SATUAN ACARA BERMAIN

(SAB)
MEMBUAT ORIGAMI SEDERHANA

Untuk Memenuhi Tugas Profesi Ners Departemen Anak
Rumah Sakit dr.Soepraoen Ruang Nusa Indah
Malang

Oleh :
KELOMPOK 1
DWI SETYO PURNOMO 150070300011004
TRIAN AGUS HARTANTO 155070300011005
RINDIKA ILLA KURNIAWAN150070300011006
MEGA WIJAYA 150070300011007
FAIZATUL MUDAWWAMAH 150070300011016
NIRMA PANGESTIKA 150070300011017

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik PSIK FKUB Malang R.NUSA INDAH . Lembar Pengesahan Permainan telah disetujui dan disahkan pada : Hari : Tanggal : Mengetahui.

Mega Wijaya 5. Rindika Illa K 4. Dwi Setyo P 2. Faizatul M 6. Dwi Setyo P : fasilitator 1 4. Mega Wijaya : co leader 3. Nirma Pangestika Pembagian Tugas : 1. Rindika Illa K : leader 2. Nirma Pangestika : observer Alat dan sarana : Kertas Origami A. Kriteria : 1. SATUAN ACARA BERMAIN Pokok bahasan : Terapi bermain pada usia todler Sub Pokok Bahasan : Terapi bermain origami sederhana Waktu : Rabu. Anak usia todler 2. Mengurangi rasa sakit yang diderita 4. Trian Agus H 3. Trian Agus H : fasilitator 2 5. 5 November 2016 Sasaran : Anak usia todler yang dirawat. di Ruang Nusa Indah RST Penyaji : 1. Menghilangkan atau mengurangi perasaan takut dan kecemasan 3. Memenuhi kebutuhan aktifitas bermain B.Nusa Indah RST Tujuan intruksional khusus : 1. Anak dalam kondisi baik atau cukup baik 3. Mengetahui respon verbal . Faizatul M : fasilitator 3 6. Anak bisa atau boleh berjalan 4. Orang tua mengizinkan . psikomotor dan emosional anak usia todler 2. 2 November 2016 – Sabtu.TUJUAN Tujuan intruksional umum : Mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap proses adaptasi / hospitalisasi anak usia todler yang menjalani rawat inap di R.

Dapat berinteraksi dengan perawat .mengevaluasi dan umpan balik kepada leader dan coleader D. Menyiapkan alat permainan .C. memberi petunjuk dalam acara supaya berlangsung baik. Deskripsi tugas : a.00 sampai selesai 3. Kegiatan terapi bermain NO TAHAP WAKTU KEGIATAN 1 Persiapan 10 menit 1. Perilaku yang di harapkan dari anak : .memberi saran dan kritik setelah acara selesai . Struktur permainan kelompok : 1. Co leader . Anak menunjukkan respon terhadap rangsangan dari luar 7. sebagai tempat bertanya leader dan coleader tentang kegiatan yang akan dilakukan. Anak senang selama atau setelah bermain . Leader . mengatur setting tempat . Lama permainan : 30 menit 4. d. Observer .mengobservasi jalannya acara . Masing –masing anak berespon terhadap kertas origami yang ada di hadapannya 8. Jumlah anggota : 5. Pelaksanaan : Pukul 08. menutup kagiatan bermain b. Alat yang di pakai : Kertas Origami 6.Nusa Indah RST 2. sebagai pemandu jalannya acara . membuka pertemuan . Fasilitator .memberi penilaian . memimpin persiapan acara . membantu tugas dari leader . menggantikan posisi leader bila diperlukan c. . Tempat bermain : Ruang rawat inap R. Perawat menemani anak dengan ketentuan tiap 1 perawat dengan 1 anak b. Aturan bermain : a.

Perawat memberikan pujian atas keberhasilan anak 3. Salam terapeutik (salam dari perawat kepada anak) 2. 5 Evaluasi 5 menit 1. Anak diberikan kebebasan dalam memilih bentuk origami 3. Kontrak a) Perawat menjelaskan tujuan kegiatan b) Perawat menjelaskan aturan mainnya: Jika ada anak yang ingin meninggalkan ruangan harus minta izin kepada perawat 3 Tahap kerja 30 menit 1. Antisipasi masalah . Membantu membuatkan origami pada anak 4. 2. Evaluasi atau validasi (menanyakan perasaan anak saat ini) 3. Perawat memotivasi anak untuk bermain origami agar selalu merasa senang dan gembira meskipun berada di lingkungan rumah sakit. Perawat menanyakan perasaan anak setelah mengikuti terapi bermain origami 2. Terminasi 5 menit 1. Membuatkan contoh origami yang di inginkan 4. Mengevaluasi kemampuan anak sesuai dengan tujuan terapi bermain E. Menyiapkan trik pembuatan origami 3. Memilih perserta yang dapat diajak bermain 2 Orientasi 5 menit 1. Anak diberikan kebebasan dalam memilih warna kertas origami 2.

3 Anak mau menyentuh hasil origami 4 Anak mau dan mampu melipat kertas origami 5 Anak tidak takut lagi dengan petugas kesehatan atau perawat. 4. F. Evaluasi 1. Jika pada saat kegiatan berlangsung terjadi masalah seperti anak tiba-tiba menolak atau tidak mau mengikuti kegiatan maka perawat akan membuat kontrak terhadap anak atau orangtua nya untuk pertemuan berikutnya. Menerapkan sarana permainan terapi bermain origami yang tepat sehingga anak secara proaktif dapat mengikuti program permainan dan dapat bermain origami dengan sabar dan tekun. Menerapkan tempat yang tepat untuk bermain di rumah sakit. 3. sehingga anak merasa senang dan tidak merasa takut dengan lingkungannya. Nilai No Indikator 1 2 3 4 1 Anak terlihat senyum atau tertawa atau senang 2 Anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik. 6 Anak kooperatif dengan tindakan keperawatan yang diberikan . Menerapkan sosialisasi yang tepat sehingga anak butuh terhadap program terapi di rumah sakit dan tidak merasa terisolir. 2. Menerapkan waktu yang tepat untuk melakukan permainan sehingga anak tidak kehilangan waktu bermain.