BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Demografi adalah salah satu disiplin ilmu. Bidang kajiannya adalah
struktur (susunan) populasi manusia atau kependudukan di lingkup wilayah
tertentu dan dalam periode tertentu pula. Studi demografi akan mengkaji
sebab dan akibat perubahan struktur kependudukan termasuk peningkatan atau
pengurangan jumlah penduduk yang disebabkan tingkat kelahiran, tingkat
kematian, dan proses perpindahan (migrasi) penduduk. Problematik demografi
dalam meningkatkan kesejahteraan sudah berada di wilayah terapan ilmu
demografi. Pertanyaan mendasarnya adalah upaya mencari keseimbangan
struktur penduduk di wilayah tertentu pada periode tertentu dan kesejahteraan
optimal yang dapat dicapai.
Kasus Indonesia, sejak reformasi 1998, intensitas program Keluarga
Berencana tampak menurun. (Coba perhatikan semakin banyak pasangan
suami-isteri di sekeliling kita memiliki lebih dari dua anak antara 1998-2008).
Belakangan Kepala BKKBN mengingatkan akan terjadi ledakan jumlah
penduduk dan segala implikasinya di Indonesia jika program KB ditinggalkan.
Kampanye KB pun dimulai lagi, namun belum seintensif di masa Presiden.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Demografi adalah studi tentang penduduk khususnya mengenai
kelahiran, perkawinan, kematian dan perpindahan. Studi ini menyangkut
jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk dan perubahannya dari
waktu ke waktu. Demografi didefinisikan dalam berbagai arti menurut
beberapa ahli. Diantaranya :
1. Johan Suszmilch (1762) : demografi mempelajari hukum Illahi yang
berhubungan dengan perubahan-perubahan pada umat manusia yang
terlihat pada kelahiran, pertumbuhan dan kematianya.
2. Achille Gulliard (1855) : demografi sebagai ilmu yang mempelajari
segala sesuatu dari keadaan dan sikap manusia yang dapat diukur,
meliputi perubahan secara umum, fisik, peradaban, intelektualitas dan
kondisi moral.
3. David V.Glass (1953) : demografi terbatas pada studi penduduk sebagai
akibat proses demografi yaitu : kelahiran, kematian dan migrasi.
4. (1982) : Demografi adalah studi ilmiah mengenai masalah penduduk
yang berkaitan dengan jumlah, struktur, serta pertumbuhannya.
Ditekankan pada segi kuantitatif dari berbaga faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian dan
migrasi.
5. Donald J.Bogue : Principles of Demography : Demografi “adalah ilmu
yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang jumlah,
komposisi, distribusi penduduk, serta perubahan-perubahannya
sepanjang masa melalui bekerjanya 5 komponen demografi (fertilitas,
mortalitas, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.
Demografi juga di definisikan sebagai berikut :
1. Menurut Multilingual Demographic Dictionary, Demography is the
scientific study of human populations in primarily with the respect to
their size, their structure (composition) and their development (change).
Yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih artinya
sebagai berikut : Demografi adalah ilmu yang mempelajari penduduk
(suatu wilayah) terutama mengenai jumlah, struktur (komposisi
penduduk) dan perkembangannya (perubahannya).

kematian (mortalitas) dan juga adanya migrasi penduduk. Ruang Lingkup : a. penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia. territorial. disimpulkan (dapat disimpulkan) bahwa demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. 2. Kelahiran (natalitas) b. dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab- sebab perubahan itu yang biasanya timbul dari natalitas (fertilitas). territorial distribution and composition of population. Struktur penduduk ini selalu berubah-ubah karena disebabkan oleh proses demografi yakni kelahiran (fertilitas). changes there in and the components of such changes which maybe identified as natality. 2. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial. Struktur penduduk meliputi jumlah persebaran dan komposisi penduduk. Sedangkan menurut Philip M Hauser dan Duddley Duncan (1959) mengusulkan definisi demografi adalah “Demography is the study of the size. Yang dalam terjemahan Indonesia diartikan kurang lebih sebagai berikut “ Demografi mempelajari jumlah. Kuantitatif dan kualitatif b. 2. Dari kedua definisi diatas. persebaran. Kematian (death/mortalitas) c. Migrasi (perpindahan) Ketiga Variabel ini akan mempengaruhi keadaan dan komposisi penduduk (umur dan jenis kelamin). mortalitas. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk dimasa akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya. 3. gerak territorial (migrasi) dan mobilitas social (perubahan status). 4. 2. territorial movements (migration) and social mobility (changes of states). Menjelaskan pertumbuhan masa lampau. Unsur-unsur demografi .2 Tujuan 1.3 Variabel Ruang Lingkup Variabel utama demografi : a. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.

