You are on page 1of 38

TATALAKSANA SUNTIKAN

INTRAMUSKULER (I.M)
No.Dokumen :
No.Revisi :
SOP TanggalTerbit :
Halaman :
PUSKESMAS
BARA PERMAI Hj Herawati, SKM
KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201
1. Pengertian Injeksiintramuskuleradalahsuntikan obat kedalamotot
2. Tujuan Sebagaiacuantindakansuntikankedalamototdi Puskesmas Bara
Permai Kota Palopo agar
dapattertanganidenganbenardanefektif.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.
Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di
Puskesmas Bara Permai
4. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat (PPGD)
5. Prosedur/Langkah- Alat dan bahan:
langkah 1. Disp. Spuit
2. Kapas alcohol
3. Neerbekken
4. Aquabidessteril
5. Obat yang dibutuhkan
6. Bak instrument
7. Tempat sampah

1. Petugasmenjelaskanpadapasientindakan yang
akandilakukan
2. Cocokannamaobatdannamapasien.
3. Baca sekalilagisebelummenyuntikanpadapasien.
4. Aturposisidantentukantempat yang akandisuntik.
5. Desinfeksilokasi yang akandisuntik.
6. Jarumdisuntikkanpadadaerah yang
akandisuntikdenganarah 90 derajat.
7. Penghisapditariksedikit/aspirasi,
bilaadadarahkeluar,obatjangandimasukkan.
8. Obatdisemprotkanperlahan-lahan
9. Setelahobatmasukseluruhnyajarumditarikdengancepat.
10. Tekanbekassuntikandengankapas alcohol
11. Pasiendirapikan
12. Pencatatan dan pelaporan
6. Bagan alir
MENJELASKAN TINDAKAN
YANG AKAN DIBERIKAN MENCOCOKKAN
NAMA OBAT DAN
NAMA PASIEN

MENCOCOKKAN
PENCATATAN DAN
NAMA OBAT DAN
PELAPORAN
NAMA PASIEN

MENCOCOKKAN
MENGATUR POSISI DAN
KEMBALI SEBELUM
LOKASI PENYUNTIKAN
DIINJEKSI
MELAKUKAN MELAKUKAN
PENYUNTIKAN ASPIRASI

MENYUNTIKKAN
TARIK JARUM SUNTIK
OBAT

TEKAN BEKAS SUNTIKAN RAPIKAN PASIEN
DENGANKAPAS

PENCATATAN DAN
PELAPORAN

7. Hal-hal yang perlu 1. Pastikan tidak ada alergi terhadap obat sebelum injeksi
diperhatikan 2. Penyuntikanharustepatdanbetul,
bilasalahakandapatmengenaisaraf.
8. Unit terkait 1. UGD
2. KIA/KB
9. Dokumen Terkait 1. Register pasien UGD
2. RekamMedik
10. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Mulai
perubahan diberlakukan

TATALAKSANA SUNTIKAN
SUBCUTAN
No.Dokumen :
No.Revisi :
SOP TanggalTerbit :
Halaman :
PUSKESMAS
BARA PERMAI Hj Herawati, SKM
KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201
1. Pengertian Memasukkanobatkedalamjaringankulit dengan memakai
jarum suntik
2. Tujuan Sebagaiacuanuntukmelakukantindakansuntikan
subcutan/intracutandi Puskesmas Bara Permai agar
dapattertanganidenganbenardanefektif
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.
Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis
Di Puskesmas Bara Permai
4. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat

(PPGD)
5. Prosedur/Langkah- Alat dan bahan :
langkah 1. Baksemprit
2. Spuitsteril 1 cc
3. Obatsuntikan
4. Kapasdesinfektan
5. Neerbekken
6. Alattulis / bukusuntikan

Langkah-langkah:
1. Menjelaskantindakanyang
akandilakukanpadapasien/keluargapasien
2. Mencucitangan.
3. Mengaturposisipasien dan mencocokkan nama
obat dan nama pasien
4. Menentukan dan melakukan
disinfektanlokasisuntikan
5. Menusukkanjarumsuntikdengansudut 15 -20O O

6. Memasukkan obat perlahan-lahansampai terjadi
gelembung putih dalam
kulitkemudianjarumdicabut
7. Merapikanpasiendanalat
8. Mendokumentasikanhasiltindakan
6. Bagan alir
MENJELASKAN TINDAKAN
YANG AKAN DILAKUKAN MENCUCI TANGAN

MENENTUKAN DAN MENGATUR POSISI
DISINFEKTAN LOKASI PASIEN DAN
PENYUNTIKAN VERIFIKASI OBAT

MENUSUKKAN
MEMASUKKAN OBAT
JARUM SUNTIK

MERAPIKAN MENARIK JARUM
PASIEN SUNTIK

PENCATATAN DAN
PELAPORAN
7. Hal-hal yang perlu Daerah suntikan jangan dimasage, jenisobat yang
diperhatikan diberikandisesuaikandenganreaksisuntikan
8. Unit terkait a. IMUNISASI
b. KIA/KB
9. Dokumen Terkait a. RekamMedik
b. Register pasien UGD
10. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Mulai

Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di Puskesmas Bara permai 4. 2. Gunting 5. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat (PPGD) 5. bengkok 6. Pinsetchirurge 4. NaCl 8. Tempat sampah Langkah-langkah: 1. perubahan diberlakukan TATALAKSANA GANTI VERBAN No. Membawaalatkedekatpasien 4.Dokumen : No. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. komkecil 7. Kassa 3. Perawatcucitangan 3. Guntingbalutan 9. Tujuan Sebagaiacuandalammelakukan ganti verban di Puskesmas Bara Permai Kota Palopo agar dapattertanganidenganbenardanefektif 3. Pinset anatomi 2. Betadine 12.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Plester 10. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Prosedur/Langkah. Pengertian Ganti Verban adalah bagian dari proses pencegahan infeksi setelah terjadinya luka. Membukaverban lama denganmenggunakanpinset . Verban 11. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien/keluarga 2. Bahan dan Alat: langkah 1.

Plesterujungkasa 8. Pengertian Tekanandarahadalahtekanan yang dihasilkanolehpompajantunguntukmenggerakkandarahkeseluru htubuh . Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Hal-hal yang perlu Beritahukanpasienuntukmenggantiverband tiap 3 hari diperhatikan 8. Mulai perubahan diberlakukan PENGUKURAN TEKANAN DARAH No. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. PasiendirapikandanAlatdibereskan 6. Tutup kembali luka yang telahdibersihkandengankasasteril 7. 5. Bagan alir MENJELASKAN TINDAKAN YANG MENCUCI TANGAN AKAN DILAKUKAN MEMBUKA VERBAN MEMBAWA ALAT DENGAN PINSET KEDEKAT PASIEN DISINFEKTAN DENGAN TUTUP KEMBALI NaCl DAN BETADIN LUKA DENGAN KASA STERIL PLESTER UJUNG RAPIKAN ALAT DAN KASA PASIEN 7. Unit terkait UGD 9.Dokumen : No. MendesinfektanlukadansekitarnyadenganNaCl. Register pasien UGD 10.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Rekam medik 2. Dokumen Terkait 1.laluberib etadine 6.

Petugas mengaturposisipasien 3. Petugas menentukandenyutnadiarteriradialis (nadipadasikubagiandalam) dekstra/sinistradengan jari tangankita 7. Bagan Alir PETUGAS MENJELASKAN PROSEDUR KEPADA PASIEN MENGATUR POSISI PASIEN. sekitar 3 cm diatas fossa cubiti (Sikulenganbagiandalam). Catat hasilnya pada rekam medik pasien 6. Prosedur/Langkah. AlatTulis Langkah-langkah: 1.Slang karet .Pompaudaradarikaret + sekruppembukadanpenutup 2. Catat mmHg manometer saatpertama kali denyutnaditerdengarnilaiinimenunjukkantekanansistol ikdancatat mmHg denyutnadi yang terakhir terdengar. Janganterlaluketatatauterlalulonggar 6. Sfigmomanometer (Tensimeter) yang terdiridari : . 11. Petugas memasang manometer padalengankanan/kiriatas. Stetoskop 3. nilai inimenunjukkantekanandiastolik.LENGAN TELENTANG . Pompabalonudaramanset sampaidenyutnadiarteriradialistidakteraba 9. Petugas meletakkanlenganpasien yang hendak diukur pada posisi telentang 4. 12. Kempeskanbalonudaramansetsecaraperlahandanberke sinambungandenganmemutarsekrup padapompaudaraberlawananarahjarum jam.Manometer air raksa + kleppenutupdanpembuka .2. Letakkandiafragmastetoskopdiatasarteribrakhialisdand engarkan 8. Tujuan Sebagaiacuantatalaksanapemeriksaantekanan/tensidarahdi Puskesmas Bara Permai agar dapatterkendalidenganbenardanefektif 3. Petugas menjelaskanprosedurpadapasien 2. Memompaterussampai manometer setinggi 20 mmHg lebihtinggidarititikradialistidakteraba 10. Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di Puskesmas Bara permai 4. AlatdanBahan langkah 1.Mansetudara . Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawatdarurat (PPGD) 5. Petugas meminta pasien menyingsingkan lengan baju 5.

Ruang KIA/KB 9. Ruang pemeriksaan Umum 2. Dokumen Terkait Rekam medik 10. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Mulai perubahan diberlakukan . Ruang UGD/tindakan 3. Hal-hal yang perlu Istirahatkan pasien 5 – 10 menit sebelum diukur tekanan diperhatikan darahnya 8. Ruang pemeriksaan Gigi & mulut 4. MENENTUKAN DENYUT PASANG MANOMETER ARTERI RADIALIS PADA LENGAN PASIEN MEMASANG STETOSKOP POMPA BALON DIATAS ARTERI MANSET BRAKHIALIS CATAT BUNYI DENYUT KEMPESKAN SECARA NADI PERTAMA PERLAHAN DAN TERDENGAR (SISITOLIK) DENGRAR BUNYI DAN TERAHIR TERDENGAR DENYUT NADI (DIASTOLIK) CATAT PADA REKAM MEDIK 7. Unit terkait 1.

