Draf Final

ANALISIS SITUASI IBU DAN ANAK
BERBASIS HAK ASASI MANUSIA
BIDANG KESEHATAN
TAHUN 2009

KABUPATEN POLEWALI MANDAR
2010

TIM PENYUSUN BUKU
ANALISIS SITUASI IBU DAN ANAK
TAHUN 2009

No Nama Jabatan Instansi
1 H. Syahruddin Haruna Kepala Bappeda Bappeda
2 Ir.H. Salewang Sabrang Kepala BPS BPS
3 Hikmah, ST,M.Si Kabid Sosial Budaya Bappeda
9 Hj. Mudrah Koordinator Gizi Dinas Kesehatan
10 Arsyad Rahim Ali Fungsional Epidemiologi Dinas Kesehatan
16 A. Syamsiah, SE Staf Bappeda Bappeda
17 Suherman, SE Staf Bappeda Bappeda
18 Hernawati Staf Bappeda Bappeda
19 Beatrix Staf Bappeda Bappeda
20 M. Itfan, SE Staf Bappeda Bappeda

TIM KONTRIBUTOR
ANALISIS SITUASI IBU DAN ANAK
TAHUN 2009

No Nama Utusan
1 Basnang Said Universitas Asyariah Mandar
2 Aco Musaddad LSM – Mandar Institute
3 Surgawan Askary LSM – LK2BS
4 Rosniaty LSM – Yasmib
5 Masyita LSM – Yasmib
6 Rusman Tony Radio Suara Tipalayo

TIM EDITOR
ANALISIS SITUASI IBU DAN ANAK
TAHUN 2009

NO Nama Instansi
1 Nirwan Bappeda
2 Herman Bappeda
3 Muhammad Ridha Bappeda

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya penyusunan
Laporan Analisa Situasi Ibu dan Anak dengan Pendekatan Berbasis Hak Azasi Manusia (ASIA –
HAM) Kabupaten Polewali Mandar. Laporan ini disusun untuk memberikan gambaran tentang
sistem Analisis Situasi Ibu dan Anak dengan pendekatan Berbasis Hak Azasi Manusia di
Kabupaten Polewali Mandar dalam mencapai Tujuan Pembangunan Millennium, kegiatan ini
merupakan kerjasama antara pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan UNICEF periode
2006-2010 yang bertujuan meningkatkan pelayanan sosial bagi ibu dan anak.
ASIA - HAM merupakan kajian yang sangat diperlukan untuk menghasilkan dokumen dasar
yang akan digunakan dalam perencanaan pembangunan terutama dalam pelayanan publik yang
terkait dengan pemenuhan ha-hak anak dan perempuan. Sebagai dokumen, ASIA setiap tahun
harus dilakukan pemutakhiran data dan informasi tentang situasi ibu dan anak untuk
digunakan dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja
SKPD.
Kami menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh
karena itu, sangat diharapkan masukan yang bersifat membangun demi kesempurnaan
penyusunan laporan ini. Terima kasih kami sampaikan kepada semua Tim Penyusun Laporan
ASIA Kabupaten Polewali Mandar, seluruh partisipan yang terlibat aktif dalam proses analisis,
kepada pihak UNICEF Makassar, serta semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu
yang telah mendukung dan bekerja keras demi tersusunnya laporan ini.
Demikianlah Penyusunan Laporan Analisis Situasi Ibu dan Anak dengan Pendekatan
Berbasis Hak Azasi manusia Kabupaten Polewali Mandar, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita
semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi segala usaha yang kita lakukan dalam
penyusunan laporan ini

Polewali, 30 Oktober 2009
Bupati Polewali Mandar

ALI BAAL

yakni. adalah kajian situasi dan kondisi ibu dan anak di wilayah Kabupaten Polewali Mandar dengan perspektif keterpenuhan anak dan perempuan dalam mencapai hak-hak dasarnya. rekreasi dan budaya seni. HALAMAN RINGKASAN (EXECUTIVE SUMMARY) RINGKASAN (SUMMARY) Analisis Situasi Ibu dan Anak dengan pendekatan berbasis hak Azasi Manusia (ASIA-HAM). analisis pola peran. Terbukti tingkat BBLR: 8. Allu. Dari hasil analisis situasi ibu dan anak diketahui bahwa permasalahan- permasalahan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar dirumuskan sebagai berikut: 1. sedangkan pada tahun 2008 tertinggi di Kec. Penyebab Kematian bayi tertinggi karena tidak terpenuhinya Hak akan kesehatan dan kesejateraan.2 %. Angka Kematian Bayi Kematian bayi tertinggi pada tahun 2008 adalah BBLR sebesar 53. serta Hak untuk mendapatkan lingkungan keluarga pengasuhan alternatif. Bidang Kesehatan a. Asfiksia sebesar 19. Presentase BBLR Penduduk yang terkena Gizi buruk dan kekurangan Gizi dialami sebagian besar masyarakat miskin yang luasnya mencapai 17. Tapango. Bidang Kesehatan Mengurangi jumlah kematian ibu dan bayi/balita melalui peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dengan beberapa kegiatan penyuluhan kesehatan bagi ibu . pengembangan kemitraan. Binuang. Hak mendapatkan pendidikan. Hak untuk mendapatkan perlindungan anak. BBLR: 2. Telaahan atau Analisis (analisis kausalitas. Metode yang digunakan dalam Analisis Situasi Ibu dan Anak dengan pendekatan berbasis Hak Azasi Manusia (ASIA-HAM) ini terdiri dari 3 kategori yang bisa disebut Tiga T yaitu Tinjauan atau Penilaian Situasi (merumuskan permasalahan. dan penyakit bayi berbasis lingkungan (misalnya diare. maka rekomendasi adalah: 1.94% Gizi Buruk. Hak kesejahteraan dan kesehatan. c. Angka Kematian Ibu Presentase penyebab kematian terbesar adalah pendarahan baik sebelum melahirkan (7 bln .7 %). Berdasarkan rumusan masalah dan prosesd analisis lebih lanjut dari data tersebut di atas. dan rancangan program). Polewali dan Kec. Ini terjadi disebabkan belum terpenuhinya hak. Matakali. Jumlah anak yang terkena gizi buruk tertinggi pada tahun 2007 ini terjadi di Kec.partus =5 ibu) maupun setelah melahirkan (0 -7 hari = 7 ibu) yaitu sebesar 64%. analisis kesenjangan kapasitas) dan terakhir Tindakan atau Aksi (memilih aksi kunci. Tubbi Taramanu dan Kec. menggambarkan bersarnya permasalahan dan memilih indikator). Hak untuk perlindungan anak. Wonomulyo. ISPA yaitu sebesar 27. Demikian pula masih tingginya angka kekurangan gizi pada ibu dan balita. sedangkan pada tahun 2008 tertinggi terjadi di Kec.74% dengan kelompok sasarannya adalah balita. Anreapi.1%. b. Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2007 tertinggi terjadi di Kec.21% (2008).

GAKY. Mengurangi gizi buruk dan kurang (kekurangan gizi) bagi ibu dan balita melalui program perbaikan gizi masyarakat dengan kegiatan-kegiatan. serta AMP non klinik. amanah persalinan. Pemberian tambahan makanan dan vitamin. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi yang mencakup pada pelatihan kader posyandu baru.hamil dari keluarga kurang mampu dalam bentuk. A & kekurangan zat gizi mikro lain yang terdiri dari kegiatan penanggulangan GAKY dan anemia gizi serta penanggulangan kekurangan vitamin A. penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP). . pelacakan kasus kematian ibu/bayi. Anemia gizi besi. kurang Vit. penyusunan peta informasi masyarakat kurang gizi.

DAFTAR SINGKATAN AKB : Angka Kematian Bayi AKABA : Angka Kematian Balita AKI : Angka Kematian Ibu ANC : Antenatal Care AIDS : Acquired Immunodeficiency Syndrome BPS : Badan Pusat Statistik BBLR : Berat Badan Bayi Lahir Rendah BTA : Basil Tahan Asam BALITA : Bawah Umur Lima Tahun DPT : Difteria Pertusis Tetanus DBD : Demam Berdarah Dengue DHF : Dengue HemorrhagicFever DI/II/III/IV : Diploma HKI : Hellen Keller International HIV : Human Immunodeficiency Virus IDU : Injection Drugs User ISPA : Infeksi Saluran Pernafasan Akut KTT : Konfrensi Tingkat Tinggi KB : Keluarga Berencana KHPPIA : Kelangsungan Hidup Perkembangan Perlindungan Ibu dan Anak K4 : Kunjungan Keempat KLB : Kejadian Luar Biasa KEK : Kekurangan Energi Kronis KESPRO : Kesehatan Reproduksi LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat LILA : Lingkar Lengan Atas MDGs : Millenium Development Goals MPS : Making Pregnancy Safer POSYANDU : Pos Pelayanan Terpadu RT : Rumah Tangga SDM : Sumber Daya Manusia SUSENAS : Survei Sosial Ekonomi Nasional TK : Taman Kanak-Kanak TT : Tetanus Toxoid TBC : Tuberculosis TPA : Tempat Pembuangan Akhir TPS : Tempat Pembuangan Sementara UNICEF : United Nations Children’s Fund WUS : Wanita Usia Subur Kober = Kelompok bermain .

.......................................6..............................................................................................1 Latar Belakang .... 19 2..... 27 2................... iv Daftar Singkatan ............................................................... 17 2........................................................................................... 9 1.........1.......... DAFTAR ISI Tim Penyusun .................................................................................3..4 Manfaat ................................5 Kebijakan atau Peraturan ................................................................................2 Program dan kegiatan yang bersumber dari Non APBD ........................................................ ii Kata Pengantar .................................................................................... 27 2..............1.......................3 Proses Penyusunan ASIA .........6......................................................................................... 8 1................... 28 2..... 12 2............................................2 Penduduk .... 18 2................ 19 2............................... 1 1.............................................4 Balita dengan Bawah Garis Merah (BGM) ........ 21 2....................................1 Wilayah .....1.................................................6........................... i Tim Kontributor dan Tim Editor .............3 Angka Kematian Balita ..... vi Daftar Isi ....................2 Angka Kematian Bayi (AKB) ............................6.... 1 1..............................................................................................1 Angka Kematian Ibu (AKI) ................................. 22 2.......3 Sumberdaya Daerah ......................................4.......4.............6................1.............................................2 Tujuan ....... xxii Lembar Penegasan ..................................................................................1 Program/kegiatan yang bersumber dari APBD ..1.................................................... 20 2. xxiv Gambar Peta Daerah ....................... xxi Daftar Gambar ...1 Kesehatan ............. ix Daftar Tabel .................................5 Anak di Imunisasi Campak sebelum Usia 1 tahun 30 .............. xv Daftar Matriks ........................................................4 Anggaran ..................................... xxv BAB I Pendahuluan .......6.....................................................................................................................................................................................................1 Kesehatan ... 29 2...................... 11 BAB II Gambaran Umum Daerah ................................................................................... 13 2............................................................................. iii Halaman Ringkasan (Executive summary) .. 12 2...................................................... xviii Daftar Grafik ..........................6 Profil Ibu dan Anak .......... 30 2.........................................

.................6........................ 33 2. 70 3...............3 Tindakan atau Aksi Kunci . 46 2...23 Angka Kesakitan Penyakit Demam Berdarah (DBD) ............. 48 2..... 43 2....................6....1 Analisis Kausalitas ........................................12 Pertolongan Persalinan oleh Bidan atau Tenaga Kesehatan yang memiliki Kompetensi Kebidanan 38 2.6..... 41 2.... 74 4...........2 Telaan atau Analisis . 36 2..............1..............3 Analisis Kesenjangan Kapasitas ....6 Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) ..........1.....................1...................... 74 4...6........................................14 Pelayanan Nifas ........... 72 BAB IV Hasil Analisis Situasi Ibu dan Anak ... 50 BAB III Metodologi Penyusunan ASIA .6................2.....A.......6..22 Angka Kesakitan Penyakit Kusta .........1.....1.......................A Penilaian Situasi ...6..............2..19 Angka Kematian TB ..............1... 70 3............................. 2...............15 Komplikasi Kebidanan yang Ditangani ......... 72 3............9 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita .16 Prevalensi Malaria ............... 37 2.1... 71 3.............1. 49 2...............6......6...6....6...........18 Prevalensi TB ...................6. 75 ..............................1....................1.8 Cakupan Kunjungan Bayi .................6...2 Penggambaran Besarnya Permasalahan .....................1... 74 4.........................1.............1............ 34 2....24 Case Fatality Rate pada Saat KLB ...... 40 2.....1..1................1 Bidang Kesehatan ........................1.....1......21 Angka Kesembuahan Pasien Baru Tuberkolosis (AKP-TB) .............................A.. 42 2.... 71 3..........7 Balita yang Naik Berat Badannya Sesuai Garis Pertumbuhan ................6............1 Perumusan masalah pada bidang kesehatan ............................... 74 4............10 Cakupan Pemberian ASI Eksklusif ..20 Angka Penemuan Pasien TB-BTA+ ...... 44 2....6...............1 Tinjauan atau Penilaian Situasi .................1.......................................6............................6.13 Kunjungan K4 ..........................2 Analisis Pola Peran ........1.........11 Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) . 32 2..................6..1................................................. 35 2.......2.....................................................................1... 45 2...............6............ 39 2.............. 72 3.....................1.................. 47 2.....................17 Penderita Malaria yang Mendapat Pengobatan Efektif .........................

...... 187 6......................................1...... 96 4...1......... 172 1.................................................................................................1.............B Telaahan atau Analisis .1.....................1.......................1................... 79 4............... 101 4..................1..............1 Kesimpulan ..1 Bidang Kesehatan .....C.....................................C Tindakan atau Aksi Kunci ...............................1 Analisis Kausalitas (sebab-akibat) ......................... 87 4....... 100 4.....5 Matrix Logframe ..................................................1.. 187 6.. 96 4..............................1 Bidang Kesehatan ................1........................... 190 Datar Pustaka ....C....2 Identifikasi dan Analisis Potensi kemitraan ..1 Identifikasi Aksi-Aksi Utama ......... 4.....................3 Strategi Pengembangan Kemitraan ...... 179 BAB VI Penutup ..........C........... xxvi Lampiran-lampiran ....4 Rancangan Program (Pohon Tujuan) .2 Program/Kegiatan Pendukung Terkait Situasi Ibu dan Anak Tahun 2010 Kabupaten Polewali Mandar .......... 104 4....1.1.................... 171 1........................................................3 Analisis Kesenjangan Kapasitas ....................... 76 4...................... 107 BAB V Integrasi ASIA dalam Perencanaan Pembangunan Daerah ..C....2 Rekomendasi ..............B.B...1.....C........................3 Pemilihan Indikator ..........1 Program/Kegiatan Prioritas Dan Sasaran Pembangunan Daerah Terkait Situasi Ibu dan Anak Tahun 2010 Kab.. 187 6..A......... 89 4....................... 190 6...........B............................ 79 4............2 Analisis Pola peran ...................1...... Polewali Mandar ................

44 21.................. Persentase Angka Penemuan Pasien TB-BTA+ di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ............... DAFTAR TABEL 1................................ Angka Kematian Ibu (AKI) Dirinci Per Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ....................... Angka Kematian TB di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2007-2008 .............. Prevalensi TB di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ................................... Banyaknya Desa........ Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Bidan Atau Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 . 32 9............ 46 ............................. 29 6..................................................... Proporsi Anak di Imunisasi Campak Sebelum Usia 1 Tahun di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ........ RK/RW dan RT dirinci Per-Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar............................ Dusun.....Lingkungan............................................ 41 18...... 37 14................................................ Prevalensi Malaria di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ........ Kelurahan................... Persentase Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ................................... Karakteristik Penduduk di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2008 ............................. 14 dan Jenis Kelamin di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007 .......... 35 12........ 31 8................ 30 7........................................................... Persentase Balita yang Naik Berat Badannya Sesuai Garis Pertumbuhan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ....................... 40 17............. Jumlah Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ....................................... 27 4................................ 34 11..... Persentase Cakupan Kunjungan Bayi di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ............................................ 26 3.................. 39 16........................................................ 36 13........ 45 22................................... Persentase Cakupan Pemberian ASI Ekslusif di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ........ Penderita Malaria yang Mendapat Pengobatan efektif di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2007-2008 ..................................................................... Cakupan Pelayanan Nifas di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007 – 2008 ............ Tahun 2008 ... Angka Kematian Bayi (AKB) Dirinci Per Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ..................................... Cakupan Kunjungan K4 di Kababupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 .................. 28 5.......................... 13 2.. Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007 – 2008 ........... 42 19....................... 38 15................................ 43 20.............................................. Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Polewali Mandar ................................................................ Persentase Balita dengan Bawah Garis Merah (BMG) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ....... 33 10. Angka Kematian Anak Balita (AKABA) Dirinci Per Kecamatan ........................................

.......................... Angka Kesembuahan Pasien Baru Tuberkolosis (AKP-TB) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007 ..... 49 26................................................ 50 ................................ Angka Kesakitan Penyakit Kusta di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 .................. 47 24........................... Angka Kesakitan Penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2008 ...... 48 25...............................................................................23.................................... Case Fatality Rate pada Saat KLB di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2008 ...............................................

.......................................................................... Analisis kesenjangan kapasitas LSM/Stakeholders sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak Ibu dan bayi atas Kesehatan dan Kesejahteraan ................................... 94 12...................................................................... Analisis kesenjangan kapasitas LSM/Stakeholders sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi .................................. Penilaian Situasi Tingginya Angka Kematian Bayi ........ DAFTAR MATRIKS 1.................................. 99 .............. Kapasitas Keluarga dan Masyarakat .............. Telaah Pola Peran Antara Pengemban Tugas Terhadap Pemegang Klaim Untuk Masalah Belum Terpenuhinya Hak Anak Atas Perbaikan Gizi .. Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Dinas Kesehatan (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi ........................................................ Penilaian masalah dan hak yang tidak terpenuhi akibat dari gizi buruk dan kekurangan gizi ........... 77 2.......................................................................................... 90 8....................................... Analisis Kesenjangan Kapasitas Balita Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Anak Atas Perbaikan Gizi ....... 77 3..... 96 15..... Analisis kesenjangan kapasitas posyandu sebagai pemegang klaim terhadap pemegang tugas dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi ................................... 89 7........................................ 93 11.... Analisis kesenjangan kapasitas Puskesmas sebagai pemegang klaim terhadap pemegang tugas dalam masalah terpenuhinya hak Ibu dan Bayi atas Kesehatan dan kesejahteraan ........... 97 16............................................................................................. 92 10..... 87 5............. Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Dinas Kesehatan (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Perbaikan Gizi ................ Penilaian Situasi Tingginya Angka Kematian Ibu .................. 88 6....... Telaah Pola Peran Antara Pengemban Tugas Terhadap Pemegang Klaim Untuk Masalah Belum Terpenuhinya Hak ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan Kesejahteraan ................................................. Analisis kesenjangan kapasitas posyandu sebagai pemegang klaim terhadap pemegang tugas dalam masalah terpenuhinya hak Ibu dan Bayi atas Kesehatan dan kesejahteraan ........ 96 14................... Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemdes Sebagai Pemegang Tugas Terhadap Pemegang Klaim Dalam Masalah Terpenuhinya Hak Ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan kesejahteraan ...... 95 13.......................... 91 9........................... 98 17....... Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemdes Sebagai Pemegang Tugas Terhadap Pemegang Klaim Dalam Masalah Terpenuhinya Hak Anak Atas Perbaikan Gizi ............................. Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Dinas Kesehatan (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi ............................................... 78 4........

...... 102 22... Pengembangan Kemitraan Atas Hak Perbaikan Gizi ......... Logframe Hak Atas Kesehatan dan Kesejahateraan Ibu dan Bayi .....18............................................ Pemangku pemetaan kepentingan Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan (Ibu dan bayi) ... 101 21.. 100 19.................. Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Pemdes (pemegang hak) dalam Menuntut Hak Atas Perbaikan Gizi ................... Pemangku pemetaan kepentingan Hak Atas Perbaikan Gizi ............................................................................ Pengembangan Kemitraan Atas Hak Kesehatan dan Kesejahteraan Ibu dan Bayi ............................................................................ 103 23.................. 107 .......... 100 20....

DAFTAR GRAFIK 1... Piramida Penduduk Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2008 ....... 15 ...........

84 4............... 104 5................................................. 82 3......... Analisis Kausalitas Kematian Bayi ................................................................. Analisis Kausalitas Kematian Ibu karena pendarahan .................... 106 ............... 105 6.. Pohon Tujuan Masalah Kematian Ibu ................... DAFTAR GAMBAR 1................................................... Masalah kekurangan gizi balita ............ 79 2............. Pohon Tujuan Masalah Kurang Gizi ...... PohonTujuan Masalah Kematian Bayi .................................................

dalam rangka melengkapi Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah guna keperluan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan Rencana Strategi SKPD selnjutnya setiap tahun dilakukan pemukthiran data dan informasi tentang sistuasi ibu dan anak untuk keperluan penyusunan RKPD dan Renja SKPD . sebagai bagian integral yang dibutuhkan bagi Pembelajaran Perencanaan. 11 Telp. serta latar-belakang prioritas. konklusi. dan rekomendasi yang terdapat dalam tulisan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memahami konteks situasi masa lalu dan saat ini. identifikasi peluang. kapasitas. inter pretasi. siapa pun yang menggunakan data atau informasi dalam dokumen ini wajib sepengetahuan dan/atau mencantumkan sumber atau pemilik. LEMBAR PENEGASAN Selain sebagai referensi pengetahuan bagi penulis dan penerbitan. Manunggal No. sumberdaya. ( Pemerintah-Kabupaten Polewali Mandar ) Alamat Kontak:Sekretariat KHPPIA. dan keputusan kelayakan. proses studi. Bappeda Kabupaten Polman Jl. temuan./Fax 0428 21120/0428 22422 Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat . Monitoring dan Evaluasi. Data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh melalui proses Analisis Situasi Ibu dan Anak dengan Pendekatan Berbasis Hak-Azasi ini adalah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar atau pihak yang mewakili sebagaimana dijelaskan di dalam dokumen ini. Oleh karena itu. kelemahan.

GAMBAR PETA DAERAH .

Tahun 2009. Buku Analisis Hasil Data Sektor MDGs 2007. Kabupaten Polewali Mandar. Buku Petunjuk Teknis Analisis Situasi Ibu dan Anak (ASIA) di Daerah. Prov. Tahun 2009. Sulawesi Barat. Provinsi Sulawesi Barat. Tahun 2009. Prov. _______. Bappenas. Kabupaten Polewali Mandar. Sulawesi Barat. Buku Analisis Hasil Survey MDGs Kecamatan 2007. Kabupaten Polewali Mandar. _______. Polewali Mandar Dalam Angka 2009. Sulawesi Barat. Kerjasama BPS dengan Bappeda Kabupaten Polewali Mandar. _______. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2009-2014. Prov. DAFTAR PUSTAKA Bappeda. Tahun 2009. Tahun 2009 . Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007. Jakarta.

maka kepadanya perlu mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara wajar baik rohaniah. BAB PENDAHULUAN 1. serta kelembagaannya agar bangsa Indonesia dapat melaksanakan pembangunan pada semua aspek untuk menata dan memperbaiki ketertinggalan dan mampu memposisikan sejajar dengan Negara yang sudah maju. lingkungan hidup. Proses ini membutuhkan modal baik dana. Secara alamiah anak tumbuh menjadi besar dan dewasa. dan anak merupakan bagian dari aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Sebagai pewaris kemerdekaan pemuda bertugas mengisi kemerdekaan. teknologi maupun manusia. serta mempunyai daya saing yang kuat dalam pergaulan dunia internasional. Diantara ketiga faktor ini sumber daya manusia adalah faktor terpenting. Oleh karena itu. Mereka adalah generasi pelanjut perjuangan bangsa yang akan menerima tongkat kepemimpinan di masa yang akan datang. Negara-negara peserta Konvensi akan menghormati dan menjamin hak- . Agar anak mampu melaksanakan tugas-tugas melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan dari generasi pendahulunya.1 Latar Belakang Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 merupakan kelanjutan rencana pembangunan tahun sebelumnya yang difokuskan pada upaya perbaikan dan penataan kembali berbagai langkah strategis dan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya alam. memikul tanggung jawab masa depan terhadap maju mundurnya suatu negara. jasmaniah maupun sosial. adalah setiap orang yang berusia dibawah 18 tahun kecuali berdasarkan Undang- Undang yang berlaku bagi anak ditentukan bahwa usia dewasa dicapai lebih awal. Pembangunan merupakan proses kegiatan yang terus-menerus yang bertujuan untuk mencapai kearah keadilan yang lebih baik. sumber daya manusia perlu dibina sedemikian rupa menjadi sumber daya yang berperan aktif dalam setiap pembangunan. Sumber daya manusia ini harus benar-benar dapat diandalkan sebagai modal pembangunan. sumber daya manusia. Menurut Konvensi PBB (Pasal 1) yang dimaksud dengan anak.

Dari keempat hak anak tersebut. warna kulit. moral dan sosial. 2) Hak untuk berkembang. suku bangsa atau sosial. cacat. pandangan politik atau pandangan lain. meliputi perlindungan dan diskriminasi. Hak-hak atas standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai dengan menitik beratkan pada upaya-upaya preventif. atau dari orang tua anak. 1. Hak-hak untuk beristirahat dan bermain. 2003:104). Hak-hak atas pemeliharaan. meliputi hak anak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal mempengaruhi anak. mental. kelangsungan hidup dan perkembangan diri mereka. Hak-hak atas Pendidikan dasar yang harus disediakan oleh negara. meliputi segala bentuk pendidikan (formal dan non formal) dan hak untuk mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan fisik. dan perawatan khusus. yaitu: Hak-hak yang melekat pada diri anak untuk hidup. dan penurunan angka kematian anak. Hak-hak atas sebuah nama dan kewarganegaraan sejak lahir. kelahiran atau status lain dari anak. Dengan penerapan disiplin dalam sekolah yang menghormati harkat dan martabat anak. yang menetapkan beberapa hal penting menyangkut keberadaan anak. bahasa. Hak-hak perlindung dari penelantaran dan kekerasan fisik atau pun mental. 4. atau walinya yang sah menurut hukum (Prinst. Negara menjamin dan harus memenuhi hak-hak anak yang meliputi: 1) Hak untuk hidup. dan 4) Hak untuk berpartisipasi. tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun. pendidikan. 5. dan mempunyai kesempatan yang sama atas kegiatan-kegiatan budaya dan seni. diawali adanya Konvensi PBB tentang Hak Anak tahun 1989. harta kekayaan. Tidak memandang ras. . asal-usul bangsa. 2. jenis kelamin. meliputi hak untuk mencapai status kesehatan setinggi- tingginya serta mendapatkan perawatan sebaik-baiknya. 3) Hak atas perlindungan. agama. tindak kekerasan dan ketelantaran terhadap anak. 6. 3.hak yang ditetapkan dalam Konvensi. termasuk siksaan dan eksploitasi. pendidikan kesehatan. spiritual.

