Laporan

PARTUS MANDIRI

Disusun Oleh:
Inneke Fitri Delvi

Pembimbing:
dr. Syukri Delam, Sp.OG

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
PEKANBARU
2014
BAGIAN / SMF OBSTETRI & GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB / RSUD
ARIFIN ACHMAD PEKANBARU

STATUS OBSTETRI
IDENTITAS PENDERITA
Nama pasien : Ny. Elisabet Siburian Nama suami : Eben Ezer Nababan
Umur : 40 tahun Umur : 42 tahun
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawan Sawit Pekerjaan : Karyawan Sawit
Agama : Kristen Agama : Kristen
Suku : Batak Suku : Batakk

pandangan kabur. Riwayat Penyakit Dahulu: . HPHT 01/05/13.40 WIB.  Nyeri pinggang yang menjalar ke ari-ari (+) sejak 1 hari SMRS dan dirasakan makin sering dan kuat sejak 3 jam SMRS. Riwayat Hamil Tua Keluhan mual (-). TP 08/02/14( ~42 minggu).  Keluar air-air yang tidak tertahankan(-). Keluhan Utama: Tekanan darah tinggi dalam kehamilan Riwayat penyakit Sekarang:  Pasien mengaku hamil 9 bulan. perdarahan (-) dan hipertensi (-). MR : 844847 ANAMNESIS Seorang pasien masuk Kamar Bersalin IGD RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 19 Februari 2014 Jam 01. USG 1x di dokter umum Belilas dikatakan normal dan dapat melahirkan normal. perdarahan (-) dan hipertensi (-).  Tekanan darah tinggi ditemukan 2 hari SMRS saat kontrol ke klinik.  Gerak janin aktif(+). muntah (-).  Nyeri kepala di frontal. keluar lendir campur darah (-). TD 160/100 mmHg saat diperiksa di Poliklinik dan hasil protein posittif(dari surat rujukan). Prenatal Care : ANC teratur dibidan tiap bulan dikatakan perkembangan janin baik dan tidak pernah ditemukan tekanan darah tinggi. Riwayat Hamil Muda : Keluhan mual (-). muntah (-).Alamat : Seberida – Indragiri Hulu Alamat : Seberidan.15 WIB dan masuk Kamar Bersalin Camar 2 RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada tanggal 19 Februari 2014 Jam 02.InHul No. Riwayat Minum Obat : Pasien mengaku minum vitamin dan obat penambah darah selama kehamilan. dirasakan sejak usia kehamilan 5 bulan hingga sekarang. nyeri ulu hati disangkal.

penyakit jantung (-). pada tahun 1996. Riwayat Haid : Menarche pertama pada umur 14 tahun. HPHT : 1 Mei 2013 TP : 8 Februari 2014 Riwayat Perkawinan : Satu kali perkawinan. selama 6-7 hari. Riwayat Kehamilan/ Persalinan/ Abortus: 7/5/1 Anak 1 Lahir tahun 1997 / laki-laki / BBL 3500gr / Lahir normal / dibaantu bidan / sehat Anak 2 Lahir tahun 1999 / perempuan / BB ? / Lahir normal / dibantu dukun / sehat Anak 3 Lahir tahun 2001 / perempuan / BB ? / Lahir normal / dibantu dukun / sehat Anak 4 Lahir tahun 2002 / perempuan / BB ? / Lahir normal / dibantu dukun / sehat Anak 5 Lahir tahun 2005 / perempuan / BB ? / Lahir normal / dibantu dukun / sehat Anak 6 tahun 2009 / abortus usia kehamilan 2 bulan / tidak dikuret Anak 7 Hamil ini Riwayat KB : Menggunakan KB suntik setiap 3 bulan PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Komposmentis Vital Sign: . banyaknya 3-4 kali ganti pembalut tiap hari dan tidak ada nyeri haid. Diabetes Mellitus (-). asma (-). Diabetes Mellitus (-). Riwayat Penyakit Keluarga : Hipertensi (-). penyakit jantung (-). asma (-).Hipertensi (-).