para petugas mendatangi penduduk yang akan dicacah. d. perceraian. sedangkan pada registrasi. Semua orang : Mencakup semua orang atau penduduk yang tinggal dalam wilayah pencacahan. . Registrasi Penduduk Merupakan sistem pencatatan data kependudukan yang dilaksanakan oleh petugas pemerintahan setempat yang meliputi pencatatan peristiwa kelahiran. perkawinan. politik dsb) 2. kesehatan. pengolahan. penduduk atau anggota keluarga yang melaporkan adanya kejadian peristiwa vital kepada para petugas. penganalisaan. Sensus Penduduk Merupakan keseluruhan dari proses pengumpulan (collecting). Wilayah tertentu : Ruang lingkup sensus meliputi seluruh wilayah geografis dengan batas-batas yang jelas. Cara Pelaksanaan Sensus. Perbedaan Sensus Penduduk VS Registrasi Penduduk : a. pengangkatan anak (adaopsi). Teknik menghitung data kependudukan d. e. Interdisciplinary science (ekonomi. teknik dan analisa serta konsekuensi e. kematian. perubahan tempat tinggal (migrasi).4 Sumber Data Sumber data Demografi yang paling pokok adalah : 1. dan lingkungan hidup. c. c. Kriteria : a. Unit cacah sensus adalah individu secara perorangan. Dalam pelaksanaan sensus penduduk. misalnya batas negara. perubahan pekerjaan. pengukuran.pencacahan. penyajian. psychologi. penilaian. b. geografi. bukan rumahtangga atau keluarga. Data demografi. sosial. 2.De jure : pendataan penduduk menurut tempat tinggal penduduk yang bersangkutan. dan penerbitan data kependudukan yang antara lain meliputi ciri-ciri demografi. Waktu tertentu : Dilaksanakan pada waktu tertentu sesuai dengan yang telah ditentukan dan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah . . ekonomi. De facto : pendataan penduduk menurut tempat penduduk yang bersangkutan ditemui oleh petugas pada saat sensus dilaksanakan. serta segala kejadian penting yang merubah status sipil seseorang sejak dia lahir sampai mati. dilakukan dengan dua cara : .

Survai Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2.5 Laju Pertumbuhan Penduduk Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun selalu bertambah.5 Dinamika Penduduk Dinamika penduduk akan melahirkan push and pull theory. emigrasi Unsur-unsur Dinamika Penduduk a. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu : a. Survai Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 3. Survai Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2.Kekuatan menambah (dorong/push) : kelahiran. Kematian (mortalitas) c. Kelahiran (natalitas) b. 4. Sensus penduduk dilaksanakan pada suatu periode waktu tertentu. Pertumbuhan penduduk adalah bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk di suatu daerah atau negara dalam kurun waktu tertentu.Kekuatan mengurangi (tarik/pull) : kematian. sedangkan registrasi dilaksanakan secara terus menerus. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. serta ditujukan untuk mengumpulkan informasi secara lebih terperinci dan mendalam tentang aspek-aspek tertentu berkaitan dengan perilaku penduduk. b. Survai penduduk dilakukan karena Sensus dan Registrasi Penduduk memiliki kelemahan dan keterbatasan. Survai Penduduk Adalah proses pencatatan data kependudukan berdasarkan kekhususan bidang kajian. 3. seperti catatan-catatan atau dokumen-dokumen pada instansi-instansi pemerintah. Survai- survai besar di Indonesia: 1. Survai Sosial Ekonomi Indonesia (SUSENAS) 4.Tingkat pertumbuhan . Survai Sampel Sumber lain. yaitu Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan mengurangi : . oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian. Migrasi (perpindahan) Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia. imigrasi . Perubahan jumlah penduduk ini disebut sebaagi pertumbuhan penduduk.