Knop sonde 6. Container untukcairanirigasi 2. Cairanpencuciluka dan disinfektan 1. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Neerbeken 5. Prosedur/Langkah. Handschone 4. PENANGANAN LUKA LECET (VULNUS EKSKORIATUM No. Pengertian Memberikantinadakanpertolonganpadalukabarudengancepat dan tepat 2. Neerbeken / bengkok 10. Alat dan Bahan langkah Streril 1. Cairan NS / RL 2. Tujuan Sebagai acuan penanganan luka di Puskesmas Bara Permai.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Bak instrumenbensi 1. Kasa 3. Guntingverband 9. Komkecil/ sedang 6. Tempatsampah . Betadine 7. Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di Puskesmas Bara Permai 4. Plester (adhesive) 11. agar luka tidak terjadi infeksi lanjut 3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. Alkohol 70 % 8.Dokumen : No. Guntingjaringan 4. Pinset anatomis 2. Pinsetchirrugis 3. Arteriklem 5. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat (PPGD) 5.

Melepaskanhandschoen . Mengenakan handscoensteril 9. Register pasien UGD 9. Menutuplukadengankasa (ketebalankassadisesuiakandengankebutuhan) dan rekatkandengan plester 12. 12. Mulai perubahan diberlakukan . Mencucitangandengansabun 6. Mencatat kedalam buku register 6. jaringannekrotik. kontraksiluka. ukurdalamnyaluka. granulasi dan epitel. Membuka dan menempatkan tempatsampahdidekat area kerja 5. observasikondisiluka (warnadasarluka. Menjelaskan prosedur yang akan dilaksanakan kepada pasien 2. Membantumengaturposisipasien agar cairanirigasidapatmengalir dari ujungataskeujungbawahluka 4.jenis dan bau cairanluka. Hal-hal yang perlu Beritahukan kepada pasien untuk kontrol 3 hari kemudian diperhatikan 7.kemudianbuangkedalamtempatsampah 14. Mengkajijumlah . Melakukanirigasibeberapa kali sampaicairanirigasitampakbening dan bersih 10. Dokumen Terkait 1. Alatulis 13. Mencucitangan 16. Mengeringkansekitarlukadenganbetadine 11. Formatformconsent Langkah-langkah : 1. Rekam Medik 2. Menuangkan betadine kedalamkomsteril 200 – 500 ml atautergantungluas dan kedalamanluka 8. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. kulit sekitarluka) 7. Menempatkanbengkokdibawahlukauntukmenop angcairanirigasiluka 3. Membereskanperalatan dan memberikankenyamananbagiklien 15. Meletakanpinset dan guntingdalambengkok yang berisicairandesinfektan 13. Unit terkait UGD 8.

Pengertian Memberikan tindakan pertolongan pada luka robek dengan cepat dan tepat 2. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Prosedur/Langkah. Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di Puskesmas Bara Permai 4. alkohol. Gunting balutan 2. Pinsetchirurge 9. Tujuan SebagaiacuandalammelakukanpengobatanlukadalamMencegah komplikasidaninfeksinosokomial 3. Obat luka sesuai kebutuhan 6. Pinsetanatomi 8. Verban 4. Neldfoulder 11. Tempat sampah 7. HEACHTING SET : langkah 1. Benang – catgut– silk 3. Kassa BAKI/POLEY BERISI ALAT NON STERIL : 1.Dokumen : No. Petugas menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien/ keluarga dan meminta inform concern/ . Plester 3. Komkecil 13 Klemanatomi 7. Kapas 2. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. TATALAKSANA LUKA ROBEK (VULNUS LACERATUM) No. Spuit 3 cc 6. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat (PPGD) 5. lidokain injeksi sebagai anasthesi 8. NaCl Langkah-langkah: 1. Bengkok 12. savlon) 5. Hand scoen 5.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Gunting 10 Jarum 4. Obat desinfektan dalam tempatnya (bethadine.

Petugas mencuci tangan 6. Unit terkait UGD 9. Petugas merapikan pasien 9. Petugas mengatur posisi (perawat memakai hand scoen) 4. Hal-hal yang perlu MERAPIKAN Pastikan ALAT luka sudah bersih saat dihecting diperhatikan 8. Petugas membersihkan luka denga NaCl 5. Petugasmencuci tangan 3. kemudian lakukan heacting 7. Register UGD 11. Petugas membersihakan dan merapikan alat 10. persetujuan tindakan 2. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Petugas menganastesi luka dengan lidokain. Mulai perubahan diberlakukan MENCUCI TANGAN . Petugas menutup luka dengan cara dibalut/diplester 8. Dokumen Terkait 10. RekamMedik 12. Petugas mendesinfektan luka dan sekitarnya dengan betadin 6. Bagan alir MENJELASKAN DAN MEMINTA PERSETUJUAN TINDAKAN MENCUCI TANGAN DAN MEMAKAI HANDSCHOEN MENGATUR POSISI MEMBERSIHKAN LUKA DAN MEMAKAI DENGAN NaCl HANDSHOEN MELAKUKAN MELAKUKAN DESINFEKTAN ANESTESI LOKAL DENGAN BETADIN DAN MELAKUKAN HECTING MENUTUP LUKA MERAPIKAN PASIEN DENGAN PEMBALUT/PLES TER MEMBERSIKAN/ MENCUCI TANGAN 7.

Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Prosedur/Langkah. Bengkok 5. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat (PPGD) 5. Kapas . Pengertian Tatacara mengobati luka tusuk paku agar memberi rasa aman dan Mencegahkomplikasidaninfeksi 2. Kom kecil 6. Pinset chirurge 3. Bahan dan alat: langkah 1. Tujuan Sebagaiacuandalammelakukanpengobatan luka tusuk paku 3. TATALAKSANA LUKA TUSUK (VULNUS ICTUM/PUNCTUM) No. Gunting 4. Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di Puskesmas Bara Permai 4. Kassa 7. Pinset anatomi 2.Dokumen : No. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1.

Langkah: 1. Memberikan anasthesi diclor ethil / lidokain 7. Gunting balutan 13. Dikeluarkan darahnya dan dibersihkan dengan bethadine 9. Plester 14. Tempat sampah Lidokain injeksi sebagai anasthesi Langkah. Diagram alir Menjelaskan dan meminta persetujuantindakan Perawat mencuci tangan Mengatur posisi Bersihkan luka dan perawat memakai Mendesinfektan luka handscoen Anesthesi dengan dan sekitarnya dengan diklor NaCl ethil/lidocain Keluarkan darah Lakukan cross dan bersihkan insisi dengan Tutup luka bethadine Pasien dirapikan dengan kasa steril dan plester Perawat mencuci Alat dibereskan tangan dan dibersihkan . Alat dibereskan dan dibersihkan 12. Spuit 10. Mencatat kegiatan dan hasilobservasi 2. Verban 15. Mendesinfektan luka dan sekitarnya dengan NaCl 6. Bethadine 12. NaCl 11. Membuat luka tusuk paku pada luka/ cros incisi 8. Menjelaskan dan meminta persetujuan tindakan 2. Perawat cuci tangan 3. Pasien dirapikan 11. Hand scoen 9. Perawat membersihkan luka 5. Mengatur posisi dan perawat memakai hand scoen 4. Perawat mencuci tangan 13. Tutup luka dengan kasa steril lalu plester 10. 8.

Dokumen Terkait 1.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : 1/3 .Dokumen : No. Unit terkait 1. PUSTU/PUSKESDES 5. Mulai perubahan diberlakukan TATALAKSANA HEACTING No. Register pasien UGD 6. UGD 2. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Hal-hal yang perlu Observasi pasien 5 – 10 menit setelah tindakan diperhatikan 4.3. Rekammedik 2.

Olesi dengan kapas alcohol. Prosedur/Langkah. Gunting 13. Betadine 6. Petugas menyiapkan alat kedekat pasien dan menjelasakan kepasien atau keluarga pasien (informed concern) 2. Benang silk dan catgut 8. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawat darurat (PPGD 5. kemudian bersihkan dengan cairan NaCl. Petugas memakai handscoen 3. Dep lagi luka dengan kasa steril kemudian bila ada pembuluh darah yang terpotong diklem diikiat dengan benang catgut 7. 4. Nelfuder 11. Alcohol 70% 7. Pinset 9. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Tujuan Sebagai acuan penatalaksanaan penjahitan sampai luka tertutup oleh jahitan unutk menghindari infeksi lanjutan 3. Dep luka dengan kasa steril. Klem 10. Olesi daerah luka dengan betadine 5. Kasa steril 3. Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di Puskesmas Bara Permai 4. Spoit 5. Alat dan Bahan: langkah 1 Handscoen 2. NaCl Langkah-langkah: 1. kalau ada kotoran ambil dengan pinset anatomi . Pengertian Heacting adalah penjahitan luka terbuka 2. PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Pegang bibir luka dengan pinset chirugis. Lidocain 4. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. lalu suntikan lidokain injeksi  2 cc disekitar pingiran luka tunggu  5 menit 6. Jarum 12.

Pasang jarum kulit dan benang kulit dinalvolder. Bersihkan daerah bekas luka dan lepaskan handscoen 10. Petugas mencuci tangan 11. lalu jahit bibir luka dengan rapi. Hal-hal yang perlu Konseling pada pasien (anjuran untuk menjaga sterilitas diperhatikan didaerah luka) dan ganti verband 3 hari kemudian. 8. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Mulai perubahan diberlakukan TATALAKSANA INSISI No.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : 1/3 PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati.Dokumen : No. setelah luka ditutup olesi dengan betadine. Register pasien UGD 10.cairan atau benda asing dengan membuat luka . Bagan alir 7. Kemudian beri supratul. Unit terkait UGD 9.nanah.lalu tutup dengan kasa steril dan verband. Petugas merapikan alat 12. Rekam medik 2. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. 9. Pengertian Insisi adalah Memberikan tindakan untuk mengeluarkan pus. Mencatat diregister 6. 8. Dokumen Terkait 1.