7. Hak-hak memperoleh perlindungan dari eksploitasi ekonomi dan pekerjaan
yang dapat merugikan pendidikan mereka, atau membahayakan
kesehatan dan kesejahteraan mereka.
8. Hak-hak atas perlindungan dari penyalahgunaan obat-obat terlarang dan
keterlibatan dalam produksi atau peredarannya.
9. Hak-hak memperoleh perlindungan dari upaya penculikan dan
perdagangan anak.
10. Hak-hak memperoleh perawatan atau pelatihan khusus untuk
penyembuhan dan rehabilitasi bagi korban perlakuan buruk, penelantaran
dan eksploitasi.
11. Hak-hak mendapat perlakuan manusiawi dalam proses hukum sehingga
memajukan rasa harkat dan martabat anak-anak yang terlibat kasus
hukum untuk kepentingan mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat.

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 28B ayat 2
dikatakan bahwa “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan
berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.
Untuk mengimplementasikan amanat konstitusi, Presiden dan Dewan Perwakilan
Rakyat sepakat mengeluarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak. Pemenuhan hak-hak anak agar mereka dapat hidup, tumbuh,
berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi
terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.
Anak dan perempuan merupakan dua kelompok manusia yang lemah dan
sangat rentan dengan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Lahirnya
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 adalah tonggak baru bagi penegakan dan
pemenuhan hak-hak anak. Dengan hadirnya undang-undang ini, diharapkan dapat
berpihak dan memberikan jaminan perlindungan dan keselamatan serta
memberikan ruang bagi masa depan anak yang lebih baik, bebas dari berbagai
macam penyalagunaan, diskriminasi dan kekerasan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten
Polewali Mandar tahun 2009-2014 telah menentukan target terkait dengan
peningkatan kualitas ibu dan anak yang akan menjadi perhatian dari pemerintah
Kabupaten Polewali Mandar target itu antara lain adalah:

1. Angka Partisipasi Pendidikan Pra Sekolah berdasarkan data sektor mencapai
95%.
2. Angka Partisipasi Murni disekolah lanjutan pertama ditargetkan mencapai
95%.
3. Proporsi Murid Kelas 1 yang berhasil menamatkan Sekolah Dasar di targetkan
mencapai 95%.
4. Angka kelulusan SD & SMP ditargetkan mencapai 100%.
5. Angka Putus Sekolah ditargetkan turun 2%.
6. Angka Kematian Balita turun 5 per 1000 kelahiran hidup.
7. Angka Kematian Bayi turun 2 per 1000 kelahiran hidup.
8. Persentasi BBLR turun hingga 1%.
9. Persentase pemberian vitamin A mencapai 90%.
10. Cakupan pemberian ASI Eksklusif mencapai 90%.
11. Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan mencapai 90%.
12. Cakupan kesenjangan K4 mencapai 90%.
Secara umum berbagai permasalahan yang menyangkut ibu dan anak
apabila dianalisis dapat membentuk sebuah kerangka pemikiran melalui penyiapan
data dan informasi yang akurat terkait dengan permasalahan pada kelompok-
kelompok yang rentan, yaitu kelompok ibu dan anak. Di bawah ini dicontohkan
beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:
1) Kesehatan dan gizi
Permasalahan kesehatan anak yang dihadapi Kabupaten Polewali
Mandar dari Hasil Data Sektor MDGs Tahun 2008 meliputi antara lain: Angka
Kematian Bayi (AKB) berkisar 9 per 1000 kelahiran hidup (61 orang)
sedangkan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) sebesar 0,4 per 1000
kelahiran hidup (3 orang), Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebesar 2,21%,
proporsi anak usia 1 tahun yang diimunisasi campak sebesar 85,12%,
pemberian ASI eksklusif sebesar 32,49%, persentase balita dengan Bawah
Garis Merah (BGM) sebesar 3,6%, persentase balita yang naik berat badannya
sesuai garis pertumbuhan sebesar 71,37%, dan Universal Child Immunization
(UCI) sebesar 50,8% serta permasalahan kesehatan anak lainnya. Apabila
terganggu kesehatan anak, maka akan mengganggu pertumbuhan fisik dan

mentalnya, akibatnya anak akan mudah terkena infeksi, gangguan
pertumbuhan mental dan kecerdasannya.
Permasalahan di bidang kesehatan ibu dari Hasil Data Sektor MDGs
Tahun 2008 ditunjukkan dengan; tingginya Angka Kematian Ibu (AKI)
sebanyak 17 orang dan dari Hasil Survei MDGs Kecamatan Tahun 2007
ditunjukkan dengan; persentase kunjungan K4 sebesar 59,10%, persentase
pertolongan kelahiran oleh tenaga kesehatan terlatih sebesar 31,98%. Angka
pemakaian alat kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS) usia 15-49 tahun
sebesar 54,32%, cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani sebesar
72,25%, cakupan pelayanan nifas sebesar 70,84% yang diperoleh dari Hasil
Data Sektoral MDGs Tahun 2008.
Permasalahan kesehatan dan gizi tersebut pada dasarnya terkait
dengan isu-isu utama sebagai berikut: (1) akses dan kualitas pelayanan
kesehatan kurang memadai karena kendala jarak, biaya, dan kondisi fasilitas
pelyanan kesehatan; (2) rendahnya tingkat keberlanjutan pelayanan kesehatan
(continuum of care) pada ibu dan anak, khusunya pada penduduk miskin; (3)
kurangnya jumlah, jenis, dan mutu tenaga kesehatan, serta penyebarannya
yang kurang merata; (4) jaminan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin
belum sepenuhnya dapat meningkatkan status kesehatan penduduk miskin;
(5) promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang
kesehatan belum digarap dengan optimal.

1.2 Tujuan
a. Tujuan Penulisan
Sebagai acuan bagi perencana program pembanguan kesehatan pada
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kesehatan agar dapat
megintegrasikan ASIA kedalam penyusunan rencana program dan kegiatan
sehingga kualitas perencanaan pembangunan sumber daya manusia
menyangkut kepentingan ibu dan anak dapat lebih terarah;
Tersedianya profil ibu dan anak yang dapat digunakan untuk menyusun
dokumen perencaan tahunan, Lima tahun dan dua puluh tahun di tingkat
kabupaten yang relevan bagi kebijakan dan perencanaan strategi jangka

Tinjauan atau penilaian situasi dilakukan sebagai dasar analisis dan pengembangan program selanjutnya. penyebab tidak langsung. penyebab tidak langsung. Setelah proses penilaian situasi dilakukan dan memilih indikator kunci. dan akar penyebab dengan membuat pohon masalah. panjang untuk peningkatan program Kelangsungan Hidup Perkembangan Perlindungan Ibu dan Anak (KHPPIA) Tersedianya data dan informasi berdasarkan kondisi saat ini. 1. dan menentukan indikator kunci. Setelah itu melakukan . sehingga menjadi dasar pemantauan dan evaluasi dari program dan kegiatan yang terkait situasi ibu dan anak b. Tujuan Proses Proses Penyusunan ASIA-HAM Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2009 melalui 3 tahap penyusunan dengan tujuan: Tinjauan atau Penilaian Situasi bertujuan untuk merumuskan permasalahan. ketiga analisis kesenjangan kapasitas bertujuan mengetahui kesenjangan antara pemegang hak dengan pengemban tugas Tindakan atau aksi kunci bertujuan untuk mengetahui tindakan apa yang akan dilakukan terhadap permasalahan yang terjadi. kedua analisis pola peran bertujuan membantu memahami hubungan antara pemegang hak dan pengemban tugas. Telaahan dan Tindakan. Dimana mencakup tiga kegiatan utama yaitu merumuskan permasalahan berdasarkan data yang dimiliki. menggambarkan besarnya permasalahan dan memilih indikator untuk dianalisis Telaahan yang terdiri dari pertama analisis sebab-akibat bertujuan untuk memahami permasalahan akan hak-hak yang terabaikan dengan mengetahui penyebab langsung.3 Proses Penyusunan ASIA Proses penyusunan Analisis Situasi Ibu dan Anak dengan Pendekatan Berbasis Hak Azasi Manusia (ASIA-HAM) melalui beberapa tahap dengan menggunakan 3 kategori yang biasa disebut Tiga T yaitu Tinjauan. kemudian dilakukan analisis kausalitas yang membantu memahami permasalahan akan hak-hak yang terabaikan dengan mengidentifikasi penyebab langsung. dan akar penyebab. menggambarkan besarnya permasalahan.

wewenang. pengambilan keputusan. antara lain Dinas Kesehatan. analisis pola peran untuk mengidentifikasi pemegang hak dan pengemban tugas dengan melihat hubungan kedua pihak itu. Dinas Sosial. BPS. LK2BS. pengembangan kemitraan dan rancangan program. Tindakan merupakan cara untuk mengatasi atau menjawab permasalahan yang telah dianalisis pada proses tinjauan dan telahaan sebelumnya. b. Dinas Pendidikan. Dinas Kependudukan & Catatan Sipil. dan komunikasi pengemban tugas terhadap pemegang hak. aksi kunci yang bertujuan untuk mengurangi/mendekatkan kesenjangan kapasitas pengemban tugas dan pemegang hak. Setelah hasil analisis pola peran dihasilkan.4 Manfaat: a. Salah satu cara dalam menyusun rancangan program yaitu dengan membuat pohon tujuan Proses Penyusunan Analisis Situasi Ibu dan Anak ini melibatkan beberapa SKPD yang terkait dengan situasi ibu dan anak. 1. Tenaga Kerja & Transmigrasi. Dapat digunakan sebagai informasi dan data yang akurat dalam perencanaan pembangunan daerah. Dapat digunakan sebagai masukan untuk penyusunan dokumen perencanaan daerah. Pemuda & Olahraga. kemudian dilanjutkan dengan analisis kesenjangan kapasitas dengan melihat tanggung jawab. Mandar Institute. Dapat digunakan sebagai sarana penyamaan persepsi dalam pengambilan kaputusan dan menentukan prioritas program pembangunan SDM-Dini Daerah. c. dan BP3KB. d. . sumberdaya. Selain itu juga melibatkan perguruan tinggi yakni Universitas Hasanuddin. Yasmib dengan dikoordinir oleh Bappeda Kabupaten Polewali Mandar. serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lokal yakni LPSP. Dapat digunakan sebagai alat pengendalian perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan SDM-Dini Daerah. Tindakan terdiri dari pengidentifikasian aksi .

Kabupaten Polewali Mandar dengan luas wilayah 2. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pinrang. dan 706 dusun/lingkungan. ibukota kecamatan yang letaknya terjauh dari ibukota kabupaten adalah ibukota Kecamatan Tubbi Taramannu yaitu sejauh 172 Km sementara Kecamatan Polewali adalah ibukota kabupaten. . Diantara 16 kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar.30 km 2 menaungi 16 kecamatan dengan 144 desa. sebelah selatan dan barat berbatasan dengan Selat Makassar dan Kabupaten Majene. kecamatan yang memiliki desa/kel terbanyak terdapat di kecamatan Campalagian yakni 18 desa/kel dan kecamatan dengan desa/kel paling sedikit adalah kecamatan Anreapi yakni sebanyak 5 desa/kel. Dari 16 kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar. BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH 2.1 Wilayah Kabupaten Polewali Mandar terletak antara 304’10’’-3032’00” Lintang Selatan dan 118040’27” – 119029’41’’ Bujur Timur. dengan batas-batas administrasi sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Mamasa. 23 kelurahan.022.

1. Jumlah curah hujan sepanjang tahun 2008 adalah 1.50 persen. Tapango 13 1 48 11. Kepadatan penduduk sebesar 185 jiwa/km2. jumlah rumah tangga di Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2009 diperkirakan sebanyak 80.660 laki-laki dan 191. 38 Jumlah 144 23 706 Sumber: Badan Pusat Statistik.603 perempuan. jumlah penduduk Kabupaten Polewali Mandar sebesar 373. Tubbi Taramanu 12 1 69 5.162 rumah tangga. Polewali . Tinambung 7 1 30 2. Matakali 6 1 28 12. Balanipa 10 1 32 3. Dengan laju pertumbuhan 0. curah hujan terbesar terjadi dari bulan Desember hingga Juni. Luyo 10 1 52 8.50 persen. Wonomulyo 13 1 62 9.a Banyaknya Desa. Tabel 2. 9 37 13. Alu 7 1 35 6. Penduduk ini terdiri dari 181. yang artinya bahwa dari 100 perempuan terdapat 95 laki-laki. Sementara itu.811 mm atau sebanyak 169 hari. Rasio jenis kelamin pada tahun 2009 sebesar 95. Bulo 9 . Campalagian 17 1 86 7.2 Penduduk Pada tahun 2009. rata-rata jumlah anggota rumah tangga pada tahun 2009 diperkirakan sebesar 5 jiwa per rumah tangga. Matangnga 6 1 35 16. 2. 2009 Kondisi iklim Kabupaten Polewali Mandar berdasarkan data tahun 2008 tercatat bahwa suhu udara maksimum rata-rata pada siang hari mencapai 320C dan suhu minimum rata-rata pada alam hari berkisar 250C. Binuang 9 1 47 14. Kelurahan. . Mapilli 11 1 44 10. Anreapi 4 1 23 15. Dusun/Lingkungan dirinci Per Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2009 Kecamatan Jumlah Desa Kelurahan Dusun/Lingkungan 1. Limboro 10 1 40 4.263 jiwa tersebar di 16 kecamatan dengan perkiraan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0.

222 laki-laki dan 2.701 10-14 22673 21.2. Sedangkan kelompok umur terkecil berada pada kelompok umur 75 tahun keatas yaitu sebanyak 5. 2009 Dari piramida penduduk diatas terlihat bahwa kelompok umur terbesar berada pada kelompok umur 5-9 tahun yaitu sebanyak 44. 2008-2009 Untuk mengetahui struktur atau susunan penduduk di Kabupaten Polewali Mandar dapat dilihat dari komposisi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin.843 13575 14.186 17119 16.235 7906 7.907 Kelompok Umur 50-54 6768 10.289 0-4 21865 20.a. struktur penduduk Kabupaten Polewali Mandar tergolong penduduk muda.178 Peremp… 3390 3.962 perempuan.000 10. . Berdasarkan piramida penduduk pada Grafik 2.000 30.000 Jumlah Penduduk Sumber : Badan Pusat Statistik.161 30-34 13183 15.000 0.000 20.673 laki-laki dan 21.2. Laki-laki 180 763 181 660 b.377 40-44 10917 10.5 Kepadatan Penduduk/km² 184 185 Sumber: Badan Pusat Statistik.184 jiwa.215 4815 5. Tabel 2.5 0.000 10.648 Laki-laki 60-64 5529 6.012 20-24 12585 15. yang terdiri dari 2.500 23673 21.000 20. Persentase penduduk umur muda relatif lebih banyak daripada penduduk umur tua.a Karakteristik Penduduk di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2009 Keadaan 2008 2009 Jumlah Penduduk Total 371 420 373 263 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin: a.231 30.2.a Piramida Penduduk Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2009 2222 2. Grafik 2. yang terdiri dari 23. Perempuan 190 657 191 603 Rasio Jenis Kelamin 95 95 Jumlah Rumah Tangga 79 768 80 162 Rata-rata Jumlah Anggota Rumah Tangga 5 5 Pertumbuhan Penduduk (%) 0.962 jiwa.289 perempuan.158 12965 17.962 70-74 2475 3.

5.5 Anggaran 2. artinya bahwa rancangan peraturan daerah tentang APBD harus diarahkan agar mencerminkan keberpihakan kepada kebutuhan dan kepentingan masyarakat (publik) dan bukan membebani masyarakat. Bila pembangunan kesehatan berhasil dengan baik maka akan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara langsung. 2.2 Kesehatan Pembangunan kesehatan menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia.2. 10 orang dokter ahli.1 Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) APBD merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD.4. 9 orang dokter gigi. yakni Rumah Sakit Umum Daerah dan Rumah Sakit ABRI. Tenaga kesehatan seperti dokter dan bidan merupakan sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan.4 Sumber Daya Daerah 2. . Alokasi APBD Tahun 2009 – 2010 dapat dilihat tabel dibawah ini khusus SKPD yang terkait Ibu dan Anak. Upaya pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas kesehatan terutama puskesmas pembantu terus mengalami peningkatan. dan 110 orang bidan. APBD tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum. dan ditetapkan oleh peraturan daerah. Sedangkan jumlah puskesmas sebanyak 19 unit. Sampai tahun 2008 Kabupaten Polewali Mandar memiliki 2 rumah sakit. bertambah 1 unit dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2008 ada 32 orang dokter umum.

232.58 3. pada Dinas Pendidikan Pemuda & Olahraga sebesar Rp.369.445.665 78. .153.877.137.62 0.000. pada Dinas Kesehatan sebesar Rp.000. .386) 39.325.000 (577.17 6 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH 5.18 5..04 1. 745.500 .952.299. - .435.177.084. Adapun kebijakan dan peraturan: 1.a PEREMPUAN DAN KB 279.000 . 5 Tahun 2004 Tentang Pembebasan Biaya Penertiban Akta Kelahiran merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar agar semua anak 0-18 tahun dapat memperoleh akta kelahiran tanpa terkecuali.b BADAN KOORDINASI KB DAN PP .dan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebesar Rp.912.857.59 5.193.760 72.075.557 Sumber: APBD Tahun 2009 – 2010 Kabupaten Polewali Mandar 2.025. - . Pada tahun 2009.30 0.500 1.185.735. Tabel Alokasi APBD Tahun 2009 – 2010 Kabupaten Polewali Mandar Persentase Bertamba/ Persen Total APBD NO SKPD 2009 2010 Berkurang (%) 2009 2010 1 DINAS PENDIDIKAN 37. 626.08 1.839.260 5. .083.28 4 DINAS SOSIAL TENAGA KERJA 1. .21 5 DINAS KEPENDUDUKAN DAN CAPIL 1.595 26. untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan ibu dan anak.016.433.137.776.000 41.230.250 20.592 9.09 7.780.28 0.990.900 26.000. .000.467.313.386 866.- 2. juga mendapat bantuan dana bersumber dari dana Non APBD.362.37 0.599.206.500 773.806.005.1.5..329 2 DINAS KESEHATAN 14. .829.Bidang Keluarga Berencana 1.900) 30. - 3. 1.dengan rincian.99 0.29 0.500 .394.899.321.Bidang Pemberdayaan Perempuan 1. .606.000 (11..6 Kebijakan atau Peraturan Berbagai kebijakan dan peraturan yang telah dikeluarkan dan diimplementasikan di Kabupaten Polewali Mandar sebagai upaya untuk pemenuhan hak khususnya bagi ibu dan anak. Pemerintah Kabupten Polewali Mandar didukung oleh dana hibah dari UNICEF dengan total alokasi dana sebesar Rp.506.73 (5. Peraturan Daerah No.263 37. Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar dalam mendukung program dan kegiatan terkait ibu dan anak.265.723 512.860.2 Alokasi Anggaran Non APBD Selain dana dari APBD.000.530.18 TOTAL APBD 490.81 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT - PEMERINTAHAN DESA PEMBERDAYAAN 3.

Peraturan Daerah No. berakhlak mulia dan mempunyai daya saing di era globalisasi. 2. Peraturan Bupati (Perbup) mengenai pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dimaksudkan agar perempuan. 2. Polewali Mandar dinyatakan dalam bentuk jumlah karena jumlah kelahiran hidup tidak mencapai 100.7 Profil Ibu dan Anak 2. sehingga mengurangi buta aksara dan kebodohan dan menciptakan generasi bangsa yang mempunyai harkat. AKI diperoleh dari Jumlah Kematian Ibu per 100.7. Berdasarkan hasil pengumpulan data sektor dapat dilihat pada tabel berikut: . Peraturan Bupati Nomor 16 tahun 2008 Tentang Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan Rujukan Rawat Jalan Bagi Masyarakat yang Dijamin Pemerintah Kabupaten.000 kelahiran hidup. Angka Kematian ibu di Kab.2. Kartu Keluarga dan Akta Catatan Sipil antara lain Akta Kematian. Akta Perceraian. dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu tetap dapat memeriksakan kesehatannya di puskesmas dan rumah sakit. martabat.2 Kesehatan 2. Di tahun 2007 ada sekitar 6. 3. 5. ibu.839 kelahiran hidup.172 kelahiran hidup.985 kelahiran hidup dan pada tahun 2008 ada 6. Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Perda ini terkait dengan kepemilikan KTP. 4. Dan pada tahun 2009 sebanyak 7. 5 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Gratis merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dimaksudkan agar kebutuhan anak terhadap pendidikan dapat terpenuhi.000.1 Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian ibu (AKI) adalah salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran status kelangsungan hidup di suatu wilayah.7.

000 kelahiran hidup dikali dengan kelahiran hidup tahun 2007 di Polewali Mandar sebesar 6. Namun demikian target ini harus diturunkan sampai 3/4nya ditahun 2015. jumlah Kematian ibu di Kab. demikian juga kematian ditahun 2008 dan 2009 masih terlalu tinggi.839 kelahiran . Tabel. 2.7.2. Polewali Mandar per 6. 1 Polewali Mandar 15 17 12 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Berdasarkan tabel di atas. jadi posisi normalnya adalah hanya sekiatr 5 kematian ibu Posisi kematian di Polewali Mandar sebanyak yang hanya 15 kematian masih terlalu tinggi.985 kelahiran hidup ditahun 2007 dan per 6.2. 2.7.1. Bila dibandingkan dengan standar Nasional (MDGs) yaitu 250 per 100.a Angka Kematian Ibu (AKI) Dirinci Per Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 Jumlah Kematian Ibu Kecamatan 2007 2008 2009 Tinambung 0 0 0 Balanipa 2 1 0 Limboro 0 0 0 Tubbi Taramanu 1 0 1 Allu 4 0 0 Campalagian 2 3 1 Luyo 1 3 3 Wonomulyo 0 0 2 Mapilli 1 1 1 Tapango 0 2 1 Matakali 1 2 0 Polewali 1 2 1 Binuang 1 1 1 Anreapi 1 2 0 Matangnga 0 0 0 Bulo .985 maka diperoleh jumlah batasan sebesar 17. .2 Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Bayi adalah Angka Kematian bayi per 1. Polewali Mandar tahun 2007 sebanyak 15 kematian dan pada tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi 17 kematian. dan turun lagi pada tahun 2009 menjadi 12 kematian. bila dibandingkan dengan batasan Target MDGs.000 kelahiran hidup yang dapat memberikan gambaran salah satu indikator status kelangsungan hidup di suatu wilayah. Angka Kematian Bayi di Kab.

985 di kali 1000 ribu maka diperoleh 7 kematian. Polewali Mandar ditahun 2007 sebanyak 46 dibagi dengan jumlah kelahiran hidup 6.7.3 Angka Kematian Anak Balita (AKABA) Angka Kematian Anak Balita (AKABA) adalah Angka Kematian anak balita per 1.a Angka Kematian Bayi (AKB) Dirinci Per Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 Jumlah Kematian Bayi Kecamatan 2007 2008 2009 Tinambung 0 1 9 Balanipa 2 7 8 Limboro 0 1 0 Tubbi Taramanu 0 2 2 Allu 5 4 1 Campalagian 11 5 5 Luyo 3 6 15 Wonomulyo 10 13 12 Mapilli 1 1 4 Tapango 3 4 4 Matakali 3 5 8 Polewali 3 4 16 Binuang 3 5 11 Anreapi 2 3 2 Matangnga 0 0 0 Bulo .2.2. Angka Kematian anak balita di Kab.172 kelahiran hidup ditahun 2009. 1 Polewali Mandar 46 61 98 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Berdasarkan batasan Capaian Indikator MDGs Angka Kematian Bayi diharapkan berada dibawah 35 per 1000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup yang dapat memberikan gambaran salah satu indikator status kelangsungan hidup di suatu wilayah. demikian juga ditahun 2008 dan tahun 2009. masih berada dibawah standar MDGs. hidup di tahun 2008 serta 7. Dengan jumlah kematian di Kab. 2. berdasarkan pengumpulan data sektor dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2. .7.2. Polewali Mandar per kelahiran hidup ditahun 2007 -2009 berdasarkan pengumpulan data sektor dapat dilihat pada tabel berikut: .

4 Bulo .7 6.1 5. .6 3.2 Polewali 2.2 Wonomulyo 0.9 16.1 7. 2.7 Campalagian 14. 3.8 Tapango 1.4 Balita dengan Bawah Garis Merah (BMG) Tabel 2.2.9 Balanipa 4.4 1.1 2.6 Allu 4.1 Polewali Mandar 3.5 6.4 3.7.1 Mapilli 4.3 1.2 4.7 13.2 3.1 3. Tabel.9 0. 0 Polewali Mandar 6 3 3 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor 2.2 6.2.8 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor .0 4.6 2.2.2 1.4 Binuang 3.6 5. .7 Matangnga 2.5 5.2 1.4.1 Matakali 0.4 6.8 6.a Persentase Balita dengan Bawah Garis Merah (BMG) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Balita BGM Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 1.0 Tubbi Taramanu 0.0 Anreapi 3.4 3.7.7 0.2 0.a Angka Kematian Anak Balita (AKABA) Dirinci Per Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 Jumlah Kematian Anak Balita Kecamatan 2007 2008 2009 Tinambung 0 0 0 Balanipa 1 0 0 Limboro 0 0 0 Tubbi Taramanu 1 1 0 Allu 1 0 3 Campalagian 0 0 0 Luyo 2 0 0 Wonomulyo 0 0 0 Mapilli 0 0 0 Tapango 0 1 0 Matakali 0 0 0 Polewali 1 0 0 Binuang 0 1 0 Anreapi 0 0 0 Matangnga 0 0 0 Bulo .8 3.2 3.3.7 1.5 Luyo 1.7 1.6 Limboro 2.7.6 3.