Rate of natural increase (pertumbuhan penduduk alami) Pt = Po + ( B . Nilai rate ini dipakai untuk menyatakan kecepatan kejadian dan dinamika tertentu dalam masyarakat.Rate Rate adalah angka yang memperlihatkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau penyakit tertentu dalam populasi dan waktu tertentu.Mo :migrasi keluar pada jangka waktu yang sama . natalitas/birth rate 2. Demografi . Pertumbuhan Eksponential Pt = Po. n Keterangan : . D : Jumlah kematian yang terjadi pada jangka (Death=mati) . morbidity rate. Pengukuran laju pertumbuhan penduduk yaitu : 1. . Migrasi keluar (emigrasi) yaitu perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal (area of origin) 2. 3.n : lamanya waktu antara Po dengan Pt (n=number) . mortalitas/death rate. Angka kelahiran.Po : jumlah penduduk pada waktu terdahulu (awal) .r : angka pertumbuhan penduduk (r=rate) . fertilitas. dan natality rate.6 Ukuran Dasar Demokrasi Migrasi 1.B : kelahiran yang terjadi pada jangka waktu antara kedua kejadian tersebut (B=Birth) .Pt : jumlah penduduk pada waktu sesudahnya (P=population) .71828 (e=eksponential/pangkat) Pertumbuhan penduduk di suatu daerah/negara disebabkan oleh faktor-faktor demografi : 1. e r. Migrasi masuk (imigrasi) yaitu masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan (area of destination) 4. Pertumbuhan Geometri Pt = Po. Contohnya mortality rate. Mi : migrasi masuk pada jangka waktu yang sama (M=migration) . penduduk di negara kita masih termasuk tinggi.e : angka eksponential = 2.D) + (Mi – Mo) 2. (1+r) n 3. Angka kematian. Atau bisa juga sebagai perbandingan antara kejadian dengan jumlah penduduk yang memiliki risiko kejadian tersebut.

Demografi .Rata-rata Nilai rata-rata adalah ukuran nilai tengah yang didapat dari penjumlahan semua nilai pengamatan yang ada. menurut hasil sementara Sensus Penduduk 2000. Demografi . Artinya.Cakupan Cakupan adalah ukuran yang menilai besarnya pencapaian dari hasil pelaksanaan suatu terget kegiatan yang sebelumnya telah ditentukan pada jangka waktu yang telah ditentukan. 6.Proporsi Proporsi adalah nilai perbandingan antara pembilang atau numerator dengan penyebut atau denominator. Demografi . misalnya. Sebagai contoh.Frekuensi Frekuensi adalah ukuran yang menyatakan seberapa banyak aktivitas suatu kegiatan telah dilaksanakan pada suatu jangka waktu tertentu. 4. 5. Demografi . rasio menyatakan suatu jumlah dalam suatu perbandingan terhadap jumlah yang lainnya. rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan penduduk perempuan yang berada di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu. Rasio juga bisa diartikan sebagai perbandingan antara dua bilangan yang tidak saling tergantung yang digunakan untuk menyatakan besarnya suatu kejadian. dengan satuan %. 7. . Demografi . kemudian dibagi dengan banyaknya pengamatan yang ada. jumlah penduduk Indonesia di tahun 2000 berjumlah 203. perseratus.5 juta orang.Rasio Rasio adalah perbandingan antara nomerator dan denominator pada suatu waktu. atau perseribu. Demografi . Dalam hal ini. 3.Jumlah Besarnya ukuran jumlah ini sering digunakan dalam analisis demografi. pembilang termasuk bagian dari penyebut.2. Besarnya rasio ini dapat dinyatakan dalam bentuk persepuluh.

struktur umur.Kohor Kohor merupakan sekumpulan orang yang telah menjalani peristiwa demografi secara bersama-sama. 9. Pada awal abad 20. Aplikasi Demografi Aplikasi dari demografi ini antara lain untuk kesehatan masyarakat (mortalitas dan fertilitas). Tersusun dari garis atau . Dalam rumus. misalnya 100. Jika "k" ini dikalikan dengan rasio . distribusi penduduk).000. ketenagakerjaan (jumlah penduduk. Menurut Blacker (1947) ada 5 phase dalam teori transisi demografi. Misalnya. Ukuran kohor adalah ukuran yang digunakan untuk menghitung suatu peristiwa demografi pada suatu kohor tertentu. dan fasilitas umum (jumlah penduduk. penggunaan tanah (distribusi dan pertumbuhan penduduk). tampak bahwa tingkat kematian turun di berbagai Negara Barat dan tingkat kelahiran juga turun. dan pemasaran.7 Piramida Penduduk Piramida penduduk adalah grafik mendatar yang menyajikan data kependudukan dalam bentuk diagram batang yang menunjukkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. jumlah penduduk dan distribusinya). angka. Demografi . kohor kelahiran.8. F. ketenagakerjaan (struktur umur. Transisi demografi pada dasarnya mengacu pada perubahan dari satu situasi stationary (saat dimana pertumbuhan penduduk 0) ke situasi lainnya. atau proporsi maka akan mendapatkan hasil yang lebih jelas maknanya.000 atau 10. Kondisi ini menimbulkan teori demografi yang utama yaitu : Teori Transisi Demografi. Kohor kelahiran adalah sekumpulan orang yang lahir di tahun yang sama. dimana khususnya phase 2 dan 3 adalah phase transisi 2. dinyatakan dengan "k".Konstanta Konstanta merupakan bilangan tetap. struktur umur dan distribusinya). Demografi . penggunaan sekolah.