/ betadin . Gunting maya bulat 6. Bereskan kembali peralatan 13. Referensi Panduan kecil Pertolongan Pertama Gawatdarurat (PPGD) 5. mulaidaribagian yang paling dalamdanberlanjutkeatas 11. buatlahsebuahsayatanberbentuksilangsebuahusapan aseptic bakteriharusdilakukandari pus segerasetelahincici 8. tindakaniniakanmengubahbentuk incisi daribintangmenjadisebuahlubangdanakanmencegahpenutu panluka yang lebihawaldalammasapascainsisi 9. Duk steril 3. Perawat memposisikanpasiendalamposisi yang memungkinkanterlihatnyadaerahterinfeksidenganmaksimal 6. Larutan plovin. elastoplasts Langkah-langkah: 1. pastikantidakadabagian yang paling didrainasetertinggal 10. Perawat mencuci tangan 3. Bahan dan Alat: langkah 1. Rendamkasagulungdenganbetadinedanmasukankedalamlu ka. sayatan untuk mencegahinfeksilanjutan 2. Bisturi 2. Perawat menjelaskankepasienataukeluarga pasien (informed concent) 2. Jepittepisayatansilangdenganpinsetbergigidanguntingdeng anmenggunakangunting mayo. Letakkan pembalut ringan diatas luka dan fiksasi dengan plester 12. Perawatmemakaihandscoen 5. Handscoen 4. Pinset bergigi 5. Perawat menyiapkan alat dan mendekatkan ke pasien 4. Perawat mencuci tangan 14. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. Tentang Kebijakan Dalam Pelaksanaan Pelayanan Klinis Di Puskesmas Bara Permai 4. Perawatmelakukan asepsis / antisepsis daerah yang akan di insisi dansekitarnya 7. kapas 7. Lakukananastesi local setelahmenyiapkan dan menutupi daerah yang akan diinsisi dengan duk steril. Prosedur/Langkah. Tujuan Sebagaiacuanpenatalaksanaan drainase / insisi untukmenghindariinfeksi lanjutan 3. Hancurkan okulasi didalam rongga denganjaritelunjukanda. Dokumentasikan tindakan . Kasagulung 1 inchi.

Bagan alir Informed Mencuci Alat consent tangan disiapkan dan Posisikan pasien sehingga didekatkan Perawat daerah terinfeksi terlihat memakai maksimal Tindakan handscoen Anashthesi asepsis/antisepsis local dan daerah insisi cross insisi Hancurkan okulasi Jepit tepi sayatan dgn telunjuk dan gunting hingga pastikan tidak ada bentuk bintang bagian yang berubah menjadi Balut luka Masukkan kasa didrainase tertinggal dan sebuah lubang Bereskan betadine kedalam piksasi peralatan luka dgn Dokumentasikan Perawat tindakan mencuci tangan .6.

pada jam kerja. Pengertian Tatacarapengisisankarturekammedispasien di unit gawatdarurat / ruangtindakan 2.setelah tindakan dilakukan pengisian register segala bentuk tindakan dan identitas pasien untuk pengisian . 269 Tahun 2008 Tentang RekamMedik 5. Bahan dan Alat: langkah  Buku registrasi  Form rekam medik Langkah-langkah: 1. Referensi PeraturanMenteriKesehatan RI. Hal-hal yang perlu Konseling pada pasien (anjuran untuk menjaga sterilitas diperhatikan didaerah luka) 8. Untuk diluar jam kerja. Petugas melakukan tindakan sesuai indikasi 3.Dokumen : No. tentangKebijakanPelaksanaanPelayanan klinis di Puskesmas Bara Permai 4. Prosedur/Langkah. Register pasien UGD 10. Unit terkait UGD/Ruang tindakan 9. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Petugas menanyakan keluhan pasien 2.pengisian rekam medik dilakukan setelah pasien ditindaki 4. Tujuan Sebagaiacuanpengisianrekammedikpasien UGD yang menjamin agar semuajenispelayanantercatatatauterekamsecaramenyeluruh 3. Mulai perubahan diberlakukan PENGISIAN REKAM MEDIK PASIEN UGD/RUANG TINDAKAN No. 7. No. Setelah tindakan . SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Rekam medik 2.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Dokumen Terkait 1. Kebijakan SK KepalaPuskesmas No.