gallop (-) Abdomen : Status Obstetrikus Genitalia : Status Obstetrikus Ekstremitas : Akral hangat. teratur. Nadi : 84 x / menit Frek. papilla mammae menonjol. Tekanan Darah : 160 / 100 mmHg Frek. CRT < 2 detik dan tidak ada edema tungkai STATUS OBSTETRIKUS Muka : Kloasma Gravidarum tidak ada. teraba massa lunak. ronkhi (-)  Jantung: Bunyi jantung I dan II dalam batas normal. sklera tidak ikterik Leher: Tidak teraba adanya pembesaran KGB. Abdomen Inspeksi : Perut tampak membesar sesuai dengan usia kehamilan Palpasi : Leopold I : Fundus uteri teraba 2 jari di bawah procesuss xyphoideus. bulat dan tidak melenting Leopold II : Teraba tahanan terbesar di sebelah kiri dan bagian kecil janin di sebelah kanan Leopold III : Teraba massa bulat dan keras dan melenting Leopold IV : Bagian terbawah janin belum masuk PAP TFU : 37 cm TBJ (Rumus Johnson-Tausak): (TFU-12) x 155  (37-12) x 155 = 3875 gram His : 2x dalam 10 menit selama 35 detik Auskultasi : DJJ : 148 x/ menit. konjungtiva tidak anemis. Mammae: Hiperpigmentasi areola mammae. wheezing (-). bloody show (+) VT : . tidak ada peningkatan JVP Thoraks:  Paru: vesikuler (+/+). mammae membesar dan menegang. sesudah hamil 70 kg Kepala: Mata: Palpebra tidak edema. Nafas : 18 x / menit Suhu : 36. murmur (-).8 0C Gizi : Baik TB : 155 cm BB : sebelum hamil 65 kg. Genitalia Inspeksi : vulva dan urethra tenang.

perburukan PEB dan impending eklampsia .800 g/dl Platelet : 315.Panggul Dalam: Promontorium : Tidak teraba Linea inominata : Teraba 1/3 bagian depan Sakrum : Teraba melengkung Spina iskiadika : Tumpul (tidak runcing) Arkus pubis : > 90% (tumpul) Os. Evaluasi kemajuan persalinan 4 jam lagi (05. TV.8 vol % Leukosit : 8.4 gr % Hematokrit : 34. DJJ /jam . inpartu kala I fase laten. His. Cek protein urin/jam . KU.000 /uL DIAGNOSIS KERJA G7P5A1H5 gravid posterm 42-43 minggu. Cocygis : Dapat digoyangkan Janin: Presentasi : Kepala Situs : Memanjang Station : Hodge I Posisi : sulit dinilai Ketuban : (+) Portio: Konsistensi : lunak Pembukaan : 3 cm Penipisan : 50 % Arah sumbu : axial PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Hemoglobin : 11.30) RENCANA . Observasi tanda fetal distres. Obs. hipertensi dalam kehamilan Janin hidup tunggal intrauterin letak memanjang presentasi kepala TERAPI / SIKAP Hemodinamik ibu stabil dan janin baik: .

Pemeriksaan Fisik: KU: Baik Vital Sign: Tekanan Darah : 160 / 100 mmHg Frek.8 0C His : 2x dalam 10 menit selama 35 detik DJJ : 148 x/ menit. Partus pervaginam PROGNOSIS : Bonam KRONOLOGIS PROSES PERSALINAN Tanggal Jam Laporan Proses Persalinan 19 Februari 12. Keluar air-air yang tidak tertahankan(-). keluar lendir campur darah (-).40 Anamnesis: 2014 WIB Nyeri pinggang yang menjalar ke ari-ari (+) dan dirasakan makin (VK IGD) sering dan kuat. inpartu kala I fase laten. Nadi : 84 x / menit Frek. hipertensi dalam kehamilan Janin hidup tunggal intrauterin letak . Nafas : 18 x / menit Suhu : 36. teratur VT: Portio : Lunak Arah sumbu : Axial Penipisan : 50% Pembukaan : 3 cm Ketuban : (+) Terbawah : Kepala Penurunan : Hodge I Penunjuk : sulit dinilai Diagnosis: G7P5A1H5 gravid posterm 42-43 minggu.

