . .. . . . · · ·· · . ..999 9. .. .. (Berisikan Uraian Sasaran Strategis 2 9.. . . . . .. . .. . . .999.Fungsi yang dijalanl<an Kementerian Keuangan) } 2.. . .999 9.999. . . . .. . . . . . .999 9. . . . . .999 Program (Berisikan uraian Nama Program) 9. ... . . . R I N C IA N SASARAN STRATEGIS KOOE I. _ _ _ _ _ _ _ _ __ J umlah Angka Oasar 9.999 Eselon I .. ._L) _ __ __ _ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ __ _______________ ___ _ _ __ _ __ _ __ _ _ _ _ ___ ___ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ J umlah A ngka Oasar 9.. . . .. dst G..999 Total l nisiatif Baru 9.999 � www. .. . . . . . . . . . . .999 9. .999. . . . . . .:·:·:·:·: .999..999.. ... (Berisikan uraian Hasil) } l n d i kator Kinerja Utama Program 1· ····· ·· ······· ···· ···· · (Berisil<an /KU Program) _ '!-� _ _ _ _ _ _ · · · · ds . . .999 9. . .. .. .. -. . .... ..999.999 9. .999 9. . . . .999 9. SASARAN STRAT E G I S 1.kemenkeu. . MISI . . ... . .--- A n g ka Oasar 9. .999 9. .. . (Berisikan Uraian Sasaran Strategis 1 9.999..999 9.. . . . . . . .1 2 0XX 2 0XX+ 1 2 0XX+2 2 0XX + 3 (1 ) ( 2) (3) (4) (5) (6) (7) Sasaran Strategis 1 . .999 Ost .. . .. .. . -. . .. . (Berisikan Sasaran-sasaran Strategis Kementerian } Keuangan) 2. .999. . . . . .999.. . .. .999 9. . . .. ..999.999. (Berisil<an uraian Nam a Unit) Hasil . VISI .999 9. Sasaran Strategis 2 . .999. BAGIAN A N GGARAN ..999.. . . (Berisikan Nomenklatur BA BUN beserta lwdenya) B.999.. .999 _ �f!�1!'!� �-e!}_s!r__a_ f51. . 999. . .. . . . .999 9. .� � ·�·�-� � � � c _ _ � _ ___ _ _ _ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ _ __ __ __ _ ___ _ __ __ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _______ _ _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ A ngka Oasar 9.999. .. . SASARAN STRATEGIS/ANGKA OASAR/ I N I S IA T I F ALOKASI ANGGARAN BARU ( R I BUAN R U P IA H ) II. . ... . P R I OR ITAS NAS I O NA L 1. .999. . .999 J u mlah l n isiatif Baru 9. .999 9..999. 999 Total A n g ka O a sa r 9. . .. .999... .·�·� ·� c _d_:>� . ········ (Berisikan Fungsi . ..jdih.. .999 9. ...id .999.. .. FU N G S I 1.. . . dst F.-------.999. .. . (Berisikan uraian Nama Unit) Has ii .999. . (Berisikan Prioritas Nasional Kementerian Keuangan) 2. .999 Ost . .. (Berisikan uraian Visi dari dari Kementerian Keuangan) } C. . . ... . .999 l n i siatif Baru 9.999. .. .999. . . . P R O GRAM/ ESELON II HAS I U I N O I KATOR KI NERJA TA TA TA TA TA UTAMA P R O G RA M/ ANGKA OASAR/ I N I S IAT I F BARU 20XX._L) _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _______________ _ _ __ __ _ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ __ _ _ _ _ _ __ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ . . .. ... . . .999 9.. . . .. --. .50 - Format Formulir RDP BUN I LAMPIRAN III .999 9. . . . (Berisikan uraian Hasil) } l ndi kator Ki nerja Utama Program 1· ············ · · ········· (Berisi/<an /KU Program) _ '!-� . . T O T A L 9.999 9. . .999.999.999 9. . ..999 _ �f!�1!'!� ��!}�!r__a f51. . .. dst E.999.. . . .1 I R ENCANA OANA P E N G E LUARAN B E N OAHARA U M U M NEGARA FORMULIR 1 : I N D I KAS I KEB UTUHAN DANA PENGELUARAN BENDAHARA U M U M N EGARA TAH U N ANGGARAN 20XX A. .999. . .99 9 Eselon I . . . . .... . .999. .999.. . . .999. .999. . .go..999.999.. (Berisikan uraian Misi dari dari Kementerian Keuangan) 0. ... . . . . .999 l n isiatif Baru 9.999 J umlah l n isiatif Baru 9. . .999 9.. . .. . . . . . . .. (Berisikan uraian Nama Program) 9. .999...---.

.999 d st PN S P Pem l)iayaan Program 2 H ibah 9. .999 9 999.===i 2) d st d st l.···--···---··1 9.stra�egis.9 9 9 9 9 9 9..999 9 9 9 I 9. 9 9 9 9. 9 9 9 9.. (2) U raian deskriptif masing-ma s ing program dan U nit O rganisasi P enanggungj'awal) K RI N CIAN RE1� CAN A P E N DAPATA N ·. 9 9 9 .ce!". 9 9 9 9 9 99 9 9 9 g 9 9 9. (Berjsikan Prioritas Nas ion a l 1) 9. 9 9 9 9 . .j[. 9 9 9 .ou pro_qram untuf< Prioritas Nasional 2 dst .id .�!!!'.dibandingkan dengan target T A 20X X -1 Lo kasi.9 9 9 999 9. 9 99. 9 9 9 · · ·· ··· ·· · · . 999 9 .---. 9 99. 9 9 9 999 g 999 9 9 9 Program . 999 9. .go. 9 99. .9 9 9 99 99 .-·····-. .jdih.9 9 9 . (Beris1. ALOl<ASI AN GGARAN PRIORITAS NASI ONAL •• ·t� ALOKASI A N G GARAN (RI B U AN R U P IAH) l<ODE PRI ORITAS N AS I O N A U PROGRAM TA TA TA TA TA 2DXX . 9 9 9 C.:. 9 9 9 9 .. Perpajakan 9.. . 99 9 9. . 9 99.9 9 9 .. 999.�rng 999 9 999. 9 9 9 9 . T a ngga l Pem i m pin PPA B U N BA . .l'. 9 9 9 . I I I I 1) 1···----�. .sasaran . .. (B eris!kan nama Program yang mendukung PriorHas Nasional 2) c-·-. .999 g 999 9 9 9 Program . 9 9 9 dst PN B P Pem biayaan TOTAL a H ibah 9. 9 9 9 .99 9 .9 9 9.!i•r!. . (Berisif<an nama Program yang m endukung Fungsi 9 . 999 9 . . (RI BUAN R U P I A H ) f(O DE PRO GRAM U RAI A M PE N D A PA TA N TA TA TA TA TA 20XX-1 20XX 20XX+ 1 20XX +2 20X X + 3 (1 ) (2 ) (3) (4) (4) (5) (6) (7}) P rog ram 1 H ib a h 9.999 9 . 9 9 9 .. . (Berisika11 nam a Program yang mendukuog Fungsi 9.999 999 I 9. (Berisikan uraian Fungsi 2) 9. ALOKA S I AN GGARAN FU N G S I AlOl<ASI ANGGARAN (R I BU AM R U PIAH} l<ODE FUN GSl! PRO GRAM TA TA TA TA TA 2DXX -1 20XX 20XX + 1 20X X + 2 20X X +3 (1 ) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Fu ngsi L .999. 99 9 9.. 999 9 . dimulai dari : (1 ) S trategi clan kebijak.999 .9 9 9.999 9. 9 9 9 9.�.·.999 9 999. . 999 I 9. 999. 999 999 9 . . (Berisikan Nomenklatur BA BUN N a m a Direktu r Jend eral/Kepala B adan N IP � www..--·-·· · ··-··-······. "'TJ?i2. 9 9 9 . 999 9 9 9 L��·.X +1 20 X X + 2 20X .999 g 999. 9 9 9 Program .999 9 . .---··-··-·· ·----�. 9 99..999 999 Program .999 999 9 999 9 9 9 9 99 9 . 9 9 9 9 .999 9 999 . 9 9 9 9 9 9 9.99 9 9 9 9 9 . . 9 9 9.kemenkeu..��.51 - H .an tertrnit {lengan .. 9 9 9 b. . 9 9 9 Perpajakan 9 . 999. PN BP d. 99 9 9 . 9 9 9 . 9 9 9 .-------·r-·------·--r--· Alol<asi pa.9 9 9 9 .. 9 9 9 . 999.t i.999 9 . 9 9 9 . 9 9 9 999 9. 9 9 9 .999 999 9 999 9 9 9 9 .�.i�a 1·-··· ···· · . .··i.. 9 9 9 9 9 9 9 9 99. 9 9 9 9 .-. 99 9 . . S TRATEG I PEN CAPAIAN SASARAN S TRATEGI S: O iuraikan langkah-l angkah ya ng ditempuh untuk menc apai sas aran stralegis.999 9 9 9 -. (Berisikan Prioritas Nasional 2) 9. .11l�k .999 9 .. .kan ura ia n Fungs1 1) 9. 9 9 9 9 9 9 9 . 999 9 .999 999 9. . 9 9 9 9 . ·�. . 9 9 9 Perpajakan 9..-·- d st J.999 P11orHas Nasional 1) I Afokasi oaou oroaram untuk Priontas Nasional 1 I d st Prioritas N asional .999. 99 9 9 .--·A1·�'k�..¥�-.1 20XX 20X .-····· ··-.999.999 I 9 9 9 9 . 9 9 9 999 9 ..a. . 99 9 .---······-··-····· ···--·····-.999 9 .2..99 9 .999. 9 9 9 9 . Pembiayaan P EN J E LASA N : O i i s i pernj elasan perubahan target T A 20XX .-o.999 9 .999 9 .�-.X + 3 (1 ) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Prioritas N aslonal 1 . 9 99 . (Berisfkan: nama Program yang m endulwng 9. 1 dst Fu ngsi 2 .. 9 9 9 .

52 - RENCANA DANA PB"1 G ELUARAN B EN DAHARA U M UM N EGARA FORMU L IR 2: AL O KASI AN G GARAN BEN DAHARA U M U M N EGARA TAH U N AN G GARAN 20XX A. .. 9 99. .999. . .) .-... . . .. . . . .. .999. . .'-J RUPIAH ) !<ODE 11..99 9 _(Y.. 9 99 . ... . .. . .. . . 999 9 999. 999 9. ....) ... .. . .999 Total Angka Dasar 9. . . . (Berisikan uraian Fungsij Sub Fungsi · · · · · · · · · · .. . . 999 9. . 999 9 .. . . .. KEGIATAN ! (ESELON 1 1/SATf<ERY FU��G Sl! SUB F U N G SI/ PRIORITAS! FOKUS PRIORITAS (RI B UAt._(_�� �� ! ( 9 9 sat. . 999 9 ... .. ... . 999 Ost.999. .999. 9 99. . ...999 B99 .. . .. . . 9 9 9 9.999. 9 99. .. .� ?? ��t)_ . . . .. .. .. . .) . 9 99 9 9 9 ... . .... .. .999. ..9 99. .... . . . . .. .. 9 99 9.. 999. 9 99.. ..999....999 L ALOKASI ANGGARAN FUNGSI !<ODE FUNGSI! SU B FUN G SI AlOKASI A N G GARt\N (RIBU A N RUPIAH) TA TA TA TA TA 20XX. . ... .. . . . 999 9 . . . . 9 99. . .. ..999. . . . . ... . . . . 999 9. . . . . . 999.. ... . . . ( Berisikan uraian Fungsi 1 sesuai fommlir 1 ) 9. 9. ) Satuan Output) ( 99 sat... . .. ... . ... ..- ( 99 sat..-·..( 9 9 sat. .. . U NIT ORGANISASI .. 999 Eselon I I.. . 999 9.. . . . . . 9 99.. . . (Berisil<an uraian Sasaran Stra tegis yang didufwng) E. .- Output2. .. (Berisikan uraian Na ma Progra m beserta kodenya) } F. . . .. . . . ........ . .. 9 9 9 9 . . . ... . (Berisi. 9 9 9 9 . (Bedsikan uraian Hasil) G. . . . .. ..999 (Volume ( 99 ... .. . 9 99. . . . . . .. AbA/ www.... . .. . . (Beristkan uraian Fokt. -� .. 999 9... .id . . . . . . . .) . (Bedsil<an Hraian Misi Unit Pembantu Pengguna Anggaran BUN) 0.. . .. . . . . (Be1isikan Nomenkfatur BA BUN beserta kodenya} B. 9 99 . . T OT A L 9. 999 9. .... ..... .999. . 999 I nisatif Ba ru 9. .999. . .. 999 9 . . .999 . . . ..lngsi) ..999 9.. . .. 9 9 9 . ..999. l (Berisikan indikator-incfikator 2..kemenkeu. .. .... .- . . . ·· ··· · · · · .. ...NERJA UTAMA PROGRAM 1. . .. .. . 999. PROG RAM . (Belisikan /(ode dan Na ma Unit Pembantu Pengguna Anggaran BUN) C. 999 9.! Satker . .. .. ..999 Sub Fungsi L. . . 999. . . .kus Prioritas .?�� :� ���uan� 0�1!�9. (Berisikan uraian S!lb Fi. .� _ dst l ndikator f<in erja Kegiatan 1. ... ....... .. . . .. . . . (Berisikan uraian jenis Output 1) 9. SASARAN STRATEGI S .... - Outputt.. BAGIAN ANGGARAN . . ..1 20YJ< 20XX+ 1 20XX+2 20XX+3 (1 ) (2) (3} (4) (5) (6) (7) Ke g iatan . M I S ! U N I T ORGANlSASI .999.... .. ... . . . -. (B erisikan uraian Sub Fungsi 1) 9. · · · · · · · ····· . . . 9 9 9 Total lni siatif Baru 9 . .. . dst J Kine1ja Kegiatan) A ngl<a Dasar 9. .go. .. dst � BUN) H. . ..-. 9 99. . . . 999 9... 999 9 . ..- ( -99 - sat. . . . . ..999. . .. . . 999 Dst. .. .) . .. .. (Berisff�n ff\U Ptogram U11it Pembantu PenggutJa A!lggaran 2 . . 9 99. ...- 1 . 999 9. . _ _ .. . 999 9 . RJN CIAM PROGRAM : ALOKASl M. .. .. .. . . .. .jdih. . . . .. .. .. .. . .. ... Prioritas f\Jasionar . . . HASll . .. .1s Prioritas) OUTPUT -. . ..J GGARN� I. . . . I NDI !<ATOR Kl.. . . (Berisikan uraian Na ma Eselon II) Fungsi . 9 9 9. .. .999... 9 99.. . (Berisikaa uraian Ptiotitas) F o...-(_� � :>�!· ! . OUTPUT(V OL -SAT)/ IN DH<ATOR !<lNERJA TA TA TA TA TA KEGIATAN/ A N G l<A DASAR/ I N I SIATI F BARU 20XX. 999 9... .. .... 999 9. . . . 999 .. . (Be1isikan uraian jenis Output 2) 9. - sat.. ...... .... . . .1 20XX 20XX+1 20XX+2 20XX+3 (1) (2) (3} (4) (5) (6} (7) Fungsi 1. .... .. . ..999. .. (Berisikan uraia:n Sub Fungsi 2) 9. 9 . . . . ..._(_9_� �!.. . . . 9 99 9.. .. . . . ..kan uraian Nama l\egiatan) 9... . 9 9 9 Sub Fungsi2 . . . 9 . . . . .. 9 99. 999 9. . .

