Nama : Annisa Ayu Rahmi

NIM : 11325205278
Jurusan/ Semester : Ekonomi Islam A / Semester 7
Tugas : Pasar Modal

JENIS-JENIS, KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN, SERTA PERBEDAAN DARI
SAHAM DAN OBLIGASI

A. Saham
Saham adalah surat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan yang melakukan
penewaran umum (go public) dalam nominal atau prosentase tertentu.1 Dan pengertian
lain saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu
maupun institusi dalam suatu perusahaan.2

1. Jenis-jenis Saham
Saham memiliki macam dan jenis yang cukup beragam, berikut adalah
beberapa jenis saham:
1. Saham yang Dicap (assented shares), penyetempelan saham dapat terjadi
dalam hal perseoran mengalami kerugian besar, yang tidak dapat dihapuskan
dari cadangan perseoran. Jika terjadi hal demikian perseoran harus
mengadakan perubahan pada anggaran dasar perseoran, dengan menurunkan
nilai nominal dari sahamnya menjadi sama dengan kekayaan (equity) dan nilai
nominal sahamnya diturunkan secara proporsional.
2. Saham Tukar, yaitu jenis saham yang dapat ditukar oleh pemiliknya dengan
jenis saham lain, biasanya saham preferen dengan saham biasa.
3. Saham Tanpa Suara, yaitu jenis saham yang pemiliknya tidak diberi hak suara
pada RUPS (non voting stock).
4. Saham Tanpa Pari, yaitu saham yang tidak memiliki nilai nominal atau pari,
tetapi hak kepemilikannya dapat diketahui dengan cara menjumlahkan seluruh
kekayaan (equity) dan kemudian dibagi dengan jumlah saham yang
dikeluarkan (no pari stock).
5. Saham Preferen Unggul, yaitu saham preferen yang hak prioritasnya lebih
besar dari preferen lain (prior preferred stock).

1 Nurul Huda & Mustafa Edwin Nasution, Investasi Pada Pasar Modal Syariah (Jakarta: Prenada
Media Group, 2008). Hal. 60

2 Ang, Robert, Buku Pintar: Pasar Modal Indonesia, (Jakarta: Media Soft Indonesia, 2002), hal. 62.
6. Saham Preferen Tukar, yaitu saham preferen yang dapat ditukar oleh
pemiliknya dengan saham biasa (convertible preferred stock).
7. Saham Preferen Partisipasi, yaitu saham yang di samping hak prioritasnya
masih dapat turut serta dalam pembagian deviden selanjutnya (participating
preferred stock).
8. Saham Preferen Kumulatif, yaitu saham preferen yang memberikan hak untuk
mendapatkan deviden yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu
secara kumulatif (cummulative preferred stock).
9. Saham Pendiri, (founder’s shares), yaitu jasa yang diberikan oleh para pendiri
perusahaan, baik berupa penyertaan modal yang bersumberkan dari penarikan
beberapa peserta lainnya atau dari relasi penting lain, biasanya dihargai
perseoran dengan memberikan kepada yang bersangkutan (memiliki saham).
10. Saham Pegawai (employee stock plan), yaitu kesempatan yang diberikan oleh
perseoran kepada para pegawainya untuk memiliki saham perusahaan.
11. Saham Bonus, pada saat perbandingan antara cadangan dan modal saham yang
tidak berimbang pada suatu perseoran dapat dihilangkan dengan jalam
memberikan saham bonus kepada para pemegang saham dengan cuma-cuma.
Saham bonus diciptakan dari pos cadangan perseoran, yang terbentuk dari
uang kontan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Dengan
penyerahan saham bonus kepada para pemegang saham, kekayaan perseoran
tidak berubah, karena tidak ada kekayaan yang bertambah dan tidak ada modal
yang dibayarkan, yang berubah adalah perubahan kualitatif dan pergeseran
struktur permodalan. Hal ini merupakan kapitalisasi sebagai akibat dari
pengeluaran saham bonus dengan perbandingan 1:1, yaitu saham bonus atas
saham lama, pada umumnya kurs dari saham tersebut akan turun sampai
setengah dari kurs lama.
Secara umum saham yang beredar pada Bursa Efek Jakarta dapat ditinjau dari
beberapa segi:
1. Ditinjau dari segi bentuknya
a) Saham Atas Nama (nominal shares), yaitu saham yang menyebut nama
pemiliknya. Pencatatan saham ini dicatat dalam daftar khusus. Para ahli
fikih kontemporer yang menghalalkan saham jenis ini seperti dapat bahwa
penyebutan nama pemilik saham pada dokumen saham menetapkan
kepemilikan pemiliknya dan memberikan perlindungan atas haknya. Hal
ini berarti saham jenis ini diperbolehkan secara fikih dalam Islam.
b) Saham Atas Unjuk (bearer shares), yaitu saham yang tidak menyebut
nama pemiliknya. Ada ahli fikih kontemporer memandang saham ini batal
karena ketidaktahuan siapa pembelinya. Seperti ketika dicuri berpindah
kepemilikannya kepada pencurinya atau ketika hilang berpindah
kepemilikannya kepada penemunya dan lain sebagainya. Bagaimanapun,
sebaiknya saham seperti ini dihindari, karena akan menimbulkan problema
tentang kepemilikannya atau pemulangannya kembali apabila hilang. 3
2. Ditinjau dari segi hak dan keistimewaannya
a) Saham Biasa (common stock)
Saham biasa (common stock) adalah saham yang paling dikenal
masyarakat. Diantara emiten, saham biasa juga merupakan yang paling
banyak dihunakan untuk menarik dana dari masyarakat. Jadi, saham biasa
paling menarik, baik bagi pemodal maupun bagi emiten.
b) Saham Istimewa (preferred stock)
Saham preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan
antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan
tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil
seperti yang dikehendaki investor.4