62 37. 100 Polewali Mandar 73.8 31.0 Limboro 94.6 Polewali 100. dan naik menjadi 3.1 Binuang 84.00 81.12 9.5.5 85. .55 71.6 86.7.2%.0 54.66 78.0 99.7 85.00 79. .0 100.4 Tapango 79.12%.05 99.0 Wonomulyo 100.00 82. Polewali Mandar tahun 2007 adalah 3. Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2007-2009 masih dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM). DPT dan hepatitis.01 0 Allu 100.2 84. Berkaitan dengan hal tersebut.7.1 Mapilli 43.6 89. telah berada diatas target SPM yaitu 80 %.6 100.8 Luyo 62.00 87.31 100 Anreapi 100.3 Campalagian 100.2.2. 2.8 Tubbi Taramanu 36.3 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Persentase anak usia 1 tahun yang diimunisasi Campak di Kab. Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai kewenangan wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten untuk BGM yakni kurang dari 15%.2 83. Pencapaian tersebut dapat juga menunjukkan pencapaian target imunisasi lengkap.a Proporsi Anak di Imunisasi Campak Sebelum Usia 1 Tahun di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Imunisasi Campak Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 73. Polio.7 74.40 92. Polewali Mandar pada tahun 2007 adalah 73.8 Balanipa 79.6% ditahun 2008 dan pada tahun 2009 naik lagi menajdi 3.5 % dan pada tahun 2008 adalah 85. Persentase balita BGM di Kab.3 Matakali 100.7 Bulo .3% .0 100.9 Matangnga 22.8%.0 60.5 Anak di Imunisasi Campak Sebelum Usia 1 Tahun Tabel 2.48 42. karena sebelum usia 9 bulan bayi biasanya sudah mendapatkan di imunisasi lainnya yaitu BCG.12 75. namunn pada tahun 2009 turun dibawah standar SPM yaitu hanya tercapai 75.0 99.31 65.0 100.66 86.

95 0.74 Luyo 1.15%.21 % serta ditahun 2009 ditemukan sebesar 2.87 1.94 Matangnga 1.6.09 % dan tahun 2008 sebesar 2.95 Binuang 6.28 2.48 0.08 0.97 2.90 3.70 Wonomulyo 3.51 4.6 Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Tabel 2.53 2.53 1.86 1.42 0.49 1.a Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2007-2009 % BBLR Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 3.15 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Persentase Bayi menurut berat badan sewaktu lahir di Kab.36 Limboro 0.39 Tapango 1. .44 0.74 Matakali 1. .2.99 3.2.58 2.48 3.25 3.32 Polewali 2.27 3.51 Bulo .92 2. Atau juga secara absolut dari 7.21 2.35 Anreapi 0.19 Mapilli 1.00 1.172 bayi lahir hidup pada tahun 2009 terdapat 154 bayi yang lahir dengan BBLR.09 2.26 0.51 2. 0.72 1.80 Allu 0. Atau kalau diasumsikan bahwa dalam setiap 100 Kelahiran terdapat 2-3 bayi yang lahir dengan BBLR. Oleh karena itu harus ditangani seluruhnya sesuai dengan target SPM.47 Tubbi Taramanu 3.2.7.71 Polewali Mandar 2.19 4.7.51 Balanipa 0.22 1.93 1.39 0. Polewali Mandar pada tahun 2007 sebesar 2.52 3.89 Campalagian 2.63 2.

2.7.2.7 Balita yang Naik Berat Badannya Sesuai Garis Pertumbuhan

Tabel 2.7.2.7.a
Persentase Balita yang Naik Berat Badannya Sesuai Garis
Pertumbuhan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009
% Naik Sesuai Garis Pertumbuhan
Kecamatan Ket
2007 2008 2009
Tinambung 56,96 85,84 69.4
Balanipa 88,67 77,66 50.0
Limboro 49,53 56,14 44.8
Tubbi Taramanu 59,90 77,46 57.5
Allu 58,55 58,62 44.4
Campalagian 48,94 54,47 22.0
Luyo 86,72 87,65 50.8
Wonomulyo 67,17 66,04 54.1
Mapilli 50,98 62,80 30.9
Tapango 82,95 80,10 52.1
Matakali 65,91 72,08 45.0
Polewali 75,77 74,53 75.2
Binuang 66,29 65,34 45.2
Anreapi 88,63 71,17 49.0
Matangnga 59,84 73,71 31.1
Bulo - - 21.4
Polewali Mandar 68,17 71,37 47.2
Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor

Persentase balita yang naik berat badannya sesuai garis pertumbuhan
dari seluruh balita yang ditimbang di Kab. Polewali Mandar pada tahun 2007
adalah 68,17%, pada tahun 2008 naik menjadi 70,59 % dan pada tahun 2009
berat badan balita mengalami penurunan sebanyak 47,2 %, Jelas capaian
tersebut belum mencapai target SPM 80%.

2.7.2.8 Cakupan Kunjungan Bayi

Tabel 2.7.2.8.a
Persentase Cakupan Kunjungan Bayi
di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009

% Kunjungan Bayi
Kecamatan Ket
2007 2008 2009
Tinambung 100,0 97,02 84.2
Balanipa 100,0 93,72 79.8
Limboro 100,0 94,41 96.1
Tubbi Taramanu 85,7 62,14 49.0
Allu 84,2 88,79 77.1
Campalagian 100,0 98,96 68.8
Luyo 80,6 92,71 83.8
Wonomulyo 100,0 98,36 85.5
Mapilli 100,0 93,10 95.8
Tapango 100,0 97,94 60.5
Matakali 98,5 81,03 80.3
Polewali 95,4 93,39 85.4
Binuang 100,0 99,81 83.5
Anreapi 100,0 95,02 79.0
Matangnga 100,0 95,00 52.3
Bulo - - 59.0
Polewali Mandar 96,6 93,60 79.19
Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor

Persentase Cakupan kunjungan bayi di kab. Polewali Mandar pada
tahun 2007 sebesar 96,6 % dan pada tahun 2008 sedikit turun menjadi
94,60%, sert apada tahun 2009 mengalami penurunan menjadi 79.19%. Hal ini
bila diasumsikan bahwa dalam setiap 100 Bayi usia dibawah 1 tahun hanya
terdapat 10-20 bayi yang belum mendapatkan kunjungan untuk mendapatkan
pelayanan sesuai standar. Cakupan tersebut sudah mencapai Target SPM
yakni 90 %.

2.7.2.9 Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita

Tabel 2.7.2.9.a
Persentase Cakupan Pemberian Vitamin A pada Balita
di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009

% Pemberian Vitamin A
Kecamatan Ket
2007 2008 2009
Tinambung 97,1 91,65 91.22
Balanipa 95,7 95,16 76.77
Limboro 100,0 97,55 96.01
Tubbi Taramanu 95,7 88,91 75.20
Allu 99,2 98,03 96.01
Campalagian 81,6 87,13 88.51
Luyo 97,1 95,91 84.00
Wonomulyo 96,9 98,63 99.62
Mapilli 83,3 81,96 80.27
Tapango 99,3 97,92 98.37
Matakali 100,0 93,02 100.0
Polewali 100,0 97,23 98.21
Binuang 95,5 92,82 92.45
Anreapi 100,0 90,58 92.13
Matangnga 90,0 88,36 89.58
Bulo - - 83.00
Polewali Mandar 93,0 92,83 90.74
Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor

Tabel diatas memberikan gambaran persentase pemberian vitamin A
pada tiap kecamatan, dari 15 Kecamatan sudah mencapai target lebih dari
80%. Dari hasil pengumpulan data sektoral MDGs diatas, menunjukkan bahwa
pemberian vitamin A dosis tinggi telah mencapai target dalam pelaksanaan
program pemerintah yakni pemberian kapsul vitamin A secara periodik pada
bulan Februari dan Agustus.

.1 38.4 Binuang 57.61 54.8 3. Polewali Mandar pada tahun 2007 sebesar 41 % dan tahun 2008 sebesar 32% serta tahun 2009 sedikit mengalami kenaikan menjadi 39.7.3 Anreapi 1.16 29.7 Allu 39.79 37.7 Polewali Mandar 41.7 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Dari hasil pengumpulan data sektoral MDGs diatas menunjukkan bahwa masih kurangnya ibu yang melakukan pemberian ASI ekslusif pada bayinya selama 6 Bulan.0 Matakali 71.2 15.4 Campalagian 80.0 32.3 59.2 Wonomulyo 50.43 24.27 72.51 48. 62.5 Tubbi Taramanu 29.83 48.3 Mapilli 42.9 53.59 46.49 39.3 44.1 31.2 0.00 26.9 Polewali 46.0 17.6 23.2 56. Persentase cakupan pemberian ASI ekslusif di Kab.5 Tapango 19.68 43.2 Limboro 43.8 28.44 20.9 23.5 Luyo 0.0 Matangnga 58.9 Bulo .0 38.7. .06 18. walaupun demikian presentasi pemberian ASI ekslusif masih jauh dari target SPM yakni 80 %.2.00 40.2.a Persentase Cakupan Pemberian ASI Ekslusif di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Pemberian ASI Ekslusif Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 0.0 26.0 Balanipa 0.10.98 8.7%.2.06 39.10 Cakupan Pemberian ASI Ekslusif Tabel 2.

7 .0 60.0 60.7.6 166 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Sampai dengan tahun 2009.0 10 Anreapi 0 2 3 0.1 100.7 85.2. .11 Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) Tabel 2.3 14 Matakali 1 4 6 16.4 11 Limboro 0 6 8 0.0 64.0 60.0 36.6 42. penyebaran tenaga yang belum merata.7 11 Tubbi Taramanu 0 0 0 0.4 70.3 12 Tapango 0 6 9 0.0 5 Matangnga 0 1 0 0.0 0.0 0.8 56.3 11 Wonomulyo 4 6 12 28.0 71.7 7 Polewali 2 6 9 22.0 57.0 25.1 33.0 0 13 Allu 5 5 7 83. hanya ada 1 kecamatan yang mencapai target SPM 100%.0 8 Balanipa 0 4 4 0.3 18 Luyo 0 0 3 0. .0 0 6 Bulo .11.0 72. Disamping itu kepercayaan orang tua bayi bahwa bayi sampai usia sekitar 3-6 bulan tidak boleh turun dari rumah karena masyarakat menganggap bayi masih terlalu lemah dan akan cepat sakit kalau bertemu dengan orang lain dalam lingkungannya.7.7 14 Mapilli 8 14 7 57.8 9 Polewali Mandar 20 67 94 15. .2 66.0 0.3 87.2 50. yaitu Kec. Polewali. kondisi geografis yang sulit dijangkau serta.5 8 Campalagian 0 8 6 0. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya: Ketersediaan vaksin dan tempat penyimpanan vaksin.3 83.0 40.0 27.7 66.7 100 9 Binuang 0 5 7 0.2.2.0 75.a Jumlah Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 Jumlah Desa UCI % Desa UCI Jumlah Kecamatan Ket 2007 2008 2009 2007 2008 2009 Desa Tinambung 0 0 6 0. 77.0 58.9 85.0 40.

07 52.84 57. .8 Polewali Mandar 68.4 Tapango 57.4 76.17% dari Target 90%.87 79.47 77.68 90.12 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Bidan Atau Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Pertolongan Persalinan oleh Nakes Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 91.2 Matakali 82.7.87 77.6 44. .6 Campalagian 50.3 79.72 67.4 57.5 67. dan pada tahun 2008 naik menjadi 72% serta naik lagi ditahun 2009 menjadi 77.92 43.6 Luyo 54.0 74.4 Mapilli 57.0 80.2 85.2 Bulo . 56.36 73.5 62. Salah satu faktor terjadinya peningkatan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah bertambah jumlah bidan yang ditempat di Desa.12 Pertolongan Persalinan oleh Bidan Atau Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan Tabel 2.3 Matangnga 43.3 86.4 Limboro 87.84 88.2.00 67.4 97. Polewali Mandar pada tahun 2007 sebesar 68.5 Anreapi 78.7.4 94.7 50.03 97.17 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektoral Persentase cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di Kab.2.1 Wonomulyo 90.8 54.8 38.18 100 Tubbi Taramanu 44.89 93.7%.2 Binuang 77.9 Allu 60.3 Balanipa 64.7 71.2.02 68.50 80.3 Polewali 74.

33 73.7 Balanipa 61.33 84.0 Matakali 69.4 89.7. 75.6 54.19 %. .0 78.32 63.57 76.0 Bulo .0 83.3 79.3 Campalagian 57.06 84.2 Luyo 67.6 70. .22 98.5 % dan tahun 2008 sedikit naik yaitu sebesar 73.23 75.31%.45 81.9 84.1 Polewali 77.13 Cakupan Kunjungan K4 di Kababupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Kunjungan K4 Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 90.7 75.13 Kunjungan K4 Tabel 2.69 63.3 Mapilli 51.8 65.4 Wonomulyo 83.79 72.5 Tapango 89. dari target 95 %.8 Binuang 70.4 Limboro 91.5 Allu 78.55 100 Matangnga 75.5 52.2 92.01 75.31 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Persentase ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan yang memenuhi K4 di Kab. atau dengan kata lain belum semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya secara lengkap.7.1 77.5 76.19 80.04 93.6 63.7 Tubbi Taramanu 49.6 51.1 Anreapi 83. Polewali Mandar pada tahun 2007 sebesar 71.2.0 Polewali Mandar 71.38 86.60 84. serta naik lagi ditahun 2009 menjadi 80.2.5 73.2.

5 Wonomulyo 85.28 78.85 63.0 %.5 Matangnga 56.5 %. Campalagian 49. Allu 54.4 % sedangkan pada tahun 2008 terdapat di 2 Kecamatan yakni.5 63.6 Binuang 81.5 % dan Matangnga 56.8 69.0 60.19 88.59 % dan Tubbi Taramanu 40.59 58.9 Tapango 61.2.2. Tubbi Taramanu 51.30 84.6.99 80.2 84.5 63.56 95.9 Anreapi 86.0 89.1 Tubbi Taramanu 51.1 Limboro 92.7 Luyo 78.8 40.8 70.8 Mapilli 52.21 80.6 Balanipa 32.14 Cakupan Pelayanan Nifas di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007 – 2009 % Pelayanan Nifas Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 64.7.1 57.7 77. Tapango 57.4 62.7 72. Mapilli 52.14 Pelayanan Nifas Tabel 2.26 81. Matanga dan Bulo merupakan Kecamatan yang capaainnay belum mencapai 60%.9 79.0 Polewali 68.5 Bulo .6 75.98 71.3 Allu 54.2 64.7 81.4 Matakali 78.97 38. .2. Balanipa 32. .84 73.83 26. Tapango.4 Campalagian 49.43 70.97 %. Dan pada tahun 2009.3 Polewali Mandar 65. kecmatan Tubbi Taramanu.83 84. 53.8 %.2 %.6 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Persentase pelayanan nifas menurut kecamatan dibawah 60 % pada tahun 2007 terdapat di 6 Kecamatan yaitu.13 91.

3 41.37 68.67 75.45 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Persentase komplikasi kebidanan yang ditangani di Kab.15 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007 – 2009 % Komplikasi Kebidanan yang ditangani Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 74.6 93.3 50.00 Limboro 19. 84.00 Bulo .37 Tubbi Taramanu 17.33 Mapilli 21.2.2 73.62 Polewali Mandar 37.18 Matangnga 20.0 81.67 Tapango 23.5 % dan pada tahun 2008 mengalami peningkatan menjadi 72.00 Campalagian 35.1 60.41 80.1 94.5 72.3 58.19 62.0 81.33 75. serta pada tahun 2009 hanya tercapai sekitar 69.6 81.24 64.15 Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Tabel 2.7.26 66.2.2.6 82.2 100.00 66.76 70.18 93.00 67.11 Polewali 25.25 61.1 48.9 66.07 Balanipa 43.66 83.7.3 47.25 69.65 Luyo 47.25%.91 62.67 Allu 63.19 Matakali 38. .39 Anreapi 54.45% sementara targetnya adalah 80 %. Polewali Mandar pada tahun 2007 sebesar 37.64 Wonomulyo 32.83 Binuang 67. .73 62.

7. Dan pada tahun 2009 terjadi lagi penurunan menjadi 5 per 10.2.7.16 Prevalensi Malaria Tabel 2.2.000 penduduk dan pada tahun 2008 terjadi penurunan prevalensi malaria yaitu 12 kasus per 10.000 penduduk. .2.16 Prevalensi Malaria di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 Prevalensi Malaria Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 15 19 2 Balanipa 55 47 0 Limboro 0 0 0 Tubbi Taramanu 3 3 0 Allu 0 0 0 Campalagian 21 0 8 Luyo 20 22 0 Wonomulyo 31 13 25 Mapilli 0 0 0 Tapango 0 0 0 Matakali 42 11 0 Polewali 6 34 8 Binuang 72 0 2 Anreapi 0 0 0 Matangnga 0 0 0 Bulo . 5 Polewali Mandar 21 12 5 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Dari tabel diatas menunjukkan bahwa di Kabupaten Polewali Mandar pada tahun 2007 prevalensi malaria mencapai 21 kasus per 10. .000 penduduk.

00 - Limboro 0.0 0.0 0.7.82 % serta pada tahun 2009 semua penderita malaria positif dapat diobati seluruhnya (100%).50 100 Balanipa 6.71 100 Mapilli 0.0 - Bulo . 100 Polewali Mandar 46.0 0.3 % dan pada tahun 2008 turun menjadi 11.0 - Campalagian 0.2.43 100 Binuang 91.0 0.0 0.0 - Matangnga 0.2.4 12.0 100 Luyo 20.2. . Capaian ini menunjukkan jumlah penderita malaria yang mendapat pengobatan secara efektif telah dapat dilakukan dengan baik oleh Puskesmas dan sarana kesehatan lainnya.5 60.8 0.0 0.00 - Polewali 51.82 100 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Jumlah penderita malaria positif yang diobati secara efektif tahun 2007 sebesar 46.0 - Tubbi Taramanu 0.00 - Allu 0.1 0.17 Penderita Malaria yang Mendapat Pengobatan efektif Tabel 2.0 0.17 Penderita Malaria yang Mendapat Pengobatan efektif di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2007-2009 Penderita Malaria yang Kecamatan mendapat pengobatan efektif Ket 2007 2008 2009 Tinambung 59.0 100 Anreapi 0.00 - Wonomulyo 70.0 0.0 - Tapango 0.7 8.7. .0 - Matakali 38.3 11.0 0.2 0.

5 21.2 Matakali 9.3 18. dan naik di tahun 2008 menjadi sebesar 14.5 Allu 11.1 Polewali Mandar 10. serta pada tahun 2009 turun menajdi 10.2.6 Balanipa 14.1 20.4 8.5 Polewali 14.18 Prevalensi TB di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 Prevalensi TB Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 18.1 14.2 16.2 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Pada tabel diatas.6 22.000 penduduk.2.0 9.000 penduduk.9 2.6 10. prevalensi TBC tahun 2007 sebanyak 10.5 9.7 Limboro 12.6 Matangnga 6.7.000 penduduk.6 10.4 14.2.1 9.0 Campalagian 5.5 Wonomulyo 8.2 per 10.1 12.2 9.1 Binuang 15.7.4 per 10.6 per 10.3 Mapilli 10.4 9.4 Anreapi 12.0 8.3 9.6 9.0 Tubbi Taramanu 0.1 20.0 10.5 11.8 4.3 12.4 Tapango 8.8 7.6 Luyo 7.4 10.6 24.5 14. .4 11.8 4. .2 16.18 Prevalensi TB Tabel 2.

03%.00 0.00 Tubbi Taramanu 0.41 Wonomulyo 0.00 Matakali 1.19.00 Polewali Mandar 0.2. Angka Kematian TB Tabel 2.00 Anreapi 1.00 Mapilli 0.00 0.41 0.2.51 0.00 Binuang 0.7. menunjukkan Angka Kematian TB pada tahun 2007 sebesar 0.a di atas.00 Luyo 0.96 0.00 0.00 Tapango 0.2. .00 0.19 Angka Kematian TB di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 Angka Kematian TB Kecamatan Ket 2007 2008 Tinambung 0.57 0.03 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Pada tabel 2.62 0.00 Polewali 1.46 0.20 0.00 Matangnga 0.19.2.7.00 Limboro 0.10 0.00 Campalagian 0. Sedangkan pada tahun 2008 Angka Kematian TBterjadi penurunan sebesar 0.45%.00 0.00 Allu 0.00 Balanipa 0.00 0.7.00 0.25 0.

8 45. Polewali Mandar pada tahun 2007 adalah sebanyak 33.13 11.3 99.Mapilli 19.29 Matangnga 29.7 19.11 14.67 Polewali Mandar 33. Tapango 16.7.2. Campalagian 40.95 16.60 % sedangkan kecamatan dengan angka penemuan pasien TB-BTA+ paling tinggi terdapat di Kec.7 84.85 % serta tahun 2009 turun menjadi 11.33 Campalagian 11. Luyo 34.47 Binuang 84.65 Mapilli 29. Sementara itu ditahun 2009 kecamatan Tubbi Taramanu merupakan presentase penemuan kasus tertinggi (50%) .5 34.34%.20 Angka Penemuan Pasien TB-BTA+ Tabel 2. Binuang sebesar 84. Kec.25 Wonomulyo 27.7 88. . Tutallu 23. Matakali sebesar 45.02 10.37 8.58 9.23 Bulo .50 Tapango 18.9 %.24.0 23.43 11.20 Persentase Angka Penemuan Pasien TB-BTA+ di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Angka Penemuan Pasien TB-BTA+ Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 52. Kec.03 Matakali 40. Kec.00 Allu 46.6 72.3 87.63% Dari tabel diatas kecamatan yang menunjukkan capaian angka penemuan kurang dari 60 % pada tahun 2007 terdapat hampir di seluruh kecamatan kecuali Kec.58 %.9 % dan pada tahun 2008 adalah 53.6 16.82 Anreapi 57. Pada tahun 2008 capaian angka penemuan kurang dari 50% terdapat di Kec.2.22 11.19 Luyo 21.2 58. Tinambung sebesar 99.0 53.85 11.68 10.18.58 8.95 %.2.9 53.63 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Persentase angka penemuan pasien tuberkolosis BTA positif baru di Kab.18 12.3 40. Kec.29 19.9 51.84 Balanipa 21.05 Polewali 55.60 50.24 17.9 72.34 11.22 % dan Kec. 11.06 Tubbi Taramanu 0.45 Limboro 18.7.

44 Anreapi 90.57 83.9 90. .21 Angka Kesembuahan Pasien Baru Tuberkolosis (AKP-TB) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Angka Kesembuhan Pasien TB Ket Kecamatan 2007 2008 2009 Tinambung 87.0 100 62.9 90.00 Polewali 80.24% dan tahun 2009 sedikit turun menjadi 82.50 Bulo .16 Tubbi Taramanu 0 0 37.67 90.5 75.71 Mapilli 80.18 77.43 Campalagian 100.91 64.71 Wonomulyo 91.4 87.0 90.50 Allu 100.43 63.91 80.0 100.0 86.7 % dari target 80 % sedangkan pada tahun 2008 sebesar 88.4 71.00 80.2.7.7 91.33 Tapango 37.96 93.70 Luyo 90.00 83. 0.21 Angka Kesembuahan Pasien Baru Tuberkolosis (AKP-TB) Tabel 2.98% .24 82.7.98 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Angka kesembuhan pasien baru TB pada tahun 2007 adalah sebanyak 86.33 Balanipa 100.2.33 Matakali 76.48 Limboro 71.0 91.31 85.2.00 Matangnga 100.8 100 97.0 80.0 100 71.55 Binuang 95.7 88.00 Polewali Mandar 86.5 28.

1 3.01 10.2.10.9 Mapilli 3. Jadi pada tahun 2008 di Kab.4 kasus per 10.7.00 0.3 Limboro 6. Jika dibandingkan pada tahun 2007 angka kesakitan kusta 2.29 2.000 penduduk.7.3 1.2 8. 420 jiwa terdapat 128 penderita kusta.18 9.1 1.5 3.7 3.2 Allu 6.0 Bulo .4 Sumber: Hasil Pengolahan Data Sektor Dari tabel diatas menunjukkan bahwa di Kab.6 1.2. 2.73 9.0 Tapango 2.000 penduduk dan pada tahun 2008 angka kesakitan kusta 3.6 Luyo 2.6 2.2 6.8 Campalagian 2. Polewali Mandar dengan jumlah penduduk 371. serta tahun 2009 terjadi peningkatan kasus menjadi 8.4 3.62 1.89 5. Polewali Mandar pada pada tahun 2007 angka kesakitan kusta 2.20 8.24 8.45 kasus per.31 8.2 1. .56 21.5 Anreapi 1.0 0.7 kasus per-10. Dan pada Tahun 2009 membengkak menjadi 315 kasus.55 7.4 6.3 Binuang 2.22 Angka Kesakitan Penyakit Kusta Tabel 2.7 kasus per-10.9 3.9 Wonomulyo 1.65 5.85 5.000 penduduk.2 Matakali 0.9 Balanipa 3.2 Matangnga 0.2.7 Tubbi Taramanu 0.45 8.5 Polewali 1.000 penduduk. .6 0.5 8.22 Angka Kesakitan Penyakit Kusta di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Angka Kesakitan Kusta Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 7.7 Polewali Mandar 2.46 15.

000 0.00 Anreapi 0.000 0.00 Polewali 0.000 4.000 penduduk sedangkan pada tahun 2008 adalah 1.024 11.23 Angka Kesakitan Penyakit Demam Berdarah (DBD) Tabel 2.000 0.00 Limboro 0.2.000 0.7.075 0.000 0.022 1.000 0.000 penduduk.000 0.00 Luyo 0.00 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Dari tabel diatas angka kesakitan DBD di Kab.074 0.00 Matakali 0.88 kasus per-100.23 Angka Kesakitan Penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2007-2009 % Angka Kesakitan DBD Kecamatan Ket 2007 2008 2009 Tinambung 0.000 0.000 0.000 0.00 Campalagian 0.753 0.00 Balanipa 0.2.885 0.000 0.000 0.00 Polewali Mandar 0.104 2.000 0.000 0.00 Mapilli 0.00 Tapango 0.000 0. tahun 2009 tidak ditemukan kasus yang terlaporkan.000 0.00 Matangnga 0.00 Tubbi Taramanu 0.000 0.000 0. Jumlah absolut penderita pada tahun 2007 terdapat 8 kasus DBD dan pada tahun 2008 terdapat 7 kasus.000 0.000 0.00 Allu 0.000 0. Polewali Mandar pada tahun 2007 adalah 0.000 0.828 0.00 Wonomulyo 0.022 kasus per-100.7. .00 Binuang 0.2.000 0.

00 0.2.00 Tubbi Taramanu 0.2.7.00 Limboro 0.15 0. 0.00 0. Luyo dan Mapilli .00 Bulo .00 Balanipa 1.74 1.00 Allu 0.39 Luyo 1.00 Matakali 0. Polewali Mandar.04 Wonomulyo 0.42 Tapango 0.00 0.49 Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Pada tahun 2007 tidak ditemukan kasus kematian akibat diare.2.00 0.00 Binuang 0.34 0.44 0. Namun ditahun 2008 ditemukan kasus kematian diare sebesar 1.24 Case Fatality Rate pada Saat KLB di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2008-2009 CFR Diare pada saat KLB Kecamatan Ket 2008 2009 Tinambung 0.22 0.13 per 100 penderita diare di Kab.00 Matangnga 0.00 Polewali 1.032 penderita.00 0.00 0.00 Campalagian 2.24 Case Fatality Rate pada Saat KLB Tabel 2.00 0.00 Anreapi 2.13 0.00 Polewali Mandar 1.00 0.7.00 0.49 per 1000 penderita yaitu di kecamatan campalgian.00 Mapilli 2.22 0. Kasus kematian diare di tahun 2008 ini merupakan kasus KLB dengan jumlah kasus kematian sebanyak 23 orang dari 2. Ditahun 2009 kembali ditemukan kasus diare sebesar 0.

