Skenario 3

PEMBIAYAAN KESEHATAN
Dr. Ahmad, 31 tahun, praktek di sebuah klinik dokter keluarga yang bekerja sama
dengan BPJS. Klinik ini dikelola dengan baik sehingga dalam waktu yang relatif singkat
mengalami kemajuan yang cukup pesat dan dikenal luas di masyarakat. Suatu hari klinik ini
dikunjungi seorang pasien, Ny. A, 38 tahun dengan kehamilan trimester 1 pada G5P2A2.
Pasien ingin melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin di klinik dr. Ahmad karena
pasien mendapat informasi bahwa pelayanan di klinik ini baik. Pasien mempuyai keluhan
sering mual, muntah, lemas, cepat lelah, dan sesak. Dokter kemudian melakukan pemeriksaan
fisik bersama bidan. Pada pemeriksaan ditemukan bahwa kandungan dalam kondisi yang
baik, namun ibu tampak pucat, takikardi, murmur, takipneu, dan terdapat nyeri tekan
epigastrium.
Dr. Ahmad menyarankan agar pasien mengikuti pemeriksaan ANC yang teratur dan
menjelang partus kelak pasien akan dirujuk ke spesialis obgyn yang sudah bekerja sama
dengan klinik dokter keluarga tersebut. Pasien menanyakan ke dokter tentang pilihan
pembiayaan persalinan, mengingat kemungkinan membutuhkan biaya yang lebih besar.

PERTANYAAN
1. Kenapa pasien ini harus dirujuk ke dokter spesialis?
2. Adakah syarat–syarat penggunaan asuransi di klinik dokter keluarga?
3. Bagaimana pengelolaan pembiayaan klinik dokter keluarga?
4. Apakah pelayanan BPJS bisa dilakukan semua dokter?
5. Apa keuntungan dari penggunaan BPJS?
6. Apa saja jenis-jenis jaminan kesehatan?
7. Bagaimana hukum asuransi kesehatan dalam pandangan islam?
8. Dari mana sumber pembiayaan BPJS?
9. Kenapa dr. Ahmad menyarankan pasien untuk ANC?

JAWABAN
1. Karena diluar kompetensi dr. Ahmad sabagai dokter umum.
2. Ada, tetapi asuransi yang berasal dari swasta bukan pemerintah.
3. Dari iuran masyarakat yang di berikan kepada pemerintah, lalu pemerintah
memberikan dana kepada klinik dokter keluarga di daerah tersebut.
4. Tergantung dari klinik dokter keluarga tersebut apakah sudah bekerja sama dengan
BPJS atau belum.
5. Meringankan biaya kesehatan masyarakat.
6. Askes, jamsostek, taspen, JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), KIS (Kartu Indonesia
Sehat).
7. Boleh, tapi harus syariah sesuai dengan ketentuan islam.
8. Pegawai negeri diambil dari pemotongan gaji, pegawai swasta diambil dari iuran
individu, masyarakat menengah ke bawah di bayar oleh pemerintah.
9. Untuk memantau kondisi ibu dan janin.

HIPOTESIS
Pasien dengan kehamilan trimester 1 datang ke klinik dokter keluarga yang bekerja
sama dengan BPJS, pemeriksaan fisik pada pasien ini dibantu oleh bidan. Dari hasil
pemeriksaan dicurigai adanya resiko tinggi pada kehamilan, sehingga saat menjelang partus
dokter keluarga merujuk pasien ke dokter spesialis obgyn karena diluar kompetensi dokter
umum, dan dokter keluarga ini juga menyarankan untuk melakukan ANC secara teratur.
Kemudian dokter keluarga menjelaskan mengenai jenis-jenis pembiayaan.

Memahami dan Menjelaskan BPJS LO. Prosedur Pemeriksaan Standar Klinik Dokter Keluarga LO.4.3.5.6.3. Kerugian BPJS LO.1. Manajemen Klinik Dokter Keluarga LO.2.2.4.2. Prosedur BPJS LO. Memahami dan Menjelaskan Asuransi Kesehatan Dalam Pandangan Islam . Pengelolaan Biaya BPJS LI.5.2.2. Sistem Pembiayaan Kesehatan Klinik Dokter Keluarga LO. Peran Dokter serta Mitra Kerja Klinik Dokter Keluarga LO. Jenis-Jenis BPJS LO. Sistem Rujukan Pada Klinik Dokter Keluarga LI.1.2.1.3. Memahami dan Menjelaskan Klinik Dokter Keluarga LO.2.2.1.1. Manfaat BPJS LO.1.2. Definisi BPJS LO.Sasaran Belajar LI.1.1.

Untuk satu saran pelayanan kesehatan yang terpenting adalah kebijakan (policy). masukan proses serta keluaran pelayanan. Artinya pelaksanaan program menjaga mutu harus terpadu dengan pelayanan yang diselengarakan. Artinya pelaksanaan program menjaga mutu harus mengikuti alur kegiatan serta sasaran yang baku. Unsur-unsur yang dimaksud : 1) Mutu pelayanan. dipergunakanlah berbagai standar dan indikator. Artinya pelaksanaan program menjaga mutu. (Maltos and Keller. Dalam kaitan perlunya memenuhi sifat berkesinambungan. Untuk menjamin objektifitas. Yang termasuk dalam hal ini adalah tenaga pelaksana. untuk kemudian diakhiri dengan melakukan penilaian serta menyusun saran-saran untuk tindak lanjut. Unsur lingkungan.LI. serta di pihak lain tata cara penyelengaraannya sesuai dengan kode etik dari standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan. dilanjutkan dengan menetapkan dan melaksanakan upaya penyelesaian masalah. yang di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tinkat kepuasan rata-rata penduduk. 4) Program menjaga mutu harus dilakukan secara terpadu. serta menyelesaikan masalah yang ditemukan untuk memperbaiki mutu pelayanan. 2) Program menjaga mutu harus dilaksanakan secara simpatis. sistematis dan objektif dalam memantau dan menilai pelayanan yang diselenggarakan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. tetapi harus terus menerus. sarana dan dana. Manajemen Klinik Dokter Keluarga Program menjaga mutu adalah suatu upaya yang berkesinambungan.1.1. Unsur masukan. b. . Sedangkan sasaran yang dimaksud adalah semua unsur pelayanan yakni lingkungan. Untuk melaksanakan hal ini diperkukan empat hal: a. Program menjaga mutu disebut pula sebagai manajamen mutu terpadu (total quality management). Unsur program menjaga mutu banyak macamnya. struktur organisasi (organization) serta sistem manajemen (management) yang diterapkan. tidak dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan lain.1. 1989) Karakteristik program menjaga mutu ada empat macam : 1) Program menjaga mutu harus dilakukan secara berkesinambungan. Alur kegiatan yang dimaksud dimulai dengan menetapkan masalah dan penyebab masalah mutu. Yang dimakud lingkungan adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi pelayanana kesehatan. 2) Sasaran program menjaga mutu. Kecuali atas dasar data yang ditemukan. Memahami dan Menjelaskan Klinik Dokter Keluarga LO. program menjaga mutu sering pula disebut dengan nama program meningkatkan mutu berkelanjutan (continous quality improvement program). 3) Program menjaga mutu harus dilaksanakan secara objektif. Mutu pelayanan yang dimaksud adalah menunjuk kepada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggrakan. Artinya pelaksanaan program menjaga mutu tidak hanya satu kali. Yang dimaksud adalah semua hal yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan. terutama pada waktu menetapkan masalah penyebab masalah dan penilaian. Karena adanya sifat terpadu ini. bukanlah program menjaga mutu yang baik.