999 9.999 _999 9. 999 9 . Pfnj arnan Luar N egeri (PLN) 9 9 99 . 9 9 9 9 . 9 99. 999 . 999. 9 99 9 9 99 .PHoG'f�Afvl-'-" (RIBW\N RU f)IAH ) BIAYA Mt:N lJRUT l<ELOMPOI< BIAVA.999 9. 999 1 1 1 dst .999 9 9 9 999.XX+3 . Pendapat a n Negara Bukan Paj ak (PNSF'} 9'. 999. .. . 999 9 9 9 .999 9. (Berisikan NomenkJatur BA BUN} N ama Direktu r Jenderal/Kepala Badan N IP tfyi/ www.999 999 9 999 99 9 9 999.999 9.999'.999. r:a. {2} uraian I deskripsi rnasing-masing .999 e.. 9 9 9 9. .9 9 9 9. Pin_jaman Dalam Negeri (PON) 9 9 99 99 9 9 999 999 9._ . 99 9 9.999 9.999 . BlAYA.999.999. 9 9 9 9 999. 999 9 999 999 · I Fokus Prioritas i . 9 99 . 999.999 9.999 9. 999 _L F oktJ:> Prior tas. ·· ···ra. " · I<.999 f. 999.999.0XX+ 1 20XX+2 20XX+3 a {1 ) (2) (J} (4} {5) (6) ·· ·.999. (Berisikan uraian Foktts Pdoritas 1) 9 . . 99 9 . . 999 9 .id .999.. STRATEGI: PEN CAPAlJ\N HASH.999 9:999. .999. 999 . 9 9 9 9 9 9 9 999 9 999.. 999.999 9 . st .999 9. Belaqja M odal 9. 99 9 9 999.999.. 9 99 . 9 99 d..ANJA DAN SUM BER DANA 20XX 1 · 20X X 20XXf 1 20X X+2.1' st r. 999 . 99 9 9. 20.999.&'t. 9 99 . 99 9 9 999 99 9 9 999. 9 99 9 . 999 9..efil�. 9 9 9 9. I M . 999.. 9 99 .9 99.999. 999 9 .999 9. 9 99 c. .3) (4} (5) (13) (7)) (8} I I Kegiatan 1 a. ·· .. 9 9 9 9 . Badan Layf.[ (1) (2) {3j {4} {?} . 9 �19 .999 .999 9 .·---------· . 99 9 9 ..C: se.999 9 9 99 .999 .mf. .999 9 . (Berisikan uraian Fokus Prioritas 2) 9 .999 9. a.. Operas1or1al 9 99 9 9 9 9. . 99 9 9 999 9 b. 999. .999 €.999 9 . SUM BER DANA 8' .999 9 .Jioritas N si on al 1 ..: ·-------.dan . . Odanja.999 9. . PNBP 9 . Perpajakan 9 9 99 . 999. 009 9 999.jdih. dengan yang diusulkan · · ·�· . 999 g 9 99 999 9 . 9 9 9 9. 999 9 . 999 J. 999 9 .. TA TA TA TA TA JEN I S BEi. \!. . e· Str a teg i .999 9. 9 9 9 .999. PNBP 9 .999 d.9 99 99 9 9 . 9 99 .999 . .. 99 9 . .999.9 9 9 9. Belanja Hibah 9. . Ost . . 999. 99 9 . 99 9 . 999 L . 999 9 999 . .9 99 . .999. 999. . 9 99 .. .9 99.. 9 9 9 . 999 9. 999 999 9 9 99 . .. 999. ] Diuraikan langkah-langkah yang ditempuh untuk mencapaf ih s a$! yang diinginkan. (b·e i . Bel'anj a Subsidi 9. .999 9.99 9 9. 99 9.999 9 9 9 9 .9 99 .9 99 . . 9 99 PENJHA�-A N : Diis1 penjefasan pe rubahan target lA 20XX dihand ngkan dengan target TA 20XX · 1 . t (j) .999 9 .. Perpajakan 9 .9 9 9 9.da··r· · f.999 9 . 999.J:i. 99 9 . 99 9 fl.fl99.. 9 99 999 9.9 99. 999 9.999 h.. 99 9 .999 . i Pemim pin PPA B U N B A . . 990. '--� . .ateg.. 9 99. · · ---···- .saria Kegiatan.99 9 g.999 TOMl b.k rig an n .999 9 . s. J2L_! .999 9 . PNBP 9.ASI ANGGARAN (RIBUAN RU PIA H ) TA TA TA TA TA 20XX-1 20XX 2.9 99. 999. . Kegialan> 2 a Perpajakan 9 . 999. 999. . 9 9 9 b. Jumlah Sa k.1. . 999 9.999 99H ..NA°Si6NAC . al.go.999. 99 9 . Rupiah Mu mi Pendamping (RMP) 9 999.999 9 .�cn. 999 9. alokasi program dari' yang sedang berjal an . 999 b.999. 999 9 .999. U.. . . 9 9 9 9 999 . i··· . 9 99 . KODE I PRIORITAS NASIONAU FO!<U S PRIOHITAS AlO!<. Non Cperasional 9 . 999 999 9.999 9 9 9 9 .kemenkeu.999 9 9 99 .. 999 . .999 9 9. .T/\Coosi Ai�·(faARJ\t� PRi6Rir/\s.9 99 . 9 99.99 9 9 9 9 . 999 9. 999 9.999 .999. 9 99.n Priori/as Nas 1 ) 9 ..999. Belanja Pemtniya rnn l<ewajiban U tang 9 . it .. . . sa ke_glatan: sa . 999 . . 99fl 9 9 9 9. .999. 99 9 .. -------. 99�J 9 999.999'..irt U111t1m (BLUJ 9 .99 9 9 . enjelasan mengenar perubahan --· · . 8eranja 8antui1in Sosi-al 9 ..99 9 9 99 9 .999 9 .999 . KELOM POK BfAYA a. 9 9 9 g. 999.et Pel ak. 999 9 .lA (f1a11ya diisij1ka alokasi -yang tersedia dapat dfrind perjenis belanja) a.l P. .9 9 9 9 .. .9 &9 .999 9. 999 H. RINCIAN RENCANA PEN DAPATAN : I (Ri8UAN RUPIAH) KODE I l\EGIATAN I URAIAN PEN DAPATAN TA TA TA TA TA 20XX·1 . dimulai dari: .�ar1 t eik a. GaroJ'lg 9 . -.999 9 . 9 99 . . (t} ·t d. 999 99 9 b.. 999 .. 99 9 9. 999 9 999. J.99 9 g fl99. 999 9 999 999 2.999 9JJ99. Belaqj a Pe gawai 9.999 9 . (�[ 1.999 h. 9 9 9 9 . 999 9 . ra . ebijak . Belanja lain-Lain 9.Ion . 999.53 - . . .9 99 . t H ibah Lttar Negeri (rlLN) 9 . 999 9. 999 9 999 9 9 9 _ c. Rupial1 M u mi (RM) 9. ( Berisil<an uraia. 9 9 9 9. 999 9 .999 9 .999 9.B. Hioah Dalam N egeri (HON) 9.999.I }.2UXX 20XX+1 20XX+2 20X X·r3 (1) I (2) I ('. .99 9 9. 999 9. .9 99 999 9 999.

9 99. SUM BER DAt�A 9. . 999 d. .999 9. .9 99.999. 999 Ocdput3 .9 99 b. 9 9 9 . I MDH<ATOR l\I N ER. � www. . Befanja Modal: 9." ""' (Ben&kan uraian Nama fU)99.9 99 . 999 9 . 99 9 a Rupiah Mumi (RM ) 9 .1tput2. . 9 99. 9 99 . 999 9 . . . .jdih.999 9 .. 9 99. 999 9. 999 9 . .>ikan uraiatl 1-Ja-silj 1 G. . 9 99.. 999 9 9 99. 9 9 9 ..999.999 .99 9. 999 2. 999 9. . 9 99 .9 9 9 ..999 9 . . 999 l<egiatan) OUt'PUT Q1tput1 . Rupial1 Mwni Pend amping (RMP} 9. Hibah Luar Negeri (H LN) 9. 999 Ufang: 9 . 999 h. 9 9 9.999 U99..999.9 9 9 . 999.GAN ISASI .999 9 . 9 9 9 999 9 . 8A01AN ANG GARAN (8ensikilrJ Nomenklalur BA BUN beseda koderiya) B. . (lJertSikan uraian jenis Output 2) 99 sat . OperaSional 9.999 9 .999.. . �<EG!ATAN/ OUTPUT ALOKASf AN GGARAN (R18UAN RUPIAH } II . 999 999 9 .>gram Unit Pemoontu Pengguna Ariggaran 2. 999. 999 9 . -.. . . {Bensil<an uraian M1S1 Unit PembarJtu PMgguna Anggaran B UNj 0. 999 9 . 999 (){. Belanja Hibah: 9. 9 99 . 9 99.999 9 . . 999 9 . 9 99 c..··-.. . SASARAN STRATEG IS {Berisikarr uraian Sasaran Strateg1s yang didukung) E.999 9. 9 9 9.999 9 .9S9 9. 999.'999 9 ... 9 9 9 9 99 b. ..999. 9 99. (Berisikan uraian jenis Output 3) 99 sat 9 . 9 9 9 . 8 99 9. 999. 999 9 .999. 9 9 9 999 g 9 99 999 e Bel'anja StJb5itfr 9. 9 99. .999..999 9.999. Pendapata n Neg a ra Bukan Pajak 9. 999 999 H 9 . .999 9 . 99 9 g Belanja Bantua11 Sosial 9. 9 9 9 9 . 9 9 9 . 9 99. Non Operasiona1 9. . . 999 f.999.999 99 sat 9. . 999 .999 999 (Pf:\H3P) d Sadan Layanan Urnum (BUJ) 9.999. B(!lanja Pembayararl l\ewajibar1 9 . . Belanja Lain-Lain: 3. Belanja Barang: 9. dst J DUN) A.990 C. . . 909. 9 9 9 .999 fl. (Berisikan l<ode dan Nama Unit Pembantu Pengguna Anggaran BUN) C.999 .999. J EN I S BELANJA (hanya diisijika alokasi yang tersedia dapat dlritrci perjer.999 9. 999 ] 9. KELCT�lPOK BlAYA a.999 9 .099 . 999 9. 999.999 . 9.. 9 9 9. 999 9.999 999 99 sat . 999 9 . 999 f. 9 .999.999 9.999 9 9 99 999 9JJ99.999 9.JA UTAMA PROGRAM -l (furis•km fl<U Rr.999.9 99.999 9 999 999 9.54 - RENCANA DA N A PENGELUARAN BEN OAHARA l!M U M NEGARA f ORM U UR 3 : RINC IAN B IAYA ALO KAS I AN G G ARAN BEN DAHARA U M U M N EGARA TAll U N AN G GAHAN 2 0XX A. 9 9 9. 9 99.iis be!anjci) a Belanja Pe gawai · 9.99 9 9. 9 9 9 ggg g P1njaman Dalam Neg en (PON) h _!=fi�ah [)}3!�rr1 t-leg�ri (H()l�) -. (Berisikan uraian jenis Output 1) 99 sat 9. 9 9 9 . 9 9 9 . 9 99. .id . 999.. . . U NI T ORGANISASI . . 9 9 9 . 999 list Rl N CI A N BlAYA KEGIATAN M ENU RUT : 1. 9 99. 099 . 9 99 999 b.999 9 999 999 9 .. Ost . 999 9. 999 e. Rlt�JC!AN BIAYA M ENUf{UT TA 2DXX · 1 lA 20XX !<ODE l<ELOMPOf\ BIAYA. 999 9 . 99 9 99 sat 9 9 9 9 999 9.99 9 fl9 99.999 . .999 9 .999 9 .9 9 9 9 . 999 9. 999 9.999 9 . 999 9. 999 9 99 . 999 999 9 . 99 9 9.kemenkeu. 99 9 9. Pinjaman luar Negeri (PlN } 9.999 . 9 . PROGRAM . HASI L (l)em. (Berisikan uraian Na ma Program beserta kodenya) F. M!Sf urn OR. 9 99 . 999 999 9 9 99.999 9 .:?99 9. 999. 9 99.go. 999 . 9 9 9. 999. JEN IS BELANJA VOLU ME V OLUM E ANG M IWSIATIF DAN SU MBEH DANA J LJ M LAH JUM LAH SATUAM t\l\ WAN OASAR BN-<U (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8} l<egiatan. RINCIAN BIAYA PROGRAM : I. .

1 m (BLU} 9. Operasiorml f.999 999 9 999 9 99 2.999 999 f. 999 '9 Belanja Bantuan Sosiat 9. 999 h. . 9 999 99 9 9 999.999 9 999. 9 9 9 C. 99 9 9 . Perpajakan 9.999 9-999.999.999 9. (2) l dentifikasi Satker. 999 9.999.999 9 .999.999.999 . PNBP . (PDN) 9.999. 999 .999 9. 999 9 999.999.99 9 9.id .999.990.999 999 9. 999 9 . Belanja HibalY 9.go.998. .999.999 .999 999 d. 999 9.99 9 9 999.999 AfyV' www.999.999 . (4) Penjelasan mengenai perubah an alokasi keglatan dall yang sedang berjalan d en g a n yang diusu!k.999 9 999 . £199 9 . a. R�piah Murni Penda111ping (RMP) 9.999 9 .!. 999 9.999. Badan laya nan Um.999 9... 999 9 . 999 9. 999 9 999. 99 9 9.999 9 999 999 9. 99 9 b. 999 9 .D99 999 b.. PNBP� 9 . -.jdih. Perpajak. 999 999 9. OPERASIOMAUSASI KEGIATAN (PROGRAM IMPLEMENTATION/.999 .999 999 e Pinjaman Luar Negeri (Plj\J ) G.999 . 999 9 .999 2.999. 999.999 999 9. H1ban Dal am Neg en (HDN} 9 999. 999 b" Belanja Barang 9 999. 999 A.an 8. 999 1.dimulai dari·: (1 ) l dentifikasi taktor. JENIS BELAN JA (hanytl' dhsijika alol<asi ya ng tersedia dapal dirind perjenis befrmja) a.999· 999 9.999 9. 999 9 99 C. Belanja Pembayaran Kewaj it>an Utang: 9.m g 999 gg g 9 999 999 b.faktor pendukung (faktor pegawai. Non Operasional 9. Pendapalan N eg ara Bukan Paj ak (PNBP) 9. Hibah Luar Ne g eri (HU\I) 9. 9 9 9 . 999 9 . 9 9 9 99 9 9 999 999 9. 99 9 9. 9 99 99 9 h.99fl. Pit�arnan Dalam Negerf.999 9 9 99 999 9 .999. 999 9 .ODE KEGIATAN PENDAPATAN TA 20XX-1 TA 20X. evalua�J dan m:mitori ng).999 99 9 9 999 .999 .999 -099 1.999. Um um 9 999.999 999 9.999.999 9.999 "999 9. 999 h. 999 9.999. Belanja Peg a wa i. 999 9.999 .3 SUM BER DAf\IA a. Fungsi onal 9 999.Satker Pelaksana Kegiatan: (3) Merumuskan strategi perurnusan kegiatan (misal nya 111 e lalui stadarlsasi kegiatan/biaya. 99 9 9.kemenkeu.999.999 999 2.999 .999 999 ·e 8elanja Subsidi: g 999.. Be l anja Modat 9 . 999 9 .999 9. 999 0000 l<!.999 999 9.999.999 TOTAL b. Oiuraikan langkahfangkah yang <litempuh untuk mengimplemenlasikan program rnalafui operasionalisasi kegiatan-kegiatan. Perpajak an . - J UM LAH BIAYA PROGRAM M ENURU T : 1 .999 999 9.999 .999 999 9.999 . sarana dan prasarana kerja) dan penghambat (lingkungan/kultur kerja}.999 999 9 .999. 999 9.X (1) (2) (3) (4) (5) 0000 l\egiatan 1 a. 999 9. 99 9 9.999 9 999. 999 ... H99 dsl. Rupiah Mumi (RM ) 9 999.55 - -· -.999.999 999 9 999 999 9. RINCIAN RENCANA PENDAPATAN SUM 9ER (RIBUAN RUPlAH) f<. B e l a nj a lain-lain: 9 .999.999 .999 999 9.f. 999 2. Fungslonal 9 999 99 9 fl .. 999 999 9 . 999.999 . 999 g. fungsional 9.999. 999 d.999 t Urn um 9 999. �El()MP()i:<BIAYA a.999. Urn um 9 .999.999 9.99 9 9 99 . 9 9 9 . PNBP : 9.999 9. 9. 99 9 9.999. 9 999.g i atan 2 a.. 989 9 .

. .999.. 999 9.9 99... .. ....56 - I LAMPIRAN III-2 I l�JWAJ R E N CANA KERJA AN G GARAN BEN DAHARA U M U M N EG A RA R E N CANA KINE RJA SATUAN KERJA TAH U N A N G GARAN 20XX A.9 99 .. .. . .9 9 9 9.999.. 9 9 9 .. 999.. ... . .. ... .. . . . . . . . ... ...9 9 9 Ost . .. .. .... 999 Dst.. ... .. -. . ... . ... (Betisikan ura1an Outp ut l<egiata11) 99 sat.. 99 sat 9. 9 99 9 .. .... 9 99 9 .. 999 9 . 9 99 . . (Berisikan t11aian nama l<egiatan) 9... . (Berisil<ao Na ma Unit l<PA B UN beserta kodenya) C.. .. PROPI NSI (xx) (Berisikan Propinsi Satker /Jerada besert& kodenya) E_ l<ABUPATEN/KOTA (xx) . .... (Berisika11 Nomenkiatur PPA BUN beserta kodenya) B. . . 999. . .. . .9 99 l ndikator Ki ne rja Kegiatan 1.go. . . ... .... .. . . .PA BUf\J (xx) ....... (BeriStkan uraian Outp ut Keg1alan) .999. .... .. ...999.... . .. .. .. . .. . ... . (Berisikan uraian h'asil Program} xxxx l<egiatan i . l<... . ...9 9 9 . ...kemenkeu..J TA 2 0XX KODE HASIL/ l<EGIATAN/ VOLU M E IN ISIATIF ANGKA DASAR J U MlAH INDl l<ATOR l<INERJA KEGIATANl OUTPUT SATUAr� BARU (1 ) (2) (3) (4) (5) (6) xxx.. 2.999 . ....9 99.-. . . {Belisikan uraian Output Kegiatan} 99 sat.. .. (Berisikan uraian Output Kegiatan) 99 sat 9 ... . 9 .. - Hasil Hasil . .. xx.. (Berisikan w-aian nama !{egia tan) 9 . .. .. .xx Program . PPA BUN (JOO<) .999 Output 2 . . .... . ... . . . 9.. ..999 ..999.. . ...... . 2. 9 99 9 ... . .. 999 9 .. 9 99. ... K PA. 9 99 9 9 99 9 9 9 l ndikator Ki nerja Utama Proqram 1. ... (Be risifran uraian nama Program) 9. ... . . . .. .. . ....- Output 1 . . .- Output 1 .. . ..... .. . .. .. . . . 99 sat.... (Ben'.. ...999 9 ... 9 99 . 999 9. .... .. 9 99 9. . ....an Nama Saluan l\e1ja beserta kvdenya) 0. . .. ... ... ... . 9 99.. 9 99..... . .. (Berisikan lokasi Satker !Jerada IJeserta kocle11ya) H a laman : PROG RAM/ I NDH<ATOR KINERJA UTAMA PROGRAM/ ALOf<ASI A N GGA RAf. . 999 9 .... .9 9 9 . . . .. . 9 99 Output 2 .. 9 99 9 .... ......id . . 9 99 9.. ... ...999 9 .. 9 99 .. SATUAN l�RJA (xxxx xx) (Berisi/r.... .. . ... ....... 999 9. BU N N a ma N IP . 999 9 . .999.. .. . .999.. . . (Belisikan urai8n Output Kegiatan) 99 sat. .. .. . . .999 Output 3 .. . .. 9 99 Output 3 . .. .9 9 9 .. . . .. 9. .. .t:>kJvV www.. ...jdih.999 ·9. nr xxxx Kegiatan 2 .sikan uraian Output l\egiatan) . . . . . .. . 2.. .999 999 lnclikator l<i e ia Kegiatan 1...... . . . . .9 9 9 .. . . .. 9. ... .. .