2. Keuntungan dari Saham
a. Dividen, merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan
berasal dari keuntungan perusahaan setiap tahun. Dividen diberikan setelah
mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang investor
ingin mendapatkan deviden, maka investor tersebut harus memegang saham
tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama, yaitu hingga kepemilikan saham
tersebut berada dalam periode yang sudah diakui sebagai pemegang saham yang
berhak mendapatkan dividen. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa
dividen tunai, artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa
uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham, atau dapat berupa
dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen

3 Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, Op.Cit., hal. 62-64

4 Khaerul Umam, Pasar Modal Syariah & Praktik Pasar Modal Syariah, (Bandung: Pustaka Setia,
2013), Hal. 118
sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah
dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.5
b. Capital Gain, adalah selisih antara harga beli dan harga jual yang lebih tinggi,
capital gain terbentuk dengan adanya aktifitas perdagangan saham di Pasar
Sekunder. 6

3. Kerugian dari Saham7
a. Tidak memperoleh dividen. Ini terjadi ketika perusahaan tidak
memperoleh keuntungan atau justru mendapat kerugian dalam
kegiatannya, ini berarti peluang investor untuk memperoleh
dividen ditentukan oleh kinerja atau prestasi perusahaan
tersebut.
b. Capital Loss, yaitu suatu kondisi ketika investor menjual saham lebih rendah
daripada harga beli.
c. Risiko likuidasi, yaitu risiko yang terjadi ketika perusahaan yang sahamnya
dimiliki pemodal dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut
dibubarkan. Dalam hal ini, hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas
terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi dari hasil
penjualan kekayaan perusahaan. Jika masih terdapat sisa hasil penjualan
kekayaan perusahaan, sisa tersebut dibagi secara proporsionil kepada seluruh
pemegang saham. Namun, jika tidak terdapat sisa, maka pemodal tidak akan
memperoleh hasil likuidasi tersebut.

B. Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh emiten (dapat berupa badan
hokum/perusahaan atau pemerintah) yang memerlukan dana untuk kebutuhan operasi
maupun ekspansi mereka.
1. Jenis-jenis Obligasi