kecacatan dan atau kematian. d. Kedua. tindakan medis (medical procedure) mulai dari anamesis sampai dengan pengobatan. ii. Ruang tunggu :  Bersih  Terang  Ventilasi baik  Lantai tidak licin  Tidak berbau  Tidak bising  Suhu nyaman  Terpisah dari pasien infeksius 2. Bangunan dan interior  Merupakan bangunan permanen atau semi permanen yang dirancang sesuai pelayanan medis strata pertama yang aman dan terjangkau  Memiliki ruang : o Ruang administrasi o Ruang tunggu o Ruang pemeriksaan . Unsur keluaran. Yang dimaksud dengan unsur keluaran adalah yang menunjukan pada penampilan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan. Unsur proses. penerimaan dan perawatan pasien dan lain selanjutnya yang seperti ini. Tindakan ini secara umum dapat dibedakan atas dua macam. tindakan non medis (non medical procedure) seperti tata cara rekam medis. persetujuan tindakan medis. Penampilan aspek media (medical performance) seperti misalnya kesembuhan penyakit. Penampilan aspek non medis (non medical performance) seperti misalnya kepuasan dan keluhan pasien. Kerahasiaan dan privasi  Ruang konsultai terpisah dari ruang tunggu  Sistem yang menjamin kerahasiaan medik  Menjamin kerahasiaan pasien setelah pelayanan 3. c. Pertama. Yang dimaksud dengan unsur proses di sini adalah semua tindakan yang dilakukan pada pelayanan kesehatan. Syarat SDM dalam klinik dokter keluarga: • Dokter: 2 • Bidan: 1 • Asisten analis: 1 (honor) • Asisten apoteker: 1 • Staf administrasi dan keuangan: 1 • OB: 1 1. Penampilan pelayanan tersebut dibedakan atas dua macam : i.

Papan nama  Posisi papan nama mudah dibaca  Tidak ada hiasan maupun lampu warna  Ukuran minimal 40x60cm maksimal 60x90cm  Warna dasar putih dengan huruf balok warna hitam  Memuat nama dokter. Alat komunikasi Memiliki alat komunikasi yang biasa digunakan masyarakat sekitar 5. alamat praktek . o Kamar kecil o Dapat melindungi dari panas dan hujan o Relatif mudah dibersihkan o Mempunyai ventilasi cukup atau ber ac o Mempunyai sinar yang cukup 4. 6. Peralatan klinik  Memiliki alat alat pemeriksaan fisik sebagai berikut : o Alat tes sensasi kulit o Auriskop o Lampu senter dan kepala o Palu refleks o Peak flow meter o Ophtalmoscop o Penekan lidah o Pengukur tinggi badan o Snellen chart o Spekulum vagina o Stetoskop o Tensimeter o Termometer o Timbangan badan o Memiliki alat laboratorium o Alat monitoring gula darah o Alat pengukur kadar hemoglobin o Alat pemulas sediaan gram o Alat pemulas sediaan basah o Gelas obyek dan penutup o Mikroskop  Memiliki alat tidanakan sebagai berikut .dan jadwal praktek. sip.

perban.plester o Minor set o Peralatan resusitasi  Tas dokter untuk perawatan rumah o Alat penekan lidah forsep hemostat o Jarum suntik o Kapas dan alkohol o Lampu senter o Obat-obatan o Palu refleks o Spuit o Stetoskop o Tensimeter o Termometer o Peralatan luka o Kasa o Antiseptik o Larutan irigasi o Perangkat intravena o Kateter  Persediaan obat o Adrenalin o Kortokosteroid o Antihistamin o Analgetik o Anti asma o Anti konvulsan o Cairan infus o Parasetamol o Nsaid o Obat luka o Anti konvulsan . o Bak instrumen mental o Benang otot dan sutra o Forsep hemostatik o Gunting perban o Jarum kulit o Jarum suntik o Kapas.