KU. TV.Cek protein urin/jam . keluar air-air(-). inpartu kala I fase aktif. perburukan PEB dan impending eklampsia .Obs. hipertensi dalam kehamilan Janin hidup tunggal intrauterin letak memanjang presentasi kepala Penatalaksanaan: . gerak janin(+) Pemeriksaan Fisik: VK Camar 02.Observasi tanda fetal distres. His.6 0C Protein urin : (-) His : (+)  4 kali dalam 10 menit selama 45 detik DJJ : (+)  146 x/ menit VT: Portio : Lunak Arah sumbu : Axial Penipisan : 50% Pembukaan : 4 cm Ketuban : (+) Terbawah : Kepala Penurunan : Hodge I Penunjuk : UUK melintang Diagnosis : G7P5A1H5 gravid posterm 42-43 minggu. Nafas : 20 x / menit Suhu : 36. memanjang presentasi kepala Penatalaksanaan: . DJJ /jam .40 KU: baik Kes: Composmentis 2 WIB Tekanan Darah : 180 / 120 mmHg Frek.Evaluasi kemajuan persalinan 4 jam lagi (05. Nadi : 80 x / menit Frek.30) Anamnesis: Mules makin sering.

IV Penunjuk : UUK depan atas Perineum : Meregang dan menonjol Anus : Menonjol Vulva : Terbuka Diagnosis : G7P5A1H5 gravid posterm 42-43 minggu. TV. Nafas : 20 x / menit Suhu : 36. Obs. Ibu ingin meneran (+) Pemeriksaan Fisik: KU: baik Kes: Composmentis Tekanan Darah : 140 / 90 mmHg Frek. Hemodinamik ibu dan janin stabil . Metildopa 3x250 mg jika TD>160/110 mmHg . hipertensi dalam kehamilan Janin hidup tunggal intrauterin letak memanjang presentasi kepala Sikap : .6 0C His : (+)  5 kali dalam 10 menit selama 45 detik VK Camar 03. KU. Nilai ulang kemajuan persalinan 4 jam lagi Melahirkan bayi: Rencana partus pervaginam Menurunkan TD . Nadi : 86 x / menit Frek. DJJ / jam . His. inpartu kala II. Balans cairan seimbang Anamnesis.40 DJJ : (+)  140 x/ menit 2 WIB VT: Portio : Tidak dapat dinilai Arah sumbu : Tidak dapat dinilai Pembukaan : lengkap / 10 cm Ketuban : (-) sisa hijau kental Terbawah : Kepala Penurunan : Hodge III .

perlengkapan jahit episiotomi. cairan DTT dan alat resusitasi untuk bayi). dengan tangan kiri memastikan leher bayi tidak dililit tali pusat.  Setelah bahu lahir kemudian tangan kanan berada di posterior kepala bayi untuk mengendalikan kelahiran bayi dan tangan kiri . pasang alas bokong.  Dilakukan persalinan bahu dimana persalinan dilakukan saat his (beritahu ibu untuk meneran saat kontraksi) dengan posisi tangan kiri diatas kepala dan tangan kanan dibawah kepala kemudian dilakukan penarikan secara perlahan-lahan ke bawah luar hingga bahu anterior tampak di bawah arkus pubis kemudian dilakukan penarikan kearah atas luar secara perlahan-lahan untuk melahirkan bahu posterior. Pimpin persalinan pervaginam  ibu meneran sesuai datangnya his Observasi keadaan ibu dan janin setiap 5 menit Urutan persalinan  Pasien dibaringkan dalam posisi litotomi. tangan memegang paha. (Kala II)  Siapkan peralatan (partus set.  Bersihkan vulva-vagina dengan kapas DTT  Lakukan manajemen meneran (ajari ibu meneran hanya saat his dan disambung ketika masih dirasakan sakit)  Kepala bayi terlihat dari luar vagina dan perasat ritgen (tangan kanan dengan kain/ kasa menahan diperineum dan tangan kiri menekan kepala bayi di pubis). pasang sarung tangan. perlengkapan pelindung diri.  Lahir kepala bayi langsung dilakukan pembersihan jalan nafas dengan kasa. Kemudian terjadi putar paksi luar (eksternal rotasi). dan persiapan tempat dan lingkungan untuk bayi.