.Jama Unit KPA BUN beserta kodenya) C. .- xxx 1 l<orn ponen 2 .- . 99 9 . - .. .. x x I ?���!�I.999 999 9 ..9 . xxxx 1 l<egialan 1 . . ...999 . 9 99 ... .•ts1kan uraian komponen) ..... (berisikan wwan SubOutput) 9 999 .999...- 9 99 9 ....999 .. (Berisikan uraian nama Keg.- 9 999 . . .- DsL x xx x ..-9. . - ?:x x I SubOutput 2 .... 999 . .. 99 9 .. .. -g.. ... 999 T. 999 I 9 .. (Beristkan Propinsf Satker berada beserta kodenya} E. 9 9 9 .999 - ..999.. 9 99 .9 999 999 . ..- - J urn !ah l\omponen . - 9 99 9 .ODE VO LU ME At� Gl<A I N I SlATlF SU BOUTPUTI l<OM PON E N J U M LA H CP D I</ SA TUAN DA SAR BARU TP/ (1) (2) (3) I (4) I (5) (6) (7) (8 ) xxx . (Belisikan Jokasi Sal.�... . ...9 999 9 9 9 . .- g 9 9 9 . . ... .. ... (beris1kan uraian SubOutput) . . .. . (Berrsikan 1.kemenkeu. . .. ... 9.-999..999 . 999 . .... 999 9 999. ... -.-- ... . .999..- .--BJ REN CANA KERJA ANGGARAN BENDAHARA U M U l\11 N E GARA R I N C IAN BELANJA SATUAN l<ERJA TAH U N ANGGARAN 20XX A PPA BU N (xxx ) . (Be1tsikan uratan nama xx o Keg) 9 .-- g 999 ggg . .. (bei'isikan uraian komponen) 9 . .. - xx x lSubOutput 1 . . 9 99 .999 .- - xxx I l<om p o n en 1 .. } 9 9 sat . .:a!�·: !��1�1�����i�I�:�·! 99 sat I g 999... ....999....999 I .. . l<PA BU N (XX) . 99 9 999 . ..... f<A B U PATEN /l<OTA (xx} .- O st.... . . - 9. . (Berisikan uraia11 nama Program) I 9 ... ....999 999 Ost .. 9 999 . - .. (Benstkan Nomenl<fatur PPA BUN beserta kodenya:i B. . .999 .. 2. .57 - 1-..A 20XX PAG U Angka Dasar l nisiatif Baru J uml all RM Ri\'l P PN B P KPA B U N BLU PLN HON N ama PO N N IP H LN PB S TOTAL µ. .. .. . .9. .yv www.ker berada Desert. . .. xx I Output . .. .. 999..go.- - . . . . x x I P rogram.- .- - - - - - - . . 999.. 999.} 9 .. . SA TUAN l\E RJA (XXXXXX) (Ber!si/<an Nama Saluan Ke1]a beserta kodenya) D.. .2 (Be1tsikan uralan Output Keg.. . ...xx . . . ..-999-ggg - .999. x x xx .. 999 9 .. . 999 .999 dst. 99 9 . 2. . ... . -... . . PROPI N S I (x x ) . . .- .. 9 9 9 9 .999. . . 999 999 9 999 .. (U tama/Pendukung) . .id . . 999.- . .9.jdih.999 -. -g 999 9 9 9... 9 99 9 999 9 9 9 9 . 999 9 999 ggg 9 999.. .- .. . . . .a kodenya) Halam a n : ALOf<ASI AN GGARAN TA 20XX f\P/ P ROGRA M ! l<EGIATAN/ OUTPUT! S D! f<:Df !<.- 9 . g 999 999 9 . . 9 99 : : I f<egialan 2 . ... 9 99 I l ncli kator f<iner•a U tam a P rogram 1....999 9 . . 9 9 9 I 9 . ... . (ber!sikan urajan SubOutpul) 9.. . ... . .. . . 9 9 9 l n<Jikator f<ineria Keoiatan 1. .� !����1�-�1 �. (be. 99 9 .- 9 999 . - Xx x I SubOutput t . ...

... ... . 99 9 . 99 9 ..... ... 999.. .. .... .XX A PPA BUN (xxx) .999...:...N" ' "''"''. U nl. .. . 999 Uraia n afrun pendapatan 9.... ._.. 999 Uraia n a/. _.._.w.. 9 9 9 .. .. . (Berisikan uraian Na ma Kegia tanj g 9 9 9 ..N. . . ..999 Kegiatan 3 . 9 9 9 . 9 9 9 . . . ..-��..9 9 9 . .m pendapatan 9 ....] R EN CANA KERJA AN G GARAN BEN DAHARA U M U M N EGARA TARG ET PEN DAPATAN SATUAN l<ERJA TAH U N AN G GARAN 20....999 .999..____ .._ [. 999 9 .. . 999 ... 9 9 9 PERPAJAf<AN B....99 9 .9 9 9... f<PA B U N (xx) . .999.. 9 9 9 .. .N KPA B U N PNBP 1 .._..... ..jdih. 9 9 9 . .. ._ . .. . .. ..999 9.. 99 9 Uraia 11 akl... (Berisikan Pmpinsi Satker berada beserta kocfenya) E_ t<. (Berisikan uraian Na ma Kegiatan) 9 .. . Fungsi on al NIP PEMBIAYAAN p. ... .. 999 Ura ia 11 akl.. ..-•HHoN•.. . 9 9 9 .TUAN l....l\._.. ... ..999 9 . .. 9 9 9 9 .8!... (B erisika n fokasi Saff<er berada /Jese1fa Trodenya) Hal arnan : PROGRAM! f<EGIATAW TARGET KODE SUM BER PE N DAPATAN/ Al<UN PEN DAPATAN 20XX-1 20XX (1 ) (2) (3) (4) Prog ram.:. . .. 9 9 9. . .JPATEN/KOTA (xx) .. 9 9 9 ...m pendapatan 9. ... ......999... 999 P��BP 9 .. .... ... .. ..999. _ . . .... . ..58 - ·--._ . .go..._. 9 9 9 Uraia n al-0.__. 9 9 9 .bV www.999...999 9 ...... 999 PEMBIAYAAN 9. 999 Kegiatan 2 ... (Beris1kan Nomen!<JaturPPA BUN bese1ta kodenya) B. . .999 9 . �. . ..... ... .999 9 .Jm Marna 2 . ..999. 999 Um um 9 99 9 9 9 9 9 .UJN•--· HU ... 99 9 Uraian alwn pendapatan 9. .___ ...999 .. . 9 9 9 .. 9 9 9 .A 20XX H IBAH PERPAJAKA.999 9 .999. 9 9 9 ......m pendapatan 9 .. 9 9 9 ... . ..999 9 . ____ . (B erisikan uraian Na ma Kegiatan) B 99 9 . 9 9 9 .. ..1. .999 9 ...9 9 9 9..._ -... (Berisikan Na ma Saluan l<erja bese1ta kodenya) o_ PROPINSI (xx) ._.999 9. ._.999 H!BAH 9._NN••-Hff•<."' """"'I N •NH_ « .0... .kemenkeu.. ... 999 Fungsional 9.9 9 9 9 .. 999 Uraian akl.. .:.999 Dst . (Betiskan u raian nama Program) 9. 9 9 9 999 B .999 9 . ____. 99 9 Ke giata n 1 .999. .<ERJA (x xxxxx) ..999 9 ..��� .A 20XX-1 T._. TOTA L TARGET TARGET T.. . 999 Uraian akun pendapatan 9 99 9 9 9 9 9.. . .. ..-. . . .n pendapaian 9.. 9 9 9 . 99 9 ....id ... S._... .. . .9 9 9 9._ . .. ...... 999 Uraian akun pendapatan 9. (Berisikan Nama Unit l{PA BUN beserta fmdenya) C._.. . .... . ._�._. . .999. ..-� � :?.wr pendapatan 9. .. ... NM.....A. .. ... ...999 9 .... 999 Uraian aktm pen dapa ta n 9.

999.'99 9 9... .·. . . . . (Benstken Name Satuan f(erja iJes�uta l<odenya) 0. .999 9. 999. .JA PROGRAM/ i<EGIATAN/ TA TA TA TA TA l<ODE OU1PUT(V Ct -SAT) 20XX-1 20XX 20XX +1 20XX+2 2 0XX+3 (1 ) (2} (3} (4) (5) (6) (7) - Program (lJensif\an n\'lma Prog) 9 999. . .. • .. ..999 9 ..999. . -----·- · --. ��-����0 ) . _... .999 9.. 99 9 9 �99 999 9 .�99.n. . (Berisikan uraian nama l<egiatan) S.. 9 99 9. .999 9. .1tput Keg. !<ABUPATEN!f<OTA (xx) .999 9.. ..999 HtBAH 9.... . .· · · . ... . . .999 9.. . -----..:>!l����J1 . . .���-�!��� ) · · ·' �� �!��� ) Output 2 (8erisif<sn Or. ! �.999..... 99 9 9 . 1\PA BUN (xx) ._.. ...999 PN SP 9 9 99 999 9. 999. 9 9 satuan .59 - 18"AGi. . .999.. . . .�-·...999. � ��.. . 99 9 9 999. Output 3 (8eris1kan Or. L_'..991J.999.991). . . .._.999 ... �. ._A>Wffl•(<lo++·�. _. .. .. ......999.999 9. . ..999 .(���!��� )..tlt � y_o}��� ������ ��lf?!'!).�99 9 999. ._. 99 9 9 999..9 99.999.. J --·-· -----. DST I · · · " · •I · · · ·' f··· · · ··· ··""'1· 1---r · ·· · · · ·· ·•-l Kegiatan 2 (Berisikan n ama l<eg.) YoJ �� �����0 _ql_!tpyl) • • • • • • _ • • • • • _ • • • • ...) 9._. 20XX+3 A PPA BUN (XXX) {BeliStl('an Nomenklatur PPA 8UN besorta koden )>'<)) B.99HJ�<J 9 9. ._. . . 999 9 .. (Berisikan uraian n<ima Progmm} 9..999 999 Ost ... . 99 9 9.999 U._. SATUAN 1\ERJA (xxxxxx) . 998.999.999 !i..999. . _ _ · _ ..999. --. .999. · .999 99 9 ��. 999 9. ..�99. .999 9.999 1....... . ..999 . .) 9.A 20 X + 2____ _ ---· ·· .9 99' 999 9.. 999 9.. 999 . .999 . ' . 999 999 .. ..____ __. l. .f)99. .) Dst.· .jdih. 999.. ..-·· ········-- l<egiatan 2 ..u�!1.. .999. . (Berisikan fokasi Satf\er berada beserta kodenya) Halaman � L PHAKl f(AAN MAJU BELAN..1tput l<eg. (8erisiksn Propinsi Satker berada beserla kodenyJ. .999 9. .. ·-PAGU SATl<ER BELANJA TARCET PENDAPATAN KPA BUN ---· 1-------==� T.. .go. . ..w.�... 999 999 .. T.. . ... 99 9 9 999.999. ... __... .. .... 999 9. . IL PRAf<IRAAN MAJU TARGET PE NJ DAPATAN TA TA TA TA TA f<ODE PHOGRAM/ KEGfATAN! SLJM8ER PEN DAPATAN 20XX-1 20XX 20XX • 1 20XX+2 20XX+3 (1 ) (2) (3} (3) (4) (5) (6} Pmgrarn. .. 999._..· 1 ( Volume Satua n Output ) ( 99 satuan ) (9 · · · · · · ·· · · · · · · · · · · · .. .Yill 9 . ..999 9... ....999. l .. .. .. .99 9 9.. ..999 9.99 9 9..999 J<egiatan 1 (Bedsikan nama l<eg.. _nv«·��-··-··. .. · · · · · · · · · · ·· ( 99 satllan ) (.kemenkeu.. . 999.. . . . ..009 9. _ _ ___ R E N CANA KERJA ANGGARAN BEN DAHARA U M U M N EGARA PRAKIRAAN MAJU BELANJA DAN TARGET PEN OAPATAN SATUAN KERJA TAH U N ANGGARAN 20XX+ 1 .l!:o..990 9.-. 9 09.I E. ... . . .999 l<egiatan 1 .H99 9 . .\ ��i:a_r:.\'No.- rA wxx+:r � ·· ··· - · � www. PRCf>INSI (xx} . .: .(�� 1 Output 1 (Berisif<sn Or.H99 9... 999. . .. . . . 099 9 999.999. ..999 9. . .. .999 9.999 99 9 . 99 9 9. ._+m.9 99 999 9.. ... .id . .. . .. · .. _ . .>. (Beri�kan ursfan Na ma Ke-giatan) PEMBIAYAAN 9 .A 20X1<+ 1 1---·X .999.mw Uml l<PA BUN beserte kodenya) C.....�--· . .999 999 9.1tput' Keg.. . . . 999 9 . . .999.... . :>�!� �)jJ �t.999 9.. (8miSJl\an Nt. . · __ .999 {} 999. . . ____ ___________. .. ... .. 999 . . N IP T.A 20XX T A 20XX l�ama J.999 9. .) 9 999. 9 satuan ) . . . 999. . . .�� ���':t: J .999 . 2oxx-�2.999. . ..999 9..999 999 9. .I 9 ..9-�tY!l.) 9 9 99 . ..999. . .. ·)· ·(· 99 saluan ) ·· · .999 9 .999 2 Euogsiona.H____. . . . .999. ... . 00 9 9 999. • • • • • • • • • • • •(�� I . ..... ._______ .999... ..999 9.. 99 9 9 . . 999 PERPAJAl<AN 9..

.. ....999....999 9.999. ....999 9.999 9. .- xxx Komponen 1 .....999. .. .999.. (berisikan uraian SubOutput) .999 9......999.. .. . .- Ost ..999.999... (Berisikan uraian Komponen Keg..... . . ....999 PAGU T..999..999 9.. . .- Jumlah Komponen ... P PA B U N (xxx) . .. . ..999 ...999 9..... . ... ..999. .. - 9..999 9..999 9. .... .. ... (Berisikan Nama Satuan Kerja beserta kodenya) D. .999 9.999 9..... (Berisikan /okasi Satker berada beserta kodenya) Halaman : ALOKASI ANG GARAN TA 20XX I KP/ P RO G RAM/ KEG IATAN/ OUTPUT! SD/ KO/ KODE S U B OUTPUTI KOMPONE N/SUBKOMPONEN/ VOLUM E ANGKA I N I S IATI F J U MLAH CP DK/ AKUN BELANJN D ET I L BELANJA SATUAN DASAR BARU TP/ (1) ( 2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) ....kemenkeu..999 9........ ... ..999 I xxxx...999... .999.999.999 · . (Berisikan uraian nama Keg... (Berisikan uraian nama Keg..) 99 sat..999..999 9.. (berisikan uraian SubOutput) 9. 9..999 9.. ..... .999...999 9.... .. .999.. .....999... (Berisikan uraian nama Program) 9... ..999.. P RO P I N S I (xx) ...- Xxx SubOutput 1 ... .. ...999. .999 I 9.) 9...999 9..999...999.- Ost ...999 9.. ..999.... .999.... (berisikan uraian komponen) dst...- 9.999.999. . ....999.. .. ... ...999 - 9..999 9....999...999 dst ... . . . (Berisikan Nomenklatur PPA BUN beserta kodenya) B... SATUAN KERJA (xxxxxx) .. .. . .... .999.... ..... .. ..999 9.... 9....999 Uraian alwn belanja 9.. KPA B U N (xx) . . . .999 9. 2. . (berisikan uraian SubOutput) � .....999 9.999 ..60 - I LAM PIRAN m�3Hj KERTAS KERJA SATKER RI NC IAN BELANJA SATUAN KERJA TAHUN ANGGARAN 20XX A.. . . (Berisikan Nama Unit KPA BUN beserta kodenya) C...... .....999 ..999 9........ .999.. ..... ......999 Ost...999.999.... ...A 20XX Angka Dasar l nisiatif Baru Jumlah RM RMP PNBP BLU PLN H LN PON HLN PBS TOTAL A[YV' www... ...go.... .- xxx Sub Output 1 ...999....... ...999 9... 9 9 sat.. . .. xxxx I Kegiatan 2 . .....- xxx I Komponen 2 ... .... ... .999 9.... ...999......999 9.999.xx Output 2.999.(Berisikan uraian Output Keg. .. (berisikan uraian komponen) 9...xx Output 1 .999 - 9..999 .... ... ....999 . .999.999 I I l ndikator Kinerja Utama P rogram 1.....999....999 dst ..... ...999 9.999.. . ..:3_9_ 9. (Berisikan Propinsi Satker berada beserta kodenya) E.... ... ..999. .999. (Utama/Pendukung) 9.999. . .. .999 ... xxx. .....999 9... xxxx I Kegiatan 1 ...999.. .. ..... . .999 lndikator Kinerja Kegiatan 1.999 9.....999... .999.jdih....999 9..... .. -. ... - 9.999.xx I P rogram . .......... . .999 I 9... KABUPATEN/KOTA (xx ) .999...999.. I 9. xx I Subkomponen 2(berisikan uraiansubkomponen) 9.... ..999. .... .999 Detil belanja xxxxxx I Uraian akun belanja 9...- 9..- xxx I SubOutput 2 ...id .... 2.....999.... . .999 I xx Subkomponen 1 (berisikan uraiansublwmponen) xxxxxx Uraian akun belanja 9..xx.. . ... .999.999... . ..999 ...:3����·_:3...999. xxxx..999.) _ _ _ . .999 9.999 9.999.) 9.999 9. ..

(9) ( Output) A. . . . Kurun Waktu Pencapaian Keluaran ( 1 5) E. . . . . . Metode Pelaksanaan ( 1 3) 2. . . . . . . . . ( 1 8) Abv' www. . . Dasar Hukum ( 1 0) 2 . . . . . . . Latar Belakang 1 . ( 1 7) . . . . . . . . . . . . . . . . .kemenkeu. . . .go.jdih. . Tahapan dan Waktu Pelaksanaan ( 1 4) D . . . . . . . . . . . . .4 I KERANGKA ACUAN KERJA/ TERM OF REFERENCE KELUARAN (OUTP UT) KEGIATAN TA 20XX PPA BUN ( 1) KPA BUN ( 2) Program ( 3) Hasil ( Outcome) ( 4) Kegiatan ( 5) Indikator Kinerj a Kegiatan ( 6) Jenis Keluaran ( Output) ( 7) Volume Keluaran ( Output) ( 8) Satuan Ukur Keluaran . . . . Penerima Manfaat ( 1 2) C . . . . . . . . . Strategi Pencapaian Keluaran 1 . . . . . Biaya Yang Diperlukan ( 1 6) Penanggung j awab Unit Perencana . NIP . . .61 - I LAMPIRAN III . . . . . . . . . .id . Gambaran Umum ( 1 1 ) B . . . . . . . .