koordinat vertikal yang digunakan untuk menyatakan golongan umur. Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang. dewasa. Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar. Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang. Piramida Penduduk Muda (Expansive) Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. misalnya Indonesia. dan India. Malaysia. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. d. seperti Indonesia. Jenis kelamin laki-laki di sebelah kiri. Ketiga bentuk piramida penduduk itu sebagai berikut : 1. Republik Rakyat Cina. Thailand. dan India. sedangkan usia tua sedikit. Contoh: bentuk piramida penduduk Jepang dan Singapura serta beberapa negara yang tergolong maju. Piramida ini menunjukkan jumlah penduduk muda. Garis horizontal digunakan untuk menunjukkan jumlah. Mesir. Pertumbuhan penduduk relatif tinggi. tetapi tergantung pada kuantitas penduduk. biasanya dalam jutaan. dan tua hampir sama. Piramida Penduduk Stasioner Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan tingkat kelahiran yang hampir sama dengan tingkat kematian atau bersifat stasioner. 5–9. Meskipun bentuknya berbeda-beda. dan seterusnya hingga usia maksimal yang bisa dicapai oleh penduduk di suatu wilayah. Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian. Pertumbuhan penduduk cenderung tetap. Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai berikut : . Masing-masing bentuk mencerminkan karakteristik penduduknya. Bentuk piramida penduduk berbeda-beda untuk setiap wilayah atau negara. b. 2. Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansif antara lain sebagai berikut : a. sedangkan golongan perempuan di sebelah kanan. Malaysia. Dimulai dari umur 0–4. Filipina. c. pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi tiga.

Tingkat kelahiran umumnya tidak begitu tinggi. Jerman. a.8 Permasalahan Penduduk Dari segi kependudukan. Penyebaran penduduk tidak merata. Pertumbuhan penduduk sangat rendah mendekati nol. c. Negara yang berada pada fase ini. dan Belgia. dan Swiss Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif antara lain sebagai berikut : a. kelompok balita dan remaja masih sangat besar. . demikian juga angka kematian. sangat padat di Jawa . d. Piramida penduduk ini memiliki umur median (pertengahan) sangat tinggi. Belgia. demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah. b. Piramida Penduduk Tua (Constructive) Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan tingkat kelahiran yang lebih rendah dari tingkat kematian atau bersifat konstruktif. Jumlah penduduk yang tinggi terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa. Pertumbuhan penduduk kecil. Suatu negara disebut berpenduduk tua apabila sebagian besar penduduk di negara itu sudah berumur tua. c. Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain : 1. Contoh: piramida penduduk negara Jerman. 2. bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif. Penurunan tingkat kelahiran yang tajam menyebabkan pertumbuhan penduduk mengalami penurunan. 3. d. Terdapat di beberapa negara maju antara lain Amerika Serikat. antara lain Swedia. Sedang suatu negara disebut berpenduduk muda apabila sebagian penduduk negara itu masih berumur muda. f. 2. b. Dengan melihat bentuk piramida penduduk. e. Piramida penduduk masih sangat melebar. Perbandingan jumlah penduduk pada kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang. Angka kelahiran sangat rendah. Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil. Jumlah penduduk cenderung berkurang dari tahun ke tahun. dan Inggris.sangat jarang di Kalimantan dan Irian. Belanda. maka akan diketahui apakah negara itu bercirikan penduduk tua atau muda.

Kemiskinan Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan materiil dasar berdasarkan standar tertentu. Indeks Kesehatan masih rendah. dan tepat. yang disebut desa tertinggal. misalnya kaleng bekas.3. belum mendapat perhatian serius 6. pangan. Adapun standar ini lebih dikenal dengan garis kemiskinan. yaitu tingkat pengeluaran atas kebutuhan pokok yang meliputi sandang. Kemudian pemerintah memberikan anggaran bagi tiap desa tertinggal yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok di sana untuk memulai usaha yang dapat berjalan. Upaya yang berbeda juga dapat diterapkan untuk menanggulangi kemiskinan. Meningkatkan sumber daya ekonomi yang dimiliki penduduk miskin Misalnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sempit dengan intensifikasi pertanian. memberikan bekal keterampilan untuk mengolah barang-barang bekas di sekitarnya. ramah lingkungan. Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi Masalah Kependudukan Yang Berdampak Terhadap Kesehatan : 1. pemerintah Indonesia mencanangkan Inpres Desa Tertinggal. papan secara layak. masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa. kelompok tani. Program ini dilakukan dengan melalui dua tahap. 5. di antaranya: a. Untuk menanggulangi kemiskinan tersebut. Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata. Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal. besi bekas. pemerintah menghimpun penduduk- penduduk di desa tertinggal ke dalam suatu wadah di bawah naungan lembaga kesejahteraan desa. Angkatan kerja sangat besar. Pertama pemerintah menentukan desa-desa yang memiliki pemusatan penduduk miskin yang tinggi. misalnya KUD. perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun. dan sebagainya. Jumlah desa tertinggal mencapai sepertiga dari jumlah seluruh desa di Indonesia. plastik bekas. Kedua. 4. berkelanjutan. membimbing .

