Timnas Tidak Kalah!!!

Baru saja kita diajak melihat sebuah sejarah tercipta. Kejadian itu ada di negeri
Gajah. Kita baru saja melihat para pahlawan yang lelah sehabis berjuang. Guna
membuktikkan mimpi yang sudah lama ditunda hingga kali ini mencapai 5 waktu
terlewat. Kita mungkin melihat skor memihak pada tim lawan. Tim dengan kaos
berwarna biru punya angka dua, sedangkan kita hanya sebuah angka nol. Walau
diukur – ukur dengan logika kita akan langsung berkesimpulan bahwa Timnas
kalah!! Dengan agregat total 3-2 maka secara regulasi piala emas yang menjadi
rebutan para kontestan se-Asia Tenggara tersebut milik si Gajah Putih kembali.
Namun apa benar kita kalah???

Dengan segala kebobrokan dan carut marut yang tercipta di kepengurusan dan
pemerintahan yang ada untuk sistem terselenggaranya sepakbola di negeri kita,
termasuk terciptanya timnas yang hebat, kita baru saja dipulihkan dari sanksi
FIFA yang mengurung sepakbola di negeri sendiri, Timnas hanya punya waktu 3
minggu untuk membentuk timnas untuk berlaga di AFF, dengan segala regulasi
yang hanya memperbolehkan 2 pemain dari masing – masing klub, kita awalnya
diremehkan, kita tak pernah berharap sejauh ini sebelumnya, bahkan saya masih
ingat bahwa target awal dari tim ini hanyalah sekedar lolos dari fase group saja.
Namun kita disaksikan pada sebuah harapan, pada malam ini Tuhan tidak
langsung memberi kita gelar “juara” mungkin karena Ia takut kita terlena.
Namun Dia sudah memberi kita sebuah kemenangan. Timnas kita adalah
menang malam ini. mereka memberi kita kemenangan di hati para masyarakat
Indonesia, memberi kita sebuah perjuangan, sebuah passion, sebuah fakta
bahwa ketika kau tidak memiliki modal apapun untuk menjadi juara. Maka
gunakanlah hasratmu, gunakan semangat juangmu untuk mendobrak segala
ketidakmungkinan yang ada. Contoh salah satunya adalah saat kita disaksikan
pada permainan super impresif seorang Kurnia Meiga, yang dengan hebatnya
membuat berbagai penyelamatan hingga membuat para barisan lawan kesal dan
marah, walaupun telah menyerang selama “7 hari 7 malam”. Atau saat kita
diberi aksi super memukai kala Hansamu Yama Pranata yang membuat dua goal
heading dari kondisi sepak pojok. Atau liukan driblling seorang Andik
Vermansyah yang seperti tidak memiliki rasa lelah. Bahkan seorang Evan Dimas
yang “jarang” bermain pun telah memberikan kita sebuah harapan, yaitu
seorang jenderal lapangan tengah yang menjadi masa depan bangsa kita. Kita
bisa berubah. Thailand tidaklah sebagus ini kala 10-20 tahun lalu, filiphina selalu
diremehkan jika menilik beberapa tahun lalu. Garuda hanya “tertidur” yang pada
saat ini tengah membuka matanya sejak Timnas mulai bermain kembali di event
internasional, namun terlalu lemah untuk bisa terbang tinggi. Sang Garuda butuh
latihan, Ia butuh strategi, butuh waktu untuk menguatkan sayapnya. Hingga
suatu hari sang Garuda itu mampu terbang, jauh, tak terbatas. Dan sudah
menjadi tugas kita untuk mendukung, menyemangati, dan selalu berada di sisi
Sang Garuda di segala perjuangannya.

Untuk itu, Malam ini. Timnas tidak Kalah!!! Mereka malam ini menang. Karena
memberikan kita sebuah pilihan berharga. Yaitu bangkit lalu mulai bergerak, atau
hanya diam lalu kembali terjatuh.

By Bayu Alpiansyah ( Pejuang ke-12 Sepakbola Indonesia) .