1. dan bila perlu menganjurkan pemeriksaan penunjang secara rasional. ACLS. dll  Untuk tenaga non-medis o Kursus penggunaan alat tertentu o Kursus Manajemen laboratorium. Prosedur Pemeriksaan Standar Klinik Dokter Keluarga 1) Anamnesis Pelayanan dokter keluarga melaksanakan anamnesis dengan pendekatan pasien (patient- centered approach) dalam rangka memperoleh keluhan utama pasien. . S2 Kesehatan Kerja. 2) Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Dalam rangka memperoleh tanda . Akademi Kebidanan. dokter keluarga melakukan pemeriksaan fisik secara holistik. Kepemimpinan. Simposium. EKG. AKK.dll o Bentuk Lain: Selia Bestari (peer review) di antara sesama staf (medis dan non- medis) Pengaturan: Bisa dibuat perjanjian tersendiri o Proses: berdasarkan permintaan karyawan atau kebutuhan KDK  Untuk tenaga medis o PKB (pendidikan kedokteran berkelanjutan) Seminar. Kursus perpajakan LO. pendidikan formal. serta memperoleh keterangan untuk dapat menegakkan diagnosis. efektif dan efisien demi kepentingan pasien semata. o Peer Review: Pembahasan kasus secara EBM o Kursus singkat untuk satu ketrampilan tertentu (ATLS. Lokakarya. dll) o Pendidikan formal (S2 Aktuaria.2. dll)  Untuk paramedis o Kursus keperawatan o Peer Review: Diskusi kelompok o membahas satu masalah (rutin) o Kursus Manajemen pengelolaan o keperawatan di klinik (asuhan keperawatan.tanda kelainan yang menunjang diagnosis atau menyingkirkan diagnosis banding.dll) o Pendidikan formal seperti Akademi Keperawatan. pelatihan. o Spasmolitik o Anestesi lokal o Metode kontrasepsi Manajemen klinik  Peningkatan Kemampuan & Pengembangan Staf o Bentuk: Kursus. kekhawatiran dan harapan pasien mengenai keluhannya tersebut. o Pemeriksaan Kesehatan Berkala o Pendidikan Formal seperti Akademi Penata Rontgen.

termasuk konseling keluarga. dokter keluarga menegakkan diagnosis kerja dan beberapa diagnosis banding yang mungkin dengan pendekatan diagnosis holistik. 5) Konseling Untuk membantu pasien (dan keluarga) menentukan pilihan terbaik penatalaksanaan untuk dirinya. atau dinas kesehatan. maupun di tempat pasien. serta tanda bukti terkini (evidence based). dokter keluarga menganjurkan untuk dapat dilaksanakan tindak lanjut pada pasien. berdasarkan tanda bukti (evidence based) yang sahih dan terkini. 9) Tindakan Pada saat . dokter keluarga konsultan. demi kepentingan pasien. derajat keparahan. baik dilaksanakan di klinik. dokter keluarga melaksanakan konseling dengan kepedulian terhadap perasaan dan persepsi pasien (dan keluarga) pada keadaan di saat itu. Konsultasi dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain. dan demi kepentingan pasien. demi kepentingan pasien semata. demi kepentingan pasien semata. dokter keluarga melakukan konsultasi ke dokter lain yang dianggap lebih piawai dan / atau berpengalaman. sesuai dengan kewenangan dokter praktik di strata pertama. . dokter keluarga menyimpulkan prognosis pasien berdasarkan jenis diagnosis. 11) Pembinaan keluarga Pada saat . 4) Prognosis Pada setiap penegakkan diagnosis.saat dinilai bahwa penatalaksanaan pasien akan berhasil lebih baik.saat dinilai perlu. dokter keluarga melaksanakannya dengan rasional. dokter keluarga melakukan rujukan ke dokter lain yang dianggap lebih piawai dan/atau berpengalaman. dokter keluarga konsultan. dokter keluarga memberikan tindakan medis yang rasional pada pasien. dokter spesialis. 6) Konsultasi Pada saat . maka dokter keluarga menawarkan pembinaan keluarga.saat dinilai perlu.3) Penegakkan diagnosis dan diagnosis banding Pada setiap pertemuan. Rujukan dapat dilakukan kepada dokter keluarga lain.saat dinilai perlu. dokter spesialis. bila adanya partisipasi keluarga. 10) Pengobatan rasional Pada setiap anjuran pengobatan. 7) Rujukan Pada saat . rumah sakit atau dinas kesehatan. 8) Tindak lanjut Pada saat .saat dinilai perlu.

 Mematuhi tugas. Pendelegasian wewenang kepada perawat.1.3. Partnership kolaborasi merupakan usaha yang baik sebab mereka menghasilkan outcome yang lebih baik bagi pasien dalam mencapai upaya penyembuhan dan memperbaiki kualitas hidup. Peran Dokter serta Mitra Kerja Klinik Dokter Keluarga Bentuk komunikasi / kerjasama antara dokter dan teman sejawatnya di lakukan dalam berbagai hal seperti :  Merujuk pasien. termasuk sebagai dokter pengganti. keluarga dan masyarakat. mahasiswa kedokteran dalam hal pengobatan atau perawatan atas nama dokter yang merawat. 1994. Kolaborasi adalah proses dimana dokter dan perawat merencanakan dan praktek bersama sebagai kolega. LO.  Bekerjasama dengan sejawat. karena alasan kompetensi dokter dan keterbatasan fasilitas pelayanan. Dokter harus memperlakukan teman sejawat tanpa membeda-bedakan jenis kelamin.  Pendelegasian wewenang. harus disesuaikan dengan kompetensi dalam melaksanakan prosedur dan terapi yang sesuai dengan peraturan baru. Bekerja bersama dalam kesetaraan adalah esensi dasar dari kolaborasi yang kita gunakan untuk menggambarkan hubungan perawat dan dokter. usia. Anggota Tim interdisiplin . status sosial atau perbedaan kompetensi yang dapat merugikan hubungan profesional antar sejawat. kecacatan. Asuhan kesehatan selalu di ingatkan melalui kerjasama dalam tim multidisiplin. peseta prograrm pendidikan spesialis.  Mengatur dokter pengganti.  Bekerja dalam tim. Pada pasien rawat jalan. American Medical Assosiation (AMA). agama. ras. Kolaborasi merupakan proses komplek yang membutuhkan sharing pengetahuan yang direncanakan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat pasien. dokter tersebut harus menentukan dokter pengganti serta mengatur proses mengalihkan yang efektif dan komunikatif dengan dokter pengganti. dokter yang merawat harua merujuk pasiennya pada teman sejawat lainnya. bekerja saling ketergantungan dalam batasan-batasan lingkup praktek mereka dengan berbagi nilai-nilai dan saling mengakui dan menghargai terhadap setiap orang yang berkontribusi untuk merawat individu. Ketika seorang dokter berhalangan. Seorang dokter yang bekerja pada institusi pelayanan atau pendidikan kedokteran harus mematuhi tugas yang digariskan pimpinan institusi.