Selain sebagai tempat memasarkan hasil produksi masyarakat. Pemerintah mencarikan bapak asuh terutama para pengusaha-pengusaha untuk menggandeng masyarakat dalam mengembangkan usaha. Ketidakmampuan dalam emenuhi kebutuhan perumahan mengharuskan mereka tinggal di kolong jembatan. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pakaian secara layak berdampak pada kesehatan kulit dan organ-organ tubuh . dan lain-lain. b. Penduduk miskin cenderung memiliki pola hidup kurang bersih dan tidak sehat. Kemiskinan akan berdampak pada kesehatan. sehingga mengesampingkan aspek kesehatannya. sehingga kebutuhan akan sanitasi air bersih juga tidak terpenuhi. keberadaan pasar juga bisa memotivasi masyarakat untuk lebih produktif lagi. Kesehatan Kualitas penduduk yang diuraikan sebelumnya yang berpengaruh terhadap kemiskinan. Ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara layak berdampak pada kesehatan mereka. 2. bantaran sungai. Menyediakan pasar-pasar bagi penjualan produksi penduduk Pasar merupakan fasilitas penting dalam menunjang pendapatan penduduk. seperti penduduk yang tinggal di daerah rawa memanfaatkan enceng gondok untuk bahan kerajinan. atau rumah seadanya. Kondisi kehidupan yang memprihatinkan mengharuskan penduduk miskin bekerja keras melebihi standar kerja penduduk yang lebih mampu. Memberikan program penyuluhan dan pembekalan keterampilan Pemerintah hendaknya intensif terjun ke masyarakat untuk memberikan pengajaran dan pelatihan keterampilan bagi penduduk miskin agar dapat menghasilkan sesuatu guna menunjang pendapatannya. Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara sehat dan bergizi berdampak pada rendahnya gizi. ternyata juga berpengaruh pada kesehatan penduduk. c. penduduk di daerah gunung memanfaatkan bunga pinus sebagai kerajinan. Karena masyarakat tidak perlu kawatir lagi akan mengalami kesulitan memasarkan hasil produksinya. penduduk untuk jeli memerhatikan dan memanfaatkan peluang usaha di sekitarnya.

atau bahkan gratis di rumah sakit pemerintah atau puskesmas. pengobatan. Penambahan fasilitas kesehatan. Pemerintah menyediakan pelayanan gratis bagi penduduk miskin dalam bentuk Askeskin (asuransi kesehatan masyarakat miskin) dan kartu sehat yang dapat digunakan untuk memperoleh layanan kesehatan secara murah. e. KB. Berdasarkan prinsip pencegahan lebih baik dari pengobatan. Pelaksanaan imunisasi. Hal tersebut dapat dilaksanakan melalui PIN (Pekan Imunisasi Nasional). Dengan demikian dapat mengurangi tingginya angka kematian bayi. posyandu. Untuk menanggulangi masalah kesehatan tersebut dapat dilakukan dengan: a. polindes (pondok bersalin desa). dan lain-lain. seperti imunisasi. Tenaga medis tersebut juga harus . Fasilitas kesehatan harus mampu menampung dan menjangkau masyarakat di daerah-daerah tertinggal. perawat. f. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi makanan tambahan yang bergizi terutama bagi anak-anak. d. seperti dokter. puskesmas. Program ini dapat dioptimalkan melalui pemberdayaan posyandu dan kegiatan PKK. dan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. Penambahan fasilitas ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Penyediaan obat murah ini dapat berupa obat generik. Penyediaan pelayanan kesehatan gratis.lainnya. b. puskesmas pembantu. Agar pelayanan kesehatan dapat mencakup seluruh lapisan masyarakat dan mencakup seluruh wilayah Indonesia diperlukan penambahan jumlah tenaga medis. Pemerintah harus mengembangkan pengadaan obat murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat bawah. Dampak dari tingkat kesehatan penduduk yang rendah tersebut adalah tingginya angka kematian (terutama bayi dan ibu). Pengadaan obat generik. program imunisasi bertujuan melindungi tiap anak dari penyakit umum. c. Penambahan jumlah tenaga medis. Penambahan fasilitas kesehatan ini meliputi rumah sakit. Peningkatan gizi masyarakat. bidan.