3. Perwakilan Kelompok Ibu dan Anak. Disdikpora (Dinas Pendidikan. PDKBM MDGs serta data-data Profil terkait SKPD ibu dan anak. Pemuda dan Olahraga). Menggambarkan besarnya permasalahan SKPD menggambarkan besarnya permasalahan terkait data Ibu dan Anak dengan menggunakan metode prioritisasi permasalahan (Perengkingan) ini dilakukan pada minggu ketiga bulan Pebruari tahun 2010. serta mengarahkan kepada prioritas dan sasaran kegiatan. semua pihak telah mengemukakan perspektif masing-masing dengan mengacu pada situasi ibu dan anak. Sektoral MDGs 2007-2009. Tokoh Masyarakat. Bappeda sebagai koodinator. yaitu: 1. Dinsosnakertrans (Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi). 2. Merumuskan permasalahan berdasarkan data yang dimiliki Penilaian situasi dilakukan oleh SKPD terkait Ibu dan Anak yaitu masing-masing SKPD (Tim KHPPIA dan ASIA) beserta tim lainnya yakni berasal dari Perguruan Tinggi Universitas Asyriah Mandar serta beberapa LSM lokal dan Media Lokal yang dikoordinir oleh Bappeda Kabupaten Polewali Mandar merumuskan permasalahan terkait ibu dan anak berdasarkan data survey MDGs Kecamatan 2007. . penilaian situasi mencakup tiga kegiatan utama. Badan Pusat Statistik (BPS). dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB (BPPKB). Selain itu. Penilaian situasi perlu dilakukan sebagai dasar analisis dan pengembangan program selanjutnya. BAB III METODOLOGI PENYUSUNAN ASIA Analisis situasi yang berbasis pada hak melihat kepada pemenuhan hak ibu dan anak pada setiap tahapan kehidupan. Tujuan utamanya berpusat pada perbaikan situasi ibu dan anak dengan menggunakan informasi yang menggambarkan dan menganalisis permasalahan secara jelas. Pada pertemuan ini.1 Tinjauan atau Penilaian Situasi Melakukan penilaian situsi dengan baik dan akurat. diantaranya. dihadiri pula oleh pemangku kepentingan. serta dari Kalangan Akademisi. LSM. digunakan metode partisipatif dan bersifat lintas sektor. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dan jajaran pemerintah yakni.

Memfasilitasi sekaligus melakukan pengawalan program dan kegiatan yang terkait situasi ibu dan anak pada proses pelaksanaan Musrenbang Desa sampai dengan Musrenbang Kabupaten. ini membantu mengidentifikasi isu-isu yang digunakan dalam pencapaian upaya pemecahan masalah melalui proses pemantauan dan evaluasi. Indentifikasi kegiatan terkait situasi ibu dan anak pada tingkat desa dan tingkat kecamatan. Bappeda selaku koordinator mengarahkan SKPD yang terkait Ibu dan Anak melakukan analisis kausalitas yaitu membantu memahami permasalahan akan hak-hak yang tidak terpenuhi dengan mengidentifikasi penyebab langsung. Mengidentifikasi program dan kegiatan yang terkait situasi ibu dan anak pada pelaksanaan Forum SKPD minggu pertama Maret 2009 3. pemilihan indikator berdasarkan data dan permasalahan yang ada sehingga ditetapkan beberapa indikator terkait situasi ibu dan anak yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kebehasilan program dan kegiatan ibu dan anak ini dilakukan pada minggu ketiga bulan Pebruari tahun 2010. Memilih indikator yang akan digunakan untuk mewakili permasalahan dan pemantauan ke depan. dan akar penyebab. Masing-masing pengemban tugas memiliki peran yang berbeda dalam hal menghormati. melindungi dan .2 Analisis Pola Peran Analisis pola peran dilakukan setelah analisis kausalitas dihasilkan. dan melihat hubungan antara kedua pihak itu. Analisis pola peran membantu memahami identifikasi pemegang hak dan pemegang tugas. 3.2. penyebab tidak langsung.1 Analisis Kausalitas Setelah pemilihan indikator dihasilkan. Tim ASIA Kabupaten Polewali Mandar sebelum melakukan analisis situasi ibu dan anak ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu.2.2 Telaahan atau Analisis 3. Pada tahap ini. Penentuan indikator. Kegiatan ini dilakukan minggu ketiga sampai keempat Maret tahun 2010. Dengan cara menggunakan analisis pohon masalah. 3.

Selanjutnya analisis kesenjangan kapasitas dilakukan hal yang sama dalam analisis aksi kunci. 3. Masing-masing pengemban tugas diidentifikasi dengan 4 kriteria kapasitas. Analisis pola peran dilakukan oleh seluruh Tim ASIA dan beberapa SKPD terkait ASIA pada minggu ketiga sampai keempat Maret tahun 2010. yaitu otoritasnya.2. 3.3 Tindakan atau Aksi Kunci Setelah analisis kesenjangan kapasitas dihasilkan. dan komunikasi-institusionalnya. tanggung jawabnya. Dengan mendiskusikan 4 kriteria tersebut dihasilkan profil kapasitas ideal yang seharusnya diemban oleh masing-masing Claim- Holders. menetapkan pemahaman mengenai tujuan kritis yang di defenisikan berdasarkan pendekatatan berlandaskan hak. memenuhi hak ibu dan anak. kemudian dilakukan tindakan atau aksi kunci untuk mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Tindakan atau aksi kunci terdiri dari: Identifikasi aksi-aksi utama Identifilasi aksi-aksi utama dilakukan untuk merumuskan aksi kunci yang realistis dan strategis.3 Analisis Kesenjangan Kapasitas Analisis kesenjangan Kapasitas dilakukan setelah analisis pola peran dihasilkan. Idendifikasi aksi- utama dalam merumuskan aksi kunci dilaksanakan pada minggu pertama April 2010 Identifikasi dan analisis potensi kemitraan Identifikasi dan analisis potensi kemitraan dilaksanakan setelah identifikasi aksi-aksi utama yakni pelaksanaannya tepat pada pada minggu pertama April 2010. Adapun Langkah langkah pengembangan kemitraan terdiri dari: 1. sumber dayanya. Melakukan pemetaan pemangku kepentingan 3. Mengidentifikasi strategi untuk mengembangkan kemitraan . Analisis kesenjangan kapasitas dilaksanakan pada minggu ketiga sampai keempat Maret tahun 2010. Identifikasi pemangku kepentingan 2.

membuat rencana pemantauan dan evaluasi.Rancangan Program Langkah-langkah dan rancangan program yaitu menganalisis pohon masalah. membuat kerangka pemantauan dan evaluasi. . Rancangan program ini pada minggu kedua April 2010. membuat kerangka kerja logis (logframe). membuat hirarki hasil dan model logis.

5 % dari seluruh bayi yang dilahirkan c) Masih banyak ibu melahirkan dalam persalinan ditolong oleh dukun beranak sebesar 77% d) Kematian bayi masih tinggi yaitu ditemukan 98 kematian pada tahun 2009 e) Case Fatality Rate daire pada saat Kejadian Luar Biasa tahun 2008 sebanyak 23 kematian dari 2. Perumusan masalah pada bidang kesehatan sebagai berikut: a) Jumlah kematian maternal masih tinggi 22 (tahun 2006). yaitu: 1. Penilaian situasi mencakup tiga kegiatan utama. Berdasarkan data situasi ibu dan anak di Kabupaten Polewali Mandar baik itu data hasil survei. A. Penggambaran Besarnya Permasalahan Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut diatas maka dapat ditentukan prioritas masalah situasi ibu dan anak digambarkan dengan matrix sebagai berikut: . Penilaian situasi Penilaian situasi dilakukan sebagai dasar analisis dan pengembangan program selanjutnya. 15 (tahun 2007) dan 17 (tahun 2008) serta tahun 2009 terjadi sebanyak 12 kematian b) Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) masih tinggi sebesar 2.1 Hak untuk Mendapatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Perumusan masalah yang dilakukan berdasarkan situasi ibu dan anak yang berkaitan dengan belum terpenuhinya hak anak atas kesehatan. sensus dan data sektoral MDGs. BAB IV HASIL ANALISIS SITUASI IBU DAN ANAK 4.032 penderita dan pada tahun 2009 masih terjadi yaitu ditemukan 10 kematian 2.

Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) masih tinggi sebesar 2.A.a Prioritas Masalah Situasi Ibu Dan Anak Masalah Melibatkan Masalah Jumlah Urutan No. Masalah Urgensi Strategis lintas Sektor Bersama Nilai Peringkat 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Jumlah kematian maternal masih Kesehatan 3 tinggi 22 (tahun 2006).032 LH 5 5 5 16 2 penderita dan pada tahun 2009 masih terjadi yaitu ditemukan 10 kematian Keterangan: Masalah strategis 1 = Kurang strategis 3 = Strategis 5 = Sangat strategis Melibatkan lintas sektor yang tinggi 1 = Tidak melibatkan 3 = Melibatkan 5 = Sangat melibatkan Merupakan masalah bersama 3 = Bukan masalah bersama 5 = Masalah bersama Menunjukkan urgensi 1 = Tidak urgen 3 = Urgen 5 = Sangat Urgen Dari tabel di atas terilhat bahwa masalah yang paling prioritas ada 3 (tiga) yaitu: 1.5% atau gizi buruk dari seluruh bayi yang dilahirkan 3. 15 (tahun 2007) dan 17 (tahun 2008) serta tahun 2009 terjadi sebanyak 12 kematian (Presentase terbesar kematian Ibu adalah faktor pendarahan) 2. Jumlah kematian maternal masih tinggi 22 (tahun 2006). Kematian bayi masih tinggi yaitu ditemukan 98 kematian pada tahun 2009 . Tabel 4.5 % dari Pertanian 5 5 5 18 1 seluruh bayi yang dilahirkan Capil Sosial Masih banyak ibu melahirkan dalam Kesehatan 1 persalinan ditolong oleh dukun 3 3 3 10 3 beranak sebesar 77% Kematian bayi masih tinggi yaitu Kesehatan 3 ditemukan 98 kematian pada tahun Pertanian 5 5 5 18 1 2009 Capil Sosial Case Fatality Rate daire pada saat Kesehatan 1 Kejadian Luar Biasa tahun 2008 PU sebanyak 23 kematian dari 2.1. 15 (tahun Pertanian 2007) dan 17 (tahun 2008) serta 5 Capil 5 5 18 1 tahun 2009 terjadi sebanyak 12 Sosial kematian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Kesehatan 3 masih tinggi sebesar 2.1.

Angka Kematian Bayi di Kab.000 kelahiran hidup yang dapat memberikan gambaran salah satu indikator status kelangsungan hidup di suatu wilayah. sosial budaya. Berat Bayi Lahir Rendah adalah bayi yang lahir mempunyai berat badan kurang dari 2. AKI diperoleh dari jumlah kematian ibu per 100. Tingginya angka kematian ibu menunjukkan bahwa keadaan ibu (ibu hamil. Oleh karenanya sangat diperlukan identifikasi yang mendasar untuk upaya-upaya penanggulangan yang komprehensif. peranan dukun dan masalah- masalah ibu lainnya. Polewali Mandar dinyatakan dalam bentuk jumlah karena jumlah kelahiran hidup tidak mencapai 100.5 Kg. Pemilihan Indikator Angka Kematian ibu (AKI) adalah salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran status kelangsungan hidup di suatu wilayah. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi pada masa kehamilan dan akan mempunyai resiko tinggi terhadap kematian pada umur yang sangat dini atau lebih lanjut cenderung mengalami pertumbuhan dan perkembangan di bawah normal. Polewali Mandar per 6. masalah pengetahuan. ibu bersalinan dan nifas) memiliki banyak masalah di Polewali Mandar. Angka Kematian Bayi adalah Angka Kematian bayi per 1. dipengaruhi oleh status kesehatan anak dan didukung oleh adanya status pelayanan kesehatan anak yang optimal.3. Indikator Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR).000 kelahiran hidup. bukan saja masalah kesehatan tetapi juga masalah kemiskinan. . perilaku. Angka Kematian ibu di Kab.000.839 kelahiran hidup di tahun 2008.

Matakali.1. .partus = 5 ibu) maupun setelah melahirkan (0-7hari= 7 ibu) yaitu sekitar 65% tetapi masalah ini menjadi masalah prioritas karena sangat terkait dengan pemenuhan hak akan kesehatan dan kesejahteraan. Ibu hamil Jumlah kematian ibu Hak akan Angka Ibu yang 2. Pasangan usia Tahun 2009 = 12 subur Dengan presentase penyebab kematian terbesar adalah pendarahan baik sebelum melahirkan (7 bln. Polewali dan Anreapi Tabel diatas menunjukkan bahwa untuk masalah kematian ibu yang masih tinggi. sedangkan pada tahun 2008 tertinggi terjadi di Kec. Dengan presentase penyebab kematian terbesar adalah pendarahan baik sebelum melahirkan (7 bln. 15 (tahun 2007) dan 17 (tahun 2008) serta tahun 2009 terjadi sebanyak 12 kematian (Presentase terbesar kematian Ibu adalah faktor pendarahan) Besarnya masalah Masalah Hak yang tidak No.3. Allu. besar masalahnya sebenarnya cenderung turun dari tahun 2006 .2009. Ibu nifas Tahun 2007 =15 kesejahteraan n ibu tinggi 4. Ibu menyusui Tahun 2008 =17 5. Tapango. Matrix 4. Ibu bersalin Tahun 2006 =22 kesehatan dan kematia masih 3.partus =5 ibu) maupun setelah melahirkan (0-7hari= 7 ibu) yaitu sekitar 65% Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2007 tertinggi di Kec.a Matrix Penilaian Situasi kematian maternal masih tinggi 22 (tahun 2006). Kelompok sasaran (Luasnya/Parahnya/penduduk yang terkena Indikator kunci terpenuhi dampak 1 Kematian 1.

1%. ISPA alternatif yaitu sebesar 27. Matrix 4. Hak untukmendapatkan lingkungan keluarga pengasuhan alternatif . Asfiksia sebesar keluarga 19. ibu menyusui tahun 2009 sebanyak 98 bayi perlindungan dan bayi diberi anak ASI 3. Hak untuk 3. Hak untuk perlindungan anak 3. Hak untukmendapa 2. Kelompok sasaran (Luasnya/Parahnya/penduduk yang Indikator kunci terpenuhi terkena dampak 1 Kematian 1. menunjukkan bahwa kematian bayi masih cenderung naik. ibu melahirkan Jml kematian janin = 53 kesejateraan bayi bayi baru lahir Jml kematian bayi = 61 tahun 2008 dan 2. Hak akan Angka bayi janin kesehatan dan kematian 2. dan penyakit bayi berbasis pengasuhan lingkungan (misalnya diare.7 %) Pada diatas. Penyebab kematian bayi tertinggi tkan pada tahun 2008 adalah BBLR lingkungan sebesar 53.3.1. di tahun 2008 1. Hak akan kesehatan dan kesejateraan 2. Namun masalah ini masih menjadi prioritas terkait: 1.b Matrix Penilaian Situasi Kematian bayi masih tinggi yaitu ditemukan 98 kematian pada tahun 2009 Besarnya masalah Masalah Hak yang tidak No. ibu hamil dan 1.2 %.

(Luasnya/Parahnya/penduduk yang Hak yang tidak terpenuhi Indikator kunci sasaran terkena dampak 1. menunnjukkan masih tingginya BBLR /gizi buruk untuk itu dibutuhkan intervensi dalam pemenuhan: 1. Hak kesejahteraan dan kesehatan 2. rekreasi dan budaya seni . Hak untuk mendapatkan perlindungan anak 3. sedangkan pada tahun 2008 balita tertinggi di Kec. Gizi buruk Balita Luasnya : 17.74 % Hak kesejahteraan dan Presentase dan kurang Penduduk yang terkena : Sebagian besar kesehatan BBLR atau (kekurangan masyarakat miskin gizi buruk Gizi) Hak untuk mendapatkan perlindungan anak Masih Ibu dan balita BBLR : 8.21 % (2008) pendidikan.5% atau gizi buruk dari seluruh bayi yang dilahirkan Besarnya masalah Masalah Kelompok No.1. Wonomulyo Pada tabel diatas.c Matrix Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) masih tinggi sebesar 2. Tubbi Taramanu dan Kec. rekreasi dan angka Jumlah anak yang terkena gizi buruk budaya seni kekurangan tertinggi pada tahun 2007 terjadi di Kec. Hak mendapatkan pendidikan. Matrix 4.3. Gizi pada Binuang.94 %Gizi Buruk Hak mendapatkan 2 tingginya BBLR : 2.

Keloima faktor itu adalah: 1) Retensio placenta dan atau atonia uteri . Telaahan atau Analisis Berdasarkan penentuan prioritas masalah kesehatan yaitu masalah masih tinggi kematian ibu.a Analisis Kausalitas Kematian Ibu karena pendarahan.Terlalu Tua Kurang Geogris .B. Analisis Kausalitas (sebab – akibat) Kematain ibu Karena pendarahan Terlambat Ke fasiliat Terlambat Mengambil Retensio Plasenta Stok Darah Kurang Terlambat Medpt Pelayanan Kesehatan Keputusan Pelayanan Kes 4 Terlalu Donor Darah Alat Kurang Biaya kurang . hasil diskusi Tim Kesehatan ASIA disebabkan oleh 5 faktor yang berkontribusi langsung (penyebab Langsung) terhadap terjadinya pendarahan yang dapat mengakibatkan kematian.1. B. 1.Terlalu Muda .Terlalu sering Kantong Darah Transportasi tdk Kurang factor resiko tersedia Keluarga Pusk PONED belum memadai Gol Darah tidak Dukung sesuai Pengetahuan dan keterampilan Petugas kurang Partisipadi dan permberdayaan keluarga Pemerintah Masih Kurang dalam memfungsikan dan masyarakat bidang KIA masih Kurang dan memotivasi Keluarga dan Masyarakat Gambar 4. presentase gizi buruk dan kurang yang masih tinggi dan masih tingginya kemtaian bayi.1. Maka berikut ini hasil analisis kausalitas (sebab-akibat).Terlau dekat lahir Tenaga Kurang Pengetahuan .

Ketiadaan donor. Kematian ibu karena pendarahan. dan diantara mereka sangat membutuhkan darah ketika terjadi obortus. kantong darah dan stok darah dengan golongan darah yang sesuai pada unit pelayanan kesehatan ataupun pada unit tranfusi darah (bank darah) akhirnya nyawa merekapun melayang. pengeluaran darah atau pendarahan akan terus terjadi. keluarga ataupun kerabat yang tidak menyiapkan kendaraan ketika seorang ibu akan melahirkan akan lambat tiba di sarana pelayanan kesehatan. ibu bersalin dan ibu masa nifas) sering terjadi. kondisi seorang ibu harus diperbaiki terlebih dahulu. belum sempat didapat tranportasinya. keluarga maupun kerabat dan adaanya pengaruh dukun maka ibu maupun suaminya ataupun orang yang berpengaruh tidak dapat berbuat apa-apa ketika seorang ibu yang akan melahirkan sudah mulai menunjukan tanda-tanda kedaruratan (pendarahan) persalinan. Dan ketika terjadi pendarahan semua panik mencari tranportasi. saat persalinan maupun masa nifas. tidak serta merta persalinan dilakukan. 3) Terlambat mengambil keputusan Biaya yang kurang. jarak kepelayanan kesehatan yang seharusnya dapat ditempu dengan 25-20 menit akhirnya dapat ditempu dengan 2-3 jam . nyawapun melayang. bila tidak segera ditangani maka nyawa ibu sulit untuk dipertahankan karena kehabisan darah. 4) Terlambat sampai kefasilitas pelayanan kesehatan Ketiadaan tranportasi. ketidak tahuan tentang faktor resiko pendarahan. Plasenta yang sulit atau terlambat dikeluarkan pada rahim seorang ibu yang baru saja melahirkan (karena lengket dan tak berkontraksi) yang kebanyakan terjadi pada mereka yang 4 T ( terlalu muda. namun . terlalu banyak melahirkan dan terlalu tua) Apabila dipaksakan keluar atau dibiarkan. 2) Stok darah kurang. terlalu sering melahirkan. ini artinya pendarahan pada ibu maternal (ibu hamil. ketika tiba seorang ibu sudah kepayahan/kelelahan kehabisan energi.

Analisis kausalitas Kematian kematian Bayi Kematian Bayi yang masih tinggi Dampak BBLR Penyakit infeksi Penyebab Asfiksia berbasis lingkungan Langsung (Diare. dan walaupun kondisi ibu segera pulih. Ketiadaan paket pelayanan obstetrik neonatus emergensi dasar di puskesmas. alat dan bahan pelayanan kesehatan habis pakai yang kurang. Merupakan penyebab-penyebab tidak langsung dari terlambatnya pelayanan yang diberikan unit pelayanan kesehatan (puskesmas) kepada ibu-ibu maternal yang mengalami kegawatdaruratan obstetrik dan neonatus dasar. janin sudah tidak bisa diselamatkan. 5) Terlambat mendapat pelayanan. kematian janin dalam rahim dalam kasus seperti ini sering terjadi. Ispa) Status Kesakitan Status Gizi Ibu Ibu Air yang tidak Hamil kurang memenuhi syarat Penyebab tdk Status Langsung Kesehatan BBL Langsung Cakupan Jamban Keluarga masih Ketersediaan pangan di rendah tingkat RT kurang Keadaan rumah Pengetahuan Gizi dan yang tidak sehat Kesehatan yang kurang Partisipasi dan pemberdayaan Pememerintah masih kurang Penyebab Utama masyarakat dan keluarga bidang mengfungsikan dan memotivasi kesehatan masih kurang masyarakat dan keluarga dalam bidang kesehatan . kualitas terutama pengetahuan dan keterampilan petugas yang rendah serta jumlah petugas (bidan) yang kurang. sebelum pulih ibupun meninggal dunia.

1. Keadaan ketika hendak melahirkan diantaranya partus lama atau partus macet. demam selama persalinan. sering dapat menyebabkan kematian bayi.1. mengalami post matur sesudah 42 minggu kehamilan. kelainan konginital. masih kurangnya partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dan keluarga bidang kesehatan dan faktor kedua. . Keadaan ibu selama hamil diantaranya ibu menderita hipertensi. ketiga factor penyebab langsung itu adalah : 1. persalinan yang sulit. akibat dari ketersediaan pangan di rumah tangga (RT) yang kurang untuk dikonsumsi dan akibat pengetahuan gizi dan kesehatan yang masih sangat kurang dari seorang ibu merupakan factor-faktor utama yang mempengaruhi terjadi Bayi lahir dengan berat badan rendah. Hasill diskusi Tim Kesehatan ASIA yang didasarkan laporan penyebab kematian bayi ada 3 faktor penyebab langsung kematian bayi yang selalu ditemukan tiap tahunnya. ASFIKSIA Bayi baru Lahir (BBL) tidak bernapas secara spontan dan teratur (Asfiksia) digategorikan sebagai bayi dengan Asfiksia. pertama. pemerintah masih dianggap kurang dalam mengfungsikan dan memotivasi masyarakat dan keluarga dan upaya peningkatan kesehatan. ISPA dan lain-lain.B. sifilis. termasuk kedaan tali pusat yang tidak normal. ada dua faktor yang saling mempengaruhi. Pada Gambar 4.b Analisis Kausalitas Kematian Bayi yang masih ditemukan tinggi di Kabupaten Polewali Mandar. pendarahan abnormal dan lain-lain. terjadi karena beberapa keadaan pada ibu selama hamil atau ketika hendak melahirkan. akar masalah atau penyebab utamanya. Keadaan bayi baru lahir juga sangat mempengaruhi terjadinya Asfiksia misalnya baru lahir dengan premature (sebelum 37 minggu kehamilan). menderita penyakit infeksi misalnya malaria. BBLR ( Berat Badan Lahir Rendah) Keadaan status gizi ibu yang kurang sebelum hamil maupun selama hamil. 2.

(ASUPAN) Diare.3.1. berarti pada tubuh anak ada mikroorganisme yang mengganggu pertumbuhan fizik. Hal ini disebabkan (penyebab tidak langsung) karena kondisi tempat tinggal .B. Kekurangan Gizi Balita (Sawangan) Kekurangan Gizi Balita Dampak (SAWANGANG) Pertumbuhan fisik Anak kurang nafsu Penyebab menurun dan sakit. makan Kekurangan makan Langsung sakitan. Anak balita telah menderita penyakit infeksi. Kurangnya kesadaran ibu hamil & ibu menyusui mengkomsumsi mknan bergizi Org tua tdk Dana/keuangan Penyebab Tidak pandai mengasuh rumah tangga Pola mkan tdk jls dan tdk teratur Langsung anaknya menipis Kondisi tmp tinggl yg tdk sehat ASI dianggap bkn hal yg utama (di no. Diare. Cacingan dan lain-lain). membuat hajat disembarnag tempat dan keadaan rumah yang tidak memenuhi syarat. Penyakit infeksi berbasis lingkungan. 2 kan) Kurangnya daya dukung Akar Masalah kebijakan2 dari Instansi2 terkait Sosial budaya masyarakat tidak atau Pemerintah mendukung Gambaran 4. Diare. Cacingan dst).c Masalah kekurangan gizi balita (SAWANGAN) yang merupakan dampak dari keadaan kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar mempunyai dua faktor penyebab langsungnya yaitu: 1) Pertumbuhan fisik menurun dan sakit-sakitan (penyakit Ispa. Penyebab penyakit infeksi pada bayi ini adalah keadaan sarana air bersih yang masih sangat kurang. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) merupakan beberapa penyakit infeksi berbasis lingkungan yang prevalensi kesakitannya masih sangat tinggi.1. (Penyakit Ispa. apabila menginfeksi bayi dan bayi uang terinfeksi tidak ditangani dengan baik maka dapat mengakibatkan kematian.

sehingga daya tahan tubuh anak menjadi lemah terhadap serangan mikroorganisme penyebab penyakit infeksi. Akar masalahnya adalah sosial budaya masyarakat yang belum mendukung. 2) Anak kurang nafsu makan atau anak kekurangan makan Anak kurang nafsu makan disamping disebabkan karena anak sering sakit-sakitan juga karena pola asuh anak yang belum baik guna merangsang selerah makan anak atau dengan kata lain “orang tua belum pandai mengasuh anak”. bahkan maslah gizi ini oleh masyarakat Polewali Mandar mengistilahkan dengan SAWANGANG yaitu sesuatu hal yang biasa terjadi pada anak-anak ditemukan kasus gizi buruk dan kurang. Penyebab lainnya adalah Dana atau keungan rumah tangga balita tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan (gizi) ibu (jika bayi Masih ASI Eksklusif) atau memenuhi kebutuahn makan (gizi) anak. . Penyebab tidak langsung ini semua berakar pada kurangnya daya dukung kebijakan dari Instansi terkait atau pemerintah setempat dan sosial budaya masyarakat yang belum mendukung upaya-upaya pencehagan dan penanggulangan masalah kurang gizi. pola makan tidak jelas dan tidak terartur. yang tidak sehat ditambah dengan kurangnya kesadaran ibu hamil dan menyusui mengkonsumsi makanan yang bergizi. dan ASI dinggap bukan hal yang utama (ASI tidak dieklusifkan/dinomor duakan). disamping itu juga karena kurangnya daya dukung kebijakan dari instansi terkait atau pemerintah.