dokter. Dimana fungsinya adalah :  Pasien secara integral adalah anggota tim yang penting. manager.  Dokter keluarga yang sebenarnya dokter praktik umum dibenarkan mengingatkan dan diharuskan bertanya langsung kepada dokter spesialis yang dikonsuli atau dirujuki jika ada hal yang kurang jelas atau berbeda pendapat. dan apoteker. Perawat memfasilitasi dan membantu pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari praktek profesi kesehatan lain. Tim akan berfungsi baik jika terjadi adanya konstribusi dari anggota tim dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. tanggung jawab. fisioterapi. Elemen penting untuk mencapai kolaborasi yang efektif meliputi kerjasama. tujuan umum dan berbeda keahlian. ahli gizi. bertanggung jawab dan saling menghargai antar sesama anggota tim. Partisipasi pasien dalam pengambilan keputusan akan menambah kemungkinan suatu rencana menjadi efektif.  Perawat sebagai anggota membawa perspektif yang unik dalam interdisiplin tim. Sistem pelayanan dokter keluarga pelayanan diselenggarakan oleh tim kesehatan yang bekerja sama mewujudkan pelayanan yang berumutu. perawat. sepert IGD . mengobati dan mencegah penyakit.  Bidan dan perawat membantu dokter di klinik misalnya. Anggota tim kesehatan meliputi : pasien.  Pendekatan Praktik Hirarkis Dokter  Registerd nurse  Pemberi pelayanan lain  Pasien  Menekankan komunikasi satu arah  Kontak Dokter dengan pasien terbatas  Dokter merupakan tokoh yang dominan  Cocok untuk diterapkan di keadaan tertentu. komunikasi. Oleh karena itu tim kolaborasi hendaknya memiliki komunikasi yang efektif. Bidan dan perawat dibenarkan mengingatkan dokter jika perintah pemberian obat itu tidak jelas atau belum dicantumkan. Jadi bidan dan perawat tidak memberikan obat tanpa persetujuan dokter. Setiap komponen sistem mempunyai tugas masing-masng dan harus dikerjakan sungguh-sungguh sesuai dengan tatanan yang berlaku. asertifitas. otonomi dan kordinasi. pekerja sosial. Sebaliknya dokter harus memberikan perintah tertulis di dalam rekam medis untuk setiap pemberian obat. Kolaborasi menyatakan bahwa anggota tim kesehatan harus bekerja dengan kompak dalam mencapai tujuan.  Perawat berperan sebagai penghubung penting antara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan  Dokter memiliki peran utama dalam mendiagnosis.  Komponen sistem yang lain termasuk masyarakat pasien dibenarkan dan bahkan diharuskan saling kontrol saling mengingatkan agat tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka sering berkonsultasi dengan anggota tim lainnya sebagaimana membuat referal pemberian pengobatan. Pada situasi ini dokter menggunakan modalitas pengobatan seperti pemberian obat dan pembedahan. memberikan obat kepada pasien dibawah tanggung-jawab dokter.Tim pelayanan kesehatan interdisiplin merupakan sekolompok profesional yang mempunyai aturan yang jelas.

Pendekatan ini sekarang masih dominan dalam praktik dokter di Indonesia  Model kolaboratif tipe II : Register DOKTER d nurse PASIE Pemberi pelayan an lain  Lebih berpusat pada pasien  Semua pemberi pelayanan harus bekerjasama  Ada kerja sama dengan pasien  Tidak ada pemberi pelayanan yang mendominasi secara terus-menerus Hubungan dokter-Apoteker McDonough dan Doucette (2001) mengusulkan satu model untuk Hubungan Kerja Kolaboratif antara Dokter dan Apoteker (Pharmacist-Phycisian Collaborative Working Relationship). kerjasama yang seimbang. dokter muda yang sejak awal dididik untuk dapat bekerja sama dalam tim interdisipliner mungkin akan lebih mudah menerima konsep hubungan dokter-Apoteker. komunikasi yang terbuka dan dua arah. b. Karakteristik pertukaran. kedekatan jarak praktek. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hubungan ini antara lain disebutkan: a. Yang termasuk di sini antara lain adalah: ketertarikan secara profesional. c. akan menentukan seberapa intensif hubungan yang akan terjalin. Yang termasuk karakteristik partisipan adalah faktor demografi seperti pendidikan dan usia. penilaian terhadap performance. Semakin seimbang pertukaran antara kedua belah pihak. akan memungkinkan hubungan kolaboratif yang lebih baik. Yang dimaksud adalah kondisi pasien. Karakteristik partisipan. tipe praktek (apakah tunggal atau bersama). banyaknya interaksi. . Karakteristik konteks. Contohnya. konflik dan resolusinya.

Biaya pelayanan kedokteran Biaya yang dimaksud adalah yang dibutuhkan intuk menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kedokteran. . Yakni yang tujuan utamanya untuk mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan penderita. Sistem Pembiayaan Kesehatan Klinik Dokter Keluarga Terdapat 3 jenis pembiayaan kesehatan berdasarkan ideologi negara di dunia. negara mempunyai kewajiban penuh untuk memenuhi biaya kesehatan. 2. Biaya pelayanan kesehatan masyarakat Biaya yang dimaksud adalah yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Liberalis-kapitalis. Penyedia pelayanan kesehatan (health provider) Besarnya dana yang harus disediakan untuk dapat menyelenggarakan upaya kesehatan dan lebih menunjuk pada seluruh biaya investasi (investment cost) dan biaya operasional (operational cost). Bisa juga disebut tanggungan negara 100%. 2.4. yaitu : 1. dan masyarakat. dan masyarakat sama-sama menanggung beban pembiayaan kesehatan. swasta. Sosialis (welfare state). 3. Biaya kesehatan pada negara yang mengacu sistem pembiayaan kombinasi ditanggung oleh pemerintah. Secara umum dapat dibedakan atas dua macam yakni: 1. LO. Hanya saja disesuaikan dengan pembagian pelayanan kedokteran.ini menjadi persoalan utama para pemakai jasa pelayanan. Yakni yang tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta untuk mencegah penyakit. 2. Pemakai jasa kesehatan (health consumer) Besarnya dana yang harus disediakan untuk dapat memanfaatkan jasa pelayanan. Berdasarkan dari jenis pembiayaan kesehatan tersebut. swasta. Di sini biaya kesehatan diserahkan pada mekanisme pasar atau pemerintah tidak menanggung biaya kesehatan) sehingga pelayanan kesehatan menjadi berorientasi pada keuntungan semata. maka biaya kesehatan tersebut. Pada negara-negara tersebut. Biaya kesehatan dapat dilihat dari dua sudut: 1. dapat ditentukan Indonesia mengikuti sistem kombinasi dimana pihak pemerintah. Kombinasi antara sosialis dan kapitalis. Macam-macam biaya kesehatan: Tergantung dari jenis dan kompleksitas pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dan atau dimanfaatkan. Ini merupakan persoalan utama dari pihak pemerintah atau swasta yakni pihak-pihak yang menyelenggarakan upaya kesehatan.1.

untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. maupun swasta serta sumber lainnya yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kesehatan. dari masyarakat. Penguatan kerangka regulasi dan intervensi fungsional f. teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berhasil-guna dan berdaya-guna. Jumlah dana untuk kesehatan harus cukup tersedia dan dikelola secara berdaya-guna. adil dan berkelanjutan yang didukung oleh transparansi dan akuntabilitas. swasta. Mengupayakan pencapaian kepesertaan semesta dan penguatan permeliharaan kesehatan masyarakat miskin c.Unsur-unsur Pembiayaan Kesehatan:  Dana Dana digali dari sumber pemerintah baik dari sektor kesehatan dan sektor lain terkait. tujuan utama kebijakan dan program aksi itu pada umumnya adalah dalam area sebagai berikut: a. Dana yang tersedia harus mencukupi dan dapat dipertanggung-jawabkan. maupun masyarakat yang mencakup mekanisme penggalian. Tujuan Pembiayaan Kesehatan Tersedianya pembiayaan kesehatan dengan jumlah yang mencukupi. Dana pemerintah diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan bagi masyarakat rentan dan keluarga miskin. pengalokasian dan pembelanjaan dana kesehatan. baik oleh pemerintah secara lintas sektor. regulasi dan kelembagaan yang digunakan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam upaya penggalian. Prinsip Subsistem Pembiayaan Kesehatan Indonesia 1. Penggalian dukungan nasional dan internasional e. standar. Dana masyarakat diarahkan untuk pembiayaan upaya kesehatan perorangan yang terorganisir.  Sumber daya Sumber daya pembiayaan kesehatan terdiri dari: SDM pengelola. Meningkatkan investasi dan pembelanjaan publik dalam bidang kesehatan b. berhasil-guna dan berdaya-guna melalui jaminan pemeliharaan . adil. Pengembangan kebijakan pembiayaan kesehatan yang didasarkan pada data dan fakta ilmiah g. Pengembangan skema pembiayaan praupaya termasuk didalamnya asuransi kesehatan sosial d.  Pengelolaan Dana Kesehatan Prosedur / mekanisme pengelolaan dana kesehatan adalah seperangkat aturan yang disepakati dan secara konsisten dijalankan oleh para pelaku subsistem pembiayaan kesehatan. 2. Pemantauan dan evaluasi. tantangan. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memberi fokus strategi pembiayaan kesehatan yang memuat isu-isu pokok. 3. pengalokasian dan pembelanjaan dana kesehatan untuk mendukung terselenggaranya pembangunan kesehatan.

untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Namun untuk pemerataan pelayanan kesehatan. LO.  Rujukan kesehatan masyarakat Rujukan ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit (preventif) dan peningkatan kesehatan (promosi). pengalokasian dan pembelanjaan pembiayaan kesehatan di daerah merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. bahan-bahan laboratorium. Tujuan: untuk menyembuhkan penyakit dan atau memulihkan status kesehatan pasien. Tujuan: untuk meningkatkan derajat kesehatan dan ataupun mencegah penyakit yang ada di masyarakat. Hal yang dirujuk bukan hanya pasien saja tapi juga masalah-masalah kesehatan lain.1. sarana dan operasional.5. Konsultasi adalah upaya meminta bantuan profesional penanganan suatu kasus penyakit yang sedang ditangani oleh seorang dokter kepada dokter lainnya yang lebih ahli. teknologi. Rujukan ini mencakup rujukan teknologi. Rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (transfer of specimens) Pengiriman bahan-bahan pemeriksaan bahan laboratorium dari strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu ke strata yang lebih mampu atau sebaliknya. 4. 2. Disamping itu juga mencakup rujukan pengetahuan (konsultasi medis) dan bahan- bahan pemeriksaan. Pemerintah menyediakan dana perimbangan (maching grant) bagi daerah yang kurang mampu. Rujukan pasien (transfer of patient) Penatalaksanaan pasien dari strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu ke strata pelayanan kesehatan yang lebih sempurna atau sebaliknya untuk pelayanan tindak lanjut. atau secara horizontal (antar unit-unit yang setingkat kemampuannya). 3. Rujukan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) Pengiriman dokter/ tenaga kesehatan. sarana. yang dilaksanakan secara bertahap. dan sebagainya. yang lebih mampu ke strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu untuk bimbingan dan diskusi atau sebaliknya. untuk tindak lanjut. 5. Pemberdayaan masyarakat dalam pembiayaan kesehatan diupayakan melalui penghimpunan secara aktif dana sosial untuk kesehatan (misal: dana sehat) atau memanfaatkan dana masyarakat yang telah terhimpun (misal: dana sosial keagamaan) untuk kepentingan kesehatan. . 1. yakni :  Rujukan medik Rujukan ini berkaitan dengan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan pasien. Sistem Rujukan Pada Klinik Dokter Keluarga Sistem rujukan ialah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal (dari unit yang lebih mampu menangani). kesehatan baik berdasarkan prinsip solidaritas sosial yang wajib maupun sukarela. Pada dasarnya penggalian. Secara garis besar rujukan dibedakan menjadi 2.