seperti sekolah. yakni usaha perbaikan kualitas SDM dan penciptaan lapangan kerja. baik dalam pengetahuan maupun keterampilan. Di samping itu. penyebab tingginya angka pengangguran adalah rendahnya kualitas pendidikan penduduk dan tingginya kuantitas penduduk. Pengangguran Rendahnya tingkat kesehatan penduduk dan tingginya angka kekurangan gizi masyarakat. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran. Melakukan penyuluhan tentang arti pentingnya kebersihan dan pola hidup sehat Penyuluhan semacam ini juga bisa melibatkan lembagalembaga lain di luar lembaga kesehatan. b. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja. dan dibentuk menjadi seorang yang mandiri dan profesional. antara lain: a. 3. organisasi kemasyarakatan. Peningkatan keterampilan kerja masyarakat. Program ini dapat dilakukan melalui pendidikan keterampilan singkat maupun berjangka di Balai Latihan Kerja (BLK). Adapun usaha-usaha tersebut. Oleh sebab itulah pada sebagian besar negara-negara berkembang dan negaranegara miskin. memiliki dedikasi tinggi untuk ditempatkan di daerah-daerah terpencil serta berdedikasi tinggi melayani masyarakat miskin. Jika kesadaran akan arti pentingnya pola hidup sehat sudah tertanam dengan baik. g. secara umum dapat berdampak pada rendahnya daya pikir dan kemampuan kerja penduduk. Dari program ini diharapkan akan muncul tenaga-tenaga kerja muda . Pembentukan Tenaga Kerja Muda Mandiri Profesional (TKMMP). Karena pada umumnya penduduk- penduduk tersebut sulit tertampung di dunia kerja. maka masyarakat akan dengan sendirinyaterhindar dari berbagai penyakit. dibina. Program ini bertujuan mencari anak-anak muda berpotensi di masing-masing daerah untuk kemudian dibimbing. Untuk menanggulangi masalah pengangguran diperlukan dua usaha penanggulangan. menyebabkan tingkat persaingan tinggi dan tingkat kesempatan kerja cenderung menurun. kualitas SDM-nya masih rendah. tokoh-tokoh masyarakat.

yang mampu membuka usaha-usaha sendiri sehingga dapat menyerap tenaga kerja. dan politik. Pelaksanaan padat karya. Padat karya adalah usaha yang lebih mengedepankan penggunaan dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah banyak dibandingkan dengan modalnya. Bahkan akan memancing investor asing untuk berinvestasi dan membuka usaha di Indonesia. dengan pengecualian sub-Sahara Afrika yang mungkin terakhir menunjukkan penurunan tingkat fertilitas." telah menurunkan tingkat fertilitas dengan drastis yang terjadi di Eropa. Dengan demikian akan dapat menambah lapangan pekerjaan baru.bergerak dengan kecepatan yang cukup dari tingkat fertilitas dan mortalitas tinggi. ekonomi. Demografer yang . Pada saat itu. Trend populasi penduduk yang terjadi.Transisi demografi istilah awalnya hanya menggambarkan pergeseran sosial yang terjadi dimasyarakat Barat dari abad sembilan belas ke 1930-an. Hal ini didasarkan pada interpretasi yang dimulai pada tahun 1929 oleh para ahli demografi (demografer). Jika stabilitas di masing-masing aspek tersebut kondusif.masyarakat Eropa yang bertempat tinggal di luar negeri.seperti pasca-Perang Dunia II (1939-1945) disebut dengan istilah "baby boom. bukan hanya tren Barat ataupun Eropa.9 Transisi Demografi Teori Transisi demografi adalah model yang menggambarkan perubahan penduduk dari tingkat pertumbuhan yang stabil tinggi (tingkat fertilitas dan mortalitas yang tinggi) ke tingkat pertumbuhan rendah ( tingkat fertilitas dan mortalitas rendah) yang terjadi dari waktu ke waktu. Penciptaan iklim usaha dan investasi yang kondusif. Hal ini terkait dengan stabilitas sosial. bahkan sejak tahun 1960 sebagian besar dunia telah menunjukkan penurunan tingkat fertilitas.dengan konsekuensi sosial yang besar. 2. d. maka akan banyak orang termotivasi untuk membuka usaha.Akan tetapi sekarang transisi demografi merupakan fenomena global. c.ke tingkat fertilitas dan mortalitas rendah. perubahan yang diamati adalah tingkat fertilitas dan mortalitas dalam masyarakat selama dua ratus tahun terakhir atau lebih.