Aw www. RAB terlampir. (7) Diisi nama/ nomenklatur keluaran (output) secara spesifik. (4) Diisi dengan hasil (outcome) yang akan dicapai dalam Program. (6) Diisi uraian indikator kinerj a kegiatan.kemenkeu. (5) Diisi nama Kegiatan.id . . ( 1 6) Diisi dengan total anggaran yang dibutuhkan untuk pencapaian keluaran ( output) dan penjelasan bahwa rincian biaya sesuai dengan ( 1 7) Diisi dengan nama penanggung jawab unit perencana.jdih. (9) Diisi uraian mengenai satuan ukur yang digunakan dalam rangka pengukuran kuantitas keluaran (output) sesuai dengan karakteristiknya. ( 1 5) Diisi dengan kurun waktu pencapaian pelaksanaan . keluaran kegiatan. ( 1 8) Diisi dengan NIP penanggung jawab unit perencana. (2) Diisi nama unit selaku KPA BUN.62 - PETUNJUK PENGISIAN KERANGKA ACUAN KERJA/ TERM OF REFERENCE: No Uraian (1) Diisi nama unit selaku PPA BUN. (3) Diisi nama program.go. ( 1 1 ) Diisi gambaran umum mengenai keluaran (output) kegiatan clan volumenya yang akan dilaksanakan dan dicapai. ( 1 0) Diisi dengan dasar hukum tugas fungsi dan/ atau ketentuan yang terkait langsung dengan keluaran (output) kegiatan yang akan dilaksanakan. termasuk jadwal waktu (time table) pelaksanaan dan keterangan sifat komponen/ tahapan tersebut termasuk biaya utama atau biaya penunjang. ( 1 2) Diisi dengan penenma manfaat baik internal dan/ atau eksternal kementerian negara/ lembaga. (8) Diisi jumlah / banyaknya kuantitas keluaran (output) yang dihasilkan. ( 1 3) Diisi dengan cara pelaksanaan yang dapat berupa kontraktual atau ( 1 4) Diisi dengan komponen/ tahapan yang digunakan dalam pencapaian swakelola.

dst . . . . . .( 1) KPA BUN . . . .. . . . . . . . . . . . . x 99 999 99 9 . . . .go. . . . .. . . . . . . x 99 9 99 999 . . . .. .. .. . . . . . . . . .. . . .. . (S) . . . . . . . . . . . . . . 999. . . .. . Detil b elartj a 1 . . . . . . . x 99 sat. . . . . . . .. Detil belanja 1 . . . . . . . . . . .. .. . . x 99 sat . . . . . . .kemenkeu.. . . . . . . . . . . .id . . . x 99 s at . . . . . . .. dst . .. . ( 2. . . . . . . . . . (9) Keterangan : Jumlah total alokasi an ggaran keluaran (outpu � sama dengan jumlah keseluruhan al o kas i anggaran keluaran (output) yang dilaksanakan oleh seluruh satker� untuk kelu aran ( o-utpu� yang sama. . . . . . .99� A Sub komponen A . .. .. . 99� . . ( 7) Kocle Uraian Subkeluaran Volume J enis Komponen Rincian Perhitw1gan H arga Jumlah (Sub-Output)/ Komponen/ Subkeluaran Satuan '. . . . ..'Ji: Sub Output 1 99 . . . . . . . . . . . . .999 . . dst B Sub komponen B . . . . . . . . . . . 999. . . .63 - I LAMPIRAN III . .. . .Utama/ Pendukung) Jml Subkomponen/ cletil (Sub-Ouqntt) 1 2 3 4 5 6 7 X. . . . 99 sat . . . .999 . (8} NIP . . . .XX PPA BUN . .. 99� . x 99 9 99 999 . .. . . . . . ( 3) ' . . . .999 X\'X Komponen 1 ..'{. . .. . .99� A Sub komponen A . . Utama . . . . . 995". Utam a . Keluaran (Output) . . . . . 9 99 xx:l: Komponen 1 . . . .. . dst Penanggung jawab Unit Perencana . .jdih. . . . . . . . . .. . . x 99 sat. . . . . . 999.. . . . . . . . 999.999 . . . 999. . 99 sat. . . . . . ."'CTX.... . . .. . . Detil belanja 2 . ( 4) Volume . . . . . 999 . . . . . . . . . . .'Q{ Sub Output 2 99 . dst XXX. . . Abv www. Satuan Ukur . 99 sat . .. . . x 99 9 99 999 . . . .. . . . . . . . 99 sat. . .999 . . dst B Sub komponen B . . . . . . . .. . 999. . . 999.. . . Detil belanja 2 . . . 99� . .) . . . . . . . . ( 6) . . . Kegiatan . . . XX. . . .5 I RINCIAN ANGGARAN BELANJA KELUARAN (OUTPUT) KEGIATAN TA 2 0. . . . . . .. . . • . . . . . . . . . . . . . . . Alokasi Dana . XX. . · · · · · · · · · · · · · · · . . . . . . .

Diisi kode subkeluaran (sub . Kolom 4 Jenis Komponen Diisi utama atau pendukung. (8) Diisi dengan nama penanggung jawab unit perencana. DATA DALAM TABEL Kolom 1 Ko de komponen.go. (3) Diisi nama Kegiatan. (U tama/ Pendukung) Diisikan sebaris dengan uraian komponen. (7) Diisi dengan total anggaran yang dibutuhkan untuk pencapaian keluaran (output) .64 - PETUNJUK PENGISIAN RINCIAN ANGGARAN BELANJA No Uraian (1) Diisi nama PPA BUN .output) dan subkomponen bersifat opsional. (6) Diisi uraian mengenai satuan ukur yang digunakan dalam rangka pengukuran kuantitas keluaran (output) sesuai d. (Sub. Keterangan: (sub .Output) / Kolom 2 Uraian Subkeluaran Diisi uraian nama subkeluaran (sub-output) . (9) Diisi dengan NIP penanggung jawab unit perencana. Subkomponen/ detil Keterangan: subkeluaran (sub.output) yang dihasilkan . Kolom 3 Volume Subkeluaran Diisi jumlah / banyaknya kuantitas Diisikan sebaris dengan uraian subkeluanin (sub-output) . .kemenkeu. sub komponen. Komponen/ akun dan detil belanja.jdih. (5) Diisi jumlah / banyaknya kuantitas keluaran (output) yang dihasilkan . (4) Diisi nama/uraian mengenai identitas dari setiap keluaran ( output) secara spesifik.Output) subkeluaran (sub . (Sub .output) .id . (2) Diisi nama KPA BUN sebagai penanggung jawab / pelaksana Kegiatan. yang menyatakan bahwa komponen terse but sebagai komponen utama a tau komponen pendukung.output) harus sama dengan jumlah jumlah total volume-volume subkeluaran volume keluaran (output) . komponen. fh1/ www. sub komponen.engan karakteristiknya.

komponen.65 - Kolom 51 Rincian Perhitungan Diisi formula perhitungan satuan-satuan pendanaan.jdih.go. Keterangan: dalam hal biaya satuan ukur tidak terdapat dalam Standar Biaya Masukan dapat menggunakan data dukung lainnya yang dapat dipertanggungj awabkan. Keterangan: jumlah total alokasi anggaran sub­ subkeluaran (sub-sub. . Diisikan se baris dengan uraian detil Contoh: 2 org x 2 hari x 2 frekuensi jumlah perhitungan tesebut diisikan pada sub kolom 5 Uumlah) sebesar 8. Kolom 61 Harga Satuan Diisi nominal harga satuan yang berpedoman pada Standar Biaya Masukan .output) harus sama dengan jumlah total anggaran pada keluaran (output) . Diisikan sebaris dengan uraian detil belanj a. AW www. Kolom 71 Jumlah Diisi nominal hasil-hasil perhitungan pada tingkat detil belanja.output) . subkeluaran (sub.kemenkeu. sub komponen.id .

999 999 .999 .C)9j.999 9 9 .999 99.999.999. 9 99.999.999 99.999 99.999.999 xxx NAMAKPABUN 99. .999. p.999.999.999 99. 999. 999 . 999 999 .999 9 9 .999 99 . 9 99.999.999. .999 99.999 . .999.999 99.999.999 99.999 9 9 .999.999 .999.999.9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 999.999.999.999. .999 9 9 .999.999 999 xxx NAMA KPA BUN 99. 999.999. KPA BUN 99.999.99 9 999 99. 999.999 9 9 9.999.999.999 9 9 999.999. .999.999.999.999 .999 xxx N.999 999 9 9 999.999 99. 999 .999 9 9 .999 xxx NM1A KPA BUN 99.999 999 99.999 9 9 9 999 xxx N.999 X>iX N.999 999 9 9. 999. . .999 xxx NAMA l<PA BUf·J 9 9 . 999.AMA l<PA BUN 9 9 .999 xxx NAMA l<P. .999 .999.999.999.999.999.999 .999.999 999.999 999.>< NMlA KPABUN 99.999.AMA kPA BUN 99. .I.999.999. 999 9 9 . 9 9 9 .999. 999.999 9 9 . 999.999 .999 999 999 xxx NllMA k?A BUN 99. 999 99.999.999 9 9 9 9 9 .999 9 9 9 999 999 xxx N. 9 9 9 . 999 9 9 .999.999.999.999 999 9 9.999.999. 999. 999. 999. 999 99. 9 9 9. 999 9 9 . .A. 999 99. . 999 99 .999 99 .fyt/ www. .999.9 9 9 999 99.999.999.999 .999 . . 999 99 .999 XX"'< NAMA KPA BUN 99.999 99.999 .999 99.999..999 99 .999 999 99.999 99 . 999.999 . 999 99.999.999.999 99.999.999. BUM 9 9 . 999. 9 9 9 .999. 999 xxx NMvl/.999 9 9 .999. 9 9 9.999 99 .999. 999 99.999.go.999 99 .999 .999 xxx N.999 9 9 . 999.999 99.999. .999.999 9 9 . 9 9 9 .999.kemenkeu. . 999.999 99 .999.999.999. 999.999.999. 9 9 9 .AMA l<PA BUN 99 . 999.999.999.999 9 9. .999.999. 999.999. 9 9 9 .999 .999. 999.999 99 . 999 .999 .66 - I LAMPIRAN III-6 I l<EMEMTERlAN KEUANGAN REPU BLIK IN DON ESIA DIR EKfORAT JEN DERAL ANGGARAN DAFTAR RINCIAN PAGU ANGGARAN BENDAHARA UMUM N E GARA TAHUN ANGGARAN 20XX PPA BUN PROGRAM PAGU PROGRAM Alokasi anggaran terse but.999 9 9 999. 999.999 9 9 . . .9 9 9 . 999. .id .999 99.999. 999 999 .999 9 9 .999 99 .999 xxx NAMA KPA BUN 99.999. 999 . .999 999 999 xxx NAMAKPABUN 98.999.999.999. .999 999.999 99 . 999.999 D irektur Jenderal/ Kepala Baclan selaku Pemimpin PPA B UN NIP/ NRP .999 99.999.999 9 9 .999 .999.999 .999. 9 9 9 .999 .999. . 999.9 9 9 999 999 99.999.999 .999.999 9 9 999 9 9 9 9 9 9 999 Xl'.999. 999 99. .999.999 .999 9 9 .999.999.989 999 99. .999. 999 .jdih.999. 99 9 .99 9 999 xxx NAMA KPABUN 99.999.999 99.999 9 9 9 999 99.99 9 9 9 .999.AMA kPA BUN 9 9 . . 999.999. .AMA KPA BUN 9 9 599. 999.999.999 9 9 .999.999 99.999.999 . 9 9 9.999.9 9 9 . .999 99. 999.999 999 99.999 .999 .999.999 99. 999.999.999 9 9 999.999.999 . dirinci menurut lokasi sebagai berikut : (Ribuan Rupiah) KPA 6UN TOTPLPAGJJ SUMBER DANA JLMLNi RM P·JBP1au FDJ·l!PHU� 1 2 3 4 5 6 xxx NflMA l<PA BUN 99. 999.

RKA BUN. serta siap untuk diaudit sewaktu-waktu. dengan penjelasan sebagai berikut: 1 . . . . ADK RKA-K/ L DIPA. . . . . . disimpan oleh Satuan Kerj a dan Unit Eselon I . . . . . . . . dan pengesahan daftar isian pelaksanaan anggaran bendahara umum negara. . . . dengan ini dilampirkan dokumen penelaahan berupa: a. . . direviu Aparat Pengawasan Intern Pemerintah Kementerian Negara/ Lembaga (APIP K/ L) . . . . . .go. . . . . Direktur Jenderal/ Kepala Badan yang ditunjuk . . (6) * ) Coret yang tidak perlu AtN www. . . . Sebagai kelengkapan dokumen. KOP P PA BUN Nomor : S. . . . . . . . . . .jdih.7 I LOGO T p I IN E I ( l) �:::f ����: :':��:':":��:": :��: �":� �: : :��:": �t } S . dan c . . . . . . . .kemenkeu. . / KMK. . . RDP BUN telah disusun sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara perencanaan. 2 . . . . . (4) . . . . .67 - I LAMPIRAN III. atas kerja samanya diucapkan terima kasih . . Daftar Rincian Pagu Anggaran BUN. . . . RDP BUN beserta dokumen-dokumen yang dipersyaratkan telah disusun dengan lengkap dan benar. . . . . . . . 0 2 / 20xx tentang Pagu Anggaran Bendahara Umum Negara. dan penetapan alokasi anggaran bagian anggaran bendahara umum negara. . Demikian kami sampaikan. . b . . . . I / 2 0XX (tanggal-bulan) 20XX Sifat : Segera Lampiran : Satu Berkas Hal : Usulan Rencana Dana Pengeluaran Bendahara Umum Negara Y th Direktur J enderal Anggaran di Jakarta Sehubungan dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor ini disampaikan Rencana Dana Pengeluaran/ Alokasi Anggaran/ Pagu APBN-P ) . . .id . (5) NIP / NRP . . . . dengan * Bendahara Umum Negara (RDP BUN) Bagian Anggaran . . . penelaahan.

id .b. (3 ) Diisi alamat PPA BUN. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.jdih.go.68 - PETUNJUK PENGISIAN SURAT USULAN RDP BUN NO. /�I/ www. (5) Diisi nama Direktur Jenderal/ Kepala Badan selaku Pemimpin PPA BUN di lingkungan Kementerian Keuangan. (2) Diisi PPA BUN pengusul RKA BUN.kemenkeu. (6) Diisi NIP / NRP Direktur Je !lderal/ Kepala Badan selaku Pemimpin PPA BUN di lingkungan Kementerian Keuangan . . URAIAN (1) Diisi logo Kernen terian Keuangan RI . SRI MULYANI INDRAWATI Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum u. ttd. (4) Diisi nomenklatur BA BUN .

Dalam rangka meningkatkan transparansi dan memudahkan pemberian penjelasan kepada publik. dan program yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Anggaran atau pej abat yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Anggaran. Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-K/ L) yang telah disetujui oleh DPR dan ditetapkan dalam Peraturan Presiden mengenai rincian anggaran pendapatan dan belanj a negara. 02 / 20 1 5 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN. PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. DHP RDP BUN dan disahkan oleh Menteri Keuangan . dan catatan.jdih. atau 2. DIPA BUN merupakan DIPA per Satker BA BUN yang dicetak secara otomatis melalui sistem.kemenkeu. 02/2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 23 1 / PMK. DAN PENETAPAN ALOKASI ANGGARAN BAGIAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA. berisikan mengenai informasi kinerj a. fungsi. pelaksanaan APBN pada suatu tahun anggaran dimulai dengan penyusunan dan pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran. .go. DAN PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA PETUNJUK PENYUSUNAN DAN PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BENDAHARA UMUM NEGARA A.id . yang berfungsi sebagai dasar dalam pelaksanaan kegiatan satker. Dokumen pelaksanaan anggaran yang selanjutnya disebut sebagai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) merupakan dokumen yang disusun oleh KPA berdasarkan: 1 . DIPA BUN memuat alokasi anggaran menurut unit organisasi.69 - LAMPIRAN IV PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9/PMK . PENELAAHAN. rincian pengeluaran. dalam Undang-Undang mengenai APBN Tahun Anggaran 20 1 7 dilakukan perubahan struktur penyajian dan Abv' www. rencana penarikan_ dana dan perkiraan penerimaan.

� www. TATA CARA PENYUSUNAN DIPA BUN 1. dalam struktur penyajian sesuai dengan Undang-Unclang mengenai APBN Tahun Anggaran 20 1 7. dan dapat dilakukan konversi untuk keperluan penyajian kepacla publik. Perubahan struktur penyajian clan rincian BA BUN tersebut ticlak serta merta diikuti dengan perubahan rincian DIPA BUN . 02) . Namun. 0 1 ) DIPA ini memuat rencana kerja clan nncian penggunaan anggaran untuk keperluan pengelolaan utang pemerintah yang alokasi anggarannya bersumber clari Pengelolaan Utang Pemerintah (BA 999 .jdih. 0 1 ) . (BA 999 . clan Pembiayaan Anggaran. DIPA BUN memuat rincian penggunaan anggaran yang bersumber clari BA BUN yang dikelola Menteri Keuangan selaku PA BUN (BA 999) yang terdiri atas: a.kemenkeu. . kewajiban pemerintah tetap menjacli bagian clari Pengelolaan Investasi Pemerintah. dalam DIPA BUN. Pengelolaan U tang Pemerintah (BA 999 .go.id . pembayaran bunga utang dan pengeluaran cicilan pokok utang) clan pelaksanaannya harus dapat dipertanggungj awabkan. Pagu clalam DIPA BUN merupakan batas pengeluaran tertinggi yang tidak boleh dilampaui (kecuali untuk pembayaran investasi pada organisasi / lem baga keuangan in ternasional / badan us aha internasional yang cliakibatkan oleh selisih kurs. Pengertian DIPA BUN DIPA BUN adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang clisusun oleh KPA BUN clan berlaku untuk 1 (satu) tahun anggaran. 02) DIPA yang memuat rencana kerj a dan nncian penggunaan anggaran untuk keperluan pengelolaan hibah pemerintah yang alokasi anggarannya bersumber dari Pengelolaan Hi bah . kewajiban pemerintah menj adi subitem sendiri dalam Pembiayaan Anggaran. B.70 - rincian BA BUN. Sebagai contoh. Pengelolaan Hibah (BA 999 . terpisah clari Pengelolaan Investasi Pemerintah (lihat struktur penyajian clan rincian Pembiayaan Angaran pada Lampiran I Peraturan Menteri ini) . b. khusus untuk Transfer ke Daerah clan Dana Desa.