3. semangat kerja. 1981): a.  Memperjelas sistem pelayanan kesehatan. karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara berulang-ulang. Ruang lingkup kegiatan Konsultasi memintakan bantuan profesional dari pihak ketiga.  Meringankan biaya pengobatan. Kemampuan dokter Konsultasi ditujukan kepada dokter yang lebih ahli dan atau yang lebih pengalaman. Pada rujukan hal ini tidak mutlak. karena telah diketahui dengan jelas fungsi dan wewenang setiap sarana pelayanan kesehatan. kemudian terdapat hubungan antara kerja berbagai sarana kesehatan yang tersedia. Manfaat rujukan: a) Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan  Membantu penghematan dana. Tata cara konsultasi (McWhinney.  Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.1. c) Dari sudut tenaga kesehatan  Memperjelas jenjang karir tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positif. Rujukan tenaga.  Memudahkan pekerjaan administrasi. Rujukan operasional Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab penanggulangan masalah kesehatan masyarakat dari strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu ke strata pelayanan kesehatan yang lebih mampu atau sebaliknya untuk pelayanan tindak lanjut. 2. Karakteristik rujukan: a. Pengiriman dokter/tenaga kesehatan dari strata pelayanan kesehatan yang lebih mampu ke strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu untuk menanggulangi masalah kesehatan yang ada di masyarakat atau sebaliknya. Rujukan sarana Pengiriman berbagai peralatan medis/ non medis dari strata pelayanan kesehatan yang lebih mampu ke strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu untuk menanggulangi masalah kesehatan di masyarakat. karena setiap sarana kesehatan mempunyai tugas dan kewajiban tertentu. melimpahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan kasus penyakit yang sedang dihadapi kepada pihak ketiga b.  Membantu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui jalinan kerjasama  Memudahkan/ meringankan beban tugas. ketekunan dan dedikasi. c. Rujukan. atau sebaliknya untuk tindak lanjut. karena tidak perlu menyediakan berbagai macam alat kedokteran pada setiap sarana kesehatan. Penjelasan lengkap kepada pasien alasan untuk konsultasi . untuk pendidikan dan latihan. terutama pada aspek perencanaan b) Dari sudut masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan. Wewenang dan tanggung jawab Konsultasi wewenang dan tanggung jawab tetap pada dokter yang meminta konsultasi. Pada rujukan sebaliknya.

Cross referral. 4. dan selama jangka waktu pelimpahan wewenang dan tanggungjawab tersebut dokter pemberi rujukan tidak ikut campur. menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita hanya untuk satu masalah kedokteran khusus saja. . formal/ informal lewat telfon c. dan selama jangka waktu tersebut dokter tsb tidak ikut menanganinya. catatan di rekam medis. Split referral. menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita sepenuhnya kepada beberapa dokter konsultan. 2. Interval referral. Konsultan bersedia memberikan konsultasi Tata cara rujukan: • Terbatas hanya pada masalah penyakit yang dirujuk saja • Tetap berkomunikasi antara dokter konsultan dan dokter yg meminta rujukan • Perlu disepakati pembagian wewenang dan tanggungjawab masing-masing pihak Pembagian wewenang & tanggung jawab: 1. 3. form khusus. Berkomunikasi secara langsung dengan dokter konsultan (surat.b. Collateral referral. menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita sepenuhnya kepada dokter lain untuk selamanya. Keterangan lengkap tentang pasien d. pelimpahan wewenang dan tanggung jawab penderita sepenuhnya kepada dokter konsultan untuk jangka waktu tertentu.

pejabat negara. pegawai pemerintah non pegawai negeri (pegawai honorer. Selain fakir miskin. BPJS kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. karena BPJS sebagai badan akan diaudit oleh BPK dan intansi lain yang terkait. gotong royong. b. anggota TNI. anggota POLRI. 2. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui peraturan pemerintah. LO. akuntabilitas. seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS). yang berhak menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan lainnya adalah yang mengalami cacat total tetap dan tidak mampu. Portability artinya adalah semua anggota BPJS bisa melakukan pengobatan di semua wilayah.1. d. maksudnya adalah yang tidak sakit menolong yang sakit.LI. Bukan PBI jaminan kesehatan Peserta bukan PBI jaminan kesehatan terdiri atas:  Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya Pekerja penerima upah adalah setiap orang yang bekerja pada pemberi kerja dengan menerima gaji atau upah. Ekuitas / kesamaan layanan ini dimaksudkan bahwa standar layanan yang diberikan sama di semua wilayah. yang tua menolong yang tua. .2. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Definisi BPJS Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial yang bertanggung jawab kepada presiden dan berfungsi menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia.2. Memahami dan Menjelaskan BPJS LO. c. Jenis-Jenis BPJS Peserta BPJS Kesehatan ada 2 kelompok. BPJS memiliki empat prinsip dasar yang menjadi acuan dalam pelaksanaannya: a.2. PBI jaminan kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) adalah peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan.2. yaitu : 1.

pegawai swasta dan pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja penerima upah. seperti pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri atau pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja bukan penerima upah  Bukan pekerja dan anggota keluarganya Sedangkan yang termasuk kategori bukan pekerja adalah investor. Jaminan Hari Tua (JHT). Jamsostek. Berikut adalah program yang dapat dinikmati di BPJS Ketenagakerjaan : a. Manfaat BPJS . maka prosedur dan manfaat tersebut masih sama dengan yang berlaku di PT. Jaminan Hari Tua (JHT) d. BPJS Ketenagakerjaan akan tetap melaksanakan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Selama belum ada peraturan baru yang mengatur tentang prosedur dan persyaratan menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan dan sebelum BPJS beroperasi secara penuh pada 1 Juli 2015.  Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya Pekerja bukan penerima upah adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas risiko sendiri.24 tahun 2011. staf ahli).2. Jaminan Kematian (JK) c. staf khusus. Menurut UU No. Jaminan Kematian (JK).3. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) b. Jaminan Pensiun (JP) LO. pemberi kerja. dan bukan pekerja lain yang memenuhi kriteria bukan pekerja penerima upah. penerima pensiun.