NZ.Stabil Rendah Rendah Nol. Tahapan 1 Dalam tahapan satu terjadi pada masyarakat pra-industri. berikut adalah teori yang di kemukakan Blacker: Blacker ( 1947 ) Transisi demografi menurut Blacker di bedakan menjadi 5 tahapan yaitu: Tahap Tingkat Tingkat Pertumbuha Contoh fertilitas mortalitas n alami 1.Menurun Rendah Lebih Negatif Prancis sebelum tinggi dp PD II.sebelum gan awal pelan PD II 3. tidak adanya teknologi kesehatan untuk mengontrol masyarakat terhadap penyakit . tingkat fertilitas dan tingkat mortalitas tinggi.Perkemban Turun Turun Pesat Eropa Sltn&Tgh gan akhir lebih cepat Sblm PD II. Sedangkan tingginya tingkat mortalitas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti .Jerman kelahiran 1970an Tahapan Transisi Demografi 5 tahapan transisi demografi menurut Blacker ( 1947 ) : 4.Tingginya tingkat fertilitas di sebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti .A rendah sangat S.memformulasikan teori Transisi Demografi.gagal panen dan income yang menurun sehingga mengakibatkan kelaparan karena kurangnya ketersediaan bahan pangan.sehingga tingkat fertilitas pada dasarnya hanya dibatasi oleh kemampuan seorang wanita untuk melahirkan anak.Perkemban Tinggi Turun Lambat India.atau Australia.India stlh PD II 4. belum tersedianya program Keluarga Berencana dan alat kontrasepsi (fertility control ).1930an rendah 5.Stabil Tinggi Tinggi Nol atau Eropa.awal abad tinggi sangat 14 rendah 2.

Afghanistan. Dalam tahapan satu ini peran anak masih sangat penting dalam membantu perekonomian keluarga. (Peritiwa ini terjadi misalnya. (Afrika) 5. Penurunan tingkat mortalitas ini juga dialami oleh Negara berkembang seperti Yaman. Bhutan dan Laos. khususnya pada usia dini.karena dalam tahap satu ini belum ada pendidikan dan tempat hiburan(India).dan juga antibiotik.imunisasi. Tahapan 3 Pada tahapan ini tingkat mortalitas yang turun dengan cepat dengan di ikuti penurunan tingkat fertilitas tetapi tidak secepat penurunan tingkat mortalitas. Biaya membiayai anak dianggap lebih sedikit dari pada biaya makannya. Akan tetapi di Eropa melewati dua tahap sebelum kemajuan dari pertengahan abad ke-20 karena mereka melakukan perbaikan penyebab penyakit dan peningkatan pendidikan dan status sosial ibu. dan teknologi benih berkualitas) dan transportasi yang lebih baik untuk mencegah kematian akibat kelaparan dan kekurangan air. Perbaikan penggunaan . Adanya fertility control yang sudah mulai berkembang di masyarakat dan sudah banyak digunakan.di Eropa dan khususnya Timur Amerika Serikat selama abad ke-19). 1. Teori Malthus mengatakan bahwa yang menjadi penentu populasi pada tahap satu adalah jumlah pasokan makanan. Sedangkan penurunan tingkat mortalitas di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu : b. dan adanya substitution effect. Adanya perbaikan penyediaan makanan yang dihasilkan dari perbaikan pertanian(rotasi tanaman. (Perubahan populasi terjadi di barat laut Eropa selama abad ke-19 dan di India sebelum Perang Dunia II). wilayah Palestina. Tahapan 2 Tahapan kedua menyebabkan penurunan tingkat mortalitas pelan dan peningkatan populasi. seperti wabah penyakit menular tidak terkontrol yang berakibat mortalitas. c. pembiakan selektif. Penurunan tingkat fertilitas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 2.Seperti di temukannya pengembangan vaksinasi. Perbaikan signifikan kesehatan masyarakat untuk mengurangi tingkat mortalitas.