3) Pinjaman kepada Lembaga. Dana Otonomi Khusus. 4) Investasi Kepacla Organisasi/ Lembaga Keuangan In ternasional (LKI) / Baclan U saha In ternasional.id . DIPA yang memuat rencana kerja dan rincian penggunaan anggaran untuk keperluan pembiayaan Investasi Pemerintah yang alokasi anggarannya bersumber clari Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999. dan 4) Pinjaman kepacla baclan lainnya. 04) DIPA yang memuat rencana kerja clan nncian penggunaan anggaran untuk keperluan .jdih. DIPA Investasi Pemerintah tercliri atas DIPA untuk: 1) Investasi Kepada BUMN. cl . 04) . 5) Kewajiban Penjaminan. 2) Investasi Kepacla Lembaga/ Baclan Lainnya. 03) . Pengelolaan Pemberian Pinjaman (BA 999 . 03) . 2) Pinjaman kepacla BUMN.71 - c. 05) . clan Dana p. Pemberian Pinjaman tercliri atas: 1) Pinjaman kepacla Pemerintah Daerah. Pengelolaan Belanj a Transfer ke Daerah clan Dana Desa (BA 999 . e. d) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) . DIPA Transfer ke Daerah dan Dana Desa adalah DIPA yang memuat rencana kerja clan rincian penggunaan Dana Perimbangan. pembiayaan Pemberian Pinjaman baik dalam negeri maupun luar negeri. Dana Insentif Daerah. 3) Investasi Kepacla BLU. Pengelolaan Investasi Pemerintah (BA 999 .kemenkeu.iYt/ www. b) Penugasan Penyecliaan Pembiayaan Infrastruktur Daerah Kepacla BUMN. yang bersumber dari Pengelolaan Pemberian Pinjaman (BA 999 . . a) Dana Bergulir.go. b) Dana Pengembangan Penclidikan Nasional (DPPN) . c) Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) . Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. a) Penugasan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional.

72 - Desa yang diserahkan kepada Daerah bersumber dari Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (BA 999. a) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 2 1 . 2) Sumber Daya Alam. dan e) Panas Bumi.jdih. Dana Transfer Umum a. . d) Perikanan. 05) . a) Minyak Bumi dan Gas Bumi. b.id . c) Kehutanan. b. DIPA Transfer ke Daerah dan Dana Desa. Dana Transfer Khusus a. 2) DAK Penugasan. dan c) Cukai Hasil Tembakau (CHT) . b) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) . 2) Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak U sia Dini (BOP PAUD) . 3) Dana Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah. Dana Perimbangan 1. b) Mineral dan Batu Bara. Pasal 25. Transfer ke Daerah A. Dana Alokasi Khusus Fisik 1) DAK Reguler. � www. Dana Bagi Hasil 1) Pajak. dan Pasal 29 Wajib Paj ak Orang Pribadi Dalam Negeri.go. terdiri atas: I. Dana Alokasi Umum (DAU) . Dana Alokasi Khusus Nonfisik 1) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) . 4) Dana Tambahan Penghasilan Guru PNS Daerah. 2.kemenkeu. dan 3) DAK Afirmasi.

08) . Dana Insentif Daerah C. Dana Desa. b. g. 07) dan Pengelolaan Belanj a Lainnya (BA 999 . 08) DIPA Subsidi dan Pengelolaan Belanja Lainnya adalah DIPA yang memuat rincian penggunaan anggaran untuk alokasi anggaran yang bersumber dari Pengelolaan Belanj a Subsidi (BA 999. 07) dan Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999 . Dana Otonomi Khusus a. Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.jdih.go. Pengelolaan Belanja Subsidi (BA 999. Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. f. c. Pengelolaan Transaksi Khusus (BA 999 . II . 08) . 07) DIPA Subsidi dan Pengelolaan Belanja Lainnya adalah DIPA yang memuat rincian penggunaan anggaran untuk alokasi anggaran yang bersumber dari Pengelolaan Belanja Subsidi (BA 999 .73 - 5) Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) . 99) . 99) adalah DIPA yang memuat rincian penggunaan anggaran untuk alokasi anggaran yang bersumber dari Pengelolaan Transaksi Khusus (BA 999 . Dana Tambahan Infrastruktur dalam rangka Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. � www. h. Pengelolaan Belanja Lainnya (BA 999. U saha Kecil dan Menengah (PK2 UKM) .id . 7) Tunjangan Khusus Guru PNS Daerah di Daerah Khusus. Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh. B.kemenkeu. Dana Otonomi Khusus dan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta 1. 99) DIPA Pengelolaan Transaksi Khusus (999. . dan 8) Dana Pelayanan Administrasi Kependudukan. 2. 6) Dana Peningkatan Kapasitas Koperasi.

go.kemenkeu. dan Bagian Anggaran BUN . . dalam rangka pemenuhan kewajiban pemerintah pusat dan transfer ke daerah yang pengelolaannya dikuasakan oleh Presiden kepada Menteri Keuangan. DHP RDP BUN yang telah ditelaah dan ditetapkan oleh Direktur Anggaran Bidang Politik. RDP BUN merupakan rencana kerja dan anggaran Bagian Anggaran BUN yang memuat rincian kebutuhan dana. b. Lembar Surat Pengesahan DIPA BUN (SP DIPA BUN) . dan e. d. Halaman III memuat Rencana Penarikan Dana dan Perkiraan Penerimaan. Struktur Dokumen DIPA BUN DIPA BUN terdiri atas : a.id . Penyusunan DIPA BUN oleh KPA BUN Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun DIPA BUN antara lain sebagai berikut: � www. RDP BUN dimaksud telah disepakati pada saat penelaahan dengan Direktorat Jenderal Anggaran dan alokasinya telah disetujui dalam APBN/ APBN-Perubahan oleh DPR.74 - 2. dan 2) Halaman II B mengenai Rincian Penerimaan. baik yang berbentuk anggaran belanja maupun pembiayaan. Halaman I V memuat Catatan. Dasar Penyusunan DIPA BUN a. 4. Klasifikasi Anggaran dan Bagan Akun Standar Penyusunan DIPA harus memperhatikan kaidah dalam klasifikasi anggaran dan bagan akun standar untuk memastikan pengelompokan anggaran belanja dan kodefikasinya telah sesuai dituangkan dalam DIPA BUN. Halaman II memuat Rincian Pengeluaran dan Rincian Penerimaan yang terdiri atas : 1 ) Halaman II A mengenai Rincian Pengeluaran. Halaman I memuat Informasi Kinerja dan Sumber Dana yang terdiri atas : 1 ) Halaman I A mengenai Informasi Kinerja. c. Hukum.jdih. 3. dan 2) Halaman I B mengenai Sumber Dana. b. Pertahanan dan Keamanan.

kemenkeu.jdih.go. Setelah DIPA BUN diterima dari PPA BUN. d. b. Halaman II.q Direktur Jenderal Anggaran untuk mendapatkan pengesahan sesuai dengan jadwal validasi yang telah ditetapkan. Pemimpin PPA BUN meneliti kebenaran substansi DIPA BUN yang disusun oleh KPA BUN berdasarkan DHP RDP BUN dan menandatangani Halaman I. dan Halaman IV DIPA BUN berdasarkan DHP RDP BUN yang telah ditetapkan. Direktur Jenderal Anggaran menyusun jadwal validasi DIPA BUN dan disampaikan kepada masing-masing PPA BUN. Penyampaian DIPA BUN a. 2.id . dan Halaman IV DIPA BUN. Proses Pengesahan DIPA a. Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan mengesahkan DIPA BUN tersebut melalui penandatanganan pada Surat Pengesahan DIPA BUN (SP DIPA � BUN) . TATA CARA PENGESAHAN DIPA BUN 1. Halaman III. c. KPA BUN menyusun Halaman I. Halaman II . Setelah dilakukan validasi atas DIPA BUN yang telah ditandatangani PPA. e. Direktorat Jenderal Anggaran melakukan proses validasi dan pengesahan DIPA BUN sesuai dengan prosedur sebagaimana proses yang dilakukan untuk DIPA Induk kementerian negaraf1embaga. .75 - a. PPA BUN menyampaikan DIPA BUN yang telah ditandatangani kepada Menteri Keuangan c. Berdasarkan pemberitahuan dari Menteri Keuangan. Pengisian informasi substansi dalam DIPA BUN sesuai dengan format dan tata cara pengisian DIPA BUN . DIPA BUN yang telah ditandatangani oleh pemimpin PPA BUN disampaikan kepada Direktur Jenderal Anggaran. www. DIPA BUN dicetak secara otomatis melalui sistem dan dilengkapi dengan kode pengaman berupa digital stamp. Menteri Keuangan memberitahukan kepada PPA BUN untuk menyampaikan DIPA BUN yang disusun oleh KPA BUN kepada Direktur Jenderal Anggaran setelah ditetapkannya DHP RDP BUN. C. b. c. b. Halaman III.

Pertahanan dan Keamanan. didistribusikan atau dikirimkan oleh Direktorat Jenderal Anggaran kepada KPPN dan KPA paling lambat 2 (dua) minggu setelah disahkan.76 - c. · D. b. FORMAT DIPA BUN DAN TATA CARA PENGISIAN DIPA BUN . DIPA BUN yang telah disahkan oleh Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan.go. 2) PPA BUN. Direktur Anggaran Bidang Politik.xaJ www. 5) Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Hukum. 1 0) Direktur Pelaksanaan Anggaran. 3) Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara pembayar.jdih.kemenkeu. Tanggal Pengesahan DIPA untuk penetapan SP DIPA B U N oleh Direktur Jenderal Anggaran atas nama Menteri Keuangan sesuai tanggal penetapan SP DIPA BUN yakni sebelum tahun anggaran dimulai dan/ atau pada tahun anggaran berjalan . q . 4) Direktur J enderal Anggaran c. 9) Direktur Jenderal Perbendaharaan. Dlrektorat Jenderal Perbendaharaan. . Penggandaan dan pendistribusian DIPA BUN a.id . dan Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara. dan 1 1) Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. DIPA BUN yang telah dicetak. 7) Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. 6) Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan. 3. Penyampaian DIPA BUN untuk butir 1) sampai dengan 4) berupa hardcopy) sedangkan untuk butir 5) sampai dengan 1 1) berupa softcopy (CD) . Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 8) Gubernur. selanjutnya digandakan dan disampaikan kepada: 1) KPA BUN.

'::.u adalah cia:a ·"r·a�..t : } Koce Can �-�ama· rung.oata � �a r.an 3 1.·ara �. b b. ta::ggad 1.·'=·· �·i�?..9&9.'<Xxxx:.geg.999'. ?rc-v :r.x.sanaan �e�. "-+..xx.jarna.c�na Penar:kan Da!'1a da:'1 Perk:ra:::..i'l (D.mE.:Hibit..9 ('..H�bah L.. Da�am hal re.euang:an D irel�tur J e n •::!eral An g g a ra n .£9'& "..:.ase· R¥".dQn penc.'< OC'<.R o�:.::: ?ene:nmoan .·:::< 1 XK'<."<.. : D IP.::<G-.Y..?.m-a :i a �..h a raa:: r+e. . 9S<S...a r..d/2.µ &9-£-.h ?..HtC. <.j.':'!x..xx:'<.gguna..:g. C)eze!'!'°6t.'<..-->.'-<:.!r 2. j KoCe �en �i.i R:J.A.tu.� SUN ter:=antw:n d.�NGGARP.'(.. 1"e:iraf?g A. &9-%.X ·::X>O<.:1 ur-o. .. �99.'i..C': <:<:<:<. ".'C- . X.:X. :i99.�...:. PE�NYAT. 9.A.3i dan Sub :=wng::�J : :<X :.:::xxx.(..r..""�'(.N 20XX (1 a i N Gf.'(X.H!ban Da�an: !'.-:::'.S. g Saras •:xx.eb-aga1 ber!�f. D?.XX X • .20� .x-..a.:.s."-"O�:.XK'C X '(.s�a.:.GAP�. · Sc9'9.Y..:xx.XX:X: . '(. e-s--& . xx:x. 2X:.:.0...atis me-:a:ut sL5-tem y :a f'! g o��er. 7.!.'-.:.H iO.'<.'<.:1:ar:. xx:.:J.. f.-'<.N G GAR.X·(>.x :::..! ..?tr.n.-C<:-C'(....:s-s :"22 .tH'tg R.r r-ie�:er! R�.•.:\ 3Ut'� ber70r:gs1 sebaga1 da�ar peial--".KUKAN MEL�LU�: 1 ..?injama.._:.n. 1 6'.ewang��-: .i eg:e?"i Langson.. '()O(.:•: .2.: % -d . .E.JOCYX'<} .. .'(.9&9.<Jn 1103."-'·:> .A -K.S-SS< ".... :..�SCL� :'.X.s·s-s "7.� van:.a: ( X:<:><j X:>C'<."?:� can Ctt:ar.. S<S-9 ..gzr: rnak::... SP DI P.'( � ::-::xx...�a-�A (:.'<.aa. .. 1 Tahun 2:CC4 !a:r. 9S8.:..2. S.p-.mcr .S-& �..·� H.99'8 �.?�r:jan:a� c � :am �-Je-ger-i R.-(X:. SS-&.:..:::-c::-:xxxxx:xx:-:xxxx . .r x:x% :"..X'O<.�. .=ta. Prc·gr3�: da:::.N W·ffUK: 1 .ian.� DI?'. 9'99.a.� . XXX ::.Y .:..KS.X.2C0.: 1 ::. Ke-f..ul PMS � ( HH Se::·e:3a� ��.c.S-S�..�xxx.atan Se�ke..>:} (3:2 � Rµ . .X..·. .s.tL-DL::JA Kcrr:er.alzm i�aian'!ar.·C-\:XXXXXXXY�XX'"::':-t· } ( 1 ·I s unmk !\:eg(a�a�--k.eg s-ss-.-�.&5'9 :·L.m .:<:>Z:x ( 1 b ) A.j R.� .:rne�""?terl2:r: !""'�war�.A�·tG.>.xxxxx>::Y�:-c.S<S9.tEf:(..d�g::ta: . S-S·s-.: <.R.. DIPA 5UN be:-�a..ddd::ld.i..� H Ll KUM: 1. 17 7ahc.)()(.er� R..4.S9.S-SE-.FEH·t T� Z"'�"-K [.S xxxx XXY . IA.ar �H::g:er� R.:::-:xxxxx:-�:.'C.Y.!·��r: �.&S'& 9-9..AT P E N GES�.NAAN A..Fer.'(.a oe:ia�.rSP Rµ .sse..99'9 S-85.A S �.N MiGG. 2. :.:.:x. KP.S-S9. pe!"ser.-'".Y._:<:<! XX:.s 6UJ .X ('1 -' > �-D S-9-S.: :!·C-C<XXXXXXX .>C-<)< laht:n AAX"'A tef!'i:3!'1g: APSN 7� X"AX::.a:arn Ne--g �':""i R.o:e pe� g:a ms !":. N ALO�. ce:up. D!P.g Pe�t-: :: � �.XX".. l s ntsri l<.S-SS.XX'<X:-. "C�X�-(>C'(X. r.0g-U!'1Ca�� !·io.a:r.apat ::ierbe. 4.c.Y.. SS-S t" 1 E.�.SS--& '72�.·:ata:r.s. 99'S.h D a !an: Ns!:erl R.: '· ·1 5.X:X.ama Satke:"' (:.:x:.vc-<.id .X (3� � f\fYt/ www.S. 3esaran P·er.��aY.c>(.'.S:g..:xxxxxx:-:.f" Ne. tie/H. SE. . ?$8'. � S..r: 3a.UU Ne. :: g R.:::.HAl'J DAFT-".�.!'�: s·yr.f! g i<e-t•anga. ¥.C·.'G'<:<XXX'C-.�· <<X ( ·1 2 \ xx.2 rcma. S<S-8. seba:.r:gs:.'i... '< Tentar: g: Pen.'<XX.:aba.go.t £ 2 :.G�r.. UU No.'C-.l!:.::zs� ..'<.R�N S U R.c.anz Jende. 995-.S-Sf. .SS ..'<: t<=1 � �c.X:�... '(.n lu.S-S9..rd. S>99.._erl La.8': b.n Nega..IOR ·.:::.'C-<:-.Y X Xx.S-SG. a.�9'& i t S'} .an ke9aGa oe:n�ui�9..95'& :: 1 ·:.R !S L�.:·.a:. Re. l�n D JS.p.S.. &S&. 9'·S8.PH3.1 � . S. Unca.""<..e:iah3p) (8) de�ga.:>::XY .::. Kemef?i=enan l'<tegara/ Lemoa:.o(XXX. SUN.t.a: e!"'1�tas pe�.X:..x...��-L�-�.-.u..p:�<Y. Rp.: Re ..an laoora:: p�r:ra:r:ggur:g.fSS- '-· su. 5tS9'.Jc C. 3e-:-ja:ar: Rp.<G-.·27'.3.S� .jdih. sasH Pas R.�.JX<>GC-< t � j.ran dat:a/per-:gesahar"? b�..XX">:Xx.9S:S.AL DARt 1 RJ.uar t.�... Pir.base RKA-K/f. c..-. 83'&.9'9 .!ar.EGARA T.:ingar'! k..ta5e pe:.�...r. 3 U � i d�ceta·:-:: ·�ecar-a crnf?.kre'tans Ut:2..•:x:-<.gKapl Ce!"!gan i<:o.....'C'G'G·.wtr:¥a d�samoaik.e/Kw... PE�iC.S-S..'CC·: .._.9£-9 (33 / 2..'<X.Fer.�ma. varlg be. ""\.>('C'<: :·.p..."t.�.ibaM Lar: g...::x)()(X>: XXX :: <Y.( f34: a.sent:ase A m:::.:X:-C<.SS-S t:.kt.H K.S. Uni! Org:� !i .N P EL.5'SS<.kemenkeu.:J T:.��il��-ti����-'�.3.�J".Jaka1ta..}�!c-a� Q.'C•:'-'.a�'.:3··1 ' o�:A:. ..X .aoora!. .77 - LEMEAR SURAT PENGESAHAN DIPA BENDAHARA UMUM NEGARA (SP-DIPA BUN) · ® �!��..X><. oe..g t.. xx .U NC:s'!�c::.a:i�Jl':.� ... !<P A 3LN ·Na:J�b !�er:y�p-3:�.J koordu"1aror peny�sun.ma/Sekret3r!s 3adan/Pejab:3"t '/ang diteta:ckar.:Rµ·:t'·i G.'. �.SS-9.�S9. J�n�an 2XXX samoai den:.:IN B El'J DAHP-.w ::1 : S :_L. �..'te.. &s-·&.•pla.HUN .:as t.-al/Sc..:.eoada Sekr�:..ra 2. . UU Mo.a� Saica A.�.0o '<. S-99.: C. . E.Caarl d:::ta antara D!F'jA BL1l"� dengan ct:.!.i1 Lu.n ?O-P� E: U t-i.XX x:>::x.3J 3.5t .. l o�eh p e m:mp:.g�Llng �t'i3? �ebesa.'(.5'S-S.2. .:(X.=:sa 5e�dahcra Un:wrn Negara.jrn dafa:m halam�n r!I DIPA 5Ur'� d:st seswa: de::gar: ref1G:!:n. .xYv'<.g: St!r:dahct·a Umum Ne:t. .2e..:. Tat?un ZX'<.z. -DI?A i<. ?:t.n penge!olc::an Sf!i. r:ac:.��! K=:7EN:7Ll . SSS.) .i Seja�.h LU ..( ::f.J·!A GL�. 99E.•&9. 'C-(.-.n PPA S�r� :3-.egtatan s..K.::x:<. (5.ang te:--::ar"? !::"...t.a.·.:::· ( ( 7� Sta.rdaaat chda�ar:1 cla:::a.&S-"Si '£24} .. : >'X'<..8.����'. UMUM l'.r.a.a�aa� kegiata:i.:.an laoorar� ke:t.R.