5 Iswi Hariani dan Serfianto Dibyo Purnomo, Buku Pintar Hukum Pasar Modal, (Jakarta: Transmedia
Pustaka, 2010), h.199.

6 Wiji Purwanda dan Hendy Fakhrudin, Mengenal Pasar Modal, (Jakarta: Salemba Empat, 2006),
h.16.

7 Iswi Hariani dan Serfianto Dibyo Purnomo, Op.Cit., h.200.
Ada banyak tolak ukur yang dapat digunakan untuk membedakan jenis
obligasi, diantaranya adalah obligasi berdasarkan sisi penerbit, system pembayaran
bunga, hak penukaran, segi jaminan, segi nilai nominal, dan obligasi berdasarkan segi
perhitungan imbal hasil.
1. Jenis obligasi berdasarkan sisi penerbit :
 Corporate Bond, obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan tertentu,
perusahaan ini dapat berbentuk perusahaan swasta maupun perusahaan Negara
(BUMN).
 Government Bond, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat.
 Municipal Bond, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah yang akan
digunakan untuk membiayai proyek-proyek publik.
2. Jenis obligasi berdasarkan jaminannya :
 Mortgage bond , jika dijamin dengan real properties (gedung) atau barang
berharga.
 Collateral trust bond, jika dijamin dengan surat berharga (sekuritas,
receivables)
 Secured Bond, obligasi yang dijaminkan dengan menggunakan kekayaan
tertentu yang dimiliki oleh penerbit, atau bisa juga dijaminkan dengan
menggunakan pihak ketiga. Obligasi ini terbagi menjadi tiga yaitu guaranteed
bond (obligasi yang dijaminkan oleh pihak ketiga), mortgage bond (obligasi
yang dijaminkan dengan hipotik atau aset tetap), dan collateral trust bond
(obligasi yang dijaminkan dengan menggunakan efek yang dimiliki oleh
penerbitnya).
 Unsecured Bond, obligasi yang tidak dijaminkan dengan menggunakan
kekayaan tertentu yang dimiliki oleh penerbitnya.
3. Jenis obligasi berdasarkan hak penukaran
 Convertible Bond, obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham perusahaan
penerbit. Artinya pemegang obligasi ini memiliki hak jika sewaktu-waktu
ingin menukarkan obligasi yang dipegangnya dengan saham perusahaan.
 Exchangeable Bond, obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi
untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan
afiliasi milik penerbitnya.
 Callable Bond, obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli
kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
 Putable Bond, obligasi yang memberikan hak kepada investor yang
mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu
sepanjang umur obligasi tersebut.
 Jenis obligasi berdasarkan system pembayaran bunga
Zero Coupon Bond, system pembayaran dari obligasi ini dilakukan dengan
cara dibayarkan sekaligus ketika jatuh tempo (pokok pinjaman dan bunganya)
bukan secara periodik.
 Coupon Bond, obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik
sesuai dengan ketentuan penerbitnya.
 Fixed Coupon Bond, obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah
ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan
secara periodik.
 Floating Coupon Bond, obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan
sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu acuan (benchmark) tertentu.
4. Jenis obligasi berdasarkan nilai nominal
 Konvensional Bond, obligasi dengan satuan nilai nominal yang besar,
umumnya Rp. 1 Miliar per lot.
 Retail Bond, kebalikan dari konvensional bond, yaitu obligasi dengan satuan
nilai nominal yang kecil.
5. Jenis obligasi berdasarkan perhitungan imbal hasil
 Konvensional Bond, obligasi yang cara kerjanya menggunakan system bunga.
 Syariah Bond, obligasi yang cara kerja dan perhitungannya menggunakan
system islam/syariat islam yaitu system bagi hasil (Mudharabah dan Ijarah).

2. Keuntungan dari Obligasi8
a. Memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon /
Bunga. Obligasi yang diterbitkan emiten disertai dengan bunga yang dibayarkan
kepada pemegang obligasi, yaitu berupa bunga yang dibayarkan dengan jumlah yang
tetap sesuai dengan waktu yang ditetapkan, misalkan setiap 3 bulan sekali, setiap 6
bulan sekali, ataupun bisa setahun sekali. Bunga yang ditawarkan obligasi
umumnya tinggi dibandingkan bunga yang diberikan deposito.
Misalnya deposito memberikan bunga tahunan sebesar 12%, maka
bunga yang diberikan obligasi bisa mencapai 17,5% atau 20%,
sebagai tambahan, pembayaran bunga obligasi harus didahulukan
sebelum perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham.
Di samping itu, dalam posisi perusahaan penerbit mengalami
liquidasi atau bubar, maka pemegang obligasi mendapat posisi