kedudukan sosial seorang wanita juga dapat mempengaruhi tingkat penurunan fertilitas. 3. 5.Bisa karena gaya hidup yang tidak baik. Kedua adalah Industrilization . 6. Beberapa teori beranggapan bahwa pada tahapan 4 inilah penduduk suatu negara akan tetap pada tingkat ini.pola hidup. kontrasepsi merupakan faktor yang cukup penting untuk mengurangi fertilitas. perubahan pola pikir masyarakat di daerah pedesaan mempengaruhi penurunan fertilitas anak yang berarti bahwa sebagian orang tua menyadari bahwa mereka tidak perlu membutuhkan begitu banyak anak yang akan dilahirkan untuk masa yang akan datang. Tahapan 5 Model transisi demografi yang sebenanya hanya terjadi 4 tahapan tetapi ada suatu persetujuan bahwa sekarang menjadi 5 tahapan berdasarkan teori Transisi Demografi menurut C. Kanada.5 pada tahun 1997) meliputi: Amerika Serikat.Blacker 1947.Keadaan ini di alami oleh Negara . Selandia Baru. Meningkatkan melek huruf perempuan dan pekerjaan sebagai ukuran status perempuan. Oleh karena itu jumlah penduduk yang tinggi dan stabil. Pada tahap kelima ini bahwa tingkat mortalitas lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat fertilitas yang berada dalam keadaan stabil.Ini juga merubah gaya hidup baik itu makanan. seluruh Eropa.Negara-negara yang berada pada tahap ini (Total Kesuburan kurang dari 2.maupun seksualnya.yaitu perubahan yang berangsur- angsur dari masyarakat pertanian menuju ke masyarakat industri. Penilaian terhadap perempuan tidak hanya melahirkan anak saja.seperti sering mengonsumsi makanan instan serta mengonsumsi alkohol untuk mengikuti kebiasaan Negara Barat.Hal ini dapat dipengaruhi oleh gaya kehidupan masyarakat yaitu degenerative diseases. 7. Australia.seperti Eropa selatan atau Jepang. 4. Ketiga yaitu meningkatnya urbanisasi mengubah nilai-nilai tradisional pada masyarakat pedesaan.P. Argentina. Keempat adalah Sosial dan Ekonomi. Tahapan 4 Ini terjadi di mana kelahiran dan angka kematian keduanya rendah atau NOL.

Sedangkan masyarakat di Negara Barat cenderung memiliki sedikit anak. Kritik Terhadap Aplikasi Teori Transisi Demografi. Ekologi suatu daerah dapat berpengaruh terhadap fertilitas dan mortalitas. b. Perbedaannya yaitu bahwa Negara Arab memiliki lebih banyak anak karena mereka lebih mengedepankan agama yang melarang untuk memakai alat kontrasepsi. Jepang dan Amerika Utara di mana data demografis ada selama berabad-abad.dan akan mengalami suatu perubahan Transisi Demografi dalam waktu yang lama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Negara memilik transisi demografi yang berbeda yaitu : a. Perbedaan pembangunan ekonomi penyebab yang cukup untuk mempengaruhi perubahan demografi suatu Negara. d. Seperti yang terjadi di Negara bagian Afrika hanya mengalami 2 tahapan Transisi Demografi sampai sekarang. c. Dalam bidang sosial sebagian besar disebabkan oleh pendidikan wanita yang mengakibatkan wanita ingin bekerja. Dibidang Budaya setiap Negara mempunyai perbedaan seperti halnya perbedaan antara Negara Arab dan Negara Barat. Berdasarkan beberapa teori dan analisis bahwa tidak semua masyarakat ataupun Negara di dunia ini mengalami 5 tahapan Transisi Demografi. Contoh (Jepang.(contoh Singapura). Sebagai contoh. semakin banyak wanita bekerja di suatu Negara maka mempengaruhi jumlah pertumbuhan penduduknya. Singapura. serta sebagian Eropa tengah dan selatan Eropa) sekarang . teori transisi demografi telah divalidasi terutama di Eropa.seperti Perancis sebelum Perang Dunia ke II dan Jerman pada tahun 1970 an. Taiwan. Teori transisi demografi memiliki penerapan yang dipertanyakan di negara-negara yang kurang ekonomis dan di mana kekayaan dan akses informasi yang terbatas. dengan tingkat ekonomi yang tinggi Negara cenderung tidak meningkatkan kuantitas fertilitas tetapi lebih untuk kualitas anak. di daerah pedesaan cenderung berhubungan seksual antara pasangan lebih sering karena tidak adanya fasilitas hiburan dan sebaliknya di daerah perkotaan.

tetapi kemudian jatuh ke tingkat yang lebih rendah sama dengan angka kematian. Fertilitas tinggi terjadi setelah peristiwa tingkat penurunan mortalitas tinggi peristiwa seperti Black Death dan peperangan ( Perang Dunia II) Akibat Perubahan Transisi Demografi : Efek pertama dari transisi adalah penurunan angka kematian. Selama transisi. menunjukkan tingkat fertilitas yang sangat rendah. Angka kelahiran meningkat sedikit pada awalnya. e. tingkat kelahiran kelebihan atas tingkat kematian (tingkat kenaikan alamiah) menghasilkan peningkatan besar dalam ukuran populasi dan Pertumbuhan Jumlah Penduduk Dunia BAB III PENUTUP .5 kelahiran per perempuan. yang berlanjut selama masa transisi. yang berada di bawah 1.

. 2001. 2001. Depok : Raflesia Press.2 Saran Daftar Pustaka Purwanto. Depok : Yayasan Bunga Raflesia. Dasar-dasar Demografi.3.Jakarta : EGC. 1994. Satatistik untuk Keperawatan. Ali. Ali.1 Kesimpulan 3. Pengantar Metode Satatistik untuk Keperawatan.