[7] I Berisikan kode Satker diikuti dengan uraian nama Satker. Tata Cara Pengisian Lembar Surat Pengesahan DIPA BUN (SP DIPA BUN) Halaman ini berisi informasi mengenai hal-hal yang disahkan dari DIPA BUN.kemenkeu.78 - a. [3] Berisikan Undang-Undang tentang Perubahan atas [4] I Berisikan kode Kementerian Negara/ Lembaga diikuti dengan uraian nama Kementerian Negara/ Lembaga. I Organisasi.go. [2] I Berisikan Undang-Undang mengenai APBN. [5] Berisikan kode Unit Organisasi diikuti dengan uraian Unit [6] I Berisikan kode lokasi provinsi diikuti dengan uraian provinsi.id . I Undang-Undang mengenai APBN. I Berisikan [8] status Satker BLU "Penuh atau Bertahap" sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penetapan Satker BLU (khusus untuk Satker BLU) . Lembar SP DIPA BUN berisikan hal-hal sebagai berikut: [ 1 a] I Berisikan Tahun Anggaran. I Keterangan: Persentase ambang batas adalah besaran persentase realisasi belanj a yang diperkenankan melampaui anggaran dalam DIPA -Nrv' www.jdih. . [ 1 0] Berisikan besaran persentase ambang batas. I dapat [9] Berisikan persentase penggunaan langsung PNBP BLU yang digunakan langsung sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penetapan Satker yang menerapkan PK BLU (hanya berisikan jika status Satker BLU adalah BLU Bertahap) . [ l b] I Berisikan nomor SP DIPA BUN dengan ketentuan sebagai berikut: aaa Kode Kementerian Negara/ Lembaga bb Kode Unit Organisasi c Kode Kewenangan dddddd Kode Satker 2XXX Tahun Anggaran .

[ 1 5] I Berisikan kode kegiatan diikuti dengan uraian kegiatan. [27] Berisikan jumlah total pagu Hibah Langsung. [ 1 7] I Berisikan jumlah pagu Rupiah Murni (RM) . [ 1 8] Berisikan jumlah total pagu Penerimaan Negara Bukan Paj ak [ 1 9] I Berisikan jumlah pagu PNBP TA Berj alan. . [26] Berisikan jumlah pagu Hibah Dalam Negeri. [23] Berisikan jumlah pagu Hibah Luar Negeri. [20] Berisikan jumlah pagu penerimaan yang berasal dari [2 1 ] I Berisikan jumlah total pagu Pinjaman/ Hibah Luar Negeri .kemenkeu. I [ 1 4] Berisikan kode Kementerian Negara/ Lembaga. [25] Berisikan jumlah pagu Pinjaman Dalam Negeri.jdih. [22] Berisikan jumlah pagu Pinjaman Luar Negeri. I (PNBP) .Persentase ambang batas hanya untuk Satker BLU berstatus penuh . Unit Organisasi dan program diikuti dengan uraian program.go. I penggunaan Saldo Awal BLU (khusus untuk Satker BLU) .id . [ 1 3] I Berisikan kode sub fungsi diikuti dengan uraian sub fungsi. � www. [ 1 6] I Berisikan jumlah pagu untuk program dan kegiatan.Ambang batas dihitung tanpa memperhitungkan surplus tahun anggaran lalu. .79 - BLU sesuai ketentuan. [ 1 2] J Berisikan kode fungsi diikuti dengan uraian fungsi. [ 1 1 ] I Berisikan jumlah pagu keseluruhan DIPA dengan angka dan huruf. [24] Berisikan jumlah total pagu Pinjaman/ Hibah Dalam Negeri. Khusus untuk DIPA Penerimaan Hibah berisikan jumlah perkiraan penerimaan sebagaimana tercantum dalam halaman III DIPA BUN. .

[35] I Berisikan nama penanda tangan SP DIPA BUN. [29] I Berisikan jurrilah pagu Hibah Dalam Negeri Langsung.jdih.kemenkeu. AW www. [34] I Berisikan tempat dan tanggal penandatanganan SP DIPA BUN . . [33] I Berisikan jumlah uang untuk KPPN terkait. [36] I Berisikan NIP penanda tangan SP DIPA BUN .80 - [28] I Berisikan jumlah pagu Hibah Luar Negeri Langsung. [32] I Berisikan kode KPPN . [30] I Berisikan jumlah pagu SBSN. [37] I Digital Stamp.id .go. [3 1 ] I Berisikan nama KPPN.

·.....i�x�._�:x..srs..:.x..x:..r:..c.<)(.. .·tc�. .:oc·<.: )i.:.1..:-::::x : .:ig rS:·m Y... 2 1 ': xx..\\:.�.:+'XX.)c�..:.:.:x::.:xx.. gss .xx.::.x:.:::i.:xxx .:.:·� (..-�x. 9£::_g:_ g.':>j::x.�._:.9S9S<.:.:..:"=..-c K.x..:-<XXX. :�.::� o/o (·1 ·1 ) =Cari ? N B � 4. �XX X.:•:..� � www. ..:<..:.. ' ·cx.·::� ..>... � ��.g:£..:an 1. x � � xx.(..)V'c�xxxxx (L'S·) S·f"g.'(xx:(..c ..:. .i...'\:X>Y .�xx.-a:�tr K:!�.��v....-: .�:xxxxx.. £.::..xx:�...:x.lk.gg:.. : 1�.X.:�.i X..x:.\:XX?�:x:..xx ( 1 4) 1 .:-..x�'(X:Y.x:�:? XXX'XX�'(_..:..p�t) {_ 1 .{."(...�.x.xxx.:.:i<:r::x:.:•:.�..:x:..<xx.:..:.)< ( 22:1 xx..'(:.:..xx:<::1.r: s:sn �s.:xx:.:oc.�·x.:..T.'999..::>:x:<:xxx).: :. 9s-e = .:.<..· O: ·(XX) X)( (XX (3":i 2:e: n.:x.t�X I KU F·rogra.�. Se-5..:xxx�'x"�:xY-.HARP.x:.:.<::.:.9_·9:.:.:�:.XXX)' .d �:>�x.:·� >:X-t .:><.�.!�. l n:fc:r-. ..:..) U n� Org&r:..XX'.an. ..:•.x.:X:X �:xx�:xx.:-tt..� x:.x..t.XX.xxxxx... x.c-Y.x....>·.�:1.X.�: xx:..xxx:<..."ft.X�.·_-.-.::. ·.· x�..-<::·::xx�¥..xx."(.:x. : I -�.: ..:..:l"�X...xx.. :x x.«:X.x..(:.xxx.-K.xx-.x:·.-.:x_:.>. XX�'.:�. 2LU : {Fer:ur +��-a. x.v.X)<.x..XX..xx.::x:�··.c.!\N B E N D.5 P�r.·S-S0.Y.<x>ZXX>G°<:•.:.:x.:-i::xx.:.::x.9'2'.:�..:.h...:.tn_..t.?: .�x.Y.g.?..:.:•.:x.xx.SANA..xx."<.-. X?'.�<....Y.�.�.g..1 b) I .x.··(�-'>:.. � £'9 x.99 _ g�·g. v..:.s �s...sJc-.- r .c'.. ..p 9�9.:.:.>:x. �.•XX:...:..�...x.::�.m g .y.x.s�a·:. J..:�xx.9.:•.xx.xx:.�.xx.�x:xx:.:...:.S") I n:C'.·: x)c.�x.x.x.XX...c..�o: �A-) x F·�s....:.x.'9£.�.·�._:•..er}s K6-g�z.:.JJ:::X:... kf"r-:ir �:e5 2.:1.:•.c.:.PN3F =-�t�es&r .x�·x.:. .. : x.�:.t.c.:.9'S-s: .X")t�..:..::<..c+.�·.x... :xx.:t::>."t.::::.-:. ""\ S i... x.:::::..:�X>"(� ( X X.Y�v. :: U N . KE-:g�s:s:rc .Y...&g..�-x.G99..)(. v."'t.:-� ··::.·�H:.X.>:..:i::�::x.:':.X.XX (5} 1-C<: ��cd.:.xx.99..JA Kem:-r:-:&:-Jsn f·.r:_:� �.x.:Y.aaa..Xx:.>c.:.:. L U : Rp S<S9.:�xx:(X:l'=:>�x. '........:x.-�x..x.:..·x. "t -xx.:..¥.xxx.xx.:n-& .+:x'...q.::xx..:.:(><::1.�.:1'.:�Y�x.xx:xx.c _ ..�"'-<7': t sx1<g 8:. -x:-:-<:.-r.:-:.xx... .-":-ic.x:.u:�.r:gs t.c(.xx (C.. s..pE�ggt.:x:x:.:.:_.xx>...<:..9'£-S.i:xx:��:xx:�:x>c.ar:c�:an.:..)(X.·< ) XX..xx:t...:..xx.:X:X.·�·.x:ozx..)���:.-.:>�x�.x-x:�.. � x..x:. 1 7j _ 2.:.'.:: :·x..-x. .<.:.:�..s r-.: ..:..x.:0�x :�:.VX .:::·�·�.. 9£:9.�.:y: :...xx.:..�.=::=�·i �·ou::::-cm2·:.:X>O'..XX.-<..:.:•:.r�...1:...x:....1 ( 1 5) ..::x:.XX.XY.:!."JG-'....xx. d dd d d d/2XXX t.:.�xx�:xY�.-:x. ...·:.-.x>:.('.� r:. .:Y.:..x1<:x :x.x.xx:.:< X.ar...:. � ¥� <..xx.:.:xt: x� :x::<.. _/ (�!:-} }.:..: x)<)':Xx.:("xx.->.S:) d.:.xx:.�x:.:•.�<.:"=. .·r::xx..XX r.:'(:x.9£-9.:X...3<.x.g.c.·(°X)C�::xx..-'>::xx:.�..�xx.x.¥�XXX)(�::. x:..."'::':.:t-�..:2s:: } ��· E! :� ��HE�:: :-�� ..x. -·-�· � -=-:::::-::-.��� x..s$1Na.:.s:G..-. I NFORMASI KINERJA 0.x..--:.FTAR lSiAN PE L.:.t::..:¥.:�x.c�:xx �x>"'.� .Y :X.�'. r:.<.:....-gielt.¥:.>:.:.�a!LEmt. sf:.xx. ...:.-:·.xx..:�.:i-':x::-��xxxx�<<-::x..:.:.>t.:X..:.x....x-..:1".·1AS.\...<..:.: t�X :. XXXX.:..A.x.gg_S<99 ( ·1 2·:1 { H&ia:n:. r. 1 :.2 C :i - �.�:.�-�· � := . � x.�"':.9' 8-!. X�< x::<.x.xx...r�·:.:. bt: ..w.:x:.. ..�:.(..XX.:(X..:� ..:.Y-..x:..x.-s-�:s. X )( ) ()<'.."<xxx:.S9£•..x..X.x:.:�::x:x.>:xKxx�.. .� "'-- �\_ L..xx .j �· ·j �) Sub F��g. £. g .x �7) ? rvi�t:�r:E� : c�=��-:r �-<�.P.:.�xx..:+:.xx:.:x. ::..�:x'.:•:. .Y�x.:�x.."°'.-.:x.kemenkeu.9...t:�.:�.x..jdih.:..:...'.f.x.<.�xx:.+:�xxxx>"".'C�'('.�..x> :.·<:.� "iXt�-v.K..Ax...N E R.an sr:r. -> � .x.��x: ....>".'C �·24': Rp..:t::..:�>G�. TAH UN AN GGARAN 20XX p a} NOh•tOR : DIFA...xx..·99 ( 1 2) .�::.xx. �x::<.t::x'7'� ( 3 .. INFORr.:::<x:.:�::-:x.:..:�:xx.)c.x.x. ..x:..¥.:. "£<:g.:+:.:<.x. .x.:C�:xx�:xx:x:x�'"<�t-:>-:x::t::�x::v. Ft."<::_:�:.:x...:+.. : X)l. $��CC: .:�.x x.·<.xx.<.n ? er:=.::x.:•::x.-.:.::+::x><::·::.99_G... urvlUM N E GARA .�.:+�>cG•::xx...h::.:.:.:. )".xx.�:��x.x.:.X><:) o � :.:......<::.:• ::x> <Y:>: x.:.x.·.r .:.�..�.>:xx. : · 1 9"� Rp..:'t.:.:. £t£:£.XX): � )fO'... x y..a : c>c. !:?.:.:.� �... G:·g:g:_ .:�x. ':"°gcgs.XX X (8� : (X�·<x�v.�.c99_999.:.X.x: xx.>..x. x...-t. b F i_..:-:.'.�:. 'C:(.)'.99 ( 2'::) H.��.t:s1 Per:.ngs� St:C f= u:ngs.:. ( 27) ....x�. XXX.�.xx.:.·:"!.�'\: .:�x><...+.go.x-...:xx���xx R.:...::�xx:Kxx:.:�:xx..X . S-9S: ..x:. '_)(>� :x:. KE:usran .-.f i:21 : �:c<1.<:x..p.".-::r�.:.<Y.�x.X.�.g..:. "" ..·c�:xxx:.:�.< Rp._·s-s-£�.xx.x...�x.x..t:.:�:x'.:-.xx..Y.:�--:. .:x::t.XX x..�. :x:x-:..xx:•.. :.�:x:. .:�.::.�.:x.:"'.x..:._.v-: >: x>��)�XX._y. x.xxxx:.X..:•:.X.9G�1.:--:...:.x :x.:<:x:.::.x ..:. '"J �.:.�.'c1::�x. 1 8.: ::..�.<::<... ..:�xx.�...:xx..�X : t" .:_ ----..:.·.:x>�.�:.:.x.:>io:.(.�.l:x.x.<.. .x.v.�.�. >:. �:xx:�:xx�:x:x::x::�x-x:xx:�:�xx)::xx:<xx�.·<.::::x:xx:"·x..t:...x.:.x.�xx..�.-.... xx.t::X:.:+�.X.:.)��:xxx>'�. : : x:::::x x.:. 9£-<£1.�."'�KXX::�XX."':: X :. ""<�...><.�. �.::x..x·x.:.:�Y.g....:.(��..:�.._.:.:..x.xx..:·:xx.�::. S::su..�xx...xxy .x..�.::_:.��-x.:.g.::·::x.:..<...(...x:.x.t.l_r..:e )·c.0.t.:t(.X.\ �x.:-i-::xx.:.81 - DIPA BUN HALAMAN I A.: ..:t.�::x :.:·.:.·. &99 .t Kf. � � -x..:.:r::..x _..xx.r�> :x><::+ �xx�::x) · (. x:.:..x.:t> "Y�Xx:x:x>{.::<. £:S.xx-.:x>o..xx.��.ss.:"'.-:.x:x·::x:1t.N ANGG..£i....'..:· .:.r�·. P r·:..p..:-.x.�:..:..... . .:xx>:.�.� BLU : 1..xx.::{x.Y-. 2. 99)£· ="r-.:::.:..eG:s::.: ��.(X.v.-::>:x:::..::.XX..r:: : ·x:x:xxx:x..:.x.xx:�.:.:x..:<..9..x.:ns: Sa:ksr xx:x::>::> <>YXVX)(.sss..9-99."' ( 2:2 :1 �x:.·f.:i::.oe.><.::(.9£. X)'..:..:.x....�::+::x><.��:>���.:. : '(..:..xx..��x·x..<:x.'�X>"Y:> -: :x..x.<:xx:-:<:x:x:.�19£-:.x.. .xx.x:xx..�<. .& .::)".::=Er::E-n:as-s..E. x�::�x:.J..x.�x.r..� : (. &9 .:c.:*.. .�x X ·OC<XXX )()()C:X'...x:....�..x.)'.:......:xx.xx::·::x:...xx..v.9 9....:�.g:�_-f'£:9 (2..:x>"" ..:�><..�..Y:x:...>�.:•:.".-: X'X.:..:r..A:..: 1.�..'(:..::x:. .:--:.:.. S£�9..Y-x......xx i.. -��:::.i-t:· F u:ng-s..x.xx�...�xx.<Y:x. r9'S...:.x:x.:A:>< .-t:.:s.:x..-c.:-:1::..::><X:.9·£.r:. xx::�:xy -:- . R..:.it.'r.�.:..:.��.�R.xy ..�x�r..'lo..id ..Y.'99g �� F un-g:s:i �x x...x.:xx::·::x.'\ill'Cd K2:S ELU : R..:�....S< & 9.:-r....:x.:.9_9�:-G J .XX.x.:f".OGY.:�.�...g..X.x.x:x·:.:x .xx:...�-} ."<..xxx:. :..xx..::\: (2) .:t::.'l�X:..x.:x:x:x F...:>:...:xx:�¥:x·.:�.:. S.X:� ..:>:.