Satu Alasan yang penting adalah jika perhatian telah dilakukan terhadap ibu dalam hal ini ibu hamil secara otomatis perhatian telah ditujukan pula pada bayi dalam kandungan sampai bayi tersebut dilahirkan dan hidup sampai batasan usia 1 tahun. Analisis Pola peran Matrix 4.2. KECAMATAN dalam kegiatan PKK kec.B.1. meningkatkan fungsi meningkatkan fungsi melaksanakan tupoksi terhadap pelayanan prioritas pembangunan Bidang kesehatan Posyandu poskesdes puskesmas RSUD Menetapkan dan Menetapkan dan PEMKAB (BAPPEDA/ Menetapkan ibu sebagai Mengfungsikan dan memotifasi Mengembangkan RSU meningkatkan fungsi meningkatkan fungsi Alokasi anggaran DINKES) prioritas keluarga dan masyarakat sebagai pusat rujukan Posyandu poskesdes Menetapkan ibu sebagai Mengfungsikan dan memotifasi DPRD Alokasi anggaran prioritas pembangunan keluarga dan masyarakat Catatan: Pola Peran Antara Pengemban Tugas Terhadap Pemegang Klaim Untuk Masalah Kematian ibu dan bayi dijadikan satu. PEMEGANG KLAIM POSKESDES/ KELUARGA DAN IBU DAN BAYI POSYANDU POLINDES/ PUSKESMAS RSUD MASYARAKAT PENGEMBANG BIDAN DESA TUGAS Memperhatikan bayi dari Melibatkan keluarga dan IBU dalam kandungan sampai Aktif Selalu control kehamilan Selalu control kehamilan Siap dirujuk masyarakat lahir Berpartisipasi dalam Menjamin kebutuhan gizi dan Berpartisipasi dalam ORTU (BAPAK) Suami Siaga pelayanan kebidanan SIAGA ke Puskesmas SIAGA ke RSUD kesehatan keluarga kegiatan Posyandu dan SIAGA Memotivasi dan Mempermudah akses LSM/ Mengfasilitasi kegiatan Menggerakan masyarakat Bermitra dengan bidan Bermitra dengan mengfungsikan keluarga daan terhadap pelayanan STAKEHOLDERS ibu-ibu untuk berpartisipasi desa Puskesmas masyarakat RSUD PETUGAS Memberikan pelayanan di Melakukan pembinaan Memberikan pelayanan Mendampingi Ibu dalam Memberikan pelayanan Pembinaan dan pemberdayaan KESEHATAN Posyandu ke Bidan desa kesehatan di Puskesmas pelayanan rujukan Integrasi dalam Membantu puskesmas Mengfasilitasi ibu-ibu Menetapkan ibu sebagai Bertanggung jawab mempermudah system PEM. . DES pembangunan dalam pembangunan dalam kegiatan PKK desa prioritas pembangunan terhadap fungsi Posyandu rujukan kesehatan desa kesehatan desa Mengfasilitasi ibu-ibu Menetapkan dan Menetapkan dan Coordinator dalam Mempermudak akses Menetapkan ibu sebagai PEM.a Matrix Telaah Pola Peran Antara Pengemban Tugas Terhadap Pemegang Klaim untuk Masalah Belum Terpenuhinya Hak ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan Kesejahteraan. dibuat satu maktris.2.

Ibu tidak mempunyai Ibu tidak tahu Ibu tidak tahu Ibu tidak digayomi Ibu merasa Ibu tidak tahu Ibu tidak tahu kemampuan bahwa ada orang. Ibu dan bayi PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS IBU ORTU (BAPAK) KESEHATAN PEMDES PEM. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS . berhubungan dengan anak anak WEWENANG anak kepada bapak orang kesehatan Kesehatan Ibu dan dengan baik dan Anak benar tentang kehamilan dan merawat bayi SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI .a Analisis Kesenjangan Kapasitas Ibu dan Bayi Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Ibu dan bayi Atas Kesehatan dan Kesejahteraan. bahwa ada oleh pemerintah sendirian ketika bahwa ia bersama bahwa ia bersama TANGGUNG membuat keputusan orang yang peduli pelayanan desa/kel. tidak harus ibu-ibu yang lain ibu-ibu yang lain JAWAB dan tidak punya terhadapnya kesehatan gratis.3.1.B. Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemegang klaim Matrix 4. diikutkan dalam berhubungan masuk dalam masuk dalam kemampuan ibu tidak dapat kegiatan desa dengan kecamatan target pelayanan target pelayanan membagi tugas berkomunikasi terutama yang kesehatan ibu dan kesehatan ibu dan merawat bayi dan dengan orang.

1.3. menangkap peluang kesehatan. akurat. Dana anggaran yang usaha. . keputusan Bayi anak. dalam kegiatan pelayanan non akurat. ruang gerak LSM.a Keluarga dan Masyarakat PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS IBU ORTU (BAPAK) KESEHATAN PEMDES PEM. Analisis Kesenjangan Kapasitas Keluarga dan Masyarakat Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Ibu dan bayi Atas Kesehatan dan Kesejahteraan. tersedia minim. akurat. memberikan . yang terjadi. persalinan yang kesehatan klinis aman Masih minimnya Rendahnya kepekaan aparat Kurang dimotivasi penghasilan. akurat. Mendukung Dominasi suami PENGAMBILAN keputusan yang dalam pengambilan . Mengajak Kurang keterlibatan pria Kurang ikut berwewenang Kurang Mendapatkan Mendapatkan Mendapatkan Mendapatkan dalam menjamin Advokasi dan berpartisipasi WEWENANG dalam Memberikan informasi yang informasi yang informasi yang informasi yang Kehamilan dan penyuluhan. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Kurang Mendaptkan Kurang Bertanggung bimbingan/konseli Mendukung dan Mendukung dan Mendapatkan Bertanggung Jawab secara non ng keluarga dan memanfaatkan Kurang TANGGUNG Kurang Mendukung berpartisipasi dalam motivasi dan fungsi jawab untuk klinis terhadap masyarakat fasilitas pelayanan mendapatkan JAWAB Orang tua kegiatan Kesehatan dalam menyampaikaaspir pelayanan mengenai kesehatan Ibu dan prioritas ibu dan bayi pengambilan asi. - menyampaikan informasi yang informasi yang dengan baik informasi yang akurat pendapatnya akurat akurat .B. Matrix 4. - KEPUTUSAN salah keputusan Ibu tidak mampu Tidak mampu Tidak mampu Suami tidak mampu Tidak mampu atau berani memberikan memberikan KOMUNIKASI berkomunikasi . SUMBERDAYA dalam pelayanan ketrampilan dan Kurang meratanya Keterbatasan Kurang KIA kreatifitas untuk persebaran tenaga dana. Kurangnya tenaga Masih sempitnya desa terhadap apa dan difungsikan Minimnya ahli kesehatan. pengetahuan. Kesehatan Ibu dan kesehatan ibu dan Bayi.

B.3.1. .b Analisis Kesenjangan Kapasitas Posyandu Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Ibu dan bayi Atas Kesehatan dan Kesejahteraan. . . KESEHATAN PEMDES PEM. . Posyandu PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS Ibu dan Bayi ORTU (BAPAK) PET. . kesehatan dan kesehatan Kurangnya SUMBERDAYA . KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Masih kurang Masih kurangnya Tidak bertanggung Tidak adanya TANGGUNG bertanggung jawab koordinasi dalam JAWAB pelayanan kesehatan jawab terhadap koordinasi diantara pengaturan tugas Tidak adanya koordinasi antara kedua pihak Kberadaan suami kedua belah pihak ibu dan bayi dan fungsi Tidak memberikan Tidak memberikan Melibatkan posyandu informasi secara informasi secara dalam pengumpulan WEWENANG akurat mengenai akurat mengenai Tidak bermitra . . . - ahli kesehatan PENGAMBILAN - . . Matrix 4. ketersediaan tenaga . . - informasi dan data pentingnya gizi dan pentingnya gizi yang akurat. - KEPUTUSAN Tidak terjalinnya Tidak adanya komunikasi yang Masih ditemukan Ruang gerak Tidak adanya Tidak terjalin Tidak terjalin Ruang gerak masih kesempatan KOMUNIKASI baik dalam hal belum sejalan tugas masih sangat kesempatan untuk komunikasi komunikasi sangat dibatasi untuk ikut pemberian dan fungsi dibatasi ikut berkontribusi berkontribusi penyuluhan . . .

KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) KESEHATAN DINKES) Kapasitas Tanggung Masih kurang Tidak bertanggung Tidak adanya Masih kurangnya bertanggung jawab jawab terhadap koordinasi diantara koordinasi dalam Tidak adanya koordinasi antara kedua pihak jawab pelayanan Keberadaan suami kedua belah pihak pengaturan tugas Wilayah Kewenangan Melaksanakan Melaksanakan Wewenang kesehatan ibu dan Tidak memberikan Tidak bermitra dan fungsi bayi kerjayang luas sama dengan kebijakan aturan perda informasi secara tidak diberdayakan Melibatkan Tidak cukup Kecamatan Tidak adanya Tidak adanya Tidak memberikan akurat mengenai Tidak melibatkan posyandu dalam per desa (Bidan Bagian integral kesempatan kesempatan Sumberdaya informasi secara pentingnya gizi dan LSM pengumpulan Desa) dari kecamatan untuk ikut untuk ikut akurat mengenai kesehatan Kurang terjalinnya informasi dan data Melibatkan Membuat berkontribusi berkontribusi pentingnya gizi dan Kurang tenaga komunikasi yang yang akurat. Matrix 4. Pengemban PEMKAB Tugas STAKEHOLDERS PETUGAS Ibu dan Bayi ORTU (BAPAK) PEMDES PEM.1 Matrik kesenjangan kapasitas Poskesdes/Polindes/Bidan Desa sebagai pemegang hak(kliem) terhadap pengemban tugas dalam masalah terpenuhinya hak Ibu dan Bayi atas Kesehatan dan kesejahteraan. kesehatan Pemerintah Bahan untuk Kualitas disbanding dengan baik dalam hal Kurangnya tenaga Pengambilan Tidak sebanding Desa koordinasi layanan/kinerja jumlah sasaran pemberian kesehatan (bidan Keputusan Ruang gerak Ruang gerak yang kurang dengan jumlah Membuat penyuluhan Perdesa) masih sangat masih sangat karena saran sasaran persetujuan Membuat Surat dibatasi dibatasi yang kurang Membuat Kurang terjalin Tugas memadai rekomendasi komunikasi Masih ditemukan Komunikasi rujukan belum sejalan Kurang terjalin tugas dan fungsi komunikasi .

Puskesmas PEMEGANG TUGAS PEMKAB STAKEHOLDERS IBU DAN BAYI ORTU (BAPAK) PET.1. Tidak sebanding Kurang tenaga Kurangnya tenaga Tidak cukup per Bagian integral Sumberdaya dengan jumlah disbanding dengan tidak diberdayakan kesehatan (bidan . KESEHATAN PEMDES PEM. Matrix 4.B. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Masih kurang Masih kurangnya bertanggung jawab Tidak bertanggung Tidak adanya koordinasi dalam Tidak adanya koordinasi antara kedua pihak Tanggung jawab pelayanan jawab terhadap koordinasi diantara pengaturan tugas kesehatan ibu dan Keberadaan suami kedua belah pihak dan fungsi bayi Tidak memberikan Tidak memberikan Melibatkan informasi secara informasi secara posyandu dalam Kewenangan sama Melaksanakan Melaksanakan Wewenang akurat mengenai akurat mengenai Tidak bermitra pengumpulan Wilayah kerja dengan kebijakan aturan perda pentingnya gizi pentingnya gizi dan informasi dan data Kecamatan dan kesehatan kesehatan yang akurat. - desa (Bidan Desa) dari kecamatan sasaran jumlah sasaran Perdesa) Membuat Pengambilan rekomendasi Membuat Tidak melibatkan Membuat Surat Melibatkan Membuat Bahan .3.c Analisis Kesenjangan Kapasitas Puskesmas Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Ibu dan bayi Atas Kesehatan dan Kesejahteraan. - Keputusan rujukan persetujuan LSM Tugas Pemerintah Desa untuk koordinasi Kurang terjalin Kurang terjalinnya Tidak adanya komunikasi komunikasi yang Masih ditemukan Ruang gerak Ruang gerak Tidak adanya Kurang terjalin kesempatan Komunikasi baik dalam hal belum sejalan masih sangat masih sangat kesempatan untuk komunikasi untuk ikut pemberian tugas dan fungsi dibatasi dibatasi ikut berkontribusi berkontribusi penyuluhan .

PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS IBU ORTU (BAPAK) PET. KESEHATAN PEMDES PEM. Matrix 4. persyaratan persyaratan RSUD selalu tidak administrasi administrasi Sumberdaya RSUD kadang RSUD kadang mau diintervensi rujukan rujukan sewenang-wenang tidak memberikan lebih jauh kepada penjelasan kepada Pengambilan pengunjung ibu kepala keluarga Keputusan rawat jalan terhadap ibu rawat maupun rawat inap jalan maupun Komunikasi rawat inap . KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS RSUD kurang RSUD kurang Tanggung jawab RSUD kurang RSUD kurang RSUD kurang Kurang Kurang Tanggung jawab bertanggung jawab bertanggung jawab RSUD kurang memperdayakan komunikatif komunikatif koordinasi dan koordinasi dan kepada ibu-ibu kepada kepala mampu petugas kesehatan terhadap terhadap tindak lanjut tindak lanjut yang keluarga yang memberian dan kurang pemerintah Desa pemerintahKeca keluhan keluhan Wewenang menginginkan menginginkan penjelasan komunikatif perihal matan perihal keselamatan.1 Analisis Kesenjangan Kapasitas Rumah Sakit Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Ibu dan bayi Atas Kesehatan dan Kesejahteraan. keselamatan.

3. arahan puskesmas Pengambilan Keputusan kurang dapat mengambil keputusan dalam Komunikasi pemenuhan hak ibu dan bayi . Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemegang Tugas Matrix 4.1 Matrik kesenjangan kapasitas Ibu sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak Ibu dan bayi atas Kesehatan dan Kesejahteraan . PEMEGANG KLAIM KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDE RSUD Masyarakat PUSKESMAS S/BIDAN DESA KAPASITAS Ibu kurang mampu Ibu tidak mengantar Ibu tidak mengantar bayi Ibu tidak selalu ke Ibu tidak siap di Tanggung jawab melaksanakan tugas bayi di Posyandu Puskesmas untuk periksa dan sebagai ibu rumah Ibu tidak terlibat dalam memeriksaan diri dan dirawat di Wewenang tangga Ibu tidak terlibat kegiatan poskesdes bayinya RUSD dalam kegiatan Ibu kadang posyandu Ibu tidak mampu Sumberdaya melaksanakan kegiatan menindak lanjuti arahan- diluar wewenangnya.

Tidak mengetahui Tidak terlibat dalam membuat keputusan tangga Tidak mengetahui pentingnya ibu dan anak keputusan-keputusan gawat darurat Wewenang Pengambil Bapak tidak pentingnya ibu dan terlibat dalam kegiatan Puskesmas. keputusan mempunyai wewenang anak terlibat dalam Poskesdes Bapak tidak sepenuhnya untuk ikut dalam kegiatan posyandu Bapak tidak tercata di mempunyai Sumberdaya dilakukan Bapak kegiatan Tidak masuk dalam Rekam medic komunikasi yang Bapak dan ibu kemasyarakatan kepengurusan puskesmas. baik dengan RSUD kurang komunikatif Poskesdesa Pengambilan Keputusan Bapak tidak bersikap sebagai Suami SIAGA Komunikasi . Matrix 4. PEMEGANG KLAIM KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES/ RSUD Masyarakat PUSKESMAS BIDAN DESA KAPASITAS Bapak kurang Bapak kurang terlibat Bapak tidak terlibat Bapak tidak terlibat dalam Bapak tidak terlibat Bapak sebagai Tanggung jawab bertanggung jawab dengan keluarga besar dalam kegiatan kegiatan poskesdes sebagai Suami SIAGA kepala Keluarga terhadap peran ibu dan masyarakat posyandu.1 Matrik kesenjangan kapasitas Bapak sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak Ibu dan bayi atas Kesehatan dan Kesejahteraan . tidak mampu sebagai ibu rumah disekitarnya.

B.d Kesenjangan kapasitas LSM/Stakeholders sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam Masalah terpenuhinya hak Ibu dan bayi atas Kesehatan dan Kesejahteraan. PEMEGANG KLAIM KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD Masyarakat PUSKESMAS /BIDAN DESA KAPASITAS TANGGUNG Masalah ibu belum Kurang melibatkan Belum menjalin Kurang terjalin Kurang Integrasi Kurang Koordinasi JAWAB dianggap sebagai keluarga miskin dalam kerjasama dengan komunikasi dengan dan koordinasi dan Komunikasi masalah yang proses pengambilan kader posyandu baik mendesak keputusan di lingkungan WEWENANG diselesaikan masyarakat (perspektif gender Tingkat Kepedulian yang masih kurang) sebagaian kelompok SUMBERDAYA Kurang melibatkan terhadap keluarga ibu (dari keluarga miskin yang kmasih miskin) dalam kurang PENGAMBILAN kegiatan Kurang memahami KEPUTUSAN kebutuhan keluarga miskin (pemilik kepentingan) KOMUNIKASI .3.1. Matrix 4.

Matrik Kesenjangan Kapasitas Petugas Kesehatan Sebagai Pengemban Tugas Terhadap Pemegang Klaim Dalam Masalah Terpenuhinya Hak Ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan kesejahteraan PEM.1. keluarga miskin tidak posyandu kesehatan pada komunikasi dan maksimal Data tentang ibu dan akurat (by name and setiap koordinasi kurang Kondisi jaringan bayi yang tidak by address) POSKEDES/POLIN maksimal transportasi dan Pengambilan tersedia/tidak akurat Tidak melibatkan DES sangat terbatas Kondisi jaringan Komunikasi yang keputusan Tidak melibatkan ibu keluarga miskin (biasanya hanya 1 transportasi yang kurang memadai usia produktif dalam proses orang) kurang memadai sehingga khususnya dari pengambilan sehingga komunikasi dan Komunikasi keluarga miskin dalam keputusan komunikasi dan koordinasi kurang proses pengambilan Layanan kesehatan koordinasi kurang maksimal keputusan ke keluarga miskin maksimal Layanan kesehatan kurang maksimal ke Ibu dan bayi yang (kualitas layanan) kurang maksiml (kualitas layanan) karena keterbatasan fasilitas . KLAIM KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLIND RSUD Masyarakat PUSKESMAS KAPASITAS ES/BIDAN DESA Tanggung jawab Tidak bisa Tidak bisa Koordinasi dan Kadang tidak ada di Tidak memberikan Jarak desa menjangkau semua menjangkau semua komunikasi dengan tempat kerja (sering data Ibu dan Bayi dengan ibu dan bayi karena keluarga miskin kader kurang pulang ke secara akurat puskesmas yang Wewenang kondisi geografis dan karena kondisi maksimal kampungnya/bukan Jarak desa dengan jauh sehingga jumlah tenaga geografis Kadang tidak hadir warga setempat) puskesmas yang komunikasi dan kesehatan yang Data tentang dalam kegiatan Jumlah petugas jauh sehingga koordinasi kurang Sumberdaya sangat terbatas. Matrix 4.

Matrix 4.1.B.3.e
Matrik Kesenjangan Kapasitas Pemdes Sebagai Pemegang Tugas Terhadap Pemegang Hak Dalam Masalah
Terpenuhinya Hak Ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan kesejahteraan

PEMEGANG HAK
KELUARGA dan
Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD
Masyarakat PUSKESMAS
KAPASITAS /BIDAN DESA
Tidak bisa Tidak bisa Tidak Kurang melakukan Tidak memberikan data Jarak desa
menjangkau menjangkau menyediakan koordinasi dengan Ibu dan Bayi secara dengan RSUD
Tanggung jawab
semua ibu dan semua keluarga sarana posyandu baik akurat yang jauh
bayi karena miskin karena yang memadai Dokumen Jarak desa dengan sehingga
kondisi kondisi geografis Jumlah posyandu perencanaan di puskesmas yang jauh komunikasi dan
geografis Data tentang yang tersedia tingkat desa tidak sehingga komunikasi dan koordinasi
Wewenang
Data tentang ibu keluarga miskin tidak sesuai memetakan koordinasi kurang kurang
dan bayi yang tidak akurat (by dengan kebutuhan kebutuhan terkait maksimal maksimal
tidak name and by masyarakat dengan sarana dan Kondisi jaringan Kondisi jaringan
Sumberdaya tersedia/tidak address) (jumlah penduduk prasarana transportasi yang kurang transportasi dan
akurat Tidak melibatkan dan luas POSKEDES/POLIND memadai sehingga komunikasi
Tidak keluarga miskin wilayah/kondisi ES komunikasi dan yang kurang
melibatkan ibu dalam proses geografis) koordinasi kurang memadai
Pengambilan usia produktif pengambilan maksimal sehingga
Keputusan khususnya dari keputusan Kurang memaksimalkan komunikasi dan
keluarga miskin potensi warga untuk koordinasi
dalam proses menjadi warga siaga kurang
pengambilan maksimal
keputusan Kurang
memaksimalkan
Komunikasi potensi warga
untuk menjadi
warga siaga

Matrix 4.1.B
Matrik Kesenjangan Kapasitas Kecamatan Sebagai Pemegang Tugas Terhadap Pemegang Hak Dalam Masalah
Terpenuhinya Hak Ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan kesejahteraan

PEMEGANG HAK
KELUARGA dan
Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD
Masyarakat PUSKESMAS
KAPASITAS /BIDAN DESA
Kecamatan tidak Kecamatan tidak Tidak ada struktruk Tidak ada struktruk yang Tidak ada struktruk yang jelas Kecamatan kurang
TANGGUNG punya data base punya data base yang jelas tentang jelas tentang tentang tentang tanggung jawab dan koordinasi dengan
JAWAB tentang ibu dan yang update tentang tentang tanggung tanggung jawab dan wewenang antara kecamatan RSUD
bayi. keluarga dan jawab dan wewenang wewenang Kecamatan dan puskesmas terhadap
masyarakat Kecamatan tentang tentang keberadaan pembangunan kesehatan Kecamatan kurang
Kecamatan kurang keberadaan poskesdes. kecamatan membangun
WEWENANG mempunyai sumber Kurang posyandu. hubungan yang
daya dalam mengkoordinir Hasil kegiatan poskesdes Kecamatan kurang menindak jelas dengan
memenuhi hak ibu keluarga dan Hasil kegiatan kurang ditindak lanjuti lanjuti upayah-upaya yang RSUD.
dan bayi masyarakat . posyandu kurang atau kirang berkelanjutan dilakukan puskesmas
SUMBERDAYA
ditindak lanjuti.
Kurang
memaksimalkan
PENGAMBILAN (memberdayakan)
KEPUTUSAN potensi keluarga dan
masyarakat

KOMUNIKASI

Matrix 4.1.B
Matrik Kesenjangan Kapasitas Kabupaten (pemda) Sebagai Pemegang Tugas Terhadap Pemegang Hak Dalam Masalah
Terpenuhinya Hak Ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan kesejahteraan

PEMEGANG HAK
KELUARGA dan
Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD
Masyarakat PUSKESMAS
KAPASITAS /BIDAN DESA
Tanggung jawab Tanggung jawab dan Pemda cenderung Pemda kurang menjadi Pemda kurang menempatkan Pemda lambat
dan wewenang wewenang pemda lebih memberikan Poskesdes sebagai tugas dan tanggung jawab dalam
Tanggung jawab
pemda tidak sampai tidak sampai insentif Kader dari wadah masyarakat untuk puskesmas seperti hal mengembangkan
terjabarkan kepada terjabarkan kepada pada mengembangkan Kecamatan yang mempunyai RSUD yang peduli
ibu dan bayi. keluarga dan memberdayakan kesehatan desa wilayah kerja yang sama akan hal ibu dan
masyarakat posyandu. bayi.
Wewenang Aturan pemda
tentang Hak ibu dan Aturan pemda Pemda tidak Pemda kurang
bayi akan tentang Hak ibu dan mengetahui hasil- menfasilitasi RSUD
kesehatan tidak bayi akan kesehatan hasil kegiatan untuk
Sumberdaya
sampai. tidak sampai. posyandu berhuhubungan
dengan Rumah
Sakit lainnya. Dan
Pengambilan masyarakatnya
Keputusan

Komunikasi

Pemda kurang WEWENANG masyarakat DPRD tidak pengawasan.B Matrik Kesenjangan Kapasitas DPRD Sebagai Pemegang Tugas Terhadap Pemegang Hak Dalam Masalah Terpenuhinya Hak Ibu dan Bayi Atas Kesehatan dan kesejahteraan PEMEGANG HAK KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD Masyarakat PUSKESMAS KAPASITAS /BIDAN DESA DPRD kurang DPRD kurang DPRD tidak DPRD kurang menjadi DPRD kurang menempatkan DPRD lambat dalam TANGGUNG memberikan memberikan porsi memberikan porsi Poskesdes sebagai tugas dan tanggung jawab mendukung RSUD JAWAB porsi Anggaran Anggaran yang anggaran untuk wadah masyarakat untuk puskesmas seperti hal yang peduli akan hal yang layak layak kemandirian mengembangkan Kecamatan yang mempunyai ibu dan bayi. penganggaran dan yang dibuat. kesehatan desa dan wilayah kerja yang sama bayi keluarga dan sumber informasi dalam aturan ligislatif. sebagai bagian dari PENGAMBILAN dan bayi fungsi KEPUTUSAN DPRD lambat pengawasannya. berhuhubungan menindaklanjuti mengawasi dan posyandu dengan Rumah SUMBERDAYA permasalah menindaklanjuti Sakit lainnya. anggaran dan pengawasan menfasilitasi RSUD DPRD kurang mengetahui hasil. Matrix 4. untuk mengawasi dan DPRD kurang hasil kegiatan legislasi. Dan kesehatan dan permasalahan masyarakatnya kesejateraan ibu keluarga.1. untuk ibu dan pengembangan Posyandu. DPRD lambat membuat aturan membuat aturan tentang keluarga tentang yang peduli KOMUNIKASI kesehatan dan terhadap gizi dan kesejahteraan kesehatan ibu dan bayi .

Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Analisis Pola peran: Masalah perbaikan gizi Matrix 4.b Matrix Telaah Pola Peran Antara Pengemban Tugas Terhadap Pemegang Klaim untuk Masalah Belum Terpenuhinya Hak Anak Atas Perbaikan Gizi PEMEGANG KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES PENGEMBANG TUGAS Merawat (memberi susu.B.2.UNICEF . makan. Membawa anaknya ke posyandu Bantuan tenaga kesehatan Ortu (ibu) Pemeriksaan kesehatan dll) anak secara rutin dan PMT Suami siaga.1. perhatian dan kasih Mengantar (kordinasi dan Ortu (bapak) Memenuhi kebutuhan Suami siaga saying komunikasi) Lsm/stakeholders Bantuan PMT Pendampingan Advokasi Advokasi Intervensi dan monev Petugas kesehatan Memberi layanan gizi Konseling Memberi layanan Merujuk Member I laporan 24 jam Menfasilitasi dan Adminitrasi dan kordinasi tiap Pemdes Bantua PMT Pemberian raskin Memberi laporan 24 jam Mengembangkan posyandu bulan Menjamin terlaksananya status gizi Pem. Kecamatan Menfasilitasi Penyedia data Penyedia data balita Pemkab (bappeda/dinkes) Alokasi anggaran Alokasi anggaran Kebijakan / keputusan aturan Dprd Anggaran i Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .

1. Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemegang klaim Matrix 4. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) KESEHATAN DINKES) Kapasitas Balita dalam Balita dalam Banyak Balita Banyak Balita Balita yang gizi Balita yang gizi Hak yang diminta Hak yang Tanggung menyampaian Hak.UNICEF .3. menyampaian Hak.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 3. akan kebutuhan gizi.f Matrik Kesenjangan Kapasitas Balita Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Anak Atas Perbaikan Gizi KELUARGA Pengemban PEMKAB Tugas STAKEHOLDERS Petugas ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) PEMDES PEM.B. kurang kurang kesehatan kurang kesehatan kurang kurang dan kesehatan serta dan kesehatan serta diperhatikan oleh diperhatikan dan diperhatikan dan diperhatikan dan ditindak lanjuti kesejateraaannya kesejateraaannya orang-orang yang ditindak lanjuti ditindak lanjuti ditindak lanjuti Wewenang berkepentingan oleh petgas pemdes Kecanatan Masih banyak balita Masih banyak balita kesehatan yang gizi kurang dan yang gizi kurang dan mempunyai mempunyai Sumberdaya gangguan kesehatan gangguan kesehatan yang tidak dimengerti yang tidak dimengerti ibu bapknya Pengambilan Keputusan Komunikasi i Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . tidak mempunyai tidak mempunyai kuang dan buruk kuang dan buruk balita untuk diminta balita jawab haknya tidak haknya tidak kemampuan kemampuan serta adanya serta adanya dilindungi kurang untuk dimengerti oleh ibu dimengerti oleh ibu tumbuh kembang tumbuh kembang gangguan gangguan ditindak lanjuti dilindungi akan kebutuhan gizi.

akurat. nafkah yang Tidak adanya Mendapatkan mendapatkan mendapatkan mendapatkan mendapatkan WEWENANG Memperhatikan mencukupi advokasi dan imbalan jasa dari informasi yang informasi yang informasi yang informasi yang kesehatan dan kebutuhan hidup penyuluhan.1. - menyampaikan berkomunikasi informasi yang informasi yang informasi yang pendapatnya dengan baik akurat akurat akurat ii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. Tidak menyajikan Tidak memberikan asupan makanan Tidak memberikan pengobatan.B. . kepemerintahan tangga. pelayanan pelayanan peraturan atau UU JAWAB banyak dalam pemenuhan mengenai memadai tanpa Melakukan administrasi administrasi yang pro rakyat. anak. cukup karena dana. akurat. apa yang telah akurat. Istri diabaikan Dominasi suami PENGAMBILAN dalam mengambil dalam . tumbuh kembang minimal. akurat. menangkap kesehatan.tepat dan adil. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Tidak memberikan Tidak membantu Tidak memimpin . kepemerintaha. penghasilan. Dana anggaran harus bekerja peluang usaha. mengurus rumah kebutuhan hidup kesehatan ibu dan pilih2 status pendampingan. Kurangnya tenaga desa terhadap apa Waktu untuk Masih sempitnya Minimnya ahli kesehatan. Tidak Tidak Tidak Tidak yang bergizi. - KEPUTUSAN keputusan pengambilan keluarga keputusan Istri tidak mampu Suami tidak Tidak mampu Tidak mampu Tidak mampu atau berani mampu memberikan memberikan memberikan KOMUNIKASI . Tidak memberikan pelayanan Tidak memberikan Tidak memberikan Tidak memberikan dan memberikan memperhatikan bimbingan/konseli kesehatan yang bantuan secara kemudahan dalam kemudahan dalam Tidak membuat TANGGUNG waktu yang lebih dan menjamin ng keluarga cepat. Masih minimnya Pengetahuan yang Rendahnya kepekaan aparat terbatas. yang terjadi. pasien. memperhatikan ruang gerak LSM. . yang tersedia minim.UNICEF . keluarga anak.3.f Analisis Kesenjangan Kapasitas Keluarga Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Anak Atas Perbaikan Gizi Keluarga PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) KESEHATAN PEMDES PEM. SUMBERDAYA ketrampilan dan Kurang meratanya Kurang keluarga tidak Keterbatasan kreatifitas untuk persebaran tenaga pengetahuan. dilakukan.

.B.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.g Analisis kesenjangan kapasitas posyandu sebagai pemegang klaim terhadap pemegang tugas dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi.1. . .UNICEF . Kurangnya ketersediaan SUMBERDAYA . . . . Posyandu PEMEGANG TUGAS PEMKAB STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) PET. - KEPUTUSAN Tidak terjalinnya Tidak adanya komunikasi yang Masih ditemukan Ruang gerak Ruang gerak Tidak adanya Tidak terjalin Tidak terjalin kesempatan KOMUNIKASI baik dalam hal belum sejalan masih sangat masih sangat kesempatan untuk komunikasi komunikasi untuk ikut pemberian tugas dan fungsi dibatasi dibatasi ikut berkontribusi berkontribusi penyuluhan iii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . . . .3. . KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Tidak memberikan Tidak memberikan Masih kurangnya Tidak adanya informasi secara informasi secara koordinasi dalam Tidak adanya koordinasi antara kedua pihak TANGGUNG JAWAB koordinasi diantara akurat mengenai akurat mengenai pengaturan tugas kedua belah pihak pentingnya gizi pentingnya gizi dan fungsi Melibatkan posyandu dalam WEWENANG . . . . KESEHATAN PEMDES PEM. - tenaga ahli kesehatan PENGAMBILAN - . - informasi dan data yang akurat. . pengumpulan .

KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Tidak mampu Tidak mampu Tidak mampu Puskesmas tidak Puskesmas tidak Tidak Tidak mampu Tidak mampu TANGGUNG memberikan memberikan menjalin kemitraan mampu dapat berbagi jelaspembagian melaksanakan melaksanakan JAWAB penyadaran penyadaran yang menciptakan tanggung jawab tugas dan tugas secara tugas secara utuh kesehatan seluruh seluruh Kepala berkelanjutan. mampu Tidak mampu berwewenangan terhadap peran kesehatan oleh kabupaten.3.UNICEF . dan terbatasnya menganggap ibu sumber daya PENGAMBILAN tidak mempunyai KEPUTUSAN kesadaran KOMUNIKASI iv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . budaya kerja yang dan tidak wewenang dalam mandiri karena karena ketiadaan ibu dan Tidak Keluarga dan tidak merasa baik dan benar berwewenang pembangunan sebagain ditangani aturan yang tegas.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. seluruh kepala keputusan yang gizi Karena kurang keluarga di wilayah dibuat berbeda.f Analisis Kesenjangan Kapasitas Puskesmas Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Anak Atas Perbaikan Gizi Puskesmas PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) KESEHATAN PEMDES PEM. SUMBERDAYA sumber daya nya karena kesehatan.B. WEWENANG menjangkau menjangkau dan dan kurang pemdes terhadap kecamatan seluruh ibu d menggerakan koordinasi serta upaya perbaikan wilayah nya.1.

Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Tidak mampu Tidak mampu Pembagian peran Kurang Tidak mampu Tidak mampu Kurang menajlin Kurang menajlin TANGGUNG menyediakan data menyediakan data yang belum baik.3. pemantanpan menjadi menjadi kerja sama kerja sama JAWAB real jumlah ibu.UNICEF .B.f Analisis Kesenjangan Kapasitas Dinkes Sebagai Pemegang Klaim Dalam Rangka Menuntut Hak-Haknya Kepada Pengemban Tugas Dalam Kaitannya Dengan Hak Anak Atas Perbaikan Gizi Dinkes PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) KESEHATAN PEMDES PEM.1. jumlah kepala koordinasi yang sistem pemerintah desa pemerintah horizontal dalam horizontal dalam kurang sumber keluarga dan tidak maksimal pembangunan sebagai bagaian Kecamatan mempercepat mempercepat WEWENANG daya dalam tercatat dalam data untuk kesehatan dan dari komponen sebagai bagaian upaya perbaikan upaya perbaikan komunikasi dalam base kesehatan mempercepat perbaikan gizi pembangunan dari komponen gizi gizi upaya peningkatan dalam upaya upaya-upaya terutama sistem kesehatan dan gizi pembangunan pendidikan gizi ibu peningkatan perbaikan gizi kewaspadaan tingkat desa kesehatan dan SUMBERDAYA keluarga sadar gizi pangan dan gizi perbaikan gizi tingkat Kecamatan PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI v Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .

1.UNICEF . pendidikan gizi pihak tertentu Sumberdaya Pengambilan Keputusan Komunikasi vi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemegang Tugas Matrix 4. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Ibu tidak mampu melihat Ibu tidak mampu Ibu tidak sadar bahwa Ibu tidak mempunyai Ibu tidak mempunyai Tanggung jawab gangguan tumbuh kembang menuntuk keluarga dalam posyandu dapat kemampuan bahwa kemampuan melaporkan balita. Wewenang melaporkan kepada pihak. dan tidak merasa pemenuhan gizi anak menjadikan anak sehat ia adalah sasaran sebagai bagian dari data real berwewenang untuk puskesmas dalam perbaikan gizi. Analisis kesenjangan kapasitas Ibu sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 3. PEM.

UNICEF .3. dan tidak merasa yang lain dalam menjadikan anak sehat kemampuan bahwa adalah kepala keluarga bagian berwewenang untuk pemenuhan gizi anak dan menuntut bahwa ia adalah sasaran dari data real perbaikan gizi. PEM.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.1.B. Wewenang melaporkan kepada pihak. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Bapak tidak mampu melihat Bapak tidak mampu Bapak tidak sadar bahwa Bapak tidak Bapak tidak mempunyai Tanggung jawab gangguan tumbuh kembang menuntuk keluarganya posyandu dapat mempunyai kemampuan melaporkan ia balita.h Analisis kesenjangan kapasitas Bapak sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi. posyandu harus kepala keluarga pihak tertentu memperhatikan upaya dalam kegiatan gizi perbaikan gizi puskesmas Sumberdaya Pengambilan Keputusan Komunikasi vii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .

UNICEF . .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.1. Tidak adanya advokasi KEPUTUSAN Tidak adanya kon seling Tidak adanya Tidak adanya Tidak adanya kordinasi dan KOMUNIKASI - dan penyuluhan pendampingan penguatan informasi komunikasi viii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Tidak adanya Tidak adanya TANGGUNG JAWAB Balita Tidak diintervensi Tidak adanya advokasi pendampingan advokasi Tidak adanya Tidak adanya penguatan Tidak adanya WEWENANG Tidak memberikan bantuan Tidak adanya advokasi pendampingan kapasitas advokasi Tidak adanya survey Tidak adanya Tidak adanya Tidak adanya SUMBERDAYA Tidak adanya advokasi lapangan pendampingan pendampingan advokasi PENGAMBILAN .3. .B. PEM. .h Analisis kesenjangan kapasitas LSM/Stakeholders sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi.

PEM.B. Dan tidak posyandu dalam upaya lanjuti kebutuhan gizi gizi sasaran diwilayah buruk.1.UNICEF .3. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Tidak semua balita menjadi Tidak semua keluarga Petugas tidak mampu Petugas tidak Petugas tidak mampu TANGGUNG JAWAB binaan gizi. mengetahui ada keluarga memenuhi upaya sasaran diwilayah puskesmas WEWENANG yang tidak mampu perbaikan gizi balita dan puskesmas memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil balitanya SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI ix Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. tidak mengetahui menjadi sasaran keluarga mengkoordinir kebutuhan mampu menindak menindak lanjuti kebutuhan kejadian gizi kurang dan sadar gizi.h Analisis kesenjangan kapasitas Petugas Kesehatan sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi.

i Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemdes Sebagai Pemegang Tugas Terhadap Pemegang Klaim Dalam Masalah Terpenuhinya Hak Anak Atas Perbaikan Gizi PEM. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Tidak adanya Tidak adanya TANGGUNG JAWAB Tidak adanya intervensi Tidak adanya advokasi pendampingan advokasi Tidak adanya Tidak adanya penguatan Tidak adanya WEWENANG Tidak memberikan bantuan Tidak adanya advokasi pendampingan kapasitas advokasi Tidak adanya survey Tidak adanya Tidak adanya Tidak adanya SUMBERDAYA Tidak adanya advokasi lapangan pendampingan pendampingan advokasi PENGAMBILAN . Tidak adanya advokasi KEPUTUSAN Tidak adanya kon seling Tidak adanya Tidak adanya Tidak adanya kordinasi dan KOMUNIKASI - dan penyuluhan pendampingan penguatan informasi komunikasi x Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. .UNICEF .1.B.3. .

3.B.UNICEF . PEM.h Analisis kesenjangan kapasitas Kecamatan sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi.1. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Kecamatan tidak menyadari Kecamatan tidak Kecamatan tidak menyadai Kecamatan tidak Kecamatan tidak menyadari TANGGUNG JAWAB bahwa balita berhak menyadari bahwa masih bahwa posyandu bukan menyadari bahwa bahwa upaya perbaikan gizi dipenuhi kebutuhan gizinya ada keluarga yang tidak milik Kesehatan tanggung jawab adalah tanggung jawabnya terpenuhi kebutuhan Puskesmas adalah WEWENANG pangan dan gizinya seluruh wilayah kecamatan SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.

B.h Analisis kesenjangan kapasitas Kabupaten sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Pemkab tidak menyadari Pemkab kurang Pemkan lebih Pemkab belum Pemkab belum sepenuhnya TANGGUNG JAWAB bahwa memenuhi kebutuhan memperhatikan keluarga mementingkan insentif mampu memberikan menanggung kebutuhan paket gizi anak adalah investasi yang kurang pangan dan kader posyandu dari pada anggaran gizi gizi buruk dan kurang pada masa depan. keseluruhan sasaran untuk peduli terhadap gizi gizi. Kurang mampu gizi.1. balita SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .3. PEM.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.UNICEF . terutama yang tidak memandirikan posyandu puskesmas untuk keluarga tidak mampu WEWENANG menggerakan masyarakat terdata.

tanggung jawab yang digunakan. untuk mandiri.B.UNICEF .3. PEM. besar SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xiii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . lebih Puskesmas seluruh dan kurang pada keluarga mengalami gizi buruk.h Analisis kesenjangan kapasitas DPRD sebagai pemegang tugas terhadap pemegang klaim dalam masalah terpenuhinya hak anak atas perbaikan gizi.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. dari pada insentif ditanggapi sebagai rutin yang setiap saat dapat generasi penerus cita-cita yang besar untuk memenuhi posyandu. gizi anak.1. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS DPRD belum menetapkan DPRD kurang peduli DPRD kurang wilayah kerja program DPRD kurang mendukung TANGGUNG JAWAB peraturan daerah tentang terhadap pemberdayan mengarahkan Posyandu gizi dan kesehatan kebutuhan paket gizi buruk perlindungan pada balita yang keluarga mandiri sadar gizi. kurang Kurang mengetahui mementingkan insentif desa/kel kurang tidak mampu sebagai dana WEWENANG menganggap anak sebagai keluarga mempunyai tugas kader. bangsa.

UNICEF . yang peduli diikutkan dalam ketika harus yang lain masuk yang lain masuk terhadapnya Mengkomunikas kegiatan desa berhubungan dalam target dalam target membagi tugas ikan dengan terutama yang dengan pelayanan pelayanan SUMBERDAYA merawat bayi dan orang-orang berhubungan kecamatan kesehatan ibu kesehatan ibu anak kepada kesehatan dengan Kesehatan dan anak dan anak bapak dengan baik dan Ibu dan Anak PENGAMBILAN benar tentang KEPUTUSAN kehamilan dan merawat bayi KOMUNIKASI xiv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . kepada Ibu bersama ibu-ibu bersama ibu-ibu keputusan. Memotivasi ibu Memberi Memberikan Ibudigayomi oleh Mendampingi Memberitahukan Memberitahukan JAWAB agar mempunyai tahukan kepada pelayanan pemerintah dan menfasilitasi kepada Ibu kepada Ibu kemampuan ibu bahwa ada kesehatan desa/kel.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 C. Tindakan atau Aksi Kunci 1 Identifikasi Aksi-Aksi Utama (Peningkatan Kesehatan Ibu dan bayi) Identifikasi aksi-aksi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pemegang hak untuk menuntuk haknya dan usulan aksi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengembang tugas dalam rangka menjalankan tugasnya memenuhi hak tersebut. dengan baik bahwa ia bahwa ia WEWENANG membuat orang-orang gratis. Matrix Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Ibu dan bayi (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG IBU ORTU (BAPAK) STAKEHOLDERS KESEHATAN PEMDES PEM. KEC PEMKAB DPRD TUGAS (LSM / ORMAS) (BAPPEDA/ DINKES) KAPASITAS TANGGUNG .

kesehatan. klinis yang aman kesehatan SUMBERDAYA dimotivasi dan Memaksimalkan Memperluas ruang Menyiapkan Meningkatkan difungsikan dalam penghasilan. tenaga ahli kepekaan aparat desa pelayanan KIA Memaksimalkan Memberikan dana. - KEPUTUSAN keputusan yang suami dalam benar pengambilan keputusan KOMUNIKASI Meningaktkan Meningakatkan . memberikan memberikan informasi memberikan . gerak LSM.UNICEF . KEC PEMKAB DPRD TUGAS (LSM / ORMAS) (BAPPEDA/ DINKES) KAPASITAS TANGGUNG Memberikan Memberikan dukungan Mendaptkan Mendukung dan Mendukung dan mendapatkan Mendapatkan Bertanggung JAWAB tanggung Jawab kepada Orang tua/kepala bimbingan/konseling memanfaatkan berpartisipasi dalam prioritas motivasi dan fungsi jawab untuk secara non klinis keluarga keluarga dan fasilitas kegiatan Kesehatan ibu dalam menyampaika terhadap masyarakat pelayanan dan bayi pengambilan aspirasi. kesehatan. usaha. pelayanan mengenai kesehatan kesehatan Ibu keputusan Kesehatan Ibu dan ibu dan anak. terhadap apa yang ketrampilan dan Menata terjadi. . informasi yang informasi yang informasi yang pelayanan non Kehamilan dan persalinan dalam kegiatan akurat. berpartisipasi yang akurat. Bayi WEWENANG Berwewenang Mengajak keterlibatan Advokasi dan ikut Memberikan informasi Memberikan Memberikan Memberikan dalam Memberikan pria dalam menjamin penyuluhan.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Keluarga dan Masyarakat (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi Keluarga dan Masyarakat PEMEGANG IBU ORTU (BAPAK) STAKEHOLDERS KESEHATAN PEMDES PEM. - kemampuan ibu kemampuan informasi yang yang akurat informasi yang atau berani berkomunikasi dengan akurat akurat menyampaikan baik pendapatnya xv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . akurat. dan Bayi. kreatifitas untuk persebaran Memberikan menangkap peluang tenaga pengetahuan. Memaksimalkan Dana anggaran yang tersedia PENGAMBILAN Mendukung Mengurangi dominasi . akurat.

. . . . . - KEPUTUSAN KOMUNIKASI Menjalin komunikasi Selalu menjalin Menjalin Melakukan Memperluas ruang Memperluas ruang Mempunyai Mempunyai komunikasi komunikasi yang pembagian tugas gerak gerak kesempatan untuk kesempatan baik dalam hal dan fungsi yang baik ikut berkontribusi untuk ikut pemberian dan benar berkontribusi penyuluhan xvi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Posyandu (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi Posyandu PEMEGANG Ibu dan Bayi ORTU (BAPAK) STAKEHOLDERS PET. KESEHATAN PEMDES PEM. KEC PEMKAB DPRD TUGAS (LSM / ORMAS) (BAPPEDA/ DINKES) KAPASITAS TANGGUNG bertanggung jawab bertanggung jawab Melaksanakan Menjalin koordinasi Melaksanakan kegiatan koordinasi antara kedua pihak secara rutin JAWAB dalam pelayanan terhadap kegiatan dalam pengaturan kesehatan ibu dan Keberadaan suami koordinasi diantara tugas dan fungsi bayi kedua belah pihak WEWENANG memberikan memberikan Membuat Melibatkan posyandu . Menyediakan tenaga . . . . . . - ahli kesehatan PENGAMBILAN .UNICEF . kesehatan dan kesehatan SUMBERDAYA . .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. - informasi secara informasi secara kermitraan dalam pengumpulan akurat mengenai akurat mengenai informasi dan data pentingnya gizi dan pentingnya gizi yang akurat. .

1 Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Poskesdes/Polindes/Bidan Desa (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PENGEMBAN TUGAS PEMKAB STAKEHOLDERS PETUGAS Ibu dan Bayi ORTU (BAPAK) PEMDES PEM.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. per desa integral dari ikut berkontribusi PENGAMBILAN dan kesehatan dan kesehatan Menyediakan (Bidan Desa) kecamatan berkontribu baik dalam hal KEPUTUSAN Membuat data menyediakan tenaga kesehatan Melibatkan Membuat si pemberian real sasaran tenaga sesuai penyuluhan (bidan Perdesa) Pemerintah Bahan untuk Menjamin Membuat kebutuhan Membuat Surat Desa koordinasi Kualitas rekomendasi sasaran Tugas Memperluas Memperluas layanan/kin rujukan Membuat Menselaraskan ruang gerak ruang gerak erja yang terjalin persetujuan tugas dan fungsi baik KOMUNIKASI komunikasi yang terjalin baik dan benar komunikasi yang baik dan benar xvii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) KESEHATAN DINKES) KAPASITAS bertanggung bertanggung koordinasi koordinasi dalam Melaksanakan kegiatan koordinasi antara kedua pihak secara rutin TANGGUNG JAWAB jawab pelayanan jawab terhadap diantara kedua pengaturan tugas WEWENANG kesehatan ibu Keberadaan belah pihak dan fungsi Aktif Kewenanga Melaksana Melaksanakan dan bayi suami bermitra Melibatkan menjangkau n sama kan aturan perda memberikan memberikan diberdayakan posyandu dalam Wilayah kerja dengan kebijakan adanya SUMBERDAYA informasi secara informasi secara melibatkan LSM pengumpulan yang luas Kecamatan Bersempat kesempatan akurat mengenai akurat mengenai terjalinnya informasi dan data Menyediakan Bagian an untuk untuk ikut pentingnya gizi pentingnya gizi komunikasi yang yang akurat.UNICEF .

UNICEF . KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS bertanggung jawab Melakukan bertanggung jawab Melakukan kegiatan TANGGUNG pelayanan koordinasi dalam Melaksanakan kegiatan koordinasi antara kedua pihak secara rutin terhadap koordinasi diantara JAWAB kesehatan ibu dan pengaturan tugas Keberadaan suami kedua belah pihak bayi dan fungsi memberikan memberikan Melibatkan Memberikan informasi secara informasi secara posyandu dalam Menjangkau seluruh Kewenangan sama Melaksanakan Melaksanakan WEWENANG akurat mengenai akurat mengenai bermitra pengumpulan Wilayah kerja dengan kebijakan aturan perda pentingnya gizi pentingnya gizi dan informasi dan data Kecamatan dan kesehatan kesehatan yang akurat. KESEHATAN PEMDES PEM.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Puskesmas (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi Puskesmas PEMEGANG TUGAS PEMKAB STAKEHOLDERS IBU DAN BAYI ORTU (BAPAK) PET. - desa pada semua desa dari kecamatan bayi Keluarga (bidan Perdesa) Membuat PENGAMBILAN rekomendasi Membuat Membuat Surat Melibatkan Pemerintah Membuat Bahan melibatkan LSM . - KEPUTUSAN rujukan persetujuan Tugas Desa untuk koordinasi Menjalin komunikasi yang Menjalin komunikasi Pembagian tugas baik dan benar Menjalin komunikasi yang baik dalam hal Memperluas ruang Memperluas ruang ikut KOMUNIKASI dan fungsi yang ikut berkontribusi yang baik dan benar pemberian gerak gerak berkontribusi baik dan benar penyuluhan xviii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Membuat data real Membuat data real Mnyediakan Mengusulkan bidan Bagian integral SUMBERDAYA sasaran ibu dan sasaran Kepala diberdayakan tenaga kesehatan .

pelayanan yang petugas administrasi hal-hal yang RSUD dapat diberikan rujukan berhubungan RSUD mmberikan memberikan dengan penerapan SUMBERDAYA wenang-wenang penjelasan kepada RSUD dapat legislasi. KESEHATAN PEMDES PEM.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.UNICEF . terhadap kepada seluruh administrasi rujukan persyaratan keluhan keluhan terutama keselamatan. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS TANGGUNG RSUD RSUD bertanggung Tanggung jawab RSUD dapat RSUD komunikatif RSUD komunikatif Melaksanan Melaksanan JAWAB bertanggung jawab jawab kepada kepala RSUD selalu memperdayakan terhadap pemerintah terhadap kegiatan kegiatan kepada ibu-ibu keluarga yang memberian petugas kesehatan Desa perihal pemerintahKecam koordinasi dan koordinasi dan yang menginginkan penjelasan RSUD komunikatif persyaratan atan perihal tindak lanjut tindak lanjut WEWENANG menginginkan keselamatan. kepada kepala keluarga bekerja sama pengawasan dan pengunjung ibu terhadap ibu rawat penganggaran PENGAMBILAN rawat jalan jalan maupun rawat KEPUTUSAN maupun rawat inap inap secara baik KOMUNIKASI xix Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .1 Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Rumah Sakit (pemegang hak) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS IBU ORTU (BAPAK) PET.

Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemegang Tugas Matrix 4.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 3. kegiatan posyandu arahan puskesmas Sumberdaya dapat mengambil keputusan dalam pemenuhan hak ibu dan bayi Pengambilan Keputusan Komunikasi xx Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .UNICEF .1 Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Ibu (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG KLAIM Ibu dan Bayi KELUARGA dan Masyarakat POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD PUSKESMAS /BIDAN DESA KAPASITAS melaksanakan tugas sebagai ibu Ibu mengantar bayi di mengantar bayi memeriksaan diri dan Ibu siap di Tanggung jawab rumah tangga secara utuh Posyandu bayinya periksa dan terlibat dalam kegiatan dirawat di RUSD melaksanakan kegiatan sesuai Ibu terlibat dalam poskesdes menindak lanjuti arahan- Wewenang wewenangnya.

1 Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Bapak (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG KLAIM KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD Masyarakat PUSKESMAS /BIDAN DESA KAPASITAS Bapak bertanggung Bapak selalu diarahkan Bapak terlibat dalam Bapak terlibat dalam Bapak terlibat sebagai Bapak sebagai TANGGUNG jawab terhadap terlibat dengan keluarga kegiatan posyandu. komunikasi yang SUMBERDAYA komunikatif kepengurusan baik dengan RSUD Poskesdesa Bapak bersikap sebagai PENGAMBILAN Suami SIAGA KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . mengetahui mengetahui pentingnya Terlibat dalam membuat keputusan Pengambil pentingnya ibu dan ibu dan anak terlibat keputusan-keputusan gawat darurat WEWENANG keputusan Bapak diberi wewenang anak terlibat dalam dalam kegiatan Puskesmas.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.UNICEF . berdasarkan untuk ikut dalam kegiatan kegiatan posyandu Poskesdes Bapak memiliki musyawara mufakat kemasyarakatan Bapak tercatat di Rekam kemampuan Bapak dan ibu masuk dalam medic puskesmas. kegiatan poskesdes Suami SIAGA kepala Keluarga JAWAB peran ibu sebagai besar dan masyarakat dibuat mampu ibu rumah tangga disekitarnya.

Keluarga dan masyarakat disekitar PENGAMBILAN berpartisipasi dalam KEPUTUSAN kebutuhan keluarga miskin (pemilik kepentingan) KOMUNIKASI xxii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .UNICEF .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas LSM/Stakeholder (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG KLAIM KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLIND RSUD Masyarakat PUSKESMAS ES/BIDAN DESA KAPASITAS Masalah ibu segerah Melibatkan keluarga menjalin kerjasama Menjalin komunikasi Melaksanakan kegiatan Koordinasi dan TANGGUNG dianggap sebagai miskin dalam proses (jaringan kemitraan) dengan baik dan benar Integrasi dan koordinasi Komunikasi serta JAWAB masalah yang pengambilan keputusan dengan kader dan berkelanjutan secara rutin dan terbuka edukatif mendesak diselesaikan di lingkungan posyandu (perspektif gender yang masyarakat WEWENANG sesuai) Meningkatkan Tingkat Melibatkan ibu (dari Kepedulian sebagaian keluarga miskin) dalam kelompok terhadap SUMBERDAYA berbagai kegiatan keluarga miskin.

UNICEF .1.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. JAWAB terbatas. Data tentang keluarga Hadir dalam diimbangi dengan layanan informative dan miskin diupdate (by kegiatan petugas kesehatan pada prima dengan kominikatif. edukatif Ibu dan bayi yang prima dengan memaksimalkan keterbatasan fasilitas xxiii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . kesehatan ke keluarga informative dan KOMUNIKASI Layanan kesehatan ke miskin. edukatif Pendataan tentang ibu name and by address) posyandu setiap informative dan edukatif WEWENANG dan bayi yang akurat POSKEDES/POLINDES melibatkan keluarga Kondisi jaringan transportasi Kondisi jaringan SUMBERDAYA melibatkan ibu usia miskin dalam proses yang kurang memadai transportasi yang produktif khususnya dari pengambilan diimbangi dengan layanan kurang memadai PENGAMBILAN keluarga miskin dalam keputusan prima dengan kominikatif. Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Petugas Kesehatan (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEM. diimbangi dengan proses pengambilan informative dan edukatif layanan prima KEPUTUSAN keputusan Layanan prima dengan kominikatif. KLAIM KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDE RSUD Masyarakat PUSKESMAS KAPASITAS S/BIDAN DESA menjangkau semua ibu menjangkau semua Koordinasi dan Selalu ada di tempat memberikan data Ibu dan Jarak desa dengan dan bayi karena kondisi keluarga miskin komunikasi kerja Bayi secara akurat puskesmas yang geografis dengan walaupun kondisi dengan kader di jauh diimbangi TANGGUNG memaksimalkan tenaga geografis sulit maksimalkan Pembagian waktu kerja Jarak desa dengan layanan prima kesehatan yang sangat yang baik puskesmas yang jauh dengan kominikatif.

UNICEF .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Pemerintah Desa (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG HAK KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLIN RSUD Masyarakat PUSKESMAS KAPASITAS DES/BIDAN DESA menjangkau semua menjangkau semua menyediakan melakukan koordinasi memberikan data Ibu dan Jarak desa dengan RSUD TANGGUNG ibu dan bayi tampa keluarga miskin sarana posyandu dengan baik dan Bayi secara akurat yang jauh diimbangi dengan JAWAB alasan kondisi tampa alasan kondisi yang memadai benar layanan prima yang geografis geografis Jarak desa dengan komunikatif. informative dan Memaksimalkan Dokumen puskesmas yang jauh edukatif serta dengan Data tentang ibu Data tentang peran posyandu perencanaan di tingkat diimbangi dengan layanan memaksimal koordinasi WEWENANG dan bayi diup date keluarga miskin sesuai dengan desa dapat prima yang komunikatif dan secara berkala selalu di up date (by kebutuhan memetakan kebutuhan koordinasi yang maksimal name and by masyarakat terkait dengan sarana memaksimalkan potensi melibatkan ibu usia address) secara (jumlah penduduk dan prasarana Kondisi jaringan transportasi warga untuk menjadi warga SUMBERDAYA produktif khususnya berkala dan luas POSKEDES/POLIND yang kurang dimaksimalkan siaga dari keluarga miskin wilayah/kondisi ES dengan komunikasi dan dalam proses melibatkan keluarga geografis) koordinasi yang baik dan PENGAMBILAN pengambilan miskin dalam proses benar KEPUTUSAN keputusan pengambilan keputusan memaksimalkan potensi warga untuk menjadi warga siaga KOMUNIKASI xxiv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .

B Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Pemerintah Kecamatan (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG HAK KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD Masyarakat PUSKESMAS KAPASITAS /BIDAN DESA Kecamatan Kecamatan Membuat struktruk Membuat struktruk yang Membuat struktruk yang jelas Kecamatan selalu TANGGUNG mempunyai data mempunyai data yang jelas tentang jelas tentang tentang tentang tanggung jawab dan koordinasi dengan JAWAB base tentang ibu base yang update tentang tanggung tanggung jawab dan wewenang antara kecamatan RSUD dan bayi. tentang keluarga dan jawab dan wewenang wewenang Kecamatan dan puskesmas terhadap masyarakat Kecamatan tentang tentang keberadaan pembangunan kesehatan Kecamatan Kecamatan keberadaan poskesdes.1.UNICEF .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. dan bayi berbagai kegiatan posyandu segara dilakukan puskesmas SUMBERDAYA ditindak lanjuti. kecamatan membangun WEWENANG memaksimalkan mengkoordinir posyandu. memaksimalkan (memberdayakan) PENGAMBILAN potensi keluarga dan KEPUTUSAN masyarakat KOMUNIKASI xxv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . hubungan yang sumber daya dalam keluarga dan Hasil kegiatan poskesdes Kecamatan segera menindak jelas dengan memenuhi hak ibu masyarakat dalam Hasil kegiatan segera ditindak lanjuti lanjuti upayah-upaya yang RSUD.

UNICEF .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. kesehatan desa yang mempunyai wilayah kerja yang Pemda menfasilitasi RSUD WEWENANG Aturan pemda Aturan pemda Pemda mengetahui sama dalam berhuhubungan tentang Hak ibu dan tentang Hak ibu dan hasil-hasil kegiatan dengan Rumah Sakit bayi akan bayi akan kesehatan posyandu dan lainnya dan kesehatan dapat dapat menindak lanjutinya masyarakatnya SUMBERDAYA dioperasionalkan dioperasionalkan dengan baik dan dengan baik dan benar benar PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxvi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .B Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas Pemerintah Kabupaten (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG HAK KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD Masyarakat PUSKESMAS KAPASITAS /BIDAN DESA Tanggung jawab Tanggung jawab dan Pemda disamping Pemda menfasilitasi Pemda menempatkan Pemda mempercepat TANGGUNG dan wewenang wewenang pemda memberikan insentif Poskesdes sebagai tugas dan tanggung pengembangkan RSUD JAWAB pemda terjabarkan terjabarkan kepada Kader juga lebih wadah masyarakat untuk jawab puskesmas yang peduli akan hal ibu kepada ibu dan keluarga dan memberdayakan mengembangkan seperti hal Kecamatan dan bayi. bayi.1. masyarakat posyandu.

anggaran dan pengawasan RSUD untuk permasalahan dan menindaklanjuti posyandu penganggaran dan yang dibuat.B Usulan Aksi Kunci Untuk Mengurangi Kesenjangan Kapasitas DPRD (pemegang tugas) dalam menuntut hak Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan ibu dan Bayi PEMEGANG HAK KELUARGA dan Ibu dan Bayi POSYANDU POSKESDES/POLINDES RSUD Masyarakat PUSKESMAS KAPASITAS /BIDAN DESA DPRD memberikan DPRD memberikan DPRD memberikan DPRD menfokuskan DPRD menempatkan tugas DPRD mendukung TANGGUNG porsi Anggaran porsi Anggaran yang porsi anggaran untuk Poskesdes sebagai dan tanggung jawab RSUD yang peduli JAWAB yang layak untuk layak pengembangan kemandirian wadah masyarakat untuk puskesmas seperti hal akan hal ibu dan ibu dan bayi keluarga dan Posyandu. berhuhubungan kesehatan dan permasalahan legislasi.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. masyarakat kesehatan desa dan wilayah kerja yang sama DPRD mengawasi DPRD mengetahui sumber informasi dalam aturan ligislatif. DPRD menfasilitasi WEWENANG dan menindaklanjuti DPRD mengawasi hasil-hasil kegiatan pengawasan. Sakit lainnya.1. Dan SUMBERDAYA dan bayi masyarakatnya DPRD membuat sebagai bagian dari DPRD membuat aturan tentang fungsi PENGAMBILAN aturan tentang keluarga yang peduli pengawasannya. mengembangkan Kecamatan yang mempunyai bayi. KEPUTUSAN kesehatan dan terhadap gizi dan kesejahteraan ibu kesehatan dan bayi KOMUNIKASI xxvii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . dengan Rumah kesejateraan ibu keluarga.UNICEF .

menyampaian Hak. Aksi Kunci untuk Pemegang klaim Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kapasitas Balita (pemegang klaim) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi Balita PENGEMBAN PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) Petugas KESEHATAN PEMDES PEM. mempunyai mempunyai kuang dan buruk kuang dan buruk balita untuk diminta balita JAWAB haknya dapat haknya dapat kemampuan tumbuh kemampuan tumbuh serta adanya serta adanya dilindungi segera untuk dimengerti oleh ibu dimengerti oleh ibu kembang dapat kembang dapat gangguan gangguan ditindak lanjuti dilindungi akan kebutuhan gizi.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Identifikasi Aksi-Aksi Utama (Pembinaan Gizi Balita) Identifikasi aksi-aksi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pemegang hak untuk menuntuk haknya dan usulan aksi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengembang tugas dalam rangka menjalankan tugasnya memenuhi hak tersebut. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Balita dalam Balita dalam Banyak Balita tidak Banyak Balita tidak Balita yang gizi Balita yang gizi Hak yang diminta Hak yang TANGGUNG menyampaian Hak. akan kebutuhan gizi. 1.UNICEF . diperhatikan oleh diperhatikan dan kesehatan dapat kesehatan dapat kurang dan kesehatan serta dan kesehatan serta orang-orang yang segera ditindak lanjuti diperhatikan dan diperhatikan dan ditindak lanjuti WEWENANG kesejateraaannya kesejateraaannya berkepentingan oleh petugas kesehatan segera ditindak segara ditindak lanjuti pemdes lanjuti Kecamatan Semua balita yang Semua balita yang gizi kurang dan gizi kurang dan SUMBERDAYA mempunyai mempunyai gangguan kesehatan gangguan kesehatan yang dapat yang dapat PENGAMBILAN dimengerti ibu dimengerti bapaknya KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxviii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .

keluarga dikriminatif pendampingan. kepemerintahan anak. Istri selalu Tidak diperhatikan dalam memndominasi PENGAMBILAN mengambil peran suami dalam .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kapasitas Keluarga (pemegang klaim) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi Keluarga PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) KESEHATAN PEMDES PEM. terhadap pasien. ketrampilan dan Mengupayakan SUMBERDAYA memperhatikan Mendukung Kurang kreatifitas untuk meratanya keluarga cukup ketersediaan pengetahuan. . Mampu Mampu menyajikan Mampu memberikan asupan makanan memberikan Mampu Mampu Mampu Mampu pengobatan. kesehatan. informasi yang informasi yang informasi yang informasi yang imbalan jasa dari kesehatan dan kebutuhan hidup akurat. akurat. yang bergizi. . yang terjadi. mengurus rumah kebutuhan hidup memadai non Melakukan administrasi administrasi kesehatan ibu dan tangga. nafkah yang adanya advokasi mendapatkan mendapatkan mendapatkan mendapatkan WEWENANG Mendapatkan Memperhatikan mencukupi dan penyuluhan.UNICEF . KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Mampu Mampu Mampu membantu Mampu memimpin memberikan Mampu Mampu Mampu memberikan dan memberikan . Waktu untuk gerak LSM. Memperluas ruang desa terhadap apa penghasilan. Dana anggaran peluang usaha. Adanya Menciptakan Pengetahuan yang kepekaan aparat Memaksimalkan Mencukupi tenaga cukup dan. ahli kesehatan. menangkap persebaran tenaga walaupun harus dana. apa yang telah tumbuh kembang minimal. akurat. - menyampaikan informasi yang informasi yang informasi yang dengan baik pendapatnya akurat akurat akurat xxix Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . - KEPUTUSAN keputusan pengambilan keluarga keputusan Istri mampu atau mampu mampu mampu Suami mampu berani memberikan memberikan memberikan KOMUNIKASI berkomunikasi . bekerja yang tersedia minim. dilakukan. kepemerintaha. anak. pelayanan pelayanan mengenai yang pro rakyat.tepat dan adil. akurat. memperhatikan pelayanan memberikan memberikan memberikan bimbingan/konseli Mampu membuat TANGGUNG waktu yang lebih dan menjamin kesehatan yang bantuan secara kemudahan dalam kemudahan dalam ng keluarga peraturan atau UU JAWAB banyak dalam pemenuhan cepat.

. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS Mampu Mampu Mantapkan memberikan memberikan Menciptakan koordinasi dalam Menciptakan adanya koordinasi antara kedua pihak TANGGUNG JAWAB informasi secara informasi secara koordinasi diantara pengaturan tugas akurat mengenai akurat mengenai kedua belah pihak dan fungsi pentingnya gizi pentingnya gizi Melibatkan posyandu dalam WEWENANG . Mencukupi ketersediaan SUMBERDAYA . .UNICEF . pengumpulan . - KEPUTUSAN Menata Jalankan Memperluas Memperluas adanya komunikasi yang Ciptakan adanya Merjalin Menjalin pekerjaan sesuai gerak tanggung gerak tanggung kesempatan KOMUNIKASI baik dalam hal kesempatan untuk komunikasi komunikasi dengan tugas dan jawab dan jawab dan untuk ikut pemberian ikut berkontribusi fungsi wewenang desa wewenang berkontribusi penyuluhan xxx Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kapasitas Posyandu (pemegang klaim) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi Posyandu PEMEGANG TUGAS PEMKAB STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) PET. . . . . . . . - tenaga ahli kesehatan PENGAMBILAN - . . - informasi dan data yang akurat. KESEHATAN PEMDES PEM. . . . .

UNICEF . budaya kerja yang jawab dan dan wewenang mandiri karena tugas secara utuh JAWAB ibu Keluarga baik dan benar berwewenang dalam sebagian karena dengan Memberikan terhadap peran pembangunan dijamin oleh menyediakan menjangkau menjangkau dan kewewenangan pemdes dalam kesehatan kabupaten. difahami semua Menyediakan orang Menciptakan sumber daya kesadaran SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxxi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . seluruh ibu d menggerakan dan menciptakan upaya perbaikan kecamatan wilayah nya. aturan yang tegas.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kapasitas Puskesmas (pemegang klaim) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi Puskesmas PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS Petugas ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) PEMDES PEM. KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) KESEHATAN DINKES) KAPASITAS memberikan memberikan menjalin kemitraan Puskesmas dapat Puskesmas segera Memperjelas melaksanakan Tampu penyadaran penyadaran yang menciptakan berbagi tanggung pembagian tugas tugas secara melaksanakan TANGGUNG kesehatan seluruh seluruh Kepala berkelanjutan. seluruh kepala koordinasi serta gizi Karena adanya keluarga di wilayah mmbuat keputusan WEWENANG sumber daya nya yang dapat kesehatan.

jumlah kepala Pembagian peran sistem pemerintah desa pemerintah sama horizontal sama horizontal TANGGUNG keluarga dan yang baik dan pembangunan sebagai bagaian Kecamatan dalam dalam JAWAB mencukupi tercatat dalam data benar kesehatan dan dari komponen sebagai bagaian mempercepat mempercepat sumber daya base kesehatan perbaikan gizi pembangunan dari komponen upaya perbaikan upaya perbaikan dalam komunikasi dalam upaya Memaksimalkan terutama sistem kesehatan dan gizi pembangunan gizi gizi dalam upaya peningkatan koordinasi untuk kewaspadaan tingkat desa kesehatan dan peningkatan keluarga sadar gizi mempercepat pangan dan gizi perbaikan gizi pendidikan gizi ibu upaya-upaya tingkat Kecamatan WEWENANG perbaikan gizi SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxxii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .UNICEF . KEC (BAPPEDA/ DPRD (LSM / ORMAS) DINKES) KAPASITAS menyediakan data menyediakan data Mengatur Memantanpkan Menjadikan Menjadikan menjalin kerja Menjalin kerja real jumlah ibu.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kapasitas Dinas Kesehatan (pemegang klaim) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi Dinkes PEMEGANG PEMKAB TUGAS STAKEHOLDERS ORTU (IBU) ORTU (BAPAK) KESEHATAN PEMDES PEM.

keluarga dalam posyandu dapat bahwa ia adalah puskesmas dalam pendidikan pemenuhan gizi anak menjadikan anak sehat sasaran puskesmas gizi WEWENANG Ibu diupayakan mempunyai dalam pendidikan gizi wewenang untuk melaporkan kepada pihak-pihak tertentu SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxxiii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Analisis Kesenjangan Kapasitas Pemegang Tugas Matrix 4.1. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Ibu diupayakan mampu Mengupayakan Ibu agar Menciptakan kesadaran Menciptakan Menciptakan kemampuan Ibu TANGGUNG JAWAB melihat gangguan tumbuh mampu menuntut Ibu akan pentingnya kemampuan Ibu bahwa ia adalah sasaran kembang balita. Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kapasitas ibu (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 3.UNICEF .

KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Bapak dilatih untuk mampu Meningkatkan Menciptakan kesadaran Menciptakan Menciptakan kesadaran TANGGUNG JAWAB melihat gangguan tumbuh kemampuan Bapak untuk Bapak bahwa posyandu kesadaran Bapak bahwa Bapak sebagai kepala kembang balita.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4 Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kapasitas Bapak (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM. SUMBERDAYA puskesmas PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxxiv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . dapat menjalin hubungan dapat menjadikan anak agar mempunyai keluarga mempunyai yang baik dengan sehat dan menuntut bahwa kemampuan bahwa kemampuan melaporkan WEWENANG Memberikan wewenang keluarganya yang lain posyandu harus ia adalah sasaran peran kepala keluarga untuk melaporkan kepada dalam pemenuhan gizi memperhatikan upaya kepala keluarga sebagai bagian dari data real pihak-pihak tertentu anak perbaikan gizi dalam kegiatan gizi perbaikan gizi.UNICEF .

KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Menciptakan Memberikan Menciptakan advokasi yang TANGGUNG JAWAB Balita dapat diintervensi advokasi yang pendampingan berkelanjutan berkelanjutan Menciptakan Memberikan Menciptakan advokasi yang WEWENANG memberikan bantuan Penguatan kapasitas advokasi yang pendampingan berkelanjutan berkelanjutan Menciptakan Memberikan Memberikan Menciptakan advokasi yang SUMBERDAYA Melakukan survey lapangan advokasi yang pendampingan pendampingan berkelanjutan berkelanjutan PENGAMBILAN Menciptakan advokasi yang . .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan LSM/Stakeholders (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM.UNICEF . konseling dan pendampingan penguatan informasi dan komunikasi penyuluhan xxxv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . - KEPUTUSAN berkelanjutan Melakukan kegiatan Melakukan kegiatan Melakukan kegiatan Melakukan kegiatan kordinasi KOMUNIKASI . .

keluarga menjadi sasaran kemampuan mengkoordinir kemampuan kemampuan menindak lanjuti keluarga sadar gizi.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Petugas Kesehatan (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM. kebutuhan posyandu menindak lanjuti kebutuhan gizi sasaran Menginformasikan kejadian dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi diwilayah puskesmas WEWENANG gizi kurang dan buruk. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Menjaring semua balita Menjaring semua Petugas dilengkapi Petugas dilengkapi Petugas dilengkapi TANGGUNG JAWAB menjadi binaan gizi.UNICEF . Menginformasikan ada upaya perbaikan gizi balita sasaran diwilayah keluarga yang tidak dan ibu hamil puskesmas mampu memenuhi SUMBERDAYA kebutuhan gizi balitanya PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxxvi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .

. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Mengupayakan adanya Memberikan Melakukan kegiatan TANGGUNG JAWAB intervensi pemenuhan hak pendampingan perbaikan Melakukan kegiatan advokasi advokasi atas kebutuhan gizi gizi Memberikan Mengupayakan kegiatan Melakukan kegiatan WEWENANG memberikan bantuan gizi pendampingan perbaikan Melakukan kegiatan advokasi penguatan kapasitas advokasi gizi Memberikan Memberikan pendampingan perbaikan Melakukan kegiatan SUMBERDAYA Melakukan survey lapangan pendampingan perbaikan Melakukan kegiatan advokasi gizi di Posyandu secara advokasi gizi mandiri dan berkelanjutan PENGAMBILAN .UNICEF .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Pemerintah Desa (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM. . kegiatan penguatan kordinasi dan komunikasi seling dan penyuluhan gizi di Posyandu secara informasi secara rutin mandiri dan berkelanjutan xxxvii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Melakukan kegiatan advokasi KEPUTUSAN Memberikan Melaksanakan Melaksanakan kegiatan Melakukan kegiatan kon pendampingan perbaikan KOMUNIKASI . .

UNICEF . KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Kecamatan harus diadvokasi Kecamatan harus Kecamatan harus Kecamatan harus Kecamatan dapat memahami TANGGUNG JAWAB bahwa balita berhak diadvokasii bahwa masih diadvokasi bahwa dapat memahami bahwa upaya perbaikan gizi dipenuhi kebutuhan gizinya ada keluarga yang tidak posyandu bukan milik peran puskesmas adalah tanggung jawabnya terpenuhi kebutuhan Kesehatan dan harus bahwa tanggung WEWENANG pangan dan gizinya dikembangkan oleh jawab Puskesmas kecamatan adalah seluruh wilayah kecamatan SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxxviii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kecamatan (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM.

KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS Pemkab melakukan kegiatan Pemkab melakukan Pemkan bukan saja lebh Pemkab memberikan Pemkab menanggung TANGGUNG JAWAB penggerakan bahwa kegiatan kepedulian mementingkan insentif anggaran gizi kebutuhan paket gizi buruk memenuhi kebutuhan gizi kepada keluarga yang kader posyandu tetapi juga puskesmas untuk dan kurang pada keluarga anak adalah investasi masa kurang pangan dan gizi. insentif untuk keseluruhan sasaran tidak mampu WEWENANG depan. terutama yang tidak memberdayakan dan gizi.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan Kabupaten (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM. terdata.UNICEF . memandirikan posyandu SUMBERDAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI xxxix Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .

DPRD melakukan tanggung jawab yang DPRD diadvokasi bahwa kegiatan untuk besar SUMBERDAYA anak sebagai generasi mengetahui keluarga penerus cita-cita bangsa. KLAIM BALITA KELUARGA POSYANDU PUSKESMAS DINKES KAPASITAS DPRD berkoordinasi dengan DPRD menciptakan DPRD mengarahkan wilayah kerja program DPRD mendukung kebutuhan TANGGUNG JAWAB Pemkab dan menetapkan kepedulian terhadap Posyandu untuk mandiri.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix Usulan Aksi Kunci untuk mengurangi kesenjangan DPRD (pemegang tugas) dalam menuntuk hak atas perbaikan gizi PEM. mempunyai tugas yang PENGAMBILAN besar untuk memenuhi KEPUTUSAN gizi anak. dari pada desa/kel dapat sebagai dana rutin yang setiap WEWENANG yang mengalami gizi buruk. insentif posyandu. insentif kader. gizi dan kesehatan paket gizi buruk dan kurang peraturan daerah tentang pemberdayan keluarga lebih mementingkan Puskesmas seluruh pada keluarga tidak mampu perlindungan pada balita mandiri sadar gizi. ditanggapi sebagai saat dapat digunakan. KOMUNIKASI xl Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .UNICEF .