biasanya klinik atau puskesmas setelah di faskes 1 dapat rujukan baru anda ke rumah sakit yang bekerja sama dengan bpjs. kontrasepsi dasar.Hanya Indonesia Perlindungan asuransi bpjs hanya melindungi di indoensia berbeda dengan asuransi swasta yang bisa melindungi dan menggunakan rumah sakit yang bekerja sama hingga seluruh dunia. vasektomi dan tubektomi  Skrining kesehatan diberikan secara selektif yang ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari risiko penyakit tertentu.  Keluarga Berencana.2. Polio dan Campak. Kerugian BPJS 1. meliputi konseling.maka kalau di bpjs anda harus ke faskes 1. bedah jantung.4.  Imunisasi dasar. meliputi paling sedikit penyuluhan mengenai pengelolaan faktor risiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat. . peserta JKN akan mendapatkan pelayanan:  Penyuluhan kesehatan.Metode berjenjang Jika di asuransi lain anda bisa langsung ke berobat ke rumah sakit yang bekerja sama atau rekanan. hingga dialisis (gagal ginjal). meliputi Baccile Calmett Guerin (BCG).sebenarnya langsung ke rumah sakit bisa tapi ada prosedurnya seperti kritis atau kecelakaan dan lain sebagainya namun jika anda yang biasa pakai asuransi swasta pasti akan mengeluh dengan prosedur seperti ini. Seperti misalnya untuk pelayanan pencegahan (promotif dan preventif).  Jenis penyakit kanker. LO. Manfaat Jaminan Kesehatan Nasiona (JKN)/ BPJS mencakup pelayanan pencegahan dan pengobatan termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis. Difteri pertusis tetanus dan Hepatitis B (DPT-HB). 2.

Bagi Anggota Non BPI. LO.2. Kartu Keluarga. Anda akan mendapatkan kartu anggota BPJS Kesehatan. anda harus membayar iuran terlebih dahulu dan setelah membayar iuran anda resmi menjadi anggota BPJS kesehatan. maka Anda akan mendapatkan Virtual Account yang digunakan sebagai nomor transaksi untuk pembayaran premi. SIM. Bagi anggota BPI. atau Paspor. Masyararakat mengisi formulir dengan membawa salah satu kartu identitas KTP.3. Perwakilan perusahaan bisa datang langsung ke kantor BPJS di wilayah kabupaten atau kota kemudian mengisi formulir dan setelah itu mendapat satu Cara Mendaftar . anda tidak perlu membayar iuran karena iuran anda dibayarkan oleh pemerintah. Masyarakat datang ke kantor BPJS Kesehatan yang ada di tingkat kabupaten maupun propinsi 2. 4. 6.Antri Sana Sini Untuk pendaftaran dan pengubahan data di kantor bpjs antrian kadang tidak terbendung contohnya saja hari senin silahkan anda lihat di kantor bpjs antrian lumayan banyak tidak cukup disitu saja jika anda berobat ke rumah sakit dan sudah dapat rujukan dari faskes 1 antrian berobat di rumah sakit juga banyak. 2. Setelah mengisi formulir.5. 5. 3. Cara mendaftar anggota BPJS untuk karyawan: 1. setelah mendapat virtual account anda resmi menjadi anggota BPJS kesehatan. cara mendaftarkan keanggotaan BPJS bisa langsung melalui perusahaan. Untuk karyawan di perusahaan yang sebelumnya menggunakan Jamsostek. Prosedur BPJS Cara mendaftar anggota BPJS untuk umum: 1.

Pengelolaan Biaya BPJS 1. Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja pada Lembaga Pemerintahan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil. anggota Polri. Premi anda akan dipotongkan dari gaji bulanan anda sebagaimana pengguna Askes sebelumnya. Polri. Setelah pendaftaran selesai. PNS serta Pengguna Askes: 1. pejabat negara. Karyawan perusahaan telah resmi menjadi anggota BPJS kesehatan non PBI setelah membayar premi dan mendapatkan kartu anggota BPJS kesehatan sejumlah karyawan tersebut.2. 3. Namun pendafatarnnya akan lebih mudah karena data anda sudah ada di kantor BPJS. LO.6. Setelah itu perwakilan perusahaan membayarkan premi sejumlah iuran premi per karyawan dikalikan jumlah karyawan. BUMD dan Swasta sebesar 4. Pendaftaran bisa dilakukan sendiri maupun secara kolektif di kantor BPJS kesehatan dengan menyertakan bukti kartu askes anda. 2. 3. Iuran bagi Peserta Pekerja Penerima Upah yang bekerja di BUMN. anda akan mendapatkan kartu BPJS kesehatan. dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 3% (tiga persen) dibayar oleh pemberi kerja dan 2% (dua persen) dibayar oleh peserta. Anggota BPJS Untuk Karyawan dan Umumirtual Account untuk seluruh karyawan di satu perusahaan. . 3. 4. 4. Polri dan Pengguna Askes adalah sama. Secara umum cara pendaftaran untuk TNI. 2. Bagi peserta Penerima Bantun Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan iuran dibayar oleh Pemerintah. anggota TNI.5% (empat koma lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta. Cara mendaftar anggota BPJS untuk TNI.

dan janda.4.(lima puluh sembilan ribu lima ratus rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.. Sebesar Rp. Perintis Kemerdekaan. Iuran untuk keluarga tambahan Pekerja Penerima Upah yang terdiri dari anak ke 4 dan seterusnya. besaran iuran sebesar sebesar 1% (satu persen) dari dari gaji atau upah per orang per bulan. 6. 42.3. dibayar oleh Pemerintah. Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan.500. dibayar oleh pekerja penerima upah. ibu dan mertua. 2. 25. c. 7. atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis Kemerdekaan. 59. Keterlambatan pembayaran Iuran untuk Pekerja Penerima Upah dikenakan denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan. yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak oleh Pemberi Kerja. asisten rumah tangga. Keterlambatan pembayaran Iuran untuk Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja dikenakan denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 6 (enam) bulan yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak.(dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III. Iuran Jaminan Kesehatan bagi Veteran. iurannya ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari 45% (empat puluh lima persen) gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 (empat belas) tahun per bulan. dll). Memahami dan Menjelaskan Asuransi Kesehatan Dalam Pandangan Islam .(empat puluh dua ribu lima ratus rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.500.. b. Sebesar Rp.500. ayah. 5 Iuran bagi kerabat lain dari pekerja penerima upah (seperti saudara kandung/ipar.. duda. peserta pekerja bukan penerima upah serta iuran peserta bukan pekerja adalah sebesar: a. LI. Sebesar Rp. Denda Keterlambatan Pembayaran Iuran: 1.