YX. H i t.XX.(YJ(.m g IDR 999999999999 (29.l(. 999993999999999 (22) �.82 - DIPA BUN HALAMAN I B .. P i nj a rnan Luar Negeri { 1 } Valut a /l.1 Ket : a.X (2j H al a m a n : 1 8 . Hibah O.A..K{ ' /<'.N f'l o .X ( 1 b'. (4G} TAH IJ N i\NGGARAN 20.Y.<X) X>GO:X.gara.Y .n Tah u n 2GXI< : Rp.. N P PIH per Tah u n C.. XXXX .:X..'OX:<J.JEGAR.¥. 999999999999999 (12) <l .l'J N o .i ! B . SUMBER DANA DA.n L u a.X�'.lAl'l o�A.X.X.'{ .(. .."-<X'<. Rinc i an P i njarnan!H i b a h : \da..'·<) Y.. SBShl PBS : Rp..RA PEt·lARI K�A.sin...id .r N e g eri (1J Valuta J\sing Koci& klata U ang (2 0 ) 9999 9 998 9999 (2 1 } Rp.R<.i a h 3 } RK -f) LC S) - Kad e Urai an Kacie Dana Ko d e Dana Rp Rp.)(Y.A.1 2.X .kemenkeu.cx::(-C : .X. 999-999 999-99 S999 (1 6) 1. 99999g99s999999 (Sj b .g Koci& rvl ata U an g ( 1 4 } 99999999 9999 (15} Rp .\·:x::<)(X.XX ( 1 a) NotvlCR : DIP. '.X.c.-.:.Y�'·(YJ(.)(. 9�3g99g99s99 9�:i9s (7.( X�('..xx [6} Unit Organisasi : (XX} XX..'L)(.X.Y. Ang. XX ( 3} Provi nsi ·: (XX) Y'JY.. X.. Pinjaman Dalam Negeri 2} EJ. lf' . SUrv18ER D/\Ni\ Kementerian f'·J egara ile m b a ga : (�X. No .:X. P i njaman/Hibah Dalam t'Jegeri : Rp.J Loe .go. P i njarna.G ddddddf2XX.la.H HI BAH PAGU TAHUN INI Rll'JCIAN DAMA BERDASf!.(�¥. Regi st e r 1.'lata U a n g (23 ) 99-9!3 9 99-99999 (24) Rp 99999-9-99 9999999 (25) 4. PNBP : Rr.A.r N e g eri Langsung !DR 99$999999999 (28) f. Hihah Da!am �'Jegeri La ngs1..X. a h } SUfv13ER P l f'JJAJ.XX:.(){.. 999999999999999 ( 1 9} 2 . Hibah L a n g s u n g : Rp.jdih. Pinja1T1an/ H iba h L u ar t'Jegeri : Rp 99g999 999999999 (i 0) (Zl RHLN : K o d e f\. 99999999S999999 ( 1 3} -· Hi ha.rn ri b u a n ru p .KX (4 j Kod e/Hcmia Satk&r : (XXYJ.}'.r Neg eri 2 .FTAR tS!A�� PELAK3ANPv'\N ANGGARAN BENDi\HAR.(]('{X)CY 'tXX. ah L u a.. .)'.(Z'.::: cx.l({'X . Ru piah h1l u rn i : Rp 999999 999998999 (3 ) (2) RP LN : Kode fvl at a U ang ( Hj 9%999999999 ( 1 8) Rp.XX..h L u a.aaa bb..X�Yy'{.".X.\:.(Y..(:t.wivalen USO 2} P L 4 Hibah Dalam Negeri 3) Ekuivalen Rur::.. Cost 2 3 4 6 7 3 9 10 (30) (3 1 } (32} (33) (34} (35} (36) (37) (3 8 } (39} Naskah Peqanj i a n P m1 a m a 11 clan/atau H1 bah www.'·(:('>(XXX (6} Pagu E k u iva l e n RrJ piah 1..liam Negeri IDR 99999999999 9 (271 S.Y. r Negeri 1 } Mat a Uang l'JPP/H 1) pp 3 . 99s99g999999999 (1 1.'\ U MUfvT �.· P i nj a rnan D a ! a rn Negeri !DR 99999999 9999 (26} �.. Hibah L m. .

.jdih.kemenkeu.go. Tata Cara Pengisian DIPA BUN Halaman I Informasi Kinerj a dan Sumber Dana H alaman ini berisikan informasi yang bersifat umum dan merupakan rekapitulasi dari seluruh Satker dalam satu unit organisasi dan satu provinsi. [9] I Informasi khusus Satker BLU (9 . [2] I Berisikan kode Kementerian Negara/ Lembaga diikuti dengan uraian nama Kementerian Negara/ Lembaga.id . 1) [ l a] Berisikan Tahun Anggaran. [6] I Berisikan nama Kuasa Pengguna Anggaran.83 - b. Halaman ini terdiri atas Halaman IA Informasi Kinerj a dan Halaman IB Sumber Dana. [ 1 b] Berisikan nomor SP DIPA BUN dengan ketentuan sebagai berikut: aaa Kode Kementerian Negara/ Lembaga bb : Kode Unit Organisasi c : Kode Kewenangan dddddd Kode Satker 2XXX : Tahun Anggaran. [3] Berisikan kode Unit Organisasi diikuti dengan uraian Unit [4] I Berisikan kode provinsi diikuti dengan uraian provinsi. [7] I Berisikan nama Bendahara Pengeluaran.1 3) : Berisikan kode diikuti dengan kata 'Penuh' untuk Satker 'l' BLU berstatus 'Penuh' atau kode '2 ' diikuti dengan kata 'Bertahap' untuk Satker BLU berstatus 'Bertahap'. I [ 1 0] Berisikan besaran persentase penggunaan PNBP BLU yang dapat digunakan langsung berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Penetapan Satker yang menerapkan PK P{1V www. [8] I Berisikan nama Pejabat Penandatangan SPM . [5] I Berisikan kode Satker diikuti dengan uraian nama Satker. I Organisasi.

[ 1 8] I Berisikan jumlah uang subfungsi berkenaan. � www. .Ambang batas dihitung tanpa memperhitungkan surplus tahun anggaran lalu. [ 1 4] I Berisikan nomor urut halaman. j [ 1 9] Berisikan kode Kementerian Negara/ Lembaga. j [22] Berisikan uraian Indikator Kinerja Utama Program (IKU Program) .go.84 - BLU (hanya Bertahap) . [25] I Berisikan jumlah uang untuk kegiatan berkenaan. Keterangan: . [ 1 6] I Berisikan jumlah uang untuk fungsi berkenaan. . [23] I Berisikan kode kegiatan. Unit Organisasi dan program diikuti dengan uraian program . [ 1 7] I Berisikan kode dan uraian subfungsi. I Keterangan [2 1 ] Berisikan uraian hasil / outcome program.Persentase ambang batas adalah besaran persentase realisasi belanja yang diperkenankan melampaui anggaran dalam DIPA BLU sesuai ketentuan. [20] I Berisikan jumlah uang untuk program berkenaan.jdih. [ 1 5] I Berisikan kode dan uraian fungsi. [ 1 3] I Berisikan jumlah saldo akhir kas BLU.Persentase ambang batas hanya untuk BLU berstatus penuh . [ 1 1 ] I Berisikan besaran persentase ambang batas .id . : outcome adalah dampak atau manfaat program/ kegiatan yang dibiayai melalui BA BUN yang diharapkan terjadi pada penerima manfaat. [ 1 2] I Berisikan jumlah saldo awal kas BLU. [24] I Berisikan uraian kegiatan.kemenkeu. .

[30] I Berisikan satuan output. [32] Berisikan tempat dan tanggal penandatanganan DIPA BUN. [ 1 b] Berisikan nomor SP DIPA BUN dengan ketentuan sebagai berikut: aaa Kode Kementerian Negara/ Lembaga bb : Kode Unit Organisasi c : Kode Kewenangan dddddd Kode Satker 2. xxx kedua = kode I Keterangan: output adalah hasil akhir berupa barang/j asa [28] Berisikan uraian output.kemenkeu.XXX : Tahun Anggaran.jdih. [2] I Berisikan kode Kementerian Negara/ Lembaga diikuti dengan uraian nama Kementerian Negara/ Lembaga. [27] Berisikan pertama I output. [35] I Digital Stamp. [3 1 ] I Berisikan jumlah uang untuk output berkenaan.85 - [26] I Berisikan uraian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) .id . 2) Halaman IB berisikan hal-hal sebagai berikut: [ l a] Berisikan Tahun Anggaran. xxxx = kode kegiatan. [3] I Berisikan kode Unit Organisasi diikuti dengan uraian Unit Organisasi. [33] Berisikan nama penanda tangan DIPA BUN . AhN www. program/ kegiatan yang dibiayai melalui BA BUN yang secara langsung dirasakan oleh penerima manfaat.go. [29] I Berisikan jumlah volume output. [34] I Berisikan NIP penanda tangan DIPA BUN . .

[20] I Berisikan kode mata uang asing untuk pagu Hibah Luar Negeri (untuk hibah Luar Negeri yang diterima dalam hentuk valuta asing) . [ 1 0] I Berisikan jumlah pagu Pinjaman/ Hibah Luar Negeri. I [ 1 5] Be risikan pagu Pinjaman Luar Negeri dalam mata uang .86 - [4] I Berisikan kode Provinsi diikuti dengan uraian Provinsi . [ 1 2] I Berisikan jumlah pagu Hi bah Langsung.id . [ 1 1 ] I Berisikan jumlah pagu Pinjaman/ Hibah Dalam Negeri./(YV www. . [ 1 4] I Berisikan kode mata uang asing untuk pagu Pinjaman Luar Negeri (untuk pinjaman Luar Negeri yang diterima dalam bentuk valuta asing) . as mg. asmg.jdih. [6] I Berisikan nomor urut halaman. [ 1 7] I Berisikan kode mata uang asing untuk pagu Pinj aman Luar Negeri (untuk pinjaman Luar Negeri yang diterima dalam bentuk rupiah) . [7] I Berisikan tahun anggaran dan jumlah pagu. [22] Berisikan ekuivalen Rupiah dari pagu Hibah Luar Negeri p. [2 1 ] Berisikan pagu Hibah Luar N egeri dalam mata uang asing. I [ 1 8] Be risikan pagu Pinjaman Luar Negeri dalam mata uang . [9] I Berisikan jumlah pagu PNBP. [ 1 6] I Berisikan ekuivalen Rupiah dari pagu Pinj aman Luar Negeri dalam mata uang asing.kemenkeu. [8] I Berisikan jumlah pagu Rupiah Murni. [ 5] I Berisikan kode Satker diikuti dengan uraian Satker. [ 1 9] I Berisikan ekuivalen Rupiah dari pagu Pinjaman Luar Negeri dalam mata uang asing. [ 1 3] I Berisikan jumlah pagu SBSN.go.

untuk Hibah Luar Negeri. [28] Berisikan jumlah Rupiah untuk pagu Hibah Luar Negeri Langsung. I Negeri. c. [2 5] Berisikan ekuivalen Rupiah dari pagu Hibah Luar Negeri dalam mata uang asing. ekuivalen USD dan ekuivalen Rupiah. dan c) ekuivalen Rupiah. Afr/ www. [35] I Berisikan kode untuk cara penarikan : a) PP untuk Pembiayaan Pendahuluan. [24] Berisikan pagu Hibah Luar Negeri dalam mata uang asing. [29] Berisikan jumlah Rupiah untuk pagu Hibah Dalam Negeri I Langsung. [30] I Berisikan nomor urut. untuk Hibah Dalam Negeri. [32] Berisikan sumber pinjaman dan hibah berdasarkan Nomor [33] I a) mata uang Naskah Perjanjian Pinjaman dan / atau Hibah.87 - dalam mata uang asing. I NPP/ H per tahun dan Nomor Register. [23] I Berisikan kode mata uang asing untuk pagu Hibah Luar Negeri.jdih. I a.kemenkeu.id . untuk Pinjaman Luar Negeri.go. [3 1 ] Berisikan dengan kode: b . [34] Berisikan nominal pagu total pinjaman dan hibah berdasarkan mata uang NPPH. . untuk Pinj aman Dalam Negeri dan d. Berisikan kode : b) ekuivalen USD. [26] Berisikan jumlah Rupiah untuk pagu Pinj aman Dalam [27] Berisikan jumlah Rupiah untuk pagu Hibah Dalam Negeri.

c) RK untuk Rekening Khusus.88 - b) PL untuk Pembayaran Langsung. � www. [39) Berisikan pagu dana pendamping Rupiah [40) I Digital Stamp.jdih. . d) LC untuk Letter of Credit.id . [37) Berisikan pagu dana Rupiah Pendamping Proporsional I Hibah Luar Negeri yang dirupiahkan.go. [36] I Berisikan pagu dana Rupiah berdasarkan cara penarikan.kemenkeu. [38) Berisikan dana pendamping untuk Pinj aman dan / atau I nonproporsional/ non sharing untuk PHLN dan PHDN. clan e) untuk Pengesahan Hibah Langsung. I untuk PHLN dan PHDN.

.£1 .C. . ... .x:xxx 9-9 9 .xx !'3 ·i 999 . . 9· 99. . ."':-:::.'-'.. . .RAN H al aman · II A. (....XX. ..x:xxxx:.A..... ... .N B E N DAHAR... .x >REG 1 234 5 6 7 3 9 C. .:xxx.:9.(. .":t. .. .". . 99 9 9 9 9 ...A.. . . 999 .)':x x..A.x. .JA/Su r-.. .. . .Sl!J E H J :S 6 ELAr<J..:x x..1 9 -9 .x XXXXXXXXX. ...N 20. . RIN C !.x:.. . 9·99. . . .. . . 0:"5:� ::'10-'i::��.. 9 99 .. . ... .. . .::. ...X. . 9 9-9 . ... . .. .. . ...t.'( . 99 9- XX XX:<XXXXXXXX:XX. .Jc.. .JAN SATJ<ERIP RQC. xxxxxxxxxxxxxx xx xxx 99£1 . Y � X...999 l l ( 1 3) TOT A L 999 . .)XX.X:'-CYX : XX.. .'(). .lfl<EGIATA.. .. . ....��:�?t:�. . ..... .. . .HUN ANGGAR. .. 9 9 9 XX>'. .. ..XX 999 .XX ..::X.A aur··J (1 5} NIP ( 1 6) � www. .. .. 999 ic:·>::>::xxxx�:XY... . . . �H9 _ 9 9 g _ 9 9 9 x.1 B E R GAl'JAfJ< P P f'l J U M LAH @ 2 3 4 xx:xx.. . ...xxxxxx..X.. .9>.( .9 ...:XXY.... .la) NOM. xx (2) KODE URA.xxxx. .. . . . . ..R.x . .:)(XXX XXX X�.}(/(XX'ZXXX'�'.. ST>. . .f.A.xxxxxx..X .. .RI K xx 99£1 9 9 9 9 9 9 999 l I T (13) } xx· )::xxxxxxxxxxxx·..a. .XX ( '..go. ..£J99.'. ... ... . £•9 9 ..:){ XXX:�. .XXXXX. 9 9 9- xx xx (12) f<PPr·J x..'.X 9 99 . .::x. . L.. .. x... 999 XX XXXXr:"X. xx XXXX)(XXX xxxx ( '1 4 } P e rn i m �i n PP.. .RA TA.x:'< :x xx x x.){ !'J99 . .xxx. . . . 1- (s1 999 9g9 999 999 .. -.RJ f< xx 999 g gg 9 99 9 9 9 xx xx f<PPN xx. .. ... . . . . 9 99 .A.. ... 9 9 9 x:x xx xxx:o.S I xx. ..X (·1 1 } 999 . . T.. . . .�(/CXXxx X. 999 999. ..89 - DIPA BUN HALAMAN II A..-. ���---��:�. .id ..:9 99 ... . . 9 9 9 xxxx ...N/ OUTP UTILOK. . .X ( 1 "I } 999 .. . ....N P E l'H3 E L U . .. . 9 9 9 ...x:<:.?::xxxxxx:xx l '" r-.. . .....xx.x (4} 999 ... ."-':. . ...XX 999 9 9 9 9 9 9 999 xx XX K P Pl-J xxx /REG 1 234 5 6 7 3 9 CAR.. 999 xx xx KP P r J X..A. .. .. .. 999... . .XC<X XA: XXX _J 999 9'}9 .:... 9 99 .. ... . . .(}( _Q}__ '/()(•.aaa .999 . T... RINCIAN PENGELUARAN DAFTP•R tSL�N PEL-!\KSAN. .x... .-C�} . . 999. .?<::.RI f< xx 9 9 9 .XXX.:.. .. . .. . . .�0. . xxx . .�:x ... b b c dddd dd/2XXX (1 b } I I p. XX XX xxxxxx:c<XXX XX XXX-GC<XXXXXX. ._. . . . ...�. 999.OR : DIPA. 9 99 ... ..XXX. .. .. .REG 1 2·345 i378 9 CAR. .. ..XX XX.0.kemenkeu. ...: ��-. .. . RP. RE G · 12345678-9 CA. . . ...�.x..'-<. .. TARI I< .. . .999 ... . 9 9 9 ..� . .... Ul''l! Utvr N E GARA ("1 7} T•.. .. .. l .RA. ... .'999 xx xxxxx·xxxxx).O KA.. . ...x (1 0} XX/(/t. ..... .99 } xx:xxxx XX XXXXX.�)99 S•9·9 x. . .. .. . .. .. f'.x... 9 99 . 9 99 . .N Ai'tG G. 999 xx..'i�. 9·9·9 .- x x....�g �-....:�..:999 . 9·9 9 . .XXX _J..-. 999.::xx.::. .·><xxxx xx..§ 999 :999.. .. .. ..... X. 999 XX l xxx _f ' xx KP Pf'J 999 9 9 9 9 9 9 999 xx XX ( 1 2) J<P Pf'J xxx . . ..jdih.. .xxl..x:-.

c..:{i)X/):X"i.999 999 .kemenkeu.'{((. XC't:X (7} P ernimpi n P PA 6Ur·l t'<J I P . RlNCli\N PENERIM:AAN Halaman : II 6 . www.999.999.A. XXX 'f..999 .IA.�FTAR ISIAN FEU\KSANA. %9.):X.go.N SATKERiP ROl3RAJV1fKE131ATAN! . 99S TOTAL g99..xx (2:) KO DE U RA.1 '. '.HARA UMUM N EGARA. aaa..90 - DIPA BUN HALAMAN II B .H 2 3 X'l'(f ..999 .X.X.((((i.'(£\ (3} 999.jdih. RINCIAN PENERIMAAN D.J ANGGARAN 2GXX ff a} NOfvlOR : DIPA.({ X(Kf:?-J./ .999 . (1 0} T/\Hrn. .999.X:\._'(¥.999 xxxx 999.).XXX'(f...dddddd/2XXX ( 1 b) II 8 . XX g99.id .KUN J Ulvl U:.9-99. 999 . '.999 f.999 .:.bb. .l\N ANGGARAN BaJDA. 999. )'.