Keluarga yang mempunyai masalah Bayi dan balita baik gizi (kurang dan buruk) Kurang/tidak ada/tidak diketahui yang gizi kurang.a Pemangku pemetaan kepentingan Hak Atas Kesehatan dan Kesejateraan (Ibu dan bayi) Berdasarkan arti penting Kurang Pengaruh Penting atau bahkan sangat penting . Petugas kesehatan Berdasarkan Pengaruh (gizi.C.2.1. Bupati. Keluarga dan masyarakat sekitar dan gizi baik . Bupati. . Camat. buruk . Camat. Gizi.2. Keluarga dan masyarakat sekitar . Besar atau bahkan sangat besar .lingkungan . .UNICEF .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 1 Identifikasi dan Analisis Potensi kemitraan Matrix 4. Janin . Ibu bersalin. dan Ka. Petugas Kesehatan Berdasarkan (Bidan.Kades. Kadis Kesehatan. Kader Posyandu . perawat dan .lingkungan .Kades. DPRD Pengaruh Perawat dan dokter) . Kadis Kesehatan. . DPRD dokter) . Para pelaksana lapangan non medik Matrix 4. dan Ka. Ibu hamil. Para pelaksana lapangan non medik xli Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .C. LSM . Besar atau bahkan sangat besar . Bayi ibu menyusui .b Pemangku pemetaan kepentingan Hak Atas Perbaikan Gizi Berdasarkan arti penting Kurang Pengaruh Penting atau bahkan sangat penting . ibu nifas dan Kurang/tidak ada/tidak diketahui .1. LSM . Kader Posyandu .

Tim Kerja KIA ibu dan anak . Bidan –bidan (Bidan.Kades. ibu nifas dan ibu Aktif dalam Kegiatan Kesehatan Perhatian dan Perlindungan akan Dimotifasi dan difungsikan dalam menyusui. Kadis .lingkungan . . Pelaksana non medic lainnya Para pelaksana Kerja sama Triparti LSM Lokal. Bidan-dukun C. . Koordinasi dan komunikasi yang Camat.1. memberikan informasi secara pengumpulan informasi dan data Kader Posyandu akurat mengenai pentingnya gizi yang akurat. DPRD. Melibatkan posyandu dalam dan dokter). Memantau kebijakan mengenai Perbub pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan D. LSM. Untuk menganalisis pengembangan kemitraan perlu dilakukan identifikasi mitra potensial dan starategi pengembangan untuk dapat mengetahui apa yang mereka dapat lakukan dan apa saja yang mereka butuhkan dalam mengatasi masalah ibu dan anak. Ibu bersalin. Gizi. Petugas Kesehatan . Strategi Pengemban Kemitraan Untuk mengeimplementasikan aksi-aksi kunci perlu dilakukan analisis pengembangan kemitraan yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dan sumberdaya diluar pemerintah. Dukungan semua pihak dan dana . Dukungan semua pihak kabupaten Kesehatan. Sarana-prasarana pelayanan . Berkoordinasi dengan pemerintah menganggarkan dana sosialisasi .UNICEF . dan hidup sehat untuk sosialisasi baik dengan semua unsur Ka. A. dan KIA . Pengembangan Skill dan lapangan non medic Kelompok Masyakarakt dan Provider Pengetahuan Kesehatan . . Perawat .3. Bupati. Matrix 4. Janin dan bayi Tumbuh-kembang yang normal Menciptakan hubungan yang baik sehat dan gizi yang terpenuhi B.a Pengembangan Kemitraan Atas Hak Kesehatan dan Kesejahteraan Ibu dan Bayi Strategi pengembangan kemitraan yang Mitra Potensial Apa Yang dapat mereka lakukan Apa yang mereka butuhkan perlu dilakukan Hidup dalam lingkungan yang aman.C. Ibu hamil. Mensosialisasikan mengenai masyarakat pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan mensurvei jumlah anak kurang gizi xlii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Keluarga Kesehatan Ibu dan Bayi berbagai kegiatan KIA dan masyarakat sekitar Menjalin kemitraan. LSM . menu makanan bergizi dan pola .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 3. Memberikan pelayanan kesehatan kesehatan ibu dan anak .

Memberikan pelayanan gizi secara Provider Kesehatan .3. Dukungan semua pihak Kesehatan. Bayi dan balita baik Hidup dalam lingkungan yang aman. Memberikan pelayanan gizi secara .C.lingkungan . Keluarga yang mempunyai masalah . Memaksimalkan penggunaan buruk). pengumpulan informasi dan data Posyandu.1.UNICEF . Dukungan semua pihak dan dana Camat. Memantau kebijakan mengenai Perbub pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan . Bupati. Melibatkan posyandu dalam dokter). Dana untuk sosialisasi . Para akurat mengenai pentingnya gizi Kelompok Masyakarakt dan yang akurat.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4. Sarana-prasarana pelayanan prima makanan yang sehat dan bergizi . yang gizi kurang. Kadis menganggarkan dana sosialisasi kabupaten . menu makanan bergizi dan pola . pelaksana lapangan . DPRD. perawat dan . Koordinasi dan komunikasi yang . Berkoordinasi dengan pemerintah D. buruk sehat dan gizi yang terpenuhi Tumbuh-kembang yang normal Menciptakan hubungan yang baik dan gizi baik B. Petugas kesehatan . Memberikan informasi secara . Kerja sama Triparti LSM Lokal. Pengembangan Skill dan non medic local (non medic) Pengetahuan .b Pengembangan Kemitraan Atas Hak Perbaikan Gizi Strategi pengembangan kemitraan yang Mitra Potensial Apa Yang dapat mereka lakukan Apa yang mereka butuhkan perlu dilakukan A. Kader . Keluarga dan berbagai kegiatan perbaikan gizi maupun Puskesmas pendapatan untuk tumbuh- masyarakat sekitar kembang balita C.Kades. dan hidup sehat baik dengan semua unsur untuk sosialisasi Ka. LSM. Mensosialisasikan mengenai masyarakat pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan xliii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Pengetahuan dan keterampilan Aktif dalam Kegiatan gizi dan dalam pola asuh bayi dan balita gizi (kurang dan Kesehatan di posyandu maupun di desa Dimotifasi dan difungsikan dalam . Mensosialisasikan mengenai menu (gizi.

Darah Sesuai Ada Pengetahuan dan keterampilan Petugas Partisipadi dan permberdayaan Pemerintah memadai dalam memfungsikan keluarga dan masyarakat bidang KIA dan memotivasi Keluarga dan Masyarakat masih baik xliv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .1.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 4.a Pohon Tujuan mencegah Kematian Ibu karena pendarahan Menurunkan Kematian ibu Karena pendarahan Cepat Ke fasilitas Cepat mengambil Cegah Retensio Stok Darah Cukup Cepat Medpt kan Pelayanan Kesehatan Keputusan Plasenta Pelayanan Kes 4 Terlalu dapat Alat cukup Donor Darah Biaya cukup ditekan Geografis Cukup .UNICEF .Terlalu Tua .3.Terlalu Muda . Rancangan Program (Pohon Tujuan) Gambar 4.B.Terlau dekat Tenaga cukup Ada Kantong Darah Transportasi cukup Pengetahuan lahir tersedia factor resiko .Terlalu sering Keluarga Pusk PONED memadai Dukun Gol.

B.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Gambar 4.UNICEF .b PohonTujuan Masalah Kematian Bayi Menurunnya angka Kematian Bayi BBLR menjadi BBLN Asfiksia Menjadi Penurunan Penyakit Non ASFIKSIA infeksi berbasis lingkungan Status Kesakitan Status Gizi Ibu Air bersih Ibu Baik Hamil Normal memenuhi syarat Status Kesehatan BBL Baik Semua Keluarga mempunyai Ketersediaan pangan di tingkat Jamban Keluarga RT Cukup Keadaan rumah yang sehat Pengetahuan Gizi dan Kesehatan yang baik Partisipasi dan pemberdayaan Pememerintah dapat mengfungsikan masyarakat dan keluarga bidang dan memotivasi masyarakat dan kesehatan masih Baik keluarga dalam bidang kesehatan xlv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .3.1.

Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Pohon Tujuan Masalah Kurang Gizi Berkurangnya jumlah anak kurang gizi (SAWANGANG) Mengkomsumsi makanan Menyediakan menu yang bergizi dan sehat bervariasi untuk merangsang nafsu makan anak Kekurangan makan (ASUPAN) meningkatkan kesadaran ibu hamil & ibu menyusui Pola pengasuhan Dana yang cukup untuk mengkomsumsi mknan bergizi yang baik dan membeli makanan yang Pola makan jelas dan teratur memperhatikan sehat dan bergizi Kondisi tempat tinggal yang sehat kesehatan anak ASI merupakan hal yang sangat penting Adanya dukungan. kebijakan dari Adanya dukungan sosial budaya Instansi2 terkait atau Pemerintah masyarakat mengenai perbaikan gizi xlvi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .UNICEF .

000 i.1.100.5.3.000. 1 M 1. Presentase ibu Laporan rutin KIA/ Unit Transpusi stok darah bukan Peningkatan penyedian Stok Darah hamil yang Darah merupakan masalah membutuhkan stok darah Aktifitas Rp.2.000. Menyediakan transportasi ii.1 Presentase Desa Laporan Kegiatan PMD pelayanan prima Mempercepat Akses ke pelayanan mempunyai alat Desa Kesehan transport rujukan desa Aktifitas Rp.1. Penyediaan kantong darah 1.4. Matrix Logframe Matrix 4. Pengenalan factor resiko 1.5. Presentase Laporan rutin KIA DInas Kesehatan kasus Retensio Mencegah Retensio plasenta kematian dengan Plasenta dapat retensio plasenta dilayani Aktifitas Rp. 150. Tabungan ibu bersalin 1.4. Pengadaan sarana PONED 1. penyediaan alat dan bahan 1.000 1.B.1.1.5 Presentase unit Laporan hasil Dinas Kesehatan Unit pelayanan siap Mempercepat pelayanan maternal pelayanan yang monev KIA memberikan memenuhi standar pelayanan Aktifitas Rp.1.000 1.5.2.2. Peningkatan skill dan keterampilan xlvii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .4.2 Presentase Ibu Laporan Rutin KIA Dinas Kesehatan Persalinan yang Mempercepat pengambilan hamil dengan aman keputusan amanah persalinan Aktifitas Rp. Menyediakan Bidan Output 1.UNICEF .000 1.2.3. 150.2.a Matrix Logframe Hak Atas Kesehatan dan Kesejahateraan Ibu dan Bayi SKPD yang Waktu Perkiraan Hirarki hasil Indikator Cara verifikasi bertanggung Risiko dan asumsi (dalam tahun) anggaran jawab Tujuan 1 Presentase Laporan Rutin Dinas Kesehatan Menurunkan kematian Ibu karena kematian ibu karena Kematian Pendarahan pendarahan turun Output 1. 150. Pemeriksaan golongan darah Output 1.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 5. Penyediaan tenaga 1. Penyediaan donor darah 1.3.3. Kemitraan dukun Output 1.4.4.000.4. Pengenalan 4 terlalu Output 1.000.3.5.2.

Pendidikan penataan rumah sehat xlviii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .000.2. 100.2.2. 100.Incident ISPA ISPA terkendali berbasis lingkungan ISPA/pneumonia turun Aktfitas Rp.3.Inciden Diare turun Laporan Diare dan Dinas Kesehatan Kasus Diare dan Menurunkan penyakit Infeksi .000 2.3.1. Pendidikan penggunaan air bersih 2.2.000.3.3.1.200.1. penanganan BBL dgn akfiksia Output 2. Pendidikan penggunaan pemanfaatan jamban keluarga 2.000 2. Pemberian PMT Penyuluhan dan pemulihan pada bumil Output 2.3 .1 Presentase BBLR Laporan rutin Dinas Kesehatan Kasus BBLR bukan Menurunkan kasus BBLR persalinan masalah Bayi Aktifitas Rp.UNICEF .000 2.000. penanganan ibu hamil resti 2.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Tujuan 2 Angka Kematian Laporan rutin Dinas Kesehatan Menurunkan Jumlah Kematian Bayi bayi turun Kematian Bayi Output 2.2 Presentase Laporan Rutin Dinas Kehatan Kasus kematian Menurunkan kasus akfiksia kematian kasus Kematian bayi Akfiksia bukan akfiksia masalah Aktifitas Rp.1.

Pemanfaatan pekarangan xlix Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Presentase Status Laporan bulan dan Menurunkan kasus gizi kurang Gizi Balita Dinas Kesehatan tah unan dan buruk .000.000 1. 100. Penyadaran penggunaan ASI Eksklusif Output 1.B.000 iv.2.a Matrix Logframe Hak Atas Perbaikan Gizi bagi balita SKPD yang Waktu Perkiraan Risiko dan Hirarki hasil Indikator Cara verifikasi bertanggung (dalam tahun) anggaran asumsi jawab Tujuan 1 . Pendidikan dan penyuluhan pangan dan gizi Rp.000.UNICEF .2.5. Presentase N/D Output 1.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Matrix 4.1 Peningkatan konsumsi kalori dan Presentase ASI Semua bayi ASI Laporan Rutin Gizi Dinas Kesehatan protein balita eksklusif Eksklusif Aktifitas iii.1. 150.2 Dinkes dan Penyediaan pangan dan gizi Presentase Pola Laporan Rutin Badan Ketahanan Pola makan baik Rumah Tangga Makan Pangan Aktifitas 1.4.4. Pendidikan dan penyuluhan Pola Asuh Rp.

Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 l Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .UNICEF .

UNICEF . Musrenbang Kabupaten yang telah diverifikasi oleh Tim ASIA Kabupaten Polewali Mandar. Dalam formasi Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2011 yang mempunyai jangka waktu tahunan didalamnya terdapat beberapa program /kegiatan prioritas yang merupakan sasaran pembangunan terkait situasi ibu dan anak Kabupaten Polewali Mandar. Analisis Situasi Ibu dan Anak (ASIA) berbasis HAM merupakan kumpulan data atau infomasi berdasarkan kondisi saat ini terkait situasi ibu dan anak dapat dijadikan salah satu instrument dalam perencanaan pembangunan daerah. Musrenbang Kecamatan.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 BAB V INTEGRASI ASIA DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu proses penyusunan tahapan kegiatan yang melibatkan beberapa stakeholder demi kesejahteraan masyarakat dalam suatu wilayah atau daerah dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Forum SKPD. Secara rinci hasil rumusan RKPD Tahun 2011 dapat dilihat pada table dibawah ini: i Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . RKPD Tahun 2011 Program dan kegiatan yang tertuang didalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2011 khusus SKPD yang terkait dengan peningkatan kualitas Ibu dan Anak. A. Hasil rumusan RKPD Tahun 2011 merupakan hasil dari proses pelaksanaan Musrenbang Desa.

500 Kesehatan Revitalisasi Sistem Kesehatan 6.000 Dinkes Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan 4.000 Vitamin Tambahan Gizi anak.000 Program Upaya Kesehatan Masyarakat Pemeliharaan & Pemulihan 28.000 Masyarakat Kurang Gizi Pemberian Makanan Tambahan & 215.222.000 Puskesmas Penyelengg.000 Lingkungan Monitoring.000 Kesehatan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Penyusunan Peta Informasi 45.972.290.000 Masyarakat Penyelenggaraan Penc. Evaluasi & Pelaporan 15.000 Capaian Kinerja dan Keuangan URUSAN WAJIB Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan Pengadaan Obat dan Perbekalan 4.000 Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan 39.331.200.000 dan Informasi Sadar Hidup Sehat Penyuluhan Masyarakat Pola 150.000.000. Monitoring.500 Peningkatan Kesehatan 45.000.000.000.500.000. Evaluasi & Pelaporan 17. & Pemberantasan Penyakit Menular 33.000 Perbekalan Kes.Anak / Balita ii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .646.000.000.UNICEF .000. Penyehatan 20.000.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 1.250 & Wabah Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah 35.371.380.000 Kesehatan Operasional dan Pemeliharaan 1.000 Berbahaya Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Media Promosi 35. Bidang Kesehatan Prioritas Sasaran SKPD No Pembangunan Pembangunan Program dan Kegiatan Pagu Indikatif Penanggung Daerah Daerah Jawab Pelayanan Administrasi 984.617.000.000.000 Prasarana Aparatur Peningkatan Sumber Daya 332.500.000.000 Hidup Sehat Program desa siaga Peningkatan Pemanfaatan Sarana 48.000 Kesehatan Pengadaan Peralatan Kesehatan Bidan Peningkatan Pemerataan Obat & 139.000 Pengawasan Obat dan Makanan Peningkatan pengawasan Keamanan pangan & Bahan 35.

000 bg Pasien Rujukan Kemitraan Asuransi Kes.000. Evaluasi & Pelaporan 7.500. Puskesmas Pembangunan dan Pemuktahiran Data Standar Pelayanan 11.000 Zat Gizi Mikro Pemberdayaan Masyarakat untuk 750.500.000.826.500. Peny. Petugas Puskesmas 2.000 Epidemiologi Standarisasi Pelayanan Kesehatan Penyusunan Standar Pelayanan 22.000 Minimal Kesehatan TK.576. 18.000.000 Sehat Pengawasan Sanitasi Monitoring.000 Pencapaian Kadarzi Insentif Kader Posyandu Monitoring.000 Masyarakat Kemitraan Pengobatan bg Pasien 17.000. Menular Penyakit Endemik/Epidemik 120.UNICEF .500. Evaluasi & Pelaporan 15.000 Penangg.500.000. Evaluasi & Pelaporan 39.) 1.000.000.000 Lingkungan Sehat Penyuluhan & Penyadaran Kesehatan Sosialisasi Kebijakan Lingkungan 35.000 Prog. Gizi Pemicuan Jambang Keluarga (STBM) Penyuluhan Menciptakan 200. Petugas Kabupaten Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kemitraan Peningkatan Kualitas 17.000 Peningkatan Surveilence 54.500.500.000 Dokter & Kesehatan Kemitraan Pengobatan Lanjutan 29. Anemia Gizi Besi.000 Kesehatan Penyusunan dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan 17. & Kekurangan 53.315.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 dan ibu Hamil Prioritas Sasaran SKPD No Pembangunan Pembangunan Program dan Kegiatan Pagu Indikatif Penanggung Daerah Daerah Jawab Penanggulangan KEP.000.000 Nyamuk Pelayanan Vaksinasi bagi Balita & 74.000 Kurang mampu Penerbitan/Penambahan Kartu Jamkesmas/Jamkesda Monitoring.355.000 Anak Sekolah Pelayanan Pencegahan & 115.000 Kabupaten Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan 6.000 Pencegahan & Penanggulangan Penyakit Menular Penyemprotan/Fogging Sarang 320.000 iii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .000 Kesehatan (Update Data Dasar Pusk. GAKY.000.

Mengolah bamboo Kesehatan Ibu dan Anak Peningkatan Keselamatan Ibu 170.Mengolah kotoran ternak (pupuk) .500 JUMLAH 27.000.408. Dukun dan Kader Pembinaan/Pelatihan kemitraan Bidan.850. DAK 165.390. Pustu & Jaringannya Pembangunan 4.575.000 Kesehatan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak balita Peningkatan Pelayanan 35.000.000.500. Berat Pustu Pembangunan Posyandu Pengadaan Mobiler Posyandu Penyediaan Biaya Pendamping 1.UNICEF .000 Poskesdes/Pukesmas Pembantu Prioritas Sasaran SKPD No Pembangunan Pembangunan Program dan Kegiatan Pagu Indikatif Penanggung Daerah Daerah Jawab Pengadaan Poskesdes Pengadaan Sarana dan Prasarana 1.000 PKM Pengadaan mobiler pustu Peningkatan Puskesmas menjadi 462.000.000 Sarana & Prasarana Puskesmas Rehabilitasi Sedang/Berat 3.870.000 Kesehatan Anak Balita Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia Peningkatan Pelayanan Lansia 23.550.098. Evaluasi & Pelaporan 56.500 Rekruitmen tenaga perawat kesehatan Penambahan tenaga medis Pendidikan dan pelatihan perawatan kesehatan Pelatihan Kader Posyandu Pelatihan peningkatan Kesehatan dan pemanfaatan limbah . Peningkatan Perbaikan Sarana dan Prasarana PKM.180. Dukun dan Kader Monitoring.000 PKM rawat Inap Peningkatan Puskesmas Perawatan Tapango Penambahan gedung rawat inap puskesmas pelitakan Pembangunan gedung laboratorium puskesmas pelitakan Pembangunan Gedung UGD Puskesmas Kebunsari Pemeliharaan Rutin/Berkala 40.000 Puskesmas & Pustu Rehab.000 DAK Kesehatan Penyediaan Biaya Opers.600.400.000.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 Pengadaan.000.250 iv Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .Mengolah tempurung kelapa .000 Melahirkan & Anak Sosialisasi Kemitraan Bidan.

000.000.817.880.800.000 Laboratorium Pengadaan Alat-alat Kedikteran & 5.000.000.000 Pelatihan 800.000.000.500.000.000.675.000.000.000.080.000.000 Mobeleur rumah Sakit Pemeliharaan rutin / Berkala 225.000 Masyarakat miskin (JAMKESDA) Kemitraan Pencegahan & Pemberantasan Penyakit Menular & 50.000.000 Prasarana Aparatur Program Peningkatan Disiplin 55.000 Program Pemeliharaan Sarana dan 1.000 v Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar .432.000 Sakit Pemeliharaan Rutin / Berkala 250.000 Kurang Mampu Kemitraan Pelayanan Kesehatan 1.000 Sarana dan Prasarana Pengembangan Gedung/Sarana & 2.000.000.000 Tangga Pengadaan Bahan-Bahan Logistik 1.000 Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan 7.000.000 RSUD Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan 205.600.000.000.000.000.000.000 Tidak Menular Kemitraan Pengobatan Lanjutan 25.UNICEF .Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 2.076.000 Ambulance / Mobil Jenazah Pemeliharaan Rutin / Berkala 50.000.000 Program Peningkatan Kapasitas 2.000.000 Pengadaan Perlengkapan Rumah 450.000 Sumber Daya Aparatur Pendidikan 1.000 Sakit Pengadaan Ambulance dan Mobil 400.000 Alat Kesehatan Pemeliharaan Rutin / Berkala 51.000.000 Laboratorium Pengadaan Obat-obatan Rumah 2.000 Prasarana Rumah Sakit Pemeliharaan Rutin/Berkala Rumah 250.000.000.000 Pelayanan Kesehatan Kemitraan Asuransi Kesehatan 1.000.000 Rumah Sakit Pengadaan Incenerator 1.000.783.000.000.000 Capaian Kinerja dan Keuangan Program Pengadaan.000 Instalasi Pemeliharaan rutin/Berkala Alat- 250. Peningkatan 16.185.000 Perlengkapan Rumah Sakit (02) Program Kemitraan Peningkatan 3.000 Prasarana Rumah Sakit Pengadaan Alat-Alat Kesehatan & 3.000 JUMLAH 25.200.681.000 bagi Pasien Rujuk Kemitraan Pengobatan bagi Pasien 600.000 Jenazah Pengadaan Mobeleur Rumah Sakit 450.400.200.200. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prioritas Sasaran SKPD No Pembangunan Pembangunan Program dan Kegiatan Pagu Indikatif Penanggung Daerah Daerah Jawab Program Pelayanan Administrasi 1.

e.1%.2 %. Matakali.74% dengan kelompok sasarannya adalah balita. dan penyakit bayi berbasis lingkungan (misalnya diare.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan dari hasil Analisis Situasi Ibu dan Anak di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2009 ini adalah sebagai berikut: 2. yakni. Penyebab Kematian bayi tertinggi karena tidak terpenuhinya Hak akan kesehatan dan kesejateraan.partus = 5 ibu) maupun setelah melahirkan (0 -7 hari = 7 ibu) yaitu sebesar 64%. Tapango. Anreapi. Hak mendapatkan pendidikan. Angka Kematian Bayi Kematian bayi tertinggi pada tahun 2008 adalah BBLR sebesar 53. Presentase BBLR Penduduk yang terkena Gizi buruk dan kekurangan Gizi dialami sebagian besar masyarakat miskin yang luasnya mencapai 17. Angka Kematian Ibu Presentase penyebab kematian terbesar adalah pendarahan baik sebelum melahirkan (7 bln . serta Hak untuk mendapatkan lingkungan keluarga pengasuhan alternatif. Polewali dan Kec. Hak kesejahteraan dan kesehatan. ISPA yaitu sebesar 27.UNICEF .7 %). Demikian pula masih tingginya angka vi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . sedangkan pada tahun 2008 tertinggi terjadi di Kec. Ini terjadi disebabkan belum terpenuhinya hak. Bidang Kesehatan d. Asfiksia sebesar 19. f. Hak untuk mendapatkan perlindungan anak. Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2007 tertinggi terjadi di Kec. Allu. Hak untuk perlindungan anak. rekreasi dan budaya seni.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 BAB VI PENUTUP 6.

Terbukti tingkat BBLR: 8.2 Rekomendasi Dari hasil Analisis Situasi Ibu dan Anak di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2009 dapat disimpulkan masih ada beberapa indikator yang terkait dengan dengan kondisi ibu dan anak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar dapat meminimalisir permasalahan ibu dan anak di Kabupaten Polewali Mandar. Jumlah anak yang terkena gizi buruk tertinggi pada tahun 2007 ini terjadi di Kec. BBLR: 2. penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP). Anemia gizi besi.21% (2008). Pemberian tambahan makanan dan vitamin.Analisis Situasi Ibu & Anak Tahun 2009 kekurangan gizi pada ibu dan balita.UNICEF . kurang Vit. Berikut ini rekomendasi yang dapat disimpulkan berdasarkan Analisis Situasi Ibu dan Anak tahun 2009: 2. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi yang mencakup pada pelatihan kader posyandu baru. sedangkan pada tahun 2008 tertinggi di Kec. A & kekurangan zat gizi mikro lain yang terdiri dari kegiatan penanggulangan GAKY dan anemia gizi serta penanggulangan kekurangan vitamin A. GAKY. Bidang Kesehatan Mengurangi jumlah kematian ibu dan bayi/balita melalui peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dengan beberapa kegiatan penyuluhan kesehatan bagi ibu hamil dari keluarga kurang mampu dalam bentuk. serta AMP non klinik. penyusunan peta informasi masyarakat kurang gizi. Mengurangi gizi buruk dan kurang (kekurangan gizi) bagi ibu dan balita melalui program perbaikan gizi masyarakat dengan kegiatan-kegiatan. 6. amanah persalinan. Tubbi Taramanu dan Kec. pelacakan kasus kematian ibu/bayi. Binuang.94% Gizi Buruk. vii Kerjasama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar . Wonomulyo.