8 Pandji Anoraga dan Piji Pakarti, Pengantar Pasar Modal, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2003), h.67.
lebih tinggi atas kekayaan perusahaan dibanding dengan
pemegang saham.
Jenis kupon yang dapat diterima pemegang obligasi
diantaranya:
- Kupon dengan tingkat bunga tetap
- Kupon dengan tingkat bunga mengambang
- Kupon dengan tingkat bunga kombinasi
b. Capital gain, ialah suatu kondisi harga pembelian lebih rendah dibandingkan dengan
harga penjualan atau jika pemegang obligasi pada saat melakukan pembelian
mendapatkan diskon, sehingga pemegang obligasi akan mendapatkan keuntungan
pada saat pelunasan sebesar harga pari di saat jatuh tempo.
3. Jenis-jenis Kerugian dari Obligasi9
a. Risiko Gagal Bayar, yaitu perusahaan tidak mampu mengembalikan harga pokok
obligasi. Walapun jarang terjadi, namun dapat saja suatu ketika penerbiy obligasi
tidak mampu membayar, baik bunga maupun pokok obligasi. Jika penerbit obligasi
tidak mampu membayar bunga, maka biasanya pembayaran bunga ditangguhkan
atau diundur sesuai kesepakatan dengan para pemegang obigasi.
b. Risiko tingkat Suku Bunga. Pergerakan harga obligasi sangat ditentukan oleh
pergerakan tingkat suku bunga. Pergerakan harga obligasi berbanding terbalik
dengan tingkat suku bunga, artinya jika suku bunga naik maka harga obligasi akan
turun, begitupun sebaliknya. Investor obligasi harus jeli memperkirakan tingkat suku
bunga sehingga dia dapat memperkirakan apakah terus memegang suat obligasi,
membeli obligasi baru, atau menjual obligasi yang telah dipegang.
c. Resiko liquiditas. Resiko ini timbul dari kemungkinan tidak liquidnya
obligasi diperdagangkan atau tidak mudahnya menjual obligasi
dipasar sekunder. Pasar obligasi tidak seramai pasar saham. Jika
dipasar saham saja ada saham yang tidak liquid, apalagi dalam
pasar obligasi. Obligasi menjadi liquid apabila permintaan beli
untuk obligasi tersebut cukup banyak, atau ada pihak yang
berperan sebagai market maker yang fungsinya sebagai pembeli
dan penjual stand-by untuk obligasi itu.

C. PERBEDAAN SAHAM DAN OBLIGASI
A. Saham
1. Tanda bukti kepemilikan perusahaan

2. Jangka waktu tidak terbatas
9 Wiji Purwanda dan Hendy Fakhrudin, Op.Cit., h.22.
3. Pemegang saham memperoleh penghasilan disebut dividen dengan frekuensi
tidak menentu

4. Dividen dibayar dari laba perusahaan, potensi laba perusahaan sulit ditaksir

5. Dari sisi perpajakan, dividen merupakan abgian laba perusahaan setelah dikenai
pajak

6. Harga saham sangat fluktuatif dan sangat sensitif terhadap kondisi makro dan
mikro

7. Pemegang saham memiliki hak suara pada perusahaan (RUPS)

8. Jika terjadi likuidasi (pembubaran perusahaan) maka pemegang saham memiliki
klaim yang inferior (kebagian sisa-sisa hasil pembubaran).
B. Obligasi
1. Merupakan bukti pengakuan utang

2. Jangka waktu terbatas, hari jatuh tempo ditentukan

3. Tingkat bunga dan periode pembayaran telah ditetapkan

4. Baik perusahaan untukng maupun rugi bunga dan pokok pinjaman wajib
dibayar

5. Bunga obligasi terlebih dahulu dikeluarkan sebagai biaya sebelum pajak
diperhitungkan

6. Harga obligasi relatif stabil namun sensitif terhadap tingkat bunga dan inflasi

7. Pemegang obligasi tidak memiliki hak suara pada perusahaan

8. Jika terjadi likuidasi (pembubaran perusahaan) pemegang obligasi memiliki
klaim terlebih dahulu terhadap assets perusahaan.
Daftar Pustaka

Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. Pengantar Pasar Modal. Jakarta: PT. Rineka
Cipta. 2003.

Hariyani, Iswi. Buku Pintar Hukum Bisnis Pasar Moda. Jakarta: Transmedia
Pustaka. 2010.

Huda, Nurul dan Mustafa Edwin Nasution. Investasi Pada Pasar Modal Syariah. Jakarta:
Prenada Media Group, 2008.

Purwanta, Wiji dan Henry Fakhruddin. Mengenal Pasar Modal. Jakarta:
Salemba Empat. 2006.

Robert, Ang. Buku Pintar: Pasar Modal Indonesia. Jakarta: Media Soft Indonesia. 2002.