menelusuri tubuh bayi dari arah anterior hingga kaki lahir dan menangkap kedua kaki bayi di bagian mata kakinya. Kemudian berdiri disamping kanan ibu. Perdarahan pervaginam ± 175 ml.HDK Penatalaksanaan: Lahirkan plasenta serta observasi keadaan ibu.  Pastikan tidak ada janin ke dua  Jepit tali pusat dengan jarak 5 cm dari pusat bayi kemudian dengan klem kedua dijepit tali pusat dengan jarak 2 cm dari jepitan pertama arah ibu. Diagnosis : P6A1H6 post partum pervaginam posterm. Lakukan desinfeksi pada tali pusat yang akan digunting kemudian digunting dengan gunting tali pusat.55 WIB Plasenta lahir lengkap. Tali pusat yang diklem dilakukan pengurutan kearah ibu hingga jaraknya ± 15 cm kemudian ditekan dengan jari dan jepit dengan klem. Setelah ada tanda lepasnya plasenta kemudian dengan tetap dilakukan peregangan tali pusat dan setelah plasenta tampak di introitus vagina maka dengan kedua tangan memegang plasenta dan lakukan putaran searah arah jarum jam dengan lembut hingga terlahir seluruhnya. APGAR skor 7/9. Suntikkan oksitosin 10 unit IM dipaha ibu setelah 1 menit anak lahir. Lakukan penegangan tali pusat. sisa ketuban hijau kental. 03. PB 52 cm.  Setelah selaput ketuban lahir kemudian lakukan pemeriksaan keutuhan dari plasenta.50 WIB Telah lahir seorang bayi dengan jenis kelamin laki-laki secara spontan. Lakukan perasat kustner untuk memastikan lepasnya plasenta. 03. Beritahu ibu bahwa dia akan (Kala III) disuntik dibagian paha. lakukan .  Baringkan bayi di handuk / kain dekat perut ibunya sehingga kepala bayi lebih rendah dari tubuhnya kemudian bayi dikeringkan. Urutan persalinan Pastikan tidak ada janin kedua. BB 4230 gram. Dilakukan peregangan tali pusat terkendali dan pelepasan plasenta secara dorsokranial.

20 140/90 86 36. Perdarahan aktif tidak ada. Dokter Pembimbing Mahasiswa yang memeriksa. Diagnosis : P6A1H6 post partum pervaginam aterm.25 140/90 88 2 jari dibawah pusat Baik Kosong 10 cc 04.HDK Penatalaksanaan: Observasi kala IV Tekanan Nadi Ja Kon darah per Suh Kandun m Waktu Tinggi fundus uteri traksi Perdarahan (mmHg meni u g kemih ke uterus ) t 1 04.10 140/0 86 36. tidak terdapat laserasi pada jalan lahir. TFU 2 jari di bawah pusat.50 140/90 86 2 jari dibawah pusat Baik Kosong 5 cc Mengetahui.5 2 jari dibawah pusat Baik Kosong 10 cc 04. dr.40 140/90 86 2 jari dibawah pusat Baik Kosong 5 cc 04. masase fundus uterus kontraksi uterus (+). Syukri Delam SpOG Inneke Fitri Delvi .55 140/90 84 2 jari dibawah pusat Baik Kosong 5 cc 2 05.6 2 jari dibawah pusat Baik Kosong 5 cc 05.