hanya diberikan pengobatan untuk 1 x 24 jam. Unit terkait 1. Dokumen Terkait RekamMedik 10. Ruang pendaftaran 2. Pasien UGD diluar jam kerja.disebabkan ruangan pendaftaran hanya buka saat jam kerja 5. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. dan selanjutnya diminta untuk kembali kepuskesmas dengan membawa kelengkapan administrasi untuk pengobatan lanjut oleh dokter. rekam medik dilakukan pada keesokan harinya dengan memindahkan catatan dalam register kedalam rekam medik. dan untuk pengisian rekam medik 6. Hal-hal yang perlu Dilakukanpenjelasankepadapasien/keluargatentangprosedurpen diperhatikan gisianrekammedik yang berlaku di UGD 8. Register Pasien 9. Bagan alir MENANYAKAKAN KELUHAN MELAKUKAN TINDAKAN TIDAK KUNJUNGAN PADA JAM KERJA YA TINDAKI ISI REKAM MEDIK MENYANGKUT TINDAKAN YANG DIBERIKAN PEMBERIAN OBAT UNTUK MENGISI 1 X 24 JAM REGISTER MEMINTA PASIEN KEMBALI KEPUSKESMAS ESOK HARI NYA UNTUK PENGOBATAN LANJUT OLEH DOKTER DAN PENGISIAN REKAM MEDIK SELESAI 7. Mulai perubahan diberlakukan MENGISI REGISTER .

Tentang Pelayanan Klinis .Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati.Kepala Puskesmas No. Kebijakan SK. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Tujuan Sebagai acuan untuk pemeliharaan alat medis dan perawatan 3. Pengertian Melaksanakan pemeliharaan alat – alat keperawatan dengan cara menyeterilkan dan menyimpannya 2. MENYETERILKAN ALAT No.Dokumen : No.

Hal-hal yang perlu Alat –Mematikan alat medis alat diperhatikan sterilisator 8. Menyalakan alat sterilisator dan mengatur waktunya ( 30 menit ) 4. Mencuci alat 2. Mengangkat alat – alat dari sterilisator dengan menggunakan korentang dan menyimpan dalam tempatnya 5. Dokumen Terkait 4. Prosedur/Langkah. Peralatan : langkah 1. Korentang Langkah-langkah: 1. Menyusun alat – alat ke dalam sterilisator 3. Sterilisator 3. Referensi 5.4. Alat – alat logam 2. UGD 2. Mulai perubahan diberlakukan . Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Unit terkait 1. Mematikan alat sterilisator 6. Poli KB dan KIA 3. Bagan alir Mencuci Alat Menyusun alat kedalam sterisator Mengangkat alat-alat dari sterilisator Menyalakan alat sterilisator 7.

Dokumen : No. 2. Pengertian Memasukkan zat asam ( oksigen ) ke dalam paru-paru melalui saluran pernafasan menggunakan alat khusus. Referensi 7. Tentang Pelayanan Klinis 6. Botol pelembab berisi air steril / aquadest 3. Prosedur/Langkah.flowmeter 2. Untuk memenuhi kekurangan zat azam ( O2) 2. Mengatur posisi pasien “ posisi semi fowler “ . Alat : langkah 1.Kepala Puskesmas No. Tabung O2 lengkap dengan manometer dan regulator. PEMBERIAN OKSIGEN No. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Untuk membantu kelancaran metabolism 3. Tujuan Sebagai acuan untuk : 1.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Kapas alcohol Langkah-langkah: 1. Plester 4. Canul O2 5. Untuk mencegah hipoksia 5. Kebijakan SK.

Membersihkan alat dan mencuci tangan 8.lalu didekatkan pada punggung tangan untuk memastikan oksigen sudah keluar melalui slang oksigen lalu tutup kembali 4. Dokumen Terkait Buku Register 12.Dokumen : No. Membuka flow meter. Membersihkan slang oksigen dengan kapas alkhol 3. 2.PUSTU 11. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Unit terkait UGD. Bagan alir Atur posisi pasien Bersihkan selang dengan kapas alkohol Tes flow meter dan pastikan oksigennya sudah keluar Pasang selang oksigen Oksigen terpasang lanjutkan dengan observasi Membersihkan alat dan mencuci tangan 9.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS . Mulai perubahan diberlakukan MENIMBANG BERAT BADAN No. Memasang canul hidung lalu fiksasi 5. Hal-hal yang perlu diperhatikan 10. Membuka flow meter kembali dengan ukuran sesuai anjuran dokter 6.

Referensi 5. Prosedur/Langkah. Timbangan badan 2. Tentang Pelayanan Klinis 4. Menentukan status nutrisi pasien 4. Beri tahu pasien 2. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Untuk mengukur berat badan beri tahu pasien untuk berdiri tegak diatas timbangan 6. Tujuan Sebagai acuan untuk: 1. Menentukan status cairan pasien 3. Mengetahui berat badan dan perkembangannya 2. Bantu pasien untuk turun dari timbangan 7. Bagan alir Beritahu pasien Melepas sandal atau sepatu Bantu pasien naik ketimbangan Atur ratio berat Berdiri tegak diatas timabangan Bantu pasien turun dari timbangan . Kebijakan SK. Catat hasilnya 6.BARA PERMAI Hj Herawati. Bantu pasien naik ke timbangan 4. Alat tulis untuk mencatat hasil Langkah-langkah: 1. Beri tahu pasien untuk memakai baju yang tidak tebal dan melepas sandal atau sepatu 3. Pengertian Menimbang berat badan dengan menggunakan timbangan badan 2. Alat : langkah 1. Membantu menentukan program pengobatan ( Dosis ) 3.Kepala Puskesmas No. Atur ratio berat 5. Kembalikan timbangan di posisi semula 8.