yaitu asuransi ( jaminan ) yang diberikan kepada komunitas tertentu. Asuransi ditinjau dari aspek peserta. asuransi kendaraan. alasan-alasannya sebagai berikut : . yang berarti aman. pertanggungan. seperti Asuransi Kesehatan ( Askes ). Asuransi Takaful atau Ta’awun. karena orang yang melakukan transaksi ini (khususnya para peserta ) telah merasa aman dan tidak terlalu takut terhadap bahaya yang akan menimpanya dengan adanya transaksi ini. Astek ( Asuransi Sosial Tenaga Kerja ) yang kemudian berubah menjadi Jamsostek ( Jaminan Sosial Tenaga Kerja). maka dibagi menjadi : 1. Asuransi ini biasanya diselenggarakan oleh pemerintah dan bersifat mengikat. maupun dari aspek sistem yang digunakan. dan tenang. hlm : 21 ) Dinamakan at Ta’min. atau at Tadhamun yang berarti : saling menanggung. Asuransi ini disebut juga dengan istilah at- Ta’min. Di dalam bahasa Arab asuransi dikenal dengan istilah : at Takaful. adapun rinciannya sebagai berikut : Untuk asuransi ta’awun dibolehkan di dalam Islam. anggota ABRI. 2. yang berarti takut dan khawatir. ( al Fayumi. asuransi pendidikan dan lain-lain. Asuransi ditinjau dari bentuknya dibagi menjadi dua : 1. Oleh karenanya. orang-orang yang sudah pensiun. Asabri ( Asuransi Sosial khusus ABRI ). selain asuransi sosial. Asuransi Niaga ( at Ta’min at Tijari ) ini mencakup : asuransi kerugian dan asuransi jiwa. seperti pegawai negri sipil ( PNS ). Asuransi Sosial ( Ta’min Ijtima’i ) . dalam tulisan ini akan disebutkan jenis-jenis asuransi ditinjau dari berbagai aspek. berasal dari kata amina. orang-orang yang tidak mampu dan lain-lainnya. ( at Ta’min at Ta’awuni ) 2. Asuransi Pribadi ( Ta’min Fardi ) : yaitu asuransi yang dilakukan oleh seseorang untuk menjamin dari bahaya tertentu. baik dari aspek peserta. Asuransi Pensiunan dan Hari Tua ( PT Taspen ). Para ahli berbeda pendapat di dalam menyebutkan jenis-jenis asuransi. al Misbah al Munir. Hukum Asuransi menurut Islam berbeda antara satu jenis dengan lainnya. karena masing-masing melihat dari aspek tertentu. tentram. Asuransi ini mencakup hampir seluruh bentuk asuransi. Lawannya adalah al-khouf.

. Begitu juga asuransi sosial hukumnya adalah diperbolehkan dengan alasan sebagai berikut : 1. tetapi hanya bertujuan untuk meringankan ancaman bahaya yang akan menimpa mereka. karena memang akadnya tidak ada unsure riba dan premi yang dikumpulkan anggota tidak diinvestasikan pada lembaga yang berbau riba. 3. Asuransi Ta’awun ini bebas dari riba. dan berkersama di dalam menghadapinya. Ketidaktahuaan para peserta asuransi mengenai kepastian jumlah santunan yang akan diterima bukanlah sesuatu yang berpengaruh. maupun riba nasi’ah. sehingga di sini tidak mengandung unsur spekulasi. Asuransi sosial ini tidak termasuk akad mu’awadlah ( jual beli ).1. baik secara sukarela. ketidakjelasan dan perjudian. Asuransi Ta’awun termasuk akad tabarru’ (sumbangan suka rela) yang bertujuan untuk saling bekersama di dalam mengadapi marabahaya. baik riba fadhal. dan ikut andil di dalam memikul tanggung jawab ketika terjadi bencana. maupun dengan gaji tertentu. 2. Caranya adalah bahwa beberapa orang menyumbang sejumlah uang yang dialokasikan untuk kompensasi untuk orang yang terkena kerugian. 4. Adanya beberapa peserta asuransi atau perwakilannya yang menginvestasikan dana yang dikumpulkan para peserta untuk mewujudkan tujuan dari dibentuknya asuransi ini. Kelompok asuransi ta’awun ini tidak bertujuan komersil maupun mencari keuntungan dari harta orang lain. tetapi merupakan kerjasama untuk saling membantu. karena pada hakekatnya mereka adalah para donatur.

yang sebenarnya itu adalah tugas dan kewajiban Pemerintah. Maka dalam akad seperti ini tidak ada unsur riba dan perjudian. musibah. yang kemudian akan diinvestasikan Pemerintah untuk menanggulangi bencana. ketika menderita sakit ataupun bantuan di masa pensiun dan hari tua dan sejenisnya. adapun uang yang dibayarkan anggota dianggap sebagai pajak atau iuran. Asuransi sosial ini biasanya diselenggarakan oleh pemerintah.2. .

depkes. 1996 Sistem Pembiayaan Kesehatan Indonesia. Pembiayaan Kesehatan.go. DAFTAR PUSTAKA Anies. 2010 Tristantoro L.net/kelemahan-dan-kekurangan-bpjs-kesehatan/ ( 17 Desember 2015) http://www. Kedokteran Keluarga & Pelayanan Kedokteran yang Bermutu.arrahmah.com/read/2011/12/15/16834-hukum-asuransi-dalam-islam (17Desember 2015) http://infobpjs.itjen. Semarang. FKM UI. http://www.id/public/upload/unit/pusat/files/BUKU%20SAKU%20FAQ %20BPJS. Prinsip-Prinsip Asuransi Kesehatan Untuk Mahasiswa Kedokteran Dan Residen. Gani A. FK UGM. 2006.pdf (17 Desember 2015) .