You are on page 1of 3

2.

4 Etiologi
1. Jenis Kelamin. Hernia yang sering diderita oleh laki – laki biasanya adalah jenis
hernia Inguinal. Hernia Inguinal adalah penonjolan yang terjadi pada daerah
selangkangan, hal ini disebabkan oleh proses perkembangan alat reproduksi.
Penyebab lain kaum adam lebih banyak terkena penyakit ini disebabkan karena
faktor profesi, yaitu pada buruh angkat atau buruh pabrik. Profesi buruh yang
sebagian besar pekerjaannya mengandalkan kekuatan otot mengakibatkan adanya
peningkatan tekanan dalam rongga perut sehingga menekan isi hernia keluar dari
otot yang lemah tersebut (Giri Made Kusala, 2009).
2. Akibat dari pembedahan sebelumnya
3. Kelemahan otot dinding abdomen
4. Penyakit penyerta. Penyakit penyerta yang sering terjadi pada hernia adalah seperti
pada kondisi tersumbatnya saluran kencing, baik akibat batu kandung kencing atau
pembesaran prostat, penyakit kolon, batuk kronis, sembelit atau konstipasi kronis
dan lain-lain. Kondisi ini dapat memicu terjadinya tekanan berlebih pada abdomen
yang dapat menyebabkan keluarnya usus melalui rongga yang lemah ke dalam
kanalis inguinalis.
5. Proses menua. Pada manusia umur lanjut jaringan penyangga makin melemah,
manusia lanjut usia lebih cenderung menderita hernia inguinal direkta.
6. Akitivitas fisik berat. Pekerjaan berat yang dilakukan dalam jangka lama juga dapat
melemahkan dinding perut ( Oswani. 2000 : 217). Beberapa jenis pekerjaan yang
membutuhkan daya fisik dapat menyebabkan terjadinya hernia. Contohnya,
pekerjaan buruh angkat barang. Aktivitas yang berat dapat mengakibatkan
peningkatan tekanan yang terus-menerus pada otot-otot abdomen. Peningkatan
tekanan tersebut dapat menjadi pencetus terjadinya prostrusi atau penonjolan organ
melalui dinding organ yang lemah.
7. Obesitas. Berat badan yang berlebih menyebabkan tekanan berlebih pada tubuh,
termasuk di bagian perut. Ini bisa menjadi salah satu pencetus hernia. Peningkatan
tekanan tersebut dapat menjadi pencetus terjadinya prostrusi atau penonjolan organ
melalui dinding organ yang lemah.
8. Kehamilan prematur. Bayi yang lahir prematur lebih berisiko menderita hernia
inguinal daripada bayi yang lahir normal karena penutupan kanalis inguinalis belum
sempurna, sehingga memungkinkan menjadi jalan bagi keluarnya organ atau usus
melalui kanalis inguinalis tersebut. Apabila seseorang pernah terkena hernia, besar
kemungkinan ia akan mengalaminya lagi.(Giri Made Kusala, 2009).

2.5 Patofisiologi

. pekerjaan mengangkat beban berat. tekanan yang berlebihan pada daerah abdominal itu tentu saja akan menyebabkan suatu kelemahan mungkin disebabkan dinding abdominal yang tipis atau tidak cukup kuatnya pada daerah tersebut dimana kondisi itu ada sejak atau terjadi dari proses perkembangan yang cukup lama. mengejan pada saat defekasi. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup namun karena merupakan lokus minoris persistence. terjadi desensus testis melalui kanal tersebut. pembedahan abdominal dan kegemukan. maka pada keadaan yang menyebabkan tekanan intra abdominal meningkat. akan menarik perineum ke daerah scrotum sehingga terjadi penonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus vaginalis peritonei. kanalis yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan. dan bila berlanjut tonjolan akan sampai ke scrotum yang disebut juga hernia scrotalis. kemudian terjadi hernia. Pertama-tama terjadi kerusakan yang sangat kecil pada dinding abdominal. Bila prosesus terbuka terus karena tidak mengalami obliterasi (pembuntuan) akan timbul hernia inguinalis lateralis congenital. bila kanalis kiri terbuka maka biasanya yang kanan juga terbuka dalam keadaan normal. Kanalis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus pada bulan ke-8 kehamilan. pada saat buang air besar atau batuk yang kuat atau bersin dan perpindahan bagian usus kedaerah otot abdominal. Hernia berkembang ketika intra abdominal mengalami pertumbuhan tekanan seperti tekanan pada saat mengangkat sesuatu yang berat. kanalis tersebut dapat terbuka kembali dan timbul hernia inguinalis lateral akuisita. pada bayi yang baru lahir umumnya prosesus ini telah mengalami obliterasi sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanalis tersebut. menonjol keluar dari anulus inguinalis eksternus. sehingga terjadilah penonjolan dan mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Karena organ-organ selalu saja melakukan pekerjaan yang berat dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Sehingga akhirnya menyebabkan kantung yang terdapat dalam perut menjadi atau mengalami kelemahan jika suplai darah terganggu maka berbahaya dan gangguan menyebabkan ganggren. miksi misalnya pada hipertropi prostate. namun dalam beberapa hal seringkali kanalis ini tidak menutup karena testis kiri turun terlebih dahulu. Apabila isi hernia keluar melalui rongga peritoneum melalui anulus inguinalis internus yang terletak lateral dari pembuluh epigastrika inferior kemudian hernia masuk ke dalam hernia kanalis inguinalis dan jika cukup panjang. Keadaan yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intra abdominal adalah kehamilan. batuk kronis. maka kanalis inguinalis kanan lebih sering terbuka.

1996. hal 55 – 82). Selain itu pengaruh anestesi juga mengakibatkan produksi sekret trakeobronkial meningkat sehingga jalan nafas terganggu. Setelah perbaikan hernia inguinal indirek. hal 314 . sering terjadi pembengkakan skrotum. serta mengakibatkan peristaltik usus menurun yang berakibat pada mual dan muntah. trauma jaringan. spasmus otot atau hematoma. stasis cairan tubuh). Rasa nyeri timbul hampir pada semua jenis operasi. karena terjadi torehan. hal ini karena kehilangan darah dan kehilangan cairan yang tidak terasa melalui paru-paru dan kulit. Komplikasi ini sangat menimbulkan rasa nyeri dan pergerakan apapun akan membuat pasien tidak nyaman. Prosedur bedah akan mengakibatkan hilang cairan. manipulasi jaringan dan organ. seperti karena tekanan. tarikan. luka bedah sendiri juga merupakan jalan masuk bagi organisme patogen sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi infeksi. hal 704. 1997. kompres es akan membantu mengurangi nyeri (Long. penurunan kerja silia. Long. 1996 : 246). (Mansjoer. Sjamsuhidajat. 2000. Pembedahan sering dilakukan terhadap hernia yang besar atau terdapat resiko tinggi untuk terjadi inkarserasi. Insisi bedah mengakibatkan pertahanan primer tubuh tidak adekuat (kulit rusak. . edema dan perdarahan. Suatu tindakan herniorrhaphy terdiri atas tindakan menjepit defek di dalam fascia. Dapat juga terjadi karena kompresi / stimulasi ujung syaraf oleh bahan kimia yang dilepas pada saat operasiatau karena ischemi jaringan akibat gangguan suplai darah ke salah satu bagian. Akibat dan keadaan post operatif seperti peradangan. sehingga beresiko terjadi aspirasi yang akan menyumbat jalan nafas.