Unit terkait UGD.Poli umum. PUSTU 9. Dokumen Terkait 10. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8.KIA. Mulai perubahan diberlakukan . Kembalikan timbangan keposisi semula Catat hasilnya 7.

Menyusun alat dan bahan yang sudah diampra ke dalam lemari 13. Langkah-langkah: langkah 1. Tentang Pelayanan Klinis 4.Kepala Puskesmas No.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Prosedur/Langkah. Kertas daftar permintaan 2. Pulpen 6. Menerima alat/barang sesuai daftar permintaan 5. Mencatat jumlah alat / barang yang diminta 3. Pengertian Menambah alat medis /barang dalam pelayanan medis 2.Dokumen : No. Bagan alir Mencatat nama alat/barang Mencatat jumlah dikertasdaftarpermintaan alat/barang yang diperlukan Membawa kertas Menerima alat daftar permintaan Mencatat nama alat /barang sesuai kepembantu Membawa / obat buku daftar permintaan pengurus barangpengampraan ke gudang alat / obat . Kebijakan SK. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Alat dan bahan Peralatan : 1. Mencatat nama alat /barang yang diperlukan di kertas daftar permintaan 2. Referensi 5. MENGAMPRA ALAT MEDIS No. Membawa daftar permintaan ke pembantu pengurus barang 4. Tujuan Sebagai acuan untuk pengadaan alat medis /barang 3.

Dokumen Terkait 17. Hal-hal yang perlu Nama dan jumlah obat dan alat yang akan diampra diperhatikan 15. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Referensi 5. Prosedur/Langkah. Tujuan Sebagai acuan Untuk membersihkan dari berbagai kotoran penyebap penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis yang masih ada penutupnya 3.Dokumen : No. Gudang obat 2. Alat: . Kebijakan SK.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Pengertian Suatu cara memotong kulit luar penis yang melingkupi kepala penis 2. Mulai perubahan diberlakukan SIRKUMSISI No. Unit terkait 1. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Menyusun alat dalam lemari 14. Gudang 16. Tentang Pelayanan Klinis 4.Kepala Puskesmas No.

Klem arteri lurus 3.pengguntingan membentuk huruf V dari kiri dan kanan klem. Bersihkan glans penis sampai sulkus korona penis 10. Duk berlubang 10. Bersikan daerah genotalia dengan menggunakan kasa dari sentral ke ferifer membentuk lingkaran kearah luar dengan batas atas tepi pusar dan batas bawa meliputi seluruh scrotum 7. Letakkan kain dug berlobang yang steril 8. kulit pemotongan selanjutnya lebih mudah dan simetris 15. Benang cat gut 12. Pegangan jarum 6.5 cm pada posisi prenulum. Periksa anastesi sudah efektif dengan cara melakukan penjepitan pada daerah prenulum dengan menggunakan klem 11. Lidocain Langkah-langkah 1.langkah 1. Lakukan anastesi lokal dengan menggunakan lidocain 2 % 9. Spoit 3 cc 11. Pasang klem pada perpusium dengan ujung klem mencapai kurang lebih 1. Kasa steril 8. Hanscoen 13.5 cm dari korona 13. Plester 9.pemotongan harus simetris dan sama panjang antara kulit dan mukosa 16. Pasien diberi tahu tentang tindakan yang akan dilakukan 2. Pasang sarung tangan 5. Gunting jaringan 2. Cuci tangan 4. Pasang jahitan kendali dengan menjahit batas ujung dorsumsisi 14.3 – 9. Jarum kulit 7. Lakukan penjepitan hemostatis dengan benang catgut apabila ada perdarahan . Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 3. Gunting secara melingkar dimulai dari dorsul pada titik jahitan melingkar penis sisakan mukosa sekitar 0. Lakukan dorsumsisi dengan menggunting kulit dorsum penis dari distal ke proksimal sampai dengan 0.5 cm dari sulkus korona penis 12. Pinset anatomis 5. Bersihkan daerah genotalia dengan alkohol 70 % untuk menghilangkan lapisan lemak 6. Klem arteri bengkok 4.