[ 1 1 ] I Berisikan kode Jenis Belanja beserta uraian Jenis Belanja. 02=PLN. 06=BLU. j [ 1 2] Berisikan kode Sumber Dana (O l =RM. 07=STM .kemenkeu. 09=HLN. [3] I Berisikan kode Satker beserta uraian Satker. [ 1 O] I Berisikan kode Lokasi dan uraian Lokasi. 03=RMP.go. [7] I Berisikan kode Kegiatan beserta uraian Kegiatan . 08=HDN. DIPA BUN Halaman II berisi informasi mengenai rincian alokasi dana per jenis belanj a (pada Halaman IIA Rincian Pengeluaran) dan per jenis penerimaan (pada Halaman IIB Rincian Penerimaan) . [6] j Berisikan kode Jenis Belanja dan uraian jenis Belanj a pada tingkat Program. 1) Halaman IIA berisikan hal-hal sebagai berikut: [ 1 a] I Berisikan Tahun Anggaran.91 - c. [5] I Berisikan kode Program beserta uraian Program.id . . [8] j Berisikan kode Jenis Belanj a dan uraian jenis Belanja pada tingkat Kegiatan. l O=HLD. Tata Cara Pengisian DIPA BUN Halaman II Rincian Pengeluaran dan Rincian Penerimaan. 05=PDN. [4] I Berisikan kode Jenis Belanja dan uraian Jenis Belanj a pada tingkat Satker. 1 l =HLL) . f\W www.jdih. 04=PNP. [2] I Berisikan nomor urut halaman. [ 1 b] I Berisikan nomor SP DIPA BUN dengan ketentuan sebagai berikut: aaa Kode Kementerian Negara/ Lembaga bb Kode Unit Organisasi c Kode Kewenangan dddddd Kode Satker 2XXX Tahun Anggaran. [9] I Berisikan kode Output beserta uraian Output.

[ 1 5] I Berisikan nama pejabat penanda tangan DIPA BUN. 2) Halaman IIB berisikan hal-hal sebagai berikut: [ l a] I Berisikan Tahun Anggaran. [ 1 0] I Digital Stamp. LC) .jdih. [2] I Berisikan nomor urut halaman.id .go. [ 1 4] I Berisikan tempat dan tanggal ·penandatanganan DIPA BUN.92 - [ 1 3] I Berisikan kode KPPN. nomor register dan cara penarikan (PP. [ 1 6] I Berisikan NIP pejabat penanda tangan DIPA BUN. . [ l b] I Berisikan nomor SP DIPA BUN dengan ketentuan sebagai berikut: aaa Kode Kementerian Negara/ Lembaga bb Kode Unit Organisasi c Kode Kewenangan dddddd Kode Satker Tahun Anggaran. � J penenmaan . RK. [9] I Berisikan NIP pejabat penanda tangan DIPA BUN. [4] I Berisikan kode Program beserta uraian Program. PL. [6] Berisi an kode Akun penerimaan beserta uraian Akun [7] I Berisikan tempat dan tanggal penandatanganan DIPA BUN.kemenkeu. [5] I Berisikan kode Kegiatan beserta uraian Kegiatan. pfjv' www. 2XXX [3] I Berisikan kode Satker beserta uraian Satker. [8] I Berisikan nama pej abat penanda tangan DIPA BUN. [ 1 7] I Digital Stamp.

..NG::L. rJJ. ..999.aaa.�.s.�_a_f. -ct.rn. : I l l ..._£..::.."-..6-AN PE N ERll:VLA�e.9S:G_gi.g_.i 1'...999 999.'.s 9.W9.rsy. 999_.g.anisa.£: 9S&.9'9-.s·3:.i! i'I P'=.J M."-.�C . gi.:x: (Ti .-'-F�"-N/FERKl ?A"-.XXX.S.s.U.SS.:l...Tl<ER.:: . 9-99.&n..g..jdih. 99.:: I ::'e-c�ter Ck:ci:.�.�En er'�:s�r...£<.){14} K o d e! N a m a Satker : (XX::<XX...J .4..f.4..�E.. XX.%9 � X.9_99g_9s-g �g.H. RE··IC..CC.bb ... T. 9£·9. 99'9 g..29._... 9S9. � [€r� } (8) t ��H�H�� t �iHE-�i� �i�H�Hi� � i�H��:m mmEi ��Elli§ �iEm�E �lli mE �llillilli �iElliffi �m·Eu�� ���HE·m t�1�Elli RENC.xxx:>j�:-<xxx:<xx. e m e nterian N e g a ra/lembaga : i)<Y�'·(} . X:<X.. 9g.'\HUN ANGGA. 9SS � .sg9 S99.4.N OAN.%9 l'"'si.-:: �s:i.£99 999 .99 r -SS-&..... r S99..t:-an "' s.!J..-aja�:s.(). S·9&...ri Vari=: .X p a) NO\:TOR l : OIP..t..1 11 12 13 1� 1$ 1E t·r st:9. Unit Org...X! X.I :C:.:..9s-. S9S<.Y.Er-I EP.1.go. e.}'J(Y-X.9g9.. ... �-E='t. C. REN C.:· .999 � I" 999.N B E NDA.N WX...s.t2r Ce.N Jam:. 9S-S•..S·S .S9.93 - DIPA BUN HALAMAN III .'<X.!J-.N l<. ·.:l.N P E LC\K-SANA.::� am rit-l..99-. ddddd d!2X.I D..9-99... s.9g_g9'.s-.NA PENARIK. 999 · .C.. s99. xx xx:<::/.999 S99.9'9.R ISIA.X.X:. ..9&9.99&.X'X'< ..sr P.HARA. . 99:9.J Ju.kemenkeu.9S9..g.9 S9£<.:err: t��r .9.":<lar.g_. urvturvt NEG.').'Z'·<S..9S£.A.9....S-9&.. S-99..: I .99 f £.g � 1.. 999.X'<.."-.�r: :.r.�5'9.))i:i::< XXX\ ( 1 3} F' em i m p i n PPA B U N ( 1 4) l'J I P . 9SS· r__.P. .-g.'.99.&99. S99.RA... DAN PERKIR.999 r .'J\:XXX( 3 .N j:..'X x.jJ�.i-1 .9 r1sir r:�lEiffiEillliffiElmE�HrEE�tHrm�?illlmJ�rmm�EEtm!E�E�illllillifIE:E!!Hr�EEfE1�IErnim�[ XxXXX.id .ig9_9g9 .S._s-.P�K!P....0:.i.�·�S f. E N ERl \1.� .J"-r.<XXX..(.v www.9S9.<:.ah 1 MO KODE UP-�J.. S£-S•.X:"..Z'.2 ) .S99 r r.. NA..m ���lli� ��smE� m�mra ��m�E ��irnrn� � m f i f i t f itij fE �m�i � ill ill ill £<9S..9.= N E ? ii-..!f·I..9%..99 9g.::<:•\fXX..:}(( 5) i-J.XX ( 1 b) UI .999 .g: " s.xx :s'\ i...J f<.. . 5 Cuks\ S99·. Provinsi : (XX) xx::._..:._s..)')(X'i. .9G9 .:r Nacem.99'£ Ir £.s-s.N..� I M'S! I . RENCANA PENARIKAN DANA DAN PERKIRAAN PENERIMAAN DAFTA. fE.F�rr..9.si (XX} XXX.j r. 99S' � P.g_9g.999 b��� �� .� !=E�-L� R ! KA.Rfa.C.g..?-8<9 S:S«o<.._9� "' s%. 999 � 9'9S.S-S·S ·S£<G..9 ..··. £.Q CC. . 9S·S< r...r: ' m t!�H�H�� �HH�:�H � �E.S.c.&S· sg.XX:XX P :=.:.aM F=e-bru.%9 � .9&9 !'"' <5 9S.s9 r r r 9£-9.:.N ANGGARC. S. ( 1 5} /tG.

94 - d. . [5] I Berisikan kode Satker diikuti dengan uraian Satker.jdih. [9] I Berisikan kode Output beserta uraian Output. [3] / Berisikan kode Unit Organisasi diikuti dengan uraian Unit Organisasi. [ 4] I Berisikan kode provinsi diikuti dengan uraian provinsi. [1 1] J Berisikan rencana penarikan dana yang akan ditarik sesuai bulan yang bersangkutan yang dirinci setiap j enis belanja. DIPA BUN Halaman III merupakan rencana penarikan dana oleh masing­ masing Satker sampai dengan jenis belanja serta perkiraan penerimaan. J bersangkutan sesuai dengan jenis penerimaan (Perpajakan.go.id . [2] / Berisikan kode Kementerian Negara/ Lembaga diikuti dengan uraian nama Kementerian Negara/ Lembaga. H alaman III berisikan hal-hal sebagai berikut: [ l a] I Berisikan Tahun Anggaran. [7] I Berisikan kode Satker beserta uraian Satker. [6] I Berisikan nomor urut halaman.kemenkeu. [ l b] I Berisikan nomor SP DIPA BUN dengan ketentuan sebagai berikut: aaa Kode Kementerian Negara/ Lembaga bb Kode Unit Organisasi c Kode Kewenangan dddddd Kode Satker 2XXX Tahun Anggaran. Bea [ 1 2] Berisikan jumlah perkiraan penerimaan sesuai bulan yang f-{JA/ www. Tata Cara Pengisian DIPA BUN Halaman III Rencana Penarikan Dana dan Perkiraan Penerimaan. [8] / Berisikan kode Jenis Belanja dan uraian Jenis Belanj a pada tingkat Satker. [ 1 0] / Berisikan kode Jenis Belanja dan uraian Jenis Belanja pada tingkat Output.

dan Penerimaan Pembiayaan. AW www. [ 1 5] I Berisikan NIP pej abat penanda tangan DIPA BUN.go. Hibah.95 - dan cukai. [ 1 6] I Digital Stamp.kemenkeu. PNBP. I DIPA BUN. [ 1 3] Berisikan tempat dan tanggal penandatanganan [ 1 4] I Berisikan nama pejabat penanda tangan DIPA BUN.id .jdih. .

XX (l b) IV.. ( 1 7} XYXX XX':(.. ()(:((¥JG<} XYX .xx (6} (dalam ribuan rupiah) KO OE U RAIAN K.xx.\.'(:('.((.)'XX XJ)f/X'(':(Y.0(X.X] KX �X...v._ /:.{X::X:X. X. (1 8i Rp 999 999. 99g _ 9 99 Xi<..( (9) R1� 9 9 9.'.¥X:\ Kcde!Nama Satker :.'-t::lX:.:(){�{�\Yv-XX)-"�{ . V.'X.\'..XX\X.:·0( Rp 999.. 9%t.Le.( (2 1 Rp 999 9 9�1 .':\.X.tang tidak clap at dicai rkan (G) Rp 9 99.xx.999 )(:(:('(..X XXX.\ ( 1 5) XXX..X.O DE U R A.XX Prov1 nsi : (XX} '.X:l.N B ENDAHARA Ufv1UM N EGARA (25) TAHU N ANGGARAN 2GXX {1 a) NOMCR : DIPA. 999 )('. 999 (1 3 ) Rp 999.999 X:fJj.XX.V<."'(\ ( 1 0) x.'."(:('(X:.<}CX::<:.�(0(\.1)'. J A N X/<:XXXXXXXXX:.Y)(:(i)..(�»� XXX.'.Y.'-<JCY.::xxxx::..)(XXX.f ' .\}(XXXXXX Halarnan : IV.\XX:Q").XXX.r:.X:.999 X/X:{ KXXX/)(K:('.>c�::x.aaa .X.(XKXX XXKU"'�'-<.<2(\)(\)(}('ZX:XX ( -1 61 X.X.96 - DIPA BUN HALAMAN IV..'-<XXXX. 999 .999. .(t.':.({ :X::C{'{:(!X.c .999. 99-9. bb.(( x..t.XX.X XX'{i:JXXXX.XXKXX::((:(X Unit Organisasi : (XXt XXXX'Z�(':{)(.\XX.XX XX'.l(XXXXXXXX)('.(}CG<:-. CATATAN DAFTAR ISlAN PELAKSAt.(XXXX'1(:{XX .'':{X.))\Y. .id . \X:iX':{) .X.¥.XYX:C:.Y�X)')X/C{>C�¥J<::<.'.go.X.<)( X. N Kementeri an r-J egaraflembaga : C<XX) x.XX::(X. 999 .\.dddd dd/2X. 999 [XX. {2+) www. 9 99 XX.\XX.XXX (1 1) X/).<XX (7) XXXX . C /•.XXXXX::\)).O. T A T /•..XX X:XX. XX..( (18} Rp 999...XXX .::<. (2-1 Rp 999 ..(':(..XXXX:X..X.'lflXX._'.'..\XXXX. ( 12i XY�'<X.(X (22} P e m impin PPA BUfJ (23 } HIP .::< {14} Ci spo s i s i X. 9-99 YX\YX'< tJ(:i)'X\i.'.\X'<X\XX (2 1 Rp 9gg. )J(.\XX K\XXXY..\X'-<..XKOX:( :(.AN ANGGARP-.\XX.\.(X.�(:zx .�({�('.((X.jdih. XXX Jumlah dana :.XX.kemenkeu.('<.

[ 1 O] I Berisikan kode Program beserta uraian Program terkait adanya �fyv www. yang Jenis Belanja sesuai dengan Klasifikasi Akun-Akun yang diberi tanda "@" dan terdapat catatan "Tidak Dapat Dicairkan (bila tidak ada. [7] I Berisikan kode Satker beserta uraian Satker.go. [9] I merupakan Berisikan kode Jenis Belanja dan uraian Jenis Belanj a. [5] I Berisikan kode Satker diikuti dengan uraian Satker. merupakan akumulasi dana Akun-Akun yang diberi tanda "@" dan terdapat catatan "Tidak Dapat Dicairkan (bila tidak ada. [ 1 b] I Berisikan nomor SP DIPA BUN dengan ketentuan sebagai berikut: aaa Kode Kementerian Negara/ Lembaga bb Kode Unit Organisasi c Kode Kewenangan dddddd Kode Satker 2XXX Tahun Anggaran. Tata Cara Pengisian DIPA BUN Halaman IV Catatan DIPA BUN Halaman IV merupakan catatan yang harus diperhatikan oleh Satker dalam melaksanakan DIPA BUN . Catatan Halaman IV DIPA BUN semestinya sudah muncul pada saat penelaahan. .kemenkeu. tidak akan muncul di halaman IV) . [2] Berisikan kode Kementerian Negara/ Lembaga diikuti dengan Berisikan kode Unit Organisasi diikuti dengan uraian Unit I Organisasi. Catatan Halaman IV DIPA BUN disampaikan oleh masing-masing PPA [ l a] I Berisikan Tahun Anggaran.id . [8] j Berisikan uraian mengenai jumlah dana yang tidak dapat dicairkan. [3] [4] I Berisikan kode provinsi diikuti dengan uraian provinsi. I uraian nama Kementerian Negara/ Lembaga.97 - e. tidak akan muncul di halaman IV) . [6] I Berisikan nomor urut halaman.jdih.

id . / [ 1 6] Berisikan kode Program beserta uraian Program terkait Transfer Dana Bagi Hasil. / [ 1 7] Berisikan kode Kegiatan beserta uraian Kegiatan terkait Transfer Dana Bagi Hasil.98 - catatan/ tunggakan. clan tanggal penandatanganan I DIPA BUN . .jdih. pfyvl www. [ 1 5] I Berisikan uraian Disposisi sesuai dengan catatan/ tunggakan. [25] I Digital Stamp.go. kabupaten/ kota dan kode / [2 1 ] Berisikan kode Akun dan uraian Akun terkait Transfer Dana Bagi H asil. I [ 1 1 ] Berisikan kode Kegiatan beserta uraian Kegiatan terkait adanya catatan/ tunggakan . [20] Berisikan dengan kode provinsi. / [ 1 3] Berisikan kode Akun beserta uraian Akun yang diberi catatan/ tunggakan. I [ 1 2] Berisikan kode Output beserta uraian Output terkait adanya catatan / tunggakan. I khusus kabupaten/ kota. [24] I Berisikan NIP pejabat penanda tangan DIPA BUN . / [ 1 9] Berisikan kode Output beserta uraian Output terkait Transfer Dana Bagi Hasil. [22] Berisikan tern pat [23] I Berisikan nama pej abat penanda tangan DIPA BUN . [ 1 4] I Berisikan uraian catatan/ tunggakan. I [ 1 8] Berisikan kode 4 (empat) digit Akun dan uraiannya terkait Transfer Dana Bagi Hasil.kemenkeu.

.N·o.. i . . maka tidak akan muncul.id .go.. • . '. Apabila tidak ada informasi terkait Transfer Dana Bagi Hasil. MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.· _ . ·. ... .. Kepala Biro Umum . .. . 2. Nomor (8 ) sampai dengan nomor ( 1 5) tidak akan muncul apa_b ila � : . SRI MULYANI INDRAWATI Salinan sesuai dengan aslinya �. .99 - .kemenkeu. ·. b . .� Keterangan : ·.. ttd.. : .. tidak ada catatan / tunggakan . _· · URAI AN .A/YV www. Nomor ( 1 6) sampai dengan nomor (2 1 ) merupakan informasi terkait Transfer Dana Bagi Hasil.� · . 1. .jdih.