Lakukan penjahitan aproksomal kulit dengan mukosa. Lepaskan sarung tangan lalu cuci tangan 23. Plester 22. Bagan alir Pasien diberi tahu tentang tindakan di Siapkan alat dan lakukan bahan yang akan digunakan Cuci tangan dan pakai sarung tangan Letakkan duk Bersihkan alat berlubang steril kelamin Lakukan anastesi lokal Pasang klem pada dan periksa apakah preputium lalu gunting anastesi sudah efektif kulit dorsum penis Lakukan penjahitan Bila ada perdarahan aproksimal kulit lakukan penjepitan dengan mukosa hemostatis pakai catgut Setelah penjahitan bersihkan dengan Nacl Balut dengan dan bethadin lalu beri menggunakan kasa salep antibiotic lalu plester Cuci tangan 7. Jahit mukosa distal frenulum dengan jahitan angka 8 atau 0 19.prinsipnya adalah mempertemukan pinggir kulit dan pinggir mukosa 18. Dokumentasikan 6. Balut dengan menggunakan kasa yang diolesi salep antibiotic 21. Setelah jahitan selesai bersihkan dengan Nacl dan bethadine lalu beri salep antibiotic 20. 17. Hal-hal yang perlu diperhatikan Cuci tangan .jahit kiri dan kanan biasanya masing – masing 2 – 3 simpul.

8. Dokumen Terkait 10. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl.Dokumen : No.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : . Mulai perubahan diberlakukan No. Unit terkait 9.

Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Dokumen Terkait 10. Mulai perubahan diberlakukan PEMERIKSAAN IMS . oral. HIV atau singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh kita untuk melawan segala penyakit yang datang. PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Prosedur/Langkah- langkah 6. Infeksi Menular Seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan bergonta ganti pasangan. Referensi 5. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl.HIV No. Pengertian a. Tujuan 3. Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kebijakan 4. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Diagram alir 7. b. Unit terkait 9. HIV menyerang dan . Pengertian 2.Dokumen : No. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8. baik melalui vagina.

Baca hasilnya antara 10-30 menit setelah meneteskan sampel. Intersprestasi hasil: Terbentuk 2 atau 3 garis warna. 1. Melakukan pencatatan identitas pasien dengan jaminan langkah konfidensialitas 2. 3. Hal ini berarti pada serum terdapat antibody HIV-1 atau 2. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8. Tambahkan 1 tetes buffer (40 µl) dengan dropper yang tersedia ke dalam lubang sampel 8. Tulis identitas pasien dan cocokkan dengn sampel 5. Kebijakan SK.Dokumen : No. Diagram alir 7. Mengisi nomor register dan menyiapkan formulir pemeriksaan 3. Tentang 4. Unit terkait 9. Mulai perubahan diberlakukan No. Teteskan 25 µl kelubang sampel 7. Petugas laboratorium mengambil darah 6. Garis warna pada zona 1 menandakan infeksi HIV-2. 2. menghancurkan sistem kekebalan sehingga tubuh tidak mampu melindungi diri. Keluarkan tes card dari bungkusnya. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Kepala Puskesmas No. Referensi 5. 6. Dokumen Terkait 10.Revisi : . Letakkan tes card pada permukaan datar 4. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanan infeksi menular seksual dan mendukug diagnosa infeksi virus HIV. satu pada zona garis tes 1 atau 2 dan satu pada zona garis control. Prosedur/Langkah.

Pengertian 2.M) No.Dokumen : No.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8. Tujuan 3. Kebijakan 4. TanggalTerbit : SOP Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Kebijakan . Prosedur/Langkah- langkah 6. Pengertian 2. Mulai perubahan diberlakukan TATALAKSANA SUNTIKAN INTRAMUSKULER (I. Tujuan 3. Diagram alir 7. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Dokumen Terkait 10. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Unit terkait 9. Referensi 5.

Unit terkait 9. Kebijakan 4.Dokumen : No. Referensi 5. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Unit terkait 9. Pengertian 2. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Tujuan 3. Dokumen Terkait 10. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8. Mulai perubahan diberlakukan No. Diagram alir 7. Prosedur/Langkah- langkah 6. 4. Mulai perubahan diberlakukan . Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8. Referensi 5. Prosedur/Langkah- langkah 6. Dokumen Terkait 10. Diagram alir 7.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati.

Diagram alir 7.Dokumen : No. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. TATALAKSANA SUNTIKAN INTRAMUSKULER (I. Kebijakan 4.Dokumen : . Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. Unit terkait 9. Pengertian 2. Prosedur/Langkah- langkah 6. Tujuan 3. Referensi 5.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Dokumen Terkait 10.M) No.M) No. Mulai perubahan diberlakukan TATALAKSANA SUNTIKAN INTRAMUSKULER (I. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8.

Tujuan 3. Pengertian 2. Mulai perubahan diberlakukan TATALAKSANA SUNTIKAN INTRAMUSKULER (I. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1. Unit terkait 9.Dokumen : No. Pengertian 2.M) No.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Kebijakan 4. Prosedur/Langkah- langkah 6. SKM KOTA PALOPO NIP: 19671128198802201 1.Revisi : SOP TanggalTerbit : Halaman : PUSKESMAS BARA PERMAI Hj Herawati. Kebijakan . Dokumen Terkait 10. Tujuan 3. Referensi 5. Diagram alir 7. No. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8.

Mulai perubahan diberlakukan . Referensi 5. Unit terkait 9. Dokumen Terkait 10. Hal-hal yang perlu diperhatikan 8. Diagram alir 7. Prosedur/Langkah- langkah 6.4. Rekaman historis No Yang diubah Isi Tgl.